Anda di halaman 1dari 3

Tindakan pada anak Azka

1. Diare dengan dehidrasi berat


Tindakan :
a. Beri cairan untuk dehidrasi berat (Rencana terapi C)dan tablet Zinc.
Terapi C
Beri cairan IV secepatnya. Beri 100 ml/kg RL atau NaCl yang dibagi dalam 2 tahap
pemberian:
Pemberian 1 : 30 ml/kg selama 30 menit
: 30 ml x 15 kg (BB anak)
: 450 ml

450ml x 20 = 300 tetes/menit (5tetes/detik)


30 menit

*menggunakan infus makro

Periksa kembali anak setiap 15-30 menit. Jika nadi belum teraba, beri tetesan lebih
cepat. Jika nadi sangat lemah atau tidak teraba, ulangi sekali lagi pemberian 1.

Pemberian 2 : 70ml/kg selama 2,5 jam


: 70 ml x 15kg = 1050 ml

1050 x 60 tetes = 420 tetes/menit


(2,5 x 60) = 7 tetes/ detik

*menggunakan infus mikro

Periksa kembali anak sesudah 3 jam, kemudian klasifikasikan dehidrasi dan pilih
rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan.

b. Beri oralit (kira-kira 5 ml/kg/jam = 5x15 = 75 ml/jam) segera setelah anak mau
minum: biasanya sesudah 1-2 jam dan beri juga tablet Zinc.
c. Pemberian tablet Zinc dengan dosis 1 tablet (20 mg) selama 10 hari. Cara
pemberian:
1. Larutkan tablet dengan sedikit air dalam sendok teh (tablet akan larut 30 detik)
segera berikan pada anak.
2. Apabila anak muntah sekitar setengah jam setelah pemberian tablet Zinc, ulangi
pemberian dengan cara memberikan potongan lebih kecil, dilarutkan beberapa
kali, hingga 1 dosis penuh.
3. Ingatkan ibu untuk memberi tablet Zinc setiap hari selama 10 hari penuh,
meskipun diare sudah berhenti.
4. Bila anak menderita dehidrasi berat, dan memerlukan cairan infuse, tetap berikan
tablet Zinc segera setelah anak bisa minum/makan.
d. Rujuk segera (jika kondisi tidak membaik).

2. Disentri
Tindakan :
a. Beri antibiotic yang sesuai
Berikan kortimoksazol dengan dosis :
untuk tab dewasa (80 mg Tmp+ 400 mg Smz), atau 21/2 untuk tab anak (20 mg
Tmp+100 mg Smz), atau 7,5 ml (11/2 sendok takar) untuk sirup per 5 ml (40 mg
Tmp+ 200 mg Smz) diminum 2x sehari, selama 5 hari.
b. Nasihati untuk kembali segera jika :
1. Tidak bisa minum untuk menyusu
2. Bertambah parah
3. Timbul demam
4. Berak tetap bercampur darah
5. Malas minum
c. Kunjungan ulang setelah 2 hari
(tanyakan)
Apakah beraknya berkurang?
Apakah jumlah darah berkurang?
Apakah nafsu makan membaik?
(tindakan)
Jiika anak mengalami dehidrasi (atasi dehidrasi)
Jika frekuensi berak, jumlah darah dalam tinja atau nafsu makan tetap atau
memburuk :
1. Ganti dengan antibiotic oral pilihan kedua untuk Shigella. Beri untuk 5 hari.
Anjurkan ibu untuk kembali dalam 2 hari. Jika 2 hari pemberian antibiotika
pilihan ke 2 tidak membaik, ganti metronidazol, tanpa pemeriksaan
laboratorium sebelumnya.
2. RUJUK jika anak :
- Berumur kurang dari 12 bulan atau
- Mengalami dehidrasi pada kunjungan pertama atau
- Menderita campak dalam 3 bulan terakhir.
3. Jika beraknya berkurang, jumlah darah dalam tinja berkurang dan nafsu makan
membaik, lanjutkan pemberian antibiotic yang sama hingga selesai.

3. Penyakit berat dengan demam


a. Beri dosis pertama parasetamol jika demam > 38,5oC
Pemberian setiap 6 jam sampai demam atau nyeri telinga hilang dengan dosis 0,5
(tablet 500 mg) atau 2 (tablet 100 mg) atau sirup 7,5 ml (1,5 sendok takar).
*(tidak boleh memberikan antibiotik sembarangan kalau tidak ada kultur terlebih
dahulu).
b. Cegah agar gula darah tidak turun
Jika anak tidak bisa menelan beri 50 ml susu formula/air gula melalui pipa
nasogastrik. Jika tidak tersedia pipa nasogastrik, RUJUK SEGERA.
*(NGT : tidak harus langsung dipasang, dilihat dulu status nutrisi).