Anda di halaman 1dari 5

III.

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis,26 Oktober 2017 pukul

15.30 - Selesai WITA, bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi,

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo,

Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1.Alat dan kegunaan


No. Nama Alat Kegunaan
1. Mikroskop Untuk mengamati preparat histologi
2. Kamera Untuk mengambil gambar

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu preparat histologi

ovarium dan testis sebagai bahan pengamatan.

C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan semua alat dan bahan yaitu mikroskop dan preparat

sediaan histologi testis dan ovarium

2. Mengamati sediaan histologi testis dan ovarium dengan menggunakan

mikroskop.

3. Mendokumentasikan hasil pengamatan.


B. Pembahasan

Reproduksi merupakan aspek biologis yang terkait mulai dari

diferensiasi seksual hingga di hasilkan individu baru. Pengetahuan tentang ciri

reproduksiyaitu mengetahui tentang perubahan atau tahapan-tahapan

kematangan gonad untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan atau

tidak melakukan reproduksi. Pengetahuan tentang ciri reproduksi tidak akan

sempurna apabila tidak di iringi dengan pengetahun anatomi reproduksi baik

jantan maupun betina.Proses reproduksi pada semua makhluk hidup

melibatkan organ-organ reproduksi jantan ataupun betina yang memilki fungsi-

fungsinya untuk medukung perkembangbiakannya. Reproduksi vertebrata pada

umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara

hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi.

Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini dapat diketahui

bahwa yang telihat pada preparat testis marmut (Marmot asp.) yaitu sel sertoli,

spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid, spermatozoa dan lumen.

Seperti yang diketahui bahwa proses pembentukan sperma atau

spermatogenesis terdiri atas fase awal yaitu spermatogonium bersifat diploid

(2n). secara mitosis spermatogonium akan berubah menjadi spermatosit primer

(2n), kemudian spermatosit primer membelah menjadi spermatosit sekunder

secara meiosis (meiosis 1). Jumlah spermatosit sekunder ada dua, sama besar

dan bersifat haploid (n) melalui fase meiosis II, spermatosit sekunder

membelah diri menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan ukurannya.

Selanjutnya spermatid berkembang menjadi sperma matang yang bersifat


haploid (n). setelah matang sperma menuju saluran reproduksi yakni

epididymis. Semua proses ini terjadi kurang lebih selama 17 hari, sementara

yang digunakan untuk melakukan proses spermatogenesis yaitu sel sertoli yang

merupakan sel yang memberi suplaian makanan atau energy untuk sperma.

Pengamatan selanjutnya yaitu pengamatan preparat testis mencit (Mus

musculus) yang terlihat yaitu sel sertoli, spermatosit primer, spermatosit

sekunder, spermatozoa dan lumen. Pengamatan selanjutnya yaitu pengamatan

preparat ovarium mencit (Mus musculus) yang terlihat adalah epitel germinal,

folikel sekunder, folikel primer, folikel De Graff dan medulla. Folikel

merupakan struktur dalam ovarium dimana terjadi perkembangan ovum.

Folikel awalnya kecil nemun semakin lama akan terus berkembang dan

membesar siring dengan perkembangan ovum didalamnya. Folikel yang sudah

matang dan siap mengeluarkan ovum di dalamnya dinamakan folikel de graff.

Perkembangan folikel dipengaruhi oleh hormone FSH yang dihasilkan oleh

hipotalamus. Folikel muda menghasilkan estrogen dan progesterone dalam

jumlah sedikit dan akan meningkat seiring perkembangannya. Proses keluarnya

ovum dari folikel De Graff dinamakan dengan istilah ovulasi. Sekresi LH

dalam jumlah besar oleh hipotalamus akan memicu proses ovulasi terjadi.

Ovum kemudian akan meluncur dan digerakkan menuju uterus dimana proses

fertilisasi akan terjadi.


V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan pada praktikum ini yaitu struktur histologi testis mencit

(Mus musculus) dan marmut (Marmot sp.) terdiri atas sel sertoli, spermatosit

primer, spermatoosit sekunder, spermatid, spermatozoa dan lumen. Sedangkan

pada histologi ovarium ) yang terlihat adalah epitel germinal, folikel sekunder,

folikel primer, folikel De Graff dan medulla.

B. Saran

Saran yang saya ajukan pada praktikum berikutnya yaitu agar asisten lebih

mengontrol lagi praktikannya dan lebih disiplin lagi masalah waktu.