Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH pH TERHADAP KERJA ENZIM PTIALIN

LAPORAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Fisiologi Hewan dan Manusia
yang dibina oleh Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D

Oleh :
Kelompok 4
Aulia Qori L (160342606242)
Gabriela Maria I (160342606209)
Lutfita Fitriana (160342606284)
Nicholas Gerry A (160342606297)
Nor Fadillah (160342606217)
Sulistya Ika R (160342606299)

Offering H

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2017
A. Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh pH terhadap kerja enzim ptialain.

B. Dasar Teori
C. Alat dan Bahan
Alat: Bahan:
- Gelas piala 100 cc - Larutan amilum 1%
- Tabung reaksi - Larutan iodine 10%
- Rak tabung reaksi - Larutan buffer pH 3, pH 5, pH 7, pH 9
- Gelas ukur 10 cc - Saliva
- Corong kaca - Aquades
- Pipet kecil - Kertas saring
- Plat tetes

D. Prosedur
E. Data Pengamatan
1. Waktu 5 menit
Tabung Warna larutan Awal Warna larutan setelah
ditetesi Iodine 10%
Tabung A
1 cc/mL amilum 1% + 1 Keruh Biru tua +++
cc/mL Buffer pH 3 + 1
cc/mL Saliva
Tabung B
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 5 + 1 Keruh Kuning ++
cc/mL Saliva
Tabung C
1 cc/mL amilum 1% + 1 Keruh Kuning ++
cc/mL Buffer pH 7 + 1
cc/mL Saliva
Tabung D
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 9 + 1 Keruh Kuning pudar +
cc/mL Saliva

2. Waktu 10 menit
Tabung Warna larutan Awal Warna larutan setelah
ditetesi Iodine 10%
Tabung A
1 cc/mL amilum 1% + 1 Keruh Biru tua +++
cc/mL Buffer pH 3 + 1
cc/mL Saliva
Tabung B
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 5 + 1 Keruh Kuning +
cc/mL Saliva
Tabung C
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 7 + 1 Keruh Kuning ++
cc/mL Saliva
Tabung D
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 9 + 1 Keruh Kuning pudar +
cc/mL Saliva

3. Waktu 15 menit
Tabung Warna larutan Awal Warna larutan setelah
ditetesi Iodine 10%
Tabung A
1 cc/mL amilum 1% + 1 Keruh Biru tua +++
cc/mL Buffer pH 3 + 1
cc/mL Saliva
Tabung B
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 5 + 1 Keruh Kuning +++
cc/mL Saliva
Tabung C
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 7 + 1 Keruh Kuning ++
cc/mL Saliva
Tabung D
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 9 + 1 Keruh Kuning pudar ++
cc/mL Saliva

4. Waktu 20 menit
Tabung Warna larutan Awal Warna larutan setelah
ditetesi Iodine 10%
Tabung A
1 cc/mL amilum 1% + 1 Keruh Biru tua +++
cc/mL Buffer pH 3 + 1
cc/mL Saliva
Tabung B
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 5 + 1 Keruh Kuning +++
cc/mL Saliva
Tabung C
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 7 + 1 Keruh Kuning +++
cc/mL Saliva
Tabung D
1 cc/mL amilum 1% + 1
cc/mL Buffer pH 9 + 1 Keruh Kuning +++
cc/mL Saliva

F. Analisis dan Pembahasan


Pada menit ke 15, larutan yang berisi 1 ml larutan amilum 1% + 1 ml larutan buffer
pH 3, 5, 7, dan 9 + 1 ml larutan saliva yang ada di empat tabung reaksi yang berbeda.
Keempat tabung (tabung A, B, C, dan D) yang berisi larutan saliva tersebut diteteskan
sebanyak 4 tetes kedalam plat tetes. Kemudian ditambahkan satu tetes larutan iodine 10%
pada larutan saliva. Dimati perubahan warna dari larutan saliva yang telah ditambah larutan
iodine 10%. Hasilnya pada lubang plat tetes A yang berisi larutan tersebut berubah warna
menjadi biru tua +++, larutan dalam plat tetes B berubah warna menjadi kuning+++, larutan
dalam plat tetes C berubah warna menjadi kuning++, dan larutan dalam plat tetes D berubah
warna menjadi kuning pudar++.
Kelenjar ludah menghasilkan air ludah yang mengandung berbagai zat kimia, salah
satunya adalah enzim ptialin atau amilase ludah (Soewolo. 2000). Enzim merupakan suatu
protein (Gofur, dkk., 2016). Ptialin berfungsi membantu mempercepat perombakan tepung
(polisakarida) menjadi maltosa (disakarida) dan monosakarida (glukosa, fruktosa, dan
galaktosa). Kelenjar saliva yang mensekresikan saliva tersebut memiliki pH 6,5 (Soewolo.
2000).
Kerja enzim dapat dipengaruhi oleh suhu dan pH. Pada pengaruh pH, ikatan
elektrostatik sering berpartisipasi pada susunan suatu enzim substrat. Selama H+ dan OH-
dapat berperan sebagai counter ion untuk daerah elektrostatik, penurunan pH akan
meningkatkan lebih banyak daerah positif pada suatu enzim untuk berinteraksi dengan
kelompok negatif pada molekul substrat. Sebaliknya, peningkatan pH akan menggalakkan
ikatan kelompok positif pada suatu substrat ke daerah negatif pada enzim (Soewolo. 2000).

Daftar Rujukan
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta: Proyek Pengembangan Guru Sekolah
Menengah.
Gofur Abdul, Lestari .S .R, Susilowati, Wulandari Nuning. 2016. Petunjuk Praktikum Fisiologi
Hewan dan Manusia. Malang: Universitas Negeri Malang.