Anda di halaman 1dari 14

DEPARTEMEN TEKNIK LINGKUNGAN

MURTI SARI AMALIA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL, LINGKUNGAN DAN
KEBUMIAN 03211750020001
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SINKRONISASI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA

SURABAYA BERDASARKAN RTRW, RPJMD, DAN SSK KOTA

SURABAYA

Pengelolaan persampahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus


dipenuhi oleh pemerintah. Sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimum) Bidang
Cipta Karya, pada tahun 2019 ditargetkan minimal 70% penduduk terlayani
pengangkutan sampah. Sesuai dengan target tersebut, maka pengelolaan
persampahan perlu mendapatkan perhatian khusus dan dijabarkan dalam dokumen
perencanaan daerah.
Surabaya sebagai kota kedua terbesar di Indonesia tentunya memiliki persoalan terkait
persampahan, mengingat kepadatan penduduk Kota Surabaya yang cuikup tinggi,
yaitu 8.463 jiwa/km2 (Badan Pusat Statistik, 2016). Seiring dengan pertambahan
jumlah penduduk, maka pengelolaan persampahan menjadi semakin pelik sehingga
dibutuhkan perencanaan yang mampu mengatasi kebutuhan tersebut.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pengelolaan persampahan, dibutuhkan sinkronisasi
dokumen perencanaan Kota Surabaya, antara lain RTRW, RPJMD, dan SSK.
Selanjutnya akan dikaji mengenai keterkaitan dan keberlanjutan terhadap pengelolaan
persampahan Kota Surabaya.

A. RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA SURABAYA


Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2015-2034, Kota
Surabaya merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional KSN Gerbangkertasusila
yang terdiri dari Kabupaten Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan
Lamongan. Dalam tujuannya, penataan ruang Kota Surabaya akan dikembangkan
menajdi ruang kota metropolitan berbasis perdagangan dan jasa sebagai pusat
pelayanan Nasional dan Internasional yang berkelanjutan.
Visi penataan ruang Kota Surabaya adalah terwujudnya Kota Perdagangan dan Jasa
Internasional Berkarakter Lokal yang Cerdas, Manusiawi dan Berbasis Ekologi. Misi
penataan ruang Kota Surabaya sebagai berikut:

MAKALAH
ANALISIS KEBIJAKAN SPASIAL
RE 142242
SEMESTER GANJIL 2017/2018
Meningkatkan kualitas penataan ruang kota dan infrastruktur kota yang
menjamin aksesibilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman
Meningkatkan akses, kesadaran, partisipasi dan kontrol publik dalam
pemanfaatan ruang, penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan layanan
publik penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan layanan publik
Mengembangkan aktualisasi dan kearifan budaya lokal warga kota dalam tata
pergaulan global
Mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten
meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan berkeadilan
mewujudkan masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.
Berdasarkan misi di atas, misi yang sesuai dengan pengelolaan persampahan adalah
pemingkatakn kualitas penataan ruang kota dan infrastruktur kota yang menjamin
aksesibilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman dan peningkatan akses,
kesadaran, partisipasi dan kontrol publik dalam pemanfaatan ruang, penyusunan
kebijakan dan penyelenggaraan layanan publik penyusunan kebijakan dan
penyelenggaraan layanan publik.
Sistem persampahan Kota Surabaya memiliki potensi pengelolaan prasana lingkungan
pada kawasan permukiman khususnya limbah dan sampah yang telah dikelola dan
adanya pengelolaan sampah secara mandiri yang dilakukan oleh masyarakat pada
beberapa kawasan. Permasalahan yang terdapat di Kota Surabaya terkait pengelolaan
sampah antara lain:
Keterbatasan wilayah internal membuat TPA Kota surabaya seringkali
menimbulkan permasalahan
Pada beberapa kawasan terdapat kesulitan mencari dan mengelola TPS
Sampah Kota Surabaya yang besar memerlukan penanganan secara tersendiri
dan kerjasama dengan Wilayah/Kota lain yang berbatasan
Pada beberapa kawasan terdapat kesulitan mencari dan mengelola TPS
Prospek pengelolaan persampahan Kota Surabaya antara lain:
Pengembangan upaya atau teknologi alternatif sebagai alternatif pengelolaan
sampah yang dapat dilakukan mulai dari skala rumah tangga (komunal) hingga
ke skala yang lebih besar (perkantoran dan industri)
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah
Pengembangan kerjasama pengelolaan sampah secara regional
Sesuai dengan potensi, masalah dan prospek pengembangan, maka kebijakan, strategi
dan program terkait pengembangan sistem infrastruktur persampahan Kota Surabaya
antara lain:
Mengembangkan sistem pengelolaan sampah dengan pengurangan volume,
penggunaan kembali dan pendaur- ulangan sampah;
Mengoptimalkan fungsi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan sarana prasarana
kebersihan;
Mengembangkan teknologi persampahan yang ramah lingkungan.

Tabel 1 Pentahapan Program Persampahan Kota Surabaya

Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya, 2015-2034

B. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA


SURABAYA
RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 dimaksudkan untuk menjabarkan visi, dan
misi Walikota dan Wakil Walikota terpilih berdasarkan hasil pemilihan umum kepala
daerah Tahun 2015 dengan masa jabatan Tahun 2016-2021 ke dalam dokumen
perencanaan jangka menengah yang memuat Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah
Kebijakan, Pembangunan Daerah dan keuangan Daerah, serta program organisasi
perangkat daerah dan lintas organisasi perangkat daerah yang disertai dengan
kerangka pendanaan bersifat indikatif.
Perencanaan pembangunan diperlukan untuk menjamin agar kegiatan pembangunan
berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini merupakan salah satu faktor kunci
keberhasilan dalam mendukung pencapaian target kinerja pembangunan daerah.
Perencanaan pembangunan daerah juga disusun untuk menjamin keterkaitan dan
konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi.
Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan kegiatan
yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna
pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu
tertentu.
Hal terpenting bagi kota-kota di dunia termasuk Surabaya dalam pencapaian SDGs
adalah sasaran yang ke-11 yaitu bagaimana membuat kota dan permukiman penduduk
yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Keterkaitan SDGs dengan visi Kota
Surabaya dapat dilihat pada Gambar 1.

Sumber: RPJMD Kota Surabaya, 2016-2021


Gambar 1 Keterkaitan Visi Kota Surabaya dan SDGs

Visi dan misi Walikota Surabaya adalah:


Visi
SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING GLOBAL
BERBASIS EKOLOGI
Misi
1. Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas;
2. Memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan
berusaha;
3. Memelihara keamanan dan ketertiban umum;
4. Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya
dukung kota;
5. Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah
lingkungan;
6. Memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat;
7. Mewujudkan Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antar
pulau dan internasional;
8. Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik;
9. Memantapkan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa,
serta pengembangan industri kreatif;
10. Mewujudkan infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien.

Visi dan misi Walikota tersebut sejalan dengan visi dan misi penataan ruang terkait
pengelolaan sampah, yaitu memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan
permukiman yang ramah lingkungan serta mewujudkan penataan ruang yang
terintegrasi dan memperhatikan daya dukung kota. Pada misi ke-4 Walikota Surabaya
memiliki sasaran optimalisasi sistem pengelolaan kebersihan dan persampahan secara
terpadu yang berbasis masyarakat dengan penerapan teknologi tepat guna dan ramah
lingkungan. Indikator dari sasaran tersebut adalah penurunan sampah yang masuk ke
TPA melalui TPS.
Arah kebijakan yang diambil dari sasaran tersebut, yaitu :
a. Mengoptimalkan fungsi fasilitas pengelolaan sampah. Strategi yang dipilih,
yaitu:
Peningkatan pemanfataan fasilitas pengelolaan sampah berteknologi tepat
guna dan ramah lingkungan
b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan. Strategi
yang dipilih, yaitu :
Peningkatan peran serta sekolah dan kantor swasta dalam pengendalian
sampah
Peningkatan pengelolaan sampah berbasis 3R di tingkat RT/RW dan
Kelurahan secara berkala
Arah kebijakan yang tertuang dalam RPJMD Kota Surabaya telah sesuai dengan RTRW
Kota Surabaya, yaitu mengembangkan sistem pengelolaan ramah lingkungan dan
pengurangan volume, serta pengoptimalan sarana prasarana kebersihan.
C. STRATEGI SANITASI KOTA
Strategi Sanitasi Kota (SSK) Surabaya adalah dokumen perencanaan yang memuat
kebijakan dan strategi terkait sanitasi secara komprehendif sehingga dapat
memberikan arah yang jelas, tegas, dan menyeluruh agar pembangunan sanitasi dapat
berlangsung secara sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan. Visi dan misi sanitasi
Kota Surabaya adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Visi dan Misi Sanitasi Kota Surabaya

Visi
Visi Kota Sanitasi
Misi Kota Surabaya Misi Sanitasi Kota Surabaya
Surabaya Kota
Surabaya
Surabaya Kota 1. Mewujudkan sumber Terwujudnya Misi Air Limbah Domestik :
Sentosa Yang daya masyarakat yang penyediaan 1. Meningkatkan kapasitas
Berkarakter Dan berkualitas air bersih dan aparatur dalam pelayanan
Berdaya Saing sanitasi pengelolaan air limbah
2. Memberdayakan
Global Berbasis lingkungan domestik kepada masyarakat
masyarakat dan
Ekologi yang bersih untuk dapat hidup bersih dan
menciptakan seluas-
dan sehat sehat.
luasnya kesempatan
secara 2. Mewujudkan penyediaan
berusaha
terpadu, sarana dan prasrana
3. Memelihara keamanan
bersinergi pengelolaan air limbah
dan ketertiban umum
dan domestik yang memadai bagi
4. Mewujudkan penataan berkelanjutan kepentingan masyarakat.
ruang yang terintegrasi 3. Mewujudkan perilaku hidup
dan memperhatikan bersih dan sehat masyarakat
daya dukung kota dalam pengelolaan air limbah
domestik .
5. Memantapkan sarana
4. Meningkatkan peran serta
dan prasarana
masyarakat dan kerjasama
lingkungan dan
pihak swasta untuk dapat
permukiman yang
terpadu dalam pengelolaan air
ramah lingkungan
limbah domestik.
6. Memperkuat nilai-nilai
5. Mewujudkan keberlanjutan
budaya lokal dalam
pelaksanaan program kegiatan
sendi-sendi kehidupan
pengeloaan air limbah
masyarakat
domestik .
7. Mewujudkan Surabaya Misi persampahan :
sebagai pusat 1. Meningkatkan kapasitas
penghubung aparatur dalam pelayanan
Visi
Visi Kota Sanitasi
Misi Kota Surabaya Misi Sanitasi Kota Surabaya
Surabaya Kota
Surabaya
perdagangan dan jasa kebersihan kepada
antar pulau dan masyarakat untuk dapat hidup
internasional bersih dan sehat.
2. Mewujudkan penyediaan
8. Memantapkan tata
sarana dan prasarana
kelola pemerintahan
pengelolan sampah yang
yang baik
memadai bagi kepentingan
9. Memantapkan daya
masyarakat.
saing usaha-usaha
3. Mewujudkan perilaku hidup
ekonomi lokal, inovasi
bersih dan sehat dengan
produk dan jasa, serta
mengutamakan kondisi
pengembangan industri
kebersihan lingkungan.
kreatif
4. Meningkatkan peran serta
10. Mewujudkan masyarakat dan kerjasama
infrastruktur dan utilitas pihak swasta untuk dapat
kota yang terpadu dan terpadu, dalam mewujudkan
efisien pengelolaan sampah yang
ramah lingkungan.
5. Mewujudkan keberlanjutan
pelaksanaan program kegiatan
pengelolaan sampah.
Misi Drainase Lingkungan :
1. Meningkatkan kapasitas
aparatur dalam pengelolaan
drainaselingkungan.
2. Mewujudkan penyediaan
infrastruktur pengelolaan
drainase lingkungan yang
memadai
3. Mewujudkan perilaku hidup
bersih dan sehat masyarakat
dalam mengelola infrastruktur
drainase lingkungan.
4. Meningkatkan peran serta
masyarakat dan kerjasama
Visi
Visi Kota Sanitasi
Misi Kota Surabaya Misi Sanitasi Kota Surabaya
Surabaya Kota
Surabaya
pihak swasta untuk dapat
terpadu, dalam mewujudkan
pengelolaan drainase
lingkungan.
5. Mewujudkan keberlanjutan
pelaksanaan program kegiatan
pengelolaan drainase
lingkungan.
Sumber : RPJMD, RENSTRA SKPD dan Pokja Sanitasi, 2016

SSK memuat seluruh bidang sanitasi, antara lain air limbah, drainase dan
persampahan. Materi yang dimuat dalam SSK antara lain tentang pemetaan sanitasi,
kerangka pengembangan dan pentahapan pembangunan, dan kebutuhan
program/kegiatan pembangunan sanitasi hingga 5 tahun ke depan. Pada bidang
persampahan, kemajuan status SSK seperti terlihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Kemajuan SSK Sektor Persampahan


SSK (periode sebelumnya) Thn 2010 Thn 2014 SSK (saat ini)
Tujuan Sasaran Data dasar* Status saat ini
(1) (2) (3) (4)
Meningkatnya Meningkatnya kualitas Butuh tambahan 1. Sudah ada tambah
kualitas pengelolaan dan kapasitas sarana sarana dan motor sampah
sampah dan sumber dan prasarana prasarana sebanyak 185 unit
sampah serta persampahan 100% di persampahan
peningkatan daerah pelayanan pada sebesar : tempat
kapasitas TPA akhir tahun 2014 sampah 455
bh/tahun, gerobak
/motor sampah 3
unit/tahun, TPS 4
unit/tahun, truk
sampah 1 unit/tahun.
Meningkatkan 1. Meningkatnya 1. Pelayanan-an 1. Pengelolaan
cakupan pelayanan cakupan layanan persam-pahan sampah yang
sampah secara coverage lebih dari sebesar 78,2% memadai mencapai
SSK (periode sebelumnya) Thn 2010 Thn 2014 SSK (saat ini)
Tujuan Sasaran Data dasar* Status saat ini
(1) (2) (3) (4)
bertahap 70% sistem (studi EHRA 85% (Hasil study
penanganan tidak 2010) EHRA 2015)
langsung menjadi 2. Pengurangan
90 % di akhir tahun sampah sebesar
2018 3%

1. Meningkatnya
pelayanan sebesar
90 % pada 1 dari 6
kel zona 2
(Continue
Selection)
2. Penyempurnaan Sudah ada perda no. Sudah ada perda no.
regulasi 10 tahun 2010 tapi 10 tahun 2010 tapi
persampahan belum efektif belum efektif
dilaksanakan dilaksanakan.
Ada Perwali No. 1
Tahun 2015 tentang
STBM
Meningkatnya Diterapkannya teknologi Pengurangan Pengurangan sampah
pengelolaan sampah pengelolaan sampah sebesar sebesar 3% (Studi
berbasis masyarakat persampahan oleh SKPD 1,9% (Studi EHRA EHRA 2015)
yang aman terhadap terkait dan masyarakat 2010)
lingkungan sudah mencapai 100%,
4 kelurahan zona
cakupan pengembangan
sistem pengelolaan
sampah berbasis
masyarakat
Sumber : Buku Putih Sanitasi Kota Surabaya 2010, SSK Kota Surabaya 2010 dan Laporan Studi
EHRA Kota Surabaya 2010 dan 2015
Catatan:
*) Berdasarkan Buku Putih periode sebelumnya
**) Perbedaan dari target yang telah ditetapkan (menggunakan data dasar sebagai dasar
perhitungannya)
Berdasarkan Tabel 3, program RTRW yang telah dijalankan antara lain
pengembangan teknologi pengolahan sampah pada TPA Benowo dan penyediaan TPS
yang dilengkapi dengan teknologi tepat guna. Keterkaitan kemajuan SSK dengan
RPJMD adalah peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan outcome
pengurangan sampah sebesar 3% sehingga sasaran pengurangan sampah yang masuk
ke TPA pun dapat tercapai.
Meski sasaran yang dibuat telah tercapai, namun tidak serta merta persampahan di
Kota Surabaya telah bagus. Terdapat beberapa permasalahan mendesak yang
memerlukan perhatian segera dari para pemangku kepentingan (stakeholder) seperti
tampak pada Tabel 4.

Tabel 4 Permasalahan Mendesak Sektor Persampahan


A. Sistem Persampahan Domestik
1.Aspek Tingkat Pengolahan Sampah Rumah Tangga (RT) sbb:
Pengembang Tingkat layanan penanganan sampah RT: dikumpulkan oleh kolektor
an Sarana informal yg mendaur ulang 1,9%, dikumpulkan dan di buang ke TPS
dan 76,3%, sedangkan 21,8% tidak diangkut tukang sampah (dibakar,
Prasarana dibuang ke sungai/danau, dibuang ke lahan kosong/kebun, dll)

User Interface

Keterangan:
- Produksi Sampah Kota Surabaya per hari = 349 m3/hari
- Pelayanan Sampah 78,2 % per hari = 273 m3/hari
Praktek Pemilahan Sampah oleh RT :

100,0%
90,0%
80,0%
70,0%
60,0%
95,0% 100,0% 98,1% 100,0% 98,9% Tidak melakukan
50,0% pemilahan sampah
40,0%
Melakukan pemilahan
30,0% sampah
20,0%
10,0%
0,0% 5,0% 0,0% 1,9% 0,0% 1,1%
Kluster Kluster Kluster Kluster Total
1 2 3 4

Sebanyak 98,9% responden yang tidak melakukan pemilahan


sampah sebelum dibuang dan sebanyak 1,1% responden melakukan
pemilahan.
Pemilahan sampah yang sudah dilakukan oleh RT sebesar 1,1% (3,7
m3/hari)
Pengurangan sampah dari sumbernya (RT) sebesar 1,9% (6,5
m3/hari)
Pengumpulan - Sampai saat ini telah tersedia 65 unit gerobak dorong kapasitas
setempat angkut: @ 1,5 m3/hari, sepeda motor roda 3 sebanyak 4 unit, pick
up sebanyak 1 unit
- Masih diperlukan 26 unit gerobak dorong/ motor sampah sampai
dengan 5 tahun mendatang.
- Belum adanya skema strategi untuk kerjasama dengan
swasta/kelompok masyarakat dalam pengelolaan persampahan.
- Meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan reduksi
timbulan sampah dengan pola 3 R
Penampungan - Baru ada 17 TPS, masih diperlukan tambahan 7 TPS lagi
Sementara - Sampai saat ini tersedia: 2 unit TPST, kapasitas total: 20 m3/hari
(TPS) atau setara dengan 0,21 % dari timbulan sampah Kota.
Pengangkutan Masih kurangnya sarana pengangkut, baru ada 8 truk terdiri dari 1
truk biasa, 3 amrol truck dan 4 dump truck pengangkut untuk wilayah
perkotaan dari total kebutuhan 9 unit
(Semi) - 98,9% belum melakukan pemilahan,
Pengolahan - Baru ada 2 bank sampah dan sudah melakukan 3R
Akhir
Terpusat
Daur Ulang / TPA Benowo akan habis masa pemanfaatannya pada tahun 2017
Tempat Pengelolaan masih memakai system open dumping dan semi Control
Pemrosesan landfill
Akhir: Keterbatasan Lahan untuk TPA
Timbulnya pencemaran lingkungan sekitar TPA karena TPA masih
dioperasikan secara open dumping dan semi Control landfill
Belum ada IPL (Instalasi Pengolahan Lindi)
Perencanaan Sudah mempunyai masterplan persampahan tetapi perlu dilakukan
review
Belum mempunyai studi kelayakan peningkatan TPA menjadi
sanitary landfill
Belum mempunyai DED Peningkatan TPA sanitary landfill
B. Lain-lain
Kapasitas Sarana Prasarana terbatas
Pengelolaan Frekuensi pengangkutan sampah terbatas
Sampah Makin besarnya timbulan sampah, belum maksimalnya usaha
pengurangan sampah dari sumbernya
Masih rendahnya kualitas dan tingkat pengelolaan Persampahan
Keterbatasan lahan TPA merupakan masalah di kota-kota termasuk
Kota Surabaya, sesuai rencana pengembangan TPA Benowo di Kota
Surabaya perlu perluasan lahan
Kelembagaan Belum tersedia kebijakan yang jelas terkait hubungan kerjasama
dengan pihak swasta/investor dalam pengelolaan sanitasi
Koordinasi antar SKPD yang terlibat dalam penetapan kebijakan
belum optimal;
Koordinasi intensif antara tim teknis dengan tim pengarah belum
optimal
Belum adan Kelembagaan Unit Pegelola TPA setingkat UPT
Kurangnya sosialisasi pemahaman tentang pentingnya pengelolaan
sampah
Masih terjadinya fungsi ganda lembaga pengelola sampah sebagai
regulator sekaligus operator pengelolaan serta belum memadainya
SDM (secara kualitas dan kuantitas) menjadi masalah dalam
pelayanan persampahan
Pendanaan Anggaran sub sektor persampahan belum menjadi prioritas oleh
para pengambil kebijakan Kemampuan pembiayaan terbatas sektor
pengelolahan sampah
Kemampuan pembiayaan terbatas pada sector pengelolaan sampah
Pertambahan penduduk yang cukup tinggi memerlukan peningkatan
anggaran untuk subsector persampahan.
Peran Belum ada sektor usaha/ swasta yang berkecimpung penuh dalam
Masyarakat dunia pengelolaan persampahan
dan dunia Potensi masyarakat belum dikembangkan secara optimal dan
usaha/ swasta sistematis di seluruh wilayah kota
Belum tertariknya sektor swasta untuk melakukan investasi
Peraturan Belum ada perda tentang pengelolaan persampahan
Perundangan Belum optimalnya sosialisasi penanganan sampah kepada
dan penegakan masyarakat
hukum Lemahnya penegakan hukum terkait pelanggaran dalam pengelolaan
sampah
Kurangnya pendidikan masyarakat dengan PHBS sejak dini juga
menjadi kendala dalam penanganan sampah.
Sumber : Study EHRA, BLH, DKP dan Analisa Pokja Kota Surabaya 2016

Pengelolaan sampah di Kota Surabaya mayoritas merupakan pengelolaan sampah


tradisional dimana sampah yang dihasilkan seluruhnya diangkut ke TPS untuk
kemudian dibuang ke TPS. Praktek pengurangan sampah di sumber timbulan lebih
lama digerakkan namun belum banyak lingkungan yang menerapkan sistem tersebut.
untuk menghadapi permasalahan tersebut disusun sarana pembangunan sanitasi
sektor persampahan sebagai berikut.
Tabel 5 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Sanitasi Persampahan

Tujuan Sasaran Data Dasar

Persampahan
Mewujudkan lingkungan 1. Tersedianya dokumen Belum dimilikinya
yang sehat , nyaman dan perencanaan sistem Persampahan masterplan
bersih di Kota Surabaya (Rencana Induk Persampahan) persampahan tingkat
melalui peningkatan kualitas yang terintegrasi di tahun 2018 kota
dan kuantitas pengelolaan
sampah yang berwawasan
lingkungan untuk seluruh
Kota di atas Standar
Pelayanan Minimum /SPM.
2. Meningkatnya efektifitas cakupan Pengelolaan sampah
layanan pengelolaan 41,6% (terangkut &
persampahan dari 54,59 % didaur ulang) (Study
menjadi 100% (75% EHRA 2015)
pengangkutan dan 25%
pengurangan sampah) pada akhir
tahun 2021
Sumber : Analisa Pokja Sanitasi Kota Surabaya 2016

KESIMPULAN
Secara substansi, pengelolaan persampahan pada dokumen rencana RTRW, RPJMD,
dan SSK telah sinkron dan dibahas sesuai dengan tujuan penyusunan dokumen. Segala
isu, permasalahan, potensi dan prospek pengembangan telah dibahas secara
menyeluruh dan program yang disusun telah efektif untuk menangani permasalahan
terkait pengelolaan persampahan Kota Surabaya.

DAFTAR PUSTAKA
Pemerintah Kota Surabaya. 2015. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya
2015-2034. Surabaya : Badan Perencanaan Pembangunan Kota
Pemerintah Kota Surabaya. 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Surabaya 2016-2021. Surabaya : Badan Perencanaan
Pembangunan Kota
Pemerintah Kota Surabaya. 2016. Strategi Sanitasi Kota (SSK) Surabaya 2016-2021.
Surabaya : Badan Perencanaan Pembangunan Kota.