Anda di halaman 1dari 38

P 3571 DY

Farmakologi
Esai
1) Sebutkan contoh obat yang dapat bersifat nefrotoksik ketika digunakan jangka panjang ;
Streptromycin
Eritromycin
Amfotericyn
Vit C ( as askorbat) . lainnya lupa . Jawaban kita : Streptomycin, Amfoterycin dan vit c

2) Sebutkan obat yang kontraindikasi pada ibu hamil ( pelajari ya golongan antibiotic, NSAID,
Hipertensi )
3) Berikan pengertian dan contoh obat yang menyebabkannya
a. Tukak lambung
b. Hepatotoksik
c. Neuropati
d. Bakterida
e. Neurotoksik
f. Sirosis
4) Indikasi obat berikut
a. Kandesartan
b. Sirup Metronidazol
c. Tablet Griseofulvin\
d. Sirup Mebendazol
e. Alupurinol
f. Nistatin
5) Sebutkan 2 min contoh obat untuk penyakit :
a. Demam
b. Pirai
c. Tukak Lambung
d. Hipertensi

Tambahan : Pelajari macam macam obat kontraindikasi dan indikasinya

FARMAKOLOGICA

A. KARDIOVASKULAR

1
P 3571 DY

1. Obat Anti-Hipertensi
Hipertensi : kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikan ini bertahan

a. Penghambat syaraf adrenergik : reserpin hipertensi ringan-sedang)


b. bloker : Prazosin HCl, Doksazosin hipertensi,hiperplasia prostat jinak,gagal jantung
kongestif
c. Inhibitor ACE : Kaptopril, Enalapril, benazepril (prodrug) semua tingkat hipertensi, gagal
jantung kongestif (+an)
d. Antagonis reseptor angiotensin : losartan, valsartan, kandesartan
e. Obat yg bekerja sentral : Metildopa, Klonidin HCl
Obat-obat anti hipertensi umumnya kontraindikasi dg kehamilan kcuali metildopa, beta-bloker,
hidralazin

2. Anti-Angina
a. Gol nitrat : Isosrbid dinitrat profilaksis & pengobatan angina, ggl jantung kongestif (terapi
+an)
b. Gol. bloker : propanolol HCl, labetalol, asebutolol, atenolol hipertensi, antiangina, aritmia
c. Gol. Antagonis Ca : diltiazem HCl, amlodipin, nifedipin, verapamil profilaksis & pengobatan
angina, hipertensi
3. Anti aritmia : adenosin, amiodaron, lidokain HCl, Verapamil, Prokainamid
4. Diuretik
a. Golongan tiazid (potensi sedang): hidroklortiazid,klortiazid hipertensi, edema
b. Gol. Loop (potensi kuat) : furosemid, asam etakrinat edema, oliguria krn ggl ginjal
c. Gol. Hemat kalium (retensi kalium): amilorid HCl, triamteren, spironolakton edema, asites,
gagal jantung kongestif
4. Hipolipidemik
a. Resin penukar ion : kolestiramin, kolestipol hiperlipid tipe IIa

b. HMG CoA Inhibitor : simvastatin, atorvastatin, lovastatin IIa

c. Turunan asam fibrat : klorfibrat, gemfibrozil, bezafibrat IIa, IIb, III, IV, & V

d. Asam nikotinat IIa, IIb, IV

2
P 3571 DY

B. SALURAN NAFAS

1. Antiasma dan Bronkodilator


a. Teofilin; aminofilin (kombinasi teofilin & etildiamin teofilin stabil) obstruksi sal nafas
b. Stimulan adrenoreseptor : salbutamol; salmeterol (selektif -2), efedrin HCl asma & kondisi
lain yg berkaitan dg obstruksi sal napas reversible
c. Bronkodilator antimuskarinik: Ipratorium Br
d. Kortikosteroid (efektif u/ asma) : beklometason dipropionat, budesonid profilaksis asma jika
tidak sepenuhnya teratasi o/ bronkodilator
Obat antiasma yang aman bagi masa kehamilan : prednisolon (po)dan preparat inhalasi

2. Antihistamin terapi alergi nasal, rhinitis alergic (hay fever), urtikaria


a. Non sedatif : Astemizol, Loratadin, Terfenadin
b. Sedatif : CTM, dimenhidrinat, difenhidramin HCl, prometazin
3. Antitusif & Ekspektoran
a. Antitusif : Kodein fosfat, dextrometorfan
b. Ekspektoran : gliseril guaiakolat, kombinasi difenhidramin
4. Dekongestan hidung : pseudoefedrin HCl, fenilpropanolamin
5. Mukolitik : Bromheksin, ambroxol

3
P 3571 DY

C. SALURAN CERNA

1. Antitukak
a. Antasida : MgOH, AlOH, Simetikon dispepsia

b. Antagonis reseptor H2 : Simetidin, ranitidin, famotidin, nizatidin tukak lambung, duedenum,


refluks esofagitis, sindrom Zollinger ellison

d. Khelator : sukralfat tukak duodenum

e. Penghambat pompa proton : Lansoprazol, Omeprazol, Pantoprazol tukak lambung, tukak


duodenum, GERD

D. ANTI INFEKSI

1. Antibiotika
a. Penisilin: Ampisilin&amoxixilin (spektrum luas), kloksasilin &flukoksasilin (tahan penisilinase)
otitis media, infx sal kemih, sinusitis, gonore
b. Sefalosporin: sefaleksin,sefadroksil (G1) ; sefuroksim,sefamandol (G2); sefriakson, seftazidim
(G3)
c. Tetrasiklin klamidia, akne vulgaris, riketsia, ekstraserebrasi bronkitis kronis
d. Aminoglikosida : amikasin, kanamisin, streptomisin, tobramisin,, neomisin
e. Makrolida : eritromisin, klaritromisin, azitromisin
f. Kuinolon : asam nalidiksat, siprofloksasin
g. Sulfonamid & Trimetropim : kotrimoksasol( trimetropim+ sulfametoksasol 1:5), sulfasalazin
2. Antimikobakteri
a. Tuberkulostatik : Isoniaid (INH),Rifampisin, Pyrazinamid,streptomisin
b. Leprostatik : Dapson, klofazimin
Obat anti TBC yg aman masa kehamilan dan menyusui adl INH, pyrazinamid

3. Antijamur : (amfoterisin,ketokonazol, flukonazol, nistatin) kandidiasis ; (griseofulfin, terbenafin)


dermatofitosis kulit ,kuku (tinea pedis, kruris, korporis)
4. Antihelmintik: albendazol,piperazin,mebendazol,metronidazol, pirantel pamoat, prazikuantel

4
P 3571 DY

5
P 3571 DY

E. ANTIDIABETIK

1. Insulin
2. Antidiabetik oral
a. Sulfonilurea : klorpropamid, glipizid, glibenklamid, tolbutamid NIDDM ringan-sedang
b. Biguanid : metformin HCl NIDDM yg gagal dikendalikan dg diet & sulfonilurea
c. Antidiabet lain : Akarbosa (hambatan alfaglukosidase mhambat& mlama penyerapan
karbohidrat) sbg terapi +an biguanid/sulfonilurea

F. ANTI REUMATIK & GOUT

1. Kortikosteroid : deksametason, hidrokortison


2. NSID : Ibuprofen, Na diklofenak, indometasin,meloxikam nyeri & radang pd reumatik & ggx otot
skeletal lainya, gout akut
3. Gout : allopurinol,, sulfinpirazon, probenesid profilaksis gout, hiperuricemia

G. ANALGESIK

1. Analgesik non-opioid : parasetamol, asetosal


2. Analgesik Opioid : fentanil, morfin, kodein nyeri ringan-berat, terutama berasal dr viseral

H. Mual & Vertigo : Dimenhidrinat, prometazin,metoklopramid, domperidon

FARMAKOLOGI/FARMASI KLINIS

1. Jelaskan tujuan kombinasi obat berikut


INH (isoniazid) dan vit B6 (piridoksin)

6
P 3571 DY

Kombinasi ini dapat menghilangkan vitamin B6 dari tubuh. Akibatnya mungkin trjadi
kekurangan vit. Gunakan vitamin B6 tambahan. Isoniazid digunakan untuk mengobati
tuberculosis.

Al(OH)3 dan Mg(OH)2


karena Al(OH)3 memiliki efek konstipasi sedangkan Mg(OH)2 memiliki efek laksan, jadi
kombinasi ini untuk menetralisir/mengatasi kedua efek tersebut.

Amoksisilin dan as.klavulanat (coamoksiklav)


Coamoksiklav terdiri dari amoksisilin dan penghambat beta laktamase, as.klavulanat.
As.klavulanat sendiri hamper tidak memiliki efek antibakeri. Tapi dengan menginaktifkan
penisilinase, kombinasi ini aktif terhadap bakteri penghasil penisilinase yang resisten
terhadap amoksisilin.

Sulfametoksazol dan trimetoprim (kotrimoksazol)


Kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim dgn perbandingan 1:5, digunakan dalam
bentuk kombinasi karena sifat sinergistiknya.

Al(OH)3 dan simetikon


Al(OH)3 merupakan absorben asam lambung yang bersifat menetralisir, simetikon
merupakan antiflatulen (antikembung) akan memperkecil gelembung gas yang timbul dan
mudah diserap sehingga mencegah masuk angin, kembung dan sering buang angin.

Kolestiramin dan gemfibrozil


Kolestiramin merupakan obat hipolipidemia golongan resin penukar ion sedangkan
gemfibrozil merupakan obat hipolipidemia golongan derivat asam fibrat. Keduanya
digunakan bersama karena sifat sinergistik (untuk terapi hiperlipidemia campuran)

7
P 3571 DY

2. sebutkan indikasi obat berikut :


- akarbosa
merupakan antidiabetes, ind: sbg tambahan thd sulfonylurea pd DM yang tdk dapat
dikendalikan dgn obat dan diet
- furosemid
merupakan diuretic kuat (loop diuretic), ind : edema, oliguria krn gagal ginjal
- ranitidine
merupakan antitukak (antagonis reseptor H2), ind : tukak lambung & tukak duodenum,
refluks esofagitis, dyspepsia episodic kronis, tukak akibat AINS, tukak duodenum krn
H.pylori, kondisi lain dmn pengurangan as lambung akan bermanfaat.
- difenhidramin :
ind: antihistamin, antiemetic, antispasmodic
- kodein
ind: batuk kering atau batuk dengan nyeri
- adrenalin
ind : untuk resusitasi jantung paru
- glibenklamid
ind : NIDDM ringan-sedang (berdasarkan pengobatannya dibedakan mnjd 2 kel pasien DM
yaitu tipe 1 yg bergantung pd insulin ( IDDM) & tipe 2 yg tdk bergantung pd insulin
(NIDDM)
- As. Askorbat : ind : pencegahan dan pengobatan scurvy
- kolesteramin
merupakan obat hipolipidemik (resin penukar ion), ind : hiperlipidemia, terutama tipe IIa, pd
px yg tidak cukup memberikan respon thd diet & tindakan lain yg sesuai

- isoniazid
tuberculosis dalam kombinasi dgn obat lain
- flukonazol

8
P 3571 DY

merupakan antijamur oral yang diindikasikan untuk infeksi local dan sistemik pada
kandidiasis dan kriptokokus
- kaptopril
merupakan obat antihipertensi (penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE)), ind :
hipertensi ringan hingga sedang
- simvastatin
merupakan obat hipolipidemik, ind : hiperkolesteromia primer (hiperlipidemia tipe IIa) pd px
yg tidak cukup memberikan respon thd diet & tindakan lain yg sesuai, untuk mengurangi
insiden kejadian koroner klinis dan memperlmbat progresi aterosklerosis koroner pd px dgn
pnyakit jantung koronr dan kadar kolesterol 5,5 mmol/l atau lbih
- alupurinol
merupakan obat untuk mengatasi gout, ind : gagal ginjal atau batu as urat yg tdk dpt diberi
urikosurik
- lidokain
aritmia ventrikel, terutama stlh infark miokard
- kloramfenikol : merupakan antibiotic dgn spectrum luas
- pirantel pamoat : obat cacing tambang
- metoklopramid : antiemetik
- metformin : obat antidiabetik oral

3. Berikan masing2 contoh dari golongan obat berikut :


Antihipertensi : kaptopril, valsartan, metildopa, doksazosin, prazosin
Laksan : bisakodil, ol ricini
Diabetes : glibenklamid, akarbosa, tolbutamid, metformin, glucagon
Gout : allopurinol (penghambat xantin-oksidase), probenesid, kolkisin,
sulfinpirazon
Hipolipidemik : kolesteramin, kolestipol, simpibarat, fenofibrat, gemfibrozil, simvastatin
Diuretik : xipamid, Furosemida, Amilorida, Spironolakton
Analgesik : asetosal, as. Mefenamat, ibuprofen, dipiron (antalgin), parasetamol,
morfin

9
P 3571 DY

Antifungi : nistatin, ketokonazol, flukonazol, griseofulvin,


Asma : teofilin, aminofilin, terbutalin sulfat, salbutamol, teobromin

Definisi dari :

1. Nefrotoksik = derajat toksik atau dekstruktif terhadap sel ginjal


2. Anemia aplastik = salah satu kelompok anemia akibat
gangguan sumsum tulang sehingga eritrosit dan unsur darah lain
tidak terbentuk
3. Anoreksia = tidak ada atau hilangnya selera makan
4. Leukopeni = berkurangnya jumlah leukosit di dalam darah,
jumlahnya = 5000/mm3 atau kurang
5. Diabetes insipidus = penyakit yang disebabkan karena
kurangnya hormon antidiuretik sehingga tjd diuresis yang
berlebihan
6. Anemia megaloblastik = anemia yang yang ditandai dengan
adanya megaloblast di dalam sumsum tulang karena kurangnya
folat atau vit B12
7. Ginekomastia = pembesaran payudara secara abnormal pada pria
8. Buta warna parsial = ketidakmampuan dalam membedakan
warna hijau saja atau merah saja
9. Arterosklerosis = penyakit khas ditandai dengan penebalan
dan hilangnya elastisitas dinding arteri
10. Encephalltis = radang otak
11. Glaucoma = penyakit mata yang ditandai oleh peningkatan
tekanan intraocular yg mengakibatkan perubahan patologis dlm
diskus optik
12. Migrain = kompleks simtom pada serangan sakit kepala periodic
13. Polisitomia = jumlah sel darah di atas normal
14. Ponsitopeni = defisiensi semua elemen sel darah

10
P 3571 DY

15. Teratogenik = agen atau faktor yg menyebabkan gangguan fisik


pd embrio yg sedang berkembang
16. Neurotoksin = substansi yang beracun atau dekstruktif bagi jaringan saraf

11
P 3571 DY

Obat mana yang harus dengan resep dokter:

- Injeksi vit C - Diazepam


- Asetosal - Parasetamol
- Trimetoprim - Rifampisin

Obat mana yang aman bagi wanita hamil :

- Parasetamol
- Amoksisilin
- Asam folat
- Trimetoprim
- Ibuprofen
- Diazepam
- Metrotreksat
- Furosemid
- Metildopa
- Atenolol
- Glibenklamid

12
P 3571 DY

Bidang : Farmakologi Farmasi Klinik


1. Pengertian Bidang Farmakologi Toksikologi
1.1 Aspek dasar tentang farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik, toksikologi
1.2 Jenis informasi berkaitan dengan obat
1.3 Parameter keamanan obat
1.4 Istilah istilah dalam farmakologi dan terminology klinik

2. Konsep Dasar Bidang Farmakologi Toksikologi


2.1 Persyaratan suatu obat
2.2 Sistem penggolongan obat
2.3 Mekanisme kerja obat
2.4 Uji khasiat dan keamanan
2.5 Penggunaan obat secara rasional
2.6 Resistensi
2.7 Sistem pertahanan tubuh
2.8 Faktor yang mempengaruhi respon obat
2.9 Penggunaan obat pada kondisi khusus
2.10 Kombinasi / interaksi obat
1. Pengertian penyakit2
a. Aterosklerosis:
b. Anemia :
c. ...
d. ...
2. Interaksi obat
a. Al(OH03 dengan Mg(OH)2
b. Digoksin sama ... (lupa)
c. ...
3. Sebutkan obat untuk masing2 penyakit
13
P 3571 DY

a. Kolesterol
b. Malaria
c. Hipertensi
4. Jelaskan mekanisme obat
a. Asetosal
b. Gemfibrozil
c. Propanolol

1. Jelaskan dengan ringkas interaksi obat yang terjadi pada kombinasi di bawah ini :
a. Simvastatin gemfibrosil
b. Al2OH3 MgOH2
c. Amoxicillin Asam Klavanulat

2. Sebutkan Indikasi dari Obat Berikut :


a. Nistatin
b. Aspirin
c. Adrenalin
d. Akarbosa
e. Furosemid

3. Berikan 2 buah contoh obat dari golongan berikut :


a. Antihiperurinemia
b. Antidiabetes
c. Antihistamin H1
d. Anticacing
e. Antihiperlipidemia
f. Diuretik
g. Analgesik
h. Antikoagulan
i. Antihipertensi
j. H2 Blocker dan PPI

4. Jelaskan tujuan dari Kombinasi penggunaan obat dibawah ini :


a. INH dan Vitamin B6
b. Al(OH)3 dan Simeticon
c. INH, Rifampicin, dan Pyrazinamid
d. AINS dan PPI/H2 Blocker

5. Jelaskan dengan singkat :

14
P 3571 DY

a. Anemia aplastic
b. Anemia Megaloblastic
c. Buta warna parsial
d. Neurophaty
e. Insomnia
f. Ginekomastia

6. Manakah dari contoh obat berikut yang aman di gunakan pada ibu hamil trisemester pertama?(Pct,
As.Folat, Aciklovir, Amoxicillin,CO-Trimoksazole)

7. Manakah dari contoh obat dibawah ini yang boleh dibeli tanpa resep dokter :
a. Injeksi Vitamin C e. Diazepam
b. Aspirin f. Prednison
c. Na DIklofenak g. Marvelon
d. Ciprofloksasin

Farmakologi
Ni soal2 yg aku dapet kemarin, tapi lum sempat tak isi, kalian isi sendiri yak,..
1. Pengertian dermatitis? Glaukoma? Tukak peptik? Diebetes insipidus? Bakteriostatik?
2. Sebutkan contoh obat antihipertensi? Pirai? Antidiabetes?
3. Sebutkan indikasi fenobarbital? Metformin?
4. Tujuan Kombinasi Trimetoprim-Sulfometoksazol / Almunium hidroksida dan magnium
hidroksida / INH dan vit???
5. Sebutkan bahaya obat Asetosal bagi ibu hamil???? Lupa obatnya, ada 5 pokonya. Kalian
belajar di IONI, hafalin dahhhh....
6. Gk ada pilian ganda
Oiya ada 2 tipe soal, ni tipe aku. Klu tipe lainnya kalian tanya cety yakkk. Cuz setauku soal dy
beda ma aku. Okkkkkk.
Sebagai tambahan kalian hub cety dan minta jawabanya dari kisi2 cety yak. Cuz kmaren punya
aku dan cety saling melengkapi, ada di aku tp gk ada di cety, ada di cety tapi gak ada di aku.
Okkkkkkkkk,,,,,
Kuasai soal2 terlebih dahuluuu
Guud Luckkk

1. a. Jelaskan tujuan kombinasi obat2 secara umum


jika kombinasi tersebut meningkatkan efek farmakologi, dan memperkecil efek
samping obat.

15
P 3571 DY

Jika efek samping kombinasi lebih kecil daripada efek farmakologis yang
dihasilkan.
b. sebutkan 2 contoh kombinasi obat yang relevan
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2 yang digunakan sebagai obat maag. Dimana
Al(OH)3 menyebabkan konstpasi, sedangkan Mg(OH)2 akan menyebakan diare.
Kombinasi Al(OH)3 dengan simetikon. Al(OH)3 merupakan absorben asam
lambung yang bersifat menetralisir, simetikon akan memperkecil gelembung gas
yang timbul dan mudah diserap sehingga mencegah masuk angin, kembung dan
sering buang angin.
2. Jelaskan penyakit dari obat2 berikut
a. Asam folat
Anemia megaloblastik
b. Vitamin a
xeropthalmia (mata kering) suatu kelainan pada selaput lendir (konjungtiva) dan
selaput bening (kornea) mata

c. Glibenklamid
diabetes
d. Metkloperamid
Mual mual / muntah (antiemetik)
3. Jelaskan indikasi dari obat2 berikut
a. Kolesteramin
Hiperlipidemia, terutama IIa
b. Isoniasid
Tuberkulosis dalam kombinasi obat lain, profilaksis.
Contoh lain : rifampisin, pyrazinamid, etambutol, streptomisin, sikloserin
c. Flukonazol
Pengobatan candidiasis (vaginal, oropharyngeal, esophageal, infeksi saluran urin),
peritonitis, pneumonia, dan infeksi systemic) ; meningitis cryptococcal, profiaksis
antijamur pada transplantasi sumsum tulang.
d. Kaptopril
Untuk hipertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek
aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif.
Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan
diuretik dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik
dan digitalis.
e. Adrenalin
Ventricular Tachycardia (VT) tanpa nad, Ventricular Fibrilasi (VF), Asistole,
Pulseless Electrical Activity (PEA), Bradycardia

16
P 3571 DY

f. Glibenklamid
NIDDM ringan-sedang
g. Asam askorbat / vit C
Pencegahan dan pengobatan survy (Scurvy adalah kondisi yang dikarakteristik
dengan rasa lemas, kurang darah (anemia), radang gusi, dan perdarahan pada kulit
yang disebabkan karena defisiensi vitamin C dari makanan.); Pencegahan dan
pengobatan skorbut (sariawan).
h. Akarbosa
Sebagai tambahan terhadap sulfonilurea atau biguanid pada DM yang tidak dapat
dikendalikan dengan obat dan diet.
i. Furosemid
antihipertensi dengan mekanisme kerja diuretik kuat/ edema, oliguria karena gagal
ginjal
j. simvastatin
hiperkolestrolemia primer (hiperlipidemia IIa) pada pasien yang tidak cukup
memberikan respon terhadap diet dan tindakan2 lain yang sesuai, untuk mengurangi
insidens kejadian koroner klinis dan memperlambat progesi aterosklerosis koroner
pada pasien dengan penyakit jantung koroner dan kadar kolesterol 5,5 mmol/lebih
k. lidokain
aritmia ventrikel, terutama setelah infark miokard
l. metoklopramid
antiemetic (mual dan muntah)
m. kloramfenikol
antibiotic spektrum luas, namun toksik. Untuk infeksi berat akibat Haemophilus
influenzae, demam tiroid, meningitis dan abses otak, bakteremia dan infeksi berat
lainnya.
n. Pirantel pamoat
Infeksi askariasis, oxyuriasis, ankylstomiasis, necatoriasis, trichostrongyliasis tunggal
atau campuran.
o. Ranitidine
Tukak lambung dan tukak duodenum, refluks esofagitis, dispepsia episodik kronis,
tukak akibat AINS, tukak duodenum karena H.pylori, sindrom Zolliger Ellison
p. Difenhidramin
Antihistamin, antiemetik, antispasmodik, parkinsonisme, reaksi ekstra piramidal
karena obat, anak dengan gangguan emosi.
q. kodein
Batuk kering dan batuk dengan nyeri
r. Metformin
NIDDM yang gagal dikendalikan dengan diet dan sulfonilurea, terutama pasien yang
gemuk.
17
P 3571 DY

s. Alupurinol
Profilaksis gout dan batu asam urat dan kalsium oksalat di ginjal.
4. Jelaskan tujuan kombinasi obat2 berikut
a. Penisilin dan probenesid
Probenesid menghambat sekresi penisilin ditubuli ginjal sehingga meningkatkan
kadarnya dalam plasma sehingga meningkatkan efektivitas dalam terapi gonore.
b. Trimetoprim-Sulfometoksazol
kombinasi trimetoprim sulfametoksazol meningkatkan kembali penggunaan
sulfonamid untuk pengobatan penyakit infeksi tertentu. Trimetoprim-
sulfametoksazol menghambat reaksi enzimatis pada dua tahap yang berturutan
pada mikroba, sehingga kombinasi kedua obat memberikan efek sinergis
c. Almunium hidroksida dan magnium hidroksida
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2 yang digunakan sebagai obat maag. Dimana
Al(OH)3 menyebabkan konstpasi, sedangkan Mg(OH)2 akan menyebakan diare.
d. Amoksisilin dan asam klavulanat
Amoksisilin adalah salah satu contoh antibiotik golongan betalaktam, sedangkan
asam klavulanat adalah golongan antibiotik penghambat betalaktamase.
Penghambat betalaktamase saja belum bisa membunuh bakteri sehingga tidak bisa
digunakan sebagai obat tunggal untuk menanggulangi penyakit infeksi (jadinya
asam klavulanat selalu kita ketahui dikombinasikan). Tapi kalau dikombinasikan
dengan antibiotika betalaktam, maka penghambat ini bisa mengikat betalaktamase
sehingga antibiotika pasangannya bebas dari pengrusakan enzim tersebut dan
dapat mencapai tujuan dan menghancurkan dinding sel bakteri. Jadi ibaratnya
sang pengantin dalam bom bunuh diri di hotel mariot maka asam klavulanat ini
bekerja sebagai suatu suicide inhibitor yang akan ikut hancur di dalam
betalaktamase yang diikatnya.
e. Kolestiramin dan gemfibril
Kolestiramin dan kolestipol adalah resin penul\kar anion yang digunakan dalam
penatalaksanaan hiperkolesterolemia. Obat-obat tersebut bekerja dengan cara
mengikat asam empedu (metabolit kolesterol) di dalam lumen usus dan mencegah
reabsorpsinya.
Gemfibril termasuk hipolipidemik berspektrum luas. Klofibrat dan beberapa
analognya digunakan dalam pengobatan hiperlipidemia tipe II maupun IV. Efek
utamanya berupa gangguan saluran cerna
f. INH dan vit B6 / rifampisin dan vit B6
Isoniazid masih merupakan obat yang sangat penting untuk mengobati semua tipe
Tuberkulosis (TB). Efek sampingnya dapat menimbulkan anemia sehingga
dianjurkan juga untuk mengkonsumsi vitamin penambah darah seperti Piridoksin
(vitamin B6).
g. Al(OH)3 dan simetikon
18
P 3571 DY

Al(OH)3 merupakan absorben asam lambung yang bersifat menetralisir,


simetikon akan memperkecil gelembung gas yang timbul dan mudah diserap
sehingga mencegah masuk angin, kembung dan sering buang angin.
5. Jelaskan istlah2 berikut
Anemia megaloblastik
Anemia yang dikarenakan kurang vitamin B12 atau asam folat. Cirinya sel darah
abnormal dan beasr dan MCV tinggi.
Anemia ferniciosa
Anemia karena defesiensi vitamin B12 tidak dapat diserap dari makanan karena tidak
adanya faktor intrinsik pada lambung.
Anemia Ferriprive
Anemia karena kekurangan besi untuk sintesis hemoglobin. Cirinya kadar hemoglobin
per eritrosit dibawah normal (hipokrom) dan eritrosit kecil seta MCV rendah.
Ginekomastia Ginekomastia adalah pembengkakan pada jaringan payudara pada laki-
laki atau laki-laki, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dan
testosteron.
Buta warna parsial
Buta warna parsial adalah ketidakmampuan melihat warna-warna tertentu. Berbeda
dengan buta warna total yg hanya dapat melihat warna hitam dan putih.
nefrotoksik
dapat menyebabkan kerusakan pada sel saraf
anemia aplastik
anemia akibat tidak terbentuknya eritrosit dan unsure darah yang lain
leukopeni
jumlah leukosit dalam darah kurang
anorexia
kelainan psikis yang diderita seseorang berupa kurangnya nafsu makan meskipun
sebenarnya lapar dan berselera terhadap makanan. Atau bisa juga dikatakan sebagai
aktivitas untuk menguruskan badan dengan cara melakukan pembatasan makan secara
sengaja dan control yang ketat. Pada dasarnya para penderita sangat lapar namun takut
untuk makan karena bisa mengakibatkan naiknya berat badan.
diabetes insipidus
Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon
antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran
sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).
Diabetes insipidus adalah pengeluaran cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak
yang disebabkan oleh dua hal :
@ Gagalnya pengeluaran vasopressin
@ Gagalnya ginjal terhadap rangsangan AVP
Arterosklerosis
19
P 3571 DY

Aterosklerosis adalah arteriosklerosis plus adanya ateroma (plak kekuningan) yang


mengandung lipid dan kolesterol pada dinding arteri. Arteriosklerosis adalah proses
pengerasan dinding arteri dan penyempitan lumen arteri.
Encephalitis
Encephalitis adalah suatu peradangan dari otak. Gejala-gejala dari encephalitis
termasuk demam yang tiba-tiba, sakit kepala, muntah, kepekaan penglihatan pada
sinar, leher dan punggung yang kaku, kebingungan, keadaan mengantuk,
kecanggungan, gaya berjalan yang tidak mantap, dan mudah terangsang.
Teratogenik
perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan yang menyebabkan kerusakan
pada embrio
Neurotoksin
sebuah toksin yang beraksi di sel saraf - neuron - biasanya dengan berinteraksi pada
protein membran. Banyak bisa dan toksin lainnya yang organisme gunakan untuk
bertahan melawan vertebrata adalah neurotoksin. Efek umum yang terjadi adalah
kelumpuhan, yang terjadi dengan deras. Sengatan lebah, kalajengking, ikan lepu, laba-
laba dan ular dapat memiliki toksin yang berbeda.
Glaucoma
Glaucoma adalah suatu penyakit dari syaraf utama penglihatan, disebut syaraf optik
(optic nerve). Glaucoma adalah penyakit pada sayaraf penglihatan yang menyebabkan
luas pandangan menyempit dan dapat berakhir dengan KEBUTAAN. Penyakit ini
dapat mengenai satu atau dua mata dan dapat terjadi pada segala umur, tanpa
memandang jenis kelamin.
Migrain
Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai mual, muntah.
Penderita biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan. Sakit kepala ini
paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja, kadang-kadang berpindah ke sisi
sebelahnya, tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus.
Meningitis
adalah suatu peradangan dari selaput-selaput (yang
disebut meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang
(spinal cord). Meningitis mungkin disebabkan oleh banyak virus-virus
dan bakeri-bakteri yang berbeda.

6. berikan komentar mengenai keamanan obat2 bagi wanita hamil dan menyusui
a. Parasetamol
aman
b. Ibuprofen
Golongan AINS

20
P 3571 DY

Disarankan untuk dihindari (atau hindari, kecuali apabila diperkirakan


manfaatnya lebih besar daripada kemungkinan resikonya)
Penggunaan teratur mengakibatkan penutupan duktus arteriosus janin in utero
dan kemungkinan hipertensi pulmoner persisten pada bayi.
c. diazepam
golongan ansiolitik dan hipnotik. Contoh : hipnotik ( benzodiazepin, nitrazepam,
kloralhidrat, midazolam, estazolam, triazolam.); ansiolitik (diazepam,alprazolam,
bromazepam, klordiazepoksid, klobazam, kalium klorazepat, lorazepan,
Hindari jika mungkin, pembuat buspiron melaporkan adanya toksisitas pada
uji hewan.
Depresi nafas bayi. Benzodiazepin menyebabkan kantuk, hipotonia, dan gejala
putus obat pada bayi, hindari pemakaian dosis tinggi dan teratur,
benzodiazepin kerja singkat lebih baik darpada yang kerja lama.
d. Metrotreksat
Golongan obat sitotoksik. Meningkatkan resiko hepatotoksitas.
e. Trimetropim
Teoritis beresiko teratogenik (antagonis folat)
f. Furosemid
Golongan diuretik
Tidak digunakan untuk pengobatan hipertensi saat mengandung
Disarankan untuk menghindari asetazolamid dan torasemid (toksik pada uji
hewan)
Tiazid menyebabkan trombositopenia pada bayi baru lahir.
g. Metildopa
Aman bagi ibu dan anak
h. Atenolol
Golongan beta-bloker (propanolol hidroklorida,asebutolol, atenolol, betaksolol,
bisoprolol fumarat, karvedilol, labetalol hidroklorida, metoprolol tartat, nadolol,
oksprenolol hidroklorida, pindolol, sotalol hidroklorida)
Dapat menghambat pertumbuhan intra-uterus, hipoglikemia bayi baru lahir
dan bradikardia, resiko bertambah pada hipertensi hebat.
i. Glibenklamid
Golongan sulfonilurea (klorporamid, glikazid, glibenklamid, glipizid, glikuidon,
tolbutamid)
Hipoglikemia bayi, insulin secara normal diganti pada semua kasus diabetes,
jika digunakan obat oral, terapi harus dihentikan setidaknya dua hari sebelum
persalinan.
7. Manakah dari obat2 berikut yang aman dikonsums bagi wanita hamil dan
menyusui (jawaban bisa lebih dr 1)
21
P 3571 DY

Kategori A
studi pada wanita hamil, tidak terbukti berisiko pada janin pada trimester pertama,
tidak ada fakta risiko pada trimester selanjutnya, obat aman untuk kehamilan.
co. parasetamol, penisilin, eritromisin, glikosida jantung, isoniazid serta bahan-
bahan hemopoetik seperti besi dan asam folat

Kategori B
Hewan uji yang bunting, tidak ada risiko pada janin. Belum ada uji terkontrol
manusia/wanita hamil.
Contoh B. simetidin, dipiridamol, spektninomisin, tikasilin, amfoterisin,
dopamine, asetilkistein, alkaloid belladonna, karbamazepin, pirimetamin,
griseofulvin, trimetoprim dan mebendazol.
Kategori C
Pada hewanefek terhadap janin (menyebabkan kecacatan atau kematian),
Contoh C :obat analgetik-narkotik, fenotiazin, rifampisin, aspirin, antiinflamasi
non-steroid dan diuretika
Kategori D
Bukti positif ,obat mempengaruhi janin, Penggunaannya pada manusia mungkin
masih dapat diterima walaupun berisiko. Misalnya pada keadaan darurat yang
memerlukan obat tersebut, atau pada suatu penyakit serius di mana obat lain yang
lebih aman tidak tersedia, dan jika tidak diobati akan menyebabkan sesuatu yang
lebih fatal.
Contoh D: androgen, fenitoin, pirimidon, fenobarbiton, kini, klonazepam,
valproat, steroid anabolic, dan anti koagulansia
Kategori X
Studi pada hewan maupun manusia benar-benar menunjukkan risiko kecacatan
atau kematian pada janin. Obat kategori ini tidak boleh digunakan pada wanita
hamil.
Contoh X: isotretionin dan dietilbestrol

8. obat mana yang harus dengan resep dokter: injeksi vit. C, asetosal, trimetoprim
Pertama, obat bebas, atau istilahnya OTC (Over-the Counter). Kelompok ini bisa
dibeli tanpa resep dokter. Di banyak tempat lain, adanya obat bebas saja. Di
Indonesia, dibagi dua lagi:

Obat bebas: pada kemasannya ada logo lingkaran berwarna hijau


bergaris pinggir hitam. Obat ini bisa dibeli atau artinya boleh dijual mulai
dari warung obat, tidak hanya di apotik. Biasanya ini isinya vitamin dan
semacamnya.

22
P 3571 DY

Obat bebas terbatas: pada kemasannya ada logo lingkaran berwarna biru .
Obat ini tidak boleh dijual di warung obat, hanya di apotik. Kenapa disebut
"terbatas" karena ada batasan jumlah dan kadar isinya yang perlu perhatian.
Makanya biasanya suka ada tanda "P" (Perhatian) juga dalam labelnya.
Contoh paling gampang: obat flu.
Label "P" ini juga ada beberapa macam:
P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan

label lingkaran merah dengan huruf K di tengahnya. Untuk mendapatkannya


harus dengan resep dokter. Dulu disebut "obat daftar G" (dari kata gevaarlijk:
berbahaya). Yang termasuk kelompok ini terutam adalah antibiotika dan obat-obat
berisi hormon (obat anti diabetes, obat untuk gangguan jantung, obat anti-kanker,
obat untuk pembesaran kelenjar tiroid, obat gangguan pertumbuhan, dan sebagainya).
Di samping golongan obat keras, ada juga yang harus menggunakan resep
dokter, yaitu kelompok obat psikotropika. Obat kelompok psikotropika
adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang
susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan
timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan
alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi) serta
mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Contoh yang gampang adalah golongan narkotika dan amfetamin (ectasy,
sabu-sabu, dan kawan-kawannya). Termasuk juga yang sering di salah
gunakan adalah obat anti depressan (seperti diazepam, clobazam, lithium),
obat anti ansietas (seperti benzodiasepin, alprazolam) atau anti-psikotik
(seperti chlorpromazine, haloperidol).

no obat klasifikasi Ibu hamil


1. Antidiabetes Insulin Glibenklamid
Antidiabetik oral Golongan sulfonilurea
Sulfonilurea (klorporamid, glikazid,
klorporamid, glikazid, glibenklamid, glipizid,
glibenklamid, glipizid,
glikuidon, tolbutamid)
23
P 3571 DY

glikuidon, tolbutamid Hipoglikemia bayi,


Biguanid metformin insulin secara normal
hidroklorida diganti pada semua
Antidiabetik lain kasus diabetes,
akarbosa
Pengobatan hipoglikemia jika digunakan obat oral,
Glukagon terapi harus dihentikan
setidaknya dua hari
sebelum persalinan.
2. Antihiperuricemia Antiinflamasi non steroid NSID
Ibuprofen, Penggunaan
natrium teratur
diklofenak, diflunisal,mengakibatkan
etodolak, fenbufen, penutupan duktus
fenoprofen, flurbiprofen,
arteriosus janin in utero
indometasin, ketoprofen,
meloksikam, nabumeton, dan kemungkinan
naproksen, fenilbutazon, hipertensi pulmoner
piroksikam, asam persisten pada bayi.
triaprofenat, asetosal dan Kelahiran menjadi lama
turunan salisilat. dan proses partus
Kortikosteroid
melambat
Hidrokortison, kortison,
triamsinolon
Obat menekan proses
penyakit reumatik
Azatioprin, siklosporin,
sulfasalazina, metotreksat
Obat untuk mengatasi gout
Kolkisin, alopurinol,
probenesid, sulfinpirazon
3. Antihipertensi Penghambat sarat adernergik Hipotensi postural dan
debrisokuin, reserpin, menurunkan tekanan
Alfa bloker doksazosin, perfusi uretoplasenta.
indoramin, prazosin Diaksozid
hidroklorida, terazosin, Penggunaan jangka panjang
Penghambat ACE menyebabkan alopesia dan
kaptopril, benazepril, delapril, mengganggu toleransi
enalapril maleat, fosinopril, glukosa pd neonatus
lisinopril, perindopril, Reserpin
kuinapril, ramipril, silazapril Bradikardia neonatus,
Antagonis reseptor cairan hidung, anorexia pd
angiotensin II loksantan bayi
kalium, valsartan Beta bloker
Obat untuk feokromositoma Dapat menghambat
fentolamin (bekerja pertumbuhan intra-uterus,
24
P 3571 DY

pendek) hipoglikemia bayi baru lahir


Antihipertensi bekerja sentral dan bradikardia, resiko
klonidin hidroklorida, bertambah pada hipertensi
metildopa, guafasin,
hebat.
Antagonis Ca
Menghambat kelahiran
4. Antihiperkolesterolimia Resin penukar anion
Kolesteramin, kolestipol
hidroklorida
Kelompok klofibrat
Bezafibrat, fenofibrat,
gemfofibrozil, klofibrat
Statin
Atorvastatin, fluvastatin,
pravastatin, simvastatin,
lovastatin
Kelompok asam nikotinat
Asam nikotinat
Minyak ikan
5. Diuretik Diuretik golongan Tiazid Reduksi volume
Bendrofluazid, klortalidon, plasma dan perfusi
hidroklortiazid, indapamid, plasenta
metolazon, xipamid Tiazid
Diuretik kuat Menyebabkan
Frusemid, bumetanid, trombositopenia
torasemid
Diuretik hemat kalium
Amilorid hidroklorida,
spironolakton
Diuretik merkuri
Diuretik osmotik
manitol
Diuretik penghambat enzim
anhidrase karbonik
Kombinasi diuretik
6. Analgesik Analgesik non-opioid Opioid
Asetosal, parasetamol, asam Depresi pernafasan pada
mefenamat, ibuprofen, bayi baru lahir. Gejala putus
Analgesik opioid obat pada neonatus
Garam morfin, kodein fosfat, bergantung pada ibu.
fentanil, petidin hidroklorida, Migren ergotamin
tramadol hidroklorida Menginduksi kontraksi
Neuralgia trigeminal uterus sehingga dapat
karbamazepin menyebabkan fraktur
Antimigren prematur atau kelahiran
25
P 3571 DY

Pizotifen,dimetotiazin, hipertonik
sumatriftan, dihidroergotamin,
ergotamin tartat
7. Diare oralit HINDARI
komposisi : glukosa anhidrat
4g, natrium klorida 0,7g,
natrium sitrat dihidrat 0,58g,
kalium klorida 0,3g
adsorben dan obat pembentuk
massa
kaolin, attapulgit, karbo
absorben
antimotilitas
kodein fosfat, loperamid
hidroklorida, morfin.
pengobatan diare kronis
8. Laksan pencahar pembentuk massa liquid parafin, laksan
ispaghula sekam stimulasi
pencahar stimulan menghalangi absorpsi
bisakodil, dantron, natrium vitamin A, D, E, K
dokusat, gliserol, natrium kemungkinan
pikosulfat meningkatkan aktivitas
pelunak tinja uterus pada pasien peka
parafin cair
pencahar osmotik
laktulosa, garam magnesium
larutan pembersih usus

9. Antagonis Reseptor H Antagonis Reseptor Histamin


H1
Secara klinis digunakan untuk
mengobati alergi. Contoh
obatnya adalah:
difenhidramina, loratadina,
desloratadina, meclizine,
quetiapine (khasiat
antihistamin merupakan efek
samping dari obat antipsikotik
ini), dan prometazina.
Antagonis Reseptor Histamin
H2
Reseptor histamin H2
ditemukan di sel-sel parietal.
26
P 3571 DY

Kinerjanya adalah
meningkatkan sekresi asam
lambung. Dengan demikian
antagonis reseptor H2
(antihistamin H2) dapat
digunakan untuk mengurangi
sekresi asam lambung, serta
dapat pula dimanfaatkan untuk
menangani peptic ulcer dan
penyakit refluks
gastroesofagus. Contoh
obatnya adalah simetidina,
famotidina, ranitidina,
nizatidina, roxatidina, dan
lafutidina.
Antagonis Reseptor Histamin
H3
Antagonis H3 memiliki
khasiat sebagai stimulan dan
memperkuat kemampuan
kognitif. Penggunaannya
sedang diteliti untuk
mengobati penyakit
Alzheimer's, dan
schizophrenia. Contoh
obatnya adalah ciproxifan, dan
clobenpropit.
Antagonis Reseptor Histamin
H4
Memiliki khasiat
imunomodulator, sedang
diteliti khasiatnya sebagai
antiinflamasi dan analgesik.
Contohnya adalah
tioperamida.
10 Antijamur Amorolfine, asam benzoat, Efek samping pada
benzoil peroksida, janin hewan
klortimazol, ekonazol nitrat,
ketokonazol, mikonazol nitrat,
nistatin, asam salisilat,
27
P 3571 DY

sulkonazol nitrat, terbinafin,


tiokonazol
11 Antasid Dan Anti Bikarbinad Dosis besar asidosis
Ulserasi Cisaprid metabolik
Misoprostol
Omeprazol
12 Antikoagulan Alteplase, skreptokinase, kemungkinan pelepasan
urokinasi plasenta dini pada awal
minggu ke 18
Heparin jangka panjang
osteopenia
warfarin
malforasi kongental,
pendarahan ibu dan janin
13 Antidepresan barbiturat efek putus obat bada
bayi, pendarahan pada
benzodiazepin bayi baru lahir
hipotonia, gejala putus
litium obat bada bayi

malforasi kongenital,
penyakit jantung,
sianosis, hipotonia
14 Asma teofilin iritabilitas pada neonatus
teofilin, aminofilin (kombinasi takikardia
teofilin dan etilendiamin yang
menyebabkan teofilin menjadi
stabil dan larut dalam air.
stimulan adenoreseptor
sanbutamol, terbutalin sulfat,
bambuterol hidroklorida,
eformoterol fumarat, fenoterol
hidrobromida, salmeterol,
efedrin hidroklorida,
isoprenalin sulfat.
bronkodilator antimuskarinik
ipratropium bromida

15 Kardiac amiodaron resiko bradikardia


disopiramid (denyut jantung
flekainid <60x/menit)
kuinidin dosis tinggi
tokainid menyebabkan aborsi
goiter pada neonatus
16 tuberkulosi rifampisin Profilaksis vitamin K1
28
P 3571 DY

Meningkatkan
pendarahan pada
neonatus
17 antikoagulan Heparin, enoksaparin, natrium Heparin
warfarin, protamin sulfat Osteoporosis setelah
pemakaian lama
18 Angina, hipertensi, Golongan nitrat Beta bloker
aritmia Gliseril nitrat, isosorbid Dapat menghambat
dinitrat, isosorbid mononitrat, pertumbuhan intra
pentaeritritol tetranitrat uterus, hiplogikemia
Gol antagonis kalsium bayi baru lahir dan
Amlodipin besilat, diltiazem bradikardia, resiko
hidroklorida, felodipin, bertambah pada
nikardipin hidroklorida, hipertensi yang hebat
nifedipin, nimodipin
Gol beta bloker
Propanolol
hidroklorida,asebutolol,
atenolol, betaksolol,
bisoprololfmarat, karvedilol,
labetalol hidroklorida,
metoprolol tartat, nadolol,
pindolol
19 antihistamin Difenhidramin hidroklorida, belum ada bukti
klorneferamin maleat, teratogenik, namun
azatadin maleat,feniramin beberapa kemasan
maleat, mebhidrolin tertulis untuk dihindari
napadisilat, prometazin pada ibu hamil
hidroklorida

1. jelaskan tujuan kombinasi obat berikut


INH dan vit B6
Al(OH)3 dan simetikon
2. sebutkan indikasi obat berikut :
akarbosa
furosemid
3. Berikan masing2 contih dari golongan obat berikut :
antihiperkolesterolimia
diuretik

29
P 3571 DY

analgesik

biomedik

definisi dari: nefrotoksik, anemia aplastik, anorexia, leukopeni


sebutkan dua contoh obat: laksan, diabetes, gout, asma
apa indikasi dari: simvastatin, lidokain, metoklopramid, kloramfenikol
obat mana yang harus dengan resep dokter: injeksi vit. C, asetosal, trimetoprim

Esai ada 5 soal


1. Obat obat yang sebabkan : PUD, Anemia megaloblastik, neuritis perifer
2. Obat mual yg aman untuk ibu hamil, jangan hanya hafalin yg kelas A soalnya kadang disuruh
milih mana obat yg paling aman buat ibu hamil tapi disitu gak ada obat kelas A, jadi kudu
milih yg kelas B
3. Interkasi obat : Al(OH)3 dan Mg(OH)2, Furosemid dan kalium L-aspartat, INH dan Vit B6
4. Mekanisme : Paracetamol, Mitosprolol, Simvastatin
5. 3 Contoh obat : asma, OA, hipertensi

definisi dari: nefrotoksik, anemia aplastik, anorexia, leukopeni


sebutkan dua contoh obat: laksan, diabetes, gout, asma
apa indikasi dari: simvastatin, lidokain, metoklopramid, kloramfenikol
obat mana yang harus dengan resep dokter: injeksi vit. C, asetosal, trimetoprim

Farmakologi/farmasi klinis
1. jelaskan tujuan kombinasi obat berikut
INH dan vit B6
Isoniazid masih merupakan obat yang sangat penting untuk mengobati semua tipe
Tuberkulosis (TB). Efek sampingnya dapat menimbulkan anemia sehingga dianjurkan juga
untuk mengkonsumsi vitamin penambah darah seperti Piridoksin (vitamin B6).

Al(OH)3 dan simetikon


30
P 3571 DY

Al(OH)3 merupakan absorben asam lambung yang bersifat menetralisir, simetikon akan
memperkecil gelembung gas yang timbul dan mudah diserap sehingga mencegah masuk
angin, kembung dan sering buang angin.

2. sebutkan indikasi obat berikut :


akarbosa diabetes
furosemid diuretic gagal ginjal

3. Berikan masing2 contih dari golongan obat berikut :


Antihiperkolesterolimia : clofibratum, simpibarat, bezafibrat, gemfibrozil, simvastatin
Diuretic : HCT, Furosemida, Amilorida, Spironolakton
Analgesic : asetosal, as. Mefenamat, antalgin, parasetamo, salisilamid, phenacetin

farmakologi/farmasi klinis
1. jelaskan tujuan kombinasi obat berikut
INH dan vit B6
INH bekerja dengan cara mengganggu proses metab bakteri, efek sampingnya sakit
kepala, insomnia dan neuritis, untuk mencegah neuritis biasanya dikombinasi dengan vit
B6(pyridoxine)
Al(OH)3 dan simetikon
Al(OH)3 merupakan absorben asam lambung yang bersifat menetralisir, simetikon akan
memperkecil gelembung gas yang timbul dan mudah diserap sehingga mencegah masuk
angin, kembung dan sering buang angin.
2. sebutkan indikasi obat berikut :
Akarbosa : diabetes
Furosemid ; antihipertensi dengan mekanisme kerja diuretik
3. Berikan masing2 contoh dari golongan obat berikut :
Antihiperkolesterolimia : clofibratum, simpibarat, bezafibrat, gemfibrozil, simvastatin
Diuretic : HCT, Furosemida, Amilorida, Spironolakton
Analgesic : asetosal, as. Mefenamat, antalgin, parasetamo, salisilamid, phenacetin
4. definisi dari:
nefrotoksik : dapat menyebabkan kerusakan pada sel saraf
anemia aplastik : anemia akibat tidak terbentuknya eritrosit dan unsure darah yang lain
anorexia,
leukopeni ; jumlah leukosit dalam darah kurang
5. sebutkan dua contoh obat:
laksan : bisakodil, dianthronum, Mg. sulfat, fenolftalein, ol. ricini
31
P 3571 DY

diabetes : glibenklamid, glipizida, glimepirida, metformin-HCl, klorpromide


gout : Na. diklofenak, indometasin, ibuprofen, piroksikam, glafenin, fenilbutason,
asma : teofilin, aminofilin, salbutamol ambroksol-HCl,
6. apa indikasi dari:
simvastatin : hiperkolestrolemia
lidokain : analgesic (anestesi)
metoklopramid : antiemetic
kloramfenikol : antibiotic (broad spectrum)
7. obat mana yang harus dengan resep dokter: injeksi vit. C, asetosal, trimetoprim

9. Jelaskan tujuan kombinasi obat2 berikut


a. Almunium hidroksida dan magnium hidroksida
b. Amoksisilin dan asam klavulanat
c. Kolestiramin dan gemfibril
10. Jelaskan istlah2 berikut
a. Anemia megaloblastik
b. Ginekomastia
c. Buta warna parsial
11. Beri 2 contoh obat2 golongan berikut
e. Antidiabetes
f. Antihiperuricemia
g. Antihipertensi
h. Antagonis reseptor H 1
12. Jelaskan indikasi dari obat2 berikut
t. Adrenalin
u. Glibenklamid
v. Asam askorbat
w. (lupa)
13. Manakah dari obat2 berikut yang aman dikonsumsi bagi wanita hamil dan menyusui
(jawaban bisa lebih dr 1)
32
P 3571 DY

j. Parasetamol
k. Amoksisilin
l. Asam folat
m. trimetoprim
n. (lupa)
o. (lupa)

14. a. Jelaskan tujuan kombinasi obat2 secara umum


b. sebutkan 2 contoh kombinasi obat yang relevan
15. Jelaskan istlah2 berikut
d. anorexia
e. diabetes insipidus
f. arterosklerosis
g.
16. Jelaskan penyakit dari obat2 berikut
i. Asam folat
j. Vitamin a
k. Glibenklamid
l. metkloperamid
17. Jelaskan indikasi dari obat2 berikut
x. kolesteramin
y. Isoniasid
z. flukonazol
aa. kaptopril
18. berikan komentar mengenai keamanan obat2 bagi wanita hamil dan menyusui
p. Parasetamol
q. ibuprofen
r. diazepam
33
P 3571 DY

s. metrotreksat
t. Furosemid

1. Obat-obat golongan berikut ini biasanya dikombinasi ma apa+jelaskan..


a. Amoksisilin
b. Sulfametoksazol
c. Mg(OH)2
d. Lupa
2. Indikasi/penyakit dari obat2 berikut (maaf agk lupa obt ap aj,,option dibwh aj yg msh
qinget)
a. Simvastatin
b. Metkloperamid
c. Metformin
d. Vitamin C
e. Alupurinol
3. Jelaskan istilah berikut
a. Encephalitis
b. Glaucoma
c. Migrain
d. Anemia megaloblastik
4. Berikan komentar terhadap obat berikut kaitannya dengan wanita hamil..
a. Asam Folat
b. Metildopa
c. Atenolol
d. Glibenklamid

34
P 3571 DY

Jelaskan tujuan kombinasi obat berikut :


a. Al (OH)3 dan Mg (OH)2
b. Obat tuberculosis (INH, etambutol & )
c. Amoxicillin dan asam klavulanat
Sebutkan indikasi obat berikut :
a. Pirantel pamoat
b. Ranitidine
c. Difenhidramin
d. kodein
Obat manakah yang tidak boleh digunakan tanpa factor resep dokter:
a. Injeksi vitamin C
b. Rifampisin
c. Tablet parasetamol
d. Diazepam
Berikan masing-masing 2 contoh dari golongan obat berikut :
a. Antihipertensi
b. Gout/ hiperurisemia
c. Diabetes melitus
Jelaskan apa yang anda ketahui tentang :
a. Diabetes insipidus
b. jelaskan tujuan kombinasi dari Al(OH)3-Simetikon, Rifampisin-Vit B6,
Trimetoprim-Sulfometoksazol
c. beri 2 contoh obat golongan: anti fungi, antihiperlipid, analgesik,diuretik
d. kegunaan obat: furosemid, akarbosa,
e. jelaskan istilah: anoreksia, teratogenik, neurotoksin
f. pilih obat dengan resep dokter: .....................................

1. Pengertian bidang farmakologi-toksikologi


1.1 Aspek dasar tentang Farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik, toksikologi
1.2 Jenis informasi berkaitan dengan obat
1.3 Parameter keamanan obat
1.4 Istilah-istilah dalam farmakologi dan terminologi medik
35
P 3571 DY

2. Konsep dasar bidang farmakologi-toksikologi


2.1 Persyaratan suatu obat
2.2 Sistem penggolongan obat
2.3 Mekanisme kerja obat
2.4 Penggunaan obat secara rasional
2.5 Resistensi
2.6 Sistem pertahanan tubuh
2.7 Faktor yang mempengaruhi respons obat
2.8 Penggunaan obat pada kondisis khusus
2.9 Kombinasi/interaksi obat

3. Pengertian Bidang Farmakologi Toksikologi


1.5 Aspek dasar tentang farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik, toksikologi
1.6 Jenis informasi berkaitan dengan obat
1.7 Parameter keamanan obat
1.8 Istilah istilah dalam farmakologi dan terminology klinik

4. Konsep Dasar Bidang Farmakologi Toksikologi


2.11 Persyaratan suatu obat
2.12 Sistem penggolongan obat
2.13 Mekanisme kerja obat
2.14 Uji khasiat dan keamanan
2.15 Penggunaan obat secara rasional
2.16 Resistensi
2.17 Sistem pertahanan tubuh
2.18 Faktor yang mempengaruhi respon obat
2.19 Penggunaan obat pada kondisi khusus
2.20 Kombinasi / interaksi obat

36
P 3571 DY

1. Sebutkan zat aktif lain yang biasanya dikombinasikan dengan zat aktif
dibawah ini, apa yang diharapkan dari kombinasi keduanya, jelaskan dengan
singkat.
a. Amoksisilin
b. Trimetropin
c. MgOH2
2. Apa indikasi dari zat aktif dibawah ini?
a. Gemfibrosil
b. Aspirin
c. Furosemid
d. Famotidin
e. Nikardipin
f. Metoklopramid
g. Pirantel pamoat
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Migrain
b. Neurosefalus
c. Glukoma
d. Anemia aplastik, dan megaloblastik
e. Buta warna
4. Berilah tanggapan mengenai obat dibawah ini, jika dikonsumsi oleh ibu hamil:
a. Metil dopa
b. Albutenol
c. Parasetamol
d. As.folat
e. Deksametason
f. HCT
g. Propanolol
5. Apa fungsi vit.B6 pada kombinasi dengan INH?

37
P 3571 DY

Definisi 1. a) anoreksia b) anemia aplastik c) ED50


2. Mekanisme+hubungannya: a) simvastatin+ezetimebe b) sulfametoksazol+trimetoprim c)
basitrasin+neomisin
3) obat untuk ibu hamil yg mual2: a) difenhidramin b) piridoksin c) metoklopramid
: 4) contoh obat a) antidiabetes b) antihipertensi c) antialergo

: 5) Mx kerja obat
A) sukralfat b) diklofenak c) alupurinol D) furosemid

FARMAKOLOGI

Petunjuk :
Soal trdiri dari 5 soal essay, 1 halaman berisi 1 soal.
Nomor peserta ditulis di tiap lembar soal
Pelajari obat dari tiap golongan, seperti antihipertensi golongan CCB apa aja. Yang dimunculkan
dalam soal harus bisa kita ketahui termasuk dalam obat golongan apa.
Baca soal dengan teliti (benar2 teliti)
Soal
Apa pengertian : ginekomastia, indeks terapi, satunya lupa (pelajari istilah2)
Hubungan kombinasi (sinergis/antagonis) : HCT dan propanolol; glibenklamid dan metformin;
alukol dan Mg(OH)2
Obat sakit kepala yang aman untuk ibu hamil jawaban : PCT
Mekanisme kerja obat : kortikosteroid sebagai antiinflamasi opioid; aspirin; magnesium trisilikat
Lupa

38

Anda mungkin juga menyukai