Anda di halaman 1dari 2

Bimbingan / Lecture / Diskusi

1. Thanatologi
2. Visum et Repertum
3. Traumatologi
4. Kejahatan Seksual
5. Pembunuhan anak sendiri dan abortus
6. Asfiksia mekanik

Simulasi Kasus / Bimbingan

1. Anamnesa
2. Pemeriksaan Fisik Korban Hidup dan Korban Mati
3. Pemeriksaan tambahan
4. Diagnosis kerja / Kesimpulan
a. Korban hidup : Derajat kualifikasi Luka
b. Korban mati : Sebab Kematian
c. Lama kematian dan unsur luka
d. Tanda kekerasan atau mekanisme trauma
e. Mekanisme sebab kematian
f. Hal lain yang bermanfaat bagi proses penyelidikan seperti:
- Luas dan kedalaman luka bakar
- Arah dan jarak luka tembak
- Tanda persetubuhan
- DLL
5. Tatalaksana kerja ( cara membuat visum )
1. Identifikasi (umum dan khusus)
2. Deskripsi Luka / tanda kekerasan
3. Cardinal Asfiksia pada korban mati
4. Tanda pasti kematian (kaku/lebam mayat/ pembusukan)
5. DLL
6. Perilaku profesional :
- Informed Consent
- Rahasia Medis
- Rekam medis
- Tatacara pelayanan visum et repertum
- Tatacara membuat surat kematian
- Tatacara memeriksa dan melayani serta memulangkan korban
- Etik medikolegal

7. Edukasi kepada pasien / Keluarga Korban / Penyidik

o Undang undang yang berhubungan dengan forensik (KUHAP dan KUHP)


o Saksi Ahli
o Proses peradilan pidana
Penyelidikan
Penyidikan
Penentuan di pengadilan
Penjatuhan vonis
o Masalah-masalah hukum lainnya terkait dengan forensik medicine
Simulasi kasus

1. Trauma tumpul
2. Trauma tajam
3. Trauma tembak
4. Trauma bakar karena api dan cairan
5. Trauma bakar karena listrik
6. Trauma bakar karena zat kimia
7. Asfiksia Mekanik
a. Gantung
b. Jerat
c. Cekik
d. Bekap
e. Drowning
f. Choking and Gagging
g. Sufokasi
h. Cros Asfiksia
8. Perkosaan dan Perbuatan cabul (kejahatan seksual)
9. Abortus dan pembunuhan anak sendiri
10. Sudden death