Anda di halaman 1dari 50

www.pendekarilusi.

com
keep dreaming as a genius and keep learning as a fool
0
HOME ACTIVITY CART CHECKOUT CONTACT US MEMBERS MY ACCOUNT PHOTOGRAPHY SHOP

Members Area
08
NOV Alignment
Username
I. Defenisi Alignment Apa itu Shaft Alignment ? Password

Remember Me
LOG IN

Shaft Alignment adalah posisi senter-senter rotasi dari dua buah shaft atau lebih
dalam satu sumbu (co-linear ) ketika mesin beroperasi dalam keadaan normal

Co-linear (satu sumbu) maksudnya adalah : Setiap shaft akan berputar pada satu
garis sumbu. Satu atau lebih shafts dalam garis lurus yang sama dianggap co-
linear, atau dalam garis lurus yang sama.
II. Fungsi Alignment Fungsi Alignment adalah mencegah kerusakan prematur
pada Coupling atau Bearing akibat ketidak-colinear-an pada 2 (dua) atau lebih
mesin/alat yang berputar bersama (MissAlignment). Ketidaksatusumbuan
(misalignment) shaft mengakibatkan terjadinya gaya sentrifugal dan akan
menimbulkan getaran yang tinggi serta mempercepat kerusakan elemen mesin
terutama pada bearing. Contoh hubungan pada pompa sentrifugal yang
digerakkan oleh sebuah motor listrik yang dihubungkan oleh kopling eksibel.
Antara shaft motor dan shaft pompa harus satu sumbu.

Jika mesin dijalankan dalam kondisi tidak alignment (missalignment),


mengakibatkan:
1. Gesekan antara poros dengan bantalan (Bearing) berlebihan
2. Gesekan poros dengan packing atau mechanical seal berlebihan
3. Gesekan bagian kopling juga berlebihan.

Semua gesekan tersebut menimbulkan panas, dan tentumemerlukan tenaga


tambahan sekitar 0,5 s.d 0,7%, yang berarti tenaga listrik yang diperlukan
bertambah. Ini kerugian besar.
Secara umum dapat dikatakan bahwa misalignment mempunyai pengaruh
terhadap : - Meningkatnya beban bantalan. - Mengurangi umur bantalan dan
komponen mesin lainnya. - Meningkatnya keausan sil. - Meningkatnya kejutan
pada mesin. - Meningkatnya kebisingan dan getaran pada mesin. - Meningkatnya
penggunaan energi. Keuntungan jika mesin di alignment :
1. Mengurangi beban axial dan radial yang berlebih pada bearing sehingga
akan berdampak pada umur bearing dan stabilitas rotor pada kondisi
operasi dinamis.
2. Mengurangi kemungkinan shaft patah akibat kelelahan cyclic.
3. Mengurangi keausan pada komponen kopling.
4. Mengurangi pelenturan shaft dari adanya gaya di titik transmisi pada
kopling ke bearing.
5. Level vibrasi yang lebih rendah pada casing mesin, rumah bearing dan
rotor.
6. Memperpanjang MTBF
7. Menghemat pemakaian tenaga listrik.

Kerugian mesin yang tidak di alignment:


1. Konsumsi energi ( listrik, bahan bakar, steam) penggerak meningkat sekitar
5 s.d 10%.
2. Beban yang diderita mesinbertambah, umur bearing berkurang dengan
bertambahnya beban.
3. Kerusakan premature pada bearing, poros, seal, kopling, dll.
4. Temperatur tinggi pada casing, bearing atau minyak lubrikasi.
5. Kebocoran pada sealnya bearing, mechanical seal.
6. Kopling menjadi panas dan cepat rusak.
7. Baut koping mudah kendor atau patah. Baut pondasi kendor.

Vibrasi tinggi kearah radial dan axial. III. Missalignment Gejala/tanda-tanda


terjadinya misalignment :
Terlepasnya baut-baut fondasi mesin
Tingginya jumlah baut coupling yang rusak, rusaknya coupling bush,
rusaknya roda gigi coupling.
Banyaknya jumlah grease (atau oli) pada bagian coupling guard
Tingginya temperatur
Banyaknya penggunaan oli dan penggantian seal

Klasikasi Missalignment :
1. Tidak aman (Unsafe Alignment) : tingkatan/derajat misalignment diluar
limit toleransi
2. Kurang baik (Poor Alignment) : tingkatan/derajat misalignment didalam
limit toleransi tetapi diluar limit toleransi yang direkomendasikan
3. Dapat diterima (Acceptable Alignment ) : tingkatan/derajat misalignment
dalam batas yang direkomendasikan untuk beroperasi
4. Baik sekali (Excellent Alignment ): tingkatan/derajat misalignment
merupakan close to perfect alignment

Jenis-jenis missalignment
1. Missalignment sejajar (oset missalignment)

Missalignment ofset, juga dapat disebut missalignment pararel dilihat dari


jarak sumbu antara dua poros dan biasanya di ukur dalam seperseribu inchi.
Ofset dapat terjadi pada bidang vertical maupun horizontal. Gambar dibawah
dapat menjelaskan ofset, ditunjukkan dua poros yang berdekatan yang pararel
satu sama lain tetapi tidak satu sumbu (ada jarak diantara kedua garis sumbu
poros). Secara teori, ofset diukur pada garis sumbu kopling. 2. Missalignment
menyudut (angular missalignment)

Angular Misalignment juga disebut Face Alignment. Angular misalignment dilihat


dari kondisi dimana poros tidak pararel tapi tidak ada ofset (tidak ada jarak
antara kedua garis sumbu poros). Keadaan ini diilustrasikan pada gambar
dibawah. Dengan Angular misalignment, mungkin terjadi kedua poros berada
pada bidang yang sama dengan disatukan permukaan kopling yang sama tapi
tercipta sudut antara dua poros. Angular misalignment adalah keadaan dimana
terbentuknya sudut antara dua sumbu poros, biasanya disebut slope atau rise
over run yang diukur dalam satuan perseribu inci, sedangkan sudut yg terbentuk
dalam satuan derajat. Kondisi ini pasti terjadi pada bidang horizontal dan vertical.
Gambar dibawah menjelaskan sudut-sudut yang terbentuk dalam angular
misalignment.

3. Missalignment kombinasi (combination missalignment)

Combination or skewed misalignment terjadi ketika poros tidak lurus


(parallel) maupun memotong pada kopling. Gambar 5 menunjukkan 2 poros yang
miring, kondisi ini merupakan masalah yang sering ditemui pada ketidaklurusan
(misalignment). Jenis misalignment ini dapat terjadi di bidang horizontal ataupun
vertical atau di keduanya. Sebagai perbandingan lihat gambar 6 dimana
menunjukkan 2 poros yang mempunyai angular misalignment tapi tidak
terbentuk ofset (tidak tercipta jarak antara 2 sumbu poros). Gambar 6
menunjukkan bagaimana pengukuran ofset untuk poros yang tidak parallel dapat
berubah tergantung darimana jarak antara 2 sumbu poros diukur. Catatan,
bahwa teori ofset didenisikan pada permukaan kopling.

IV. Metode Pelaksanaan Shaft Alignment Prosedur Pelaksanaan Shaft


Alignment :
Safety
Membersihkan
Koreksi dan evaluasi
Lakukan alignment awal
Koreksi
Final Alignment
Evaluasi hasil

Metode Pelaksanaan Alignment


1. Metode Mekanik

Pisau rata (straight gauge), Penggaris


Feeler gauge
Micrometer

Penggunaan alat alat diatas merupakan metode rough alignment atau alignment
kasar. Penggaris atau straight gauge digunakan untuk mengukur paralel gap
dengan dibantu oleh feeler gauge :
Feeler Gauge dapat digunakan untuk mengukur axial gap:
Micrometer dapat digunakan untuk mengukur pitch atau angular missalignment
pada shaft :
Keuntungan dan kerugian metoda alignment menggunakan Metode Mekanik
(rough alignment) yaitu: Keuntungan :
1. Kopling tidak perlu diputar.
2. Alat cukup sederhana dan murah harganya.
3. Cara pengukuran sangat sederhana, cepat, dan mudah mengerjakannya.

Kerugian :
1. Kurang teliti/akurat.
2. Hasil kurang dapat dipertanggung-jawabkan.
3. Tidak direkomendasikan untuk mesin-mesin berkapasitas besar dan
putaran tinggi.
4. Sulit dibuat perhitungan-perhitungannya dan catatan yang akurat.
5. Hanya untuk kopling yang mempunyai toleransi sangat tinggi.

Untuk semua peralatan, pada dasarnya rough alignment tidak


direkomendasikan. 2. Metode Dial-indicator Dalam melakukan shaft
alignment dengan menggunakan dial-indicator, langkah-langkah yang harus
dilakukan adalah :
Periksa dan perbaiki coupling run out.
Periksa dan perbaiki soft foot.

Periksa dan perbaiki angular


Periksa dan perbaiki parallel vertikal
Periksa dan perbaiki parallel horizontal
Terdapat 2 metode shaft alignment dengan menggunakan dial-indicator, yaitu : a.
Metode Rim & Face Dial-indicator
b. Metode Reverse Dial-indicator
3. Metode Laser Metode Laser Alignment akan dibahas pada artikel tersendiri.

Share this:

pendekarilusi Posted in Engineering Leave a comment

Apa itu resistensi insulin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required elds are marked *

Comment

Name *

Email *

Website

POST COMMENT

Copyright 2015 www.pendekarilusi.com