Anda di halaman 1dari 17

TUGAS 1

Suatu sistem struktur lantai seperti tampak pada gambar terdiri dari plat penulangan satu arah
menerus, didukung oleh balok-balok struktur menerus. Beban kerja yang bekerja pada lantai
terdiri dari beban mati 1,38 Kpa (tidak termasuk berat sendiri plat) dan beban hidup 11,8 Kpa,
Fc= 25 mpa, fy=350 mpa,

a) Rencanakan plat lantai dengan penulangan satu arah

Penyelesaian :

Perbedaan mendasar dibandingkan dengan perencanaan lenture seperti yang dibahas


terdahulu adalah bentang-bentang bersambung sehingga membentuk struktur
menerus, dan untuk menentukan momen dan gaya geser digunakan persamaan dan
koefisien.

a. Tebal plat :
Plat dirancang dengan berdasarkan persyaratan ketebalan minimum, kemudian
dengan tebal yang dapat diperkirakan berat sendiri plat. Plat dengan kedua tepi
ujung menerus,
1 1 350
hminimum = 28 n (0,4 + ) = 28 (3700) (0,4 + ) = 118, 93 mm
700 700
plat dengan satu tepi menerus
1 1 350
hmin = 24 n (0,4 + )= (3700) (0,4 + ) = 138, 75 mm
700 24 700
berdasarkan hasil tersebut, ditentukan tebal plat = 140 mm

Menentukan Beban
Beban mati plat = 0,140 (23) = 3,22 Kpa
Beban mati total = 1,38 + 3,22 = 4,60 Kpa
Wu = 1,2 WDL + 1,6 WLL

= 1,2 (4,60) + 1,6 (11,8)

= 24,4 Kpa (beban rencana)

Untuk perencanaan tiap lebar 1m, maka Wu = 24,4 KN/m

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 1


Menentukan momen gaya geser

Dengan menggunakan persamaan momen, maka momen dapat ditentukan


sebagai berikut :
1 1
+Mu = 14 Wun2 = (24,4) (3,70)2 = 23,86 KNm
14

1 1
+Mu = 16 Wun2 = 16 (24,4) (3,70)2 = 20,88 KNm

1 1
Mu = 10 Wun2 = (24,4) (3,70)2 = 33,40 KNm
10

1 1
Mu = 11 Wun2 = (24,4) (3,70)2 = 30,37 KNm
11

1 1
Mu = Wun2 = (24,4) (3,70)2 = 13,92 KNm
24 24

Pada dukungan permukaan setelah dalam dibentang ujung (eksterior)


1
Vu = 1,15 (2 Wun) = 1,15 (0,5) (24,4) (3,70) = 51,91 KN

Sedangkan pada dukungan lainnya


1 1
Vu = 2 Wun = (23,4) (3,70) = 45,14
2

Perencanaan plat

Dengan perkiraan batang tulangan. D10 akan dipakai sebagai tulangan. Tarik
pokok seumur beton 25 mm dan tebal plat 140 mm maka nilai d = 140 25
5 =110 mm

Perencanaan plat total baja :

Dari beberapa nilai momen pilihlah nilai terbesar di dapat momen yang
terjadi pada muka dukungan dalam (interior) yang pertama dari bentang
ujung :

Mu = 0,10 Wun = 33,40 KNm

MR = bd2 k

Karena perencanaan menggunakan Mu = MR sebagai limit (batas) , maka :

34,40 103 0,0344


Kperlu = =
(1)(0,11)
= = 3,5537 Mpa
bd2 0,8 0,0968

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 2


Dari tabel A-22

= 0,0111 < maks = 0,0244

As perlu = bd = 0,0111 x 1000 x 110 = 1221 mm2

Dengan cara yang sama dicari luas batang tulangan. Baja yang diperlukan
untuk tempat lain yang nilainya lebih kecil dari nilai maksimum tersebut :
(10)3
K perlu = = =
bd2 0,8 (1)(0,11) 9,68

1,4 (1,4)(1000)(140) 196000


As minimum perlu : ( ) b.h = = = 560
350 350

Lokasi Pers. Momen K (Mpa) ()

Eksterior:
Balok Tepi 1 1,4380 0,0042 462
2
24

Tengah Bentang 1 1,4649 0,0075 825


+ 2
14

Interior:
Balok Interior 1 3,1374 0,0097 1067
2
11

Tengah Bentang 1 2,1570 0,0065 715


+ 2
16

Sedangkan batas atas dari tabel A-22 max = 0,0244. Maka penulangan lentur pada
plat seperti yang tersusun pada daftar 7.1 nilainya harus terletak pada batas tersebut.

Jarak spasi yang diijinkan dari 3h dan 500 mm.

3h = 3(140) = 420 mm

Maka diterapkan jarak spasi maksimum adalah 420 mm

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 3


Pemeriksaan Kuat Geser :

Vu maksimum = 51,91 terjadi pada dukungan. Pemeriksaan gaya geser pada dukungan
menghasilkan nilai lebih teliti dibandingkan dengan yang didapat pada penampang
kritis yaitu penampang pada lokasi yang berjarak sama dengan tinggi efektif
komponen dari muka dukungan.

Apabila tanpa penulangan geser, kuat geser Vn dari plat adalah kuat geser beton saja.
Yaitu :
1
Vn = Vc = (6 ) bwd

1
=0,60(6 25)(1000)(110)

= 0,60(0,833)(1000)(110)

= 55,00kN

dengan demikian maka:

Vu < Vn sehingga pada plat tersebut tidak diperlukan penulangan geser karen beton
masih cukup mampu menahannya.

Menentukan tulangan baja pokok :

Dengan menggunakan tabel A-5 dari Apendiks A, susunlah pola penulangan dengan
mengusahakan sedikit mungkin macam ukuran batang dan jarak spasi terpilih. Jarak
spasi maksimum batang tulangan pokok 420 mm (nilai terkecil dari 3 h dari 500 mm).
Dibawah ini diberikan gambar kerja yang disarankan untuk pengembangan pola
penulangan pokok dan pemberhentian atau pemotongan batang tulangan. Harap
dicatat bahwa dalam penentuan diameter batang tulangan untuk momen positif pada
bentang paling ujung (eksterior) digunakan dua macam batang tulangan D13 dan D16,
dimaksudkan untuk didapatkannya kesesuaian jarak spasi dengan tempat-tempat dan
bentang lainnya. Pemilihan tersebut tetap berdasarkan pertimbangan pertimbangan
ekonomi terutama dalam hubungannya dengan macam batang tulangan yng tersedia.
Sebetulnya pada tempat tersebut cukup dipas ang batang tulangan D16 dengan jarak
spasi 200mm, tetapi karena pada tempat dimana beberapa tulangan dipotong atau
dihentikn harus mempertimbangkan agar jarak spasi batang yang menerus tidak
melampaui nilai maksimum ijin, maka seperti yang sudah dijelaskan digunakan dua
macam batang tadi.

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 4


TUGAS 2
Penyelesaian.

Pemeriksaan penggunaan metod perencanaan langsung

a) Nilai banding panjang terhadap lebar bentag = 7,5/5,5 = 1,36 < 2,0 maka
berlaku aksi ua arah
b) Masing-masing arah lebih dari tiga bentang dengan panjang bentang
bersebeahan sama, dan semua kolom duduk pada sumbunga
c) Pada awal langkah di anggap tebal plat 160 mm

= 0,70 + 0,18(24) = 5,02

3 = 3 (5,20) = 15,06 > = 2,5 kPa

Dengan demikian Metode Perencanaan Langsung dapat digunakan.

Pemeriksaan tebal pelat berdasarkan syarat lendutan

1 = arah memanjang = 7,5 2(d) = 7,5 0,3 = 7,2 m

2 = arah melebar = 5,5 2(d) = 5,5 0,3 = 5,2 m

Nilai bancing panjang terhadap lebar bentang bersih = 7,2/5,2 = 1,384

Karena semua tepi menerus, maka = 1,0

Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan:



(0,8+ 1400)
h= ... (9-12)
36+5{ 0,2}

karena unsur kekakuan dalam persamaan tersebut belumm diketahui, sehingga


dipakai persamaan berikut:
400
7200(0,8+ 1400) 7200(0,8+ 1400)
h= = = 161 mm
36+9 36+9(1,384)

dan tidak perlu lebih dari:


400
7200(0,8+ 1400) 7200(0,8+ 1400)
h= = = 217 mm
36 36

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 5


dengan demikian anggapan awal tebal plat h = 180mm, sampai sejauh ini masih dapat
di pakai.

Perhitungan dilakukan sebagai berikut:

Berdasarkan penampang pada hubungan plat dengan balok yang membentuk balok T,
maka lokasi titik berat penampang dapat ditentukan:

Lebar Efektif ( ) diperhitungkan sebagai berikut:

= 2( ) + = 2(500 180) + 300 = 940

Dengan syarat panjang sayap(flens) tidak lebih dari 4t = 4(160) = 640 mm

Persamaan statis momen terhadap tepi atas:

(180)(940)(90) + (300)(320)(160+160) = [(180)(940) + (300)(320)] y

47868000
y= = 180,50
265200000
1 1 1
= (300)(0,5)2 + (940)(180)3 + (940)(180)(90,5)2 + (300)(319,5)3
3 12 3
= 5104094299

untuk arah memanjang bangunan:

1 =
1 1
1 = ()3 (1 ) = (180)3 (7500) = 3645000000 mm
12 12

. 5104094299
1 = = = 1,40
. 1 3645000000

untuk arah melebar bangunan:

2 =
1 1
2 = ()3 (1 ) = (180)3 (5500) = 2673000000 mm
12 12

. 5104094299
2 = = = 1,91
. 2 3645000000

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 6


Maka, = [1,40(2) + (1,91)(2)] = 1,66

Kemudian diulag sekali lagi pemeriksaan dengan menggunakan persamaan lendutan


400
(0,8+ 1400) 7200(0,8+ 1400)
h= = = 166 mm > 125 mm (memenuhi)
36+5{ 0,2} 36+5(1,384){1,660,2}

Dengan demikian dapat tetap digunakan tebal h = 180 mm dengan d = 150 mm.

Perhitungan Momen Statis Total

Beban rencana adalah:

= 1,2 + 1,4 = 1,2(5,02) + 1,4(2,5) = 9,52 kPa


untuk arah memanjang bangunan:

0,65. 1 = 0,65(7500) = 4,875 mm, digunakan 1 = 7,2


1 1
0 = . . 2 . (1 ) = (9,52)(5,5)(7,2) = 339,29 kNm
8 8

untuk arah melebar bangunan:

0,65. 2 = 0,65(5500) = 3,575 mm, digunakan 2 = 5,2


1 1
0 = . . 1 . (2 ) = (9,52)(7,5)(5,2) = 241,33 kNm
8 8

Distribusi Momen

Untuk arah memanjang bangunan:

Faktor distribusi momen

= 0,65 0 = 0,65(339,29) = 220,53 kNm

+ = 0,35 0 = 0,35 (339,29) = 118,75 kNm

.
1 = = 1,40
. 1

2 5,5
= = 0,733 maka 1 2 = 1,40(0,733) = 1,022 > 1,0
1 7,5 1

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 7


Faktor momen dari interpoasi nilai
(0,7330,75)0,50
= 0,75 + = 0,693
0,900,75

(0,7330,75)0,50
+ = 0,75 + = 0,693
0,900,75

Untuk arah melebar bangunan:

Faktor distribusi momen

= 0,65 0 = 0,65(241,33) = 156,86 kNm

+ = 0,35 0 = 0,35 (241,33) = 84,47 kNm

.
2 = = 1,91
. 2

1 7,5
= = 1,363 maka 2 1 = 1,91(1,363) = 2,603 > 1,0
2 5,5 2

Faktor momen dari interpoasi nilai

= 0,75 (0,75 0,45)0,363 = 0,641


(0,7330,75)0,50
+ = 0,75 = 0,641
0,900,75

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 8


Selanjutnya agar mudah untuk pengerjaannya, diuat tabel distribusi momen

Daftar Distribusi Momen

Arah Memanjang
Arah Melebar
2 5,5 1 7,5
= = 0,7 = = 1,4
1 7,5 2 5,5

2 2 ( 1) =2,603
1 ( ) = 1,022 2
1

Momen Momen Momen Momen


Lajur
Negatif Positif Negatif Positif

() 220,53 118,75 156,86 84,47


Faktor Distribusi 80% 80% 66% 66%

0,80 x 0,80 x 0,66 x 0,66 x


Momen Rencana
220,53 118,75 156,86 84,47
Lajur Kolom (kNm)
176,424 95 103,528 55,750

0,85 x 0,85 x 0,85 x 0,85 x


Momen balok 85%
176,424 95 103,528 55,750
(kNm)
149,960 80,75 87,999 47,388

176,424 95 103,528 55,750


Momen Plat 15%
-149,960 -80,75 -87,999 -47,388
(kNm)
26,464 14,25 15,529 8,362

220,53 118,75 156,86 84,47


Momen Rencana
-176,424 -95 -103,528 -55,750
Lajur Tengah
44,106 23,75 53,332 28,72

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 9


Pemeriksaan tebal plat berdasarkan gaya geser :

= 1,2 + 1,4 = 1,2(5,02) + 1,4(2,5) = 9,52 kPa



Karena 1 (2) > 1,0 pelimpahan geser akibat beban dari plat ke balok akan mengikuti
1

bentuk bidang trapesium dan segituga dengan menarik garis sudut 45 dan garis di
tengah-tengah panel arah memanjang. Bagian beban yang lebih besar akan dipikul oleh
balok bentang arah melebar dengn harga terbesar terdapat di muka kolom interior
pertama.

Gaya geser rencana untuk setiap meter lebar pada arah melebar adalah:

1
= (1,15)( )(2 ) = (1,15)(9,52)(5,2) = 28,46 kN/m
2

Tinggi efektif plat d = h 20 = 150 mm


1
= ( ()bd
6

1
= (0,60)( 30)(1000)(150)(10)3 = 82,158
6

<
Dengan demikian tebal plat cukup aman terhadap geser

Distribusi momen Lajur Kolom dan Lajur Tengah

a) Arah memanjang Bangunan


Lajur Kolom:
= 26,464/ = 26,464/ 0,8 = 33,08 kNm
1 1 1
(2 ) = (5,5) = 1,375 m < 4 (1 ) = 4 (7,5) = 1,875
4

Lebar lajur kolom = 2(1,375) 0,94 = 1,81 kNm

33,08
tiap meter lebar lajur = = 18,28 kNm
1,81

14,25
+ tiap meter lebar lajur = = 9,84 kNm
0,8(1,81)

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 10


Lajur Tengah

Lebar lajur tengah = 5,5 2,75 = 2,75 m

44,106
tiap meter lebar lajur = = 16,04 kNm
2,75

23,75
+ tiap meter lebar lajur = = 10,80 kNm
0,8(2,75)

b) Arah melebar bangunan


Lajur Kolom:

Lebar lajur kolom = 2(1,375) 0,94 = 1,81 kNm

15,529
tiap meter lebar lajur = = 8,58 kNm
1,81

8,362
+ tiap meter lebar lajur = = 5,77 kNm
0,8(1,81)

Lajur Tengah

Lebar lajur tengah = 7,5 2,75 = 4,75 m

53,332
tiap meter lebar lajur = = 11,23 kNm
4,75

28,72
+ tiap meter lebar lajur = = 7,56 kNm
0,8(4,75)

Merencanakan Tulangan Plat

Momen tumpuan terbesar arah memanjang bangunan ; = 18,28 kNm

1
= . ( )
2
1
Sebagai awal anggap ( 2 ) = 0,9

18,28 = (400)(0,9)(150) , maka = 339 2

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 11


. 339(400)
a= = = 5,318 mm
0,85 . 0,85(30)(1000)

18,28 = (400)(150- (5,318)), di dapat = 310 mm

Dicoba dengan menggunakan batang tulangan D10 (78,5 mm) dengan jarak s:

s pada momen negatif:

78,5
s= (1000) = 253 mm p.k.p dibulatkan 250 mm p.k.p
310

selanjutnya engan cara yang sama, dihitung luas tulangan yang dipelukan untuk
masing-masing arah, baik untuk lajur kolom maupun lajur tengah. Karenabatang
tulangan saling menyilang. Maka untuk penulanga arah melebar bangunan
menggunakan tinggi efektif d = 180 (20+10+5) = 145 mm, dimana posisi tulangan
arah melebar bangunan di atas tulangan memanjang bangunan. Kemudian dibuat
daftar penulangan:

Daftar Rencana Penulangan Plat

Arah Memanjang Arah Melebar

Momen Uk. Momen Uk.


Jenis
Lajur (kNm) Tulangan (kNm) Tulangan
Momen
Tiap m dan jarak Tiap m dan jarak

D8
(-) D10
Interior 18,28 310 8,58 144 350mm
250mm
Kolom
D8
(+) 9,84 166 5,77 97 D6
Lapangan 300 mm
300 mm

(-) D12 D10


Interior 16,04 272 11,23 189
400 mm 400mm
Tengah
D10 D8
(+) 10,80 182 7,56 127
Lapangan 400 mm 400mm

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 12


TUGAS 3
Diketahui : plat berukuran 4,8 m x 4 m
Tebal plat 110 mm
Beban Hidup (D) = 4 kN/m3
Beban mati (L) = 3 kN/m3
Mutu beton fc= 20 Mpa ; fy = 350 Mpa
Berat beton 25 kN/m3
Tulangan D11 dan D7

Penyelesaian :
Berat pelat, qD = 0,11 x 25 = 2,75
Beban perlu qu = 1,2. qD + 1,6 qL = 1,2.4 + 1,6.3 =9,6
Kondisi tumpuan pelat terjepit elastis ly/lx = 4,8/4 = 1,2
Dari tabel pelat diperoleh X lx = 46, Xly = 38 , Xtx= 46 , dan Xty = 38
Momen perlu: Mlx (+) = 0,001 Xix.qu.Ix2 = 0,001.(46)(9,6).42 = 7,07 kNm
Mly (+) = 0,001 Xiy.qu.Ix2 = 0,001.(38)(9,6).42 = 5,84 kNm
Mtx (-) = 0,001 Xtx.qu.Ix2 = 0,001.(46)(9,6).42 = 7,07 kNm
Mty (-) = 0,001 Xty.qu.Ix2 = 0,001.(38)(9,6).42 = 5,84 kNm

Penulangan pada arah bentang Ix :


a) Tulangan lapangan :
Mlx = 7,07 kNm, ds = 20 + 9,6/2 = 24,8 mm
Mu 7,07.10 6
K = .b.d = 0,8.1000.85 = 1,223 Mpa < Kmaks

2.K 2(1,223)
a =(1 1 0,85.).d = (1 1 0,85.20 ).85 = 12,23 mm

Tulangan pokok :
0,85.fc .a.b 0,85(20)(12,23)(1000)
As = = = 594,03 mm
350
1,4
Fc < 31,36 Mpa, jadi As,u .b.d = (1,4.1000.85)/350 =340 mm2
Dipilih yang besar, jadi As,u = 594,03 mm2

Jarak tulangan :

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 13


1 1
4
..D.S 4
..11.1000
s= = = 159,9 mm.
, 594,03
S (2.h = 2.110 = 220 mm)
Dipilih yang kecil, jadi pakai s = 135 mm (< 230,882 mm)
1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Luas tulangan = = = 703,6 mm2 > As,u (OK)
135
Jadi pakai tulangan pokok As = D11 135 = 703,6 mm2

b) Tulangan tumpuan :
Mlx = 7,07 kNm
Mu 7,07.10 6
K = .b.d = 0,8.1000.85 = 1,223 Mpa < Kmaks

2.K 2(1,223)
a =(1 1 0,85.).d = (1 1 0,85.20 ).85 = 12,23 mm

Tulangan pokok :
0,85.fc .a.b 0,85(20)(12,23)(1000)
As = = = 594,03 mm
350
1,4
Fc < 31,36 Mpa, jadi As,u .b.d = (1,4.1000.85)/350 =340 mm2
Dipilih yang besar, jadi As,u = 594,03 mm2

Jarak tulangan :
1 1
4
..D.S 4
..11.1000
s= = = 159,9 mm.
, 594,03
S (2.h = 2.110 = 220 mm)
Dipilih yang kecil, jadi pakai s = 135 mm (< 230,882 mm)
1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Luas tulangan = = = 703,6 mm2 > As,u (OK)
135

Tulangan bagi

Asb = 20%. As,u = 20%(594,03 ) = 118,8 mm

Asb = 0,002.b.h = 0,002.1000.110 = 220 mm2

Dipilih yang paling besar, jadi Asb,u = 220 mm2

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 14


1 1
..D.S ..7.1000
4 4
Jarak tulangan: s= = = 174,840 mm.
, 220

s (5.h = 5.110 = 550 mm)

dipilih yang kecil jadi s = 115 mm


1 1
4
..D.S 4
..7.1000
luas tulangan = = = 334,478 mm2 > As,u (OK)
115

jadi pakai: tulangan pokok As = D11 135 = 703,6 mm2

tulangan bagi Asb = D7 115 = 334,478 mm2

Penulangan pada arah bentang Iy

a) Tulangan lapangan

Mly (+) = 5,84 kNm, ds = 25+D = 25 + 10 = 35 mm.

Mu 5,84.106
K= = = 1,30 Mpa < Kmaks
.b.d 0,8.1000.75

2.K 2.(1,30)
a =(1 1 0,85.).d = (1 1 ).75 = 11,47 mm
0,85.20

Tulangan pokok :

0,85.fc .a.b 0,85(20)(11,47)(1000)


As = = = 557,11 mm2
350
1,4
Fc < 31,36 Mpa, jadi As,u .b.d = (1,4.1000.75)/350 =300 mm2

Dipilih yang besar jadi, As,u = 557,11 mm2


1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Jarak tulangan: s= = = 170,50 mm.
, 557,11

s (2.h = 2.110 = 220 mm)

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 15


dipilih yang kecil, jadi dipakai s = 165 mm (<170,50 mm).
1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Luas tulangan = = = 575,67 mm2 > As,u (OK)
165

Jadi dipakai tulangan pokok As= D11 165 = 575,67 mm2

b) Tulangan tumpuan

Mty (-) = 5,84 kNm

Mu 5,84.106
K= = = 1,30 Mpa < Kmaks
.b.d 0,8.1000.75

2.K 2.(1,30)
a =(1 1 0,85.).d = (1 1 ).75 = 11,47 mm
0,85.20

Tulangan pokok :

0,85.fc .a.b 0,85(20)(11,47)(1000)


As = = = 557,11 mm2
350
1,4
Fc < 31,36 Mpa, jadi As,u .b.d = (1,4.1000.75)/350 =300 mm2

Dipilih yang besar jadi, As,u = 557,11 mm2


1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Jarak tulangan: s= = = 170,50 mm.
, 557,11

s (2.h = 2.110 = 220 mm)

dipilih yang kecil, jadi dipakai s = 165 mm (disamakan dg tulangan lapangan).


1 1
4
..D.S 4
..11.1000
Luas tulangan = = = 575,67 mm2 > As,u (OK)
165

Tulangan bagi

Asb = 20%. As,u = 20%(575,67) = 115,13 mm

Asb = 0,002.b.h = 0,002.1000.110 = 220 mm2

Dipilih yang paling besar, jadi Asb,u = 220 mm2

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 16


1 1
..D.S ..7.1000
4 4
Jarak tulangan: s= = = 174,840 mm.
, 220

s (5.h = 5.110 = 550 mm)

dipilih yang kecil jadi s = 115 mm


1 1
4
..D.S 4
..7.1000
luas tulangan = = = 334,478 mm2 > As,u (OK)
115

jadi pakai: tulangan pokok As = D11 165 = 575,67 mm2

tulangan bagi Asb = D7 115 = 334,478 mm2

Dyah Ayu Pegawati (14.22201-028) Struktur Beton Bertulang 2 - UMT 17