Anda di halaman 1dari 44

Biologi

Esai
1) Standarisasi simplisia, cara ekstraksi, dan fraksinasi psidium guajava dan guazumae
folium(Kemungkinan tanaman bisa berubah)
2) Aktivitas farmakologi dan penapisan fitokimia dari senyawa rhein dan karotenoid
(Kemungkinan senyawa bisa berubah)
3) Bagaimana penapisan fitokimia flavonoid
4) Nama simplisia dan nama ilimiah tanaman penghasil kurkumin dan timol
5) Ada dua struktur kimia. Tentukan analisis struktur kimia tersebut menggunakan instrument

Pilihan ganda
1) Pelajari kromatografi
2) Macam-macam monosakarida dan disakarida
3) Perbedaan isokratik dan gradient
4) Fase diam yang digunakan pada KLT
5) Pelarut yang digunakan pada NMR
6) Pengaruh polaritas eluen terhadap Rf sampel jika komposisi eluen diubah
7) Senyawa yang dapat diidentifikasi dengan Liebermann buchardt
8) Macam macam kromatografi cair cair
9) Aktivitas farmakologi rauvolfia (mengandung reserpin)
10) Penampak noda H2so4 dalam methanol
11) Formulasi fitofarmaka

1. Aktifitas farmakologi epikatekin adalah antitumor, antikanker, dan antioksidan


2. Cara identifikasi epikatekin adalah
Katekin diidentifikasi dg mendidihkan bag tumbuhan + HCl 2M---coklat kuning. Atau dg
KLT menggunakan eluen B: A: W (4:1:5) dg penampak noda uap amonia (biru pucat) atau
vanilin-HCl (merah jambu)
3. a. Cinchona Cortex, Cinchona succirubra
b. faktor standarisasi mikroskopis simplisia
- Jaringan gabus berdinding tipis dan berisi zat berwarna coklat
- Korteks terdiri dari sel parenkim dan di dalamnya terdapat sel idioblast berisi Ca oksalat
bentuk pasir dan butir pati
- Floem teridiri dari parenkim floem di dalamnya terdapat sel idioblast berisi Ca oksalat
bentuk pasir, dindingnya berlignin dan terdapat saluran noktah
c. Genus simplisia = cinchona, family = Rubiaceae
4. Faktor standarisasi ekstrak dan simplisia dari Andrographis paniculata
- Pemerian : warna hijau kelabu, rasa pahit, tidak berbau
- Makroskopis : batang tidak berambut berbentuk segi empat tebal 2-6 mm, tangkai daun
pendek, daun kecil berbentuk lanset, mahkota bunga bewarna putih hingga keunguan,
buah berbentuk jorong dengan ujung tajam kadang pecah membujur menjadi 4 bagian.
- Mikroskopik : fragmen epidermis atas dan bawah dengan litosis, stomata banyak tipe
bidiasitik, fragmen berkas pembuluh (bikolateral), rambut kelenjar dan rambut penutup
dari kelopak bunga, sel batu dari kulit buah, sistolit.
- Identifikasi :
reagen : + asam (H2SO4 dan HCl)membentuk warna coklat
+ Basa (amoniak,NaOH, dan KOH)membentuk warna hijau kekuningan

KLT---eluen= etil asetat P : metal-etil keton P : as format P : air (50:30:10:10)


pereaksi: alumunium klorida
- Kadar abu : tdk lebih dari 2%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 2,2%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 9.7%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%

5. a. Kuersetin merupakan golongan flavonoid---flavonol


b. Biosintesis kuersetin menempuh jalur asetat-malonat dan sikimat (cincin A berasal dari
kondensasi 3 unit asetat-malonat, sedangkan cincin B dan C berasal dari sikimat) dengan
prekursor khalkon
6. metode yang dapat digunakan untuk menentukan kadar air adalah:
a. metode titrimetri
b. metode azeotropi
c. metode gravimetri
7. faktor standarisasi ekstrak selain standarisasi simplisia adalah uji kandungan kimia ekstrak
(pola kromatogram, kadar total kandungan kimia dan kadar kandungan kimia tertentu)
8. Metode analisis untuk mengidentifikasi dan melihat kemurnian yang sesuai untuk senyawa
piperin (alkaloid) adalah spektrofotometri UV,IM,Massa,RMI
9. Antibiotik yang dihasilkan oleh Streptococcus fradiae adalah neomisin
10. Antibiotik golongan makrolida adalah eritromisin, klaritromisin, azitromisin
11. Biosintesis flavonoid dan tannin adalah
- Falavonoid menempuh jalur asetat-malonat dan sikimat (cincin A berasal dari kondensasi
3 unit asetat-malonat, sedangkan cincin B dan C berasal dari sikimat)
- Tannin ..idem
12. Kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri Jika suatu senyawa mengandung
minyak atsiri berarti bobot susut pengeringan > kadar air.
Susut pengeringan adalah persentase senyawa yang menghilang selama proses pemanasan
(tidak hanya menggambarkan air yang hilang, tetapi juga senyawa menguap lain yang
hilang).Pengukuran sisa zat dilakukan dengan pengeringan pada temperatur 105C selama
30 menit atau sampai berat konstan dan dinyatakan dalam persen (metode gravimetri).
susut pengeringan = (bobot awal - bobot akhir)/bobot awal x 100%
Untuk simplisia yang tidak mengandung minyak atsiri dan sisa pelarut organik menguap,
susut pengeringan diidentikkan dengan kadar air, yaitu kandungan air karena simplisia
berada di atmosfer dan lingkungan terbuka sehingga dipengaruhi oleh kelembaban
lingkungan penyimpanan.
13. Penggolongan obat tradisional Indonesia adalah jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka
14. Metabolit primer : senyawa kimia hasil metabolism yang digunakan sendiri oleh tumbuhan
tersebut untuk pertumbuhannya (protein, karbohidrat, lemak)
Metabolit sekunder : merupakan senyawa kimia yang umumnya mempunyai kemampuan
bioaktifitas dan sebagai pelindung tumbuhan tersebut (flavonoid, alkaloid, steroid,
terpenoid)
15. Cara ekstraksi menggunakan panas (henot apa yg jelas fitofar)
16. a. Karakteristik senyawa rhein adalah merupakan glikosida antrakinon mengandung gugus
karboksilat yang bersifat larut dalam pelarut polar dan mudah terhidrolisis.
b. Aktifitas farmakologi rhein adalah laksantif
17. Analisis senyawa flavonoid adalah dengan pereaksi FeCl3 dan alkaloid adalah dengan reagen
mayer, wagner, dragendorff. Untuk analisis KLTnya adalah digunakan silica gel dgn eluen
methanol : CHCl3 (3:17), penampak bercaknya adalah dragendorff, sedangkan untuk
flavonoid eluennya adalah butanol:as.as.etat:air (4:1:5) dgn penampak bercaknya garam
diazonium.
18. Metode penetapan potensi antibiotic
a. Metode lempeng berdasarkan difusi antibiotic dari silinder yg dipasang tegak lurus pada
lapisan agar padat dalam cawan petry/ lempeng, shg mikroba yg ditambahkan dihambat
pertumbuhannya pada daerah berupa lingkaran d sekeliling silinder yg berisi larutan
antibiotic.
b. Metode turbidimetri berdasarkan atas hambatan pertumbuhan biakan mikroba dalam
larutan serba sama antibiotic dalam medium cair yg dapat menumbuhkan mikroba dgn
cepat bila tdk terdapat antibiotik
19. a. Morfin termasuk dalam golongan senyawa alkaloid
b.cara sintesis senyawa morfin adalah dekarboksilasi dan transaminasi asam amino
(morfin=as.amino tyrosin), menghasilkan aldehid yg dapat membentuk basa Schiff yg akan
bereaksi dgn carbanion melalui kondensasi mannich membentuk alkaloid morfin
20. a. Thymi dihasilkan oleh Thymus vulgaris, family Lamiaceae
b. ciri mikroskopis : rambut penutup ber sel 1, ber sel 2 atau 3, epidermis atas dgn penebalan
dinding, stomata tipe diasitik, pembuluh kayu berpenebalan spiral, tangga dan jala
21. Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3 adalah tannin,
flavonoid
22. Syarat mikroba pada produk jamu adalah tidak boleh ada mikroba pathogen
23. Senyawa yang termasuk golongan flavonoid adalah flavon, flavonol, auron, kalkon,
isoflavon, antosianin
24. Senyawa yang termasuk golongan alkaloid adalah morfin, kolkisin, ergotamine, atropine,
kinin, kokain, striknin
25. Antibiotik digolongkan menjadi 9 yaitu :
a. -laktam = Penicillium chrysogenum (penisilin dan turunannya, sefalosporin dan
turunannya, monobaktam, karbapenem, inhibitor -laktamase)
b. makrolida = Streptomyces erytheus (eritromisin, klaritromisin, azitromisin)
c. tetrasiklin = Streptomyces aureofaciens (tetrasiklin, klor..,oksi)
d. aminoglikosida (streptomycin, kana,neo, genta, tobra, amikacin, netilmicin)
e. polipeptida
f. linkosamida,
g. kloramfenikol = Streptomyces Venezuela
h. rifamisin,
i. antibiotic minor
26. nama simplisia kayu manis (Cinnamomum burmani, Lauraceae) adalah Cinnamomi Cortex
27. nama simplisia biji pala (Myristica fragrans, Myristicaceae) adalah Myristicae Semen
28. vinblastin digunakan untuk leukemia (antikanker), vinkristin untuk pengendalian
pertumbuhan sel kanker
29. susut pengeringan terdiri dari bahan-bahan yg mudah menguap seperti minyak atsiri, air dan
pelarut organic yg mudah menguap
30. Standarisasi simplisia adalah
31. Yang mengendap dengan pereaksi dragendorff adalah alkaloid

1. Bahan Baku
Simplisia
Standarisasi simplisia meliputi :

a. Pemerian
b. Uji makroskopik dan mikroskopik
c. Identifikasi
d. Kadar abu
e. Kadar abu yg tidak larut asam
f. Kadar sari larut air
g. Kadar sari larut etanol
h. Bahan organik asing
i. Kadar air
j. Susut pengeringan
k. Penetapan kadar zat identitas
l. Minyak atsiri
Uji mutu yang lain :

Batas jasad renik, residu pestisida, kelarutan, pH, bobot jenis, indeks bias, rotasi optik, bil asam,
bil iodium, bilangan penyabunan

Ekstrak
Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia
nabati/hewani menggunakan pelarut yg sesuai kemudian sebagian atau seluruh pelarut
diuapkan dan massa/serbuk yg tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku
yang ditetapkan
Ekstrak dibagi menjadi:
a. ekstrak total : ekstrak yg mgd campuran bbg jenis gol senyawa
b. ekstrak parsial : ekstrak yang mgd gol senyawa tertentu
c. ekstrak cair : sediaan cair simplisia nabati yg mgd etOH sbg pelarut/pengawet
d. ekstrak kental : ekstrak yg memiliki konstitusi pekat dalam kondisi hangat namun tak
lagi berwujud cair dalam T kamar
e. ekstrak kering : ekstrak kental yg diperoleh dg mengeringkan ekstrak dg penambahan
bahan-bahan pengering
Metode ekstraksi
a. Menggunakan pelarut
Cara Dingin : maserasi, remaserasi, dan perkolasi
Cara Panas : refluks, soxhlet, digesti, infus, dekok
b. Destilasi : destilasi uap dan air; destilasi uap
c. Cara Lain : E. berkesinambungan, superkritikal karbondioksida, ultrasonik, dan E.energi
listrik
Standardisasi ekstrak
a. Parameter non spesifik
Susut pengeringan dan bobot jenis
Cemaran mikroba
Residu Pestisida
Cemaran Logam berat
Kadar abu
Kadar air
Sisa pelarut
b. Parameter spesifik
Identitas
Organoleptik
Senyawa terlarut dalam pelarut tertentu
c. Uji Kandungan Kimia
Pola kromatogram
Kadar total gol kandungan kimia
Kadar kandungan kimia tertentu
Isolat
- Penggolongan senyawa
a. Alkaloid
Contoh : morfin,kolkisin,ergotamin,atropin,kinin,kokain,striknin
Biosintesis : Dekarboksilasi dan transaminasi asam amino shg mhsilkan aldehid yg
dapat membentuk Schiff base. Schiff base bereaksi dg Carbanion mll kondensasi
Mannich membentuk Alkaloid
Isolasi : bahan diekstraksi dg pelarut polar yg diasamkan yg melarutkan alkaloid sbg
garam. Garam (alkaloid) dipisahkan dr senyawa organik lainnya dg pelarut organik
ex: etil asetat. Bahan dibasakan, basa bebas dilarutkan pelarut organik.
Identifikasi :
- sebagian alkaloid dlm larutan netral atau sedikit asam diendapkan oleh : Rgx
Mayer (potasium merkuric iodid)---dominan, Rgx. Wagner (merah coklat), Rgx
Dragendorf (merah coklat)
- KLT = penampak noda : Rgx Dragendorf
b. Flavonoid
Contoh : flavon,flavonol,auron,kalkon,isoflavon,antosianin
Biosintesis : menempuh jalur asetat-malonat dan sikimat (cincin A diperoleh dari
kondensasi 3 unit Asetat-Malonat, sedangkan cincin B dan C diperoleh dari jalur
sikimat)
Isolasi : bahan diekstraksi dg pelarut polar dg asam encer atau seny. pereduksi.
bahan diekstraksi kembali dg pelarut organik yg tdk campur air ex: etil asetat.
Identifikasi :
- uap amonia --- flavon&flavonol (kuning) ; kalkon&auron (merah), FeCl3---katekol
(kehijauan); galokatekin (hitam-biru), Mg dan HCl pekat---
flavonol,flavanon,xanton (merah), mendidihkan bag tumb.+ HCl 2M--- katekin
(coklat kuning) ; leukoantosianin (merah)
- KLT : Butanol:As asetat:Air (4:1:5); penampak bercak uap amonia, vanilin-HCl,
garam diazonium
c. Terpenoid
Contoh : geraniol, limonen,camphor, menthol, artemisin,ginkgolide
Biosintesis : melalui jalur asam mevalonat---asam mevalonat mengalami fosforilasi
mjd As.mevalonat 5 pirofosfat, dilanjutkan dekarboksilasi mjd isopentil pirofosfat
sbg unit isoprena aktif
Isolasi : -
Identifikasi : -

2. Produk
a. Jamu : prod fitofarmasi dg klaim khasiat berdasarkan data empiris
b. OHT : prod fitofarmasi dg klaim khasiat berdasarkan uji pra-klinik
c. Fitofarmaka : prod fitofarmasi dg klaim khasiat berdasarkan kajian uji klinik
standardisasi : std. simplisia, std. ekstrak, uji fitofarmaka (uji toksisitas, uji farmakodinamik,
uji klinik, uji kualitas)

1. Bahan Baku
1.1 Simplisia : Pengetahuan Simplisia (nama, kegunaan, kandungan), Pengolahan,
Standardisasi Simplisia.
1.2 Ekstrak : Pengenalan ekstrak, Jenis Ekstrak, Pemilihan Metode Ekstraksi, Proses
Ekstraksi, Standardisasi Ekstrak.
1.3 Isolat : Pengenalan Senyawa Bahan Alam, Penggolongan, Biosintesis, Isolasi,
Pemurnian, Uji kemurnian, Zat Identitas, Karakterisasi, Identifikasi.
2. Produk
2.1 Jamu : Definisi, Regulasi, Standardisasi.
2.2 OHT (Obat Herbal Terstandar) : Definisi, Regulasi, Standardisasi
2.3 Fitofarmaka : Definisi, Regulasi, Standardisasi
2.4 Obat modern dari Bahan Alam, Pengenalan, Sumber bahan baku
2.5 Bahan Pembantu dari bahan Alam
3. Proses
CPOTB
4. Mutu
Essai:
1. Perbedaan pati dan tepung
2. Standarisasi ekstrak dan simplisia Andrographidis herba
3. Penggolongan obat tradisional
MCQnya seputar
1. Nama ilmiah tanaman
2. Kandungannya

1. senyawa yang di isolasi dari tanaman tapak dara yang berfungsi sebagai anti kanker adalah
a. Vincristine c. Vinblastin
b. Kapsaisin d. Trigonellagenin
2. salah metode ekstraksi dengan cara dingin adalah
a. Maserasi c. Digesti
b. Refluks e. Perkolasi
3. metode umum untuk menunjukkan uji kemurnian suatu
senyawa.
a. KLT 2 dimensi c. KLT preparative
b. Titik leleh d. Kristalisasi
4. nama latin untuk pegagan adalah..
a. Centella asiatica
b. Soncus arvensis
c. Andrographis Paniculata
d. Kaempheria galanga
5. nama latin untuk daun saga adalah
a. Abri folium
b. Blumae folium
c. Plantago folium
d. Areca folium
6. standard mikroba pada jamu adalah.
a. tidak boleh mengandung bakteri non pathogen
b. tidak boleh mengandung bakteri pathogen
c. boleh mengandung bakteri pathogen dalam jumlah tertentu
d. boleh mengandung bakteri non patogen
7. pereaksi khas FeCl3 1 %, adalah untuk golongan senyawa
a. Alkaloid c. Flavonoid
b. Tanin d. Glikosida

8. metode yang digunakan untuk mengukur kadar air adalah.


a. Gravimetri
b. karl-fischer
c. Arhenssius
d. brownsted-lowry
9. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh dan digunakan secara turun-temurun dan dipercaya
memiliki khasiat tetapi belum teruji secara klinis disebut..
a. OHT c. Fitofarmaka
b. Jamu d. Farmakognosi
10. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh ataupun sebagaian yang telah diambil sarinya, telah
mengalami proses standardrisasi,uji keamanan dan dipercaya memiliki khasiat tetapi belum teruji secara
klinis disebut..
a. OHT c. Fitofarmaka
b. Jamu d. Farmakognosi
11. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh ataupun sebagian yang telah diambil sarinya, telah
mengalami proses standardrisasi dan dipercaya memiliki khasiat dan telah teruji secara klinis disebut..
c. OHT c. Fitofarmaka
d. Jamu d. Farmakognosi
12. pembentukan flavonoid adalah.
a. Asam mevalonat + Miristin
b. Asetil CoA + Asam mevalonat
c. Asam sinamat + Asetat
d. Nobiletin + Asam Sinamat
13. Prekusor dalam biosintesis umbelliferon adalah.
a. sinamat glukosid c. Skimin
b. As-4-OH-Sinamat d. Sikimat

14. senyawa yang bersifat basa (dengan adanya atom N), biasanya mengandung satu atom N atau lebih,
umumnya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistim siklik atau heterosiklin, merupakan definisi dari
a. Tanin c. Glikosida
b. Alkaloid d. Flavonoid
15. contoh dari senyawa flavonoid adalah
a. Sikloartenol c. prosienidin
b. Kuersetin d. skopoletin
16. contoh dari senyawa alkaloid adalah
a. piperin c. heliqsuprina
b. pirolidina d. serotonin
17. pelarut yang dapat digunakan untuk proses ekstraksi menurut standard yang diperbolehkan adalah
a. ethanol c. campuran ethanol+air
b. Methanol d. air
18. contoh dari senyawa golongan monoterpen monosiklik adalah
a. karveol c. geraniol
b. mentol d. askaridol
19. cara untuk memperoleh minyak atsiri dari tanaman dapat dilakukan dengan cara..
a. Destilasi c. Pemerasan
b. Enfleurage d. Penyarian dengan CO2
20. Standardrisasi pada simplisia yang juga dilakukan pada standardrisasi ekstrak adalah..
a. uji kadar abu c. uji logam berat
b. uji kadar air d.uji batas mikroba

ESSAY !

1. a. Timol adalah senyawa yang dapat diperoleh dari tanaman


asal dan familia dari tanaman?

b. Ciri dan gambar mikroskopik dari simplisia tersebut adalah?

2. a. Morfin adalah senyawa yang diisolasi dari tanaman asal..dan merupakan


golongan senyawa..
c. Gambarkan proses Biosintesis morfin?

3. Jelaskan metode penapisan fitokimia untuk senyawa Rhein?


Sebutkan Aktifitas Farmakologi dari senyawa Rhein?

4. Jelaskan dengan singkat proses isolasi dan fraksinasi curcumin dari temulawak?

5.

Jelaskan menurut Logika saudara, bagaimana cara mengidentifikasi dan menentukan struktur senyawa
yang tergambar diatas?

6. Sebutkan metoda penapisan fitokimia dan aktifitas Farmakologi untuk senyawa epikatekin?
7. Sebutkan faktor standardrisasi ekstrak dan simplisia dari Andrographis paniculata?

8. Sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin?

Sebutkan faktor standardrisasi simplisia tersebut?

9. Bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya?

10. Sebutkan dan jelaskan dengan bagan hubungan metabolit primer dengan metabolit sekunder?

Ni soal2 yg aku dapet kemarin, tapi lum sempat tak isi, kalian isi sendiri yak,..
1. Ciri mikroskopik vinca alba? Bagaimana isolasinya? Bagaimana identifikasinya?
2. Jelaskan farmakologi rutin? cara penapisan rutin?
3. Opioid termasuk golongan apa? Mengapa? Sebutkan senyawa prekusornya?
4. Maap temen, yang 2 soal lge lupa (jumlah 5 soal uraian). Soalnya persis ma yg kmren
kuk, jd belajar kisi-kisi ini yakkkk.
5. Untuk soal pilian ganda ntr ada sistem minus. Baca baik2 yakkk. Jawaban boleh lebih
dari satu kok.
Oiya ada 2 tipe soal, ni tipe aku. Klu tipe lainnya kalian tanya cety yakkk. Cuz setauku soal dy
beda ma aku. Okkkkkk.
Sebagai tambahan kalian hub cety dan minta jawabanya dari kisi2 cety yak. Cuz kmaren punya
aku dan cety saling melengkapi, ada di aku tp gk ada di cety, ada di cety tapi gak ada di aku.
Okkkkkkkkk,,,,,
Kuasai soal2 terlebih dahuluuu
Guud Luckkk

1. aktifitas farmakologi epikatekin


antioksidan, antikanker
2. cara identifikasi epikatekin
epikatein termasuk flavonol, dengan uji wilstater. Filtrat + 0,5 mL HCl pekat + 4 potong
magnesium encerkan dengan air + 1mL butanol merah pucat flavonol
3. sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin
kuinin dalam famili Rubiaceae - Cinchona Officinalis L. merupakan salah satu darinya yang
dapat menyembuhkan penyakit malaria. Tumbuhan Kina
sebutkan faktor standarisasi mikroskopis simplisia tersebut

genus simplisia
Cinchona
4. Sebutkan faktor standarisasi ekstrak dan simplisia dari andrographidis paniculata
sambiloto
Simplisia tanaman ini adalah Herba sambiloto (Andrographidis Herba) yang merupakan
bagian di atas tanah tanaman Andrographis paniculata Burm. f. Ness.
Kadar abu : tidak lebih dari 12 %
Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 2,2 %
Kadar sari yang larut dalam air : tidak kurang dari 18 %
Kadar sari yang larut dalam etanol : tidak kurang dari 9,7 %
Bahan organik asing : tidak lebih dari 2 %
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik
Isi simplisia : asam kersik, damar logam alkali
Penggunaan simplisia : diuretik, antipiretik
Pemerian : tidak berbau dan pahit
5. Termasuk dalam golongan senyawa apakah kuersetin?
Kelompok senyawa fenol - flavonoid
Bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya? Khalkon-
Flavanon dihirdro flavonol-flavonol
6. sebutkan metode2 yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air
Dengan titrasi dg karl fisher
Dengan destilasi
7. Faktor apakah yang digunakan dalam standarisasi ekstrak selain dalam standarisasi
simplisia
Factor biologi
(identitas jenis, lokasi pertumbuhan asal, periode pemanenan hasil tumbuhan,
penyimpanan bahan tumbuhan, umur tumbuhan dan bagian yang digunakan, untuk
tumbuhan budidaya ada GAP )
Faktor Kimia
a. Faktor internal (jenis senyawa aktif dalam bahan, komposisi kualitatif dan kuantitatif
senyawa aktif, kadar total rata-rata senyawa akatif)
b. Faktor Eksternal (metode ekstraksi, perbandingan ukuran alat ekstraksi, ukuran kekerasan
dan kekeringan bahan, pelarut yang digunakan dalam ekstraksi, kandungan logam berat,
kandungan pestisida)
8. Sebutkan metode analisis yang sesuai untuk senyawa piperritin
Isolasi
30 gram merica di ekstraksi dg metode soxhlet filtrat diuapkan ad mengental + 10 mL
KOH etanolik 10 % diaduk ad timbul endapan pisahkan sari dr endapan
diamkan di almari es kristal
Pemurnian
Kristal dicuci dg etanol 96% dikeringkan pd suhu 40C selama 30-45 menit.

Identifikasi
Kristal dilarutkan dg etanol, dianalisis dg KLT.
F.diam: Silika gel GF 254. F.gerak: diklormetana : etil asetat = 75 : 25. Deteksi : UV
254, disemprot dg anisaldehid asam sulfat dan dipanaskan 110C selama 10 menit.
9. manakah dari berbagai antibiotic dibawah ini yang merupakan gol makrolida
Eritromisin, klaritromisin, Azitromisin
10. macam antibiotic
a. makrolida
berikatan dg ribosom 50 S
erytomicin, klaritromicin, azitromisin
b. betaktam
penisilin
MK mengganggu sintesis dinding bakteri
Penisilin G/V, ampisilin, amoksisilin
Sefalosporin
Gol 1 sefalotin, sefazolin, sefapirin
Gol 2 sefaklor, sefaprozil, lorakarbef
Gol 3 sefotaksim, seftizoksim, seftazidim
c. tetrasiklin
MK ribosom 70S sub unit 30S
Klortetrasiklin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, demoklosiklin, doksisiklin,
metasiklin,minosiklin
d. kloramphenikol
MK ribosom 70S sub unit 50S
e. linkosamide
MK RIBOSOM 70s SUB UNIT 50s
Lyncomicin, clindamycin
f. aminiglikosida
MK ribosom 70S sun unit 30S
Streptomycin, Kanamycin, Neomycin, Gentamycin, Tobramycin, Amikacin,
Netilmicyn (Micromomospora inyoensis)
g. polipeptida
colistin basillus polymyxa var.colistinus
bacitrasin bacillus subtilis
vancomicin Streptomyces orientalis
h. antibiotik minor
novobiosin Steptomyces.niveneus
cykloserine S.orchidaceus
capremycin S.Capreolus
mupirocin Pseudomonas fluoresescens
i. rifampicin
rifampin S.mediterranei untuk meningitis
rifabutin
11. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri
a.kadar air>susut pengeringan
b. KADAR AIR<SUSUT PENGERINGAN
c. kadar air = susut pengeringan
d. tidak ada jawaban benar
12. sebutkan penggolongan obat tradisional Indonesia
a. Jamu aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
klaim khasiat dibuktikan berdasar data empiris
b. herbal terstandar aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
klaim khasiat dibuktikan berdasar ilmia/praklinik
dilakukan standarisasi pada bahan baku yang akan dijadikan produk
c. fitofarmaka aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
klaim khasiat dibuktikan berdasar ilmia/praklinik
dilakukan standarisasi pada bahan baku yang akan dijadikan produk
13. metabolit primer dan sekunder
a. primer
hasil metabolisme yang digunakan untuk kelangsungan hidup (pertumbuhan). Ex. Asam
amino, asetil CoA, nukleotida, asam sitrat.
b. Sekunder
Tidak digunakan untuk proses pertumbuhan. Ex. Protein, asam lemak, karbohidrat,
senyawa antimokroba. Contoh metabolit sekunder mikroorganisme : antibiotik, pigmen,
vitamin. Contoh lain : alkaloid, feromon, fenol, terpenoid,
14 cara ekstraksi menggunakan panas..
Ekstrasi dingin
Maserasi : Proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan
beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (kamar).
Remaserasi: Proses maserasi yang dilakukan secara berulang-ulang. Pengulangan
dilakukan dengan menambah pelarut yang baru ke dalam ampas yang telah
dipisahkan dari pelarut sebelumnya melalui penyaringan
Perkolasi : Ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna
(exhaustive extraction) yang dilakukan pada temperatur ruangan. Proses terdiri dari
tahapan: pengembangan bahan ; maserasi antara ; tahap perkolasi sebenarnya
Ekstraksi panas
Refluks : Ekstraksi dengan pelarut pada titik didihnya, selama waktu tertentu dan
jumlah pelarut terbatas yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik.
Umumnya dilakukan pengulangan proses pada residu pertama sampai 3-5 kali
sehingga dapat termasuk proses ekstraksi sempurna
Soxhlet : Ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya
dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah
pelarut relatif konstan dengan adanya pendingin balik. Ekstraksi dilakukan pada
titik didih pelarut
Digesti : Maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) pada temperatur yang
lebih tinggi dari temperatur ruangan (kamar). Secara umum, dilakukan pada
temperatur 40-500C
Infus : Sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air
pada suhu 900C selama 15 menit
Dekok : sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan
air pada suhu 900C selama 30 menit.
Destilasi Uap
Destilasi uap : Bahan (simplisia) benar-benar tidak tercelup ke dalam air yang
mendidih, namun dilewati uap air sehingga senyawa kandungan menguap ikut
terdestilasi
Destilasi uap dan air : Bahan (simplisia) bercampur sempurna atau sebagian
dengan air mendidih, senyawa kandungan menguap tetap kontinyu ikut
terdestilasi.
Lainnya
Ekstraksi berkesinambungan : Proses ekstraksi yang dilakukan berulangkali
dengan pelarut yang berbeda atau resirkulasi cairan pelarut dan prosesnya
tersusun berturutan beberapa kali
Superkritikal karbondioksida : Umumnya digunakan gas CO2. Dengan variabel
tekanan dan temperatur akan diperoleh spesifikasi kondisi polaritas tertentu yang
sesuai untuk melarutkan golongan senuawa kandungan tertentu. Penghilangan
cairan pelarut dengan mudah dilakukan karena CO2 menguap dengan mudah,
sehingga hampir langsung diperoleh ekstrak
Ekstraksi ultrasonik : Getaran ultrasonik (> 20.000 Hz) memberikan efek pada
proses ekstraksi dengan meningkatkan permeabilitas dinding sel, menimbulkan
gelembung spontan (cavitation) sebagai stres dinamik serta menimbulkan fraksi
interfase
Ekstraksi energi listrik : Energi listrik digunakan dalam bentuk medan listrik,
medan magnet, serta electric discharges yang dapat mempercepat proses dan
meningkatkan hasil dengan prinsip menimbulkan gelembung spontan dan
menyebarkan gelombang tekanan berkecepatan ultrasonik
15. Cara identifikasi dan karakterisasi senyawa rhein (dikasi gambar strukturnya)

Emodin, aloe-emodin, chrysophanol dan glikosida rhein, frangula-emodin, rhamnicoside,


alaterin dan physcion termasuk senyawa antrakinon.
Identifikasi antrakinon : Borntrager 0,3 gram ekstrak + 10 mL air suling filtrat
ekstraksi dengan 3 mL toluena 2x fase toluena dikumpulkan menjadi 2 filtrat +
amoniak merah.
Karekterisasi : Senyawa antrakinon dan turunannya seringkali bewarna kuning sampai
merah sindur (oranye), larut dalam air panas atau alkohol encer. Antrakinon yang
mengandung gugus karboksilat (rein) dapat diekstraksi dengan penambahan basa,
misalnya dengan natrium bikarbonat. Hasil reduksi antrakinon adalah antron dan
antranol, terdapat bebas di alam atau sebagai glikosida.
16. Cara analisis senyawa alkaloid dan flavonoid beserta pereaksinya
a. Alkaloid
Sampel 0,3gram ekstrak + 5mL HCl 2N dipanaskan 2-3 menit dingin 0,3
gram NaCl disaring + 5mL HCl 2 N
Reaksi pengendapan Wagner dan Mayer endapan putih.
Wagner I2 dan KI dalam 100 mL air
Mayer HgCl2 dan KI dalam 100 mL air
KLT : F. Diam Kiesel Gel F254; F.gerak etil asetat : metanol : air = 9 :2 :
2, penampak noda : dagendrof jingga.
b. Flavonoid
Sampel 0,3gram ekstrak + 3mL heksana tidak berwarna
Uji bate-smith & metcalf : filtrat + 0,5 mL HCl pekat panaskan merah/ungu
leukoantosianin
Uji wilstater : filtrat + 0,5 HCl pekat + 4 potong magnesium diencerkan dg air
sulin + 1 mL butanol. Merah jingga (flavon); merah pucat (flavonol); merah tua
(flavonon).
KLT : F.gerak : B:A:W=4:1:5, penampak noda : perekasi sitrat borat/uap amoniak
kuning intensif.
c. Antrakinon
Uji Borntrager 0,3gram diekstraksi dg 10 mL air suling saring filtrat
diekstraksi dg 3mL toluena dalam corong pisah ekstraksi 2x fase toluena
dikumpulkan jadi 2 tambah amonia dikocok merah
Uji Borntrager modifikasi 0,3gram ekstrak + 1mL KOH 5mL + 1 mL H2SO4
encer panaskan saring filtrat + as.asetat glasial diekstraksi dg toluena
fase toluena diambil + amonia merah
KLT : F.gerak : Toluena : etil : as,asetat = 75 : 24 : 1, penampak noda : 10% KOH
dalam metanol kuning/kuning coklat/merah ungu
d. Polifenol dan Tanin
Sampel 0,3 gram + 10mL aquadest panas diaduk dibiarkan + 3-4 tetes 10%
NaCl diaduk disaring filtrat
Ferriklorida filtrat + beberapa tetes FeCl3 hijau hitam tanin
Gelatin filtrat + gelatin + NaCl endapan tanin
+ FeCl3; +uji gelatin tanin
+ FeCl3; -uji gelatin polifenol
-FeCl3 - polifenol, - tanin
KLT : F.gerak : kloroform : etil asetat = 1:9, penampak noda FeCl3 hitam
e. Glikosida saponin, triterpenoid, dan steroid
uji buih 0,3 gram ekstrak + 10mL air suling dikocok buih stabil 30 menit
3cm saponin
sampel 0,3 ekstrak dilarutkan 15 mL etanol
uji liebermann-buchard 5mL filtrat + 3 tetes asam asetat anhidrat dan 1 tetes
H2SO4 pekat kocok perlahan hijau biru (swaporin steroid); merah ungu
(triterpen steroid); kuning muda (saponin jenuh)
uji salkoski 5mL filtrat + 1-2mL H2SO4 pekat lewat dinding cicin merah
steroid tak jenuh
KLT : F.gerak : n-heksana: etil asetat (4:1), penampak noda : anisaldehid asam sulfat
merah ungu steroid
17. Yang termasuk senyawa hasil metabolisme sekunder
Protein, karbohidrat, asam lemak, senyawa antimikroba, antibiotik, pigmen, vitamin.
18. Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3:
Tanin dan polifenol
19. syarat mikroba pada produk jamu:
a. tidak boleh ada mikroba pathogen
b. boleh ada mikroba pathogen pada jumlah tertentu
c. tidak boleh ada mikroba sama sekali
20. metode penetapan potensi antibiotika
a. lempeng
difusi antibiotik silinder yang dipasang tegak lurus pada lapisan agar padat dalam
cawan petri atau lempeng yang berisis biakan mikroba uji pada jumlah tertentu
mikroba dihambat prtumbuhannya.
b. Turbidimetri
Hambatan pertumbuhan biakan mikroba dalam larutan serba sama antibiotik,
dalam media cair yang dapat menumbuhkan mikroba dengan cepat bila tidak
terdapat antibiotik. Digunakan untuk sampel yang sulit larut air (Gramisidin)

11. Kalium sulfat dalam methanol untuk deteksi senyawa (KCl, HCl,)

12. Nama simplisa biji pala


Myristica fragnans Houtt Myristicae Arillus (bunga) / Myristicae Semen (Biji Pala)
/Myristicae fructus Cortex (kulit)
13. Vinkristin digunakan untuk.
Vinkristin adalah salah satu jenis vinkaalkaloid yang sering digunakan dalam pengendalian
pertumbuhan sel kanker. Senyawa ini mempunyai fungsi yang sama dengan kolkhisin, yaitu
mengganggu dinamika mikrotubul yaitu polimerisasi dan depolimerisasi, dengan cara
mengikat tubulin . Vinkristin dan vinblasin adalah senyawa antikanker.
14. Susut pengeringan terdiri dari
Minyak atsiri, air
15. Standarisasi simplisia yang juga termasuk standarisasi ekstrak..
16. Yang mengendap dengan pereaksi dragendroff
Golongan alkaloid
17. Standarisasi ekstrak mikroskopis, ekstraksi, dan fraksinasi dari Andrographidis
paniculata
18. Dikasih suatu struktur,,,(dari strukturnya ada kerangka dasar flavonoid),,secara
logika gimana caranya ato pake alat apa aja kita bisa tahu struktur/kerangka itu,,
19. Dibawah ini senyawa flavonoid (quersetin,piperin,..)
Anthocyanidin, proantocyanidin, quersetine, myrecetine,
20. Nama simplisia kayu manis (cinnamommum cortex, cinnamommi cortex,..)
21. Standarisasi simplisia (kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, bobot
jenis)
22. a. Standarisasi ekstrak dan simplisia Adrographidis paniculata
b. Nama simplisia dari Andrographidis paniculata
Sambiloto Andrographidis Herba
23. a. golongan apa senyawa quersetin
Flavonoin
b. biosintesis senyawa quersetin
Biosintesis flavonoid sudah mulai diteliti sejak tahun 1936. Pada awalnya para peniliti
mengkaitkan C6-C3-C6 dari flavonoid merupakan hasil dari fenil propanoid. Tetapi selama
bertahun-tahun diperoleh teori sintesis flavonoid dan telah dibuktikan di laboratorim. Secara
umu sintesis flavonoid terdiri dari dua jalur yaitu jalur poliketida, dan jalur fenil propanoid.
Jalur poliketida ini merupakan serangkaian reaksi kondensasi dari tiga unit asetat atau
malonat. Sedangkan jalur fenilpropanoid atau biasa disebut jalur shikimat (Arifin, 1986).

Jalur poliketida
Reaksi yang terjadi pada jalur ini diawali dengan adanya reaksi antra asetilCoA dengan
CO2 yang akan menghasilan malonatCoA. Setelah itu malonatCoA akan bereaksi dengan
asetilCoA menjadi asetoasetilCoA. asetoaseilCoA yang terbentuk akan bereaksi dengan
malonatCoA dan reaksi ini akan berlanjut sehingga membentuk poliasetil. Poliasetil yang
terbentuk akan kerkondensasi dan berekasi dengan hasil dari jalur propilpropanoid akan
membentuk suatu flavonoid. Jenis flavonoid yang terbentuk dipengaruhi dari bahan
propilpropanoid.
Acetil CoA malonil CoA aseto asetil CoA pliketida
Jalur Propilpropanoid.
Jalur ini merupakan bagian dari glikolisis tetapi tidak memperoleh suatu asam piruvat
melainkan memperoleh asam shikimat. Reaksi ini melibatkan eritrosa dan fosfo enol
piruvat. Asam shikimat yang terbentuk akan ditransformasikan menjadi suatu asam
amino yaitu fenilalanin dan tirosin. Fenilalanin akan melepas NH3 dan membentuk asam
sinamat sedangkan tirosin akan membentuk senyawa turunan asam sinamat karena
adanya subtitusi pada gugus benzennya
24. struktur piperin , menggunkan spektroskopi apa aja untuk mengidentifikasi dan
melihat kemurnian struktur ini?

Struktur piperin dan struktur asam piperat diidentifikasi dengan spektroskopi IR dan
spektroskopi NMR.
Macam spektro :
Spektro UV memberi info adanya gugus kromofor dari senyawa organik dan
membedakan senyawa aromatik atau ikatan rangkap yang berkonjugasi dengan
senyawa alifatik rantai jenuh.
Spektoskopi IR mengidentifikasi gugus fungsi dalam senyawa organik.
Nuklir magnetik resunansi proton mengrtahui posisi atom karbon yang
mempunyai proton atau tanpa proton,
Nuklir magnetik kesonansi isotop karbon 13 mengetahui jumlah atom dan jenis
atom carbon tsb.
Spektroskopi massa mengetahui berat molekul
25. a.Morfin termasuk senyawa golongan apa?
Golongan alkaloid
Golongan Piridina: piperine, coniine, trigonelline, arecoline, arecaidine, guvacine,
cytisine, lobeline, nikotina, anabasine, sparteine, pelletierine.
Golongan Pyrrolidine: hygrine, cuscohygrine, nikotina
Golongan Tropane: atropine, kokaina, ecgonine, scopolamine, catuabine
Golongan Kuinolina: kuinina, kuinidina, dihidrokuinina, dihidrokuinidina, strychnine,
brucine, veratrine, cevadine
Golongan Isokuinolina: alkaloid-alkaloid opium (papaverine, narcotine, narceine),
sanguinarine, hydrastine, berberine, emetine, berbamine, oxyacanthine
Alkaloid Fenantrena: alkaloid-alkaloid opium (morfin, codeine, thebaine)
Golongan Phenethylamine: mescaline, ephedrine, dopamin
Golongan Indola:
o Tryptamines: serotonin, DMT, 5-MeO-DMT, bufotenine, psilocybin
o Ergolines (alkaloid-alkaloid dari ergot ): ergine, ergotamine, lysergic acid
o Beta-carboline: harmine, harmaline, tetrahydroharmine
o Yohimbans: reserpine, yohimbine
o Alkaloid Vinca: vinblastine, vincristine
o Alkaloid Kratom (Mitragyna speciosa): mitragynine, 7-hydroxymitragynine
o Alkaloid Tabernanthe iboga: ibogaine, voacangine, coronaridine
o Alkaloid Strychnos nux-vomica: strychnine, brucine
Golongan Purine:
o Xantina: Kafein, teobromina, theophylline
Golongan Terpenoid:
o Alkaloid Aconitum: aconitine
o Alkaloid Steroid (yang bertulang punggung steroid pada struktur yang
bernitrogen):
Solanum (contoh: kentang dan alkaloid tomat) (solanidine, solanine,
chaconine)
Alkaloid Veratrum (veratramine, cyclopamine, cycloposine, jervine,
muldamine)[2]
Alkaloid Salamander berapi (samandarin)
lainnya: conessine
Senyawa ammonium quaternary s: muscarine, choline, neurine
Lain-lainnya: capsaicin, cynarin, phytolaccine, phytolaccotoxin
b. jelaskan cara sintesis senyawa morfin!
Pembentukan Senyawa Alkaloid Oleh Tirosin. Tirosin merupakan produk awal dari
sebagian besar golongan alkaloid. Produk pertama yang penting adalah antara dopamin
yang merupakan produk awal dari pembentukan senyawa dari berberine, papaverine dan
juga morfin. Sintesis Benzylisoquinolin, Dimulai Dengan Dua Molekul Tirosin. 2 Cincin
Tirosin Mengalami Kondensasi dan Membentuk Struktur Dasar Dari Morfin.
26. Jelaskan standarisasi simplisia dan ekstrak Curcuma xanthorrhiza
a. Jelaskan metode/cara fraksinasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza
Pertama yang harus dilakukan yaitu sampel dimasukkan ke bagian atas fase diam secara
perlahan dan merata (dibuat setipis mungkin, menyerupai pita). Kemudian keran dibuka
perlahan sampai semua sampel masuk ke dalam fase diam. Saat permukaan atas sampel
sampai pada permukaan atas fase diam, fase gerak ditambahkan secara perlahan.
Kecepatan alir fase diam diatur sesuai keinginan. Kemudian eluat ditampung pada botol
kecil secara manual atau otomatik. Terakhir kolom dielusi sampai semua komponen
keluar dari kolom.
b. Jelaskan metode/cara isolasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza
temulawak basah atau kering dengan cara maserasi dan ekstraksi soxhlet.
Untuk cara kerja maserasi yaitu pertama-tama yang harus dilakukan adalah serbuk
sampel dimasukkan ke dalam gelas piala atau tempat seperti botol terbalik.
Kemudian ditambahi pelarut etanol sampai sampel terendam. Diaduk sekali-sekali.
Pelarut diganti setiap waktu tertentu. Terakhir akan didapatkan hasil berupa ekstrak
dan gunakan pelarut yang tidak mudah menguap
Untuk cara kerja sokletasi yaitu pertama-tama yang harus dilakukan adalah serbuk
sampel dibungkus dengan kertas saring atau tempat tertentu. Kemudian dimasukkan
ke dalam alat soklet. Pelarut etanol ditambahkan dari bagian atas sampai tumpah ke
dalam labu. Ditambahkan pelarut lagi kira-kira sampai setengahnya. Labu yang
sudah berisi pelarut tersebut dipanaskan pada suhu tertentu sampai mendidih. Pada
proses ini uap pelarut akan naik dan bersentuhan dengan kondensor. Dimana uap
akan terkondensasi dan menetes di atas sampel dan selanjutnya merendam sampel
tersebut. Selama proses ini serbuk sampel akan terekstraksi. Apabila ekstrak sudah
sampai pada batas pipa u maka ekstrak akan turun ke labu dan akan mendidih
kembali. Proses ini akan berjalan kontinu sampai semua ekstrak terekstraksi.
c. Pemurnian
KLT
Untuk pemurnian secara KLT ini fraksi yang memiliki spot/noda yang sama
dengan nilai Rf dan warna yang sama pada pustaka maka spot/noda tersebut
dikerok kemudian dilarutkan dalam pelarut etanol. Pelarut tersebut kemudian
diuapkan sampai didapatkan bantuk kristalnya. Adapun nilai Rf dari kurkumin
tersebut berdasarkan pustaka yaitu fraksi I 0,30; fraksi II 0,50; fraksi III 0,60
dengan pelarut yang digunakan kloroform-etanol 96%-asam asetat glasial (94:5:1
%v/v).
Fase diam : Silika gel G
Fase gerak : Klorofom-benzena-etanol 98% (45: 45:10)
Atau Kloroform-etanol 96%-asam asetat glasial (94:5:1 %v/v).
Cuplikan :fraksi kurkumin yang didapat dari kromatografi kolom
Jmlh totolan : filtrat ditotolkan 5 l untuk bercak & 10 l un tuk pita (1,5cm)
Waktu pengembangan : - (sampai eluen mendekati batas atas plat)
Rekristalisasi
Pertama kristal dilarutkan dalam pelarutnya (etanol) pada gelas piala, kemudian
dipanaskan sambil diaduk-aduk. Lalu dalam keadaan panas disaring. Filtrat hasil
saringan didinginkan sampai terbentuk kristal.
27. ada gambar struktur senyawa, tentukan cara identifikasi struktur dan kemurniannya
alkaloid

saponin
28. Sebutkan tanaman penghasil thymi dan familinya
Thymus vulgaris L. Famili: Lamiaceae , simplisia : thymi herba
jelaskan cara identifikasi(ciri ciri mikroskopis) tanaman penghasil thymi
Rambut penutup multi sel, bentuk bengkok (spesifik); epidermis daun dengan rambut
kelenjar tipe labiatae; stomata tipe diasitik.
29. nama simplisia Curcuma domestica !
Kunyit curcumae domesticae rhizoma
30. nama ilmiah tanaman jambu batu
Psidium guajava psidi folium
31. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan flavonoid
flavon
apigenin, luteolin, dan tangeritin
flavonol
quersetin, myrecetine
flavonone
hesperitine
32. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan alkaloid
Stikhnin, Emetin, Brusin, Piperin, kaffein, Quinin, Sinkhonin, dan Kolkhisin, ornitin, lisin,
fenilalanin, tirosin, triftopan.
menurut atom Nitrogennya. Yaitu; Alkaloid sebenarnya, protoalkaloid dan
pseudoalkaloid.
Berdasarkan intinya penyusunnya (basa organiknya) diklasifikasikan menjadi 12
kelompok yaitu; Benzena, Piridina, Piperidina, Kuinolina, Isokuinolina, Fenantren,
Pirolidina Siklo pentano perhidro fenantren, Imidazol, Indol, Purin dan Tropan.
33. Manakah yang merupakan contoh antibiotic yang dihasilkan oleh Streptococcus
fradiae?
Streptomyces griseus untuk Streptomisin,
Streptomyses fradiae untuk Neomisin,
Streptomyces kanamyceticus untuk Kanamisin,
Streptomyces tenebrarius untuk Tobramisin,
Micromomospora purpures untuk Gentamisin
Asilasi kanamisin A untuk Amikasin.
34. Manakah dari berbagai antibiotic di bawah ini yang merupakan golongan makrolida!
Eritomisin, Spiramisin, Roksitromisin, Klaritromisin dan Azithromisin
terdapatnya cincin Lakton yang besarnya dalam rumus molekulnya.
menghambat sintesis protein kuman dengan jalan berikatan secara reversibel dengan
Ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis
kuman dan kadar obat Makrolida.
35. Sebutkan biosintesis tannin!!
tanin merupakan metabolit sekunder tanaman yang bersifat astrigen dengan rasa khas yang
sepat. kelas tanin secara umum terbagi atas tanin ( proanthocyanidins) hidrolisis dan tanin
kondensasi. Dimana untuk tanin hidrolisis diprekursor oleh asam dehydroshikimic
sedangkan untuk tanin kondensasi disintesa dari prekursor flavonoid.
Dihydroflavonol leucoanthocyanidin anthocyanidin epikatechin
proanthocyanidin
36. Biosintesis steroid
ini dimulai dai proses mevalonate dalam manusia, dimana adanya Acetyl-CoA sebagai dasar
pembentuk (Precursor), yang membentuk DMAPP dan IPP. Dalam beberapa langkah
selanjutnya, DMAPP dan IPP yang akan membentuk lanosterol, yaitu steroid pertama. Yang
nantinya akan termodifikasi berdasarkan proses steroidogenesis selanjutnya.
37. Biosintesis alkaloid
Prekursor alkaloid adalah asam amino spt: fenilalanin, tirosis, triptofan, histidin, asam
antranilat,lisin dan ornitin. Asam amino (prekursor alkaloid) ini yang akan mengalami reaksi
Dekarboksilasi (senyawa amin) dan Transaminasi (aldehid). Senyawa amin dan aldehid
kemudian bereaksi membentuk basa. Basa kemudian bereaksi dengan karbanion dalam
kondensasi hingga terbentuklah alkaloid.
38. Biosintesis glikosida
terdapat glikosida yang merupakan diterpenoid yang mengalami empat langkah sintesa yang
kesemuanya secara umum dari pembentukan asam giberrelic atau asam giberelin sebagai
prekursor. Dimana langkah awalnya berupa proses sintesis aglycone hingga terjadi sejumlah
proses glucosyltransferase hingga terbentuklah glikosida.

biologi farmasi
1. aktifitas farmakologi epikatekin
2. cara identifikasi epikatekin
3. a. sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin
b. sebutkan faktor standarisasi mikroskopis simplisia tersebut
c. genus simplisia
4. sebutkan faktor standarisasi ekstrak dan simplisia dari andrographidis paniculata
5. a. termasuk dalam golongan senyawa apakah kuersetin?
b. bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya
6. sebutkan metode2 yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air
7. faktore apakah yang digunakan dalam standarisasi ekstrak selain dalam standarisasi simplisia
8. sebutkan metode analisis yang sesuai untuk senyawa piperritin
9. manakah dari berbagai antibiotic dibawah ini yang merupakan golongan makrolida
10. sebutkan biosintesis flavonoid
11. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri
a. kadar air>susut pengeringan
b. kadar air<susut pengeringan
c. kadar air = susut pengeringan
d. tidak ada jawaban benar
12. sebutkan penggolongan obat tradisional indonesia
13. metabolit primer dan sekunder
14 cara ekstraksi menggunakan panas..

Cara identifikasi dan karakterisasi senyawa rhein (dikasi gambar strukturnya)


Yang termasuk metode ekstraksi panas:
o A. ekstraksi bersinambungan
o B. digesti
o C. maserasi
o D. reflux
Cara analisis senyawa alkaloid dan flavonoid beserta pereaksinya
Yang termasuk senyawa hasil metabolisme sekunder
Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3:
a. lipid
b. tannin
c. karbohidrat
d. kumarin
syarat mikroba pada produk jamu:
a. tidak boleh ada mikroba pathogen
b. boleh ada mikroba pathogen pada jumlah tertentu
c. tidak boleh ada mikroba sama sekali
metode penetapan potensi antibiotika
1. Nama simplisia jambu biji (pilihannya tidak ada Psidii Folium)
2. Struktur tanin
3. Fase gerak dan fase diam klt
4. Contoh pelarut green solvent
5. Nama ilmiah kumis kucing
6. Efek farmakologi vinkristin dan viblastin
Esai :
1. Standarisasi simplisia dan ekstrak guazumae, andrographis
2. Penggolongan obat tradisional dan logo dan contohnya
3. Dikasih dua struktur kimia senyawa tertentu dan disuruh ngasih rekomen analisisnya itu
pake instrument apa ? kenapa kok rekom itu alesannya apa ? (misalnya spektro UVVIS
karena ada gugus kromofor)
4. Contoh simplisia dan nama latin tumbuhan yang mengandung kafein

1. aktifitas farmakologi epikatekin flavonoid


Antioksidan

2. cara identifikasi epikatekin


3. a. sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin
kuinin dalam famili Rubiaceae - Cinchona Officinalis L. merupakan salah satu darinya yang
dapat menyembuhkan penyakit malaria. Tumbuhan Kina

b. sebutkan faktor standarisasi mikroskopis simplisia tersebut


c. genus simplisia
Cinchona
4. sebutkan faktor standarisasi ekstrak dan simplisia dari andrographidis paniculata sambiloto

5. a. termasuk dalam golongan senyawa apakah kuersetin?


Kelompok senyawa fenol - flavonoid
b. bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya? Khalkon-
Flavanon dihirdro flavonol-flavonol
6. sebutkan metode2 yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air
Dengan titrasi
Dengan destilasi
7. faktore apakah yang digunakan dalam standarisasi ekstrak selain dalam standarisasi simplisia
Factor biologi
(identitas jenis, lokasi pertumbuhan asal, periode pemanenan hasil tumbuhan,
penyimpanan bahan tumbuhan, umur tumbuhan dan bagian yang digunakan, untuk
tumbuhan budidaya ada GAP )
Faktor Kimia
c. Faktor internal (jenis senyawa aktif dalam bahan, komposisi kualitatif dan kuantitatif
senyawa aktif, kadar total rata-rata senyawa akatif)
d. Faktor Eksternal (metode ekstraksi, perbandingan ukuran alat ekstraksi, ukuran kekerasan
dan kekeringan bahan, pelarut yang digunakan dalam ekstraksi, kandungan logam berat,
kandungan pestisida)
8. sebutkan metode analisis yang sesuai untuk senyawa piperritin cincin nh alkaloid
lada
9. manakah dari berbagai antibiotic dibawah ini yang merupakan golongan makrolida
Eritromisin, klaritromisin, Azitromisin
10. sebutkan biosintesis flavonoid
Cicin A berasal dari kondensasi 3 unit asetat/ malonat
Cincin B dan C berasal dari jalur sikimat
Jadi flavonoid dihasilkan dari kombinasi jalur asetat-malonat dan jalur asetat-sikimat
Senyawa kalkan dengan pengaruh enzim dapat berubah menjadi flavon, auron khalkon

11. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri


a. kadar air>susut pengeringan
b. kadar air<susut pengeringan
c. kadar air = susut pengeringan
d. tidak ada jawaban benar
12. sebutkan penggolongan obat tradisional Indonesia
(Jamu, herbal terstandar, fitofarmaka)
13. metabolit primer dan sekunder
14 cara ekstraksi menggunakan panas..
Refluks
Soxhlet
Digesti
Infus
Dekok
21. Cara identifikasi dan karakterisasi senyawa rhein (dikasi gambar strukturnya)
22. Yang termasuk metode ekstraksi panas:
a. ekstraksi bersinambungan
b. digesti
c. maserasi
d. reflux
23. Cara analisis senyawa alkaloid dan flavonoid beserta pereaksinya
24. Yang termasuk senyawa hasil metabolisme sekunder
25. Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3:
a. lipid
b. tannin
c. karbohidrat
d. kumarin
26. syarat mikroba pada produk jamu:
d. tidak boleh ada mikroba pathogen
e. boleh ada mikroba pathogen pada jumlah tertentu
f. tidak boleh ada mikroba sama sekali
27. metode penetapan potensi antibiotika

1. a.Morfin termasuk senyawa golongan apa?


b. jelaskan cara sintesis senyawa morfin!
2. a. Jelaskan standarisasi simplisia dan ekstrak Curcuma xanthorrhiza
b. Jelaskan metode/cara fraksinasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza
c. Jelaskan metode/cara isolasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza
3. macam2 ekstraksi cara panas
4. ada gambar struktur senyawa, tentukan cara identifikasi struktur dan kemurniannya
5. a. Jelaskan aktivitas farmakologi Rhein
b. jelaskan cara penapisan farmakologi Rhein
c. jelaskan sintesis Rhein!
6. a. Sebutkan tanaman penghasil thymi dan familinya
b. jelaskan cara identifikasi(ciri ciri mikroskopis) tanaman penghasil thymi
7. nama simplisia Curcuma domestica !
8. nama ilmiah tanaman jambu batu
9. penapisan fitokimia alkaloid dan flavonoid ( reagen dan penampak noda)
10. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri
a. kadar air>susut pengeringan
b. kadar air<susut pengeringan
c. kadar air = susut pengeringan
d. tidak ada jawaban benar
11. Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3
a. Tanin
b. Karbohidrat
c. Kumarin
d. lipid
12. syarat mikroba pada produk jamu
a. tidak boleh ada mikroba pathogen
b. boleh ada mikroba pathogen pada jumlah tertentu
c. tidak boleh ada mikroba sama sekali
13. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan flavonoid
14. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan alkaloid
15. sebutkan penggolongan obat tradisional Indonesia
16. sebutkan metode2 yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air
17. manakah dari berbagai antibiotic dibawah ini yang merupakan golongan makrolida
18. (lupa)

19. Kalium sulfat dalam methanol untuk deteksi senyawa (KCl, HCl,)
20. Dibawah ini senyawa flavonoid (quersetin,piperin,..)
21. Dibawah ini senyawa alkaloid (alisin, kinin,..)
22. Macam OT Indonesia (jamu, herbal, fitofarmaka, ekstrak)
23. Estraksi cara panas (maserasi, perkolasi, soxhlet, dekok)
24. Nama simplisia kayu manis (cinnamommum cortex, cinnamommi cortex,..)
25. Nama simplisa biji pala
26. Vinblastin digunakan untuk (antikanker, analgesic, anti diabetes, anti depresan)
27. FeCl3 pereaksi warna (tannin, KH, kumarin, lipid)
28. Jika suatu senyawa mengandung minyak atsiri bearti bobot (susut pengeringan > kadar
air, susut pengeringan < kadar air, susut pengeringan = kadar air, tidak ada jawaban yang
benar )
29. Susut pengeringan terdiri dari (minyak atsiri, air, ..)
30. Standarisasi simplisia (kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, bobot jenis)
31. Syarat mikroba dalam jamu (tidak boleh ada mikroba pathogen,boleh ada mikroba
pathogen pada jumlah tertentu,tidak boleh ada mikroba sama sekali

URAIAN
32. a. efek farmakologis epikatekin
b. penapisan fitokimia epikatekin
33. a. Standarisasi ekstrak dan simplisia Adrographidis paniculata
b. Nama simplisia dari Andrographidis paniculata
34. a. berasal dari tanaman apa yang mengandung kinin
b. nama simplisia penghasil kinin
35. a. golongan apa senyawa quersetin
b. biosintesis senyawa quersetin
36. struktur piperin , menggunkan spektroskopi apa aja untuk mengidentifikasi dan melihat
kemurnian struktur ini?
1. Kalium sulfat dalam methanol untuk deteksi senyawa (KCl, HCl,)
2. Macam OT Indonesia (jamu, herbal, fitofarmaka, ekstrak)
3. Estraksi cara panas (maserasi, perkolasi, soxhlet, dekok)
4. Nama simplisa biji pala
5. Vinkristin digunakan untuk.
6. FeCl3 pereaksi warna (tannin, KH, kumarin, lipid)
7. Jika suatu senyawa mengandung minyak atsiri bearti bobot (susut pengeringan > kadar
air, susut pengeringan < kadar air, susut pengeringan = kadar air, tidak ada jawaban yang
benar )
8. Susut pengeringan terdiri dari (minyak atsiri, air, ..)
9. Syarat mikroba dalam jamu (tidak boleh ada mikroba pathogen,boleh ada mikroba
pathogen pada jumlah tertentu,tidak boleh ada mikroba sama sekali
10. Standarisasi simplisia yang juga termasuk standarisasi ekstrak..
11. Yang termasuk golongan flavonoid..
12. Yang mengendap dengan pereaksi dragendroff
(Buat tipe2 golongan soal kayak no 11 ma 12 musti ati2,,harus bner2 apal jenis2
golongannya)

Essay

1. Nama ilmiah, suku, dan nama simplisia tanaman penghasil kinin..


2. Standarisasi ekstrak mikroskopis, ekstraksi, dan fraksinasi dari Andrographidis
paniculata
3. Quersetin termasuk golongan senyawa apa,,,sebutkan senyawa precursor dalam sintesis
quercetin..
4. Efek farmakologis dan penapisan fitokimia dari epikatekin ..
5. Dikasih suatu struktur,,,(dari strukturnya ada kerangka dasar flavonoid),,secara logika
gimana caranya ato pake alat apa aja kita bisa tahu struktur/kerangka itu,,

PS : Soal2nya dibuat beda ma sebelah qt,,tergantung tempat kamu duduk,,tapi pada umumnya
saling berkebalikan,,tapi tipe soalnya sama,,(ex. Contoh soal no 1 ma 2 essay,,kmrn dibalik
tanamannya)

STANDARISASI SIMPLISIA

1. Andrographidis Herba
- Identitas : Andrographis paniculata (Acanthaceae)
- Pemerian : warna hijau kelabu, rasa pahit, tidak berbau
- Makroskopis : batang tidak berambut berbentuk segi empat tebal 2-6 mm, tangkai daun
pendek, daun kecil berbentuk lanset, mahkota bunga bewarna putih hingga keunguan,
buah berbentuk jorong dengan ujung tajam kadang pecah membujur menjadi 4 bagian.
- Mikroskopik : fragmen epidermis atas dan bawah dengan litosis, stomata banyak tipe
bidiasitik, fragmen berkas pembuluh (bikolateral), rambut kelenjar dan rambut penutup
dari kelopak bunga, sel batu dari kulit buah, sistolit.
- Identifikasi :
reagen : + asam (H2SO4 atau HCl) P membentuk warna coklat
+ Basa (amoniak,NaOH, dan KOH) P membentuk warna hijau kekuningan

KLT---eluen= etil asetat P : metal-etil keton P : as format P : air (50:30:10:10)


pereaksi: alumunium klorida
- Kadar abu : tdk lebih dari 2%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 2,2%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 9.7%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%

2. Cinchona Cortex
- Identitas : Cinchona succirubra (Rubiaceae)
- Pemerian : warna hijau kelabu, rasa pahit, tidak berbau
- Makroskopik : potongan kulit berbentuk pipa, permukaan luar berkerut, warna coklat
khitaman, terdapat lumut kerak warna kuning muda atau kuning kehijauan, dibeberapa
tempat jaringan gabus terlepas, mudah dipatahkan.
- Mikroskopis : Jaringan gabus berdinding tipis dan berisi zat berwarna coklat. Korteks
terdiri dari sel parenkim dan di dalamnya terdapat sel idioblast berisi Ca oksalat bentuk
pasir dan butir pati. Floem teridiri dari parenkim floem di dalamnya terdapat sel idioblast
berisi Ca oksalat bentuk pasir, dindingnya berlignin dan terdapat saluran noktah.
- Identifikasi :
reagen : + H2SO4 pekat terjadi warna coklat atau HCl terjadi warna kuning
+ NaOH atau KOH terjadi warna coklat tua

KLT---eluen = benzen P : eter P : dietilamin P (5:35:10). Penampak noda:


dragendorf (kinin Rf 33)
- Kadar abu : tdk lebih dari 4%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 1%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 7.5%
- Kadar sari larut etanol : tdk kurang dari 9%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%
- Isi simplisia : alkaloid kinin

3. Menthae Arvensitis Herba


- Identitas : Mentha arvensis (Lamiaceae)
- Pemerian : bau aromatik seperti mentol, rasa pedas, warna hijau kecoklatan
- Makroskopis : helai daun bentuk bulat telur dg ujung meruncing, tepi daun bergerigi,
batang berbentuk segi empat dg warna hijau keunguan beruas-ruas dan tiap bukunya
keluar tangkai daun.
- Mikroskopik : fragmen epidermis atas dan bawah dg rambut kelenjar tipe lamiaceae dan
rambut kelenjar 1 atau 2 sel berisi minyak atsiri dg kutikula berbintil, pembuluh kayu dg
penebalan spiral atau jala, stomata tipe diasitik.
- Identifikasi :
reagen : + H2SO4 terjadi warna hijau tua dan dg HCl terjadi warna coklat hijau
+ NaOH atau KOH terjadi warna coklat merah dan amoniak tjd warna coklat hijau

KLT---eluen = dikloretana P dilanjutkan Benzena. Penampak noda: anisaldehid-


asam sulfat LP
- Kadar abu : tdk lebih dari 10.8%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 2,3%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 14%
- Kadar sari larut etanol : tdk kurang dari 3.2%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%

4. Thymi Herba
- Identitas : Thymus vulgaris (Lamiaceae)
- Pemerian : bau aromatik, rasa pedas, warna hijau kelabu kecoklatan
- Makroskopis : helai daun bentuk bulat telur atau bundar memanjang sampai bentuk lidah
tombak, warna hijau kelabu, tepi daun rata dan beramput, batang berbentuk segi empat
ditutupi rambut-rambut pendek.
- Mikroskopik : Epidermis atas dengan penebalan kecil, rambut penutup bersel banyak,
rambut kelenjar tipe lamiaceae, serabut sklerenkim, stomata diasitik, , berkas pembuluh
dg penebalan tangga, spiral, dan jala.
- Identifikasi :
reagen : + H2SO4 pekat terjadi warna coklat tua dan dg HCl pekat terjadi warna
coklat
+ NaOH terjadi warna kuning kecoklatan

+ FeCl3 tjd warna kuning

KLT---eluen = kloroform P : Benzena (75:25). Penampak noda: anisaldehid-asam


sulfat LP (Timol dg Rf 43 bewarna merah jingga)
- Kadar abu : tdk lebih dari 10.8%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 2,3%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 14%
- Kadar sari larut etanol : tdk kurang dari 3.2%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%

5. Curcumae Rhizoma
- Identitas : Curcuma xanthorrhiza (Zingiberaceae)
- Pemerian : bau aromatik, rasa tajam dan pahit, warna kuning kecoklatan
- Makroskopis : keping tipis, bentuk bundar atau jorong, ringan, keras, rapuh, permukaan
luar berkerut warna coklat kuning hingga coklat, bidang irisan melengkung tak beraturan,
bekas patahan berdebu warna kuning jingga sampai coklat jingga terang.
- Mikroskopik : Epidermis bergabus bentuk poligonal, terdapat rambut bersel 1, korteks
terdiri atas sel parenkim dg butir pati, banyak sel minyak warna kuning&jingga, sel
idioblas dg Ca-oksalat bentuk jarum.

- Identifikasi :
reagen : + asam (H2SO4 dan HCl) terjadi warna ungu kecoklatan
+ Basa (amoniak, NaOH, dan KOH) terjadi warna merah kecoklatan

+ KI terjadi warna hijau

+ FeCl3 terjadi warna coklat

KLT---eluen = dikloretana P dilanjutkan Benzena. Penampak noda: anisaldehid-asam


sulfat LP
- Kadar abu : tdk lebih dari 4.4%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 0.74%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 8.9%
- Kadar sari larut etanol: tdk kurang dari 3.5%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%
- Isi simplisia : kurkumin, minyak atsiri

6. Zingiberis Rhizoma
- Identitas : Zingiber officinale (Zingiberaceae)
- Pemerian : bau aromatik, rasa pedas, warna kuning muda
- Makroskopis : rimpang agak pipih, dalam bentuk potongan warna bagian luar coklat
kekuningan, beralur memanjang, serat menonjol, pada irisan melintang terdapat korteks,
endodermis, stele, banyak tersebar berkas pembuluh berupa titik keabu-abuan, dan sel
kelenjar berupa titik kekuningan.
- Mikroskopik : sel parenkimatik, serabut, sel minyak, butir pati banyak, sel idioblast
banyak.
- Identifikasi :
reagen : + H2SO4 P terjadi warna coklat hitam
+ Basa (NaOH atau KOH) P terjadi warna coklat tua

+ KI P terjadi warna kuning

+ FeCl3 P terjadi warna kuning dengan bintik hitam

KLT---eluen = dikloretana P dilanjutkan Benzena. Penampak noda: anisaldehid-asam


sulfat LP
- Kadar abu : tdk lebih dari 5%
- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 3.9%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 15.6%
- Kadar sari larut etanol: tdk kurang dari 4.3%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%
- Isi simplisia : minyak atsiri

7. Phyllanthi Herba
- Identitas : Phyllantus niruri (Euphorbiaceae)
- Pemerian : bau aromatik, rasa pahit, warna hijau kelabu
- Makroskopis : batang ramping, bulat dg garis tengah 3 mm, daun kecil bundar telur
sampai bundar memanjang, bunga dan buah terdapat pada ketiak daun. Buah bewarna
hijau kekuningan.
- Mikroskopik : Epidermis atas dengan kutikula dan hablur Ca-oksalat bentuk roset dan
hablur ca-oksalat bentuk prisma, stomata tipe anisositik, fragmen kulit buah, fragmen
kulit biji.
- Identifikasi :
reagen : + H2SO4 terjadi warna hijau atau HCl terjadi warna coklat
+ Basa (amoniak atau KOH) terjadi warna coklat

+ FeCl3 terjadi warna hijau violet

- Kadar abu : tdk lebih dari 8.9%


- Kadar abu yg tak larut asam : tdk lebih dari 2.0%
- Kadar sari larut air : tdk kurang dari 16.0%
- Kadar sari larut etanol: tdk kurang dari 8%
- Bahan organik asing: tdk lebih dari 2%
- Isi simplisia : filantis, hipofilantin, kalium
BIOLOGI FARMASI

Aktifitas farmakologi epikatekin


Cara indentifikasi epikatekin
a. Sebutkan Nama Simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin!
a. Sebutkan factor standardisasi mikroskopis simplisia tersebut di atas
Sebutkan factor-faktor standardisasi ekstrak dan simplisia dari Andrographidis
paniculata
a. Termasuk dalam gologan senyawa apakah kuersetin?
b. Bagaimanakah biosintesis kuersetin dan Sebutkan senyawa prekursornya!!
Sebutkan metode-metode yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air!
Factor apakah yang juga digunakan dalam standardisasi ekstrak selain dalam
standardisasi simplisia
Sebutkan metode analisis yang sesuai untuk senyawa piperretin!
Manakah yang merupakan contoh antibiotic yang dihasilkan oleh Streptococcus
fradiae?
Manakah dari berbagai antibiotic di bawah ini yang merupakan golongan makrolida!
Sebutkan biosintesis tannin!!
Kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri :
a. Kadar air > susut pengeringan
b. Kadar air < susut pengeringan
c. Kadar air = susut pengeringan
d. Tidak ada jawaban yang benar
Sebutkan penggolongan obat tradisional Indonesia
Soal tahap kedua
Bidang Biologi Farmasi
1. Bahan baku
1.1 Simplisia : pengetahuan (nama, kegunaan, kandungan) simplisia, pengolahan,
standarisasi simplisia.
1.2 Ekstrak : pengenalan ekstrak, jenis ekstrak, pemilihan metode ekstraksi, proses
ekstraksi, pelarut, standarisasi ekstrak.
1.3 Isolat : pengenalan senyawa bahan alam, penggolongan, biosintesis, isolasi,
pemurnian, uji kemurnian, zat identitas, karakterisasi, identifikasi
2. Produk
2.1 Jamu : definisi, regulasi, standarisasi
2.2 OHT : definisi, regulasi, standarisasi
2.3 Fitofarmaka : definisi, regulasi, standarisasi
2.4 Obat modern dari bahan alam : pengenalan, sumber bahan baku
2.5 Bahan pembentu dari bahan alam
3. Proses
CPOTB
4. Mutu
(sudah terangkum diatas)

21. senyawa yang di isolasi dari tanaman tapak dara yang berfungsi sebagai anti kanker adalah
c. Vincristine c. Vinblastin
d. Kapsaisin d. Trigonellagenin
22. salah metode ekstraksi dengan cara dingin adalah
c. Maserasi c. Digesti
d. Refluks e. Perkolasi
23. metode umum untuk menunjukkan uji kemurnian suatu
senyawa.
c. KLT 2 dimensi c. KLT preparative
d. Titik leleh d. Kristalisasi
24. nama latin untuk pegagan adalah..
e. Centella asiatica
f. Soncus arvensis
g. Andrographis Paniculata
h. Kaempheria galanga
25. nama latin untuk daun saga adalah
e. Abri folium
f. Blumae folium
g. Plantago folium
h. Areca folium
26. standard mikroba pada jamu adalah.
e. tidak boleh mengandung bakteri non pathogen
f. tidak boleh mengandung bakteri pathogen
g. boleh mengandung bakteri pathogen dalam jumlah tertentu
h. boleh mengandung bakteri non patogen
27. pereaksi khas FeCl3 1 %, adalah untuk golongan senyawa
c. Alkaloid c. Flavonoid
d. Tanin d. Glikosida

28. metode yang digunakan untuk mengukur kadar air adalah.


e. Gravimetri
f. karl-fischer
g. Arhenssius
h. brownsted-lowry
29. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh dan digunakan secara turun-temurun dan
dipercaya memiliki khasiat tetapi belum teruji secara klinis disebut..
e. OHT c. Fitofarmaka
f. Jamu d. Farmakognosi
30. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh ataupun sebagaian yang telah diambil sarinya, telah
mengalami proses standardrisasi,uji keamanan dan dipercaya memiliki khasiat tetapi belum teruji secara
klinis disebut..
c. OHT c. Fitofarmaka
d. Jamu d. Farmakognosi
31. produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh ataupun sebagian yang telah diambil sarinya, telah
mengalami proses standardrisasi dan dipercaya memiliki khasiat dan telah teruji secara klinis disebut..
g. OHT c. Fitofarmaka
h. Jamu d. Farmakognosi
32. pembentukan flavonoid adalah.
e. Asam mevalonat + Miristin
f. Asetil CoA + Asam mevalonat
g. Asam sinamat + Asetat
h. Nobiletin + Asam Sinamat
33. Prekusor dalam biosintesis umbelliferon adalah.
c. sinamat glukosid c. Skimin
d. As-4-OH-Sinamat d. Sikimat

34. senyawa yang bersifat basa (dengan adanya atom N), biasanya mengandung satu atom N atau lebih,
umumnya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistim siklik atau heterosiklin, merupakan definisi dari
c. Tanin c. Glikosida
d. Alkaloid d. Flavonoid
35. contoh dari senyawa flavonoid adalah
c. Sikloartenol c. prosienidin
d. Kuersetin d. skopoletin
36. contoh dari senyawa alkaloid adalah
c. piperin c. heliqsuprina
d. pirolidina d. serotonin
37. pelarut yang dapat digunakan untuk proses ekstraksi menurut standard yang diperbolehkan adalah
c. ethanol c. campuran ethanol+air
d. Methanol d. air
38. contoh dari senyawa golongan monoterpen monosiklik adalah
c. karveol c. geraniol
d. mentol d. askaridol
39. cara untuk memperoleh minyak atsiri dari tanaman dapat dilakukan dengan cara..
c. Destilasi c. Pemerasan
d. Enfleurage d. Penyarian dengan CO2
40. Standardrisasi pada simplisia yang juga dilakukan pada standardrisasi ekstrak adalah..
a. uji kadar abu c. uji logam berat
b. uji kadar air d.uji batas mikroba
41. nama latin dari jambu biji...
42. nama latin dari kunyit....
43. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri
a. kadar air>susut pengeringan
b. kadar air<susut pengeringan
c. kadar air = susut pengeringan
d. tidak ada jawaban benar
44. cara ekstraksi menggunakan panas apa saja..
45. Cara analisis senyawa alkaloid dan flavonoid beserta pereaksinya
46. Yang termasuk senyawa hasil metabolisme sekunder

ESSAY !

11. a. Timol adalah senyawa yang dapat diperoleh dari tanaman


asal dan familia dari tanaman?

b. Ciri dan gambar mikroskopik dari simplisia tersebut adalah?

12. a. Morfin adalah senyawa yang diisolasi dari tanaman asal..dan merupakan
golongan senyawa..
a. Gambarkan proses Biosintesis morfin?

13. Jelaskan metode penapisan fitokimia untuk senyawa Rhein?

Sebutkan Aktifitas Farmakologi dari senyawa Rhein?

14. Jelaskan dengan singkat proses isolasi dan fraksinasi curcumin dari temulawak?

15.

Jelaskan menurut Logika saudara, bagaimana cara mengidentifikasi dan menentukan struktur senyawa
yang tergambar diatas?
16. Sebutkan metoda penapisan fitokimia dan aktifitas Farmakologi untuk senyawa epikatekin?

17. Sebutkan faktor standardrisasi ekstrak dan simplisia dari Andrographis paniculata?

18. Sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin?

Sebutkan faktor standardrisasi simplisia tersebut?

19. Bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya?

20. Sebutkan dan jelaskan dengan bagan hubungan metabolit primer dengan metabolit sekunder?
21. faktor apakah yang digunakan dalam standarisasi ekstrak selain dalam standarisasi simplisia
Petunjuk :
Soal biologi terdiri dari 35 soal. 30 soal pilgan, 5 soal essay
Tidak ada keterangan cara menjawab soal pilgan (silang atau dilingkari)
Pada soal pilgan diterapkan sistem minus
Soal essay bisa berbeda-beda
Soal Pilgan
Alkaloid
KLT
Positif palsu (hasil dan reaksi)
Identifikasi senyawa
Soal Essay
Diberi nama alkaloid, sebutkan aktivitas yang dimiliki, dan cara penapisan (identifikasi). Kemarin
yang keluar kafein, vinkristin, kokain.
Standardisasi simplisia dan cara ekstraksi simpilisa. Kemarin yang keluar guazuma, psidii folium
Isolasi senyawa. Kemarin yang keluar quersetin, soal kode lain lupa
Diberi struktur, diminta menjelaskan bisa dianalisis/dideteksi menggunakan instrument apa dan
jelaskan alasannya. Strukturnya ada 2.
Biosintesis suatu senyawa. Kemarin yang keluar apigenin (trmasuk senyawa golongan apa,
prekusornya apa), senyawa golongan alkaloid, soal kode lain lupa.