Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS PT.

ASTRA INTERNASIONAL, TBK


(EFE, MP3 DAN SWOT)
Laporan ini Disusun untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester Manajemen Strategi
Dosen Pengampu : Drs. Masluri, MM

Mia Ajeng Alifiana, SE, MBA

Disusun oleh :

Nama : Kholifatu Sakdiyah

NIM : 201411019

Kelas : 7-F

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

2017
BAB I

PROFIL PT. ASTRA INTERNASIONAL, TBK

(TOYOTA AUTO 2000)

Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama
PT. Astra International Incorporation (AII) oleh Bapak Drs. Tjia Kian Tie, Bapak
William Soerdjaya (Tjia Kian Liong), dan Bapak E. Harman (Liem Peng Hong). Pada
mulanya perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan umum, mulai dari menjual soft
drink, merek Prem Club dan juga ekspor-impor hasil bumi.
Pada tahun 1965 PT. Astra International Incorporation mengalihkan usahanya
menjadi pengimpor kendaraan bermotor, alat-alat berat, dan alat-alat teknik yang dapat
menunjang kebutuhan pembangunan nasional.
Pada tanggal 1 Juli 1969 PT. Astra International Incorporation mendapat
pengakuan resmi dari pemerintah sebagai agen tunggal mobil merek Toyota untuk
seluruh wilayah Indonesia. Sebagai kelanjutannya PT. Astra International Incorporation
membentuk Toyota Division yang menangani distributor dan pemasaran kendaraan
merek Toyota.
Pada tahun 1971 didirikan perusahaan baru dengan nama PT. Toyota Astra Motor
(TAM) yang merupakan patungan antara PT. Astra International Incorporation dengan
Toyota Motor Company (TMC). PT. Toyota Astra Motor ini kegiatannya yaitu
mengimpor mobil-mobil merek Toyota dalam keadaan Completely Knock Down (CKD)
dari Jepang, kemudian dirakit di PT. Multi Astra serta menyalurkan pada dealer-dealer
utama di Indonesia. Sehingga status agen tunggal Toyota untuk seluruh Indonesia
dialihkan kepada PT. Toyota Astra International Incorporation sejak itu berubah menjadi
penyaluran utama.
Tahun 1973, PT. Astra International Incorporation ditunjuk sebagai agen tunggal
untuk produk-produk Daihatsu, dengan demikian Toyota Astra Motor tidak hanya
memasarkan kendaraan merek Toyota saja tetapi juga kendaraan merek Daihatsu.
Karena perkembangan yang semakin pesat, maka pada tanggal 1 Januari 1976
didirikan PT. Astra Motor Sales (AMS) berdasarkan Akta Notaris Kartini Mulyadi, S.H.
No.195 tanggal 30 Juli 1975 dan No.52 tanggal 10 Oktober 1975. Sejak saat itu PT. Astra
Motor Sales menjadi penyalur utama mobil merek Toyota dan memiliki puluhan kantor
cabang.
Selanjutnya pada bulan Maret 1990, PT. Astra Motor Sales telah menjual sahamnya
(go public) terhadap masyarakat, dan pada saat bersamaan PT. Astra Motor Sales yang
berada di Jl. Asia Afrika No.125 Bandung diubah menjadi PT. All Toyota Divisions.
Dan pada tanggal 19 Februari 1991, berdasarkan Akta Notaris No.43 yang dibuat
oleh Ny. Indirani Soepojo, S.H. PT. All Toyota Division berubah menjadi PT. Astra
International Tbk. Toyota Sales Operation Cabang Bandung atau yang lebih dikenal
dengan nama AUTO 2000. AUTO 2000 ini merupakan tempat penjualan
resmi Authorized Main Dealerbagi kendaraan merek Toyota yang berkantor pusat di Jl.
Gaya Motor III No.3 Jakarta 14330.

Visi dan Misi PT. Astra International Tbk.

1. Visi
Visi dari AUTO 2000 adalah Menjadi Dealer Otomotif yang terbaik di
Indonesia melalui proses dan layanan pelanggan yang bertaraf International.
2. Misi
- Memberikan layanan terbaik kepada pelanggan
- Mencapai pangsa pasar nomor 1 untuk kendaraan Toyota
- Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan baik bagi karyawan
- Menciptakan nilai tambah ekonomis yang positif bagi shareholders
3. Tujuan
- Market leader number one in sales, volume, and market share, yaitu menjadi
pemimpin pasar dalam bisnis otomotif dengan volume penjualan nomor 1.
- Best distribution network, adalah memiliki jaringan distribusi yang luas
- Customer satisfaction and good attitude people, yaitu menciptakan kepuasan
pelanggan dan karyawan AUTO 2000
- Highly compenence and good attitude people, adalah karyawan AUTO 2000
memiliki sikap, perilaku, etika kerja serta kepribadian yang tinggi
- Financial soundeness, yaitu kondisi keuangan AUTO 2000 yang sehat,
mampu menciptakan laba yang memadai untuk perkembangan dan
kelangsungan hidup perusahaan di masa mendatang.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation-IFE Matrix)

Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation-IFE Matrix). Alat


perumusan strategi ini meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama
dalam area-area fungsional bisnis, dan juga menjadi landasan untuk mengidentifikasi
serta mengevaluasi hubungan di atara area tersebut. Penilaian intuitif digunakan
dalam pengembangan Matriks Evaluasi Faktor Internal, sehingga tampilan ilmiahnya
tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti bahwa teknik ini benar-benar tanpa celah.
Pemahaman yang menyeluruh mengenai faktor-faktor yang tercakup di dalamnya
lebih penting daripada angka-angka yang ada. Serupa dengan Matriks EFE dan
Matriks Profil Kompetitif, Matriks Evaluasi Faktor Internal dapat dikembangkan
dalam lima langkah:

Buat daftar faktor-faktor internal utama sebagaimana yang disebutkan dalam


proses audit internal. Masukkan 10 sampai 20 faktor internal termasuk
kekuatan maupun kelemahan organisasi. Daftar terlebih dulu kekuatannya,
kemudian kelemahannya. Buat sespesifik mungkin dengan menggunakan
presentase, rasio, dan angka-angka perbandingan.

Berilah pada setiap faktor tersebut bobot yang berkisar dari 0,0 (tidak
penting) sampai 1,0 (semua penting). Bobot yang diberikan pada suatu
faktor tertentu menandakan signifikasi relatif faktor tersebut bagi
keberhasilan industri perusahaan. Terlepas dari apakah faktor utama itu
adalah kekuatan atau kelemahan internal, faktor-faktor yang dianggap
memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja organisasional harus diberi
bobot tertinggi. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0.

Berilah peringkat 1 hingga 4 pada setiap faktor untuk mengidentifkasikan


apakah faktor tersebut sangat lemah (peringkat = 1), lemah (peringkat = 2),
kuat (peringkat = 3), atau sangat kuat (peringkat = 4). Perhatikan bahwa
kekuatan harus mendapat peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapat
peringkat 1 dan 2. Oleh karenanya, peringkat berbasis perusahaan,
sementara bobot di langkah 2 berbasis industri.
Kalikan bobot setiap faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor
bobot bagi masing-masing variabel.

Jumlahkan skor bobot masing-masing variabel untuk memperoleh skor


bobot total organisasi.

Terlepas dari berapa banyak faktor yang dimasukkan dalam Matriks Evaluasi
Faktor Internal, skor bobot total berkisar 1,0 sebagai titik rendah dan 4,0 sebagai titik
tertinggi, dengan skor rata-rata 2,5 skor bobot total dibawah 2,5 mencirikan
organisasi yang lemah secara internal, sedangkan skor yang secara signifikan berada
diatas 2,5 mengindikasikan posisi internal yang kuat. Matriks Evaluasi Faktor
Internal harus memasukkan antara 10 hingga 20 faktor. Jumlah faktor tidak
memengaruhi kisaran skor bobot total karena bobot selalu berjumlah 1,0.

Ketika suatu faktor internal merupakan kekuatan sekaligus kelemahan


organisasi, faktor itu harus dimasukkan dua kali dalam Matriks Evaluasi Faktor
Internal, dan bobot serta peringkat harus diberikan pada masing-masing.

2.2 Matriks Pertumbuhan Pangsa Pasar (MP3)

Metode analisis Buston Consulting Group (BCG) merupaka metode yang


digunakan dalam menyususn suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan
melakukan suatu perencanaan bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian
terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).
Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis
dipendang dari segi pertumbuhan pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori
tersebut antara lain :
a. Question Mark
Sering dinamai problem child atau wildcats. Kategori ini memiliki
posisi pangsa pasar yang relatif rendah, tetepi mereka bersaing dalam
industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini
tinggi dan pendapatan kas nya rendah. Bisnis ini diisebut tanda tanya
karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini
dengan menjalankan strategi intensif atau menjualnya. Unit bisnis ini
memerlukan banyak uang untk mempertahankan pangsa pasarnya, apalagi
meningkatkannya. Manajemen harus berfikir keras tentang tanda tanya
mana yang harus dicoba untuk dibangun menjadi bintang dan mana yang
harus dibuang.
b. Stars
Bagian ini ialah unit usaha yang sedang memiliki peluang bisnis
yang besar karena beroperasi pada pasar yang sedang tumbuh. Telah
mampu untuk menguasai pangsa pasar yang tinggi, sehingga mampu
menghasilkan aliran kas masuk yang tinggi, namun disisi lain juga
memerlukan aliran kas keluar yang cukup besar pula.
Kategori ini memiliki peluang jangka panjang terbaik untuk
pertumbuhan dan probabilitas bagi organisasi. Kategori ini adalah
pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif
bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk
memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.
c. Cash Cows
Unit usaha pada bagian ini ditafsirkan sebagain unit usaha yang
berhasil. Kategori ini memiliki pangsa pasar yang relatif tinggi tetapi
bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah
karena mengahasilkan kas yang lebih dari yang dibutuhkannya, mereka
seringkali diperah. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu,
divisi sapi perah harus dikelila untuk mempertahankan posisi kuatnya
selama mungkin.SBU yang terkenal dan berhasil ini memerlukan
investasi yang lebih kecil untuk mempertahankan pangsa pasarnya. SBU
ini meghasilkan banyak uang yang digunakan perusahaan untuk
membayar tagihanya dan untuk mendukung SBU lain yang memerlukan
investasi.
d. Dogs
Pada bagian ini merupakan unit usaha yang tidak lagi menjanjikan
yang serba besar. Bahkan dimungkinkan adanya aliran dana yang deficit
dikarenakan unit usaha tersebut telah beroperasi pada pasar yang tidak
tumbuh dan disaat yang sama hanya akan menguasai pangsa pasar yang
kecil.
Karena posisi eksternal dan internalnya lemah, bisnis ini sering
kalidilikuidasi, divestasi, atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika
sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment tersebut dapat menjadi strategi
yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat
kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi
bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.

Pergerakan success sequence/gerakan yang berhasil ialah jika unit usaha


bergerak dari sel tanda Tanya menuju kearah bintang dan kemudian bergerak kearah
rupiah dan berhenti pada sel silang. Sedangkan pergerakan kegagalan/disaster
sequence dimana unit usah amulai bergerak pada sel bintang kemudian ke sel tanda
Tanya dan berakhir pada sel tanda silang dan tidak pernah merasakan masa pada sel
sapi.

2.3 Matriks SWOT (Strenght-Weaknesses-Opportunities-Threats)


Matrik SWOT adalah sebuah alat pencocokan yang penting yang membantu
para manajer mengembangkan empat jenis strategi, yaitu :

Strategi SO memanfaatkan kekuatan internal perusaan untuk menarik


keuntungan dari peluang eksternal. Semua manajer menginginkan organisasi yang
mereka pimpin berada dalam posisi di mana kekuatan internal dapat digunakan untuk
mengambil keuntungan dari berbagai trend dan kejadian eksternal. Jika sebuah
perusahaan memiliki kelemahan besar, maka perusahaan akan berjuang untuk
mengatasinya dan mengubahnya menjadi kekuatan. Ketika organisasi di hadapkan
pada ancaman yang besar, maka perusahaan akan berusaha menghindarinya untuk
berkonsentrasi pada peluang.
Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara
mengambil keuntungan dari peluang eksternal. Terkadang peluang-peluang besar
muncul tetapi perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghalanginya
memanfaatkan peluang tersebut.

Strategi ST menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau


mengurangi dampak ancaman eksternal. Hal ini bukan berarti bahwa suatu organisasi
yang kuat harus selalu menghadapi ancaman secara langsung di dalam lingkungan
eksternal.

Strategi WT merupakan taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi


kelamahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Sebuah organisasi yang
menghadapi berbagai ancama eksternal dan kelemahan internal benar-benar dalam
posisi yang membahayakan. Dalam kenyataannya, perusahaan yang semacam itu
mungkin harus berjuang untuk bertahan hidup, melakukan merger, penciutan,
menyatakan diri bangkrut atau memilih likuidasi.

Walaupun matrik SWOT digunakan secara luas dalam perencanaan strategis,


analisis tersebut memiliki bebrapa keterbatasan. Pertama, SWOT tidak menunjukkan
cara mencapai suatu keunggulan kompetitif. Matriks itu harus dijadikan titik awal
untuk diskusi mengenai bagai strategi yang diusulkan dapat diterapkan serta berbagai
pertimbangan biaya manfaat yang pada akhirnya mengarah pada keunggulan
kompetitif. Kedua, SWOT merupakan penilaian yang statis (atau terpotong-potong)
dan tunduk oleh waktu. Matriks SWOT bisa jadi mempelajari sebuah gambar film
dimana anda bisa melihat pameran utama dan penataannya tetapi tidak mungkin
dapat memahami alur ceritanya. Ketiga, analisis SWOT bisa membuat perusahaan
memberi penekanan yang berlebih pada satu faktor internal atau eksternal tertentu
dalam merumuskan strategi. Terdapat interelasi di antara faktor-faktor internal dan
eksternal utama yang tidak ditunjukkan dalam SWOT namun penting dalam
penggunaan strategi. Terdapat delapan langkah dalam membentuk sebuah Matriks
SWOT :

1. Buatlah daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan.


2. buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan.
3. buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan
4. cocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal, dan catatlah
hasilnya pada Strategi SO.
5. Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal, dan catatlah
hasilnya pada Strategi WO.
6. Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal, dan catatlah
hasilnya pada strategi ST.
7. Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal, dan catatlah
hasilnya pada strategi WT.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Analisis IFE PT. Astra Internasional, Tbk

Berdasarkan analisa internal diperoleh butir-butir kekuatan dan kelemahan PT.


Astra Internasional, Tbk. Maka dapat ditentukan pembobotan dari masing-masing
butir tersebut. Bobot dari setiap faktor dari strength dan weakness diberi nilai = 1,00.
Sedangkan untuk masing-masing rating faktor akan diberi kriteria sebagai berikut :

Untuk Rating faktor Strength diberi kriteria :


Rating 1 : Sedikit Kuat
Rating 2 : Agak Kuat
Rating 3 : Kuat
Rating 4 : Sangat Kuat

Untuk Rating faktor Weakness diberi kriteria :


Rating 1 : Sedikit Lemah
Rating 2 : Agak Lemah
Rating 3 : Lemah
Rating 4 : Sangat Lemah

Kekuatan

Kekuatan Simbol
Efektifitas Saluran Distribusi S1
Keberhasilan dari Pengembangan Produk. S2
Penerapan Teknologi. S3
Efektifitas Kegiatan Promosi. S4
Sumber Daya Manusia. S5
Aset yang dimiliki untuk biaya Operasi dan Investasi. S6
Penggunaan kandungan lokal sampai 75%. S7

Tabel 3.1
Tabel Kekuatan PT. Astra Internasional, Tbk
Keterangan :

1. Efektifitas Saluran Distribusi


Memperkuat pelayanan dengan menambah jaringan atau network distribusi
yang luas.
2. Keberhasilan dari Pengembangan Produk.
Toyota berhasil dalam mengembangkan setiap produknya dengan kualitas
dan jasa pelayanannya mulai dari produk fenomena Corolla, belum lagi produk
kompak lainnya seperti Yaris, Rush, Avanza dan jajaran Big Car layaknya
Camry, Lexus, Land Cruiser.
3. Penerapan Teknologi
Penerapan teknologi yang ramah lingkungan yaitu penerapan mesin VVT-i
yang merupakan mesin teknologi manufaktur yang ramah lingkungan.
4. Efektifitas Kegiatan Promosi
Dilihat dari persentase media promosi yang cukup banyak mendorong
pelanggan untuk melakukan pembelian yaitu lebih banyak pada pameran dan
brosur.
5. Sumber Daya Manusia
Karyawan Auto 2000 memiliki sikap, perilaku, etika kerja serta kepribadian
yang tinggi.
6. Aset yang dimiliki untuk biaya Operasi dan Investasi
Kondisi keuangan Auto 2000 yang sehat, mampu menciptakan laba yang
memadai untuk perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan di masa
mendatang.
7. Penggunaan kandungan lokal sampai 75%.
Kandungan lokal sampai 75% yang kebanyakan Inhouse (anak perusahaan
sendiri) bukan dari Outsource di pasok oleh Kontraktor/pabrik lokal.

Kelemahan

Kekuatan Simbol
Masa depan karyawan W1
Fasilitas Manufaktur W2
Posisi Global W3
Informasi Pasar W4
Pengembangan Produk W5
Tingkat Kegagalan Produksi W6
Mesin Import W7

Tabel 3.2
Tabel Kelemahan PT. Astra Internasional, Tbk
Keterangan :

1. Masa depan karyawan


Perusahaan belum sepenuhnya memperhatikan pengalaman dan prestasi
untuk mempromosikan pegawai. Lebih mengutamakan golongan jenjang
pendidikan tertentu.
2. Fasilitas Manufaktur
Fasilitas manufaktur yang disediakan oleh PT. Astra Internasional, Tbk belum
sepenuhnya lengkap. Sehingga masih perlu penambahan dalam perusahaannya.
3. Posisi Global
PT. Astra International Tbk berambisi mempertahankan posisi sebagai market
leader, kendati suasana kompetisi kian ketat.
4. Informasi Pasar
Seiring pertumbuhan ekonomi nasional, permintaan konsumen terhadap
produk otomotif cukup tinggi.
5. Pengembangan Produk
Merk mobil Toyota yang banyak digunakan masyarakat lebih banyak
Avanza, Yaris, Rush.
6. Tingkat Kegagalan Produksi
Dalam dunia perindustrian yang serba menggunakan alat-alat modern dan
terkadang juga menggunakan Sumber Daya Manusia tentu saja terdapat kegagalan
dalam proses produksi, begitu pula yang dialami oleh PT. Astra Indonesia, Tbk.
7. Mesin Import
Ada beberapa mesin-mesin dari mobil Toyota merupakan mesin import.
Berdasarkan evaluasi faktor-faktor internal diatas, maka dapat dilakukan
perhitungan IFE sebagai berikut :
Kekuatan

No Indikator Bobot Rating Skor


1 Efektifitas Saluran Distribusi 0,16 4 0,64

2 Keberhasilan dari Pengembangan 0,12 4 0,48


Produk.
3 Penerapan Teknologi 0,16 4 0,64
4 Efektifitas Kegiatan Promosi 0,16 4 0,64
5 Sumber Daya Manusia 0,16 3 0,48
6 Aset yang dimiliki untuk biaya Operasi 0,12 3 0,36
dan Investasi.
7 Penggunaan kandungan lokal sampai 0,12 3 0,36
75%.
Total 1,0 3,6

Kelemahan

No Indikator Nilai Bobot Rating Skor


1 Masa depan karyawan 3 0,13 4 0,39

2 Fasilitas Manufaktur 4 0,17 3 0,52


3 Posisi Global 3 0,13 2 0,26
4 Informasi Pasar 3 0,13 2 0,26
5 Pengembangan Produk 4 0,17 1 0,17
6 Tingkat Kegagalan Produksi. 4 0,17 2 0,35
7 Mesin Import. Ada beberapa mesin- 2 0,09 2 0,17
mesin dari mobil Toyota merupakan
mesin import.
Total 23 1,0 2,13
Sumber : Analisis PT. Astra Internasional, Tbk
Berdasarkan hasil penilaian masing-masing indikator PT. Astra Internasional,
Tbk dalam matrik Internal diatas, maka dapat disimpulkan sesuai kriteria yang telah
dicantumkan sebelumnya bahwa PT. Astra Internasional, Tbk memiliki skor
kekuatan (strenght) sebesar 3,6. Dimana rating tersebut menunjukkan bahwa PT.
Astra Internasional, Tbk merupakan perusahaan yang kuat dalam internal
perusahaannya. Sedangkan untuk indikator kelemahan (weaknesses) pada PT. Astra
Internasional, Tbk memiliki skor sebesar 2,13. Dimana rating tersebut menun jukkan
bahwa PT. Astra Internasional, Tbk agak lemah dalam beberapa hal seperti yang
sudah dijelaskan sebelumnya.

3.2 Analisis MP3 PT. Astra Internasional, Tbk

Pada PT. Astra Internasional, Tbk tingkat pertmbuhan pasar (Market Growth)
adalah proyeksi penjualan pada setiap tahun. Pada perhitungan matriks BCG dikukur
dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume jumlah pembeli dua tahun
terakhir. Dan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar maka data yang
dibutuhkan adalah data jumlah penjualan mobil pada tahun 2015 dan tahun 2016.
Berikut dibawah ini data jumlah penjualan mobil PT. Astra Internasional, Tbk pada
tahun 2015 dan tahun 2016 :
Melalui data tersebut kita dapat memperoleh hasil pertumbuhan pasar
penjualan mobil PT. Astra Internasional, Tbk dengan rumus :

Total penjualan 2016 total penjualan 2015

x 100%

Total penjualan 2016

Didapatkan hasil sebagai berikut :

Pertumbuhan penjualan = 351.911 - 1.006.408

x 100%

351.911

= -185,98%

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan matriks BCG diatas, maka


dapat diketahui bahwa PT. Astra Internasional, Tbk mengalami penurunan signifikan
dalam penjualannya sebesar 185,98% yang berarti bahwa PT. Astra Internasional,
Tbk pertumbuhan pasarnya pada tahun 2016 rendah.

Tingkat pertumbuhan pasar pada umumnya dibedakan berdasarkan klasifikasi


tinggi dan rendah. Sedangkan posisi relatif kompetitor dibedakan berdasarkan market
share antara 1,0 dan 1,5, sehingga tergolong tinggi (high) disebut pemimpin (leader).
Berdasarkan dari perhitungan tingkat pertumbuhan pasar pada PT. Astra
Internasional, Tbk, maka diperoleh hasil sebesar -185,98%, , hal ini berarti bahwa
tingkat pertumbuhan pasar yang rendah pada PT. Astra Internasional, Tbk.

Jadi menurut saya, dari perhitungan pangsa pasar relatif dalam 2 tahun terakhir
tersebut PT. Astra Internasional berada dalam posisi tanda tanya atau question mark
yang menunjukkan bahwa posisi PT. Astra Internasional memiliki pangsa pasar yang
relatif rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat.
Kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kas nya rendah. Sehingga
manajemen harus berfikir keras dalam melakukan strategi pemasaran guna
pencapaian menuju posisi star.
3.3 Analisis SWOT PT. Astra Internasional, Tbk

Seperti kita ketahui analisis SWOT terdiri dari beberapa komponen yakni
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Sebelumnya telah dibahas mengenai
kekuatan dan kelemahan pada materi IFE dan selanjutnya yang akan saya bahas
adalah tentang peluang dan ancaman pada PT. Astra Internasional, Tbk.

Peluang

No Indikator Bobot Rating Skor


1 Terbukanya Pasar dalam negeri 0,2 4 0,8

2 Paket Teknologi 0,2 4 0,8


3 Pegaruh social responbilities dalam 0,15 3 0,45
membantu perkembangan perusahaan.

4 Terbukanya Pasar Ekspor 0,15 3 0,45


5 Pengaruh penghargaan yang mengangkat 0,15 3 0,45
citra perusahaan.

6 Pasar Tenaga Kerja 0,15 3 0,45


Total 1,0 3,4

Ancaman

No Indikator Bobot Rating Skor


1 Pengaruh kebijakan pemerintah 0,21 3 0,63

2 Intensitas Persaingan 0,15 2 0,32


3 Pengaruh kampanye produk ramah 0,16 1 0,16
lingkungan.

4 Kelesuan ekonomi dalam negeri 0,16 1 0,16


5 Pengaruh melambatnya pertumbuhan 0,16 1 0,16
ekonomi global.

6 Barang Subtitusi 0,16 1 0,16

Total 1,0 1,58


Berdasarkan hasil-hasil yang telah diperoleh dari beberapa faktor pada tabel,
hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

No Analisis Faktor Skor

1 Kekuatan 3,62

2 Kelemahan 2,13

3 Peluang 3,4

4 Ancaman 1,58

Total 10,73

Koordinat Analisis Internal

Sumbu x = (skor kekuatan skor kelemahan) / 2

= (3,62 -2,13) / 2

= 0,745

Koordinat Analisis Eksternal

Sumbu y = (skor peluang skor ancaman) / 2

= (3,4 -1,58) / 2

= 0,91

Jadi, posisi PT. Astra Internasional, Tbk berada di (0,745 ; 0,91)

Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Ranking Prioritas


Strategi

I ( 3,62 ; 3,4 ) 13 1 Growth

II ( 2,13 ; 3,4 ) 8 2 Kombinasi

III ( 2,13 ; 1,58 ) 4 4 Penciutan

IV ( 3,62 ; 1,58 ) 6 3 Stabilitas


Diagram SWOT

Peluang

Strategi Trurnaround 0,745 Strategi Agresif

Kelemahan Kekuatan
0,91

Strategi Defensif Strategi Diversifikasi

Ancaman

Penjelasan :

a. Pada Kuadran I (S O Strategi) strategi umum yang dapat dilakukan oleh


perusahan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil
kesempatan yang ada.
b. Pada kuadran II (W O Strategi) perusahaan dapat membuat keunggulan pada
setiap kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan
menghindari kelemahan.
c. Pada kuadran III (W T Strategi) meminimumkan segala kelemahan untuk
menghadapi setiap ancaman.
d. Pada kuadran IV (S T Strategi) menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi
setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Berdasarkan pada diagram matrik swot diatas, PT. Astra Internasional, Tbk
terletak pada posisi kuadran I menggunakan strategi agresif, dimana perusahaan
menggunakan kekuatan internalnya dalam mengambil peluang yang ada di pangsa
pasar.
BAB IV

PENUTUP

Simpulan

1. Berdasarkan hasil penilaian IFE PT. Astra Internasional, Tbk dalam matrik
Internal diatas, maka dapat diketahui sesuai kriteria yang telah dicantumkan
sebelumnya bahwa PT. Astra Internasional, Tbk memiliki skor kekuatan
(strenght) sebesar 3,6. Dimana rating tersebut menunjukkan bahwa PT. Astra
Internasional, Tbk merupakan perusahaan yang kuat dalam internal
perusahaannya. Sedangkan untuk indikator kelemahan (weaknesses) pada PT.
Astra Internasional, Tbk memiliki skor sebesar 2,13. Dimana rating tersebut
menun jukkan bahwa PT. Astra Internasional, Tbk agak lemah dalam beberapa
hal seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
2.