Anda di halaman 1dari 2

Mengurangi Bullwhip Effect

Pemahaman mengenai penyebab bullwhip effect akan mengarahkan pada solusi


mengurangi bullwhip effect. Levi, Kaminsky, dan Levi (2009) memberikan beberapa solusi
praktis dalam mengurangi bullwhip efffect ini.

Mengurangi ketidakpastian

Bullwhip effect terjadi karena ketidakpastian (informasi) yang cukup tinggi. Ketidakpastian
informasi dapat dikurangi dengan melakukan sentralisasi sistem manajemen informasi
persediaan dalam sistem rantai pasok. Sentralisasi saluran pemasaran dan distribusi akan
memudahkan dalam melakukan peramalan persediaan. Persediaan yang berlebih (excess stock)
di suatu gudang lokasi saluran distribusi tertentu akan segera dipindahkan ke gudang lokasi
saluran distribusi lain yang mengalami kekurangan persediaan (shortage).

Sayangnya, sentralisasi sistem manajemen informasi persediaan harus dibayar (trade-off) dengan
menurunnya efektivitas sistem rantai pasok. Sentralisasi saluran pemasaran dan distribusi akan
mendorong kelambatan dalam merespon kebutuhan konsumen, karena keputusan bisnis terpusat.

Mengurangi variabilitas

Pengurangan bullwhip effect dilakukan dengan cara mengurangi variabilitas yang inherentdalam
proses permintaan konsumen. Contoh aplikasi adalah menerapkan program everyday low
pricing. Alih-alih menerapkan promosi melalui diskon harga, toko pengecer menerapkan
program everyday low pricing ini untuk menciptakan harga yang stabil, sehingga tidak akan
menghadapi panic order atau rush order dari konsumen yang berperilaku membeli banyak pada
program diskon.

Dengan harga yang stabil akan berimplikasi pada permintaan barang dari konsumen yang relatif
stabil, dus akan mengurangi variabilitas.

Mengurangi lead time


Lead time dapat dikurangi dengan menerapkan sistem informasi yang terintegrasi dalam proses
tahapan rantai pasok. Contoh aplikasi adalah menerapakan sistem EDI (Electronic Data
Interchange), yang menyediakan pertukaran data secara realtime atas setiap proses pergerakan
barang dari pemasok ke pabrikan sampai ke konsumen akhir.

Kerja sama strategik

Bullwhip effect dapat dikurang dengan cara membangun kerjasama strategik antar pihak dalam
setiap rantai pasok. Kerja sama dengan pemasok melalui berbagai bentuk supply
contract seperti vendor managed inventory (VMI), dimana pabrikan mengelola persediaan
berdasarkan tingkat persediaan produk di toko pengecer, oleh karena itu pabrikan selanjutnya
menentukan tingkat persediaan yang disimpan di gudang pabrikan dan berapa persediaan yang
harus dikirim ke toko pengecer setiap periode. Dengan demikian dalam VMI, pabrikan tidak
mendasarkan pada pesanan permintaan persediaan dari toko pengecer, melainkan penentuan
persediaan disesuaikan dengan tingkat persediaan yang ada di toko pengecer, tanpa harus
menunggu permintaan pesananan persediaan dari toko pengecer. Dus, VMI akan menghindari
terjadinya bullwhip effect.