Anda di halaman 1dari 19

TEORI AKUNTANSI

KONSEP PENGAKUAN DAN PENGUKURAN AKUNTANSI

Paper ini bertujuan untuk memenuhi tugas dalam perkuliahan Teori Akuntansi

Dosen Pengampu : Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si.

OLEH :

KELOMPOK 1

Gede Teguh Prasetya Muttiwijaya (1506305058)

I Gede Krishna Dharma (1406305136)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun paper
ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas
Analisis Lingkungan Eksternal.
Dalam paper ini berisi tentang konsep dasar pengakuan dan pengukuran
dalam akuntansi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan paper ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
paper ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga
paper ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Bukit Jimbaran, 06 Oktober 2017

Penulis

2
PEMBAHASAN
SAP 5 : Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi Menurut SFAC No 5 Dan 6

5.1 Konsep Dasar Pengakuan Pos Pelaporan Keuangan SFAC No. 5.


Kriteria dan petunjuk pengakuan yang seharusnya dimasukkan secara formal
dan pengakuan tersebut haruslah konsisten dengan praktek yang berlangsung
serta tidak mengimplikasikan perubahan yang radikal.

5.1.1 Konsep Pengakuan


Pengakuan adalah proses pancatatan atau memasukkan secara formal
suatu item ke dalam laporan keuangan suatu entitas sebagai aktiva, kewajiban,
pendapatan, biaya atau sejenisnya. Pengukuran, merupakan pemberian nilai
dengan atribut-atribut pengukuran akuntansi pada item tertentu dari suatu
transaksi. Konsep pengakuan dan pengukuran dirumuskan dengan tujuan
sebagai berikut:
1) Sebagai kesatuan fundamental mengenai kriteria dan pedoman
pengakuan terhadap informasi yang secara formal harus dimasukkan ke
dalam laporan keuangan, serta untuk menentukan kontribusi laporan
keuangan terhadap tujuan pelaporan keuangan.
2) Untuk memenuhi maksud tersebut, dirumuskan kriteria dan pedoman
umum yang konsisten dengan praktek akuntansi.
3) Pengungkapan yang cukup, bentuk disclousure atas laporan keuangan
diusahakan dengan menyampaikan informasi dengan pengungkapan
yang cukup memadai. Pengungkapan informasi dapat ditempuh dengna
dua cara yaitu bentuk catatan atau dalamm tanda kurung (note or
parenthentically) antara lain untuk, kebijaksanaan akuntansi, alternatif
pengukuran aktiva atau kewajiban, serta penjelasan atas kebijaksanaan
akuntansi yang dipergunakan. Kedua, dapat mengambil informasi
tambahan (supplementary information ) yang berhubungan dengan
penyesuaian karena perubahan harga, analisis dan diskusi manajemen,
surat kepada para pemegang saham, dan informasi relevan lainnya.

3
Keseluruhan informasi tersebut tercermin dalam fullset laporan keuangan
formal yang terdiri dari neraca, perhitungan laba-rugi, laba komprehensif,
laporan arus kas dan investasi serta distriibusinya kepada para pemilik
informasi keuangan lainnya dan informasi non keuangan.

5.1.2 Kriteria Pengakuan


Secara konseptual, pengakuan adalah penyajian suatu informasi melalui
statemen keuangan sebagai ciri sentral pelaporan keuangan. Secara teknis,
pengakuan berarti pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu kuantitas
(jumlah rupiah) hasil pengukuran ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah
rupiah tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam statemen
keuangan.
Rerangka konseptual harus menetapkan kriteria pengakuan umum
(fundamental) ntuk dijadikan dasar bagi penyusun standar untuk menentukan
teknik atau prosedur pengakuan dalam bentuk standar akuntansi. Teknik
pengakuan misalnya adalah bahwa penjualan diakui pada saat faktur disiapkan
dan barang telah diserahkan kepada perusahaan ekspedisi. FASB menetapkan
empat kriteria pengakuan fundamental (konseptual) dimana kriteria merupakan
kelompok terakhir dalam laporan keuangan yang digunakan untuk menyajikan
arah pemecahan masalah yang meliputi pengakuan dan pengukuran beberapa
kejadian yang memengaruhi aset, kewajiban, atau modal yang diakui dalam
laporan kekuangan pada saat terjadinya. Kriteria pengakuan fundamental suatu
transaksi atau kejadian ekonomi menurut SFAC No. 5 adalah sebagai berikut:
a. Definisi (definition)
Untuk dapat diakui dalam laporan keuangan (sebagai aktiva, hutang dan
modal) suatu perkiraan harus memenuhi definisi elemen laporan
keuangan pada SFAC No.6 Pos memenuhi definisi sebuah elemen
laporan keuangan. Untuk diakui dalam laporan keuangan, sumberdaya
harus memenuhi definisi aset, dan keharusan harus
memenuhidefinisi kewajiban. Perubahan ekuitas harus memenuhi
definisi pendapatan, biaya, laba, atau rugi
b. Keterukuran (meansurability),

4
Untuk dapat diakui dalam laporan keuangan, suatu perkiraan harus
memiliki atribut relevan yang dapat diukur dalam unit moneter dengan
reliabilitas yang memadai Atribut aset (kewajiban) yang digunakan
dalam praktik
Historical cost (historical proceeds)
Current cost
Current market value
Net realizable (settlement) value
Present (or discounted) value of future cash flows
c. Relevan (relevance),
Merupakan karakteristik kualitatif. Untuk menjadi relevan, informasi
harus memiliki nilai umpan balik atau nilai prediksi bagi pemakai serta
harus tepat waktu. Informasi dapat membuat perbedaan keputusan
pemakai. Untuk relevan, informasi mengenai suatu pos harus
memiliki feedback value atau predictive value (atau keduanya ) bagi
pemakai dan harus tepat waktu. Informasi relevan apabila mempunyai
kemampuan untuk membuat perbedaan keputusan. Untuk diakui,
informasi yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan harus relevan..
d. Keandalan (reliability)
Merupakan karakteristik kualitatif utama yang lainnya. Untuk menjadi
reliabel, informasi harus disajikan secara jujur, verifiable dan nertal
serta tidak bias sehingga bisa digunakan dalam pengambilan keputusan.
Realibilitas memengaruhi waktu pengukuran. Informasi tersebut
mewakili kenyataan, dapat diverifikasi, dan netral. Untuk terandalkan,
informasi mengenai suatu pos harus mewakili kenyataan, dapat
diverifikasi, dan netral.Keterandalan dapat mempengaruhi waktu/saat
pengakuan
Keempat kriteria di atas harus dipertimbangkan dalam konteks
karakteristik kualitatif informasi yaitu memenuhi batas atas (benefit > kos) dan
batas bawah (materialitas), karena pengakuan sangat penting dalam penentuan
laba pos pos yang biasanya dikenal kriteria pengakuan adalah pos pos
pembentuk statemen laba-rugi dan laba komprehensif terutama pendapatan dan

5
untung serta biaya dan rugi. Bila keempat kriteria dipenuhi , masalah
berikutnya adalah kapan keempat kriteria di atas dipenuhi atau kapan suatu
hasil pengukuran dapat diakui. Oleh karena itu, diperlukan lagi kriteria saat
pengakuan (timing of recognnition)

5.1.3 Jenis Jenis Pengakuan

a) Pengakuan Pendapatan

Pendapatan dan laba diakui apabila: Direalisasi atau dapat direaliasi


(realized or realizable) atau Diperoleh (earned). Pendapatan dan laba
direalisasi ketika produk (barang atau jasa) atau aset lainnya ditukarkan
dengan kas atau klaim terhadap kas. Pendapatan dan laba dapat direalisasi
(realizable) ketika aset terkait yang diterima siap ditukarkan dengan kas
atau klaim terhadap kas yang jumlahnya diketahui.

Pendapatan sudah diperoleh apabila entitas sudah secara substansial


menyelesaikan apa yang harus dilakukan untuk mendapat manfaat yang
dikandung oleh pendapatan. Dalam pengakuan pendapatan dan laba, dua
kondisi tersebut biasanya dipenuhi pada waktu barang diserahkan atau jasa
diberikan kepada pelanggan.

b) Pengakuan Biaya dan Rugi

Biaya dan rugi pada umumnya diakui ketika manfaat ekonomi entitas
digunakan dalam pengiriman atau produksi barang, atau penyerahan jasa,
atau aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau sentral yang
berlanjut atau ketika aset yang sebelumnya diakui diperkirakan mengalami
penurunan atau kehilangan manfaat. Konsumsi manfaat ekonomi selama
satu periode dapat diakui secara langsung atau dihubungkan dengan
pendapatan yang diakui selama periode tersebut. Sebuah biaya atau rugi
diakui jika sudah terbukti bahwa masa datang yang sebelumnya diakui
sebagai aset manfaat ekonomi berkurang atau hilang, atau bahwa sebuah
kewajiban sudah timbul atau bertambah tanpa memberikan manfaat
ekonomi.

6
5.2 Konsep Dasar Pengukuran Pos Pelaporan Keuangan SFAC No. 5.
Pengukuran merupakan bagian penting dari pengamatan ilmiah. Pengukuran
dilakukan sebagaimana yang ditunjukkan dalam akuntansi, karena data kuantitatif
dari pengukuran dapat memberikan informasi yang lebih besar untuk berbagai hal
daripada data kualitatif. Karena pengukuran merupakan atribut yang dilaporkan
dalam laporan keuangan, (misalnya aset, pendapatan dan kewajiban) yang
merupakan fungsi penting dalam akuntansi, pengukuran akan lebih bermanfaat
digunakan untuk menguji teori pengukuran.

5.2.1 Pengertian Pengukuran


Menurut Campbell, orang yang pertama menangani masalah
pengukuran, definisi pengukuran adalah: The assignment of numerals to
represent properties of material systems other than numbers yang berarti
penentuan angka-angka yang menggambarkan sifat-sifat sistem material dan
bilangan-bilangan didasarkan pada hukum yang mengatur tentang sifat-
sifat. Sedangkan menurut Stevens seorang ahli teori pengukuran ilmu sosial,
pengukuran disebut sebagai: assignment of numerals to objects or events
according to rules yang berarti penentuan angka-angka yang ada kaitannya
dengan objek-objek ataupun peristiwa-peristiwa sesuai dengan peraturan.
Sepintas, definisi tersebut tampak sangat mirip, namun sesungguhnya yang
pertama lebih tradisional dan sempit cakupannya. Pada definisi Campbells,
perbedaan dibuat antara sifat sistem dan sistem itu sendiri. Sistem
merupakan objek atau peristiwa seperti yang disebutkan Stevens: rumah,
meja, orang, asset dan jarak tempuh. Aspek spesifik atau karakteristik dari
sistem seperti: berat, panjang, lebar, atau warna. Kita selalu mengukur sifat
dan bukan sistem itu sendiri. Dalam hal ini, definisi Campbells lebih tepat
dari Stevens. Perhatikan bahwa dalam definisi Campbells tugas yang harus
dilakukan sesuai dengan hukum yang mengatur sifat yang diberikan,
sedangkan Stevens hanya memerlukan aturan terhadap setiap seperangkat
aturan. Artinya, Campbells melihat pengukuran sebagai suatu sistem
sedangkan Stevens melihatnya sebagai objek atau peristiwa.

7
Pengukuran melibatkan hubungan sistem bilangan formal untuk
beberapa sifat dari objek atau kejadian dengan rata-rata aturan semantik.
Aturan-aturan ini terdiri dari operasi yang dirancang untuk membuat
sambungan (definisi operasional). Pengukuran ini dimungkinkan karena
hubungan satu ke satu (isomorfisma) antara karakteristik tertentu dari sistem
angka, sebagaimana dinyatakan dalam model matematika dan hubungan
antara objek-objek atau peristiwa yang berkaitan dengan sifat yang diberikan.
Ketika angka tersebut ditempatkan ke objek atau peristiwa, dalam model
matematika mencerminkan hubungan antara objek-objek atau peristiwa, maka
sifat dari objek atau peristiwa dikatakan diukur jika skala telah ditetapkan.
Stevens menyatakan:

5.2.2 Pengukuran Akuntansi

Ini adalah tipe pengukuran dalam ilmu sosial dan akuntansi,


menggunakan definisi yang dibangun secara acak untuk dihubungkan dengan
hal-hal yang dapat diamati dengan pasti (variabel) pada konsep yang telah ada,
tanpa perlu teori konfirmasi untuk mendukung hubungan tersebut. Sebagai
contoh, dalam akuntansi kita tidak tahu bagaimana cara untuk mengukur
konsep keuntungan secara langsung. Kita mengasumsikan variabel pendapatan,
laba, beban, dan kerugian dihubungkan dengan konsep keuntungan dan
bagaimana pun bisa digunakan untuk mengukur keuntungan secara tidak
langsung. Untuk mengukur validitas pengukurannya, ilmuwan sosial berusaha
menghubungkan hal-hal yang dipelajari dengan variabel lain untuk melihat
manfaatnya. Contohnya, jika kita ingin mengukur kemampuan aritmatik orang,
kita mungkin memilih untuk menguji mereka dalam suatu tes aritmatik.
Bagaimana pun, tidak ada teori empiris untuk menilai tes yang kita lakukan,
dan kita membuat asumsi ketika kita membangun skala pengukuran. Kita dapat
memprediksikan bahwa pada kebanyakan orang, yang mempunyai nilai tes
yang tinggi juga akan berprestasi dalam kuliah matematika.

Berdasarkan klasifikasi Campbell, pengukuran dapat dilakukan


apabila hanya disyaratkan oleh teori-teori emperis yang mendukung perlunya
dilakukan pengukuran. Apabila isyarat tersebut terbukti kebenarannya, maka

8
akan semakin banyak pengukuran dalam ilmu-ilmu sosial yang dapat
dilakukan dengan cara seperti ini. Padahal sesuatu yang diangap khas dalam
ilmu-ilmu sosial dan dalam akuntansi dimana untuk sifat-sifat tertentu yang
dapat diobservasi (variabel-variabel) dianggap masih dapat dipertimbangkan
apabila dikaitkan dengan konsep tertentu tanpa adanya teori yang pas
mendukung hubungan ini. Sedangkan variabel-variabel yang saling berkaitan
dengan lainnya biasanya dapat dikaitkan dengan definisi lain yang berubah-
ubah. Seperti dijelaskan di muka, kita tidak dapat mengetahui bagaiana cara
mengukur konsep secara langsung, oleh karena itu dapat dibuat permisalan
yang menyatakan variabel-variabel tertentu erat kaitannya dengan konsep
sehingga dapat memudahkan pengukuran secara tidak langsung pada konsep
tersebut. Dalam akuntansi, dengan adanya definisi yang berubah-ubah, maka
kita dapat mengaitkannya dengan pendapatan, pengeluaran dan kerugian-
kerugian dalam konsep pendapatan. Karena itu, kita dapat menggunakan
perhitungan pengukuran secara aritmatik seperti dijelaskan di muka yang
menjelaskan variabel-variabel yang dapat diukur sebagai ukuran pendapatan.

Agar dapat menetapkan banyak pengukuran dalam ilmu-ilmu sosial,


maka Torgerson mengomentari pada salah satu kategori pengukuran lainnya
harus ditambahkan pada daftar Campbell, dan pengukuran yang dilakukan
dengan formal. Pengukuran seperti ini harus didasarkan pada definisi yang
berubah-ubah. Sedangkan Torgerson menyatakan bahwa yang menjadi
permasalahan utamanya adalah yang berkaitan dengan pengukuran yang
dilakukan dengan formal, sebab tidak didasarkan pada teori yang telah ada
(kuat) yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan berbagai cara dimana
skala-skala dapat dibuat atau dikonstruksi. Sebagi contoh, apabila kita
mengukur kemampuan aritmatika (berhitung) orang maka kombinasi jumlah
jenis-jenis aritmatika dapat menjadi dasar pembuatan skala. Timbul
pertanyaan, berapa banyak jenis lainnya yang dapat dimasukkan ke dalamnya,
apakah satu atau seribu jenis. Jenis aritmatika apa yang harus digunakan?
Perlukah jenis perhitungan dijelaskan secara lisan, secara tertulis atau
gabungan dari lisan dan tertulis? Apa yang dapat membatasi waktu? Dan
karena terdapat banyak alternatif, maka keyakinan pada setiap skala tertentu

9
menjadi turun atau rendah sebab standar akuntansi telah menentukan skala
akuntansi berdasarkan fiat dan bukan mengaitkannya dengan teori-teori
pengukuran yang ada. Sekali lagi, dari contoh akuntansi kita dapat
mengetahui, misalnya dengan melakukan cara-cara khusus sehingga kita dapat
mengukur atau mengetahui apabila pendapat yang diperoleh dapat dibenarkan
atau tidak? Karena itu, cara seperti ini merupakan salah satu dari sekian banyak
cara mengukur pendapatan. Selama cara-cara khusus yang digunakan untuk
mengukur pendapatan namun tidak didasarkan pada teori yang kuat maka tidak
ada alasan untuk meyakini akan hasil-hasilnya.

Untuk dapat menguji keabsahan pengukuran, maka para ilmuwan sosial


telah berupaya mengaitkan sifat-sifat berdasarkan hasil studi dengan variabel-
variabel lain hingga akhirnya dapat diketahui apakah keabsahan pengukuran
tersebut bermanka atau tidak. Sebagai contoh, dalam serangkaian operasi
tertentu terdiri dari pengujian tertulis dalam aritmatika yang masih digunakan
untuk mengukur kemampuan aritmatiknya. Karenanya kita juga dapat
memprediksi bahwa dari sejumlah orang tertentu hanya mereka-mereka yang
mempunyai skor tinggi pada test tertulis yang juga akan memberikan kursus
matemaika di universitas tertentu. Korelasi antara skor pada test dan tingkatan
yang diterma dalam kursus dapat menjadi salah satu cara untuk memvalidasi
operasi pengukuran tertentu. Dengan cara seperti ini, kita dapat mengetahui
adanya korelasi positif yang sangat tinggi, sehingga mampu memberikan
keyakinan dalam operasi pengukuran tertentu.

Salah satu alasan perlunya melakukan pengukuran pada pendekatan


formulasi teori akuntansi adalah dengan harapan apabila teori akuntansi dapat
secara emperis diuji, kemudian melakukan pengukuran fiat agar dapat
melakukan pengukuran yang mendasar. Selain itu, setiap orang dapat lebih
merasa yakin terhadap pengukuran.

5.2.3 Sumber-Sumber Kesalahan dalam pengukuran

Apa yang dimaksud dengan keandalan dan ketepatan dari kegiatan


pengukuran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menyatakan

10
terlebih dahulu bahwa tidak ada pengukuran yang bebas dari kesalahan. Untuk
semua pengukuran mengandung kesalahan atau eror.Sumber kesalahan tersebut
adalah sebagai berikut:

a) Operasi Pengukuran tidak tetap


Ketentuan di dalam menentukan jumlah sifat-sifat tertentu biasanya
terdiri dari serangkaian operasi. Serangkaian operasi tidak dapat
dijelaskan secara akurat dan oleh karenanya dapat juga
diinterpretsikan secara tidak akurat oleh pengukur. Sebagai contoh
misalnya, penghitungan pendaatan mencakup berbagai operasi seperti
klasifikasi dan alokasi antara aset dan pengeluaran yang sering
diinterpretasikan secara beragam oleh akuntan yang lain. Salah satu
alasan lainnya adalah tidak jarang kesesuaian operasi matematik
tidak selaras dengan hubungan aktual sifat-sifat yang diukur.
b) Pengukur.
Pengukur dapat salah menginterpretasikan peraturan, sehingga
menjadi bias, atau dapat mengaplikasikan atau membacara instrumen
secara tidak benar. Sebagai contoh, apabila 10 orang yang akan
mengukur luas ruangan tertentu, maka kemungkinannya akan ada 10
hasil yang berbeda, dimana satu sama lainnya erat kaitannya meski
masih bersifat varian terhadap satu sama lain.
c) Instrumen.
Banyak operasi yang memerlukan penggunaan instrument fisik,
seperti halnya thermometer atau barometer, yang mempunyai
kelemahan-kelemahan. Terdapat potensi kesalahan sekalipun apabila
instrumen bukan peralatan yang berbentuk fisik, kecuali misalnya,
bagan, grafik, tabel jumlah atau indek harga.
d) Pengukuran yang dapat Dihandalkan
Seringkali diperlukan bahwa sebelum elemen-elemen seperti aset,
hutang, pendapatan dan pengeluaran sudah diketahui dalam laporan
keuangan, sehingga elemen-elemen tersebut dapat digunakan sebagai
instrumen yang handal. Karenanya timbul pertanyaan lain, apa yang
dimaksud dengan pengukuran handal? Keterhandalan erat kaitannya

11
dengan konsistensi yang telah terbukti pada setiap operasi untuk
memperoleh hasil-hasil yang memuaskan atau hasil-hasil (jumlah)
nya sendiri dalam pemakaian tertentu. Dalam statistik, keterhandalan
memerlukan pengukuran yang dapat diulang atau hasilkan ulang,
karena itu, perlu dijelaskan konsistensinya. Keterhandalan dapat
dianggap bertentangan dengan variabilitas. Dalam SAC 3 paragraf
16 dinyatakan bahwa:

5.2.4 Pengukuran Aset


a) Definisi Aset
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
Paragraf 49 menyatakan bahwa Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh
perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. (Ikatan
Akuntansi Indonesia, 2012). FAB mendefinisikan aset dalam rerangka
konseptualnya sebagai berikut (SAFC No. 6 prg. 25 ): Asets are probable
future economic benefits obtained or controlled by particular entity as a result
of past transacyions or events. (Aset adalah manfaat ekonomik masa datang
yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas
sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.) Suwardjono (2005:255)
menunjukan bahwa terdapat tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar
suatu obyek atau pos dapat disebut aset yaitu:
(a) Manfaat ekonomik di masa datang yang cukup pasti. Ini
mengisyaratkan bahwa manfaat tersebut terukur dan dapat dikaitkan
dengan kemempuannya untuk mendatangkan pendapatan atau aliran kas
di masa datang.
(b) Dikuasai atau dikendalikan oleh entitas. Pengusa disini berarti
kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan,
menukarkan, menggunakan, manfaat ekonomik dan mencegah akses
pihak lain terhadap manfaat tersebut. Penguasa atau kendali terhada
suatu objek dapat diperoleh dengan cara pembelian, pemberian,
penemuan, perjanjian, produksi/transformasi, penjualan dan lain- lain.

12
(c) Akibat transaksi atau kejadian masa lalu. Penguasa harus
didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik.
b) Pengukuran Aset
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf
100 menyatahkan bahwa sejumlah dasar pengukuran yang berbeda dalam derajat
dan kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Berbeda dengan dasar
pengukuran tersebut adalah sebagai berikut:

1. Biaya historis.
Aset dicatat sebesar pe ngeluaran kas (a tau setara kas) yang dibayar
atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration ) yang diberikan
untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
2. Biaya kini (current cost).
Aset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya
dibayar bila aset yang sama atau setara aset diperoleh sekarang.
3. Nilai realisasi/penyelesaian (realizable/settlement value).
Aset dinyatakan jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh
sekarang dengan menjual aset dalam pelepasan normal (orderly
disposal).
4. Nilai sekarang (present value).
Aset yang dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih dimasa depan yang
didiskontokan ke nilai sekarang dari pos diharapkan dapat memberikan
hasil dalam pelaksanaan usaha moral. (Ikatan Akuntan Indonesia, 2012)

Suwarjdono (2005:260) menunjukan bahwa pengukuran adalah kriteria


pengakuan aset. Pengukuran merupaka n penentuan jumlah rupiah yang harus
dilekatkan pada suatu objek aset pada saat terjadinya yang akan dijadikan data
dasar untuk mengikuti aliran fisis objek tersebut.

13
5.3 Konsep Dasar Pengakuan dan Pengukuran Pos Pelaporan SFAC No.6
Elemen-Elemen Laporan Keuangan (Elements of Financial Statement)

Ruang lingkup dan isi dari pelaporan keuangan menurut SFAC No. 6
berhubungan reat dengan proses pengakuan. Pengakuan berkaitan dengan
elemen-elemen mana yang dimasukkan ke dalam financial statement termasuk
atributnya yang harus diukur. Untuk bisa dimasukkan sebagai bagian financial
statement suatu transaksi tidak hanya harus memenuhi definisi elemen tapi juga
harus memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran yang andal. Unsur-unsur
laporan keuangan yaitu:
a. Bagian pertama terdiri dari tiga unsur yaitu: kekayaan, kewajiban, dan
modal yang menggambarkan tingkat atau jumlah sumber-sumber ekonomi
atau klaim pada suatu saat.
b. Bagian kedua terdiri dari tujuh elemen yaitu laba komprehensif dengan
komponen pendapatan, biaya , untung dan rugi serta investasi oleh pemilik
dan distiribusi kepada pemilik.
SFAC 6 : Elements of Financial Statements (Elemen-Elemen dalam Laporan
Keuangan)
SFAC No 6 ini mempunyai lingkup dalam pembahasan mengenai definisi
10 elemen laporan keuangan ( 7 elemen untuk organisasi bisnis dan non-laba dan
3 elemen hanya untuk organisasi bisnis) dan juga definisi 3 kelas aset bersih untuk
organisasi non-laba dan perubahan pada kelas ini selama perioda.
a) Aset
adalah manfaat ekonomik masa depan yang mungkin didapat atau
dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau
peristiwa masa lalu. Karakteristik dari aset adalah memiliki kemungkinan
manfaat masa depan untuk menyumbangkan aliran kas masuk bersih
secara langsung maupun tidak, entitas tertentu bisa mendapat manfaat dan
mengendalikan akses pihak lain ke aset tersebut, dan transaksi atau
peristiwa lain yang menyebabkan munculnya hak atau pengendalian
manfaat telah terjadi di masa lalu.

14
b) Kewajiban
adalah pengorbanan masa depan yang mungkin terjadi atas manfaat
ekonomik, berasal dari kewajiban saat ini dari sebuah entitas, untuk
mentransfer aset atau memberikan jasa ke entitas lain di masa depan dan
sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Kewajiban
mengandung tugas atau tanggungjawab bagi satu atau lebih entitas.
Tanggungjawab tersebut mengharuskan adanya penyelesaian berupa
transfer atau penggunaan aset di masa depan pada satu tanggal yang telah
ditentukan, atau pada saat terjadinya suatu peristiwa, atau atas permintaan.
c) Ekuitas atau Aset bersih
adalah hak residual atas aset sebuah entitas yang tersisa setelah dikurangi
dengan kewajibannya.Dipengaruhi oleh semua peristiwa yang
meningkatkan atau mengurangi aset total dengan jumlah yang berbeda dari
peristiwa yang meningkatkan atau mengurangi kewajiban total. Di dalam
praktik kadang-kadang beda antara ekuitas dengan kewajiban bisa tidak
jelas. Ada kalanya sekuritas yang diterbitkan oleh entitas memiliki
karakteristik kewajiban dan ekuitas.
d) Investasi oleh pemilik
adalah peningkatan ekuitas yang berasal dari transfer ke entitas dari entitas
lain atau peningkatan hak kepemilikan atau ekuitas. Aset yang diterima
dari pemilik adalah investasi pemilik. Selain itu juga termasuk jasa atau
konversi kewajiban perusahaan. Distribusi kepada pemilik bisa berasal
dari pentransferan aset, penyerahan jasa, atau munculnya kewajiban
perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik mengurangi hak
kepemilikan di dalam perusahaan.
e) Karakteristik investasi oleh pemilik:
melalui investasi oleh pemilik, perusahaan bisa mendapatkan SD yang
dibutuhkannya untuk, memulai atau mengembangkan operasi, melunasi
hutang atau Untuk tujuan bisnis yang lain. Karakteristik distribusi kepada
pemilik: mengurangi aset bersih dan meningkatkan atau menghentikan hak
kepemilikan, reakuisisi ekuitas oleh entitas termasuk distribusi kepada
pemilik.

15
f) Laba komprehensif:
Perubahan ekuitas perusahaan bisnis selama satu perioda yang berasal dari
transaksi atau peristiwa lain yang berasal dari sumber non-pemilik.adalah
return atas modal financial (return on financial capital). Hanya aliran
masuk yang melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan
modal yang disebut dengan return atas ekuitas. Sumber laba komprehensif:
Transaksi pertukaran dan transfer lain antara perusahaan dengan entitas
lain yang bukan pemiliknya, Upaya produktif perusahaan, dan Perubahan
harga, kecelakaan, atau efek lain dari interaksi antara perusahaan dengan
lingkungannya.
g) Pendapatan
adalah aliran masuk atau peningkatan aset yang lain dari sebuah entitas
atau Pelunasan kewajibannya (atau kombinasi keduanya) yang berasal dari
penyerahan atau pemroduksian barang, penyerahan jasa, atau aktivitas
lain yang merupakan operasi utama atau sentral entitas. Biaya adalah
aliran keluar atau penggunaan aset yang lain atau keterjadian kewajiban
(atau kombinasi keduanya) karena penyerahan atau pemroduksian barang,
penyerahan jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan operasi
utama dan sentral entitas.
h) Keuntungan
adalah peningkatan ekuitas dari transaksi periferal atau tidak rutin dan dari
semua transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi entitas, kecuali
yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Kerugian adalah
penurunan ekuitas dari transaksi periferal atau tidak rutin dan satu semua
transaksi atau peristiwa lain yang mempengaruhi entitas, kecuali yang
berasal dari biaya atau distribusi kepada pemilik, umumnya tidak berada di
bawah kendali managemen, bisa bersifat operasional maupun tidak.
i) Akuntansi akrual:
Mencatat efek finansial dari transaksi dan peristiwa lain dan keadaan yang
memiliki konsekuensi kas bagi entitas di perioda di mana
transaksi/peristiwa/keadaan terjadi, bukan hanya pada perioda di mana kas
diterima atau dibayarkan kepada entitas, tidak hanya atas transaksi kas,

16
namun juga: transaksi kredit; pertukaran barter; transfer barang/jasa non-
resiprokal; perubahan harga; perubahan dalam bentuk aset atau kewajiban,
dan transaksi/peristiwa/keadaan yang lain yang memiliki konsekuensi kas
namun tidak melibatkan aliran kas di masa yang sama. Akuntansi akrual
tidak hanya mengakui peristiwa atau keadaan non-kas, namun juga
penangguhan (deferral), termasuk alokasi dan amortisasi Realisasi: proses
pengkonversian SD non-kas dan hak menjadi kas. Pengakuan: proses
formal pencatatan atau pemasukan sebuah butir ke dalam LK sebuah
entitas.
j) Penandingan
adalah pengakuan serentak atau kombinasian pendapatan dan biaya yang
langsung berasal dari transaksi yang sama atau berupa gabungan dari
transaksi atau peristiwa yang lain. Sebagian biaya tidak berhubungan
langsung dengan pendapatan tertentu namun bisa dihubungkan dengan
satu perioda atas dasar transaksi atau peristiwa yang terjadi di perioda
tersebut atau melalui alokasi. Manfaat yang diberikan oleh sebuah aset
juga bisa terjadi selama beberapa perioda. Biaya yang terjadi kemudian
dialokasikan ke perioda-perioda umur manfaat estimasiannya.
Unsur-unsur dari pelaporan keuangan adalah suatu hubungan
kelompok dengan suatu kenyataan dasar, pada aktiva, kewajiban dan unsur
lainnya yang berhubungan dengan ukuran kinerja dalam suatu keadaan. Suatu
pelaporan dsajikan arus dana selama suatu periode boleh termasuk kategori
dari dana-dana oleh operasi, pinjaman, penggunaan harta, cadangan, penjualan
aktiva dan lainnya

17
KESIMPULAN

1. Konsep Dasar Pengakuan dan Pengukuran Pos Pelaporan Keuangan SFAC No.
5 (Pengakuan dan Pengukuran dalam Laporan Keuangan Suatu Entitas Bisnis).
Dimana konsep pengakuan dan pengukuran dirumuskan dengan tujuan sebagai
berikut:
a. Sebagai kesatuan fundamental mengenai kriteria dan pedoman pengakuan
terhadap informasi yang secara formal harus dimasukkan ke dalam laporan
keuangan, serta untuk menentukan kontribusi laporan keuangan terhadap
tujuan pelaporan keuangan.
b. Untuk memenuhi maksud tersebut, dirumuskan kriteria dan pedoman umum
yang konsisten dengan praktek akuntansi.
c. Pengungkapan yang cukup, bentuk disclousure atas laporan keuangan
diusahakan dengan menyampaikan informasi dengan pengungkapan yang
cukup memadai. Pengungkapan informasi dapat ditempuh dengna dua cara
yaitu bentuk catatan atau dalam tanda kurung (note or parenthentically) dan
dapat mengambil informasi tambahan (supplementary information ).
Kriteria pengakuan fundamental suatu transaksi atau kejadian ekonomi
menurut SFAC No. 5 adalah harus memenuhi definition, meansurability,
relevance, dan reliability.
2. Elemen-Elemen Laporan Keuangan (Elements of Financial Statement)
berdasarkan SFAC No.6 yakni:
a. Bagian pertama terdiri dari tiga unsur yaitu: kekayaan, kewajiban, dan
modal yang menggambarkan tingkat atau jumlah sumber-sumber ekonomi
atau klaim pada suatu saat.
b. Bagian kedua terdiri dari tujuh elemen yaitu laba komprehensif dengan
komponene pendapatan, biaya , untung dan rugi serta investasi oleh pemilik
dan distiribusi kepada pemilik.

18
DAFTAR PUSTAKA

Astika, Putra. 2012. Teori Akuntansi: Konsep-Konsep Dasar Akuntansi


Keuangan.

19