Anda di halaman 1dari 12

A. Kedudukan warga negara dalam Negara.

a. Dengan memiliki status sebagai warga negara , maka orang memiliki hubungan
hukum dengan negara. Hubungan itu berwujud status, peran, hak dan kewajiban
secara timbal balik
b. Sebagai warga negara maka ia memiliki hubungan timbal balik yang sederajat
dengan negaranya
c. Secara teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negatif dan positif.

B. Etika dan Tanggung jawab sebagai Warga Negara Indonesia.

1. Pengertian

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan


wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah
berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan
memberikan jawab serta menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah sesuatu
yang harus dilakukan atau dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Berdasarkan pengertian tanggung jawab sebagaimana dikemukakan di atas,


dapat disimpulkan bahwa tangungjawab itu erat kaitannya dengan baik hak dan
kewajiban serta kekuasaan. Dalam menggunakan haknya, setiap warga negara harus
memperhatikan beberapa aspek, sebagai berikut :

a. Aspek kekuatan, yaitu kekuasaan atau wewenang untuk melaksananak nhak


tersebut
b. Aspek perundangan hukum (proteksi hukum) yang melegalisir atau mensahkan
aspek kekuasaan atau wewenang yang memberi kekuatan bagi Pemegang hak
mutlak untuk menggunakan haknya tersebut.
c. Aspek pembatasan hukum (restriksi hukum) yang membatasi dan menjaga
jangan sampai terjadi penggunaan hak oleh suatu pihak yang melampui batas
(kelayakan dan kepantasan) sehingga menimbulkan akibat kerugian bagi pihak
lain (Ridwan haloim 1988:178)
Berdasarkan uraian di atas maka hak yang kita miliki dalam Peggunaannya harus
memperhatikan atau mempertimbangkan hak orang lain juga. Dalam melaksanakan
kewajiban maka aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

a. Aspek kemungkinan dalam arti kelogisan bahwa pihak yang berkewajiban


sungguh mungkin dan mampun untuk dapat mengemban kewajibannya dengan
sebagaimana mestinya.
b. Aspek perlindungan hukum yang melegalisir atau mensahkan kedudukan pihak
yan telah melaksanakan kewajibannya sebagai orang atau pihak yang harus
dilindungi dari adanya tuntunan atau gugatan terhadapnya, apabila ia telah
melaksanakan kewajibannya dengan baik

c. Aspek pembatasan hukum, yang membatasi dan menjaga agar pelaksanaan


kewajiban oleh setiap pihak yang bersangkutan jangan sampai kurang dari
batas minimalnya sehingga menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

d. Aspek pengecualian hukum, yang merupakan suatu aspek yang memuat


pertimbangan jiwa hukum dalam menghadapi pelaksanaan kewajiban oleh
seseorang atau suatu pihak yang tidak memadai.

Dapat diketahui bahwa Sebagai warga nagara, kita seluruh rakyat Indonesia
bertanggung jawab untuk membangun kesadaran hidup berdasarkan pancasila dan UUD
1945. Hal itu dapat kita lakukan antara lain:

1) Memahami Pancasila dan UUD 1945.


2) Berperan serta aktif dalam menegakkan dasar Negara dan konstitusi.
3) Mengembangkan pola hidup taat pada aturan yang berlaku.

Warga negara yang bertanggung jawab (civic responsibility) berupanya seoptimal


mungkin untuk melaksanakan dan menggunakan hak dan kewajibannya sesuai dengan
cara menurut aturan-aturan yang berlaku. Dalam melaksanakan tanggungjawab sebagai
warga negara, di pandang penting untuk diketahui ruang lingkup tanggungjawab yang
harus diemban dan dilaksanakan setiap warga negara tersebut, meliputi :
1) Tanggungjawab terhadap Tuhan YME,
2) Tanggungjawab sosial (social responsibility).

Seperti tanggungjawab terhadap diri masyarakat, tanggung jawab terhadap


lingkungan, tanggungjawab terhadap bangsa dan negara. Masing-masing
tanggungjawab tersebut akan dijelaskan berikut ini :

1) Tanggungjawab Warga Negara Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Sesuai dengan pancasila Sila Pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Es,
dan UUD 1945 Pasal 29 (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa; (2)
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap Penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Tanggungjawab warga negara terhadap Tuhannya diwujudkan dengan


beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing yang dimanifestasikan dalam
bentuk perilaku yang dipancari keimanan dan ketakwaan terhadapNya, seperti
dalam berhubungan atau berinteraksi sesama warga negara dalam kehidupan
masyarakat.

Dengan demikian, perwujudan tanggung jawab warga negara terhadap Tuhan


Yang Maha Esa antara lain dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakanNya kepada kita semua


b. Beribadah kepada Tuhan YME sesuai denan keyakinan dan kepercayaan yang
dianut masing-masing
c. Melaksnakana segala perintahNya serta berusaha menjauhi atau meninggalkan
segala apa yang dilarang oleh Tuhan YME.
d. Menuntut ilmu dan menggunakannya untuk kebaikan (kemaslahatan) umat
manusia sebagai bekal kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelak
e. Menjalin tali silaturahmi atua persaudaraan guna mewujudkan kehidupan
masyarakat yang mana, tentram, damai dan sejahtera.
2) Tanggungjawab Warga Negara terhadap Masyarakat

Setiap individu warga negara hidup di tengah-tengah masyarakat dan


keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari masyarakat Frans Magnis Suseno
(1993) bahkan pernah mengatakan bahwa kebermakanaan manusia itu jika ia
hidup di masyarakat. Sebagai anggota masyarakat setiap individu mempunyai
tanggungjawab, antara lain diwujudkan dengan sikap dan perilaku sebagai berikut:

a. Memelihara ketertiban dan keamanan hidup bermasyarakat


b. Menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan masyarakat
c. Meningkatkan rasa solidaritas sosial sebagai sesama anggota masyarkat
d. Menghapuskan bentuk-bentuk tindakan diskriminatis dalam kehidupan di
masyarakat untuk menghindri disintegrasi masyarakat, bangsa dan negara.
e. Bertanggungjwab Warga Negara terhadap Lingkungan

Hubungan manusia dengan alam sangat erat dan tidak dapat dipisahkan
keduanya. Manusia membutuhkan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya,
sementara itu lingkungan memerlukan manusia untuk pemeliharaannya. Dalam
kaitan ini Sumaatmadja (1998) mengatakan manusia dengan alam, ada dalam
konteks keruangan yang saling mempengaruhi. Kadar saling pengaruh tersebut
sangat dipengaruhi oleh Tingat Penguasaan Manusia terhadap Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi.

Setiap warga negara dipundaknya terpikul tanggungjawab yang tidak


ringan dalam hubungannya dengan pengelolaan dan Pemanfaataan lingkungan
alam tersebut, antara lain dapat diwujurkan dengan contoh sikap dan perilaku
sebagai berikut :

a. Memelihara kebersihakn lingkungan, seperti tidak membuang sampah


sembarangan
b. Tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan, mengingat keterbatasan sumber
daya alam yang ada.
c. Menggunakan teknologi yang ramah lingkungan cenvironment friendly agar
kebersihan dan keasrian lingkugan tetap terjaga dengan baik
Dengan melaksanakan tanggungjawab tersebut dengan penuh
tanggungjawab dan konsisten maka diyakini kehidupan masyarakat akan berjalan
secara tertib, aman, damai, serta penuh dinamika.

3) Tanggung jawab Warga Negara Terhadap Bangsa dan Negara

Ada ungkapan sederhana namum saraat dengan makna, yaitu Maju mundurnya
suatu bangsa sangat tergantung kepada tanggungjawab warga negaranya

Tanggungjawab warga negara terhadap bangsa dan negaranya


dilaksanakan dengan cara mengaktualisasikan hak dan kewajibannya sebagai
warga negara sebagia mana dituangkan dalam landasan konstitusional negara
kita, yakni undang-undang Dasara 1945.

Oleh karena dapat ditegaskan bentuk-bentuk sikap dan perilaku warga


negara yang mencerminkan perwujudan tanggungjawab terhadap negara dan
bangsa yaitu sebagai berikut :

a. Memahami dan mengamalkan ideologi nasional kita, yakni Pancasila dalam


kehidupan sehari-hari dalam berbagai bidang kehiudpan seperti politik,
ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan
b. Manjaga dan memliahra nama baik bangsa dan negara di mata dunia
internasional sebagai bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat,
berperadaban dan bermartabat
c. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghindari sikap dan
perilaku yang diskriminatif
d. Membina solidaritas sosial sebagai sesama warga negara Indonesia
e. Meningkatkan wawasan kebangsaan agar senantiasa terbina rasa
kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan pada setiap
diri warga negara.
Peran Warga Negara

Peran warga Negara menurut Cholisin :

a) Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan


perundang-undangan yang berlaku.
b) Peran aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat
(berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama
dalam mempengaruhi keputusan publik.
c) Peran positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan
dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup.
d) Peran negatif merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur
tangan negara dalam persoalan pribadi

Peran warga Negara secara umum :

a) Ikut berpartisipasi untuk mempengaruhi setiap proses pembuatan dan


pelaksanaan kebijaksanaan publik oleh para pejabat atau lembaga
lembaga Negara
b) Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
c) Berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional
d) Memberikan bantuan sosial, memberikan rehabilitasi sosial, mela- kukan
pembinaan kepada fakir miskin
e) Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar
f) Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa
g) Menciptakan kerukunan umat beragama
h) Ikut serta memajukan pendidikan nasional
i) Merubah budaya negatif yang dapat menghambat kemajuan bangsa
j) Memelihara nilainilai positif (hidup rukun, gotong royong, dll)
k) Mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara
l) Menjaga keselamatan bangsa dari segala macam ancaman.
m) Hak dan kewajiban WNI
Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela negara akan terwujud
dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan
hak asasi manusia sungguhsungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan
kehidupannya seharihari.

1. Di Indonesia , hubungan antara warga negara dengan negara (hak dan kewajiban)
digambarkan dalam UUD 1945
2. Hubungan antara warga negara dengan negara Indonesia tersebut digambarkan
dalam pengaturan mengenai hak dan kewajiban yang mencakup berbagai bidang
3. Hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal
34 UUD 1945
4. Penjabaran lanjut mengenai hak dan kewajiban warga negara dituangkan dalam
berbagai peraturan perundang-undangan. Contoh hal dan kewajiban WNI dalam
bidang pendidikan pada pasal 31 dijabarkan kedalam UU No 20 tahun 2003 ttg
Sisdiknas
5. Disamping adanya hak dan kewajiban warga negara terhadap negara , dalam
UUD 1945 hasil amandemen I telah dicantumkan adanya hak asasi manusia dan
kewajiban dasar manusia yaitu pada pasal 28 I J UUD 1945
6. Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban yang dimiliki negara terhadap warga
negara.
7. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan
kewajiban dan hak warga tehadap negara
C. Beberapa contoh kewajiban negara adalah :

1. Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil, kewajiban negara
untuk menjamin hak asasi warga negara , kewajiban negara untuk
mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat, kewajiban negara
memberi jaminan sosial, kewajiban negara memberi kebebasan beribadah.
2. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan , hak negara untuk dibela, hak
negara untuk menguasai bumi air dan kekeyaan untuk kepentingan rakyat.
3. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela,
mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh. Maksud
dari kewajiban ini adalah jika negara kita diserang oleh pihak asing atau negara
yang menjajah kita sebagai warga negara wajib ikut membela negara dan
mempertahankan kedaulatan negara kita dari pihak asing yang ingin menguasai
negara sampai titik darah penghabisan.
4. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan
oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda). Untuk menunjang
perekonomian negara/daerah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan.
Oleh karena itu disini di butuhkan suatu kesadaran dari warga negara untuk
membayar pajak. Seperti kata pepatah orang bijak taat pajak.
5. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum
dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Dasar negara merpakan sesuatu yang mendasar bagi berdirinya suatu negara,
kita sebagai warga negara harus menjalankannya dengan baik tanpa harus
merubahnya. Karena jika kita merubahnya sama saja merubah negara kita.
6. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum
yang berlaku di wilayah negara indonesia. Salah satu yang menunjang kehidupan
bernegara yang tertib dan teratur adalah masalah hukum. Kita tahu negara kita
adalah negara hukum, oleh karena itu sebagai warga negara yang baik hukum
yang berlaku di negara ini harus di taati tidak pandang bulu siapa diri kita karena
semua sama di mata hukum.
7. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun
bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik. Jika
kita lihat pembangunan di negara kita kurang merata karena hanya terpusat di
daerah pemerintahan saja. Sebagai warga negara yang baik kita harus ikut
berperan serta memajukan pembangunan di negara kita khususnya di daerah
yang bukan merupakan pusat pemerintahan agar kehidupan bangsa kita menjadi
lebih bak lagi.

Secara lebih spesifik maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

a) Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :
segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak
ada kecualinya.
b) Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara.
c) Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :
Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain
d) Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal
28J ayat 2 menyatakan : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap
orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang
dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak
kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan
pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam
suatu masyarakat demokratis.
e) Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat
(1) UUD 1945. menyatakan: tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
D. Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi Negara.

Fungsi pokok Konstitusi atau Undang-Undang Dasar adalah untuk membatasi


kekuasaan pemerintah sedeikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak
bersifat sewenang-wenang. Agar Konstitusi Negara dapat dilaksanakan dengan baik
sesuai dengan dasar-dasar pemahaman taat asas dan taat hukum, maka sangat
diperlukan sikap positif dari setiap warga Negara sebagai berikut :

1) Bersikap Terbuka
Sikap terbuka atau transparan merupakan sikap apa adanya berdasarkan
apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dilakukan. Sikap terbuka sangat penting
dilakukan sebagai upaya menghilangkan rasa curiga dan salah paham sehingga
dapat dipupuk rasa saling percaya dan kerja sama guna menumbuhkan sikap
toleransi dan kerukunan hidup. Dengan sikap terbuka terhadap konstitusi Negara,
kita belajar untuk memahami keberadaan sebagai warga Negara yang akan
melaksanakan ketentuan-ketentuan penyelenggara negara dengan seoptimal
mungkin.
2) Mampu mengatasi masalah
Setiap warga Negara harus memiliki kemampuan untuk mengatasi
berbagai permasalahan yang dihadapi. sikap ini penting untuk di kembangkan
karena akan membentuk kebiasaan menghadapi masalah, sehingga kalau
sebelumnya hanya menjadi penonton, pengkritik atau menyalahkan orang lain,
sekarang menjadi orang yang mampu member solusi ( jalan keluar ). kemampuan
untuk mengatasi masalah konstitusi negara akan memberikan iklim dan suasana
yang semakin baik dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
3) Menyadari adanya perbedaan
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang masyarakat sangat
beragam sehingga tertanam istilah bhineka tunggala ika ( berbeda beda namun
tetap satu ). Perbedaan harus diterima sebagai suatukenyataan atau realitas
masyarakat di sekitar kita baik agama, suku bangsa, adat istiadat, dan budayanya.
4) Memiliki harapan Realistis
Negara Indonesia dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbesar
keempat didunia memiliki permasalahan yang lebih kompleks dalam menghargai
kehidupan. Dalam penyelenggara kehidupan Negara, sangat penting bagi warga
Negara untuk mampu memahami situasi dan kondisi Negara dalam kebijakan
yang diambil.
5) Penghargaan terhadap karya bangsa sendiri
Bangsa Indonesia harus bangga terhadap hasil karya bangsa sendiri. Salah
satu karya bangsa untuk kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia adalah
kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dalam penyelenggaraan Negara.
6) Mau menerima dan memberi umpan balik
Kesadaran untuk tunduk dan patuh terhadap konstitusi Negara sangat
diperlukan dalam rangka menghormati produk-produk konstitusi yang dihasilkan
oleh para penyelenggara Negara.
DAFTAR PUSTAKA

Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.2005. Pancasila dan Kewarganegaraan.


Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Srijanti, dkk., . 2007. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi


Mengembangkan Etika Bewarganegara. Jakarta: Salemba Empat.