Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK

Perusahaan saat ini berkembang untuk saling bersaing dalam meningkatkan


keuntungan setinggi-tingginya, memperoleh hasil profit dengan pengelolaan
yang benar, menghasilkan dan menggunakan tenaga kerja yang profesional,
informasi yang cepat.Fokus utama selain untuk mendatangkan pelanggan
dengan cara penentuan harga yang dapat bersaing, demikian pula dengan
persediaan stok barang yang harus selalu lengkap. Dalam melakukan penjualan,
segala usaha yang berkaitan dengan produk dan stok barang akan sangat
berpengaruh terhadap konsumen atau customer yang akan kita cakup. Begitu
pula dengan semboyan sebanyak produk yang kita jual akan sangat membantu
pula terhadap penjualan dan daya tarik costumer
Kata Kunci: SCM (Supply Chain Management), Persediaan Stok, Management, PT
Carrefour.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemampuan dalam memenuhi permintaan konsumen dan pasar dengan waktu


tunggudan waktu pengiriman yang pendek merupakan tolak ukur untuk menilai
tingkat respon perusahaan terhadap permintaan konsumen. Supply Chain
Management memberikan suatualternatif strategi dalam memenangkan
persaingan global dengan berbasis competitive excellence yaitu fokus konsumen,
kualitas, dan agility yang didukung kompetensi perusahaan seperti keterlibatan
konsumen, manajemen persediaan, teknologi, pengembangan produk,
dantanggung jawab terhadap lingkungan.Teknologi informasi menjadi salah satu
pendorong bagi terciptanya integrasi rantai pasokan termasuk juga makin
kompleksnya permintaan konsumen, makin kompetitifnyakompetisi global dan
peningkatan keinginan perusahaan untuk menjadi perusahaan yanginovatif dan
mampu menjadi yang pertama dalam mengenalkan produk baru sesuai
kebutuhan pasar. Makalah ini membahas
Supply Chain Management sebagai suatu stratgi alternatif yang digunakan
Carrefour Indonesia dalam memenangkan persaingan pada pasar Indonesia

1.2 Ruang Lingkup


Ruang lingkup yang akan dibahas pada penulisan paper ini adalah
Profile perusahaan
Visi-Misi Carrefour
SCM Carrefour terdahulu
Penerapan SCM yang baru
Contoh Supplier/Pemasok produk
Manfaat penerapan SCM
Kelemahan SCM
Tantangan-tantangan penerapan SCM

1.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan
Untuk mengetahui kegunaaan SCM pada zaman global saat ini.
Untuk mengetahui penerapan SCM pada perusahaan Carrefour Indonesia.
Untuk mengetahui data dan informasi yang dikelolah secara ontime.
Menentukan tingkat outsourcing yang tepat
Mengelola pembelian / pengadaan suatu barang
Mengelola pemasok

Manfaat
Mendapatkan keuntungan dari SCM.
Memberikan pengetahuan SCM kepada orang awam.
Mengetahui pentingnya peranan SCM bagi perusahaan Carrefour dalam
meningkatkan kebutuhan pelanggan.

1.4 Metodologi Penulisan / Penelitian

Metodologi yang saya gunakan dalam penulisan laporan ini adalah dengan
pengumpulan data-data dan informasi yang diperoleh dalam artikel, buku, dan
website online. Sehingga terbuatlah makalah ini

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian SCM

James A. dan Mona J. Fitzsimmons, yang menyatakan bahwa supply chain


management adalah sebuah sistem pendekatan total untuk mengantarkan
produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi untuk
mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari mulai pemasok ke
pengecer, lalu mencapai tingkat berikutnya yang merupakan keunggulan
kompetitif yang tidak tersedia di sistem logistik tradisional.
Supply Chain Management menurut Chase, Aquilano, Jacobs adalah sistem untuk
menerapkan pendekatan secara total untuk mengelola seluruh aliran informasi,
bahan, dan jasa dari bahan baku melalui pabrik dan gudang ke konsumen akhir.
Menurut Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith (2004, p2), Supply chain
Management diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk
mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar
persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke
lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem
dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan.
Menurut Council of Logistic Management (Pujawan 2005, p7), Supply chain
Management adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi bisnis
tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk
mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai
persediaan.

2. 2 Tujuan SCM
Berdasarkan dari definisi-definisi diatas maka tujuan dari SCM antara lain adalah:
1) Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi yang
memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka memproduksi
produk yang diperlukan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga disimpan di
gudang dan pendistribusiannya ke sentral penjualan.
2) Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem
daritransportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan
barang jadi.
3) Untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat
untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan
atau kekurangan.
4) Untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan waktu yang
tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service kepada
customer.
5) Memaksimalkan nilai organisasi organisasi industry yang berdampak pada
kenaikan profit dan hubungan baik antar organisasi.

2.3 Komponen dasar SCM


a. Plan (Perencanaan)
Awal kesuksesan SCM adalah pada proses penentuan strategi SCM. Tujuan utama
dari proses perumusan strategi adalah agar tercapainya efisiensi dan efektivitas
biaya dan terjaminnya kualitas produk yang dihasilkan hingga sampai ke
konsumen.
b. Source (Sumber Barang)
Perusahaan harus memilih supplier bahan baku yang kredibel untuk mendukung
proses produksi yang akan dilakukan. Oleh sebab itu manejer SCM harus dapat
menetapkan harga, mengelola pengiriman dan pembayaran bahan baku, serta
menjaga dan meningkatkan hubungan bisnis terhadap supplier.
c. Make (Manufacturing)
Komponen ini adalah tahap manufacturing. Manejer SCM melakukan penyusunan
jadwal aktivitas yang dibutuhkan dalam proses produksi, uji coba
produk,pengemasan dan persiapan pengiriman produk. Tahap ini merupkan
tahap yang paling penting dalam SCM. Perusahaan juga harus mampu
melakukan pengukuran kualitas,output produksi, dan produktivitas pekerja.
d. Deliver (Pengiriman)
Perusahaan memenuhi order dari permintaan konsumen, mengelola jarigan
gudang penyimpanan, memilih distributor untuk menyerahkan produk ke
konsumen,dan mengatur sistem pembayaran.
e. Return (Pengembalian)
Perencana SCM harus membuat jaringan yang fleksibel dan responsif untuk
produk cacat dari konsumen dan membentuk layanan aduan konsumen yang
memilikimasalah dengan produk yang dikirimkan.Dengan demikian, hendaknya
perusahaan selalu membuat laporan performansibisnis mereka secara rutin.
Sehingga pimpinan perusahaan dapat mengetahui perubahanperforma bisnis
yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan awal dari SCM yang telahditetapkan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Profile Perusahaan


Aplikasi yang menerapkan CRM diklasifikasikan menjadi dua (Dyche, 2002),
yaitu:
Carrefour di Indonesia berdiri pada tahun 1996 dengan membuka gerai pertama
di Cempaka Putih pada bulan Oktober 1998. Pada saat yang sama, Continent,
sebagai perusahaanritel Perancis, membuka gerai pertamanya di Indonesia. Pada
tahun 1999, Carrefour danPromodes (sebagai pemegang saham utama dari
Continent) menggabungkan semua kegiatan usaha ritel di seluruh dunia dengan
nama Carrefour. Hal tersebut menjadikan Carrefour sebagai ritel terbesar kedua
di dunia.Sebagai bagian dari perusahaan global, Carrefour berusaha untuk
memberikan standar pelayanan kelas dunia dalam industri ritel Indonesia.
Carrefour Indonesia memperkenalkan konsep hypermarket dan menyediakan
alternatif belanja yang baru di Indonesia kepada pelanggannya. Carrefour
menawarkan konsep One-Stop Shopping yang menawarkan tempat pilihan
dengan produk yang beragam, harga murah, dan juga memberikan pelayanan
terbaik sehingga melebihi harapan pelanggan.Saat ini, Carrefour sudah
beroperasi di 83 gerai dan tersebar di 28 kabupaten diIndonesia. Sebagai salah
satu ritel terkemuka, Carrefour Indonesia berkomitmen untuk memberikan
pelayanan terbaik bagi pelanggan Carrefour di Indonesia. Carrefour sangat peduli
terhadap kebutuhan pelanggan dengan menawarkan lebih dari 40.000 produk,
sehingga pelanggan dapat memperoleh pilihan lengkap kebutuhan sehari-hari
yang berkualitas baik dengan harga diskon di dalam lingkungan belanja yang
nyaman. Carrefour Indonesia memilikisekitar 28,000 karyawan, baik karyawan
langsung maupun tidak langsung, seperti SPG,cleaning service, dll. Carrefour
Indonesia telah bermitra dengan sekitar 4,000 pemasok yanghampir 70% adalah
UKM (Usaha Kecil Menengah).Carrefour Indonesia juga telah memberikan
kontribusi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah di sektor
pertanian dengan membeli 95% produk dari pasar domestik,meningkatkan
kehidupan petani dengan menjaga hubungan jangka panjang dan
memperluasakses pasar di gerai Carrefour Indonesia, meningkatkan
perkembangan kualitas produk lokaldengan memperkenalkan metode pertanian
modern dan lebih aman, misalnya pengembangansecara aktif penggunaan
pupuk alami, dan menerapkan sistem kontrol pengelolaan air.

3.2 Visi dan Misi Carrefour

Visi PT. Carrefour Indonesia


Menjadi ritel nomor satu di Indonesia
Misi PT. Carrefour Indonesia
Menciptakan toserba dengan konsep tempat belanja keluarga;
Memberikan pilihan dan kualitas ke semua orang
Menciptakan harga yan diinginkan konsumen dan penyediaan lokasi yang
dekatd engan rumah
Membangun kerja sama yang baik dengan para pemasok yang berkualitas
Memberikan dukungan yang terbaik bagi karyawan untuk berkembang dan
mencapai potensi maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan
kepada pelanggan.

3.3 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

3.4 Supply Chain Management pertama PT Carrefour.


Carrefour sebenarnya telah menerapkan SCM sejak lama, yaitu ketika Carrefour
baru memiliki beberapa gerai. SCM yang diterapkan masih sangat sederhana.
Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai, dan
masih terfokus pada barang pangan siap saji. Sebagai contoh makanan siap saji
adalah hamburger, hot dog, pizza, kue dan roti, yang proses pengolahannya
dilakukan di setiap gerai Carrefour. Sedangkan pengiriman barang dilakukan
dengan mengirim barang langsung ke gerai Carrefour yang dilakukan oleh para
pemasok.
Berikut adalah kendala yang dihadapi Carrefour sebelum melakukan
implementasi SCM yang baru:
1. Sistem informasi tidak efektif dan efisien.
Tidak efektif: karena pengolahan data menjadi tidak akurat dan sulitnya
mengatur dan mengontrol aktivitas suplai, produksi, dan pengiriman di setiap
gerai yang ada.
Tidak efisien: karena kerugian akibat lost of sales, kerugian akibat kerusakan
barang, kerugian akibat besarnya biaya transportasi dsb; serta kerugian waktu
akibat sulitnya mengkoordinasi aktivitas di setiap gerai-nya.
2. Sulitnya dalam mendistribusikan barang ke setiap gerai Carrefour.
Sulitnya proses pendistribusian barang-barang dari pemasok ke gerai-gerai
Carrefour yang jumlahnya tidak sedikit. Biaya transportasi untuk distribusi tinggi
danmembutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Dan tidak menutup kemungkinan
terjadiketerlambatan dalam memasok barang, sehingga menyebabkan lost of
sales bagisupplier.
3. Adanya kendala komunikasi antar Carrefour dengan pemasok.
Terjadinya miscommunication dengan pemasok, terjadinya lag pada saat
pemesanan dan pengiriman, terjadinya kesalahan data, dsb.
4. Kurangnya loyalitas pemasok terhadap Carrefour.
Pemasok lebih mementingkan pelanggan lainnya. Baik pada saat melayani
permintaan,maupun kualitas produk yang diberikan.
5. Lost of sales.
Kendala terhadap ketersediaan stok barang bagi pelanggannya. Konsumen yang
seharusnya dapat membeli barang-barang yang mereka butuhkan, tetapi karena
waktu pemasukan barang dan kerusakan barang menbuat konsumen harus
kehilangan produk yang mereka inginkan

3.5 Supply Chain Management baru PT Carrefour.


Carrefour kemudian membeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai
pasokan dan sekaligus mampu menjalankan Warehouse Management System,
yakni InfoLog (InfologSolutions PVT Ltd.). Dengan InfoLog, semua proses dalam
rantai pasokan bisa diintegrasikan.
Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok.
Meskipun, belum semua pemasok terintegrasi. Saat ini Carrefour berfokus pada
efisiensi yang bias diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa
keberadaan produk berkualitasdengan harga yang kompetitif.
Software infolog ini menangani beberapa proses bisnis dalam supply chain
management Carrefour yaitu meliputi :

a.Inbound Logistics
Inbound logistics merupakan aktivitas penerimaan dan penggudangan barang.
Kegiatan ini meliputi:
Advanced Shipping Notification (ASN),
Reservasi Lokasi,,
Put Away.

b.Perencanaan dan pengadaan persediaan


Carrefour menetapkan tingkat persediaan untuk menjalankan operasional
hariannya.
Tetapi karena Carrefour menggunakan sistem cross dock yang bersifat just in
time sehingga persedian yang ada menjadi sangat sedikit dikarenakan fungsi
utama gudang untuk meredistribusi produk. Definisi tingkat persediaan ini
terbagi dalam tiga tingkatan yaitu:
-Tingkat persediaan minimum
-Tingkat persediaan maksimum
-Tingkat reorder Carrefour memiliki dua Distribution Center, sehingga terdapat
kemungkinan terjadinya stock transfer
Sistem yang digunakan dalam mengontrol proses distribusi dari para pemasok
adalah system Central Order Pool (COP). Sistem ini berfungsi untuk melakukan
proses pesanan secara otomatis dan terpusat berdasarkan jumlah persediaan
produk di gerai.

c. Operasi Gudang
Kegiatan operasi gudang meliputi:
-Mendefinisikan tipe gudang,
-Manajemen ruang berdasarkan kapasitas dan volume,
-Cycle count dan stock adjustment

d.Outbond Logistics Aktivitas outbound logistic smeliputi:


-Penangkapan pesanan pembeli, distribusi, dan penjualan
-Pembuatan daftar angkut berdasarkan aturan angkut dan konfirmasi angkut
-Konfirmasi pemuatan dan pengiriman
-pembuatan invoice dan packs

e. Laporan
Laporan yang dibuat untuk keperluan manajemen dan teknis terdiri atas laporan
sebagai berikut:
Resep dan pengiriman
Buku besar dan laporan persediaan
Daftar angkut dan daftar kemas
Invoice
-Laporan saran lokasi penyimpanan
-Laporan saran persediaan SKU
-Laporan cycle count
-Laporan Fullfillment
-Lokasi kosong
-Kartu stok
Supply Chain Management yang dibangun Carrefour berdasarkan perhitungan
tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak gerai.
Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-
time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center), yang disebut Cross Dock .
Distribution center adalah pusat penerimaan barang dari seluruh supplier
Carrefour. Supplier tidak lagi harus mengantar barang ke masing-masing gerai,
namun cukup mengirimkannya kedistribution center , yang kemudian akan
dikirimkan ke masing-masing gerai yang dimiliki Carrefour sesuai dengan jumlah
yang dibutuhkan.
Tujuannya adalah untuk mengefisienkan waktu sehingga tidak memerlukan
adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke
Distribution Center Carrefour di Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang
tersebut akan didistribusikan ke gerai-gerai. Sehingga metode Cross Dock
memungkinkan proses yang lebih transparan dan cepat dalam mendistribusikan
produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) digudang.
Supply Chain Management yang dikembangkan Carrefour tidak hanya
berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula
aliran informasi.
Untuk kebutuhan dalam proses aliran order, pihak Carrefour mengembangkan
Central Order Pool (COP), dimana proses pengorderan dilakukan secara otomatis
dan terpusat berdasarkan jumlah stok digerai. Untuk melakukan pemesanan
barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data
Interchange (EDI). Pemasok dapat menerima order melalui Web. Tidak dapat
dipungkiri ada beberapa pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan
sistem Enterprise Resourch Planning yang mereka miliki. Selanjutnya, mereka
menyampaikan(submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke
Distribution Center Carrefour.
Kunci utama dari proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai
dan pusatdistribusi Carrefour. Untuk itu pihak Carrefour menerapkan proses cycle
count (penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari).Dengan begitu,
akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola
puluhan ribu jenis produk.

3.6 Contoh Pemasok Carrefour indonesia


CV Mulyatama
CV Mulyatama adalah pemasok private label untuk tempat CD, tempat tisu di
mobil,dan sebagainya. CV Mulyatama bergabung menjadi pemasok Carrefour
sejak Februari2008. Menurut mereka rantai pasokan baru yang dijalankan
Carrefour sangat bagus dan memiliki keunggulan yaitu sangat efisien dari segi
waktu dan tenaga kerja.
Unilever
Unilever Indonesia, salah satu supplier besar yang menjadi pemasok Carrefour
sejak 1998 (ketika peritel asal Prancis ini baru membuka gerainya di Cempaka
Putih), jugamerupakan pemasok pertama yang ikut serta dalam pengiriman
terpusat (centralizeddelivery) sejak pertama kali Carrefour menerapkan sistem
rantai pasokan baru.Dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai
pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi
cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever
ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.Sistem pengiriman
terpusat ini merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever denganCarrefour.
Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini
menghasilkan

3.7 Manfaat Penerapan SCM di Carrefour


Hasil data stok yang lebih akurat.Beberapa manfaat keakuratan data yang
dapat dirasakan oleh Carrefour:
Mengetahui jumlah stok barang yang ada di Distribution Center maupun
disetiap gerai;
Ketersediaan produk di gerai lebih terjamin.
Mengantisipasi terjadinya keterlambatan pengiriman barang maupun out of
stock dari pemasok
Memenuhi permintaan pelanggan pada saat yang dibutuhkan
Terjadinya efisiensi biaya.Mengurangi biaya penyimpanan, biaya transportasi,
markdown cost (penurunan harga produk yang tidak laku dijual dengan harga
normal), dan stock out cost.
Mengurangi inventori barang.
Mengurangi stok barang yang berlebihan, karena sudah memperkirakan barang
mana yang laku dipasar dan yang tidak, dan berapa banyak jumlah barang yang
dipesan.Sehingga tidak terjadi penumpukan barang di gudang maupun di gerai.
Menjamin kelancaran arus barang.
Barang dikirim ke setiap gerai dari Distribution Center tanpa adanya proses
penyimpanan digudang. Dan dikirim sesuai dengan jumlah yang kebutuhkan
setiapgerai. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinyalost of sales
Menjamin mutu.
Kualitas dan mutu lebih terjamin, karena barang langsung dari pemasok dan
didistribusikan langsung ke gerai-gerai, tanpa adanya pengendapan barang di
gudang.

3.8 Kelemahan Penerapan Supply Chain Management yang Baru

Memerlukan biaya maintenance yang besar;


Memerlukan tenaga ahli di bidang IT untuk implementasi, maintenance, dan
pelatihan
Kurangnya partisipasi pemasok dalam distribusi.
Tingkat partisipasi pemasok untuk bergabung dengan sistem distribusi masih
kurang.Padahal, service level para pemasok masih di bawah ekspektasi
Carrefour. Saat ini,rata-rata pemasok yang mengantar langsung ke gerai
Carrefour memiliki service level50%. Misalnya, kalau pihak Carrefour memesan
100 unit, mereka hanya mampu memasok 50 unit.

3.9 Tantangan Penerapan Supply Chain Management yang Baru:

Tantangan pada saat Penerapan SCM


a)Merekrut tenaga ahli dibidang teknik informasi dan manajemen perusahaan
b)Penyesuaian software InfoLog.
c)Membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi;
d)Pelatihan manajemen perusahaan mengenai sistem yang baru.
e)Tantangan pada saat Penerapan SCM Terjadi-nya data lag, karena pemesanan
suplai ke pemasok berbasis online, maka tidak menutup kemungkinan
adanyadata lag,
penyebabnya dapat karena kerusakan alatkomunikasi sampai koneksi internet.

BAB
PENUTUP

Kesimpulan
Penerapan Sistem Manajemen Rantai ( Supply Chain Management ) dengan
memanfaatkan teknolofi informasi dan koneksi internet dapat mengoptimalkan
proses bisnis dari segi pengeluaran biaya dan mengoptimalkan pendapatan
Karena disini UKM tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk mendistribusikan
produk ke setiap tempat atau toko yang berbeda, dan dengan penerapan SCM ini
sangat membantu pegawai carrefour, pemasok sampai konsumen.

Saran
Saran yang saya berikan :
1. Penggunaan Teknologi Informasi dalam penerapan Supply Chain
Management pada suatu perusahaan sangat diperlukan untuk membantu
perusahaan tersebut meningkatkan proses bisnisnya.

2. Menjalin hubungan yang lebih baik dengan para supplier sehingga jika
terjadi masalah.

3. Terus mengembangkan SCM dengan teknologi yang canggih, sehingga tidak


akan kalah dengan pesaing pesaingnya

DAFTAR PUSTAKA

Managing the Supply Chain Definitive Guide for the Business Professional by
Simchi-Levi, David, Kaminsky, Philip (Jan 2, 0003)

Managing the Supply Chain : The Definitive Guide for the Business Professional
by David Simchi-Levi, Philip Kaminsky and Edith Simchi-Levi (Dec 29, 2003)

Dyche, Jill. 2012. The SCM Handbook. Addison-Wesley, USA.

OBrien, James.A. 2005. Introduction To Information System : Essential for The e


Business Enterprise, 11th edition. McGraw Hill, New York.

Service Management: Operations, Strategy, and Information Technology by James


A. Fitzsimmons and Mona J. Fitzsimmons (Mar 2004)

Widjayano, Budianto Yasmana. Tunggal. 2007, Konsep Dasar Supply Chain


Management (SCM)., Jakarta.

Operations and Supply Management by Jacobs / Chase / Aquilano (2009)

Pujawan, I Nyoman. (2005). Supply Chain Management. Edisi Pertama. Guna


Widya,
Surabaya.

Lembito, Hoetomo. (2006). Produktivitas & Efisiensi dengan Supply Chain


Management. PPM.
Jakarta.

Indrajit, Eko dan Richardus Djokopranoto. (2002). Konsep Manajemen Supply


Chain. PT
Grasindo. Jakarta.

Chopra, Sunil dan Peter Meindl. (2004). Supply Chain Management: Strategy,
Planning, and Operations. Second Edition. Prentice Hall Inc., Upper Saddle River,
New Jersey.