Anda di halaman 1dari 6

Bayam ( Amaranthus sp.

1. Gambar dan Bagian

Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Kata
"amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi). Tanaman bayam semula dikenal
sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya, tanaman bayam dipromosikan sebagai
bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam
masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negri yang masuk
wilayah indonesia. Bayam merupakan salah satu sayuran daun terpenting di Asia dan Afrika.
Sayuran ini merupakan sumber kalsium, zat besi, vitamin A dan Vitamin C. Dalam 100 gram bagian
bayam yang dapat dimakan mengandung sekitar 2,9 mg zat besi (Fe). Bayam adalah tanaman
semusim yang berumur pendek dan dapat dibudidayakan dengan mudah di
pekarangan rumah atau lahan pertanian. Bayam cabut atau bayam sekul alias bayam putih
(Amaranthus tricolor L.) ciri-ciri bayam cabut adalah memiliki batang yang berwarna kenerah-
merahan atau hijau keputih-putihan dan mempunyai bunga yang keluar dari ketiak cabang.bayam
cabut yang batangnya merah disebut bayam merah. Sedangkan yang batangnya putih disebut bayam
putih (Rukmana, 1994).

2. Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Division : Spermatophyta
Class : Dicotyledopsida
Order : Amaranthales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Species : Amaranthus sp.
(Steenis, 1975)

3. Karakteristik Morfologi
Berdasarkan pengamatan pada percobaan yang telah dilakukan, karakteristik morfologi dari
Bayam ( Amaranthus sp.) adalah sebagai berikut :

a. Akar
Warna akar : putih
Sistem perakaran : tunggang
Bentuk akar : filiformis
b. Batang
Arah tumbuh : monopodial
Warna batang : hijau
Batang tidak beruas
c. Daun
Jenis daun : tunggal
Warna daun : hijau
Bentuk daun : bangun bulat telur
Permukaan daun : berbulu kasar
Tepian daun : rata
Vena daun : sampai ke tepi
Pertulangan daun : menyirip
(Tjitrosoepormo,1988)
Bunga tersusun dalam malai yang tumbuh tegak,keluar dari ujung tanaman ataupun dari ketiak-ketiak
daun. Bentuk malai bunga memanjang mirip ekor kucing, dan pembungaannya dapat berlangsung
sepanjang musim atau tahun. Alat reproduksi (perbanyakan tanaman) dengan biji. Dari setiap tandan
(malai) bunga dapat dihasilkan ratusan hingga ribuan biji. Ukuran biji sangat kecil, bentuknya bulat
dan berwarna coklat tua mengkilap sampai hitam kelam, namun pada varietas bijinya berwarna putih
sampai krem (Rukmana, 1994).

4. Karakteristik Fisiologi dan Anatomi


a. akar
sistem perakaran tunggang, menyebar dangkal pada kedalaman antara 20-40 cm . Adanya
kutikula tipis serta rambut akar menunjukkan epidermis akar mudah terspesialisasi untuk
penyerapan. Jaringan korteks terdiri dari parenkim penyimpanan dengan rongga sel yang luas.
Perisikel merupakan deferensiasi dari permukaan silinder cambium, stele pada akar ini memiliki
susunan floem terpisah berselang seling di sebelah luar lingkaran xylem, namun struktur ini tidak
berkembang ke pusat akar. Akar berfungsi untuk menyerap zat makanan dan air, serta menopang
tegaknya batang. (Hidayat, 1995)

b. batang
batang tumbuh tegak, tebal, berdaging, dan banyak mengandung air, tumbuh tinggi di
atas permukaan tanah. Bayam tahunan mempunyai batng yang keras berkayu dan bercabang
banyak. Batang tersusun atas
- Epidermis , tersusun atas sel yang rapat serta berkutikula yang kuat sehingga berperan
sebagai penyokong mekanik.
- Korteks dan empulur. Korteks dan Empulur batang terdiri dari parenkim yang dapat
berisi kloroplas. Di tepi luar dari korteks terdapat kolenkim atau sklerenkim, yang
berperan sebagai penyokong.
- Sitem jaringan pembuluh. Xylem mengangkut air dari tanah serta zat yang terlarut di
dalamnya dan floem mengangkut zat makanan hasil fotosintesis.

(Hidayat, 1995)

c. daun
daun terdiri dari sistem jaringan dermal yakni epidermis,jaringan pembuluh, dan jaringan
dasar yang disebut mesofil. Epidermis daun tersusun atas sel yang kompak, adanya
kutikula dan stomata. Letak stomata tersebar, yang berfungsi sebagai tempat keluar
masuknya udara. Mesofil banyak mengandung kloroplas dan ruang antar sel, terbagi
menjadi jaringan tiang dan jaringan spons. Pada kedua jaringan tersebut terjadi proses
fotosintesis, karena mengandung kloroplas. Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh
helai daun. Berkas pembuluh dalam daun biasanya disebut tuang daun. Pada daun dikotil,
sistem tulang daun jala yang merupakan sistem bercabang. Pada sistem ini, tulang daun
lebis halus, secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang lebih tebal.
(Hidayat, 1995)

d. Bunga
bunga tanaman bayam tersusun tumbuh tegak, keluar dari ujung tanaman ataupun
dari ketiak-ketiak daun. Bentuk malai bunga memanjang mirip ekor kucing, dan
perbungaannya dapat berlangsung sepanjang musim atau tahun. Perbanyakan tanaman
bayam dilakukan secara generative (biji). Setiap malai bunga dapat dihasilkan ratusan
hingga ribuan biji. Ukuran biji bayam sangat kecil, bentuknya bulat dan berwarna colklat
tua mengkilat hingga hitam kelam.( Rukamana, 1994)

5. Habitat dan Distribusi


Bayam dapat tumbuh di sepanjang tahun, baik di daratan rendah maupun dataran tinggi
(pegunungan). Derajat keasaman tanah yang baik untuk tumbuhnya ialah antara 6-7. Bayam
ditanam di pekarangan rumah. Waktu bertanam yang terbaik ialah pada awal musim hujan(bulan
Oktober/Nopember) atau pada awal musim kemarau (bulan April/Maret). (Sunaryono, 1981)
Bayam ini tersebar luas keberadaannya, tumbuh liar di banyak bagian dunia. Terdapat
banyak sekali varietas. Beberapa merupakan tanaman hari pendek yang nyata dan ditanam di
banyak bagian dunia. Diperkirakan bahwa bayam Asia utama adalah A. gangeticus dan spesies
Afrika adalah A. hybridus. Genus yang hubungan kerabatnya dekat, Celosia juga ditanam
sebagai penghasil sayur daun, maupun sebagai tanaman hias yang menarik (jengger jago).
(Williams, 1993)
6. Peran Ekologis dan Ekonomis
Daun bayam dapat dikonsumsi. Fungsinya dalam tubuh ialah dapat memperbaiki daya kerja buah
pinggang dang melancarkan pencernaan. Akar bayam merah dapat digunakan sebagai obat
terhadap penyakit disentri. Anak-anak maupun orang-orang dewasa baik sekali makan bayam.
Bayam banyak mengandung vitamin A, Vitamin C, dan banyak mengandung garam-garam
mineral yang penting untuk mendorong pertumbuhan badan dan menjaga kesehatan. (Sunaryono,
1981)

Sunaryono, Hendro. 1981. Produksi Holtikultura II : Kunci Bercocok Tanam Sayuran-Sayuran


Penting di Indonesia. Bandung : C.V. Sinar Baru
Williams, C.N. 1993. Produksi Sayuran Daerah Tropika. Yogyakarta : UGM Press
Steenis, C.G. 1975. Flora Untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta : PT Pradnya Paramita
Tjitrosoepomo, Gembong. 1988. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB
Rukmana, Rahmat. 1994. Bayam Bertanam & Pengolahan Pascapanen. Yogyakarta : kanisius

Anda mungkin juga menyukai