Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KIMIA FISIK

GAS NYATA

Oleh Kelompok 2
Nama :
1. CICI ANGGRAENI (A1C113004)
2. RISNA KURNIASI (A1C113016)
3. RAHMI HIDAYAH (A1C113034)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

0
DAFTAR ISI

BAB 1 Pendahuluan

1.1 LATAR BELAKANG.......................................................................................................... 1

1.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................................... 1

1.3 TUJUAN... 1

BAB II Pembahasan

2.1 Gas Nyata ...................................................................................................................... 2

2.2 Sifat-sifat gas nyata ....................................................................................................... 2

2.3 Perbedaan gas nyata dengan gas ideal ... 2

2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi gas nyata .............................................................. 3

2.5 Gas Van Der Waals ........................................................................................................ 6

2.6 Contoh Soal 9

BAB III Penutup

Kesimpulan. 10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 11

1
BAB II
Pembahasan

2.1 Gas Nyata


Gas nyata bersifat tidak sempurna, yaitu gas yang tidak memenuhi dengan tepat
hukum gas sempurna. Penyimpangan hukum terutama lebih terlihat pada tekanan tinggi
dan temperatur rendah, khususnya pada saat gas akan mengembun menjadi cairan.

(Atkins P W, 1999 : 15)

Gas nyata kebalikan dari gas ideal - menjelaskan karakteristik yang tidak dapat
dijelaskan oleh hukum gas ideal. Untuk memahami perilaku gas nyata, maka faktor-faktor
berikut ini mesti diperhitungkan:

efek kompresibilitas;
kapasitas panas spesifik;
Gaya van der Waals;
efek termodinamika tidak setimbang;
disosiasi molekul

Di banyak perhitungan, analisis mendetail mengenai gas nyata jarang dipergunakan, dan
perkiraan dari nilai gas ideal dapat digunakan. Di sisi lain, model gas ideal dapat digunakan
digunakan pada kondisi mendekat titik kondensasi gas, mendekati termodinamika, pada
tekanan sangat tinggi, dan untuk menjelaskan efek Joule-Thomson serta beberapa kasus lain
yang jarang digunakan (Anonim, 2014)

2.2 Sifat-sifat Gas Nyata


Volume molekul gas nyata tidak dapat diabaikan.
Terdapat gaya tarik-menarik antara molekul-molekul gas terutama jika tekanan
diperbersar atau volume diperkecil.
Adanya interaksi atau gaya tarik-menarik antar molekul gas nyata yang sangat kuat,
menyebabkan gerakan molekulnya tidak lurus, dan tekanan ke dinding mennjadi
kecil, lebih kecil daripada gas ideal.
(Anonim, 2014)

2.3 Perbedaan Gas Nyata dengan Gas Ideal

Gas nyata berbeda dari gas ideal karena terdapat interaksi di antara molekul-
molekulnya.
1. Gaya tolakan cukup berpengaruh saat molekul-molekul akan saling bertumbuk
khususnya pada tekanan sangat tinggi.

2
2. Gas pada tekanan tinggi, gas yang kurang dapat terkompresi
3. Gaya tarik yang akan bekerja saat jarak antar molekul yang relatif jauh (beberapa kali
diameter molekul)
4. Gas pada tekanan menengah yang lebih dapat ditekan karena gaya tarik lebih
dominan.
5. Pada tekanan rendah, baik gaya tolakan maupun tarikan tidak lagi berpengaruh
sehingga mendekati gas ideal.

2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi gas nyata

Faktor pemampatan (kompresi), Z


Faktor kompresi, Z, :

Rasio volume molar aktual suatu gas dibandingkan


terhadap volume molar gas tersebut pada T & P yang sama
dimana Vm = V/n
Menggunakan hukum gas ideal,
pVm = RTZ atau PV = Nrtz
Faktor kompresi suatu gas merupakan ukuran penyimpangan dari keadaan ideal

Tergantung pada tekanan (pengaruh gaya tolakan atau tarik)


z = 1 pada tekanan rendah, berkelakuan secara ideal
z < 1pada tekanan sedang maka gaya tarikan dominan,
z > 1pada tekanan tinggi terlihat gaya tolakan dominan

3
Persamaan virial keadaan

Untuk gas karbondioksida


Pada temperatur tinggi (>50C) dan volume molar tinggi (Vm > 0.3 L/mol), garis
isotherm terlihat mendekati gas ideal
Kammerlingh-Onnes (1911) telah mengkaji pola gas nyata dengan pendekatan
menggunakan ekspansi virial (persamaan deret) CO2
Lebih umum dengan berbasis n/V (1/Vm)
B, C tergantung pada temperature
B, C disebut koefisien virial kedua, ketiga.
Ekspansi virial ini umum digunakan pada beberapa kajian kimia fisik

4
Temperatur Boyle

Karena koefisien virial bergantung T, mungkin terdapat isoterm pada T tertentu yang
memiliki Z mendekati 1 dengan kemiringan nol pada tekanan rendah atau volume
molar tinggi. disebut Temperatur Boyle, Tb
PadaTB , B 0 dan karena nilai koefisien kecil maka berlaku p Vm = RT untuk gas
nyata
Jadi pada Tb, sifat gas nyata sama dengan sifat gas sempurna sewaktu p -> 0 atau Vm
->

Pengembunan
Pada suatu temperatur T konstan, jika suatu gas nyata ditekan dengan mengikuti
isoterm berawal dari A, terlihat :
Di dekat A, p meningkat mengikuti hukum Boyle (kelakuan sebagai gas nyata)
Mulai dari B sampai ke C mulai terjadi penyimpangan hukum Boyle, tetapi p tetap
bertambah
Pada titik C, p berhenti tidak bertambah (untuk CO2,~ 60 atm)
Sifat gas ideal hilang
Cairan mulai muncul dan terdapat dua fasa sepanjang garis CE
Gas tetap ada pada setiap titik karena kompresi diimbangi dengan pengembunan.
Tekanan pada kondisi garis CDE ini yakni saat cairan dan uap berada pada keadaan
kesetimbangan disebut tekanan uap dari cairan pada temperatur eksperimen.
Pada titik E, seluruh gas mengembun menjadi cairan
Pengurangan volume lebih jauh akan memerlukan pengerahan tekanan yang sangat
besar.

5
Konstanta Kritis
Untuk kasus CO2 pada isoterm T 404,19K atau 31,04 oC, terdapat keadaan istimewa
pada teori keadaan materi, yang disebut temperatur kritis (Tc).
Pada kondisi ini dua fasa cair dan gas tidak berlangsung dan berimpit pada satu titik
tunggal, tanda * di kurva, yang disebut sebagai titik kritis.
Kondisi pada titik kritis ini dinamakan
konstanta kritis meliputi :
Temperatur kritis (Tc)
Tekanan kritis (Pc)
Volume molar kritis (Vc)
Di atas Tc hanya ada fase gas, jadi fase cairan suatu zat tidak mungkin terbentuk.

6
Konstanta kritis untuk variasi gas

(Iqmal Tahir, 2014)


2.5 Gaya Van der Waals

Gas yang mengikuti hukum Boyle dan hukum Charles, yakni hukum gas ideal
(persamaan (6.5)), disebut gas ideal. Namun, didapatkan, bahwa gas yang kita jumpai, yakni
gas nyata, tidak secara ketat mengikuti hukum gas ideal. Semakin rendah tekanan gas pada
temperatur tetap, semakin kecil deviasinya dari perilaku ideal. Semakin tinggi tekanan gas,
atau dengan dengan kata lain, semakin kecil jarak intermolekulnya, semakin besar
deviasinya.

Paling tidak ada dua alasan yang menjelaskan hal ini. Peratama, definisi temperatur
absolut didasarkan asumsi bahwa volume gas real sangat kecil sehingga bisa diabaikan.
Molekul gas pasti memiliki volume nyata walaupun mungkin sangat kecil. Selain itu, ketika
jarak antarmolekul semakin kecil, beberapa jenis interaksi antarmolekul akan muncul.

Fisikawan Belanda Johannes Diderik van der Waals (1837-1923) mengusulkan


persamaan keadaan gas nyata, yang dinyatakan sebagai persamaan keadaan van der Waals
atau persamaan van der Waals. Ia memodifikasi persamaan gas ideal dengan cara sebagai
berikut: dengan menambahkan koreksi pada P untuk mengkompensasi interaksi
antarmolekul; mengurango dari suku V yang menjelaskan volume real molekul gas. Sehingga
didapat:

[P + (n2a/V2)] (V nb) = nRT (6.12)

a dan b adalah nilai yang ditentukan secara eksperimen untuk setiap gas dan disebut dengan
tetapan van der Waals. Semakin kecil nilai a dan b menunjukkan bahwa perilaku gas
semakin mendekati perilaku gas ideal. Besarnya nilai tetapan ini juga berhbungan denagn
kemudahan gas tersebut dicairkan.

(Yoshito Takeuchi, 2008)

7
Persamaan Van der Walls, merupakan salah satu bentuk persamaan yang lebih
mendekati realitas. Meskipun demikian, persamaan inipun belum sepenuhnya benar. Untuk
mendapatkan pesamaan ini, kita berangkat dari persamaan serta sifat gas ideal. Masalah
yang akan dibahas, berangkat dari fakta, bahwa pengukuran terhadap gas real,
menyimpang dari keidealan. Diduga, bahwa penyimpangan gas real terhadap keidealan,
disebabkan karena terdapat dua syarat keidealan yang tidak pernah dapat dipenuhi oleh gas
real, yaitu:

a. molekul-molekul gas ideal dipandang sebagai titik massa yang tak bervolume, atau tidak
memakan tempat. Dengan demikian jika ke dalam ruangan dimasukkan gas, maka seolah-
olah partikel gas tidak membutuhkan tempat. Padahal sebenarnya, tidak ada materi yang
tidak makan tempat. Itulah sebabnya maka volume molar gas real lebih besar dari pada
gas ideal. Jika penyimpangan volume molar ini disebut b, maka hubungan antara V gas
real dan V gas ideal adalah:

V = V id + b
atau:
V id = V - b (1)
dengan V adalah volume molar gas real sedang V id adalah volume molar gas ideal.

b. Pada gas ideal diasumsikan bahwa setiap partikel molekul bekerja gaya atraksi
sedemikian rupa sehingga resultantenya = 0, atau dengan perkataan lain, pada molekul gas
ideal tidak terdapat gaya atraksi sama sekali. Padahal kenyataannya, untuk molekul-molekul
yang berada di dekat dinding, masih bekerja gaya atraksi. Pengabaian gaya atraksi yang
besarnya berbanding terbalik kuadrat volume atau a/V 2 inilah yang mengakibatkan
pengecilan tekanan gas real dibandingkan gas ideal dalam relasi:

a
pid = p + (2)
2
V
dengan p adalah tekanan gas real.
Untuk mendapatkan persamaan Van der walls, kita bertolak dari persamaan gas
ideal, Karena sesungguhnya persamaan Van der Walls adalah persamaan gas ideal yang
dimodifikasi dengan memperhitung kan volume partikel serta atraksi antar molekul.
Telah kita ketahui bahwa untuk gas ideal berlaku:
pid . V id = R T
Jika persamaan 1, dimasukkan ke dalam persamaan di atas, maka di peroleh:
pid .( V - b) = R T (3)
Selanjutnya, substitusi persamaan (2) ke dalam persamaan (3), menghasilkan:
a
(p + ).( V - b) = R T (4a)
2
V
atau:
RT a
p= (4b)
V b V
2

8
Persamaan 4a atau 4b itulah yang disebut persamaan Van der walls.

(Wahyu Nurcahyo, 2014 : 11-13)

2.6 Contoh Soal

1. Sampel argon dengan volume molar 17,2 L.mol-1 dipertahankan pada


10,0 atm dan 280 K. Pada volume molar, tekanan dan temperatur
berapa sampel nitrogen dalam keadaan yang berkesusaian seperti
sampel argon itu ?

Data :

2. Hitunglah nilai penyimpangan dari kompresibilitas darisuatu gas apabilasuatu gas


dengan volume 1 dm3
dengan tekanan 1 atm/bar ?
Diketahui : P = 1 atm
V = 1 dm3 = 1 liter
R = 0,813
Jawab :

9
BAB III
Kesimpulan

1. Gas nyata menyimpang dari hukum gas ideal terutama sangat terlihat pada tekanan
tinggi dan temperatur rendah (relatif mendekati titik kondensasi gas).
2. Sifat-sifat Gas Nyata diantaranya Volume molekul gas nyata tidak dapat diabaikan ;
Terdapat gaya tarik-menarik antara molekul-molekul gas terutama jika tekanan
diperbersar atau volume diperkecil ; Adanya interaksi atau gaya tarik-menarik antar
molekul gas nyata yang sangat kuat.
3. Gas nyata berbeda dari gas ideal karena terdapat interaksi di antara molekul-
molekulnya.
4. Faktor kompresi suatu gas merupakan ukuran penyimpangan dari keadaan ideal
5. Persamaan Van der Walls, merupakan salah satu bentuk persamaan yang lebih
mendekati realitas
6. Penyimpangan gas real terhadap keidealan, disebabkan karena terdapat dua syarat
keidealan yang tidak pernah dapat dipenuhi oleh gas real, yaitu:
o molekul-molekul gas ideal dipandang sebagai titik massa yang tak bervolume,
atau tidak memakan tempat.
o Pada gas ideal diasumsikan bahwa setiap partikel molekul bekerja gaya
atraksi sedemikian rupa sehingga resultantenya = 0, atau dengan perkataan
lain, pada molekul gas ideal tidak terdapat gaya atraksi sama sekali.

10
DAFTAR PUSTAKA

Atkins, P.W.1999.Kimia Fisika Jilid 1 Edisi Keempat.Jakarta : Erlangga

Anonim.2014.Gas Ideal dan Gas Nyata.http://ww.uny.ac.id/abbasftm/2014/03/12/Gas-


Ideal-dan-Gas-Nyata/. Diakses pada 31 September 2014

Iqmal Tahir.2014.Gas Nyata 1.http://www.iqmal.staff.ugm.ac.id//iqmal-kf1-02-gas-nyata-


1.pdf.Diakses pada 23 September 2014

Wahyu Nurcahyo.2014.Gas Nyata dan Gas


Ideal.http://ww.academi.edu/5310943/Gas_Nyata_dan_Gas_Ideal/.Diakses pada 23
September 2014

Yoshito Takeuchi.2008.Gas Ideal dan Gas Nyata. Wahyu Nurcahyo.2014.Gas Nyata dan Gas
Ideal.http://ww.academi.edu/5310943/Gas_Nyata_dan_Gas_Ideal/.Diakses pada 23
September 2014

11