Anda di halaman 1dari 8

PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN

GEDUNG KANTOR PERTANAHAN KOTA PAREPARE


M. Asad Abdurahman, A. Subhan Mustari, Ferdiansyah I. Halim
Abstrak
Penelitian ini mencoba untuk menganalisis bahwa pada proyek pembangunan gedung
kantor pertanahan kota Parepare, khusunya pada pekerjaan beton kolom lantai I, pekerjaan
dinding lantai I dan II, pekerjaan keramik Lantai I dan II dan pengecetan lantai I dan II dapat
dilakukan VE karena dari referensi yang sudah ada . VE memberikan dampak positif berupa
efisiensi biaya tanpa mengurangi fungsi utama. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap
rencana kerja rekayasa nilai, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap
rekomendasi. Proyek ini terdiri dari 2 lantai dan membutuhkan dana sebesar Rp.
2.680.000.000,00. Sehingga terdapat total penghematan biaya sebesar Rp. 533.595.287,76

Kata Kunci: Rekayasa Nilai, Biaya, Alternatif

PENDAHULUAN yang tidak mungkin untuk melakukan


Proyek Konstruksi berkembang analisis yang sempurna untuk semua
sejalan dengan perkembangan dan detail perencanaan yang begitu banyak
kemajuan teknologi. Bidang-bidang dari suatu proyek untuk mencapai
kehidupan manusia makin beragam keseimbangan fungsional yang terbaik
sehingga menuntut jasa konstruksi antara biaya, penampilan, reabilitas tanpa
membangun proyek-proyek konstruksi mengadakan Value Engineering Review.
yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Penghematan efisiensi anggaran dari pihak
Proyek konstruksi untuk bangunan gedung owner yang berdasarkan permintaan agar
perkantoran atau sekolah dan perumahan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
akan sangat berbeda dengan konstruksi diperkecil. Oleh karena itu dilakukan
bangunan pabrik, begitu juga dengan penghematan tanpa mengurangi kualitas
konstruksi bangunan bendungan, jembatan, bangunan tersebut. Berkaitan dengan hal
jalan dan proyek sipil lainnya. Proyek tersebut di atas, maka penulis mengangkat
konstruksi semakin hari semakin kompleks contoh kasus pada pekerjaan proyek
dan membutuhkan biaya yang besar, pembangunan Gedung Kantor Pertanahan
sehingga membutuhkan perhatian dalam Kota Parepare.
pengelolaan waktu dan sumber daya lebih
baik lagi. Suatu studi yang dilakukan untuk Pengertian Rekayasa Nilai
menilai sejauh mana kesiapan pelaksana
konstruksi di Indonesia dalam upaya untuk Menurut DellIsola (1975),
meningkatkan nilai (value) suatu produk Rekayasa Nilai adalah teknik manajemen
konstruksi dengan mengurangi pemborosan yang menggunakan pendekatan sistematis
(waste) yang terjadi dalam proses
pelaksanaan proyek konstruksi. Dasar
pemikiran yang mendasari perlunya
Value Engineering adalah bahwa pada
setiap kegiatan konstruksi selalu terdapat
biaya-biaya yang tidak diperlukan. Biaya
tersebut tidak terlihat atau disadari oleh
pemilik, perencana, maupun pelaksana
kegiatan tersebut. Merupakan suatu hal
untuk mencari keseimbangan fungsional
yang terbaik antara biaya, mutu dan kinerja
suatu proyek. Rekayasa Nilai bukan hanya
menganalisis suatu biaya, tetapi fungsi
yang diberikan oleh setiap elemen
bangunan dari perencanaan tersebut
sebelum menerapkan Rekayasa Nilai.
Tujuan Rekayasa Nilai
Rekayasa Nilai merupakan disiplin
manajemen yang memfokuskan
perhatiannya pada fungsi dasar suatu desain
atau proses konstruksi. Rekayasa Nilai
menekankan pada pencapaian fungsi dasar
biaya siklus hidup proyek terendah, tahap
melakukan pengurangan terhadap kualitas
dan estetika yang biasa diterima. Rekayasa
Nilai mendorong dilakukannya evaluasi
terhadap sistem konstruksi dan material
baru melalui desain yang inovatif.
Seringkali pengendalian biaya
berarti mengurangi fungsi fasilitas atau
mengurangi kualitas estetika. Konstribusi
Rekayasa Nilai terhadap manajemen biaya
adalah memungkinkannya pengurangan
biaya tanpa mengkompromikan fungsi atau
estetika yang dipersyaratkan. Oleh karena
itu Rekayasa Nilai bisa digambarkan
sebagai suatu pengendalian biaya yang
kreatif, untuk memenuhi target biaya klien
dengan menghasilkan yang terbaik untuk
proyek..
Value Enginering Job Plan Dalam penelitian ini terdapat dua
Pada tahap kerja rekayasa nilai ini jenis data yang akan digunakan, yaitu:
digunakan metode 4 langkah sesuai teori 1. Data Primer
Dell Isola dengan alasan untuk Data primer dapat berupa data-data
mengaplikasikan dan menyelesaikan tahap teknis dari proyek, seperti gambar
perencanaan kerja rekayasa nilai secara bestek, daftar harga satuan, RAB,
terarah dan praktis. Adapun langkah- Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
langkah dalam penyelesaian rekayasa nilai 2. Data Sekunder
dengan metode 4 langkah yaitu tahap Data sekunder adalah data-data pendukung
informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan yang dapat dijadikan input dan referensi
tahap rekomendasi dalam melakukan analisis rekayasa nilai,
METODOLOGI seperti daftar harga satuan dan analisa
Secara skematis metodologi pekerja, data bahan atau material bangunan
penelitian dapat dilihat pada diagram alir yang digunakan, data alat-alat berat, data
(flowchart) sebagai berikut tenaga kerja, dan data-data lainnya yang
Gambar.1. Diagram Alir Penilitian bias dijadikan referensi dalam menganalisis
rekayasa nilai.
Data Penelitian
Metode Analisa
Dalam peneitian penerapan Alternatif yang tepilih pada tahap
rekayasa nilai pada proyek ini digunakan analisa diajukan pada tahap ini yang
metode atau teknik rencana kerja rekayasa selanjutnya disampaikan secara tertulis
nilai berdasarkan teori DellIsola (1975) kepada pemilik proyek. Penyampaian
yang terdiri dari tahap informasi, thap tersebut harus dilakukan dengan baik
kreatif, tahap analisa, tahap rekomendasi. dan meyakinkan serta disajikan sejelas
a. Tahap Informasi mungkin dengan memakai sketsa dari
Tahap informasi dilakukam dengan item yang terpilih
mengumpulkan data-data proyek yaitu
gambar desain dan RAB. Mempelajari HASIL DAN PEMBAHASAN
gambar perencanaan dan RAB untuk
mendapatkan masing-masing komponen A. Tahap Informasi
dari item pekerjaan dan biaya pekerjaan. a. Identifikasi item pekerjaan
Menyusun informasi harga item Dilakukan penyusunan breakdown
pekerjaan dengan membuat cost model cost model dari biaya item-item pekerjaan
proyek. Setelah itu menentukan item pada proyek ini. Hasil Tersebut
pekerjaan yang berbiaya tinggi dari data dicantumkan di tabel 1
cost model kedalam tabel breakdown
cost model. Menggabarkan item
pekerjaan terpilih dalam bentuk grafik
hokum distribusi pareto. Menganalisa
lebih lanjut dalam analisa fungsi seperti
menentukan fungsi dasar item
pekerjaan, menentukan fungsi
komponen item pekerjaan. Menentukan
rasio cost/worth yang merupakan indeks
nilai biaya disbanding nilai manfaat.
b. Tahap Kreatif
Setelah diperoleh item-item yang
memungkinkan untuk dilakukan
rekayasa nilai, dilakukan pengumpulan Tabel 1. Breakdown Cost Model
ide dan berfikir secara kreatif untuk
mendapatkan alternatif desain yang Berdasarkan breakdown cost model
dapat memenuhi fungsi dasar item kerja tersebut didapatkan biaya item pekerjaan
tersebut. Pada tahap kreatif ini dilakukan dari yang tertinggi sampai terendah.
dengan cara membagikan kueisioner Selanjutnya untuk menemukan batasan
pada pihak yang berpengalaman untuk item kerja berbiaya tinggi digunakan grafik
mendapatkan alternatif desain yang hokum distribusi pareto pada gambar 2.
dapat memenuhi fungsi dasar item kerja Berdasarkan gambar tersebut di dapatkan 7
tersebut. item pekerjaan berbiaya tinggi yaitu Beton
c. Tahap Analisa Lantai II, Beton Lantai I, Kusen pintu dan
Setelah dilakukan penilaian terhadap jendela lantai II, Konstruksi atap, pek.
keuntungan serta kerugiannya, Tanah dan pondasi, pek lantai I dan pek
alternatif-alternatif tersebut dianalisa lantai II.
pengaruhnya terhadap biaya daur
proyek. Masing-masing alternatif
dibandingkan terhadap biaya
kepemilikan dan pengoperasian fasilitas
d. Tahap Rekomendasi
120.00 A1 Pasangan dinding batako(1:5) plesteran
(1:5)
100.00 Tabel 5. Pengumpulan alternatif pek. Dinding
lantai II
Tahap Kreatif
80.00
Pengumpulan alternatif
Item: Pekerjaan Dinding lantai II
60.00
Fungsi: Membatasi Ruangan
No Alternatif
40.00
A0 Pasangan batu bata(1:4) plesteran (1:5)
20.00
A1 Pasangan dinding batako(1:5) plesteran
(1:5)
Tabel 6. Pengumpulan alternatif Pek. Keramik
0.00 lantai I
gambar 2. Diagram Pareto Tahap Kreatif
Pengumpulan alternatif
b. Identifikasi item berbiaya tidak Item: Pekerjaan Keramik lantai I
diperlukan Fungsi: Melapisi Lantai
No Alternatif
Selanjutnya melakukan analisa
A0 Keramik lantai 60x60, rabat beton lantai
fungsi untuk mendapatkan perbandingan T=5cm
antara biaya dan manfaat (c/w). Hail A1 Keramik lantai 40x40, rabat beton lantai
rekapitulasi analisa fungsi dicantumkan T=5cm
pada tabel 2. Tabel 7. Pengumpulan alternatif Pek Keramik
Tabel 2. Rekapitulasi Analisa Fungsi lantai II
No Item Pekerjaan C/W Tahap Kreatif
1 Pek. Beton Lantai I 1,21 Pengumpulan alternatif
2 Pek. Dinding Lantai I 2,18 Item: Pekerjaan Keramik lantai II
3 Pek. Dinding Lantai II 2,18 Fungsi: Melapisi Lantai
4 Pek. Keramik Lantai I 1,20 No Alternatif
5 Pek. Keramik Lantai II 1,20 A0 Keramik lantai 60x60, rabat beton lantai
6 Pek. Pengecetan Lantai I 1,32 T=5cm
7 Pek. Pengecetan Lantai II 1,88 A1 Keramik lantai 40x40, rabat beton lantai
T=5cm
Tabel 8. Pengumpulan Alternatif pekerjaan
B. Tahap Kreatif pengecetan Lantai I
Berdasarkan hasil diskusi yang Tahap Kreatif
dilakukan oleh pihak-pihak yang Pengumpulan alternatif
berpengalaman didapatkan alternative Item: Pekerjaan pengecetan lantai I
untuk tiap item pekerjaan yang Fungsi: menciptakan keindahan
dicantumkan dalam tabel 3 sampai tabel 9 No Alternatif
Tabel 3. Alternatif pek beton lantai I A0 Cat dinding setara mowilex interior, cat
Tahap Kreatif dinding mowilex exterior
Pengumpulan alternatif A1 Cat dinding setara metrolite interior, cat
Item: Pekerjaan Beton Lantai I dinding metrolite exterior
Fungsi: Menyalurkan Beban Tabel 9. Pengumpulan alternatif pekerjaan
pengecetan lantai II
No Alternatif
Tahap Kreatif
A0 Kolom (50/50) K225 pembesian 20D16 Pengumpulan alternatif
A1 Kolom (40/40) K225 pembesian 16D13 Item: Pekerjaan pengecetan lantai II
Tabel 4. Alternatif pekerjaan dinding lantai I Fungsi: menciptakan keindahan
Tahap Kreatif No Alternatif
Pengumpulan alternatif A0 Cat dinding setara mowilex interior, cat
Item: Pekerjaan Dinding lantai I dinding mowilex exterior
Fungsi: Membatasi Ruangan A1 Cat dinding setara metrolite interior, cat
No Alternatif dinding metrolite exterior
A0 Pasangan batu bata(1:4) plesteran (1:5)
C. Tahap Analisa
Life Cycle Cost digunakan sebagai Pek.
Desain
2 Dinding Rp90,386,785.17
salah satu kriteria pemilihan alternatif. Di Lantai I
Awal
22.13%
dalam LCC masing-masing alternatif terdiri Alterna
Rp74,005,834.32
tif
dari initial cost, replacement cost, salvage Pek.
cost, operational cost, dan maintenance Desain
3 Dinding Rp106,466,441.35
Awal
cost. Rekapitulasi LCC masing-masing Lantai II 22.13%
Alterna
item pekerjaan. tif
Rp87,171,347.05
Tabel 10. Rekapitulasi Besarnya Penghematan Pek.
Desain
Initial Cost 4 Keramik Rp135,889,702.81
Awal
Alternat Lantai I 24.45%
Item Penghemat
No if Nilai (Rp) Alterna
Pekerjaan an (%) Rp109,190,393.75
. Desain tif
Pek.
Desain
Pek Beton Desain 166,604,711. 5 Keramik Rp176,027,574.08
Awal
1 Lantai I Awal 27 Lantai II 28.99%
9.79%
Alterna
Rp136,466,710.94
Alternat 151,742,802. tif
if 82 Pek.
Desain
Pek. 6 Pengecetan Rp27,502,975.81
Awal
Dinding Desain 79,923,263.4 Lt I 24.19%
2 Lantai I Awal 1 Alterna
26.12% Rp22,145,886.33
tif
Alternat 63,370,712.2 Pek.
Desain
if 6 7 Pengecetan Rp45,412,933.87
Awal
Pek. Lt II 21.86%
Dinding Desain 94,141,476.7 Alterna
Rp37,266,558.02
3 Lantai II Awal 8 tif
26.12%
Alternat 74,644,254.7
if 8 D. Tahap Rekomendasi
Pek. Setelah dilakukan analisa pemilihan
Keramik Desain 105,769,420. alternatif dengan metode Analisa Biaya
4 Lantai I Awal 20
23.16% Siklus Hidup (Life Cycle Cost Analysis)
Alternat 85,879,651.8 secara keseluruhan dari beberapa alternatif
if 0
Pek.
yang ada, tahap yang dilalui selanjutnya
Keramik Desain 131,132,520. dan merupakan tahap akhir dalam
5 Lantai II Awal 00 penerapan Rekayasa Nilai sesuai Rencana
28.99%
Alternat 101,661,480. Kerja Rekayasa Nilai adalah tahap
if 00 rekomendasi. Pada tahap ini, yang
Pek.
Pengecet Desain 25,776,557.8
dilakukan adalah memberikan rekomendasi
6 an Lt I Awal 2 atas hasil studi analisa yang telah
24.12%
dilaksanakan unutk dijadikan sebagai alat
Alternat 20,767,798.7
if 4 bantu dalam mengambil langkah-langkah
Pek. penghematan biaya pada Proyek
Pengecet Desain 43,245,824.1
7 an Lt II Awal 5
Pembangunan Gedung Kantor Pertanahan
21.86% Kota Parepare.
Alternat 35,528,587.3 Tsbel 12. Tahap Rekomendasi Pek. Kolom
if 5 Lantai I
TAHAP REKOMENDASI
Tabel 11. Rekapitulasi Besarnya Penghematan
NPV
Alterna Penghe
Item Item Pekerjaan : Pekerjaan Beton Lantai I
No. tif Nilai (Rp) matan
Pekerjaan
Desain (%) Fungsi : Menyalurkan Beban
Pek Beton Desain 1
1 Rp165,294,208.37
Lantai I Awal . Desain Awal
9.81%
Alterna Pek. Kolom (50/50 Cm) Beton K.225, pembesian kolom
Rp150,530,814.91
tif (20 D16)
2
. Usulan
Pek. Kolom (40/40 Cm) Beton K.225, pembesian kolom 4 Dasar
(16 D13) . Pertimbangan :
3 Penghematan 9.79 Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
. Biaya = 151,742,802.82 = % Cycle Cost (LCC)

Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek


4 Dasar Tabel 14. Tahap Rekomendasi Pekerjaan Keramik
. Pertimbangan : Lantai I
Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
Cycle Cost (LCC) TAHAP REKOMENDASI

Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek Item Pekerjaan : Pekerjaan Keramik Lantai I

Tabel 13. Tahap Rekomendasi pekerjaan dinding


lantai I Fungsi : Melapisi Lantai
TAHAP REKOMENDASI 1
. Desain Awal

Item Pekerjaan : Pekerjaan Dinding Lantai I


Pek. Pas. Keramik Lantai 60 x 60 cm, Pek. Rabat Beton
Lantai T = 5 cm
Fungsi : Membatasi Ruangan
1 2
. Desain Awal . Usulan
Pek. Pasangan 1/2 Batu Bata ( 1 : 4), Pek. Plesteran
Tembok ( 1 : 5 ),
Pek. Pas. Keramik Lantai 40 x 40 cm, Pek. Rabat Beton
pek. Acian
Lantai T = 5 cm

2 3 Penghematan 23.16
. Usulan
. Biaya = 85,879,651.80 = %
Pasangan dinding batako 1pc:5ps, Pek. Plesteran
Tembok ( 1 : 5 ),
4 Dasar
pek. Acian
. Pertimbangan :
Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
3 Penghematan 26.12 Cycle Cost (LCC)
. Biaya = 63,370,712.26 = %
Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek

4 Dasar Tabel 15. Tahap Rekomendasi Pekerjaan Keramik


. Pertimbangan : Lantai II
Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
Cycle Cost (LCC) TAHAP REKOMENDASI

Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek Item Pekerjaan : Pekerjaan Keramik Lantai II

Tabel 13. Tahap Rekomendasi Pek. Dinding Lantai Fungsi : Melapisi Lantai
1
II
. Desain Awal
TAHAP REKOMENDASI

Pek. Pas. Keramik Lantai 60 x 60 cm, Pek. Rabat Beton


Item Pekerjaan : Pekerjaan Dinding Lantai II Lantai T = 5 cm
Fungsi : Membatasi Ruangan 2
1 . Usulan
. Desain Awal
Pek. Pasangan 1/2 Batu Bata ( 1 : 4), Pek. Plesteran Pek. Pas. Keramik Lantai 40 x 40 cm, Pek. Rabat Beton
Tembok ( 1 : 5 ), Lantai T = 5 cm
pek. Acian
3 Penghematan 28.99
2 . Biaya = 101,661,480.00 = %
. Usulan
Pasangan dinding batako 1pc:5ps, Pek. Plesteran
4 Dasar
Tembok ( 1 : 5 ),
. Pertimbangan :
pek. Acian Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
3 Penghematan 26.12 Cycle Cost (LCC)
. Biaya = 74,644,254.78 = %
Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek
Tabel 16. Tahap Rekomendasi Pek. Pengecetan PENUTUP
Lantai I
TAHAP REKOMENDASI Kesimpulan
Item Pekerjaan : Pekerjaan Pengecetan Lantai I
Dari analisa dan pembahasan pada
bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan
Fungsi : Menciptakan Keindahan
1
beberapa hal sebagai berikut:
. Desain Awal 1. Dalam penenelitian penerapan
Pek. Cat Dinding Setara Mowilex Interior, Pek. Cat rekayasa nilai pada proyek ini
Dinding Mowilex Exterior,
Pek. Cat Kayu ( Kusen,Pintu Jendela ), Pek. Cat Plafond digunakan metode atau teknik
dan Les Rencana Kerja Rekayasa Nilai
(Value Engineering Job Plan)
2 berdasakan teori DellIsola (1975)
. Usulan
Pek. Cat Dinding Setara Metrolite Interior, Pek. Cat yaitu rencana kerja rekayasa nilai
Dinding setara Metrolite Exterior yang terdiri dari tahap informasi,
Pek. Cat Kayu ( Kusen,Pintu Jendela ), Pek. Cat Plafond
dan Les
tahap kreatif, tahap analisa, dan
tahap rekomendasi.
3 Penghematan 24.12
2. Analisa yang digunakan dalam
. Biaya = 20,767,798.74 = % tahap analisa Rencana Kerja
Rekayasa Nilai adalah analisa biaya
4 Dasar siklus hidup (Life Cycle Cost).
. Pertimbangan : 3. Berdasarkan hasil analisa fungsi
Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
Cycle Cost (LCC) pada tahap informasi dari
Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek
keseluruhan item pekerjaan,
diperoleh 4 item pekerjaan yang
Tabel 17. Tahap Rekomendasi Pek. Pengecetan mempunyai rasio C/W
Lantai II (Cost/Worth) > 1, sehingga layak
TAHAP REKOMENDASI untuk diadakan penerapan
Rekayasa Nilai, yaitu:
Item Pekerjaan : Pekerjaan Pengecetan Lantai II
a. Pekerjaan Beton Lantai I
Fungsi : Menciptakan Keindahan b. Pekerjaan dinding lantai I
1
. Desain Awal dan II
Pek. Cat Dinding Setara Mowilex Interior, Pek. Cat c. Pekerjaan keramik lantai I
Dinding Mowilex Exterior,
Pek. Cat Kayu ( Kusen,Pintu Jendela ), Pek. Cat Plafond
dan II
dan Les d. Pekerjaan pengecatan lantai
I dan II
2 4. Total keseluruhan penghematan
. Usulan gedung kantor pertanahan kota
Pek. Cat Dinding Setara Metrolite Interior, Pek. Cat
Dinding setara Metrolite Exterior Parepare sebesar Rp.
Pek. Cat Kayu ( Kusen,Pintu Jendela ), Pek. Cat Plafond 533.595.287,76 dengan rincian :
dan Les
a. Pekerjaan beton lantai I
merekomendasikan
3 Penghematan 21.86
. Biaya = 35,528,587.35 = % alternatif desain akhir
dengan biaya penghematan
4 Dasar sebesar Rp. 151.742.802,82
. Pertimbangan : atau 9.79%
Berdasarkan analisa Biaya Siklus Hidup proyek/ Life
Cycle Cost (LCC)
b. Pekerjaan dinding lantai I
Tidak bertentangan dengan batasan dalam proyek merekomendasikan
alternatif sebagai desain
akhir dengan biaya
penghematan sebesar Rp. saat awal perencanaan
63.370.712,26 atau 26,12% pembangunan, sehingga dapat
c. Pekerjaan dinding lantai II memberikan hasil yang optimal.
merekomendasikan
alternatif desain akhir DAFTAR PUSTAKA
dengan biaya penghematan
sebesar Rp. 74.644.254,78 DellIsola, A. 1975. Value Engineering in
atau 26,12% the Construction Industry. New York
d. Pekerjaan keramik lantai I : Van Nostrad Reinhold Company
merekomendasikan
alternatif desain akhir Zimmerman, L. W. & Hart, G. D. (1982).
dengan biaya penghematan Value Engineering : A Practical
sebesar Rp. 85.879.651,80 Approach for Owners, Designer, and
atau 23.16% Contractors. New York : Van
e. Pekerjaan keramik lantai II Nostrald Reinhold
merekomendasikan
alternatif desain akhir Dean, A. 2013. Penerapan Rekayasa Nilai
dengan biaya penghematan Pada Proyek Pembangunan Gedung
sebesar Rp. 101.661.480,00 Research center ITS Surabaya. Tugas
atau 28,99% Akhir: Surabaya ; ITS
f. Pekerjaan pengecetan
Lantai I merekomendasikan Wicaksono, A. Y. 2012. Penerapan
alternatif sebagai desain Rekayasa Nilai Pada Proyek
akhir dengan biaya Pembangunan Universitas Katolik
penghematan sebesar Rp. Widya Mandala Pakuwon City
20.767.798,74 atau 24,12% Surabaya. Tugas Akhir : Surabaya ;
g. Pekerjaan pengecetan ITS
Lantai II
merekomendasikan
alternatif sebagai desain
akhir dengan biaya
penghematan sebesar Rp.
35.528.587.35 atau 21,86%

5.2 Saran
Penulis menyimpulkan saran
sebagai berikut:
1. Dalam studi penerapan Rekayasa
Nilai sebaiknya dilaksanakan oleh
suatu tim studi yang terdiri dari
pakar atau ahli yang profesioanl
dan berwawasan luas dalam
bidangnya masing-masing sesuai
objek studi yang akan dianalisa,
sehingga kriteria-kriteria yang
terkait dengan objek studi dapat
ditentukan mendekati nilai ideal.
2. Penerapan Rekayasa Nilai di
lapangan sebaiknya dilakukan pada