Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PROGRAM LINIER

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Program linear merupakan salah satu bidang matematika terapan yang
banyak digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupansehari-hari.
Misalnya, program linear digunakan untuk membantu pemimpin perusahaan
dalam mengambil keputusan manajerial.
Permasalahan yang berhubungan dengan program linear selalu berhubungan
dengan proses mengoptimalkan fungsi objektif (fungsi tujuan) berdasarkan
kondisi-kondisi yang membatasi. Dalam hal ini, optimalisasi dapat berupa
memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan.
Salah satu contoh penggunaan program linear adalah untuk menyelesaikan
permasalahan yang akan kita bahas pada makalah hasil penelitian kelompok kita
pada sebuah perusahaan pembuatan jaket.

.1.2 PEMBATASAN MASALAH


Agar penelitian ini lebih efektif, efisien, terarah dan dapat dikaji lebih
mendalam maka diperlukan pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah
yang dikaji dalam penelitian ini adalah:
Hanya untuk mengetahui keuntungan yang didapat oleh produsen pada kenyataan
dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh pada perhitungan progran linear.

1.3 PERUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut diatas dapat
dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Apakah sama keuntungan (hasil yang diperoleh) yang didapat oleh produsen pada
kenyataan dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dengan perhitungan
program linear.
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka penelitian
ini bertujuan untuk:
Mengetahui apakah ada pengaruh / perbedaan keuntungan yang didapat oleh
produsen pada kenyataan dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh pada
perhitungan progran linear?

1.5 MANFAAT PENELITIAN


1. Dapat mengetahui apakah ada pengaruh / perbedaan keuntungan yang
didapat oleh produsen pada kenyataan dibandingkan dengan keuntungan yang
diperoleh pada perhitungan progran linear.
2. Dapat melihat langsung bagaimana proses usaha penjahitan jaket.
3. Bisa belajar bagaimana cara berwira usaha.
BAB II
PEMBAHASAN

Soal 2:
Sebuah toko menjual minyak goreng bimoli dan sanco. Minyak goreng bimoli
di beli dengan harga Rp 22.000,- dan di jual dengan harga Rp 25.000,-.
Sedangkan minyak goreng sanco di beli dengan harga Rp 20.000,- dan di jual
dengan harga Rp 23.000,-. Dan modalnya sebesar Rp 880.000,- dengan kapasitas
tidak lebih dari 42 buah. Tentukan model matematikanya dan hasil penjualan
maksimum!

Penyelesaian :
Jawab:
Jenis Minyak Harga Beli Harga Jual Kapasitas
Bimoli (X) Rp 22.000 Rp 25.000 X
Sanco (Y) Rp 20.000 Rp 23.000 Y
JUMLAH Rp 880.000 F(x,y) 42

Model matematika =
F(x,y)=25.000x +23.000y
22x +20y 880
X + Y 42
X0
Y0
Grafik :
Y

22x + 20y 880


x 0 40
50
y 44 0
40

x + y 42 30

x 0 42 20
HP
y 42 0 10
O 10 20 30440 50 X

Titik Potong :

22x + 20y = 880 x1 22x + 20y = 880


x + y = 42 x20 20x + 20y = 840
2x = 40
X = 20
x + y = 42
20 + y = 42
Y = 22
Garis Selidik f(x,y) = 25.000x + 23.000y =k
f(x,y) f(x,y) = 25.000x + 23.000y
A(0,42) 996.000
B(20,22) 1.006.000
C(40,0) 1.000.000
D(0,0) 0

Jadi hasil penjualan maksimum adalah Rp 1.006.000 dengan menjual 20


buah minyak bimoli dan 22 buah minyak sanco.
Soal 3:Salah satu minimarket menjual dua buah jenis beras, mempunyai modal
sebesar Rp. 2.400.000,- dan akan digunakan untuk memasok dua Merk beras..
Beras merk Jempol yang kualitasnya lebih tinggi dipasok seharga Rp. 80.000,-
/kg. Sedangkan buah merk Bluto dipasok seharga Rp. 60.000,- /kg. Kedua jenis
beras tersebut, jempol dan Bluto, masing masing dijual berturut-turut dengan
harga Rp. 82.000,- /kg, dan Rp. 65.000,- /kg. Sedangkan tempat yang digunakan
hanya muat jika diisi maksimal 36 kg. Tentukan model matematikanya dan
tentukan keuntungan maksimum dari minimarket tersebut. !
Penyelesaian :
Diketahui:
Merk Beras Harga Beli Harga Jual Kapasitas
Jempol (x) Rp 80.000 Rp 82.000 x
Bluto (y) Rp 60.000 Rp 65.000 y
JUMLAH Rp 2.400.000 F(x,y) 36
Ditanya: Model matematika dan keuntungan maksimum...?
Jawab:
Model matematika
F(x,y)= 82.000x + 65.000y
80.000x + 60.000y 2.400.000 8x + 6y 240 4x + 3y = 120
x + y 36
x0
y0
Y
Grafik :

50
4x + 3y 120
40
X 0 40
30
Y 30 0
20
HP
10
x + y 36 O 10 20 30440 50 X
X 0 36
Y 36 0

Titik Potong :

4x + 3y = 120 x1 4x + 3y = 120
x + y = 36 x3 3x + 3y = 108
x = 12
x + y = 36
12 + y = 36 y = 24 Titik potong pada sumbu (12,24)

Garis Selidik f(x,y) = 82.000x + 65.000y =k


Titik f(x,y)
A(0,36) 2.340.000
B(30,0) 2.460.000
C(12,24) 2.544.000
D(0,0) 0
Dari keterangan diatas, bahwa keuntungan maksimum yaitu dengan
menjual 12 kg Beras Jempol dan 24 kg Beras Bluto. Dengan jumlah pendapatan
senilai Rp. 2.544.000,-
Soal 4:
Sebuah toko buku menjual buku sidu dan buku vision. Buku sidu di beli
dengan harga Rp 2.000,- dan di jual dengan harga Rp 2500,-. Sedangkan buku
vision di beli dengan harga Rp 2.500,- dan di jual dengan harga Rp 3.000,-. Dan
modalnya sebesar Rp 500.000,- dengan kapasitas tidak lebih dari 220 buah.
Tentukan model matematikanya dan hasil penjualan maksimumnya!

Penyelesaian :
Jawab:
Jenis Buku Harga Beli Harga Jual Kapasitas
Sidu (X) Rp 2.000 Rp 2.500 X
Vision (Y) Rp 2.500 Rp 3.000 Y
JUMLAH Rp 500.000 F(x,y) 220

Model matematika =
F(x,y)=2.500x +3.000y
4x +5y 1.000
X + Y 220
X0
Y0
Grafik : Y

4x + 5y 1.000
x 0 250
500
y 200 0
400
x + y 220 300
x 0 220 200
y 220 0 100 X

O 100 200 3004400 500

Titik Potong :

4x + 5y = 1000 x1 4x + 5y = 1000
x + y = 220 x4 4x + 4y = 880
y = 120
x + y = 220
x+ 120 = 220
x = 100

Garis Selidik f(x,y) = 2.500x + 3.000y =k


Titik f(x,y)
A(0,200) 600.000
B(0,0) 0
C(220,0) 550.000
D(100,120) 610.000

Jadi hasil penjualan maksimum adalah Rp 610.000 dengan menjual 100 buah
buku sidu dan 120 buah buku vision.
Contoh :
Seorang pembuat paku membuat jenis paku dari bahan yang tersedia yaitu 5,5
kg A dan 2 kg bahan B. Paku jenis I tiap buah memerlukan 200 gram bahan A
dan 75 gram bahan B sedangkan paku jenis II tiap buah memerlukan 150 gram
bahan jenis A dan 50 gram bahan jenis B. Jika pengusaha menjual paku I
dengan harga Rp 500,00 dan paku II dengan harga Rp 350,00 maka
hitunglah berapa buah paku I dan paku II yang harus
dibuat agar penghasilan pengusaha maksimum?

Jawab :
Mengubah bentuk verbal menjadi model matematika dari soal diatas
Misalkan : Paku jenis I = x dan
Paku jenis II = y
Tabel

Berdasarkan table sebelumnya didapat persamaan sebagai berikut :


200x + 150y 5.500
75x + 50y 2.000
x0
y0
Sedangkan fungsi objektifnya adalah z = 500x + 350y
Kita sederhanakan dulu persamaan diatas
200x + 150y 5.500 4x + 3y 110
75x + 50y 2.000 3x + 2y 80
x0
y0

Mencari dearah penyelesaian untuk system pertidaksamaan di atas


Titik potong garis 4x + 3y = 110 dan 3x + 2y = 80 adalah

4x + 3y = 110 x2 8x + 6y = 220
3x + 2y = 80 x3 9x + 6y = 240
-x = -20
x = 20
untuk x = 20
3x + 2y = 80 3.20 + 2y = 80
2y = 80 60
y=
2
20 = 10 maka titik potong (20,10)
Gambar grafik fungsi penyelesaiannya
Daerah himpunan penyelesaian adalah OABC, sedangkan titik titik
optimumnya adalah O(0,0), A(80/3,0), B(20,10), dan C(0,110/3)
Nilai fungsi obyeknya adalah :
Untuk O(0,0) z = 500.0 + 350.0 = 0
UntukA(80/3,0) z = 500.80/3 + 350.0 = 13.000
UntukB(20,10) z = 500.20 + 350.10 = 13.500
UntukC(0,110/30z = 500.0 + 350.110/3 = 12.000
Jadi agar mendapat penghasilan maksimum yaitu Rp 13.500,00 maka
pengusaha harus membuat 20 buah paku I dan 10 buah paku II.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dengan melakukan analisis perhitungan terhadap usaha home industry kita dapat
memperkirakan laba maximum yang dapat diperoleh dengan melakukan kegiatan
produksi tersebut. Setelah melakukan analisa ini dan ditanyakan kepada pemilik
home industry ternyata keuntungan yang diperoleh dengan cara kita menghitung
dengan cara program linear dan keuntungan yang nyata mendekati
kesamaan,karena pada kenyataannya pemilik home industry tersebut memberikan
potongan harga kepada konsumen yang membeli jaket dengan jumlah banyak.