Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan kastrasi pada hewan ?
1.2.2. Bagaimana manajemen pre operasi kastrasi hewan ?
1.2.3. Bagaimana teknik dan prosedur operasi dari kastrasi ?
1.2.4. Bagaimana penangan pasca kastrasi ?

BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT TULISAN
2.1 Tujuan Tulisan
1. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan kastrasi pada hewan
2. Untuk mengetahui persiapan atau manajemen pre operasi kastrasi hewan
3. Untuk memahami teknik dan prosedur operasi dari kastrasi
4. Untuk mengetahui prosedur penangan penangan pasca kastrasi

2.2 Manfaat Tulisan


Penulis berharap melalui paper yang kami yang buat berjudul Teknik
Operasi Kastrasi dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada
pembaca, sehingga pembaca dapat mengetahui definisi dan bagaimana
teknik Kastrasi yang baik dan benar sehingga dapat menerapkannya dalam
praktek.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

Kastrasi atau Orchiectomy adalah suatu tindakan pembedahan untuk


pengangkatan (menghilangkan testis ). Kastrasi dapat menurunkan populasi
hewan karena dapat mencegah kesuburan hewan jantan (tujuan sterilisasi),
mengurangi sifat menjelajah,dan nebgurangi kebiasaan kencing yang tidak
baik. Kastrasi juga mengurangi resiko penyakit yang berhubungan dengan
hormone androgen seperti prostat, tumor,dan perineal hernia. Indikasi lain
dari kastrasi adalah menghindari sifat abnormal yang diturunkan, gangguan
testis dan epididymis, mencegah tumor skrotum, dan abses serta dapat
mengurangi gangguan endokrin.(Sudisma et al,.2016)

Teknik kastrasi pada anjing dapat dilakukan melalui pendekatan


prescrotalis, perinealis dan scrotalis. Pendekatan melalui insisi prescrotalis
adalah paling umum dilakukan lebih muda untuk dikerjalan. Testis sangat
sukar dikeluarkan melalui pendekatan perineal, tetapi pendekatan perinealis
dilakukan apabila sangat diperlukan seperti pada kasus hernia perinea.
Sedangkan kastrasi melalui pendekatan scrotalis juga umum dilakukan yaitu
melakukan insisi pada kulit skrotum diatas ramphe scrotalis
Teknik Operasi
Kastrasi terbuka melalui prescrotalis
Hewan diletakan pada posisi dorsal recumbency. Diperiksa
keberadaan kedua testis di dalam scrotum. Disiapkan secara aseptil [ada
daerah kaudal abdominal dan medial paha. Hilangkan factor-faktor yang
dapat menyebabkan iritasi seperti bulu,kotoran,dan kuman. Dilakukan
penutupan dengan kain streril (drape) pada hewan dan pada daerah yang akan
dioperasi (skrotum dan parenkim) dibiarkan terbuka.

Gambar 1. Kastrasi terbuka pada anjing. (a) Satu testis didorong ke depan
menuju prescrotalis dengan menekan testis dan srotum dan dibuat insisi diatas
testis. (b)Insisi fascia tunika vaginalis. (c). Ligamen pada ekor epididymis
dipisahkan (d). Duktus deferen dan pembuluh darah diligasi dan dipasang
hemostat.

Kastrasi tertutup melalui Prescrotis

Teknik kastrasi tertupuh hamper sama dengan kastrasi terbuka tetapi pada kastrasi
tertutup tunika vaginalis tidak diinsisi, lalu mengeluarkan spermatic cord
semaksimal mungkin dengan cara menarik keluar dan memisahkan fascia dan
lemak pada perineal. Dilakukan ligasi dengan pengikatan pada spermatic cord
dengan benang adsorbable 2.0 atau 3.0. prosedur yang sama juga dilakukan pada
testis yang kedua. .(Sudisma et al,.2016)

Kastrasi melalui Scrotalis

Hewan dipersiapkan diatas meja operasi dengan posisi dibaringkan pada


punggungnya (dorsal recumbency) dan dianaestesi. Dibuat irisan pada kulit
bagian median ramphe scrotalis dibelakang penis. Dengan salah satu jari
mendorong testis ke arah irisan dan irisan diperdalam melalui tunika vaginalis dan
fascia sehingga testis menonjol ke permukaan. Sisa ligament dan fascia didorong
ke dalam. Spermatic cord dijepit dengan hemostat dan dipotong dengan scapel.
Dilakukan ikatan pada bagian proksimal hemostat dengan 2.0 atau 3.0 catgut.
Hemostat dilepaskan , dan sisa spermatic cord dimasukan lagi dan ditutup dengan
jahitan menggunakan benang non adsorable yang dibuka setelah 7 hari. .(Sudisma
et al,.2016)
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Manajemen Pre Operasi

Sebelum dilakukan operasi dilakukan persiapan agar operasi dapat berjalan


dengan sukses tanpa ada hal yang mengganggu jalannya operasi. Persiapan
yang dilakukan sebelum tindakan kastrasi adalah :

a. Alat dan Bahan

Alat Satu set alat operasi minor, stetoskop, termometer, pinset


sirugis, pinset anatomis, towel clamp, gunting bengkok, gunting lurus
tumpul tajam dan gunting lurus tajam-tajam, scapel, needle holder, needle
(round dan cutting), syringe 1 cc, tampon dan kapas, plester dan verband,
tang arteri, dan silk 3,0. Alat-alat operasi yang akan digunakan harus tetap
dalam keadaan steril.
Bahan Bahan yang digunakan dalam pembedahan kastrasi yaitu,
Xylazine 2% dengan dosis sesuai berat badan pasien, Ketamin 10%
dengan dosis sesuai dengan berat badan pasien, alkohol 70%, iodine
tincture, NaCl fisiologis, antibiotika penicilin cair 50000 IU, oxytetracylin,
dan amoxycilin.

b. Persiapan Ruang Operasi


Ruang operasi dibersihkan menggunakan desinfektan. Sedangkan meja
operasi didesinfeksi dengan menggunakan alkohol 70%. Penerangan ruang
operasi sangat penting untuk menunjang operasi, oleh karena itu sebelum
diadakannya operasi persiapan lampu operasi harus mendapatkan
penerangan yang cukup agar daerah/situs operasi dapat terlihat jelas.

c. Persiapan Ruang dan Pasien (Hewan)


Sebelum operasi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan
kondisi tubuh hewan secara umum. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
apakah hewan memenuhi syarat operasi atau tidak. Bila hewan dinyatakan
memenuhi syarat, maka operasi dapat dilaksanakan.
Pada hewan dengan kasus tertentu, seperti testicular neoplasia
harus dievaluasi terhadap metastase dan myelotoksisitas, terutama bila
terjadi anemia dan feminisasi. Myelotoksisitas umunya dapat teratasi
dalam 2-3 minggu setelah tumor diambil terapi dapat bersifat fatal apabila
tidak mendapatkan terapi yang tepat.
Sebelum operasi hewan harus dipuasakan makan selama 12 jam
dan puasa minum selama 6 jam sebelum operasi dilakukan dengan tujuan
agar kondisi usus dalam keadaan kosong sehingga tidak muntah. Sehari
sebelum operasi hewan dimandikan bila rambutnya kotor, dikeringkan
dengan handuk kering atau alat pengering. Sebelum melaksanakan operasi,
juga perlu ditimbang berat badan anjing tersebut untuk menentukan dosis
anestesi yang akan digunakan. Setelah itu dilakukan pencukuran rambut,
bagian tempat yang akan diincisi yaitu daerah skrotum sekitar testis dan
ekor ruas tertentu dibasahi dengan air sabun untuk memudahkan
pencukuran. Rambut tersebut dicukur searah dengan arah rebah rambut
menggunakan silet yang tajam lalu dibersihkan dengan air kemudian
diolesi iodium tincture atau povidone iodine secara sirkuler dari sentral ke
perifer.

d. Persiapan Operator
Operator dan pembantu operator sebelum dan selama pelaksanaan operasi
harus selalu dalam kondisi steril. untuk mengurangi kontaminasi.

Anestesi

Anastesi yang dilakukan pada operasi kastrasi pada hewan kecil yaitu
anestesi umum, anestesi lokal maupun anestesi regional. Hewan atau pasien
diinjeksi menggunakan atropine sulfat secara subkutan sebagai premedikasi
yang berfungsi menenangkan pasien serta agar pasien tidak mengalami fomit.
Setelah 10 menit hewan dapat dianastesi sesuai dengan jenis hewan. Pada
anjing dianastesi dengan kombinasi Xylazine dan Ketamine secara
intramuskuler.

4.2 Teknik Operasi


Kastrasi Pada Kucing

Teknik Kastrasi :

a. Kastrasi terbuka/ Open Castration

Kastrasi terbuka artinya melakukan tindak bedah (kastrasi) dengan


menyayat seluruh lapisan, mulai dari kulit atau scrotum, sampai tunika dartos dan
tunika vaginalis, hewan berada di bawah pengaruh anastesi. Pada kastrasi terbuka
akan memperlihatkan adanya pembuluh darah-pembuluh darah testis dan
kemudian diikat, dipisahkan dari duktus deferren. Metode kastrasi terbuka
digunakan karena dinilai lebih aman untuk dilakukan, dibandingkan dengan
metode yang tertutup. Metode kastrasi tertutup memiliki kemungkinan untuk
lepasnya ikatan lebih besar sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya
pendarahan. Monitoring post operasi juga menunjukkan hal yang tidak bersifat
merugikan ataupun berakibat buruk baik dari segi pernafasan, sirkulasi darah
(jantung), dan temperatur selama 5 hari.

Gambar 2. Insisi testis sampai tunika vaginalis


Gambar 3. Penarikan dan pengelluaran saluran paa testis

Gambar 4. Pemisahan pembuluh darah ,dutus deferent

Gambar 5. Setelah dipong duktus deferent diikat dan dimasukan


b. Kastrasi tertutup/Close Catrastion
Berbeda dengan kastrasi terbuka, pada kastrasi tertutup tidak dilakukan
insisi pada tunika vaginalis. Umumnya teknik operasi sama dengan kastrasi
terbuka. Pada metode tertutup, sayatan hanya sampai pada tunika dartos, sehingga
testis masih terbungkus oleh tunika vaginalis communis. Pengikatan dan
penyayatan dilakukan pada funniculus spermaticus.
Kastrasi Pada Anjing

Close Castrasi

Gambar . Dorong testis kranial dan incise diatas kulit dan subkutis tingkat tunik
parietal sampai tunika dartos

Gambar . Pisahkan atau rusak ligament skrotum


Gambar . Identifikasi hubungan antara corda spermatika dan di sekitar jaringan
lunak

Gambar . Testis Diangkat dan pisahkan corda dengan jaringan lunak

Gambar. Corda disekitar pembuluh darah ligase dengan dijahit


Gambar. Penjepitan corda dan Ligasi pembuluh pertama lalu ligase dilanjutkan
mengelilingi corda.

Setelah diligasi corda bisa langsung dipotong dan sisa corda bisa langsung
dimasukan ke skrotum

Kastrasi Pada Babi


Anak babi biasanya dikebiri menggunakan teknik terbuka, dimanan
dengan membuka tunika vaginalis Jelas bahwa teknik pengebirian terbuka
dikontraindikasikan pada kasus hernia inguinal atau skrotum. Babi umumnya
dikebiri pada umur 3-6 minggu.
Teknik Operasi :
1. Castrasi dilakukan dengan analgesia lokal pada kulit skrotum dan kedua
buah pelir.
2. Seorang asisten memegang hewan itu terbalik oleh kaki belakangnya,
dengan punggung si anak babi menuju ahli bedah. Testis didorong ke
dalam skrotum dengan ibu jari dan telunjuk

Gambar 1.

3. Sayatan dibuat menjadi jaringan testis melalui kulit skrotum, tunika dartos
dan tunika vaginalis

Gambar 2
4. Testis yang terbuka digenggam dengan jari dan ligamen skrotum
ditransmisikan dengan pisau bedah; Insisi dimulai di lokasi
mesorchium/Corda Spermatika
Gambar 3

5. Untuk mencegah perdarahan pada cordaspermatika , dilakukan tindakan


ligasi dengan jahitan (catgut) atau pengjepitan (dengan emasculator,
dimana penjepitan dan memotong pada waktu bersamaan) di corda
sermatika. Emaskulator dipegang dan diposisi proksimal corda
spermatika selama 10-15 detik. Emaskulator kemudian dilepaskan dan
ujung corda spermatika ditarik kembali ke kanal inguinalis.

Gambar 4
4.3 Penangan Pasca Operasi
Penanganan pasca operasi yang umum adalah hewan ditempatkan
dalam kandang yang bersih dan kering. Luka operasi diolesi betadine dan
dikontrol kebersihannya, diperiksa secara kontinyu selama 4-6 hari. Selama
seminggu hewan diberikan antibiotik setelah bekas operasi kering dan benar-
benar telah terutup.
Elizabeth collar untuk membatasi gerak dan pengompresan dapat
diberikan apabila muncul komplikasi berupa bengkak yang sering terjadi pada
kastrasi terbuka.

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA

Sudisma, I.G.N., Jaya, A.A.G.W., Putra, I.G.Ag.P., Gorda, I.W. 2016. Buku Ajar
Ilmu Bedah Veteriner dan Teknik Operasi. Penerbit Universitas Udayana.
Denpasar.

Tobias, Karen. M. 2010. Manual of Small Animal Soft Tissue Surgery. First
edition. A John Wiley & Sons, Ltd., Publication Wiley-Blackwell. State
Avenue, Ames, Iowa 50014-8300, USA

Williams and Wilkins. 1985.Atlas of large Animal Surgery. Baltimore /


London.ISBN 0-683-04597-0