Anda di halaman 1dari 13

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN METODE

ANALISIS GAS CROMATOGRAFY MASS SPECTROMETRY (GCMS)

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN METODE


ANALISIS
GAS CROMATOGRAFY MASS SPECTROMETRY (GCMS)

A. Defenisi Gas Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)


GCMS merupakan metode pemisahan senyawa organik yang
menggunakan dua metode analisis senyawa yaitu kromatografi gas (GC)
untuk menganalisis jumlah senyawa secara kuantitatif dan spektrometri
massa (MS) untuk menganalisis struktur molekul senyawa analit.
Gas kromatografi merupakan salah satu teknik spektroskopi yang
menggunakan prinsip pemisahan campuran berdasarkan perbedaan
kecepatan migrasi komponen-komponen penyusunnya. Gas kromatografi
biasa digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang terdapat pada
campuran gas dan juga menentukan konsentrasi suatu senyawa dalam fase
gas.
Spektroskopi massa adalah suatu metode untuk mendapatkan berat
molekul dengan cara mencari perbandingan massa terhadap muatan dari
ion yang muatannya diketahui dengan mengukur jari-jari orbit
melingkarnya dalam medan magnetik seragam.
Penggunaan kromatografi gas dapat dipadukan dengan spektroskopi
massa. Paduan keduanya dapat menghasilkan data yang lebih akurat
dalam pengidentifikasian senyawa yang dilengakapi dengan struktur
molekulnya.
Kromatografi gas ini juga mirip dengan distilasi fraksional,
karena kedua proses memisahkan komponen dari campuran terutama
berdasarkan pada perbedaan itik didih (atau tekanan uap). Namun,
distilasi fraksional biasanya digunakan untuk memisahkan komponen-
komponen dari campuran pada skala besar, sedangkan GC dapat
digunakan padaskala yang lebih kecil (yaitu mikro)(Pavia:2006).

B. Instrumentasi Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)


Rangkaian instrumentasi untuk gas kromatografi dan spekstroskopi
massa bergabung menjadi satu kesatuan rangkaian yang sering disebut
dengan GCMS. Secara umum rangkaian GCMS :
Gambar 1. Diagram Alir Kromatografi Gas-Cair
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Gas_chromatographydiakses
tanggal 12 Des 2011)
Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing instrument pada
rangkaian GCMS.
1. Instrumentasi Gas Kromatografi
a. Carrier Gas Supply
Gas pembawa (carrier gas) pada kromatografi gas sangatlah penting.
Gas yang dapat digunakan pada dasarnya haruslah inert, kering, dan
bebas oksigen. Kondisi seperti ini dibutuhkan karena gas pembawa ini
dapat saja bereaksi dan dapat mempengaruhi gas yang akan dipelajari
atau diidentifikasi.
b. Injeksi Sampel
Sejumlah kecil sampel yang akan dianalisis diinjeksikan pada mesin
menggunakan semprit kecil. Jarum semprit menembus lempengan karet
tebal (Lempengan karet ini disebut septum) yang mana akan mengubah
bentuknya kembali secara otomatis ketika semprit ditarik keluar dari
lempengan karet tersebut.
c. Kolom
Ada dua tipe utama kolom dalam kromatografi gas-cair. Tipe pertama,
tube panjang dan tipis berisi material padatan; Tipe kedua, lebih tipis dan
memiliki fase diam yang berikatan dengan pada bagian terdalam
permukaannya. Ada tiga hal yang dapat berlangsung pada molekul
tertentu dalam campuran yang diinjeksikan pada kolom:

Molekul dapat berkondensasi pada fase diam.


Molekul dapat larut dalam cairan pada permukaan fase diam
Molekul dapat tetap pada fase gas
2.Instrumentasi Spekstroskopi massa
a. Sumber Ion
Setelah melewati rangkaian gas kromatografi, sampel gas yang akan
diuji dilanjutkan melalui rangkaian spekstroskopi massa. Molekul-molekul
yang melewati sumber ion ini diserang oleh elektron, dan dipecah menjadi
ionion positifnya. Tahap ini sangatlah penting karena untuk melewati
filter, partikel-partikel sampel haruslah bermuatan.
b. Filter
Selama ion melui rangkaian spekstroskopi massa, ion-ion ini melalui
rangkaian elektromagnetik yang menyaring ion berdasarkan perbedaan
masa. Para ilmuwan memisahkan komponen-komponen massa untuk
kemudian dipilih yang mana yang boleh melanjutkan yang mana yang
tidak (prinsip penyaringan). Filter ini terus menyaring ion-ion yang
berasal dari sumber ion untuk kemudian diteruskan ke detektor.
c. Detektor
Ada beberapa tipe detektor yang biasa digunakan. Detektor ionisasi
nyala dijelaskan pada bagian bawah penjelasan ini, merupakan detektor
yang umum dan lebih mudah untuk dijelaskan daripada detektor
alternatif lainnya.
Dalam mekanisme reaksi, pembakaran senyawa organik merupakan
hal yang sangat kompleks. Selama proses, sejumlah ion-ion dan elektron-
elektron dihasilkan dalam nyala. Kehadiran ion dan elektron dapat
dideteksi. Seluruh detektor ditutup dalam oven yang lebih panas
dibanding dengan temperatur kolom. Hal itu menghentikan kondensasi
dalam detektor.
Hasil detektor akan direkam sebagai urutan puncak-puncak; setiap
puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor.
Sepanjang anda mengontrol secara hati-hati kondisi dalam kolom, anda
dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi
senyawa yang tampak-tentu saja anda atau seseorang lain telah
menganalisa senyawa murni dari berbagai senyawa pada kondisi yang
sama.

C. Prinsip Kerja Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)


1. Kromatografi Gas (Gas Chromatography)
Kromatografi gas (GC) merupakan jenis kromatografi yang
digunakan dalam kimia organik untuk pemisahan dan analisis. GC dapat
digunakan untuk menguji kemurnian dari bahan tertentu, atau
memisahkan berbagai komponen dari campuran. Dalam beberapa situasi,
GC dapat membantu dalam mengidentifikasi sebuah senyawa kompleks.
Dalam kromatografi gas, fase yang bergerak (atau "mobile phase")
adalah sebuah operator gas, yang biasanya gas murni seperti helium atau
yang tidak reactive seperti gas nitrogen. Stationary atau fasa diam
merupakan tahap mikroskopis lapisan cair atau polimer yang mendukung
gas murni, di dalam bagian dari sistem pipa-pipa kaca atau logam yang
disebut kolom. Instrumen yang digunakan untuk melakukan kromatografi
gas disebut gas chromatograph (atau "aerograph", "gas pemisah").
2. Spektroskopi Massa (Mass Spectrometry)
Umumnya spektrum massa diperoleh dengan mengubah senyawa
suatu sample menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan
berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan.
Spektroskopi massa mampu menghasilkan berkas ion dari suatu zat
uji, memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai dengan
perbandingan massa terhadap muatan dan merekam kelimpahan relatif
tiap jenis ion yang ada. Umumnya hanya ion positif yang dipelajari karena
ion negative yang dihasilkan dari sumber tumbukan umumnya sedikit.
3. Kombinasi GCMS
Saat GC dikombinasikan dengan MS, akan didapatkan sebuah
metode analisis yang sangat bagus. Peneliti dapat menganalisis larutan
organik, memasukkannya ke dalam instrumen, memisahkannya menjadi
komponen tinggal dan langsung mengidentifikasi larutan tersebut.
Selanjutnya, peneliti dapat menghitung analisa kuantitatif dari masing-
masing komponen. Pada Gambar 4, sumbu z menyatakan kelimpahan
senyawa, sumbu x menyatakan spektrum kromatografi, dan sumbu y
menyatakan spektrum spektroskopi massa. Untuk menghitung masing-
masing metode dapat divisualisasikan ke dalam grafik dua dimensi.
4. Metode Analisis Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)
Pada metode analisis GCMS (Gas Cromatografy Mass Spektroscopy)
adalah dengan membaca spektra yang terdapat pada kedua metode yang
digabung tersebut. Pada spektra GC jika terdapat bahwa dari sampel
mengandung banyak senyawa, yaitu terlihat dari banyaknya puncak (peak)
dalam spektra GC tersebut. Berdasarkan data waktu retensi yang sudah
diketahui dari literatur, bisa diketahui senyawa apa saja yang ada dalam
sampel.
Selanjutnya adalah dengan memasukkan senyawa yang diduga
tersebut ke dalam instrumen spektroskopi massa. Hal ini dapat dilakukan
karena salah satu kegunaan dari kromatografi gas adalah untuk
memisahkan senyawa-senyawa dari suatu sampel. Setelah itu, didapat hasil
dari spektra spektroskopi massa pada grafik yang berbeda.
Informasi yang diperoleh dari kedua teknik ini yang digabung
dalam instrumen GC/MS adalah tak lain hasil dari masing-masing spektra.
Untuk spektra GC, informasi terpenting yang didapat adalah waktu
retensi untuk tiap-tiap senyawa dalam sampel. Sedangkan untuk spektra
MS, bisa diperoleh informasi mengenai massa molekul relatif dari senyawa
sampel tersbut.

Tahap-tahap suatu rancangan penelitian GC/MS:

1. Sample preparation
2. Derivatisation
3. Injeksi
Menginjeksikan campuran larutan ke kolom GC lewat heated
injection port. GC/MS kurang cocok untuk analisa senyawa labil pada
suhu tinggi karena akan terdekomposisi pada awal pemisahan.

4. GC separation
Campuran dibawa gas pembawa (biasanya Helium) dengan laju
alir tertentu melewati kolom GC yang dipanaskan dalam pemanas. Kolom
GC memiliki cairan pelapis (fasa diam) yang inert.

5. MS detector
Aspek kualitatif : lebih dari 275.000 spektra massa dari senyawa
yang tidak diketahui dapat teridentifikasi dengan referensi komputerisasi.
Aspek kuantitatif : dengan membandingkan kurva standar dari
senyawa yang diketahui dapat diketahui kuantitas dari senyawa yang tidak
diketahui.

6. Scanning
Spektra massa dicatat secara reguler dalam interval 0,5-1 detik
selama pemisahan GC dan disimpan dalam sistem instrumen data untuk
digunakan dalam analisis. Spektra massa berupa fingerprint ini dapat
dibandingkan dengan acuan.
Daftar Pustaka
Fowlis, Ian A.,1998. Gas Chromatography Analytical Chemistry by Open
Learning. John Wiley & Sons Ltd: Chichester.
Pavia, Donald L., Gary M. Lampman, George S. Kritz, Randall G. Engel
(2006). Introduction to Organic Laboratory Techniques (4th Ed.). Thomson
Brooks/Cole. pp. 797817.
Skoog, Douglas A., Donald M. West, F. James Holler. 1991. Fundamental of
Analytical Chemistry. Seventh Edition. New York: Saunders College
Publishing.

Diposting 13th February 2012 oleh moh fuad rofiqi


Label: semangat pagi

fuad rofiqi

@fuadrofiqi

tulisan
gambar
cerita

Oct
21

Facing the Challenge of Crisis Energy in Indonesia through Synthesis


Renewable Diesel Using Hydrodeoxigenation Method

Over the last century most of the world's energy needs met by fossil fuels,
which consists of: crude oil 30%, natural gas 23%, coal 22%, 6% nuclear
and 19% renewable energy sources (Song, 2002). Based on these data, it
shows the high human dependence on oil and oil processing industry.
Gas Dehydration

Definisi

Membran didefinisikan sebagai hambatan selektif antara dua fase cairan.


Proses pemisahan gas memerlukan membran dengan permeabilitas dan
selektivitas tinggi yaitu membran asimetris.

Gas Kondensat

Pengertian

Gas kondensat adalah campuran berdensitas rendah dari suatu cairan


hidrokarbon yang berupa komponen gas dalam gas alam mentah yang
dihasilkan dari berbagai lapangan gas alam. Gas kondensat terbentuk
apabila suhu mengalami penurunan hingga dibawah dew point gas alam
tersebut.

Salt, The White Gold

History of Salt

As far back as 6050 BC, salt has been an important and integral part of the
worlds history, as it has been interwoven into the daily lives of countless
historic civilizations.

Aplikasi FCC, RFCC don RCC

Perkembongan industri pengilangan dalam era crude oil yang semakin


langka dan mahal, mendorong setiap refinery cenderung harus menekan
jumlah produknya yang bernilai ekonomi lebih rendah sekecil mungkin.
Jika mungkin, mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi
tinggi.

Sep
24

Sejarah Proses Cracking (Perengkahan)

Tinjauan Umum

Literatur pertama yang menceritakan tentang proses Thermal Cracking,


menceritakan bahwa proses ini dijumpai diawal tahun 1800-an, yakni
untuk merengkah minyak dari binatang (animal oils) menjadi komponen
ringan.

Sekilas tentang IKM UI

oleh: Moh. Fuad Rofiqi

Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia adalah wadah formal


dan legal bagi seluruh aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia.

Filtrasi

Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari
suatu slurry dengan menggunakan media porous, yang meneruskan zat
cairnya serta menahan padatannya, sehingga zat padat tersebut (cake)
bekerja sebagai media porous yang baru.

Al Fatihah

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yait

Persatuan Itu Bukan Hanya Mimpi

Perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dimusnahkan, hal ini


merupakan sesuatu yang membuat manusia menjadi mahluk yang unik.
Mulai dari tubuh kita sendiri, tidak ada yang tepat sama, hingga
masyarakat yang terdiri dari jutaan bahkan milyaran individu-indivudu.

Ekskursi DTK FT UI 2013

Ekskursi DTK UI 2013

by :

Moh.

Mesin Carnot
Sebuah proses reversibel didefinisikan sebagai sebuah proses yang dapat
dibalik tanpa meningggal jejak pada lingkungan. Atau dengan kata lain,
sebuah proses yang jika dibalik akan melalui lintasan yang sama. Proses
irreversibel adalah kebalikan dari proses reversible.

Radiasi Nuklir

1. Atom dan Unsur Radioaktif

istilah atom berasal dari bahasa yunani yaitu atomos yang artinya tidak
dapat dibelah lagi. Atom digunakan untuk menggambarkan unit terkecil
dari suatu zat atau materi yang tidak mungkin ada unit lain yang lebih
kecil dari atom.

Sebuah Pepatah Arab

"Ilmu yang tak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah"

Orang yang memiliki ilmu, tetapi tak mau mengamalkannya dalam sebuah
pepatah bagaikan pohon yang tidak menghasilkan buah. Ilmu yang
dianalogikan sebagai sebuah pohon, semakin banyak ilmu yang kita miliki
semakin teduh lah pohon itu.

the name (rofiqi)

Al Birru

Latar Belakang Munculnya Krisis Kependudukan di Kota-Kota Besar

Masalah kependudukan saat ini telah menjadi masalah yang semakin


rumit dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Selanjutnya Penduduk
suatu negara atau daerah dapat didefinisikan sebagai kumpulan manusia
yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu (Sri Haryati : 2007).

Ayat Hari Ini

Stop Burning Our Forest

original pic
from: http://fc06.deviantart.net/fs46/i/2009/230/0/5/Romanian_forest_by_L
or1en.jpg

edited by: Moh.

Poster Pembangkit Listrik Tenaga Osmosis

Krisis Energy Indonesia di depan Mata

Energy memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Tanpa kita


sadari semua hal yang ada dalam hidup kita semenjak kita terbangun
hingga kita memejamkan mata semuanya membutuhkan energy.

Jenis jenis Elektroda

1. Elektroda Pembanding

Di dalam beberapa penggunaan analisis elektrokimia, diperlukan suatu


elektrode pembanding (refference electrode) yang memiliki syarat harga
potensial setengah sel yang diketahui, konstan, dan sama sekali tidak peka
terhadap komposisi larutan yang sedang selidiki..

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN METODE


ANALISIS GAS CROMATOGRAFY MASS SPECTROMETRY (GCMS)

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN METODE


ANALISIS

GAS CROMATOGRAFY MASS SPECTROMETRY (GCMS)

A.

Korosi dan Konstruksi Bangunan

1. Korosi

1.1. Definisi korosi

Korosi adalah istilah kimia yang biasa digunakan untuk kerusakan logam
akibat proses elektro kimia. Korosi adalah suatu reaksi redoks
antara logam dengan berbagai zat yang ada di lingkungannya sehingga
menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.
Lemak dan Minyak

Lemak dan Minyak

Oleh : Moh. Fuad Rofiqi, 1006773282

A. Pengertian Lemak dan Minyak

Lipid terdiri dari banyak lemak seperti senyawa kimia yang tidak
larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik.