Anda di halaman 1dari 22

FARMAKOLOGI EKSPERIMENTAL

FARMAKOLOGI EKSPERIMENTAL PADA SISTEM IMUN

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Sistem Imun

Sistem Imun berdasarkan cara memperolehnya:

- Sistem Imun Bawaan

- Sistem Imun Dapatan

Sistem Imun berdasarkan jenisnya:

- Sistem Imun Selular

- Sistem Imun Humoral

Sistem Imun berdasarkan spesifitas:

- Sistem Imun Spesifik

- Sistem Imun Non Spesifik

Immunomodulator

Modulasi / Mengatur Sistem Imun

Terdapat 2 macam

- Imunostimulan

meningkatkan sistem imun

- Imunosupresan

menurunkan sistem imun

Eksperimen pada Sistem Imun

Eksperimen dilakukan sesuai sarana dan prasarana yang dimiliki laboratorium
Eksperimen dilakukan sesuai sarana dan
prasarana yang dimiliki laboratorium
Eksperimen yang dapat difasilitiasi:
Eksperimen yang dapat difasilitiasi:

Immunomodulator

Antiinflamasi

Pembentukan Luka

Penyakit Otoimun

SLE Rematoid Artritis

Eksperimen Imunomodulator

Pengujian Imunomodulator dilakukan secara in vivo menggunakan

metode karbon klirens

Uji Karbon klirens didasarkan pada kemampuan menghilangkan

koloid karbon yang diinjeksikan ke saluran darah.

Dapat mendeskripsikan aktivitas fagositis retikuloendotelial Mendeskripsikan Sel Kupfer di hati (90%) dan makrofag limpa

(20%)

Eksperimen Imunomodulator

Eksperimen Imunomodulator 6
Eksperimen Imunomodulator 6
Eksperimen Imunomodulator 6

6

Eksperimen Antiinflamasi

Inflammation is a protective response for challenging

microorganism or tissue damage which leads to the restoration of tissue function. The reactions is involving the

secuential release of pro anti-inflammatory mediators and

increasing the microvascular permeability which caused the exudation of fluid and plasma proteins into the inflammed

tissue.

Antiinflamasi adalah obat atau senyawa yang dapat

mengurangi gejala inflamasi

Eksperimen Antiinflamasi

Percobaan antiinflamasi yang ada bertujuan untuk melihat

efek obat pada udem.

Ada dua model:

- Model Inflamasi Akut

Metode Induksi Karagenan

- Model Inflamasi Kronis Metode Induksi kapas

Eksperimen Antiinflamasi Akut

Metode induksi kimia menggunakan α karagenan, putih telur

Karagenan dapat menginduksi jalur arakidonat COX, tetapi tidak menginduksi arakidonat lipooksigenase

Karagenan menginduksi pelepasan kinin, leukosit PMN

(polimorfonuklear) yang merupakan faktor inflamatori (msl prostaglandin) yang berkontribusi pada pembentukan edema

Alat yang digunakan :

plestismometer

faktor inflamatori (msl prostaglandin) yang berkontribusi pada pembentukan edema Alat yang digunakan : plestismometer 9
faktor inflamatori (msl prostaglandin) yang berkontribusi pada pembentukan edema Alat yang digunakan : plestismometer 9

9

Eksperimen Antiinflamasi Akut

Eksperimen Antiinflamasi Akut 10

10

Eksperimen Antiinflamasi Kronis

Metode induksi kimia, menggunakan granul kapas

Terjadi proliferasi makrofag, netrofil, fibroblas dan pembentukan pembulu darah baru, yang disebut

granulation tissue’.

Eksperimen Antiinflamasi Kronis

Prosedur:

- Pelet kapas ditimbang (± 50 mg) diautoklave selama 2 jam

- Hewan uji dianestesi dan punggung hewan uji dibedah, dan pelet dimasukkan

- Sediaan diberikan selama 7 hari

- Pada hari ke-8 hewan dibedah

- Pelet kapas diambil, beserta jaringan lunak yang ada di sekitarnya

- Jaringan ditimbang, kemudian dikeringkan pada suhu 60 ° C dan ditimbang

kembali

kemudian dikeringkan pada suhu 60 ° C dan ditimbang kembali Tc = bobot jaringan granuloma kelompok

Tc = bobot jaringan granuloma kelompok kontrol Tt = bobot jaringan granuloma kelompok uji

Eksperimen Penyembuhan Luka

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena

berbagai kegiatan bio-seluler, bio-kimia yang terjadi berkisanambungan.

Penggabungan respons vaskuler, aktivitas seluler dan terbentuknya bahan kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka.

Tahapan penyembuhan luka terdiri dari:

Fase inflamasi

Fase proliferasi

Fase Maturasi

Parameter yang diukur:

- Kecepatan penyembuhan luka

- Diameter luka

- Histologi kulit

13

Eksperimen Penyembuhan Luka

14
14

Eksperimen Penyembuhan Luka

Eksperimen Penyembuhan Luka 15

Eksperimen Penyembuhan Luka

Eksperimen Penyembuhan Luka 16
Eksperimen Penyembuhan Luka 16

16

Eksperimen Model Hewan SLE

Lupus eritematosus adalah penyakit jaringan

konektif yang ditandai dengan adanya auto antibodi

yang melawan beberapa sel (autoimun) yang menyerang jaringan penyangga (connective tissue disease) dimana penyakit ini dapat mengenai berbagai sistem organ dengan manifestasi kulit dan prognosis yang bervariasi

Eksperimen Model Hewan SLE

Eksperimen Model Hewan SLE 18

18

Eksperimen Model Hewan SLE

Eksperimen Model Hewan RA

Rheumatoid arthritis (RA) adalah suatu keadaan kronis dan biasanya merupakan kelainan inflamasi progresif dengan etiologi yang belum diketahui yang dikarakterisasi dengan sendi simetrik poliartikular dan manifestasi sistemik. (1) Inflamasi pada RA akan mengakibatkan penghancuran pada kartilago dan tulang persendian.

Beberapa manifestasi ekstra artikular yang muncul pada RA yaitu (17) :

Gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun, dan demam.

Poliartritis simetris terutama pada sendi perifer

Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam

Artritis erosif

Deformitas

Nodul-nodul reumatoid

Manifestasi ekstra artikular

Eksperimen Model Hewan RA

Ekstrak Etanol

Ekstrak Etanol

Herba Ciplukan

Herba Ciplukan

Ekstrak Etanol Herba Ciplukan
Ekstrak Etanol Herba Ciplukan

Ciplukan

Ciplukan
Ciplukan
Ciplukan
Ekstrak Etanol Herba Ciplukan Ciplukan Determinasi Dilakukan di SITH ITB Simplisia Uji pada model hewan RA

Determinasi

Dilakukan di

SITH ITB

Simplisia

Simplisia
Simplisia
Simplisia
Ciplukan Determinasi Dilakukan di SITH ITB Simplisia Uji pada model hewan RA Hewan Uji Hari ke-0:
Ciplukan Determinasi Dilakukan di SITH ITB Simplisia Uji pada model hewan RA Hewan Uji Hari ke-0:
Ciplukan Determinasi Dilakukan di SITH ITB Simplisia Uji pada model hewan RA Hewan Uji Hari ke-0:

Uji pada model

hewan RA

Hewan Uji

Hewan Uji
Hewan Uji
Uji pada model hewan RA Hewan Uji Hari ke-0: Penentuan Fungsi Hati Profil Hematologi Diinduksi 0,1

Hari ke-0:

Penentuan Fungsi Hati

Profil Hematologi

Diinduksi 0,1 mL CFA intraplantar

Diinduksi 0,1 mL CFA intraplantar

Diinduksi 0,1 mL CFA intraplantar
Diinduksi 0,1 mL CFA intraplantar

Hari ke-8

Uji Antiinflamasi dan artritis

Profil Hematologi

Penentuan Fungsi Hati

dan artritis Profil Hematologi Penentuan Fungsi Hati Normal Kontrol Hari ke-8 hingga hari ke-23 Diberi

Normal

Kontrol

Hari ke-8 hingga hari ke-23

Diberi sediaan sesuai kelompok

Metotreksat

1 mg/kg bb po

Eks Etanol

50 mg/kg bb po

Metotreksat 1 mg/kg bb Po

Eks Etanol 50 mg/kg bb po

po Metotreksat 1 mg/kg bb Po Eks Etanol 50 mg/kg bb po Hari ke-13, hari ke-18,

Hari ke-13, hari ke-18, dan hari ke-23

Uji Antiinflamasi dan artritis

Profil Hematologi

Penentuan Fungsi Hati

dan artritis Profil Hematologi Penentuan Fungsi Hati Indeks organ limpa dan ginjal Histologi organ limpa dan
dan artritis Profil Hematologi Penentuan Fungsi Hati Indeks organ limpa dan ginjal Histologi organ limpa dan
dan artritis Profil Hematologi Penentuan Fungsi Hati Indeks organ limpa dan ginjal Histologi organ limpa dan

Indeks organ limpa dan ginjal

Histologi organ limpa dan ginjal,

dan sendi kaki

Luaran:

Seminar Internasional/Jurnal Nasional

Hewan dikorbankan

Hewan dikorbankan

21

TERIMA KASIH