Anda di halaman 1dari 29

Tipe dan Jenis Detonator

1. Pengertian umum detonator


Detonator adalah alat pemicu awal yang rnenirnbulkan inisiasi dalarn bentuk
letupan (Iedakan kecil) sebagai bentuk aksi yang rnernberikan efek kejut ternadap
bahan peledak paka detonator atau primer. Detonator disebut dengan blasting
capsule atau blasting cap. Adapun pengelompokkan jenis detonator didasarkan
atas sumber energi pemicunya, yaitu api, listrik, dan benturan (impact) yang
mampu memberikan energi panas didalam detonator, sehingga detonator meletup
dan rusak. Spesifikasl fisik dari d e t o n a t o r secara urnum se bagai berikut:

Sentuk tabung silinder


Diameter 6-8mm
Tinggi 50-90 mm
Bahan selubung luar Terbuat dari aluminium, tembaga
.Ienis detonator biasa salah satu ujung tabung terbuka
Jenis detonator listrik pada salah satu ujung tabung terdapat dua
Jenis detonator nonel kawat pada salah satu ujung t&bung
terd~!pat sumbu non-eieciric (nonel) terbuat
Muatan detonator dan plastik.
semua ienis detonator berisi bahan oeledak
~, 1

kuat (high explosive dengan jurnlah tertentu


yang menentukan kekuatannya dan bahan
penimbul panas
Seperti telah diuaraikan di atas bahwa setiap tabung detonator bermuatan bahan
peledak kuat. Terdapat dua jenis muatan bahan peledak di dalam detonator yang
masing-masing fungsinya berbeda, yaitu :
1) Isian utama (primary charge) berupa bahan peledak kuat yang peka (sensitif).
Fungsinya adalah menerima efek panas dengan sangat cepat dan meledak
menimbulkan gelombang kejut.
2) Isian dasar (base charge) disebut juga isian sekunder acaiah bahan peiedak kuat
dengan VoD tinggi. Fungsinya adalah menerima gelombang kejut dan meledak
dengan kekuatan besamya tergantung pada be rat isian dasar tersebut.

Kekuatan ledak (strength) detonator ditentukan oleh jumlah isian oasarnya dan
diidentifikasi sebagai berikut (dari leI Explosive):
]
. detonator No. 6 0,22 gr PETN (Penta Erythritol Tetra Nitrate)
detonator No. 8 0,45 gr PETN
detonator No. 8* 0,80 gr PETN
Jadi daya ledak detonator No. 8 lebih kuat dibanding detonator No. 6. kadang-
kadang diproduksi juga detonator No.4, yang berarti kandungan PETN lebih kecil
dari 0,22 gr, untuk kepertuan tertentu.

Disamping pengelompokan detonator berdasarkan energi pernicunva, detonator pun


diketornpokkan berdasarkan waktu rneledaknya. yaitu:
instentenoous detonator adalah detonator yang meledak lanqsunq setelah
surnber energi menqinisiasi isian primer dan sekunder; dan
delay detonator adalah detonator yang dapat menunda surnbcr ~nergi
beberapa Saat, yattu antara .puluhan millisekon sampai sekon atau detik,
untuk meledakkan isian primer dan sekunder.

3. Detonator biasa (plain detonator)


Merupakan detonator yang pertama kali dipergunakan untuk kepertuan
peledakan, baik industri maupun militer. Ukuran tabung detonator biasa adalah
diameter 6,40 mm dan panjang 42 mrn dengan bagian-bagian sebagai berikut (lihat
Garnbar 3.'1):
1) Ramuan pembakar (ignition mixture) terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan
berfungsi untuk meneruskan api dari sumbu bakar.
2) Isian utama berupa bahan peledak kuat dengan kepekaan tinggi, biasanya
ASA, yaitu campuran lead azide atau lead stypnate dan aluminium, sehingga
seketika setelah menerima panas dari rarnuan pembakar, maka isian utama ini
akan meledak dan menimbulkan gelombang kejut.
3) Isian dasar berupa bahan peledak kuat dengan VoD tinggi yang akan
terinisiasi oleh gelombang kejut isian primer. Karena isian dasar ini
mempunyai VoD tinggl, akan mampu meledakkan bahan peledak peka
detonator sebagai primer. Kandungan isian dasar bisa PETN atau TNT (Tri
Nitro Toluene).
4) Tabung silinder terbuat dari bahan tembaga atau aluminium yang mudah
rusak apabila terkena ledakan.
5) Ruangng kosong separuh lebih ketinggian detonator disediakan untuk
menyisipkan surnbur bakar atau sumbu api atau safety iuse, karena urnurn-
nya jenis detonator biasa in; selalu dikornbinasikan dengan sumbu api.

tabung silinder isian dasar


(shell) (base charge)

ramuan pembakar
isian utama
(Ignition mixture)
(primer charge)
ruang kosong disediakan untuk
sumbu bakar (safety fuse)

Gambar 3.1. Sketsa penampang detonator biasa

Detonator biasa selalu dipakai atau dikombinasi dengan surnbu api atau sumbu
bakar otau safety fuse apabila akan digunakan untuk meiedakken bahan galiar..
Aoabila peledakan dengan detonator listrik tidak memungkinkan. maka akan arnan
mengunakan detonator biasa.

6
Beberapa hal yang wajib dipernatikan di dalam menangani detonator biasa agar
terjamin keselamatan kerjanya adalah:
1) Detonator tidak boleh diperfakukan kasar, misalnya diiempar atau dipukul-
pukul
2) Periksa apakah ada benda masuk ke dalam atau menyumbat detonator
3) Isian detonator tidak boleh dikorek-korek atau dipadatkan
4) Detonator diiarang dipanaskan, senantiasa ada dalam kotaknya dan hanya
diambil pada saat akan disambung dengan sumbu api
5) Hindarkan detonator agar tidak kemasukan air

4. Detonator listrik (electric detonator).

Kandungan isian pada detonator listrik sarna dengan pada detonator biasa
yang mernbedakan keduanya adalah energi panas yang dihasilkan. Pada setiap
detonator listrik akan selalu dilenqkapi dengan dua kawat yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dengan detonator tersebut, Nama kawat tersebut adalah leg wire.
Ujung kedua kawat di dalam detonator listrik dihubungkan degan kawat hal us (bridge
wire) yang akan memijar setelah ada hantaran listrik. Kawat halus diselubungi oleh
ramuan pembakar yang secara keseluruhan disebut fusehead. Apabila pijar dan
kawat halus teroentuk, maka ramuan pembakar langsung teroakar dan tirnbul
energi panas dalam ruang detonator. Mekanisme peledakan selanjutnya sarna seperti
pada detonator biasa.

7
tabung silinder isian dasar
(shell) (base charge)

ramuan pembakar
isian utama
(Ignition mixture)
(primer charge)
ruang kosong disediakan untuk
sumbu bakar (safety fuse)

Gambar 4.1. Sketsa penampang detonator listrik

Keuntungan pemakaian detonator listrik dibanding detonator biasa adalah:


1) Dengan adanya elemen tunda dalam detonator, pola peledakan rnenjadi lcbih
bervariasi dan arah serta fragmentasi peledakan dapat oiatur dan diperbaiki .
2) Penanganan lebih mudah dan praktis
Sedangkan kelemahannya terutama dipandang dari sudut keselarnata. I keria
peledakan sebagai berikut:
1) Tidak boleh diqunakan pada cuaca mendung
~, apaiagi disl::rtai ~{iiC1t\ karena
~
kilatan dapat mengaktifasi aliran listrik, sehingga akan terjadi oeledakan
prematur
2) Pengaruh gelombang radio, televisi, dan "arus uar" atau stray currents dan
listrik statis (static electricity) dari dalarn bumi serta arus Ii :;ink tamnya
dapat pula mengaktifasi a!iran listrik pada detonator
3) Membutuhkan peralatan peledakan khusus listrik, yaitu sumber arus hstnk,
alat penguji tahanan, dan peralatan listrik lainnya yang tentunya ada biaya
yang harus dikeluarkan.
Panjang legwire bervariasi. sehingga dapat disesuaikan dengan kedalaman
lubang ledak. Hindari adanya sambungan kawat di dalam lubang ledak.
Kalaupun terpaksa sambungan harus dibuat di daiam lubang ledak, yaitu legwire
disambung connecting wire, maka sambungan harus diisolasi dengan benar agar
air dalam lubang ledak tidak meresap ke dalam kawat tersebut Apabila hal tersebut
terjadi akan menimbulkan arus pendek yang hasilnya adalah ledakan prematur
atau gagal ledak.

b. Detonator listrik tunda


Gambar 4.3 mernoertihatkan detonator listrik tunda buatan
"Ireco" sarah satu anqqots Oyno Explosives Group.
Mekani~tnH pembentukan energi oauas rnulai
...d.ar; mernijarxan kawat halus sarnpai rarnuan pernbakar terbakar
dan i'uSfJf?E'eJatJ .' membara adaiah sarna dengan pada detonator
iangsung. Selanjutnya ::~darah,hhai: pada Gambar 4.1.b, enerqi
panas di dalam luang detonator yang tEm;is<l i:tciQk langsung
memicu peledakan 'isian utama, tetapi energi panas tersebut
diramoat-
kan beberapa saat melalui media elem.,en tunda (delay element)
sampt-~t,C~kbin\y(~
menyentuh isian utama. Selanjutnya proses peledakan detonate:
sarna ~3'2!:pertt pada detonator listrik langsung. Sebaqai eiemen
tunda bisa berbf3'otuk media logam penghantar panas yang
waktunya sudan terukur atau bernentuk serouk kimiawi yang
juga penghantar panas dan st..dah diukur rarna kecepatan
rambatnya. Panjanq-pendek elerne n tunda menentukan harga waktu
tundanya dan

iO
sekaligus memberi kenampakan fisik detonator secara menyeluruh, yaitu ada
detonator yang lebih panjang atau lebih pendek dan iainnya.

Gambar 4.3. Detonator listrik tunda (treco)

Terdapat tiga macam wsktu tunda ,Ja!am detonator iistrjk, yaiiu h;::!fsecono,
quartersecond dan millisecond. Tabel 4.1 adalah conton inierv,?'1 l:Ilfrl1d,):
'!r.I;::';I:;Yl:.~but dan interval waktu terkecil dalam perecakan adalah 25 rns, sehingga
:;ekul9 waktu rnenjadi 25, 50, 75, 100, 125 ms, dan seterusnys.

Tabel 4.1. Interval waktu tW1(H~pada


cl~)torvJtor

riail~nd Quarte~~~d~-~---- :[-~--~~~!::~;_~;;~~~~C!----.._'-----_--_


~ sekon = 500 ms ~ sekon = 250 !TIS 1 X'COJ sehon
-I,ms 2~'~~_-~=
1 sekon = 1000 ms ~ sek~~ = ~_~~;-- -'r-:!;~;~~~;-;;~~(;~~--;:~'

.~..~.:~~:;e~~;i~.(.~:l'=~;I~?:_,~:~:

11
64-err1"' 521
r

Setiap produsen memberikan cin khusus untuk membedakan masing-masing


sistem waktu tundanya, misalnya dengan wama, nama seri, atau nama khusus.
Demikian juga dengan interval harga waktu tunda dan tiap sistern tersebut,
biasanya hanya dibedakan menggunakan warna label penuniuk waktu tunda
(delay tag color) dan pernberian strip atau gans dengan wama berbeda pada
detonatomya. Halfsecond dan quartersecond diistilahkan juga sebagai Long
Period atau (LP) sedangkan millisecond sebagal MS.

Umumnya harga waktu tunda nominal tidak disebutkan, tapi yang ditunjukkan
pada delay tag hanya nornor, misalnya nomor 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Untuk
menterjernahkan nomor tersebut lihat dahulu sistem waktu tunda yang terdapat
pada detonator atau kotak detonator. Apabila sistem waktu tundanya ms, maka
nornor 0 artinya langsung (instantaneous), nomor 1 = 25 rns, nomor 2 = 50 ms,
dan seterusnya. Kadaog-kadang tidak tepat benar kelipatannya, rnisalnya nomor
10 seharusnya sarna dengan 250 ms, tetapi ada produsen menuiisnya 300 ms.
Hal tersebut jangan rnenjadi masalah karena nilai yang tertulis merupakan hasil uji
mereka sebelum didistribusikan ke pengguna akhir. Tabel 4.2 dan 4.3 rnernper-
lihatkan contoh waktu tunda dan nilai nominalnya.

Tabel 4.2. Nornor waktu tunda dan ni\8! nominal waktu tunda
untuk tambang batubara (Ou Pont, 1980)

._------,_._._---------,-._-------------_.-
Nominal Delay Leg wire
No. Delay Time Tag Band Color
Delay
(ms) Insulation Color's
COIOf
------.~--------.--.-----.-...-'--
1 25 Blac V.'11ite
2 100 Pin
k Pink
3 175 Blu
k Llgh~ Blue
4 250 Oranqe
e Orange
5 325 Green Medium
6 400 Gol GreenGOld
7 500 Red
d Red
8 600 Light Green Light
9 700 White VVhite Pink
Greenand
10 800 White Wnit Pink
Wbileand
e White
12
11 900 \/Vhrte \.Nhile Pink and
12 1000 White
.._.'-_. ._-,----_._---_.---_---- _._---_-- 'JIJrlite
_ .._ ..White Pink and Vvilitc:
._._-_-_-_._

12
Tabel 4.3. Nomor waktu tunda dan nilai nominal waktu tunda

lei Explosives Du Pont ms Delay Series


(1989) (1980)
---_. ---
No. Short Second Delay Time
Delays
Delay Tag
Delay Delays Color Delays
(ms) (ms) (ms)
(ms) .
-----
--
0 5 5 0 0
1 30 30 500 25 Black
2 55 55 1000 50 Red
3 80 80 1500 75 Blue
4 105 135 2000 100 Lilac
5 130 165 2500 125 Green
6 155 195 3000 150 Orange
7 180 230 3500 175 White
8 205 265 4000 200 Olive
9 230 300 4500 250 Brown
10 255 410 5000 300 Buff
11 280 480 5500 3.50 \t'Y1-I~t8
12 305 560 400 White
13 335 650 450 White
i4 365 500 White
15 395 600 White
16 425 700 White
17 455 800 White
i8 485 900 White
19 515 1000 VVhite
20 .545
21 575
22 ';.05
23 635
?-4 655 I
I
25 595
26 725
27 7S!:)
28 785
29 815
30 845 ':"-", -----, -_._-----_----
'\

c. Detonator listrik khusus

'13
Adalah detonator yang khusus dirancanq untuk keqiatan tertentu di luar kegiatan peledakan
penambangan bahan gaiian, diantaranya adalah detonator seisrnik dan di bawah permukaan
air.

'13
r
!

I
1
I.
Detonator listrik seismik: Mempunyai spesifikasi detonator nomor 8 bintang (8*)
yang kekuatannya hampir dua kali nomor 8 (Iihat halaman 6). Tabung detonator
terbuat dari aluminium dan fusehead terbentuk dari zat kimia styphnate sebagai
ramuan pembakar. Tanda yang penting dari detonator seismik adaiah bahwa jeda
waktu antara saat mulai listrik dikontak dengan peledakan detonator dibuat
sependek mungkin. Caranya adalah dengan menggunakan alat pemicu ledak
(exploder shot atau blasting machine) berkapasitas atau voltage tinggi. Untuk
melindungi adanya "arus liar" dan listnk statis ujung kedua kawat utama

I (lead wires) harus dihubungkan dan diisolasi. Kawat utama cibuat ekstra kuat
terhadap tarikan, yaitu dan bahan pembuat PVC. Untuk jarak yang pendek, yaitu
kurang dan 20 m, kemasannya digu!ung; sedangkan untuk jarak yang jauh sekitar
20 m lebih menggunakan rei (lihat Gambar 4.4).

Detonator listrik bawah air: Disebut juga submarine detonator denqan soesitikasi
mirip denqan detonator seismik. Diameter kawatnya lebih besar dan pada
detonator seismic. Ujung atas detonator di press ganda oleh alat crimper (double
circular crimp), sehir:gga tahan berada dalam air sedalam 90 m selama 2 minggu.

Gambar 4.4. Detonator listrik seismik dan bawah air


(lei Explosives,
1988)
14
5. Detonator nonel Detonator
nonel (non-electric) dirancang untuk mengatasi kelemahan yang ada pada detonator listrik,
yaitu dipengaruhi oleh arus listrik liar, statis, dan kilat serta air. Akhimya diketemukan suatu
proses transmisi signal energi rendah gelombang kejut menuju detonator tanpa
mempengaruhi bahan peledak yang digunakan. Transmisi signal terjadi di dalam suatu
sumbu (tube) berdiameter 2 - 3 mm terbuat dari semacam lapisan plastik yang pada bagian
dalamnya dilapisi dengan materia! reaktif yang sangat tipis. Ketika inisiasi dilakukan, signal
energi rendah tersebut bergerak disepanjang sumbu yang kecepatan propagasinya enam kali
kecepatan suara (2000 m/s). Fenomena gelombang kejut tersebut, yang sarna dengan
ledakan debu pada tarnbang batubara bawah tanah, rnerupakan rarnbatan gelombang
kesegala arah, saling mernbentur dan menikung di baqian dalam surnbu. Bagian luar
sumbu tidak rusak oleh gerakan gelombang kejut yang tidak beraturan tadi karena jumlah
reaktif material didalarnnya hanya sedikit (satu lapis).

a. Cara menqinlsiasi sumbu nonel


Satu ruas "sumbu none!" tnonel tube) disebut juga "sumbu signa!" terinisiasi secara
langsung (instantaneous), kecuali sudah dipasang detonator tunda oleh pabrik
pembuatnya. Terdapat :-~bE:rapa cara yang dC::t}Dt cWakuk~J.nuntuk menqlnisiasi atau
rnenyulut sumbu nonel, yaitu:
1) menggunakan satu detonator, baik detonator biasa atau listrik,
2) rnenggunakan sumbu iedak (detonating cord). atau
3) rnenggunakan starter non-electric yang dinamakan shotgun atau _~_.':~.,t+_iror_

b. Komponen utama satu set detonator nonel


Detonator nonel diterima konsumen sudah dengan sumbu siqnalnya yang rnerupakan
satu xesatuan yang tidak terpisankan. i(Oii-IPi,)i-iGri :..;t8iTI<J S8t:: ~~;~t detonator
nonel adalah sebagai berikut:
1) Sumbu nonel, berfungsi sebagai saluran signal enerqi rnenuiu detGnai Of
tunda. Sumbu ini mempunyai panjang yang berbeda, sehingga perni!i!1ann;a harus
disesuaikan dengan kedalarnan :Llbang Iedak. Pada baqian ujung

15
sumbu dipres atau ditutup yang .disebut dengan ultrasonic seal. Jangan coba- coba
memotong ultrasonic seal ini karena uap air akan masuk kedalam sumbu dan
dapat menyebabkan gagal ledak. Sumbu nonel terdiri dan tiga lapisan, yaitu
lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam yang masing- masing berfungsi
sebagai berikut (Iihat Gambar 4.5):
Lapisan luar: untuk ketahanan terhadap goresan dan perlindungan
terhadap ultra violet
Lapisan tengah: untuk daya regang dan ketahanan terhadap zat kimia
Lapisan dalam: menahan bahan kimia reaktif, yaitu jenis HMX atau
octahydrotetranitrotetrazine dan aluminium, pad a tempatnya. HMX ber-
suhu stabil dan memiliki densitas serta kecepatan detonasi yang tinggi.

lapisan luar
I
I

~san -:3Iaril-/

Gambar 4.5. Baqian-baqian surnbu none!

Secara kescluruban sumbu nonel terbuat dad plas!l~ c;en~(.;l" i.{u:;~~H8.s


terseleksi.' sehinqqa:
tidak sensitif terhadap energi listrik ,dan l.tansfl'lisi ~b(;:~C!,
4P tidak terinisiasi oleh api, pukulan atau gesekan,
geloro.::>angkejut dengan gas yar.g ~;nas dipf.HHAKanUH~Uk. inisiasi,.
sumbu dapat saling menyilang tanpa rnenginisiasi atau merusak sumbu
lainnya

16
i
2) Detonator nonel, yang berkekuatan nomor 8. Komponen utama dalam
I '
detonator nonel sarna dengan detonator listrik yang rnernbedakannya hanya
pad a rnekanisrne pernbentukan energi panasnya (Iihat Garnbar 4.6).

tabung alumunium elem!l transisi


I penyumbat anti-statis
I
oelaois baia ! sumbu
none!

i
isian utama elemen tunda plug penutup
isian dasar
tidak tembus
air

G~l_I'T!b84r _6_ B8gi::ln dal:;jm rietQhator nonel

3) Label tunda, yaitu label dengan wama tertentu yang menandakan tipe pnode
tunda halfsecond, quartersecond, atau millisecond dan waktu nominal
ledaknya (Iihat Gambar 4.7).
:!,) " ".~I" . cl:"1 ".,cr.I-...:- men.. vJ is~::i-,ok.a. 'n. in"'.c co~rlet. F
~ a~ iuj'll' v'-
'\.l~o,h1 -...:....c1.:.o. ' deto ) ..:.. 4. silita.<;;:.s( .l0-"d,,", v
. +"_n.~t.',_,~!'.,-,""
,t ..:')

selalu ada atau modelnya yang berbeoc ~E!lat GambaI' 4,?}.

nonel
label tunda

Garnbar 4.7. RJ" hook dan label tunda pada detonator nonel
(lei Explosives,
1988)
17

I
r

c. Waktu tunda detonator nonel


Penentuan waktu tunda detonator nonel lebih bervariasi karena pemasangannya dapat
dilakukan di dalam lubang ledak dan di permukaan, yaitu:
1) di dalam lubang ledak disebut in-hole delay atau waktu tunda dalam lubanq,
yaitu sekuen waktu meledaknya bahan peledak dan setiap lubang tedak,
2) di permukaan disebut trunk/ine delay atau waktu tunda permukaan, yaitu sekuen
waktu tunda antar lubang di permukaan.
Oleh sebab itu, produsen bahan peledak membuat detonator nonel yang khusus untuk
dipermukaan maupun di dalar;n lubang ledak. Bentuk detonator nonel di dalam lubang
ledak tidak dilengkapi dengan slot penjepit, sementara untuk yang dipermukaan dilengkapi
dengan slot penjepit yang berfungsi untuk menyambung antar sumbu nonel atau dengan
sumbu ledak (detonating cord), lihat Gambar 4.8,
4.9 dan 4.10. Waktu tunda detonator di permukaan lebih kecil dibanding detonator di dalam
lubang ledak; artinya detonator diperrnukaan harus r;neledak terlebih dahulu untuk
mengirim signal ke detonator di daiam lubanq. Contoh waktu tunda detonator nonel terlihat
pada Tabel 4.4.

Gambar 4.8. Detonator nonel dalam lubang ledak atau in-hole delay
(Dyno Nobel,
2002)

18
.,it
1'+
b

blok pengikat
sumbu le<iak
atau none!
lain

Gambar 4.9. Detonator nonei di permukaan atau trunklme delay


(Dyno Nobel,
2002)

19
Gambar 4.10. Detonator nonel di perrrtukaan atau trunkfine delay
(leI Explosives.
1988)

20
Tabel 4.4. Waktu tunda detonator nonel

DynoNobe/ lei Explosives


Periode
tunda tunda
Waktu tunda I Waktu
MS LP t) MS LP

0 - 25 l 0 0
1 25 500 ! 25 200
2 50 800 50 j 400
3 75 1 1100 I 75 \ 600
1
4 100 1400 t 100 I 1000
5 125 1700 I 125 J 1200
I
I
7 I
8 200 I 2700 200 2000
I 3100I 250 2400
9 225
10 250 3500

12 300 4400 400 1 4600


13 325 4900 450 5500
1,,1 ~<;() I !
~j()r) ':;{ll')
~M){)
15 375 5900 600 7400
16 400 6500 8500
17 425 7200 9600
18 450 BOD
19 475 O
20 500
21
22
,.,~
L":>
l~
24 I r~
25
26
! :; I . t

d. Lead-in line atau extenaaiine'


Adalah alat penyambung yang dirancanq untuk menghubungl<,:~n K'a~-
~~l'i'diC~if;ii.i5h:;mi peledakan nonel dengan alat pemicu tedak. leI-Explosives

21
menarnakannya Primadet Lead-in UnG, sedanqkan Nitro Nobel iTK:>nyehubliya
Extendstino atau bisa dinamakan "sumbu nonel utama". Bentuk teeo-in line sarna
denqan sumbu none! dan berfungsi sebagai penqinisiasi utarna ranqkaian peledakan.
Salah satu ujung lead-in line dihubungkan ke pernicu ledak none! (shotgun},
sodanqkan ujung
lainnya dilengkapi dengan detonator nonel ineienteneous yang tertetak dioalarn

22
blok plastik. Penyambung ini dilarang digunakan untuk menyambung antar
lubang
(trunkline) atau sebagai sumbu di dalam lubang (dovmline).
Spesifikasi umum lead-in line atau extendafine sebagai berikut:
Q Sumbu : sumbu nonel standar untuk permukaan
Q Diameter sumbu : 3 mm (ekstemal)
q Panjang sumbu : 100 m - 3000 m (dikemas dalam rot)
Kecepatan detonasi : 2i 00 300 mfs

a. Extendafine 3000 m (Dyna Nobel) D. Primsoet teeo-in Jine80 m


(Ie! Explosives)

Garnbar 4.10. Lead--in line atau extenda/ine

I
Garnbar 4.13. Sen produk none I dan Dyne Nobel atau Dyno Westfanner

we 1N

21
I
T
I

6. Rangkuman

a. Detonator adalah alat pernicu awal yang menimbulkan inisiasi dalam bentuk
letupan (Iedakan kecil) sebagai bentuk aksi yang memberikan efek kejut
terhadap bahan peledak peka detonator atau primer.
b. Kekuatan detonator ditentukan oleh isian bahan dasarnya dan yang umum
dipakai pada penarnbancan bahan galian adalah detonator ber-kekuatan
nomor 8.
c. Jenis-jenis detonator ada!ah detonator biasa, listrik, dan nonel yang masing-
masing dibedakan dari cara pembentukan panas untuk meng-inisiasi bahan
peledak yang ada di dalam detonator.
d. Ditinjau dari waktu meledaknya detonator dibagi dua tipe, yaitu detonator
langsung (instantaneous) dan tunda (delay).
e. Cara menginisiasi setiap jenis detonator adalah sebagai berikut:
detonator biasa diinisiasi oleh panas hasil dari pembakaran sumbu api
(safety fuse),
detonator listrik diinisiasi oleh panas dari fusehead hasil pernijaran kawat
halus (bridge wire) setelah kontak listrik dilakukan,
detonator nonel diinisiasi oleh signal yang menimbulkan geiombang kejut
yang mengasilkan gas yang panas
f. Detonator biasa tidak mempunyai nilai tunda, apabila dipertukan bisa denqan,
cara membedakan panjang sumbu apinya
g. Detonator listrik tunes hanya bisa dipasanq di dalarn iuballH i8{J81<:.
h. Detonator nonel tunda bisa dipc:ts~!lg di dalam lubanq, disebut in-note (il::'r~W,
dan dipermukaan, tnmkline atau surface delay
i. Untuk menimbulkan gelombang. kejut dalarn sumbu none! dipertukan
benturan hebat yang bisa dihasilkan olen :
detonator ~istrik atau biasa yang ditempelkan kuat-kuat ke sumbu nonel
starter non-electric yang dinamakan shotgun atau snottuer
j. Lead-in line adalah sumbu nonel panjanq y:m9 menqhubunqkan ranqkaian
peledakan dengan shotgun.

22
7< Tugas-tugas 1 dan kunci jawaban

A. Lembar kerja 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat, lingkarilah A, B, C, atau D.
1) Secara normal detonator meledak disebabkan oleh adanya :
A. ledakan awal
B. efek panas
C. getaran yang hebat
D. semua jawaban benar
2) Kekuatan suatu detonator ditentukan oleh:
A. berat isian dasar
B berat isian utama
C berat isian dasar dan utama

3) Detonator nomor 8 adalah detonator yang sering dipakai pada peledakan


penambangan bahan galian, sebab:
A energi isian utama cukup unluk rnenqinisiasi primer
B. detonator nomor 6 tidak bisa digunakan untuk penambangan
C energi isian dasar bisa menginisiasi primer
D. harganya lebih murah
4) Menangani detonator C:O:S2 ~~3.rus 'skSiTc3 :,o;jllati cJibarlc1ing
denqan detonator listrik dan nonel agar tidak kehilangan kekuatan
1(.:,(j;_4kny~~ <:::~b~::1\.):
A. Inisiasinya dengan pernbakaran
~.,
B. salah satu ujungnya terbuka dan harus disambunq (lulu d(,;i-,~j;.:.",
~>:Jfr:;~iv
fuse
C. Muatan isian dasarnya sanqat sedikit
D. salah satu ujungnya terbuka sehingga ada kernunqkinan uap air bisa
masuk keda.arn detonator
5) Dibanding detonator biasa, detonator listrik rnernpunyai keunqqulan 1:-!e;~CFx:

23
adanya waktu tunda Apa yang menyebabkan terjadinya penundaan setelah
ada inisiasi ?

24
A. adanya elemen tunda yang terbuat dan logam atau bahan peledak
lemah
B. adanya isian utarna yang peka
C. adanya isian dasar yang sangat tinggi VoDnya
D. adanya fusehead yang menimbulkan pijar
6) Untuk menyambung rangkaian peledakan nonel kealat pemicu starter none/
" akan dihubungkan oieh:
A. kawat
listrik B. lead-
in line C.
safety fuse
O. detonating cord

7) Surnbu nonel diaktifasi atau diinisiasi oleh benturan kejut yang hebat dari:
A. detonator biasa atau detonator listrik
B. starter none! atau shotiire
C. detonating cord 5 grIm
D. semua benar
8) Bila jumlah waktu tunda ranqkaian detonator nonel di daiarn lubang ledak (in-
hale delay) 10.000 rns, rnaka waktu tunda di permukaan harus:
A. lebih cesar i 0.000 ms
B. sama dengan 10.000 rns
C. lebih kecil 10.000 ms
D. bisa iebiri besar atau lebih kecil 10.000 rns

Berilah tanda silanq pada k.otak YA untuk jawaban yang benar, dC-inpada kotak
TIOAK untuk jawaban yang satan.
9) Kekuatan arus yang dihantarkan ke detonator listrik a9cl!' meledak harus ~ebin
besar dibanding arus liar at8.t~ .':;Iri;s stat:,
DYA [=] TIDAK
10) Pada sistem interval waktu tunda MS, bila pada label detonator 'istrik tertera
angka 10, artinya adalah 10 MS
DYA r-] TID/\K

24
11) Sumbu detonator nonel mudah meledak oleh gesekan dan dapat terinisiasi
oleh panas
DYA OTIDAK
12) Dibagian dalam sumbu nonel terdapat bahan kimia reaktif HMX yang bersuhu
stabil serta merniliki densitas dan kecepatan detonasi yang tinggi
D YA OTIDAK
'(3) Susunan satu set detonator nonei adaiah; sumbu nonei, label tunda, "J" hook,
dan detonator nonel
DYA D TIDAK
14) Sumbu nonel hanya bisa diaktifasi atau diinisiasi oleh alat starter nonei.
DYA 0TIDAK

15) Ketika akan menentukan nilai waktu tunda detonator nonel in-hole defay,
maka nilainya harus lebir: besar dibanding surface delay.
DYA D TIDAK

25