Anda di halaman 1dari 4

NAMA : ALI SUSANTO

PRODI : D-III KEPERAWATAN

NIM : A1R16001

A. Perbedaan karakteristik Stable Angina, Unstable Angina, Angina Printzmetal

No. Jenis Angina Karakteristik


1 Stable Angina Dapat diprediksi karena menunjukkan
pola yang pasti
Disebabkan oleh olahraga atau aktivitas
fisik, seperti berjalan atau berlari
Berlangsung dakam waktu yang singkat,
biasanya selama 3-5 menit
Rasa sakit dapat mereda dengan
beristirahat atau mengkonsumsi obat
yang sesuai
Rasa sakit di dada kadang-kadang
menyebar ke bagian lain dari tubuh,
seperti lengan, punggung, bahu, dll.
Rasa sakit dapat dipicu oleh tekanan
mental atau emosional (stress)
Stable angina berpotensi bertanggung
jawab meningkatkan risiko serangan
jantung
2 Unstable Angina Tidak dipicu oleh aktivitas fisik
Bersifat lebih parah dari stable angina
Dapat terjadi/kambuh meskipun saat
beristirahat
Rasa sakit berlangsung 10-15 menit
Biasanya disertai dengan keluhan sesak
nafas, mual, muntah, keringat dingin, dan
frekuensi serangan angina meningkat
secara progresif
Rasa sakit tidak dapat mereda dengan
mengkonsumsi obat ataupun dengan
beristirahat
Tidak dapat diprediksi
Unstable angina tidak mengikuti pola
tertentu seperti pada stable angina
Dapat menjadi indikasi serangan jantung
dalam waktu dekat
3 Angina Printzmetal Dapat terjadi saat seseorang sedang
beristirahat atau tidur
Biasanya terjadi antara tengah malam dan
pagi hari
Seringkali lebih terasa menyakitkan
Dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat
yang sesuai
Tipe angina printzmental dapat
disebabkan oleh vasopasma, yaitu
kekejangan yang disebabkan oleh
penyempitan arteri koronari dan
berkurangnya aliran darah ke jantung
Tipe angina printzmetal jarang terjadi

B. Perbedaan karakteristik STEMI dan NonSTEMI (NSTEMI)

No. Nama Karakteristik


1 STEMI (ST-elevation infark Oklusi total dari arteri koroner yang
miocard) menyebabkan area infark yang lebih luas
meliputi seluruh ketebalan miokardium
yang ditandai dengan adanya elevasi
segmen ST pada EKG
Menyebabkan kerusakan ketebalan
menyeluruh dari otot jantung
Jumlah STEMI berkisar 70% dari semua
serangan jantung
Disebabkan oleh tidak terpenuhinya
pasokan darah akibat sumbatan akut
arteri koroner, sumbatan disebabkan oleh
rupture plak, ateroma pada arteri koroner
yang diikuti dengan thrombosis,
vaskontriksi
Gejala nyeri dada, mual, muntah,
berkeringan, dan kesulitan bernafas
Temuan EKG untuk STEMI adalah
elevasi segmen ST
Penanda pada jantung pada STEMI
seringkali berat dibanding NSTEMI
Pengobatan STEMI dapat menggunakan
Antiplatelet(Aspirin,Clopidogrel),
Antikoagulan(Enoxaparin, Dalteparin),
beta blocker(Atenolol, Metoprolol),
nitrat(giserin trinitrat), statin(atorvastatin,
simvastatin), ACE inhibitor(ramipril,
enalapril), atau ARB(valvasartan,
losartan).
Pada terapi reperfusi, PCL primer ialah
pengobatan pilihan untuk STEMI, bila
PCL primer tidak tersedia maka terapi
trombolitik harus diberikan
2 NSTEMI (non ST-elevation Oklusi sebagian dari arteri koroner tanpa
infark miocard) melibatkan seluruh ketebalan
miokardium sehingga tidak ada elevasi
segmen ST pada EKG
Menyebabkan kerusakan ketebalan
parsial otot jantung
Jumlah NSTEMI berkisar 30% dari
semua serangan jantung
Disebabkan oleh penurunan suplai
oksigen atau peningkatan kebutuhan
oksigen miokard yang diperberat oleh
obstruksi koroner
Terjadi karena thrombosis akut pada
arteri koroner yang diawali dengan
adanya rupture plak yang tidak stabil
Gejala nyeri dada, mual, muntah,
berkeringan, dan kesulitan bernafas
Temuan EKG untuk NSTEMI adalah
depresi segmen ST
Penanda pada jantung pada NSTEMI
seringkali lebih ringan disbanding
STEMI
Pengobatan NSTEMI dapat
menggunakan
Antiplatelet(Aspirin,Clopidogrel),
Antikoagulan(Enoxaparin, Dalteparin),
beta blocker(Atenolol, Metoprolol),
nitrat(giserin trinitrat), statin(atorvastatin,
simvastatin), ACE inhibitor(ramipril,
enalapril), atau ARB(valvasartan,
losartan).