Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)

Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif


Berbasis Gaya Belajar

Muhammad Jarnawi
email : i.am.jarnawi@gmail.com
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako
Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu - Sulawesi Tengah

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis gaya
belajar peserta didik. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Yang dikembangkan adalah perangkat
pembelajaran yang terditi atas (1) RPP; (2) LKPD; dan (3) Buku Ajar. Desain pengembangan perangkat yang
digunakan mengacu pada model pengembangan Kemp dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII
SMP. Proses pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar pengamatan, angket respon peserta
didik, angket gaya belajar, dan tes hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat
pembelajaran yang dikembangkan merupakan perangkat pembelajaran yang baik karena telah memenuhi
kriteria valid, praktis, dan efektif.

Kata kunci : pembelajaran kooperatif, gaya belajar

I. PENDAHULUAN sumber berupa visual, dan ada juga yang


belajar dengan mengerakkan seluruh anggota
Pendidikan berhubungan erat dengan proses tubuh.
pembelajaran sehingga faktor-faktor di Berdasarkan uraian di atas, penulis
dalamnya akan sangat mempengaruhi hasil bermaksud mengembangkan suatu perangkat
belajar peserta didik baik kualitas maupun pembelajaran dengan mengintegrasikan gaya
kuantitas dalam nilai. Dalam proses belajar di dalamnya, agar peserta didik dapat
pencapaiannya, hasil belajar dipengaruhi oleh mengoptimalkan potensi yang dimilikinya
berbagai faktor. Salah satu faktor yang sebagai upaya dalam meningkatkan hasil
dianggap mempengaruhi dalam hasil belajarnya.
pembelajaran adalah gaya belajar [1]. Untuk memenuhi maksud tersebut, perlu
Gaya belajar merupakan kunci untuk digunakan sebuah model pembelajaran untuk
mengembangkan kinerja dalam pekerjaan di mengaktifkan peserta didik dalam berbagi
sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi informasi dan memanfaatkan segala potensi
[2]. Peserta didik memiliki cara belajarnya yang ada pada dirinya dalam membangun
sendiri sehingga dapat menyerap dan mengolah pengetahuannya. Model pembelajaran yang
informasi yang diterimanya secara maksimal. cocok untuk tujuan semacam ini adalah model
Setiap individu memiliki cara belajar berbeda pembelajaran kooperatif. Pembelajaran
dengan yang lainnya. kooperatif merujuk pada berbagai macam
Sebagian peserta didik lebih suka bila guru metode pengajaran di mana para peserta didik
mereka mengajar dengan cara menuliskan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk
semua materi ajar, dengan begitu mereka bisa saling membantu satu sama lainnya dalam
membaca untuk kemudian mencoba mempelajari materi pelajaran [3].
memahaminya. Namun, sebagian yang lain Tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk
lebih suka guru mereka mengajar dengan cara memberikan kesempatan kepada semua
menyampaikannya secara lisan sambil mereka peserta didik untuk dapat terlibat secara aktif
mendengarkan untuk dapat memahaminya. dalam proses berpikir dan/atau dalam kegiatan
Sementara itu, ada peserta didik yang lebih belajar. Manfaat penerapan belajar kooperatif
suka membentuk kelompok kecil untuk adalah untuk mengurangi kesenjangan
mendiskusikan pertanyaan yang menyangkut pendidikan khususnya dalam wujud input pada
pelajaran tersebut. level individual [4].
Penggunaan sumber belajar juga dapat Pembelajaran kooperatif menurut Ref. [5]
menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai
terhadap gaya belajar peserta didik. Ada berikut:
peserta didik yang lebih suka sumber berupa
audio, ada peserta didik yang lebih suka

53
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

TABEL 1. LANGKAH PEMBELAJARAN KOOPERATIF Revisi


Langkah-langkah Perilaku Guru
Present goal and set Menjelaskan tujuan Masalah
Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pengajaran
Instrumen Karakteristi
pembelajaran dan mempersiapkan peserta Evaluasi k Siswa
mempersiapkan peserta didik siap belajar

Evaluasi Formatif

Evaluasi Sumatif
didik. Pelayanan Analisis
Pendukung tugas
Present information Mempresentasikan informasi
Menyajikan informasi. kepada peserta didik secara Tujuan
Media
verbal Pengajaran
Pembelajaran
Organize students into Memberikan penjelasan Strategi Materi
learning teams. kepada peserta didik Pengajaran Pelajaran
Mengorganisir peserta tentang tata cara
didik ke dalam tim-tim pembentukan tim belajar
belajar. dan membantu kelompok Revisi
melakukan transisi yang
efisien. Gbr 1. Siklus pengemb. sistem pembel. yang diadopsi dari
Assist team work and Membantu tim-tim belajar model Kemp [7].
study. selama peserta didik
Membantu kerja tim dan mengerjakan tugasnya
belajar. Uji coba perangkat dilaksanakan di SMP
Test of materials Menguji pengetahuan Negeri 1 Sendana dengan subjek penelitian
Mengevaluasi peserta didik mengenai adalah peserta didik kelas VIII.
materi pembelajaran atau
kelompok-kelompok
mempresentasikan hasil III. HASIL DAN PEMBAHASAN
kerjanya
Provide recognition. Mempersiapkan cara untuk Gambaran hasil penelitian ini diuraikan
Memberikan pengakuan mengakui usaha dan sebagai berikut.
atau penghargaan. prestasi individu maupun
kelompok
1. Deskripsi Tahap Pengembangan
Hasil Penelitian Ref. [6] menunjukkan bahwa Pengembangan perangkat pembelajaran
interaksi antara model pembelajaran kooperatif kooperatif berbasis gaya belajar dalam
dengan gaya belajar dapat mempengaruhi hasil penelitiaan ini menggunakan model
belajar siswa pada materi pokok ikatan kimia di pengembangan Kemp dengan prosedur
kelas X SMK Negeri 2 Bantaeng. dideskripsikan seperti berikut ini.
Dengan menerapkan pembelajaran
kooperatif yang mengintegrasikan gaya belajar a. Identifikasi Masalah Pembelajaran
di dalamnya, diharapkan peserta didik dengan Berdasarkan fenomena di lapangan, masalah
gaya belajar yang berbeda dapat saling esensial yang perlu mendapatkan perhatian
membantu dalam belajar. dalam hal pembelajaran di sekolah tersebut
adalah:
II. METODE PENELITIAN 1) Terbatasnya sumber belajar yang digunakan
dalam pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian 2) Materi pembelajaran tidak dikemas
pengembangan. Adapun yang dikembangkan menyesuaikan kondisi peserta didik sebab
dalam penelitian ini adalah perangkat berpatokan pada buku paket yang ada
pembelajaran yang meliputi: RPP, LKPD, dan sehingga terkesan monoton dan memaksa
buku ajar. peserta didik untuk berbuat sesuai apa yang
Pengembangan perangkat ini mengacu pada diperintahkan oleh guru.
model perancangan pengembangan sistem 3) Masih kurangnya kegiatan peserta didik
pembelajaran menurut Kemp. Bentuk dalam percobaan fisika yang dapat
desainnya disajikan pada Gambar 1 berikut: menunjang penguasaan konsep fisika.
4) Metode pembelajaran yang sering digunakan
adalah metode ceramah yang disertai latihan
soal dan pemberian tugas, sedangkan untuk
metode yang lain misalnya demonstrasi,
diskusi, eksperimen, dan sebagainya jarang
dilakukan karena keterbatasan alat-alat di
laboratorium.

54
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

b. Analisis Karakteristik Peserta Didik 1) Menemukan hubungan antara gaya,


Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tekanan, dan luas daerah yang dikenai
dengan pihak sekolah, yaitu guru bidang studi gaya melalui percobaan.
fisika, maka diperoleh beberapa karakteristik 2) Menemukan faktor-faktor yang
peserta didik, yang meliputi: mempengaruhi tekanan pada zat padat.
1) Rata-rata usia peserta didik yang menjadi 3) Menyelidiki hubungan antara tekanan,
subyek penelitian adalah 12 tahun ke atas. massa jenis dan kedalaman suatu zat cair.
2) Peserta didik kelas memiliki kemampuan 4) Mengidentifikasi aplikasi prinsip bejana
beragam, yaitu kemampuan akademik: berhubungan dalam kehidupan sehari-hari.
tinggi, sedang, dan rendah. 5) Mendeskripsikan hukum Pascal melalui
3) Peserta didik memiliki gaya belajar yang demonstrasi sederhana serta
berbeda. Ada yang visual, auditori, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-
kinestetik. hari.
4) Peserta didik memiliki latar belakang suku 6) Menjelaskan contoh aplikasi hukum pascal
yang sama. Bahasa sehari-hari mereka dalam kehidupan sehari-hari.
adalah bahasa daerah dan bahasa Indonesia 7) Mendeskripsikan hukum Archimedes
hanya digunakan saat pembelajaran di kelas. melalui percobaan sederhana serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-
Berdasarkan karakteristik di atas, maka hari.
peserta didik kelas VIIIB yang menjadi subjek 8) Menjelaskan produk teknologi dalam
penelitian termasuk heterogen, jika dilihat dari kehidupan sehari-hari sehubungan
kemampuan akademik dan gaya belajarnya. dengan konsep benda terapung, melayang,
dan tenggelam.
c. Analisis Tugas 9) Menyelidiki pengaruh suhu terhadap
Analisis tugas dilakukan untuk tekanan udara.
mengedintifikasi tahap-tahap penyelesaian 10) Mengidentifikasi contoh pemanfaatan
tugas sesuai dengan bahan kajian materi. tekanan udara dalam kehidupan sehari-
Analisis tugas ini meliputi analisis materi hari.
pelajaran. Pada analisis materi dilakukan
Keseluruhan indikator pembelajaran tersebut
identifikasi konsep utama yang diajarkan,
menjadi acuan dalam merancang perangkat
menyusun secara sistematis dan merinci
pembelajaran yang dikembangkan dalam
konsep-konsep yang relevan. Materi yang
penelitian ini.
dibahas dalam penelitian ini terletak pada
standar kompetensi (SK 5) yaitu memahami
e. Penyusunan Alat Evaluasi
peranan usaha, gaya, dan energi dalam
Berdasarkan analisis peserta didik, analisis
kehidupan sehari-hari dengan kompetensi dasar
konsep dan perumusan indikator, selanjutnya
(KD 5.5) menyelidiki tekanan pada benda
disusun alat evaluasi dalam hal ini tes hasil
padat, cair, dan gas serta penerapannya dalam
belajar.
kehidupan sehari-hari.
Tes tersebut divalidasi terlebih dahulu
Hasil akhir analisis tugas adalah tertuang
dengan meminta pertimbangan atau judgement
dalam Buku Ajar dan Lembar Kerja Peserta
dari dua orang ahli. Setelah dilakukan revisi
Didik yang berpedoman pada kurikulum KTSP
berdasarkan saran validator, selanjutnya tes
mata pelajaran IPA Fisika kelas VIII sebagai
diujicobakan kepada peserta didik kelas VIII
perangkat pembelajaran yang digunakan dalam
SMPN 1 Sendana untuk melihat validitas butir
penelitian.
soal dan reliabilitasnya sebelum digunakan
Analisis proses informasi bertujuan untuk
sebagai pretest.
mengelompokkan tugas yang harus
dilaksanakan oleh peserta didik pada setiap kali
f. Pemilihan Strategi Pembelajaran
pertemuan. Dari hasil analisis ini dapat
Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan
diketahui konsep dan tujuan mana yang
hasil analisis peserta didik, maka dilakukan
disajikan pada pertemuan 1, 2 dan seterusnya.
pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai
dengan tujuan, dimana dalam hal ini peneliti
d. Perumusan Indikator
memilih pembelajaran kooperatif berbasis gaya
Berdasarkan analisis konsep maka spesifikasi
belajar untuk diterapkan pada pembelajaran
indikator pembelajaran yang mengacu pada
pokok bahasan Tekanan.
kompetensi dasar pada materi tekanan adalah:

55
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

Pembelajaran kooperatif berbasis gaya pada tiap kali pertemuan yaitu dengan
belajar merupakan suatu strategi pengajaran melakukan perbaikan-perbaikan terhadap
dimana peserta didik dibagi ke dalam kekurangan yang terjadi pada proses
kelompok-kelompok yang disusun secara pembelajaran di pertemuan sebelumnya.
heterogen berdasarkan kemampuan akademik
dan gaya belajar mereka. Dalam satu kelompok 2. Deskripsi Hasil Pengembangan
selain terdapat peserta didik yang berbeda a. Validasi Perangkat Pembelajaran
tingkat kemampuan akademiknya, juga Salah satu kriteria utama untuk menentukan
terdapat peserta didik yang berbeda jenis gaya apakah sebuah perangkat pembelajaran dapat
belajarnya. Hal ini dimaksudkan agar setiap dipakai atau tidak adalah hasil validasi ahli.
peserta didik dalam kelompok dapat Penilaian para ahli umumnya berupa catatan-
bekerjasama dan saling melengkapi sehingga catatan kecil pada bagian yang perlu perbaikan.
dapat memaksimalkan hasil belajar mereka.

g. Pemilihan Media Pembelajaran


Pemilihan media dilakukan untuk
menentukan media yang sesuai untuk
menyajikan materi pembelajaran. Adapun
media yang digunakan dalam pembelajaran
pada penelitian ini adalah: Papan tulis, LCD,
Buku Ajar, LKPD. Sedangkan alat-alat dan
bahan yang digunakan dalam
pengamatan/demonstrasi seperti: barometer,
bejana berhubungan, botol plastik, alat suntik,
Gbr 2. Diagram hasil validasi perangkat pembelajaran
serta alat dan bahan yang tercantum pada
kooperatif berbasis gaya belajar.
LKPD.
Rata-rata kevalidan RPP berada pada
h. Fasilitas Pendukung
kategori sangat valid. Meskipun demikian, ada
Fasilitas pendukung sangat menunjang beberapa saran dari ahli yang perlu
keberhasilan penelitian. Dalam hal ini berupa diperhatikan sekaligus sebagai revisi perangkat
laboratorium. Ruangan laboratorium yang
RPP untuk kesempurnaan dalam
terdapat pada SMPN 1 Sendana tergolong baik.
penggunaannya dalam uji coba di lapangan
Selain itu, untuk menunjang keberhasilan
penelitian juga diperlukan guru mitra. Guru b. Hasil Uji Coba
mitra tersebut berfungsi sebagai observer
1) Hasil Analisis Gaya Belajar Peserta Didik
dalam proses penilaian pembelajaran.
Untuk mengetahui gaya belajar peserta
didik, mereka diberikan angket yang berisi
i. Evaluasi beberapa pernyataan. Angket ini diberikan
Pada tahap ini dilakukan evaluasi, berupa
kepada seluruh peserta didik kelas VIIIB
pemberian tes hasil belajar (post-test) yang
sebelum mengikuti proses pembelajaran.
bertujuan memberikan informasi kepada
Data dari angket gaya belajar peserta didik ini
peneliti tingkat penguasaan peserta didik kemudian dianalisis sehingga diperoleh hasil
terhadap materi yang telah diajarkan dan
seperti yang diperlihatkan pada diagram di
tingkat pencapaian peserta didik terhadap
bawah ini.
tujuan-tujuan pembelajaran.

j. Revisi Perangkat Pembelajaran


Revisi dilakukan secara terus-menerus pada
setiap langkah pengembangan. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk mengevaluasi dan
memperbaiki rancangan yang dibuat. Revisi
awal diperoleh dari kegiatan validasi perangkat
pembelajaran oleh pakar sehingga validasi ini
lebih pada tujuan kebenaran dan kesesuaian isi
pada saat menerapkannya pada pembelajaran
di sekolah. Pada saat uji coba, revisi dilakukan Gbr 3. Diagram persentase gaya belajar peserta didik.

56
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

Dari tabel diatas, terlihat bahwa peserta


didik kelas VIIIB SMPN 1 Sendana memiliki
gaya belajar berbeda.

2) Hasil Pengamatan Keterlaksanaan


Perangkat Pembelajaran
Tujuan utama analisis data keterlaksanaan
perangkat pembelajaran adalah untuk melihat
sejauh mana tingkat keterlaksanaan perangkat
dalam proses pembelajaran. Data pengamatan
keterlaksanaan perangkat pembelajaran Gbr 5. Diagram hasil pengamatan pengelolaan
diperoleh melalui observasi yang dilakukan oleh pembelajaran
tiga orang pengamat.
Hasil observasi terhadap keterlaksanaan 4) Respon Peserta Didik
perangkat pembelajaran dari 5 kali pertemuan, Analisis respon peserta didik meliputi respon
dirangkum dalam diagram berikut: peserta didik terhadap proses pembelajaran
dan perangkat pembelajaran yang dituangkan
dalam angket respon peserta didik.
Hasil analisis data respon peserta didik
terhadap perangkat dan pelaksanaan
pembelajaran ditunjukkan pada diagram
dibawah ini.

Gbr 4. Diagram hasil pengamatan keterlaksanaan


perangkat pembelajaran

Terlihat bahwa keterlaksanaan perangkat


pembelajaran berada pada rata-rata M = 1,85 Rata-rata respon peserta didik terhadap
yang menunjukkan bahwa semua komponen perangkat dan proses pembelajaran yaitu 84%.
yang diamati terlaksana seluruhnya (1,5 M Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan,
2,0) dengan koefisien reliabilitas 0,89. maka dapat disimpulkan bahwa respon peserta
didik terhadap perangkat dan proses
3) Hasil Pengamatan Pengelolaan pembelajaran umumnya memberikan respon
Pembelajaran sangat baik (81 % - 100 %). Hal ini dapat
Analisis data pengelolaan pembelajaran dilihat grafik berikut:
dilakukan untuk melihat kemampuan guru
dalam mengelola proses pembelajaran. Data 3. Pembahasan
pengelolaan pembelajaran diperoleh melalui Perangkat pembelajaran yang baik,
observasi yang dilakukan oleh tiga orang setidaknya ada tiga kriteria yang harus dimiliki
pengamat. yaitu valid, praktis, dan efektif. Dengan
Hasil observasi terhadap pengelolaan bantuan model pembelajaran kooperatif
pembelajaran selama 5 kali pertemuan, berbasis gaya belajar maka kriteria tersebut
dirangkum dalam diagram di bawah ini. dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Valid
Hasil penilaian diperoleh bahwa komponen
perangkat pembelajaran memiliki nilai rata-rata
yang umumnya berada pada kategori sangat
valid. Ini berarti bahwa ditinjau dari aspek
penilaian ahli maka perangkat pembelajaran
kooperatif berbasis gaya belajar yang

57
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

dikembangkan telah memenuhi kriteria yang dipersiapkan dengan matang sesuai


kevalidan, namun masih terdapat saran-saran dengan langkah-langkah yang benar akan
perbaikan yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran
kesempurnaan perangkat yang dikembangkan, yang baik. Dalam rangka pembelajaran, guru
yaitu meliputi: (1) harus dapat menampakkan dapat menyusun acara pembelajaran yang
unsur-unsur pembelajaran kooperatif berbasis cocok dengan tahap dan fase-fase belajar. Pola
gaya belajar agar ada ciri khusus yang hubungan antara fase belajar dan kegiatan
membedakan dengan perangkat pembelajaran pembelajaran dapat dijadikan pedoman
yang lain; (2) tingkat keterbacaan serta pelaksanaan pembelajaran di kelas dan sudah
bahasanya agar disesuaikan dengan tingkat barang tentu guru masih harus menyesuaikan
pemahaman peserta didik; dan (3) perangkat dengan bidang studi dan kondisi kelas yang
yang disusun tetap harus memperhatikan sebenarnya.
indikator serta tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai. Setelah dilakukan revisi maka c. Efektif
perangkat pembelajaran ini dapat digunakan. Perangkat pembelajaran kooperatif berbasis
gaya belajar yang dikembangkan dapat
b. Praktis dikatakan efektif jika memenuhi beberapa
Praktisnya perangkat pembelajaran yang kriteria yaitu: (1) minimal 85% dari seluruh
dikembangkan, selain dapat dilihat dari peserta didik dinyatakan tuntas, (2)
kevalidan perangkat tersebut, juga dapat kemampuan guru dalam mengelola
didasarkan pada tingkat keterlaksanaan pembelajaran berada dalam kategori tinggi, dan
perangkat dalam proses pembelajaran. (3) respon peserta didik terhadap perangkat
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya pembelajaran dan proses pembelajaran berada
bahwa hasil penilaian validator tentang pada kategori positif.
perangkat pembelajaran kooperatif berbasis
gaya belajar dinyatakan telah memenuhi 1) Hasil belajar fisika
kriteria kevalidan dan telah layak digunakan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan
Hasil uji coba di kelas diperoleh nilai rata- dikatakan bermanfaat atau efektif dalam
rata keterlaksanaan perangkat pembelajaran membantu penguasaan materi peserta didik
kooperatif berbasis gaya belajar adalah M = jika minimal 85% dari seluruh peserta didik di
1,85. Berdasarkan kriteria penilaian yang telah kelas memenuhi kriteria ketuntasan minimal
disebutkan sebelumnya, nilai rata-rata tersebut (KKM) yaitu 63.
berada pada kategori terlaksana seluruhnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa nilai rata-rata hasil belajar fisika peserta
perangkat pembelajaran ini telah memenuhi didik setelah mengikuti pembelajaran kooperatif
syarat kepraktisan. berbasis gaya belajar adalah 70,9.
Hal ini menunjukkan bahwa peneliti mampu Selanjutnya berdasarkan tingkat
melaksanakan setiap fase pembelajaran ketercapaian KKM diperoleh bahwa terdapat 5
kooperatif berbasis gaya belajar dengan baik. orang atau sekitar 13,9% peserta didik kelas
Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa VIIIB yang belum mencapai kriteria KKM. Hal
perangkat yang dikembangkan mampu ini berarti bahwa pelajaran dianggap tuntas
membantu peserta didik dengan gaya belajar karena lebih dari 85% peserta didik telah
yang berbeda saling berinteraksi, sehingga mencapai standar KKM. Jika dilihat
antara peserta didik yang satu dengan yang ketuntasannya berdasarkan gaya belajarnya,
lainnya dapat untuk saling melengkapi dan jumlah peserta didik dengan gaya belajar
bertukar pengetahuan tentang materi yang auditori 100% tuntas, kinestetik 100% tuntas,
diajarkan. Dari segi kepraktisannya, perangkat sedangkan untuk peserta didik dengan gaya
pembelajaran sangat praktis digunakan karena belajar visual 78,95% tuntas. Dengan
telah merinci kegiatan-kegiatan yang dilakukan demikian, dapat dikatakan bahwa perangkat
oleh peserta didik dan guru dengan bahasa pembelajaran kooperatif berbasis gaya belajar
yang jelas dan mudah dipahami. Selain itu yang dikembangkan, secara efektif
masalah yang ditampilkan bersifat kontekstual mempengaruhi penguasaan materi peserta
sehingga dapat menarik minat peserta didik didik dengan gaya belajar yang berbeda, yang
untuk belajar. ditandai peningkatan hasil belajarnya. Hasil ini
Hal di atas sesuai dengan pendapat yang juga didukung dengan data hasil pengukuran
dikemukakan oleh Gagne, bahwa pembelajaran psikomotor peserta didik.

58
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)
Vol. 4 No. 2
ISSN 2338 3240

2) Kemampuan mengelola pembelajaran pembelajaran menggunakan perangkat


Keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif berbasis gaya belajar.
pelaksanaan pembelajaran mengacu pada Adapun hasil yang diperoleh yaitu lebih dari
terlaksananya setiap fase yang telah ditetapkan 80% dari keseluruhan peserta didik
dalam RPP dan kemampuan mentransfer memberikan respons baik. Artinya, secara
pembelajaran dengan baik sehingga umum perangkat pembelajaran yang
menimbulkan respon positif peserta didik dikembangkan serta pelaksanaan proses
terhadap proses pembelajaran. pembelajaran sudah mampu diterima dengan
Proses pembelajaran di kelas yakni, guru baik oleh peserta didik.
mengawali pembelajaran dengan
menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan IV. KESIMPULAN
dicapai dan memotivasi peserta didik dengan
mengajak peserta didik untuk melakukan Berdasarkan hasil penelitian yang telah
demostrasi. Setelah guru menyampaikan sedikit dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perangkat
informasi mengenai materi pelajaran secara pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian
audio (ceramah) dan visual (presentasi), ini meliputi: (1) Rencana Pelaksanaan
kemudian guru mengorganisir peserta didik ke Pembelajaran, (2) Buku Ajar, dan (3) Lembar
dalam kelompok kooperatif berbasis gaya Kegiatan Peserta Didik, dan (4) Instrumen
belajar. Selanjutnya peserta didik diarahkan evaluasi, merupakan perangkat pembelajaran
untuk melakukan kegiatan yang bersifat yang baik karena telah memenuhi kriteria valid,
kinestetis (eksperimen) sesuai LKPD yang praktis, dan efektif.
dibagikan. Selama peserta didik bekerja dalam
kelompok, guru membimbing peserta didik V. DAFTAR PUSTAKA
untuk berdiskusi agar terjadi penyebaran
[1]. Nurmayani. 2016. Pengaruh Gaya Belajar VAK pada
pengetahuan antara peserta didik dengan gaya Penerapan Model Pembelajaran Problem Based
belajar yang berbeda. Apabila ada peserta didik Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Fisika Siswa SMP
atau kelompok yang mengalami kesulitan maka Negeri 2 Narmada Tahun Ajaran 2015/2016. Jurnal
guru membimbing mereka dengan memberikan Pendidikan Fisika dan Teknologi, Volume II No. 1,
Januari 2016
arahan atau contoh mengenai hal-hal yang [2]. DePorter, Bobbi & Hernacki, Mike. 2003. Quantum
mereka kurang mengerti. Learning (Terjemahan). Bandung: Kaifa.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan [3]. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran
LKPD, maka fase berikutnya adalah guru Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan
Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan
membantu peserta didik menyajikan hasil Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media
karya. Guru mempersilahkan wakil dari Group.
beberapa kelompok untuk memaparkan hasil [4]. Slavin, Robert E. 2008. Cooperative Learning: Teori,
yang diperolehnya, dan kelompok lainnya Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
[5]. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori
menanggapi sementara guru bertindak sebagai dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
fasilitator. Guru memberikan refleksi berupa [6]. Ahriani, Faridha. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran
pemberian penghargaan kepada kelompok Kooperatif dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar
sesuai peringkat yang diperolehnya. Dan Kimia Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 2 Bantaeng.
Jurnal Chemica Vol. 14 Nomor 1, Juni 2013.
sebagai akhir dari proses pembelajaran, guru [7]. Kemp, E.J., Morrison, R.G., and Ross, M.S. 1994.
beserta peserta didik menarik kesimpulan dari Designing Effective Instruction. New York. Macmillan
materi yang telah diajarkan. College Publishing Company.
Hasil pengamatan oleh tiga orang pengamat
menunjukkan bahwa setiap fase dapat
dilaksanakan oleh guru dengan baik dan rata-
rata kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran berada pada kategori tinggi.
Adapun kekurangan yang tampak pada
pertemuan sebelumnya, dilakukan evaluasi dan
perbaikan pada pertemuan berikutnya.

3) Respon peserta didik


Respon peserta didik terhadap perangkat
pembelajaran dan proses pembelajaran
diperoleh setelah peserta didik melalui proses

59