Anda di halaman 1dari 2

Naskah Drama Kerajaan Singosari

Pada jaman dahulu, pada suatu pagi, dengan hembus angin sejuk, di daerah
Tumapel. Tiba tiba terlihat seorang pemuda yang sedang tergeletak tidur di teras
rumah. Tak lama kemudian seorang laki-laki tua menghampirinya.
(Loh Gawe) Nak, Bangunlah! Mengapa kau tidur disini? Apa yang terjadi
padamu?
(Ken Arok) Maaf Tuan, saya tidak sengaja tertidur disini. Semalam saya mabuk
berat, dan setelah itu, saya tidak ingat apapun lagi.
(Log Gawe) Perkenalkan namaku Loh Gawe. Oh iya, Lebihbaik kau masuk ke
rumahku dulu nak.
(Ken Arok) Saya Ken Arok.
Mereka berdua berjalan memasuki rumah Loh Gawe.
Lohgawe :Duduklah Ken Arok, aku ingin menyampaikan sesuatu
padamua.
Ken Arok :Perihal apa tuan?
Lohgawe :Aku sering mendengar namamu, bahwa engkau adalah
pemuda yang gagah berani, namun aku pula sering mendengar sifat burukmu.
Jikalau engkau mau berubah, aku siap membantumu. Aku memiliki tempat yang
baik untukmu.
Ken Arok :Dimanakah tempat itu tuan?
Loh Gawe :Ditempat itu engkau akan mengabdi kepada paduka Tunggul
Ametung. Pemimpin daerah Tumapel, ia sedang mencari pengawal pribadi, dan
aku sangat yakin, kau pasti diterima.
Ken Arok :Bagaimana bungkin engkau dapat seyakin itu?
Loh Gawe :Jangan panggil Tuan, panggil saja paman. Biar lebih akrab.
Ken Arok :Baik Paman.
Keesokan harinya, Loh Gawe mengajak Ken Arok ke tumapel untuk
diperkenalkan kepada Tunggul Ametung
*Rumah tengah ruang istana*
Loh Gawe :Paduka, hamba sudah menemukan pengawal yang cocok untuk
pengawal pribadi Paduka, perkenalkan, namanya Ken Arok
Ken Arok :Suatu kehormatan jikalau Paduka menerima hamba sebagai
pengawal pribadi Paduka.
T.Ametung :Aku memang sedang membutuhkan pengawal pribadi, dan kau
tidak perlu khawatir, Ken Arok. Loh Gawe adalah orang kepercayaanku. Aku
sangat percaya dengan pilihanya. Maka kau ku teima menjadi pengawal
pribadiku.
Ken Arok :Terimakasih paduka, hamba berjanji akan bekerja sebaik
mungkin.
T.Ametung dan ken arok pun berjaba tangan
T.Ametung :Ken dedes, istriku! Kemarilah,
K.Dedes :Iya, kanda. Tunggu sebentar.
T.Ametung :Duduklah, disampingku adinda.
Ken Arok : (Berbisik kepada Loh Gawe) Paman, cantik sekali wanita iatu
Loh Gawe :Memang, tetapi kau harus ingat Ken Arok, dia adalah istri
paduka, Jadi jangan memandanginya seperti itu. (Berbisik)
Ken Arok :Baiklah paman.
T.Ametung :Ken Arok, perkenalkanlah, ini istriku, Ken Dedes. Adinda,
perkenalkan, ini Ken Arok pengawal kanda yang baru.
Ken Arok dan ken dedes berjaba tangan
Ken Arok : (Kau benar benar cantik ken Dedes.)