Anda di halaman 1dari 14

ISSN 2085-4552

Perancangan Strategis Sistem Informasi PT


ABC
Dodick Zulaimi Sudirman1, Asep Fajar FIA2, Budi S. Susanto2, Monika Suharko2, Mujoko2
1
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia
dzsudirman@gmail.com
2
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
affia007@yahoo.com

Diterima 20 Juni 2012


Disetujui 31 Januari 2013

AbstrakDengan semakin majunya dunia teknologi Saat memasuki era informasi, tidak seperti bisnis
informasi, pengadopsian teknologi informasi tidak hanya perbankan yang secara cepat memanfaatkan teknologi
dilakukan sebatas instalasi software ataupun penyediaan dan sistem informasi untuk meningkatkan kinerja
komputer. PT ABC menyadari bahwa dibutuhkan dan produktifitas, dalam industri migas pemanfaatan
perancangan infrastruktur teknologi informasi untuk
teknologi ini cenderung lebih lambat. Penyebabnya
memperjelas langkah-langkah pengembangan infrastruktur
antara lain karena besarnya dominasi tenaga ahli
teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki. Hasil
analisa memberikan saran atas rancangan infrastruktur non-IT serta alokasi biaya yang dialokasikan untuk
teknologi informasi yang siap digunakan oleh PT ABC membiayai kegiatan operasional eksplorasi.
untuk dapat memberikan efektivitas dalam pelaksanaan Dengan tujuan awal meng-efisienkan biaya
operasional perusahaan.
operasional yang sangat besar dalam setiap proses
Kata kunciperancangan stategis, PT ABC, sistem bisnis di perusahaan minyak, pihak manajemen
informasi di perusahaan-perusahaan tersebut sejak 10-15
tahun terakhir, mulai mengambil kebijakan untuk
mengimplementasikan TI dan SI terutama dalam
I. PENDAHULUAN setiap proses yang berkaitan dengan core business-
nya. Namun, dalam pelaksanaannya, ternyata hal
A. Profil PT ABC
ini tidak mudah. Kurangnya perencanaan yang
PT ABC adalah sebuah perusahaan swasta matang, dibarengi dengan fokus kerja yang lebih
yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi mengutamakan angka volume produksi yang tinggi,
minyak. Berlokasi di Jakarta, perusahaan berdiri pada serta ketidaktersediaan tenaga ahli yang memiliki
bulan tahun 2008 setelah mengakuisisi perusahaan latar belakang bidang teknologi informasi, membuat
yang sudah mempunyai kerjasama TAC dengan pada awalnya implementasi teknologi informasi tidak
PERTAMINA dalam mengelola lapangan minyak di memiliki arah yang jelas.
wilayah Sumatra Selatan.
Penerapan teknologi informasi cenderung
Bentuk kerjasama TAC (Technical Assistance mengikuti trend. Inovasi-inovasi yang ada dalam
Contract) adalah suatu bentuk kerjasama di mana implementasi TI dan SI masih dipandang sebelah mata
PERTAMINA berperan sebagai pemilik lapangan dan mengalami kesulitan untuk diterapkan secara
eksplorasi sementara badan usaha lainnya bertindak efektif di dalam perusahaan. Hal-hal tersebut di atas
sebagai operator kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. yang menyebabkan banyak sekali investasi perusahaan
Sebagian besar perusahaan minyak di Indonesia migas di bidang teknologi informasi tidak tepat guna
sudah beroperasi cukup lama, jauh sebelum era dan menjadi mubazir. Banyak sekali bongkar pasang
pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain terhadap sistem yang mereka implementasikan karena
PERTAMINA, beberapa perusahaan asing sudah dirasakan tidak selaras dengan strategi bisnis mereka.
melakukan operasi eksplorasinya sejak tahun 1950. Namun seiring dengan berjalannya waktu,
Mayoritas tenaga professional yang bekerja dan implementasi teknologi informasi di bisnis migas
menguasai industri migas adalah mereka yang semakin menemukan bentuknya. Keselarasan antara
memiliki latar belakang ilmu geologi, geofisika, implementasi TI/SI dengan bisnis yang dijalankan
perminyakan, pertambangan, mesin dan listrik. semakin tinggi. Pengklasifikasian kebutuhan di setiap

12 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
segmen proses dan level menjadi semakin jelas. ada kaitannya dengan analisa struktur geologi dan
Walaupun terbilang lambat dibandingkan dengan keterkaitan antara 2 proses bisnis ini sangat tinggi.
industri lainnya, implementasi teknologi informasi di
Proses bisnis produksi mengelola volume produksi
industri migas mulai dijalankan secara tepat guna dan
hidrokarbon yang dihasilkan dari sebuah sumur
meningkatkan produktifitas perusahaan.
produksi dan pengaturan aliran hidrokarbon ke
tempat penyimpanan (tangki) melalui jaringan
B. Strategi Bisnis PT ABC
aliran minyak. Proses bisnis ini juga mengontrol
Strategi bisnis yang direncanakan oleh PT ABC setiap aktifitas yang dilakukan di semua sumur
tidak terlepas dari kerangka misi-misi yang mereka produksi agar pengambilan minyak bisa berjalan
emban saat mendirikan perusahaan ini. Kebutuhan dengan lancar.
negara akan bahan baku minyak mentah untuk
memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia merupakan Kedua proses bisnis ini sangat berkaitan erat
hal yang sangat krusial saat ini, dan hal itu menjadi dengan angka produktifitas yang dijadikan tolok
tanggung jawab PERTAMINA sebagai badan usaha ukur keberhasilan sebuah perusahaan minyak.
milik negara. PT ABC sebagai rekanan PERTAMINA Geologi dan Geofisika
sudah selayaknya mempunyai misi yang mendukung
hal tersebut. Aktifitas yang berkaitan dengan proses bisnis
Geologi mencakup studi dan analisis bawah
Selain itu, banyaknya perusahaan yang menjalin permukaan yang dilakukan dengan mempelajari
kerjasama dengan PERTAMINA seharusnya akan struktur geologis area operasi melalui data-data
menjamin pasokan bahan baku minyak mentah untuk logs yang diambil dari sumur-sumur pada area
kepentingan negara. Namun kenyataanya, banyak tersebut. Data struktur geologis pada sumur
sekali perusahan-perusahaan tersebut yang tidak diambil melalui proses logging, yang didapat
dikelola dengan baik yang akhirnya malah membebani dengan cara memancarkan sinyal dengan
PERTAMINA. Hal ini menjadi cermin dan cambuk frekuensi tertentu pada kedalaman tertentu.
bagi PT ABC untuk menjadi perusahaan yang sehat
dan dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan Sementara proses bisnis Geofisika adalah
lain. studi dan analisis struktur bawah tanah dengan
mempelajari data-data seismic yang diambil
Tujuan strategis yang ingin dicapai PT ABC dari area tersebut. Data-data seismic diambil
dengan merencanakan hal-hal tersebut di atas adalah di wilayah yang strukturnya akan dipelajari
untuk mendapatkan kepercayaan yang optimal dari dengan cara menghasilkan gelombang suara yang
PERTAMINA sebagai rekanan bisnis, sehingga dihasilkan dari bahan peledak di atas permukaan
membuka kesempatan untuk diberi hak mengelola tanah. Gelombang suara tersebut akan dipantulkan
lapangan minyak yang lebih banyak lagi. oleh lapisan-lapisan di bawah permukaan tanah
Tujuan dari laporan penelitian ini adalah untuk dan ditangkap oleh receiver. Data-data seismic
membantu PT ABC dalam merancang infrastruktur ini digunakan untuk mengetahui kemungkinan-
teknologi informasi untuk meningkatkan performa kemungkinan adanya keberadaan cadangan
operasional yang sedang berjalan. Dari sisi akademis, hidrokarbon di di lapisan-lapisan tertentu.
diharapkan laporan penelitian ini dapat menjadi salah Dari hasil studi geologis dan geofisis ini
satu acuan dan dapat menambah pemahaman perihal didapatkan pengetahuan tentang kondisi struktur
perancangan infrastruktur tata kelola teknologi bawah tanah sekitar sumur secara lebih detail dan
informasi. menentukan kandungan-kandungan yang terdapat
di area operasi.
C. Proses Bisnis
Drilling
Berikut akan dijelaskan tentang proses-proses
bisnis yang terjadi dalam organisasi PT ABC. Proses bisnis drilling adalah proses pengeboran
sumur di sebuah lokasi, yang berdasarkan analisa-
1. Teknikal
analisa yang dilakukan, diprediksi mengandung
Reservoir dan Produksi cadangan hidrokarbon yang secara ekonomis
akan menguntungkan. Proses drilling ini
Proses bisnis reservoir berkaitan dengan analisa
membutuhkan dana investasi yang sangat besar
lapisan reservoir pada sumur produksi untuk
sehingga analisa-analisa yang dilakukan pada
menentukan di kedalaman berapa terdapat
proses-proses bisnisnya sebelumnya harus benar-
cadangan hidrokarbon yang menguntungkan
benar akurat sehingga prediksi yang dihasilkan
secara ekonomis. Proses analisa lapisan reservoir

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 13


ISSN 2085-4552
tidak meleset. Proses evaluasi dan identifikasi implementasi TI
dan SI di PT ABC mencakup evaluasi lingkungan
2. Non Teknikal
bisnis dan lingkungan TI/SI perusahaan, masing-
Proses bisnis non-teknikal mencakup masing dari sisi internal dan eksternal [1].
procurement, finance, legal, logistik dan
administrasi. Seperti di perusahaan lain pada B. Tujuan Perencanaan Strategis di PT ABC
umumnya, proses-proses bisnis non-teknikal di Untuk mewujudkan visi dan misinya, PT ABC
PT ABC juga mencakup perkerjaan yang spesifik secara lebih detail sudah membuat rencana strategis
menangani (secara berturut-turut) pengadaan yang ingin dicapainya dalam 3 tahun ke depan,
barang (procurement), pengaturan keuangan, hal seperti yang dijelaskan di bagian Komitmen Bisnis.
yang berkaitan dengan legal, penyediaan barang Secara nyata, PT ABC sudah menerapkan proses-
(logistic) dan administrasi kepegawaian. proses bisnis untuk mencapai rencana strategis
tersebut. Dengan proses bisnis yang efektif, PT ABC
II. PERENCANAAN STRATEGIS juga menetapkan target-target yang dipakai sebagai
parameter keberhasilan perusahaan untuk rentang
A. Perencanaan Strategis TI/SI di PT ABC waktu yang lebih pendek (misalnya 1 tahun). Seperti
Tujuan utama dari sebuah perencanaan strategis yang sudah dijelaskan secara singkat di bagian
TI dan SI di dalam sebuah perusahaan adalah Parameter Keberhasilan, PT ABC menetapkan 2 hal
terjadinya keselarasan antara implementasi TI dan SI sebagai parameter, yaitu:
di perusahaan dengan perspektif dan strategi bisnis
1. Target volume produksi
yang dijalankannya [1]. Berdasarkan hal tersebut,
pemahaman yang mendalam tentang strategi bisnis PT Perencanaan strategis sistem informasi yang
ABC di awal proses perencanaan merupakan suatu hal dirancang untuk semua proses bisnis, juga harus
yang sangat penting karena menyangkut implementasi mempunyi peran yang signifikan dalam memenuhi
TI dan SI yang nantinya akan mendukung strategi parameter-parameter tersebut. Dalam proses bisnis
tersebut produksi, implementasi TI dan SI yang efisien dipakai
untuk menyampaikan semua informasi yang berkaitan
Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh
dengan produksi minyak sumur secara cepat dan tepat,
perusahaan-perusahaan minyak terdahulu, PT ABC
dan keputusan-keputusan penting berkaitan dengan
sebagai perusahaan minyak yang baru berdiri,
hal-hal yang terjadi di lapangan bisa diputuskan
seharusnya tidak mengulangi kesalahan-kesalahan
sesegera mungkin.
yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak
lainnya. Sebagai perusahaan yang berada di tengah- 2. Pencapaian BEP
tengah perkembangan teknologi informasi yang
Implementasi TI dan SI hasil perencanaan strategis
sedemikian pesat, penerapan teknologi informasi di PT
yang matang tentunya akan meng-eliminasi atau
ABC adalah sebuah kepastian sedangkan melakukan
meminimalisir pemborosan. Pemborosan yang bisa
kesalahan adalah sebuah pilihan.
dikurangi dengan perencanaan strategis, tentunya
Perencanaan strategis sistem informasi di PT akan meningkatkan keuntungan yang didapat
ABC dilakukan dengan priotitas pada proses-proses perusahaan. Dengan mendapat keuntungan yang
bisnis teknikal sebagai ujung tombak perusahaan. optimal, dihaparkan target BEP akan tercapai tepat
Prioritas ini lebih disebabkan karena nantinya biaya waktu atau mungkin sebelum waktunya.
yang dikeluarkan pada proses ini akan sangat besar,
Untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan
walaupun tidak mengurangi bobot pentingnya
dan kemubaziran dalam implementasi teknologi
perencanaan pada proses-proses bisnis non-teknikal.
informasi dalam setiap proses bisnis yang mereka
Dalam perencanaan strategis, sangat penting jalankan, sudah seharusnya PT ABC mendesain satu
untuk mengenali implementasi TI dan SI yang saat ini perencanaan implementasi yang strategis sejak awal.
dipakai oleh PT ABC. Sebagian besar implementasi Implementasi teknologi informasi di perusahaan
TI dan SI yang sekarang masih dipakai PT ABC migas lain serta pengalaman dari pihak manajemen
adalah implementasi yang dilakukan dan dipakai oleh bisa dijadikan referensi yang sangat baik sebagai
perusahaan terdahulu. Setelah proses akusisi, PT ABC bahan untuk menyusun perencanaan tersebut. PT ABC
harus me-review semua implementasi TI dan SI yang tidak harus menunggu sampai mereka melakukan
ada termasuk infrastruktur jaringan computer agar kesalahan dalam investasi implementasi TI dan SI
tidak mengganggu semua aktifitas yang sekarang untuk menyadari pentingnya membuat perencanaan
sedang dan akan berjalan. strategis tersebut. Dengan demikian, akan sangat besar

14 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
penghematan yang bisa mereka lakukan sejak dini. proses bisnis produksi minyak dari sumur-sumur yang
sudah ada terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan untuk
Perencanaan strategis sistem informasi yang baik di
saat ini, proses bisnis produksi adalah proses bisnis
PT ABC secara tidak langsung jelas memberikan suatu
yang langsung berkaitan dengan sumber revenue PT
keunggulan kompetitif yang diharapkan. Investasi
ABC, yaitu menghasilkan minyak, tanpa memerlukan
yang tepat guna baik untuk implementasi jaringan
investasi yang besar. Jika PT ABC dapat memproduksi
komputer dan pembelian aplikasi-aplikasi yang
minyak dengan volume yang signifikan, selanjutnya
menunjang proses bisnis secara proporsional selain
fokus akan diperlebar ke proses-proses bisnis teknikal
menghemat pengeluaran yang dilakukan oleh PT ABC,
lainnya.
juga semakin mensinergiskan pertukaran data dan
informasi pada proses-proses bisnis yang terjadi antar C.2. Proses Bisnis
SBU, suatu hal yang sejak dini tidak pernah dilakukan
Setelah proses akusisi, PT ABC melakukan evaluasi
oleh perusahaan minyak lainnya. Dengan kepercayaan
dan konsolidasi keseluruhan proses bisnis internalnya,
ini, PT ABC berharap dapat diberi kewenangan oleh
baik itu proses yang berlangsung di Jakarta (kantor
PERTAMINA untuk mengelola lebih banyak lagi area
pusat) maupun yang di area Sumsel (lapangan). Proses
eksplorasi di wilayah-wilayah lain.
bisnis di internal perusahaan dilakukan oleh SBU-
SBU (Strategic Business Unit) yang terdapat di dalam
struktur organisasi dan saling berkaitan antar SBU
baik secara langsung maupun tidak langsung.

Studi Reservoir Proses Bisnis


dan
Analisa Produksi Reservoir & Produksi

Studi Geologis Proses Bisnis


dan
Pengolahan Geofisis Geologi & Geofisika

Gambar 1. Kerangka perencanaan strategis [1]


Data Rencana Proses Bisnis
Pengeboran Drilling
C. Deskripsi Internal Bisnis
C.1. Strategi Bisnis
Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di Keterangan:

bidang eksplorasi minyak, tujuan dari PT ABC adalah Aliran data dan infromasi

memproduksi dalam hal ini minyak dengan volume


yang sebesar-besarnya dari area operasi. Minyak hasil Gambar 2. Proses bisnis teknikal
produksi ini selanjutnya akan dijual ke PERTAMINA.
Di tahap awal, proses bisnis di dalam organisasi
Dalam menjalankan bisnisnya, strategi mendasar PT ABC diklasifikasikan menjadi 2, yaitu teknikal
yang digunakan PT ABC adalah efektifitas sumber dan non-teknikal. Proses bisnis teknikal di kelola oleh
daya dan efisiensi biaya dari semua kegiatan dari seorang Operation and Production (OP) Manager, di
mulai melakukan proses ekplorasi, proses studi dan mana dibawahnya terdapat beberapa orang Chief yang
pengolahan, proses pengeboran sumur, dan proses masing-masing bertanggungjawab terhadap role-role
pengelolaan produksi minyak. Pemakaian sumber tertentu. Role dari setiap Chief yang membentuk
daya secara efektif dengan biaya yang efisien di semua sebuah proses bisnis teknikal di PT ABC.
proses bisnis (terutama teknikal) diharapkan mampu
meningkatkan revenue yang didapat PT ABC. Proses bisnis non-teknikal di PT ABC
dilakukan di bawah pengawasan Finance and
Setelah mengakusisi sebuah perusahaan yang Administration (FA) Manager dan Support Manager.
memiliki hak pengelolaan lapangan , fokus dari Berbeda dengan proses bisnis teknikal, setiap
kebutuhan bisnis PT ABC memang hanya pada proses bisnis yang terdapat di bawah FA Manager

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 15


ISSN 2085-4552
dan Support Manager dikelola oleh seorang Chief, Kesempatan untuk mengelola area eksplorasi yang
sehingga ketergantungan antar divisi lebih rendah. lebihbanyak tentunya akan diberikan kepada PT ABC
jika dan hanya jika PT ABC memiliki performa kerja
Secara garis besar, proses bisnis teknikal di PT ABC
yang meyakinkan. Performa kerja yang meyakinkan
dapat dilihat pada diagram di Gambar 5. Dari diagram
sudah tentu dilandasi dengan cara kerja yang
tersebut, dapat dilihat bahwa kebutuhan data dan
professional, efektif dalam beraktifitas, dan efisien
informasi dari setiap proses bisnis tidak hanya sekadar
dalam memakai sumber daya yang dimiliki.
saling melengkapi tapi juga mempunyai pengaruh yang
besar pada proses bisnis lainnya dalam mendapatkan Dengan statusnya sebagai rekan kerja TAC dengan
hasil yang optimal (terutama antara proses bisnis PERTAMINA, hal ini tidak memungkinkan PT ABC
geologi-geofisika dan reservoir-produksi). menjual minyak yang didapat secara langsung ke
pihak pembeli selain PERTAMINA. Setiap minyak
C.3. Lingkungan Organisasi
dan/atau gas yang dihasilkan akan langsung dialirkan
Secara organisasi, PT ABC sudah diisi personel- ke penampungan milik PERTAMINA dan PT ABC
personel yang berpengalaman di bidangnya masing- mendapatkan revenue secara bagi hasil.
masing. Proses-proses yang sudah berjalan selama
D.2. Hubungan dengan Pihak Luar Lainnya
ini di internal organisasi, diadaptasi dari pengalaman-
pengalaman masing-masing personel untuk kemudian Industri pengelolaan sumber daya migas di
dicari bentuk yang tepat sesuai dengan ritme Indonesia pastinya melibatkan pihak-pihak birokrasi
perusahaan. terkait yang bertanggung-jawab dalam menerapkan
aturan bermain. Selain PERTAMINA sebagai rekanan
Dalam kegiatan operasional sehari-hari,
yang memiliki lapangan eksplorasi, PT ABC juga
perusahaan ini diperkuat oleh sekitar 40-50 orang
mempunyai hubungan yang sangat baik dengan
karyawan, dengan sebagian dari mereka berstatus
BP Migas sebagai badan yang membuat kebijakan
karyawan tetap dan selebihnya berstatus karyawan
mengenai dunia migas di Indonesia, serta dengan
kontrak. Mereka tersebar di kantor pusat di Jakarta dan
Departemen Energi Sumber Daya Mineral.
di lapangan dengan latar pendidikan yang beraneka
ragam. Untuk tenaga operator di lapangan, pendidikan Hubungan yang baik dan erat dengan pihak-pihak
minimal adalah D3 sedangkan tenaga engineer dan di luar organisasi tersebut di atas merupakan kekuatan
manajemen di kantor pusat minimal pendidikan S1 yang dimiliki oleh manajemen PT ABC yang sangat
dan S2. Kebanyakan dari mereka sudah mempunyai berguna dalam melancarkan bisnisnya saat ini dan di
pengalaman yang memadai di industri perminyakan. masa yang akan datang.
PT ABC juga telah memiliki Standard Operation D.3. Kompetitor
Procedure (SOP) yang mulai berjalan dengan baik di
Beberapa perusahaan rekanan PERTAMINA
divisi Finance dan Human Resource Development
yang diberi hak mengelola lapangan minyak, dalam
(HRD) di dalam organisasi perusahaan. Dalam waktu
prakteknya, tidak beroperasi secara profesional.
dekat, penerapan SOP yang baik juga akan diberlakukan
Perilaku seperti ini pada akhirnya hanya akan
di divisi-divisi lainnya. Dengan berjalannya waktu,
membebani PERTAMINA karena menyebabkan
SOP di divisi-divisi tersebut akan semakin menemukan
target produksi yang ditetapkan pemerintah tidak bisa
bentuknya yang optimal sehingga selain perusahaan
tercapai.
dapat dengan mudah mengawasi operasional semua
divisi yang ada, hal itu membuat aktifitas-aktifitas Kondisi seperti ini secara tidak langsung merupakan
dapat berjalan dengan efektif. kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh PT ABC.
Ketidakpuasan PERTAMINA terhadap beberapa
D. Deskripsi Eksternal Bisnis perusahaan rekanannya bisa dijadikan momentum
D.1. Rekanan PERTAMINA oleh PT ABC dengan menunjukkan performa kerja
yang baik dan memuaskan.
Dengan diterapkannya UU Migas lalu berperannya
PERTAMINA sebagai sebuah perusahaan milik Selain adanya kompetitor yang tidak professional,
negara dalam bidang eksplorasi migas, PERTAMINA terdapat juga beberapa competitor yang sudah lebih
memberi kesempatan kerjasama dengan perusahaan dahulu menjalin kerjasama dengan PERTAMINA
swasta untuk mengolah area eksplorasi milik dan mempunyai reputasi yang bagus. Di satu sisi,
PERTAMINA agar dapat membantu menambah perusahaan-perusahaan ini adalah contoh yang baik
volume produksi minyak dan gas. Sebagai salah satu bagi PT ABC, namun di sisi lain, mereka merupakan
rekan kerja PERTAMINA, PT ABC pastinya akan ancaman.
dinilai performa kerjanya oleh PERTAMINA. Jika suatu saat PT ABC harus bersaing dengan

16 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
mereka dalam mendapatkan hak mengelola sebuah waktu 3-5 tahun ke depan. Portfolio ini berguna untuk
lapangan minyak, bukan tidak mungkin PERTAMINA dijadikan referensi tentang model aplikasi-aplikasi
lebih condong untuk memilih perusahaan yang sudah yang mampu mengintegrasikan sistem secara baik dan
lebih tinggi jam terbangnya dan memiliki reputasi selaras dengan perkembangan bisnis PT ABC.
yang bagus.
E.2. Pengelolaan Informasi yang Tidak Bagus
D.4. Kondisi Sosial Politik
Seperti sudah disinggung pada bagian sebelumnya,
Kestabilan kondisi sosial dan politik di Indonesia kurangnya integrasi sistem antar proses bisnis
yang sangat rendah merupakan ancaman yang sangat disebabkan oleh tingginya independensi sistem-
signifikan bagi PT ABC. Hal ini diperparah dengan sistem tersebut. Data dan informasi hasil pengolahan
inkonsistensi peraturan setiap terjadi pergantian pada satu proses bisnis kurang mendukung sistem
kepemimpinan nasional, sehingga PT ABC harus yang digunakan pada proses bisnis lainnya. Hal ini
selalu waspada dan siap mengantisipasi setiap gejolak diperparah lagi dengan cara pengelolaan data dan
dan perubahan yang bisa terjadi setiap saat. informasi yang sangat tidak memadai.
Sebagai gambaran, di negara-negara Eropa Kebanyakan model pengelolaan data-data masih
penghasil minyak yang mempunyai kondisi sosial menggunakan cara konvensional, di mana data
politik yang relatif stabil, rata-rata Break-Even Point disimpan dengan tidak terstruktur dan tergantung pada
(BEP) dari investasi di industri migas adalah sekitar keinginan si pemilik data. Tidak ada kepedulian untuk
7-8 tahun. menerapkan sistem penyimpanan data yang membantu
kelancaran aktifitas-aktifitas proses bisnis. Data-data
D.5. Harga Minyak yang Fluktuatif
terdistribusi di semua disk dan tape sehingga resiko
Gejolak politik di Timur Tengah dan isu global terjadinya kehilangan dan duplikasi data sangat besar.
warming menyebabkan harga minyak mengalami Padahal selain memiliki nilai informasi yang sangat
fluktuasi yang tajam dalam 1 tahun terakhir. Naik berharga, data-data tersebut di dapat dengan biaya
turunnya harga minyak dunia secara signifikan bisa yang sangat tinggi.
memberikan keuntungan yang besar bagi PT ABC,
E.3. Peran TI dan SI
tapi juga bisa memberikan kerugian yang besar pula.
Situasi global yang labil adalah ancaman besar yang Di dalam struktur organisasi PT ABC dapat
sewaktu-waktu bisa menghancurkan bisnis PT ABC dilihat bahwa Chief IT berada di bawah Finance
jika tidak dibarengi dengan kemampuan analisa yang and Administration Manager. Untuk saat ini,
mendalam. memang peranan TI dan SI masih diutamakan untuk
mendukung proses bisnis non-teknikal yang sudah
E. Deskripsi Internal SI TI berjalan, terutama keuangan, legal, HR dan logistic.
E.1. Reliabilitas dan Integrasi Sistem yang Kurang Proses bisnis teknikal yang sudah berjalan, yaitu
produksi masih menggunakan implementasi TI dan
PT ABC saat ini masih menggunakan infrastruktur SI yang lama sehingga porsi perhatian yang diberikan
TI/SI yang diimplementasikan oleh perusahaan masih sedikit.
terdahulu. Saat ini, hampir semua infrastruktur jaringan
komputer di lapangan masih bisa beroperasi dengan Diharapkan nantinya Chief IT akan menangani
baik. Namun, investigasi tentang kondisi infrastruktur keseluruhan implementasi TI dan SI di semua proses
yang ada menunjukkan bahwa kurangnya reliabilitas bisnis yang berjalan di PT ABC.
pada beberapa segmen infrastruktur. Beberapa E.4. Kebijakan TI dan SI
perbaikan dan pengadaan perlu dilakukan terutama
untuk dititikberatkan ke segmen yang menunjang Saat ini, PT ABC masih disibukkan dengan
prioritas operasional yang sedang dijalankan PT ABC aktifitas adminstrasi pasca proses akusisi. Namun
saat ini, yaitu proses produksi di lokasi sumur. demikian, beberapa proses bisnis yang sudah
diperlukan untuk jalannya perusahaan, sudah berjalan
Saat ini, PT ABC sudah mewarisi beberapa dengan sederhana. Beberapa implementasi TI dan SI
aplikasi yang menunjang sistem di proses bisnisnya, yang sudah ada lebih bersifat sebagai alat bantu dalam
terutama proses bisnis reservoir dan produksi. Namun, menunjang jalannya proses-proses tersebut.
versi dan jumlah lisensi untuk aplikasi yang ada masih
dianggap kurang memadai. Kedepannya, beberapa Belum ada kebijakan yang menyangkut TI dan SI
aplikasi yang harus dan akan dibeli oleh PT ABC secara menyeluruh di lingkungan internal perusahaan.
dengan jumlah lisensi yang proporsional. Dalam E.5. Infrastruktur TI dan SI
perencanaan strategisnya, PT ABC harus membuat
portfolio aplikasi yang harus dimiliki untuk jangka Saat ini, PT ABC sudah mengimplementasikan

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 17


ISSN 2085-4552
infrastruktur TI sederhana untuk keperluan proses sekali implementasi sistem penyimpanan data dan
bisnis standar perusahaan, seperti keuangan, legal, informasi di media penyimpanan disk dalam skala
logistic, dan administrasi HR. Infrastruktur tersebut besar karena kemampuan aksesnya yang sangat cepat,
hanya berupa jaringan computer sederhana di dan sudah sangat jarang ditemukan data-data yang
lingkungan kantor pusat dan masih bersifat menunjang masih disimpan di dalam media penyimpanan tape.
kebutuhan-kebutuhan ad hoc saja, dan belum
Aplikasi-aplikasi yang dipakai dalam proses bisnis
mengaplikasi suatu proses bisnis yang sudah baku.
teknikal juga sudah semakin menunjukkan tingkat
Jaringan dari kantor pusat ke lapangan belum ada, integrasi yang tinggi, minimal dibandingkan dengan
dan komunikasi antara personel di 2 lokasi masih aplikasi yang digunakan 10 tahun yang lalu. Dengan
menggunakan telepon genggam atau langsung dating tingkat integrasi yang tinggi ini, proses-proses bisnis
ke lokasi di . Hal ini selain memakan biaya yang teknikal yang dulunya bersifat independen, mulai
tinggi, sudah tentu sangat menghambat kecepatan saling berinteraksi.
dalam penyampaian informasi apapun apalagi
F.2. Implementasi TI dan SI oleh Kompetitor
informasi dengan tingkat urgensi yang tinggi dari 2
lokasi tersebut. Kebanyakan perusahaan minyak TAC yang
bekerjasama dengan PERTAMINA sudah menerapkan
E.6. Portfolio Aplikasi
TI dan SI untuk membantu operasional internal mereka.
Beberapa aplikasi yang digunakan untuk menunjang Namun, kebanyakan implementasi di perusahaan-
proses bisnis non-teknikal juga masih sederhana, perusahaan tersebut tidak diawali dengan proses
kebanyakan masih menggunakan Microsoft Excel perencanaan yang baik, sehingga tidak ditemukannya
sebagai database, dan sebagian kecil menggunakan keselarasan implementasi TI dan SI dengan strategi
database Access. Walaupun sudah ada SOP (yang bisnis. Selain itu, implementasi hanya mendukung
sederhana), semua proses bisnis masih bertumpu ke satu proses bisnis saja tanpa bersifat integrative
sistem database Excel dan Access. Penyimpanan data karena bentuk pengadaannya yang diajukan oleh SBU
juga masih dalam bentuk pemberkasan (filing) di yang berkepentingan dengan komitmen yang rendah
dalam direktori-direktori di computer. dari manajemen.
Sudah terdapat aplikasi untuk menunjang proses Implementasi yang demikian banyak ditemui di
bisnis produksi di lapangan dengan versi yang sudah perusahaan-perusahaan TAC karena mereka masih
tertinggal dan lisensi yang terbatas. Lisensi aplikasi memandang TI dan SI sebagai sebuah alat bantu,
penunjang proses bisnis teknikal lainnya sudah habis dan bukan sebagai kebutuhan primer yang bersinergi
masa berlakunya (expired) sehingga untuk sementara, dengan proses-proses bisnis yang dijalani.
PT ABC menyewa beberapa aplikasi dengan masa
berlaku lisensi yang terbatas. III. ANALISA PERMASALAHAN

F. Deskripsi Eksternal SI TI A. Analisa SWOT


F.1. Perkembangan Teknologi Dari Gambar 3 terlihat hasil analisa SWOT di
mana strength atau kekuatan dari PT ABC terletak
Perkembangan teknologi yang bersifat aplikatif
pada SDM yang berkualitas, capital fund yang kuat
belakangan ini mulai banyak di implementasikan di
serta adanya standar operational prosedur (SOP)
dalam industry migas. Sebagai contoh, teknologi
pada masing-masing SBU. Semua faktor ini dapat
Logging While Drilling (LWD) memungkinkan data-
dijadikan sebagai modal dasar bagi PT ABC untuk bisa
data hasil proses logging pada sebuah sumur langsung
bersaing dengan kompetitor lain dalam mendapatkan
bisa didapat bersamaan dengan proses pengeboran.
kepercayaan dari PERTAMINA[2].
Contoh yang lain adalah proses Drilling Visualisation,
di mana proses pengeboran bisa dikontrol langsung Adanya beberapa weakness atau kelemahan yang
dari kantor pusat. berhasil dianalisa dari lingkungan internal bisnis
PT ABC harus dapat diantisipasi sejak dini oleh PT
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa proses-
ABC supaya tidak menjadi hambatan bagi perusahaan
proses bisnis di industry migas mulai menerapkan
dalam mewujudkan visi misinya.
teknologi yang menghasilkan efisiensi waktu dalam
setiap proses yang dijalani, bahkan untuk aktifitas- Opportunities (kesempatan) dan threats (ancaman)
aktifitas yang dilakukan di lapangan. Hal ini didukung yang dapat teridentifikasi dari lingkungan eksternal
dengan teknologi TI dan SI yang juga banyak bisnis PT ABC harus bisa disikapi oleh PT ABC
mengalami modernisasi di banyak perusahaan- dengan sebaik-baiknya agar kesempatan bisa didapat
perusahaan minyak. Contoh sederhana, sudah banyak oleh PT ABC dengan mengantisipasi sejak dini adanya

18 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal bisnis dengan harga yang sesuai dengan perjanjian yang
PT ABC. ditetapkan dan dikalibrasi dengan harga minyak
mentah internasional.
Strength Weakness
PT ABC harus bisa memegang kepercayaan
Mempunyai SDM SDM yang yang diberikan PERTAMINA dengan menghasilkan
yang berkualitas berkualitas produksi minyak dalam jumlah yang besar sehingga
direkrut oleh
Mempunyai capital kepercayaan PERTAMINA terhadap PT ABC mejadi
kompetitor
fund yang kuat semakin tinggi.
Tingginya biaya 3. Kekuatan Pendatang Baru
Perusahaan telah operasional
memiliki SOP untuk melakukan Luasnya wilayah operasional yang dimiliki
finance, human pengeboran. PERTAMINA dan keterbatasan PERTAMINA
resource, logistik dalam mengelola seluruhnya, maka masih akan ada
Terbatasnya perusahaan-perusahaan baru yang berminat untuk
jumlah SDM bekerjasama dengan PERTAMINA dalam bentuk
Opportunities Threats
TAC. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang
Mendapat Adanya dimiliki partner-partner baru tersebut, mereka akan
kepercayaan dari kompetitor dari berusaha untuk merebut kepercayaan PERTAMINA
PERTAMINA untuk TAC sejenis agar diberi wewenang mengelola wilayah operasional
mengelola lapangan lebih banyak.
minyak yang lain Keadaan politik
di Indonesia yang Untuk mengantisipasi munculnya partner bisnis
Banyak perusahaan tidak stabil PERTAMINA yang berpotensi mengancam peluang-
TAC di Indonesia peluang yang ingin direbut, dari sekarang PT ABC
yang masih memiliki Harga minyak sudah harus menunjukkan kinerja yang maksimal,
manajemen dunia yang tidak
cara kerja yang professional dan memberi hasil yang
pengelolaan tidak stabil
optimal. Keyakinan yang tinggi dari PERTAMINA
baik
Gambar 3. Grafik analisa SWOT terhadap kemampuan PT ABC adalah cara efektif
dalam mengatasi ancaman dari kekuatan pendatang
B. Analisa Five Force Porter baru.
Analisa Five Force dilakukan untuk menganalisa 4. Kekuatan Produk Pengganti
dan memahami kekuatan eksternal berpengaruh dalam
Saat ini, muncul wacana mencari sumber daya
konteks industri yang digeluti PT ABC. Kadang-
alternatif selain migas. Selain karena adanya perkiraan
kadang, model Five Force ini dilengkapi dengan
bahwa cadangan migas sudah mulai menipis, wacana
kekuatan ke-6 yaitu: Pemerintah
ini semakin menguat dengan isu global warming yang
Lima kekuatan yang dimiliki PT ABC adalah membuat temperature permukaan bumi menjadi naik.
sebagai berikut:
Untuk saat ini, kekuatan produk pengganti ini
1. Kekuatan penyedia (supplier) belum mampu menggoyahkan peran migas sebagai
sumber daya utama. Persentase pemakaian migas
Kekuatan penyedia atau biasa disebut supplier
masih lebih tinggi dibandingkan sumber daya lainnya,
terdiri dari perusahaan penyedia yang bekerjasama
apalagi jika dibandingkan dengan sumber daya
dengan PT ABC yang dibagi menjadi dua yaitu
alternative.
penyedia barang dan penyedia jasa.
5. Kompetitor
Jumlah perusahaan penyedia untuk masing-masing
di atas masih sedikit karena jumlah barang-barang dan Kompetitor yang ada di dalam bisnis migas
jasa yang dibutuhkan PT ABC juga masih sedikit. ini adalah perusahaan minyak yang beroperasi di
Pengaruh dari kekuatan penyedia atau supplier ini Indonesia, terutama perusahaan-perusahaan yang turut
belum begitu besar pengaruhnya dalam kegiatan melakukan kerjasama TAC dengan PERTAMINA.
operasional PT ABC.
Saat ini, kebanyakan (hampir 70%) perusahaan
2. Kekuatan Penawaran (Konsumen/Pembeli) TAC sudah puas hanya dengan mendapatkan kontrak
kerjasama TAC dengan PERTAMINA. Selanjutnya,
Sebagai perusahaan yang mempunyai kerjasama
tidak ada improvisasi dari mereka untuk meningkatkan
TAC dengan PERTAMINA, PT ABC hanya bisa
produktifitas dan memperluas wilayah operasinya.
menjual minyak hasil produksi ke PERTAMINA

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 19


ISSN 2085-4552
Bahkan diantaranya terjadi mismanajemen di organisasi PT ABC sudah menggunakan beberapa
perusahaan. aplikasi untuk menunjang aktifitas-aktifitas.
Sedangkan sisa 30% lainnya mampu menunjukkan Pengadaan aplikasi-aplikasi tersebut belum dilandasi
kesungguhannya dalam memproduksi migas untuk oleh suatu perencanaan yang terorganisir dengan baik
dijual ke PERTAMINA. Yang belakangan inilah yang dan pengadaannya yang masih bersifat ad-hoc karena
menjadi competitor yang patut dicermati oleh PT ABC proses konsolidasi yang masih terus berjalan.
dalam merebut perhatian PERTAMINA. Ditambah Secara sederhana, pemetaan aplikasi yang sekarang
lagi, mereka adalah perusahaan-perusahaan TAC yang berjalan di PT ABC dapat dilihat pada Tabel 1. Di tabel
sudah bekerjasama dengan PERTAMINA sejak lama tersebut, keterangan Belum Aktif menunjukkan
dan sudah diketahui jejak prestasinya. bahwa proses bisnis Geologi & Geofisika dan Drilling
saat ini belum memulai aktifitas operasionalnya secara
IV. ANALISA SISTEM INFORMASI utuh, dikarenakan fokus PT ABC yang harus memulai
produksi minyak dari sumur yang sudah ada terlebih
A. Analisa Internal SI/TI
dahulu.
1. Penggunaan Aplikasi Untuk proses-proses bisnis non-teknikal, semua
aplikasinya hasil dari pembuatan inhouse secara
Tabel 1. Aplikasi PT ABC
sederhana. Tujuan PT ABC dengan pembuatan
Aplikasi aplikasi inhouse ini adalah agar untuk sementara waktu
Bisnis
Proses Bisnis dapat menunjang kegiatan-kegiatannya. Perencanaan
Unit
strategis sistem informasi ini nantinya akan digunakan
Reservoir & MS
PT ABC sebagai referensi untuk membeli aplikasi-
Produksi Office
Geologi & aplikasi yang lebih baik, sehingga PT ABC terhindar
MS
Geofisika dari pembelian aplikasi yang kurang menunjang
Office
(BA) kegiatan bisnisnya.
MS

Drilling (BA) Office 2. Model Portfolio Aplikasi
Drilling

Office Berdasarkan aplikasi yang saat ini digunakan
MS
oleh PT ABC, selanjutnya aplikasi-aplikasi tersebut
Reservoir & Office
dipetakan ke dalam kwadran matriks Sullivan untuk
Produksi OFM
mengetahui peran implementasi TI / SI dan sejauh
mana pengaruhnya terhadap bisnis perusahaan.
MS Berdasarkan pemetaan kwardan matriks Sullivan
Geologi &
Office
Geofisika aplikasi yang saat ini sudah dipakai oleh PT ABC

MS sudah ada di kwadran Support, Key Operasional dan
Drilling (BA) Strategic. Jumlah aplikasi yang paling banyak terdapat
Office
MS di kwadran Support.
Reservoir &
Office Berdasarkan matrix Sullivan, banyaknya jumlah
Produksi OFM
Field aplikasi di kwadran Suppport saat ini, berarti
Operation MS implementasi TI/SI PT ABC adalah low diffusion/high
Geologi &
Office infusion (backbone), di mana pengawasannya masih
MS
Drilling (BA) tersentralisasi dan kritikal terhadap operasional bisnis.
Office
MS Kegagalan dalam menjalankan bisnis kemungkinan
Keuangan
Office bisa terjadi jika sistem tidak berjalan.
HR MS
Kepegawaian High infusion menunjukkan bahwa bisnis
Admin Office
MS mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap

Office implementasi TI dan SI, sementara low diffusion
IT IT
menunjukkan pengawasan TI dan SI di PT ABC
mempunyai sifat sentralisasi.
MS
Logistic Logistik
Office B. Analisa Eksternal SI/TI
MS
Procurement 1. Tren Pengembangan Teknologi
Office
MS
Legal Legal Aktifitas-aktifitas operasional di lapangan seperti
Office
Ket: BA singkatan dari belum aktif survey seismic, pengambilan data-data logs sumur
Setiap unit bisnis yang berada di dalam struktur (well-logging), pengeboran (drilling), penyaluran
minyak dan gas dari bawah permukaan tanah melalui

20 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
sumur dan aktifitas teknikal di kantor seperti pengolahan sulit karena harus dilakukan konversi di eksternal
data seismic dan logs sumur, interpretasi data seismic, aplikasi. Proses konversi ini menjadi salah satu factor
analisa reservoir, penyimpanan data-data dan lain dimungkinkannya terjadi ketidakakuratan data. Hal
sebagainya, semuanya sudah mengimplementasikan ini juga diperparah dengan belum adanya standar-
teknologi yang mengedepankan efisiensi waktu dan standar yang bisa dijadikan pegangan oleh vendor
keakuratan data. pengembang aplikasi di dunia migas.
Efisiensi waktu diperlukan karena banyaknya Jumlah aplikasi-aplikasi masih sangat minim
aktifitas-aktifitas yang terlibat dalam eksplorasi sehingga vendor masih mematok harga yang sangat
hidrokarbon dari awal sampai dihasilkannya minyak tinggi untuk lisensi aplikasi. Begitu juga dengan
dan gas. Perkembangan teknologi komputasi ketergantungan yang tinggi dengan sistem operasi
membantu mempercepat proses dalam setiap aktifitas UNIX karena aplikasi-aplikasi ini memerlukan
sehingga secara keseluruhan waktu yang ditempuh resource komputasi besar yang tidak bisa ditangani
menjadi lebih pendek. oleh PC biasa.
Proses yang dapat diselesaikan dalam waktu yang Belakangan ini, semua masalah tersebut di atas
cepat juga memerlukan data-data yang akurat.Secepat sudah mulai bisa diatasi dengan konsep integrasi
apapun proses yang dilakukan dengan teknologi aplikasi. Beberapa standar-standar sudah mulai dibuat
komputasi, namun jika tidak ditunjang oleh keakuratan seperti standar navigasi, POSC, format data standar,
data, maka hasil yang didapat tidak akan optimal. ditambah dengan masuknya aplikasi-aplikasi open
Pertimbangan untuk mengutamakan efisiensi source yang menambah jumlah aplikasi untuk dipakai
waktu dan keakuratan data dalam dunia migas dalam proses bisnis teknikal. Ketergantungan terhadap
didasarkan kepada beberapa alasan. sistem operasi UNIX sudah mulai menurun sejak
Pertama, investasi yang besar harus menghasilkan Linux mampu menangani proses-proses komputasi
hasil yang optimal. Hasil yang optimal ini bisa didapat aplikasi migas.
dengan mengurangi biaya operasional, antara lain Teknologi aplikasi berbasis web juga mulai
dengan memperpendek waktu untuk menghasilkan mengambil peranan penting dalam industry migas.
hidrokarbon yang diinginkan dan ketepatan dalam Kemampuannya beroperasi di multi-platform
mengambil keputusan. Dengan perkembangan yang sangat membantu perusahaan dalam membantu
pesat di dunia komputasi dan digital, perusahaan- perpindahan data lintas SBU dengan mudah. Sebagai
perusahaan minyak mulai menyadari peran teknologi contoh, informasi data produksi yang dimiliki
ini sehingga mereka mulai melakukan investasi oleh Divisi Produksi dapat diinformasikan dengan
dengan mengimplementasi TI/SI dalam operasional mudah ke semua divisi melalui aplikasi ini. Dengan
mereka untuk mendapatkan efisiensi waktu dan data- kemampuannya ini, aplikasi berbasis web dapat
data akurat. digunakan dalam mendukung Executive Information
Kedua, sumber energy alternative yang sudah Sistem untuk mempercepat pengambilan-pengambilan
mulai dikembangkan untuk dipakai, ditambah lagi strategis perusahaan.
dengan keinginan untuk menciptakan sumber energy PT ABC yang lahir pada saat teknologi informasi
yang ramah lingkungan. Hal ini membuat perusahaan- sudah mencapai titik seperti sekarang, sudah
perusahaan minyak berusaha agar migas tetap tidak seharusnya tidak mengikuti keterlambatan dalam
tergoyahkan sebagai sumber energy utama. Salah mengadopsi tren aplikasi up-to-date yang dialami
satu caranya adalah dengan meminimalisir biaya perusahaan-perusahaan minyak lainnya. Dengan
operasi dan mendapat produksi yang maksimal, demikian, PT ABC dapat mencapai produktifitas yang
sehingga harga migas masih berada di level yang signifikan dan tidak kalah dengan perusahaan lainnya.
bisa dikendalikan. Terlepas dari masalah kondisi
social politik internasional yang turut mempengaruhi V. STRATEGI BISNIS
harga minyak dunia, cara ini terbukti efektif menekan
A. Strategi Bisnis SI/TI
besarnya biasa operasional dalam mengeksplorasi
migas. Strategi bisnis TI/SI di PT ABC memaparkan
pemetaan sistem informasi yang akan digunakan oleh
2. Teknologi Bisnis MIGAS
PT ABC berdasarkan visi dan misi perusahaan serta
Pada awalnya, aplikasi-aplikasi di industry migas tujuan bisnis yang ingin dicapai oleh perusahaan.
bersifat berdiri sendiri-sendiri atau independen. Pemetaan SI menjadi portfolio aplikasi yang
Hubungan antara satu aplikasi dengan aplikasi akan dipakai bertujuan untuk lebih meningkatkan
lainnya sangat rendah sehingga timbul kesulitan keselarasan implementasi TI/SI dengan bisnis
memetakan data-data antara aplikasi-aplikasi perusahaan.
tersebut. Proses transfer data adalah proses yang

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 21


ISSN 2085-4552
1. BALANCED SCORECARD Mempunyai sistem
kepegawaian yang baik
Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu Improvisasi Penerapan interpretasi
konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas dalam seismik secara 3D
Innovation
operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih & Learning
menunjang Mengimplementasi sistem
kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam proses kerja penyimpanan data yang
internal baik
hal visi dan strategi [4]. Sesuai dengan visi dan misi Pengawasan proses
BSC PT ABC dibentuk bermuara pada pencapaian drilling secara real-time
BEP. Hasil akhir berupa pencapaian BEP dalam waktu
yang secepat mungkin adalah tujuan yang normal 2. Critical Success Factor
dari sebuah perusahaan yang baru saja mengakusisi
perusahaan lain, tanpa mengesampingkan visi dan Criteria Success Factor (CSF) adalah teknik yang
misi perusahaan itu sendiri. tidak hanya digunakan untuk mengembangkan strategi
Untuk mencapai target BEP, PT ABC melakukan TI/SI, namun bisa diterapkan dalam pengembangan
langkah-langkah sederhana, yaitu mengoptimalkan strategi bisnis. CSF mendeskripsikan sejumlah area
investasi untuk keperluan operasional serta yang jika dipenuhi criteria keberhasilannya akan
meningkatkan volume produksi minyak. Diversifikasi menjamin kesuksesan unjuk kerja perusahaan.
produksi berupa gas adalah kemungkinan langkah Dalam analisa CSF, diperlukan pengamatan
lain yang bisa dilakukan oleh PT ABC untuk tentang tujuan-tujuan yang ingin dicapai mulai dari
mencapai tujuannya, namun mengingat lapangan level makro yaitu bisnis/industri sampai ke level
hanya mengandung minyak bumi (berdasarkan data- pengawasan operasional, yaitu manager. Dari analisa
data dan studi yang pernah dilakukan), BSC tidak CSF ini bisa dilihat strategi dan solusi yang dilakukan
menempatkan diversifikasi produksi gas ke dalam untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
langkah pencapaian target BEP. Critical Succes Factor pada PT ABC
Selanjutnya, BSC memaparkan proses yang terjadi merupakan tindak lanjut dari Balance Scorecard
di internal PT ABC dalam menunjang langkah-langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya. Berdasarkan
yang sudah dijelaskan di atas. Hal yang digarisbawahi CSF, didefinisikan data dan informasi apa yang
di sini adalah efektifitas dan efisiensi proses di internal diperlukan untuk membantu memenuhi CSF. Data
perusahaan, di mana masing-masing diberi tolok dan informasi yang dibutuhkan dapat didapat dengan
ukur sebagai parameter keberhasilan proses.Inovasi mengimplementasikan SI yang terdapat di kolom
dan pembelajaran memberi pemaparan tentang hal- Solusi SI.
hal baru yang bisa atau akan diterapkan perusahaan Sebagai contoh, tujuan dari proses pengolahan
dalam meningkatkan performa proses-proses internal logs sumur dengan akurat adalah untuk mengelola
perusahaan. data-data logs sumur di PT ABC. Untuk memenuhi
tujuan tersebut, CSF pada proses ini adalah melakukan
Tabel 2. Perspektif di dalam BSC PT ABC pengolahan dan menganalisa logs-logs sumur minyak.
Data-data dan informasi yang dibutuhkan dalam
Perspektif Tujuan Tolok Ukur
memenuhi CSF adalah data-data sumur, logs-logs
Biaya investasi yang
proporsional untuk sumur dan atribut-atribut data sumur, logs, dan kurva
Finance keperluan operasi logs yang dikelola dengan mengimplementasi sistem
Peningkatan produksi informas (aplikasi) penyimpanan data logs sumur.
minyak
Mencapai
Memenuhi target
B. Strategi Teknis SI/TI
target
produksi yang Strategi TI/SI mendefinisikan pengaturan
Customer volume
direncanakan ( ~ 500
produksi
bpod )
dan pengembangan implementasi teknologi dan
minyak sumberdaya perusahaan untuk menyelaraskannya
Pengolahan data-data logs
sumur secara akurat
dengan strategi bisnis TI/SI.
Pengolahan dan 1. Portfolio Aplikasi
interpretasi data-data
Proses seismik secara akurat Penyusunan portolio aplikasi dengan grid strategis
kerja yang Analisa data reservoir
Internal
efektif dan yang akurat
McFarlan [5] pada Gambar 4 menjelaskan tentang
efisien Pengelolaan produksi aplikasi yang akan diimplementasi PT ABC dengan
minyak yang baik mengacu kepada peran sistem informasi tersebut di
Proses-proses non-teknikal dalam perusahaan.
yang bersinergi dan
dikelola dengan baik

22 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
Strategic High Potential SI Treasury Y
** SI Penyimpanan Data ?? SI Visualisasi 3D
Logs Sumur ?? SI Pengontrolan SI Vendor Y
** SI Penyimpanan Data Pengeboran
SI Rekrutmen Y
Seismic ?? SI Pengeboran 3D
( ) Aplikasi Pengolahan SI Kepegawaian Y Y
Seismik SI Logistik Y Y
** SI Penyimpanan Data
SI Procurement Y Y
Resevoir
?? SI Penyimpanan Data SI Legal Y Y
Produksi
** SI Field Operation 2. Penentuan Skala Prioritas
( ) SI Penyimpanan Data
Drilling Skala prioritas disusun agar PT ABC dapat
( ) SI Karyawan mengimplementasikan semua sistem informasi yang
( ) Aplikasi Pengolahan * SI Logistic direncanakan secara bertahap. Prioritas ini ditentukan
Reservoar ** SI Vendor
oleh urgensi kebutuhan perusahaan terhadap sistem
( ) Aplikasi Pengolahan Logs ** SI Rekrutmen
Sumur * SI Legal
tersebut seiring dengan perkembangan perusahaan,
( ) Forecast Produksi ** SI Treasury besarnya investasi yang dibutuhkan dalam
( ) SI Keuangan ( ) SI Procurement pengadaannya, dan status keberadaan sistem tersebut
Key Operational Support di perusahaan saat ini (apakah sudah ada atau belum).
Keterangan Kegunaan dari skala prioritas ini adalah agar PT
* Sudah diterapkan ; () Sudah diterapkan, perlu ABC dapat mengalokasikan anggarannya pada TI/SI
peningkatan ; secara tepat guna disesuaikan dengan waktu sehingga
** Direncanakan ; ?? Sistem potensial menghindari investasi yang tidak tepat waktu.
Urgensi kebutuhan perusahaan terhadap sistem
Gambar 4. Grid strategis McFarlan
informasi dapat mengacu kepada grid strategis
Pada Gambar 4, selain memaparkan portfolio McFarlan di Gambar 4, sementara besarnya investasi
aplikasi yang akan datang, secara tidak langsung juga yang dibutuhkan dikelompokkan menjadi 3, yaitu
digambarkan gap dengan aplikasi sekarang setelah Rendah (dengan budget < 100 juta), Medium (dengan
dibandingkan dengan Gambar 9. Dari pemaparan budget 100 juta 500 juta) dan Tinggi (dengan budget
gap yang dapat dilihat secara lebih jelas pada Tabel > 500 juta). Skala prioritas dapat dilihat pada Tabel 4.
3, tampak sistem apa saja yang sudah ada dan yang Tabel 4. Prioritas implementasi
baru akan dikembangkan sesuai perencanaan strategis SI/Aplikasi Investasi
yang dibuat. SI Penyimpanan Data Produksi Medium 1
Tabel 3. Gap portfolio aplikasi SI Field Operation Medium 1
Portfolio Aplikasi SI Penyimpanan Data Logs Medium 1
SI/Aplikasi Akan SI Treasury Rendah 1
Sekarang
Datang SI Vendor Rendah 1
Aplikasi Forecast Produksi Y Y SI Rekrutmen Rendah 1
SI Penyimpanan Data Logs Y Y SI Penyimpanan Data Seismic Medium 2
Aplikasi Pengolahan Seismik Y Y SI Penyimpanan Data Resevoir Medium 2
Aplikasi Forecast Produksi Medium 3
SI Penyimpanan Data Drilling Y Y
SI Keuangan Medium 3
SI Keuangan Y Y
Aplikasi Pengolahan Reservoir Tinggi 3
Aplikasi Pengolahan Reservoir Y Y Aplikasi Pengolahan Logs
Tinggi 3
Aplikasi Pengolahan Logs Sumur
Y Y Aplikasi Pengolahan Seismik Tinggi 3
Sumur
SI Visualisasi 3D Y SI Penyimpanan Data Drilling Medium 3
SI Pengontrolan Pengeboran Y SI Kepegawaian Medium 3
SI Pengeboran 3D Y SI Procurement Medium 3
SI Visualisasi 3D Tinggi 4
SI Penyimpanan Data Seismic Y
SI Pengontrolan Pengeboran Tinggi 4
SI Penyimpanan Data Resevoir Y
SI Pengeboran 3D Tinggi 4
SI Penyimpanan Data Produksi Y SI Logistik Rendah -
SI Field Operation Y SI Legal Rendah -

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 23


ISSN 2085-4552
Dari Tabel 4, tampak bahwa sistem informasi yang Implementasi SI tahap 1:
direncanakan untuk diadakan lebih diprioritaskan
- Aplikasi Forecast Produksi
dibanding dengan sistem informasi yang sudah ada.
Dari sistem yang direncanakan, sistem dengan sifat - SI Keuangan
Strategic lebih didahulukan dibanding sistem bersifat - Aplikasi Pengolahan Reservoir
Support, walaupun biaya investasinya lebih besar. - Aplikasi Pengolahan Logs Sumur
Tahun
Prioritas lebih rendah diberikan kepada sistem III - SI Procurement
informasi yang sudah ada di perusahaan, walaupun
dalam model yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Implementasi SI tahap 2:
Sistem High Potensial diberi prioritas rendah karena - Aplikasi Pengolahan Seismik *)
biaya investasinya yang sangat tinggi, sementara 2 - SI Penyimpanan Data Drilling *)
aplikasi terbawah tidak diberi prioritas karena sistem
- SI Kepegawaian
tersebut sudah diterapkan di perusahaan dan dinilai
sudah cukup baik. Implementasi SI:
Jika terdapat sistem yang diberi prioritas yang Tahun - SI Visualisasi 3D
sama, maka sistem yang berkaitan dengan proses IV - SI Pengontrolan Pengeboran
bisnis teknikal akan lebih diutamakan dibandingkan
- SI Pengeboran 3D
sistem yang berkaitan dengan proses bisnis non-
teknikal. Hal ini bertujuan untuk lebih produktifitas
Kondisi Akan Datang
perusahaan yang didapat dengan meningkatkan
kemampuan teknikal perusahaan. *)
Disesuaikan : Disesuaikan dengan proses yang
menjadi fokus perusahaan
3. Penentuan Skala Prioritas
Dalam tahapan implementasi ini, juga dimasukkan
Dari dua bahasan sebelumnya tentang portfolio implementasi infrastruktur jaringan perusahaan baik
aplikasi dan skala prioritas, selanjutnya disusun itu di pusat maupun di lokasi operasional. Periode
rencana tahapan implementasi dari sistem informasi di setiap tahapan diasumsikan dalam rentang waktu 1
PT ABC. Perencanaan dalam bentuk tahapan-tahapan tahun.
ini bertujuan untuk lebih memperjelas implementasi Dalam 1 tahapan, implementasi sistem informasi
strategis TI/SI di perusahaan dan menutup gap antara dibagi menjadi 2 sub-tahapan untuk mempermudah
kondisi saat ini dan yang akan datang, sekali lagi proses-proses perencanaan. Dikhawatirkan jika tidak
dengan tetap menjaga keselarasan antara TI/SI dan dibuat menjadi sub-tahapan, proses perencanaan
bisnis perusahaan. menjadi sulit untuk diawasi karena rumitnya memulai
proses implementasi.
Tabel 5. Tahapan implementasi
Untuk implementasi sistem informasi yang
berhubungan dengan pengelolaan data-data seismic,
Kondisi Sekarang proses implementasi disesuaikan dengan fokus aktifitas
perusahaan. Bisa terjadi proses implementasi lebih
Implementasi jaringan: cepat dari yang direncanakan jika fokus perusahaan
berubah untuk mengeksplorasi area operasi yang baru.
- Di kantor pusat
Tahapan-tahapan implementasi bisa dilihat pada
- Di lokasi operasional Tabel 5.
Tahun I Impementasi SI:
C. Strategi Manajemen SI/TI
- SI Penyimpanan Data Produksi
Perencanaan implementasi TI/SI yang selaras
- SI Field Operation
dengan bisnis perusahaan harus didukung pula oleh
- SI Penyimpanan Data Logs perangkat organisasi yang kompatibel. Penyelarasan
Implementasi SI tahap 1: TI/SI dengan bisnis sampai menjadi tahapan
- SI Treasury implementasi selanjutnya dimasukkan ke dalam
struktur organisasi PT ABC. Inkompatibiltas yang
- SI Vendor
terjadi dengan struktur organisasi memungkinkan
Tahun II - SI Rekrutmen dilakukannya restrukturisasi untuk lebih memuluskan
Implementasi SI tahap 2: implementasi TI/SI di perusahaan.
- SI Penyimpanan Data Seismic *) 1. Restrukturisasi Organisasi
- SI Penyimpanan Data Resevoir
Dengan pemaparan alur proses yang singkat

24 ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013


ISSN 2085-4552
di atas, dapat dilihat bahwa PT ABC harus segera Di struktur organisasi, SBU TI dipimpin
menjalankan proses bisnis teknikal lainnya secara oleh seorang Manajer TI (atau Chief TI) yang
utuh. Proses bisnis geologi & geofisika dan drilling mengkoordinasikan segala proses yang berjalan di
harus berjalan sesuai dengan role-nya masing-masing. bawah pengawasannya. Adapun, beberapa bagian
Seiring dengan berjalannya semua proses bisnis (atau sub-SBU) yang berada di bawah SBU TI, yaitu
teknikal, sudah tentu akan menambah beban pekerjaan sistem analis, network administrator dan technical
diproses bisnis non-teknikal. Jumlah transaksi support.
keuangan, kontrak-kontrak jual beli, pembelian dan
penyimpanan barang-barang kebutuhan operasonal, VI. SIMPULAN
beserta kebutuhan perangkat computer dan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu
infrastruktur juga pastinya akan bertambah banyak.
PT ABC dalam memberikan gambaran jelas atas
Struktur organisasi PT ABC saat ini dibentuk
keadaan sistem informasi yang dimiliki perusahaan
untuk memberi pondasi awal bagi PT ABC dalam
tersebut serta memberikan rancangan strategi sistem
menjalankan operasionalnya. Dari sisi teknikal, SBU-
informasi yang akan digunakan pada perusahaan
SBU yang ada diperuntukkan untuk menangani proses
tersebut.
bisnis teknikal yang hanya menjadi fokus saat ini. Jika
Dari hasil analisa terlihat bahwa banyak aplikasi
semua proses bisnis teknikal berjalan, struktur seperti
yang harus dikembangkan untuk menutup kelemahan
itu akan menyebabkan setiap SBU akan kewalahan
yang dimiliki perusahaan sehingga implementasi
menangani proses-proses bisnis yang berbeda. Hal
dari masing-masing aplikasi harus dilakukan secara
tersebut tentunya menimbulkan inefektifitas dalam
bertahap.
setiap proses bisnis teknikal yang berjalan.
Tidak hanya dari sisi strategi dan teknologi,
Dari sisi non-teknikal, penempatan SBU TI, HR
diharapkan juga adanya perubahan struktur manajemen
Admin dan Legal di bawah Finance & Administration
di PT ABC. Salah satu hal utama adalah pemisahan
sangat tidak efektif. Secara fungsional, SBU TI
bisnis unit TI yang sebelumnya ada dibawah
mempunyai role untuk mengimplementasikan TI di
keuangan. Hal ini untuk memperluas tanggung jawab
perusahaan secara menyeluruh, dan bukan pada F&A
serta ruang gerak TI untuk mengimplimentasikan
saja. Demikian juga dengan semakin bertambahnya
aplikasi tersebut.
karyawan, tugas yang diembannya akan bersifat lintas
Saran yang diberikan untuk PT ABC untuk dapat
SBU. SBU Legal di bawah Support juga menjalankan
mengimplementasikan strategi TI\SI, adalah sebagai
tugas lintas SBU karena menangani segala urusan
berikut:
hukum yang terjadi di proses bisnis teknikal dan non-
Mempercepat proses penguatan peran bisnis unit
teknikal.Sehingga jika posisinya tetap dipertahankan
TI.
seperti sekarang, role-role ketiga SBU tadi menjadi
Melakukan sosialisasi dengan seluruh stakeholder
tidak berjalan dengan baik.
yang tentunya termasuk para karyawan dari PT
Pemisahan SBU TI membuka kesempatan
ABC.
perusahaan dalam mengeksploitasi penggunaan
Tentunya implementasi strategi sistem infotmasi
teknologi informasi secara meluas di dalam
yang baik harus didukung dengan dasar kerangka yang
lingkungan kerja organisasi. Otorisasi yang dimiliki
bagus, dimana PT ABC dapat menggunakan CobIT
manajer TI menjadi lebih besar dan tugasnya tidak
sebagai titik mula pengembangan sistem informasi
hanya terpaku kepada proses bisnis di bawah F&A
perusahaan mereka baik aplikasi ataupun jaringan.
saja. Selain dapat membantu memberikan masukan
dalam implementasi teknologi informasi yang efisien
pada proses bisnis teknikal, otorisasi yang besar ini Daftar Pustaka
mampu memberi keleluasaan bagi manajer TI dalam [1] Ward, John & Peppard, Joe (2002). Strategic Planning for
Infrmation Sistems. Wiley.
menerapkan perencanaan strategis TI/SI di PT ABC.
[2] Fine, Lawrence G. (2009). The SWOT Analysis: Using your
2. Peran SBU TI Strength to overcome Weaknesses, Using Opportunities to
overcome Threats. Kick IT LLC.
Dalam restrukturisasi organisasi, posisi SBU [3] Magretta, John (2011). Understanding Michael Porter:
The Essential Guide to Competition and Strategy. Harvard
Teknologi Informasi (TI) ditempatkan sejajar dengan Business Review.
posisi SBU yang menangani proses-proses bisnis [4] Kaplan, Robert S & Norton, David P (1996). The Balanced
utama (major), seperti HR Admin, Finance, dan Legal. Scorecard: Translating Strategy into Action. Strategies for
Pensejajaran ini dimaksud untuk memberi wewenang Information Technology Governance. Harvard Business
Review Press.
SBU TI untuk menangani segala hal yang berkaitan
[5] Levy, Margi & Powell, Phillip (2004). Strategies for Growth
dengan implementasi TI/SI di semua level SBU di in SMEs: The Role of Information and Information Sytems.
perusahaan. Butterworth-Heinemann.

ULTIMATICS, Vol. IV, No. 1 | Juni 2013 25