Anda di halaman 1dari 12

1.

Gambar dan bagiannya

Pengertian Mangga ( Mangifera indica )

Mangga (Mangifera indica), adalah buah yang berasal dari India, Mangga memiliki
banyak varietas. Ada yang menyebutkan, setidaknnya terdapat 2.000 jenis mangga di dunia.
Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, buah mangga ternyata juga memiliki khasiat
yang baik untuk kesehatan, Sebab buah ini mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh (Pusat Kajian Buah Tropika, 2000).

2. Klasifikasi Mangga ( Mangifera indica )


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L. (Purnomo, 1987)

3. Karakteristik Morfologi
a. Akar
Struktur morfologi akar tersusun dari akar primer, akar skunder, rambut akar, ujung kar
dan tudung akar (kaliptra). Rambut akar umunya terbentuk didekat ujung akar dan berumur
pendek, serta merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Rambut akar
berfungsi untuk memperluas daerah absorbsi mineral dan air dari dalam tanah.
Tudung akar (kaliptra) melindungi ujung kar yang bersifat sangat lunak dan mudah rusak.
Bagian luar tudung akar menghasilkan cairan yang bersifat asam, yang didalamnya terdapat
enzim yang berfungsi untuk menguraikan zat-zat tertentu, yang tidak mudah tembus oleh
ujung akar. Dengan enzim tersebut, ujung-ujung akar dapat menembus dinding bahkan
pondasi bangunan yang sangat kokok sekalipun. Tudung akar berfungsi untuk melindungi
sel-sel akar dari kerusakan akar menembus tanah.

b. Batang
Batang tumbuhan herba umumnya mempunyai ciri-ciri : lunak, berwarna hijau, jaringan
kayunya sedikit atau tidak ada sama sekali, ukuran batang kecil, dan berumur pendek. Batang
tumbuhan berkayu umumnya mempunyai ciri-ciri : berbatang keras, tebal, berwarna cokelat,
dan berumur panjang.

c. Daun
Daun umunya berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau, tetapi beberapa daun ada yang
berbentuk jarum seperti pada pinus dan berbentuk sisik atau duri seperti pada kaktus. Daun
ada yang lengkap dan ada yang tidak lengkap. Daun yang lengkap mempunyai bagian upih
daun (pelepah daun), tangkai daun (petioles), dan helaian daun (lamina). Daun yang tidak
lengkap tidak mempunyai satu atau dua bagian tersebut. Pada umunya tumbuhan mempunyai
daun tidak lengkap, contohnya daun mangga ( Mangifera indica ).

d. Bunga
Bunga majemuk yang berkarang terdiri dari sumbu utama yang mempunyai banyak
cabang utama. Setiap cabaang utama ini mempuanyi banyak cabang, disebut cabang dua.
Bunga mangga biasanya bertangkai pendek, jarang sekali yang bertangkai panjang, dan
berbau harum. Kelopak bunga biasanya bertaju 5, demikian juga mahkota bunga terdiri dari 5
daun bunga, tetapi kadang-kadang ada yang 4 sampai 8. Benang sari berjumlah 5 buah, tetapi
yang subur hanya satu atau dua buah sedangkan yang lainnya steril. Kepala putik berwarna
kemerah merahan dan akan berubah warna menjadi ungu pada waktu kepala sari membuka
untuk memberi kesempatan kepada serbuk sari yang telah dewasa untuk menyerbuki kepala
putik

e. Buah
Buah tersusun atas biji, daging buah, dan kulit buah. Pada buah yang sudah masak,
jaringan kulit buahnya bersatu, sedangkan pada buah yang sudah masak, kulit buah
dibedakan menjadi tiga lapisan yaitu : epikarp (lapisan luar) yang keras, mesokarp (lapisan
tengah) tebal dan berdaging, dan endokarp (lapisan dalam) berupa selaput tipis. Buah yang
didalamnya terdapat biji berfungsi sebagai embrio tumbuhan.
f. Biji
Biji terbentuk dari hasil pembuahan yang terjadi didalam bakal buah. Bakal buah
dibedakan menjadi dua, yaitu bakal biji yang terbungkus oleh daun buah, seperti biji mangga,
rambutan, salak, dan bakal biji yang tidak terbungkus oleh daun buah, seperti pada pakis haji.
(Tjiptosoepormo, 2004)

4. Karakteristik Anatomi dan Fisiologi


a. Akar ( Radix)
Struktur dalam akar tersusun atas jaringan-jaringan yang membentuk empat lapisan
secara berurutan dari lapisan terluar sampai lapisan paling dalam yaitu korteks, xilem, floem,
eksodermis , endodermis, kambium.
1. Korteks
Korteks merupakan lapisan yang tersusun atas beberapa lapis sel yang berdinding tipis.
Didalam korteks terdapat ruang-ruang antar sel yang berfungsi untuk proses pertukaran gas.
Korteks terdapat disebelah dalam epidermis, berbentuk cincin dari sel-sel parenkima dan
berfungsi untuk cadangan makanan.
2. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda.
Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan
penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga
tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam
berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang
membentuk kayu pada batang. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah
ke daun.
3. Floem
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel
yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim.Floem juga
dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun
pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan
bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti
ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.
4. Eksodermis
Lapisan terluar korteks yang langsung berbatasan dengan epidermis, dapat menjadi
hipodermis yang dinding selnya mengandung suberin atau lignin, yang disebut eksodermis.
Eksodermis terdiri dari selapis sel atau lebih, berupa sel panjang dan sel pendek berselang-
seling atau semacam saja.
5. Endodermis
Endodermis berfungsi untuk mengatur jalannya air dan garam-garam minerala dari
korteks ke silinder pusat. Pada sel endodermis terdapat bagian yang berbentuk seperti pita
yang disebut pita kaspari. Pita kaspari berfungsi untuk menghalangi lewatnya cairan dari
dalam tanah melalui dinding sel, sehingga cairan mengalir melalui sitoplasma.
6. Kambium
Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif
membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium
ditemukan pada batangdan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua
kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh
(vascular cambium). Kambium hanya ditemukan pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae.

b. ( Caulis )
1. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda.
Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan
penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga
tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam
berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang
membentuk kayu pada batang. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah
ke daun.
2. Floem
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel
yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim.Floem juga
dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun
pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan
bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti
ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.
3. Lapisan epidermis
Epidermis tersusun dari selapis sel dan merupakan lapis terluar batang. Epidermis
mempunyai stomata dan menghasilkan berbagai tipe trikoma. Dinding sel luar sangat tebal
dan banyak mengandung kitin. Sel sel teratur rapat dan tidak ada ruang antar sel. Pada irisan
melintang sel sel tampak berbentuk hampir empat persegi panjang. Fungsi epidermis
terutama dalam membatasi kecepatan proses transpirasi dan melindungi jaringan yang
terletak di bawahnya dari kerusakan mekanik dan dari organisme yang menyebabkan
penyakit.
4. Jaringan kortek
Korteks merupakan lapisan yang tersusun atas beberapa lapis sel yang berdinding tipis.
Didalam korteks terdapat ruang-ruang antar sel yang berfungsi untuk proses pertukaran gas.
Korteks terdapat disebelah dalam epidermis, berbentuk cincin dari sel-sel parenkima dan
berfungsi untuk cadangan makanan. Daerah yang terletak langsung setelah epidermis adalah
korteks. Lapisan terdalam korteks adalah endodermis , yang dikenal juga sebagai sarung
tepung. Endodermis terdiri atas selapis sel yang mengelilingi stele dan banyak mengandung
banyak butir tepung. Seringkali pembedaan endodermis dengan jaringan sekitarnya yang
paling mudah ialah melalui keberadaan butir butir teping tersebut.
5. Kambium
Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif
membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium
ditemukan pada batangdan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua
kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh
(vascular cambium). Kambium hanya ditemukan pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae.

C. Daun

1. Jaringantiang (Palisade)
Jaringan tiang (palisade) adalah kumpulan sel-sel berbentuk silindris, tegak, tersusun
rapat, dan mengandung kloroplas. Jaringan palisade terletak dibawah epidermis dan pada
jaringan tiang ini terjadi fotosintesis. Jaringan tiang tersusun dari satu atau beberapa lapis
yang memanjang dalam posisi tegak dan berisi banyak kloroplas. Sehingga pada jaringan
inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.
2. Sarung mestom
Sarung mestom merupakan jaringan pengangkut dua dan berfungsi membantu jaringan
pertama yaitu xylem dan floem.
3. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda.
Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan
penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga
tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam
berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang
membentuk kayu pada batang. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah
ke daun.
4. Floem
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel
yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim.Floem juga
dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun
pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan
bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti
ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.
5. Kloroplas
Kloroplas adalah tempat fotosintesis terjadi pada organisme autotrophic seperti tanaman.
Di dalam kloroplas adalah klorofil, yang menangkap sinar matahari. Kemudian, dengan
kombinasi air dan karbon dioksida, cahaya diubah menjadi glukosa, di mana ia kemudian
digunakan oleh mitokondria untuk membuat molekul ATP (ATP juga diproduksi selama
fotosintesis di dalam kloroplas). Klorofil dalam kloroplas adalah apa yang memberi warna
hijau tanaman mereka.
6. Jaringan epidermis
Jaringan epidermis merupakan lapisan sel terluar pada lapisan atas dan bawah. Epidermis
dilapisi oleh kutikula, yaitu bagian yang sukar ditembus oleh air sehingga berfungsi untuk
menghambat penguapan air. Pada epidermis daun celah-celah yang diapit oleh sel penjaga.
Celah-celah tersebut disebut sebagai stomata (mulut daun), yang berfungsi sebagai jalan
keluar masuknya udara dan menghubungkan udara luar dengan rongga udara pada jaringan
bunga karang.

d. Bunga ( Flos )
1. Bakal buah
Bakal buah atau yang sering disebut ovarium adalah bagian putik yang membesar, dan
biasanya terdapat di tengah-tengah dasar bunga. Di dalam bakal buah terdapat calon biji atau
bakal biji (ovulum), yang bakal biji itu teratur pada tempat-tempat tertentu dalam bakal buah
tadi.
2. Tangkai putik
Tangkai putikmerupakan tangkai penghubung antara kepala putik dan bakal buah. Tangkai
putik memiliki rancangan sedemikian rupa sehingga mudah memindahkan dan menyalurkan
serbuk dari kepala putik menuju bakal buah, selain itu ia juga mengandung zat-zat yang
melebihi kapasitasnya yang akan dikonsumsi oleh serbuk sari guna membantu dan
mempertahankan pertumbuhannya.

e. Buah
Pada pengamatan anatomi buah mangga terdapat 3 lapisan yaitu :
1. Eksokarpium merupakan lapisan terluar yang tipis, licin mengkilap dan kuat sehingga
tidak mudah ditembus air
2. Mesokarpisum merupakan lapisan tengah yang tebal dan banyak rongga udara sehingga
menjadi ringan dan dapat mengapung diair
3. Endokarpium merupakan lapisan dalam yang kuat dan keras sebagai pelindung embrio

f. Biji ( Semen )
(Pracaya,2001)
1. Lembaga
Lembaga adalah calon tumbuhan baru, yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru,
setelah biji memperoleh syarat-syarat yang diperlukan.
2. Putih lembaga
Putih lembaga adalah bagian dari biji yang terdiri dari suatu jaringan yang menjadi
tempat cadangan makanan bagi lembaga.
3. Kulit biji
Kulit biji merupakan bagian terluar biji dan berasal dari selaput bakal biji. Pada
umumnya, kulit biji dari tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan
sebagai berikut.
4. Bentuk Sel Heksagonal merupakan bentuk yang cocok untuk perencanaan dan desain system
seluler karena mendekati bentuk lingkaran bentuk yang iseal area coverage, tanpa gap dan
overlap dengan sel heksagonal yang lain.
( Fahn, 1991)

5.Habitat
Tanaman mangga banyak tumbuh di daerah tropik basah, karena habitat alaminya memang di
daerah tropik yang basah pada datran rendah, yaitu ketinggian di bawah 600 m di atas
permukaan laut.
Tanaman manga memerlukan temperatur yang panas menjelang pembuahan karena temperatur
tersebut mencegah pertumbuhan vegetatif mempercepat pertumbuhan reproduktif. Total
curah hujan tidak terlalu penting bagi tumbuhan mangga.
Mangifera indica banyak dikoleksi oleh beberapa negara seperti Indonesia, Filipina, Thailand,
Australia, dan lain-lain. Di Indonesia, daerah mangga yang terkenal dari Jawa Timur, yaitu
daerah pasuruan dan probolinggo. Di daerah tersebut banyak sekali ditemukan jenis mangga
liar. (Ashari, 1995)
Buah mangga memiliki berbagai kemanfaatanbagi masyarakat antara lain :
1. Komoditi Ekspor dan Bisa Menambah Pendapatan
Mangga sebagai komoditas ekspor telah dimulai sejak tahun 1930 hingga sekarang.
Namun nilai
ekspor mangga Indonesia mengalami ketidakstabilan, hal ini dapat dilihat dengan
turun naiknya
jumlah mangga yang diekspor dan pemasukan devisa.
2. Sebagai Bahan Makanan
Hasil yang diperoleh dan dimanfaatkan dari pohon mangga ternyata bukan
hanyabuah segar saja,
tetapi buah mangga dapat diolah secara khusus menjadi bahan makanan yang
berguna bagi tubuh
manusia.
Komposisi buah mangga terdiri dari 80% air dan 15%-20% gula, serta berbagai
macam vitamin,
antara lain vitamin A,B.C. Kegunaan Vitamin A dari buah mangga adalah untuk
mencegah
kerusakan mata, Vitamin B mencegah penyakit beri beri, dan Vitamin C menjaga
kesehatan gigi
dan mencegah penyakit gusi berdarah serta kulit pecah. Tetapi jika terlalu banyak
makan mangga
manis dapat menyebabkan penyakit gula.
3. Sebagai Tanaman Peneduh dan Penyelamat Lapisan Tanah
Dikota kota besar dekat pantai yang berudara panas, banyak sekali halaman depan
rumah atau
sekelilingnya ditanami pohon mangga yang tidak terlalu tinggi dan besar. Tanaman
ini berasal
dari bibit okulasi atau cangkokan. Disamping berfungsi sebagai penghias tanaman
dan penyejuk
halaman, maka buahnya dapat dinikmati sendiri.
Pohon mangga juga baik untuk proyek reboisasi terutama didaerah perbukitan yang
gundul. Sebab, tanaman mangga mempunyai jaringan akar yang kuat, luas dan
dalam, sehingga
mampu menahan lapisan tanah atas (humus) yang larut bersama air, bila musim
penghujan tiba.
Mahkota daunnya rimbun dan luas, dapat mengurangi laju penguapan air tanah,
sehingga lapisan
tanah disekitarnya tidak mudah rusak (pecah-pecah). Pada padang penggembalan
ternak yang
luas, tanaman mangga dapat dipergunakan sebagai peneduh, sehingga ternak bias
beristirahat
dengan tenang.
Disamping itu, tanaman mangga juga dapat digunakan untuk penguat tanggul jalan
dan
melindungi aspal dari terpaan sinar matahari ( Ashari, 2004).

Sumber:

Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia


Press

Ashari, Semeru. 2004. Biologi Reproduksi Tanaman Buah-Buahan Komersial.


Malang. Baumedia Publishing.

Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press. Bandung.
Pracaya, 2001. Bertanam manggga. Depok: PT PenebarSwadaya

Purnomo, S. 1987. Keragaman ciri-ciri buah mangga. SubBalithorti Malang. Purnomo, S., S. Soemarsono,
Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta :
UGM Press.