Anda di halaman 1dari 8

Analisa Data dan Penentuan Masalah

A. Penjajakan Tahap I
Penjajakan tahap I adalah tahap pengumpulan data dasar keluarga secara
keseluruhan komponen yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Masalah
keperawatan yang menunjukkan adanya ancaman kesehatan, kurang atau tidak
sehat dan krisis. Perawat harus mengidentifikasi kesanggupan keluarga untuk
melaksanakan 5 tugas kesehatan. Menurut Freedman (1981) keluarga mempunyai
lima (5) tugas memelihara kesehatan keluarga khususnya keluarga yang
anggotanya menderita penyakit hipertensi yaitu :
1) Mengenal gangguan dan perkembangan kesehatan setiap anggota
keluarga tentang gejala hipertensi
2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap
angota keluarga yang menderita penyakit hpertensi
3) Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang menderita
hipertensi
4) Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepada anggota keluarganya
5) Mempertahankan hubungan timbal balik dengan fasilitas kesehatan yang
dapat mengatasi penyakit hipertensi.
Terdapat 3 kelompok masalah kesehatan yang harus diidentifikasi oleh perawat
yaitu
1. Ancaman kesehatan adalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan
penyakit, kecelakaan atau kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan,
misalnya:
a. Riwayat penyakit keturunan dari keluarga seperti hipertensi
b. Bahayanya ketularan penyakit
c. Jumlah keluarga melampaui batas sumber daya keluarga
d. Risiko kecelakaan, pasien stroke berisiko untuk jatuh sehingga keluarga
harus benar-benar menjaga pasien ini dengan baik
e. Gizi, konsumsi makanan berlemak yang berlebihan
f. Sanitasi lingkungan yang jelek
g. Kebiasaan terlalu banyak minum-minuman keras, terlalu banyak
merokok, dan minum obat tanpa resep
h. Sifat kepribadian pemarah
i. Riwayat kesehatan yang menimbulkan masalah kesehatan seperti
angina pektoris
j. Suasana keluarga tidak harmonis, kelakuan yang suka mementingkan
diri, percecokan anggota-anggota keluarga yang belum terselesaikan,
ketidakcocokan yang cukup berat.
2. Kurang/tidak sehat adalah kegagalan dalam memelihara kesehatan
Keadaan penyakit seperti penyakit jantung
3. Krisis merupakan salah satu kondisi yang terlalu menuntut individu atau
keluarga dalam penyesuaian sumberdaya yang diluar batas kemampuan
mereka.

B. Penjajakan Tahap II
Tahap ini menggambarkan sampai dimana keluarga dapat melaksanakan
tugas-tugas kesehatan yang berhubungan dengan ancaman kesehatan,kurang
/tidak sehat dan krisis yamg dialami oleh keluarga yang didapat pada penjajakan
tahap pertama. Pada tahap kedua menggambarkan ketidak mampuan keluarga
untuk melaklasanakan tugas-tugas kesehatan serta cara pemecahan masalah yang
dihadapi. Karena ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas
kesehatan dan keperawatan,maka dapat dirumuskan diagnosa keperawatan secara
umum pada keluarga yang menderita penyakit hipertensi antara lain :
1) Ketidak sanggupan keluarga mengenal masalah penyakit hipertensi
berhubungan dengan ketidaktahuan tentang gejala hipertensi
2) Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan dalam
melaksanakan tindakan yang tepat untuk segera berobat kesarana kesehatan
bila terkena hipertensi berhubungan dengan kurang pengetahuan
klien/keluarga tentang manfaat berobat kesarana kesehatan
3) Ketidak mampuan merawat anggota keluarga yang sakit berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit hipertensi ,cara perawatan
dan sifat penykit hipertensi .
4) Keitdaksanggupan memelihara lingkungan rumah yang dapat
mempengaruhi kesehatan keluarga berhubungan dengan tadak dapat melihat
keuntungan dan manfaat pemeliharaan lingkungan serta kitidaktahuan
tentang usaha pencegahan penyakit hipertensi.
5) Ketidakmampuan menggunakan sumber yang ada di masyarakat guna
memelihara kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien
dan keluarga tersedianya fasilitas kesehatan seperti JPS.,dana sehat dan
tidak memahami manfaatnya.
C. Jenis Masalah
Karena ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan dan
keperawatan,maka dapat dirumuskan diagnosa keperawatan secara umum pada
keluarga yang menderita penyakit hipertensi antara lain :

1. Ketidak sanggupan keluarga mengenal masalah penyakit hipertensi


berhubungan dengan ketidaktahuan tentang gejala hipertensi
2. Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan dalam melaksanakan
tindakan yang tepat untuk segera berobat kesarana kesehatan bila terkena
hipertensi berhubungan dengan kurang pengetahuan klien/keluarga tentang
manfaat berobat kesarana kesehatan.
3. Ketidak mampuan merawat anggota keluarga yang sakit berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan tentang penyakit hipertensi ,cara perawatan dan sifat
penyakit hipertensi .
4. Keitdaksanggupan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi
kesehatan keluarga berhubungan dengan tadak dapat melihat keuntungan dan
manfaat pemeliharaan lingkungan serta kitidaktahuan tentang usaha pencegahan
penyakit hipertensi.
5. Ketidakmampuan menggunakan sumber yang ada di masyarakat guna
memelihara kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien dan
keluarga tersedianya fasilitas kesehatan seperti JPS.,dana sehat dan tidak
memahami manfaatnya.

Adapun diagnosa keperawatan yang berhubungan pengaturan diet pada klien


hipertensi adalah :

1) Ketidaktahuan mengenal masalah nutrisi sebagai salah satu penyebab


terjadinya hipertensi adalah berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
cara pengaturaan diet yang benar.
2) Ketidak sanggupan keluarga memilih tindakan yang tepat dalam pengaturan
diet bagi penderita hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
tentang cara pengaturan diet yang benar.
3) Ketidakmampuan untuk penyediaan diet khusus bagi klien hipertensi
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara
pengolahan makanan dalam jumlah yang tepat.
4) Ketidakmampuan meenyediakan makanan rendah garam bagi penderita
hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan kebiasaan
sehari-hari yang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam
5) Ketidaktahuan menggunakan manfaat tanaman obat keluarga berhubungan
dengan kurangnya pengetahan tentang manfaat tanaman obat tersebut.

D. Cara Memprioritaskan Masalah


Penyusunan prioritas masalah dalam menangani dan menyelesaikan
masalah sangatlah peting untuk dilakukan. Dalam menentukan prioritas masalah
terdapat 4 kriteria yang dapat digunakan, yaitu:
1. Sifat masalah, dikelompokkan menjadi:
a. Ancaman kesehatan
b. Keadaan sakit atau kurang sehat
c. Situasi krisis
d. Kemungkinan masalah dapat dirubah apabila dilakukan intervensi
keperawatan.
2. Potensi masalah untuk dicegah, adalah sifat dan beratnya masalah yang akan
timbul dan dapat dikurangi atau dicegah melalui tindakan keperawatan dan
kesehatan
3. Masalah yang menonjol, adalah cara keluarga melihat dan menilai masalah
dalam hal berat dan mendesak masalah untuk segera diatasi dengan intervensi
keperawatan dan kesehatan
4. Keluarga yang memiliki anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan
anemia maka dapat disusun prioritas masalahnya.

Penentuan prioritas masalah, apabila masalah kesehatan keluarga cukup


banyak, masalah tersebut tidak mungkin diatasi semuanya karena ada
keterbatasan. Oleh karena itu, perlu disusun skala perioritas dengan menggunakan
kriteria-kriteria berikut:
Sifat masalah, skala yang digunakan adalah anacaman kesehatan atau resiko,
tidak/kurang sehat, dan krisis yang dapat diketahui. Kemungkinan masalah
tersebut dapat diubah/tidak. Bila masalah ini dapat diatasi dengan sumber daya
yang ada (tenaga,dana,dll), masalah akan berkurang atau mencegah lebih meluas.
Skala yang digunakan adalah mudah, hanya sebagian, dan tidak dapat. Potensi
masalah untuk dicegah. Sifat dan beratnya masalah yang akan timbul dapat
dikurangi atau dicegah. Skala yang digunakan adalah tinggi, cukup, dan rendah.
Menonjolnya masalah. Cara keluarga melihat dan menilai masalah dalam hal
beratnya dan mendesaknya masalah. Skala yang digunakan adalah masalah berat
harus ditangani, masalah tidak perlu segera ditangani, masalah tidak dirasakan.
Penentuan prioritas dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Kriteria pertama
dipengaruhi oleh faktor kebudayaan. Kriteria kedua dipengaruhi oleh 1
pengetahuan yang ada, teknologi, dan tindakan untuk mengatasi masalah, 2
Sumber daya keluarga dalam hasl fisik, keuangan, tenaga, dan waktu, 3 sumber
daya perawatan dalam bentuk fasilitas organisasi dalam masyarakat dan dukungan
masyarakat. Sedangkan kriteria ketiga dipengaruhi oleh faktor 1 lamanya masalah
(semakin lama, masalah semakin kompleks), 2 kerumitan.

E. Pengukuran Bobot Masalah


Kriteria Bobot

1. Sifat masalah 1

Skala : ancaman kesehatan 2

Tidak/kurang sehat 3

Krisis 1

2. Kemungikan masalah dapat 2


diubah
2
Skala : Dengan mudah
1
Hanya sebagian
0
Tidak dapat
3. Potensia masalah untuk dicegah 1

Skala : Tinggi 3

Cukup 2

Rendah 1

4. Menonjolnya masalah 1

Skala : Masalah berat harus 2


ditangani

Ada masalah tapi tidak


perlu segera ditangani 1

Masalah tidak dirasakan 0

Skoring :

1.Tentukan skor untuk tiap kriteria

2.Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikanlah dengan bobot

Skor X bobot

Angka tertinggi

3. Jumlahkanlah skor untuk semua criteria ,skor tertinggi 5 sama


dengan seluruh bobot

Diagnosa Keperawatan
A. Aktual
NO Diagnosa Paraf
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh ARA
berhubungan dengan
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan ARA
3. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya ARA
informasi

B. Resiko
NO Diagnosa Paraf
4. Resiko jatuh berhubungan dengan ARA

C. Potensial/Wellnes
NO Diagnosa Paraf
5. Kesiapan meningkatkan pengetahuan berhubungan dengan ARA
adanya kemauan untuk mengatasi masalah Hipertensi
DAFTAR PUSTAKA