Anda di halaman 1dari 9

Implementasi

No Tanggal Waktu Implementasi Paraf

A
1. 25/09/2017 07.00 1. Melakukan pengkjian nyeri
08.00
komprehensif yang meliputi lokasi,
WIB
karakteristik, frekuensi, kualitas,
intensitas atau beratnya nyeri dan faktor
pencetus.
2. Memastikan perawatan analgesik
bagi pasien dilakukan dengan
pemantauan yang ketat.
3. Menggunakan strategi komunikasi
terapeutik untuk mengetahui
pengalaman nyeri dan sampaikan
penerimaan pasien terhadap nyeri.
4. Menggali bersama pasien faktor-
faktor yang dapat menurunkan atau
memperberat nyeri
5. Memberikan informasi mengenai
nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa
lama nyeri akan dirasakan, dan
antisipasi dari ketidaknyamanan akibat
prosedur.
6. Mengkurangi atau eliminasi faktor-
faktor yang dapat mencetuskan atau
meningkatkan nyeri (misal. Ketakutan,
kelelahan dan kurang pengetahuan.)
7. Mendorong pasien untuk memonitor
nyeri dan menangani nyerinya dengan
tepat.
A
2. 25/09/2017 12.30- 1. Menentukan status gizi pasien dan
13.30
kemampuan pasien untuk memenuhi
WIB
kebutuhan gizi.
2. Mengindentivikasi adanya alergi atau
intoleransi makanan yang dimiliki
pasien.
3. Menentukan apa yang menjadi
preferensi makanan bagi pasien.
4. Memberikan obat-obatan sebelum
makan (misalnya penghilang rasa
sakit)jika diperlukan.
5. Memonitoring kalori dan asupan
makanan.

A
3. 25/09/2017 15.00- 1. Menggunakan pendekatann yang
16.00
tenang dan menyakinkan.
WIB
2. Menjelaskan semua prosedur
termasuk sensasi yang akan dirasakan
yang mungkin akan dialami klien
selama prosedure dilakukan.
3. Memberada di sisi klien untuk
meningkatkan rasa aman dan
mengurangi ketakutan
4. Mendorong keluarga untuk
mendampingi klien dengan cara yang
tepat.
5. Mendorong verbalisasi perasaan,
persepsi dan ketakutan.
6. Mengindentifikasi pada saat terjadi
perubahan tingkat kecemasan.
7. Membantu klien mengidentifikasi
situasi yang memicu kecemasan
A
4. 25/09/2017 19.00 1. Menentukan pola tidur/aktivitas
20.00
pasien
WIB
2. Memonitor/catat pola tidur pasien
dan jumlah jam tidur.
3. Memonitor pola tidur pasien, dan
catat kondisi fisik (misalnya
nyeri/ketidaknyamanan) dan psikologis
(misalnya ketakutan atau kecemasan)
keadaan yang mengganggu tidur.
4. Menganjurkan pasien untuk
memantau pola tidur.
5. Membantu untuk menghilangkan
situasi stres sebelum tidur.

A
5. 26/09/2017 07.00 1. Membantu klien mengdentifikasi
08.00
kemungkinan perkembangan situasi
WIB
krisis yang akan terjadi dan efek dari
krisis yang bisa berdampak pad klien
dan keluarga.
2. Memberikan informasi mengenai
harapan-harapan realistis terkait
dengan perilaku pasien.
3. Membantu klien mengidentifikasi
sumber-sumber yang tersedia dan
plihan yang tersedia terhadap tindakan
(yang akan dilakukan) dengan cara
yang tepat.
4. Melatih tehnik yang digunakan untuk
beradaptasi terhadap perkembangan
situasi krisis, dengan klien secara tepat.
5. Melibatkan keluarga maupun orang-
orng terdekat klien jika memungkinkan.

A
6. 26/09/2017 12.30 1. Menentukan jumlah dan jenis intake
13.30
atau asupan cairan serta kebiasaan
WIB
eliminasi.
2. Menentukan faktor-faktor risiko
yang mungkin menyebabkan
ketidakseimbngan cairan (misalnya
infeksi, muntah, diare)
3.Menentukan apakah pasien
mengalami kehausan atau gejala
perubahan cairan (misal, pusing
melamun, ketakutan, mual)
4. Memperiksa turgor kulit dengan
memegang jarinagn sekitar tulang
seperti tangan atau tulang kering,
mencubit kulit dengan lembut, pegang
dengan dua tangan dan lepaskan,
(dimana kulit akan turun kembali
dengan cepat jika pasien terhidrasi
dengan baik.
5. Memonitor Berat badan
6. Memonitor asupan dan pengeluaran.
7. Memonitor membran mukosa, turgor
kulit, dan respon haus.
8. Memonitor warna, kuantitas dan
berat jenis urin
A
7. 26/09/2017 16.00-
17.00 1. Membersihkan lingkungan dengan
WIB
baik setelah digunakan untuk setiap
pasien.
2. Menganjurkan pasien mengenal
teknik mencuci tangan dengan
tepat.
3. Mencuci tangan sebelum dan
sesudah kegiatan perawatan pasien.
4. Mengajarkan pasien untuk dan
keluarga mengenai tanda dan gejala
infeksi dan kapan harus
melaporkan kepada penyedia
perawatan kesehatan.
5. Mengajarkan pasien dan
anggota keluarga mengenai
bagaiman menghindari infeksi

A
8. 27/09/2017 07.00- 1. Menggunakan pendekatann yang
08.00
tenang dan menyakinkan.
WIB
2. Menjelaskan semua prosedur
termasuk sensasi yang akan
dirasakan yang mungkin akan
dialami klien selama prosedure
dilakukan.
3. Memberadakan sisi klien untuk
meningkatkan rasa aman dan
mengurangi ketakutan
4. Mendorong keluarga untuk
mendampingi klien dengan cara
yang tepat.
5. Mendorong verbalisasi perasaan,
persepsi dan ketakutan.
6. Mengindentifikasi pada saat
terjadi perubahan tingkat
kecemasan.
7. Membantu klien
mengidentifikasi situasi yang
memicu kecemasan
9 27/09/2017 12.30-

A
13.30 1. Mengkaji tingkat pengetahuan
WIB
pasien terkait dengan proses
penyakit yang spesifik.
2. Mereview pengetahuan pasien
mengenai penyakitnya.
3. Menjelaskan tanda dan gejala yang
umum dari penyakit, sesuai
kebutuhan.
4. Menjelaskan mengenai proses
penyakit, sesuai kebutuhan.
5. Memberikan informasi pada pasien
kondisinya, sesuai kebutuhan.
6. Memberikan ketenangan terkait
kondisi pasien, sesuai kebutuhan.
7. Memberikan informasi kepada
/orang yang penting bagi pasien
mengenai perkembangan pasien,
sesuai kebutuhan.
8. Mendiskusikan perubahan gaya
hidup yang mungkin diperlukan
untuk mencegah komplikasi di masa
yang akan datang dan / atau
mengontrol proses penyakit.
9. Mendiskusikan pilihan
terapi/penanganan.
10. Mengedukasi pasien mengenai
tindakan untuk mengontrol atau
meminimalkan gejala, sesuai
kebutuhan.
11. Memperkuat informasi yang
diberikandengan anggota tim
kesehatan lain, sesuai kebutuhan
Evaluasi
Diagnosa Evaluasi
Nyeri akut berhubungan S: pasien mengatakan sudah tidak tersa
dengan kerusakan nyeri lagi
jaringan (mukosa O: durasi pasien yang dirasakan
lambung) berkurang
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi
Ketidak seimbangan S: pasien mengatakan nafsu makan
nutrisi: kurang dari semakin meningkat
kebutuhan tubuh O: BB pasien meningkat
berhubungan dengan A: masalah teratasi
anoreksia P: hentikan intervensi

Resiko kekurangan S: pasien mengatakan tidak merasakan


volume cairan dehidrasi
berhubungan kehilangan O: pasien tampak segar bugar
cairan melalui rute normal A: masalah teratasi
(diare) P: hentikan intervensi

Intolerensi aktifitas S: pasien mengatakan tekanan


berhubungan dengan darahnya normal
keletihan di tandai dengan O: pasien terlihat mampu melakukan
respon tekanan darah aktivitas
abnormal A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi

Konstipasi berhubungan S: pasien mengatakan tidak mengalami


dengan pengeluaran feses masalah saat BAB
tidak tuntas di tandai O: BAB pasien sudah teratur
A: masalah teratasi
dengan anoreksia P: hentikan intervensi

Resiko infeksi S: pasien mengatakan sudah tidak


berhubungan kerusakan merasakan gejala infeksi
jaringan O: tidak ada tanda-tanda infeksi
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi

Resiko kekurangan
volume cairan S: pasien mengatakan tidak merasakan
berhubungan kehilangan dehidrasi
cairan melalui rute normal
(diare) O: pasien tampak segar bugar
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi

Ansietas berhubungan S: pasien mengatakan sudah tidak


dengan kecemasan di merasakan cemas lagi
tandai dengan tanda - tan O: pasien terlihat percaya diri
vital mingkat di atas batas A: masalah teratasi
normal P: hentikan intervensi

Defisiensi Pengetahuan S: pasien mengatakan sudah mengerti


berhubungan dengan mengenai pencegahan dan gejala yang di
kurang informasi berikan oleh perawat
mengenai pencegahan O: pasien tampak percaya diri
gejala dan A: masalah teratasi
penatalaksanaan penyakit. P: hentikan intervensi