Anda di halaman 1dari 12

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI OPERASIONAL

SERTIFIKAT (OPS 2009) PENGARUHNYA TERHADAP


KINERJA KARYAWAN (Operator)
PT. SUCOFINDO (Persero) CABANG BANDUNG

Novrini Hasti & Muhammad Ibnu Hamdani


Dosen Jurusan Manajemen Informatika
Universitas Komputer Indonesia

ABSTRAK

Penerapan Sistem Informasi Operasional Sertifikat (OPS 2009) pada


bagian Operasional Sertifikat PT. Sucofindo Cabang Bandung dimaksudkan
untuk memudahkan pekerjaan karyawan dan lebih mengefisiensikan waktu para
karyawan (operator). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : sistem
informasi OPS 2009 yang sedang berjalan, tanggapan karyawan atas
implementasi sistem informasi OPS 2009, kinerja karyawan (operator) bagian
Operasional Sertifikat setelah menggunakan sistem informasi OPS 2009, dan
menguji pengaruh Sistem Informasi OPS 2009 terhadap kinerja karyawan
(operator).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan
verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui implemetasi sistem
dan kinerja karyawan, sedangkan metode verifikatif digunakan untuk
mengetahui pengaruh antara sistem informasi dan kinerja karyawan.
Selanjutnya untuk mengetahui sistem informasi OPS 2009 yang sedangan
berjalan menggunakan pendekatan terstruktur. Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 30 orang sekaligus dijadikan sebagai sampel, dengan demikian
disebut sampling jenuh. Metode dalam pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya untuk
analisis data menggunakan uji korelasi rank Pearson, dengan menggunakan
bantuan program SPSS 12.0 for Windows.
Hasil penelitian menyatakan bahwa implementasi sistem informasi OPS
2009 dalam kategori Sangat baik dan kinerja karyawan (operator) juga dalam
kategori Sangat baik. Sistem informasi OPS 2009 berpengaruh positif terhadap
kinerja karyawan (operator) PT. Sucofindo Cabang Bandung, dibuktikan
dengan hasil perhitungan t-hitung 15,173 > t-tabel 2,042, dengan tingkat
pengaruh 66,10% sedangkan sisanya 33,90% dipengaruhi oleh faktor lain yang
tidak diteliti.

Kata Kunci : Sistem Informasi, Sistem Informasi Operasional Sertifikat (OPS


2009), dan Kinerja Karyawan.
I. Pendahuluan Sistem Informasi dengan
menggunakan pengolahan dalam
PT. Superintending Company of bidang jasa inspeksi yang dilengkapi
Indonesia atau lebih dikenal dengan berbagai teknologi pendukung lain
sebutan PT. SUCOFINDO (Persero) akan dapat membantu proses
Cabang Bandung, merupakan pengelolaan Sertifikat dengan hasil
Perusahaan yang memberikan jasa informasi yang berkualitas.
inspeksi, supervisi pengkajian dan
pengujian dalam bidang : Agriculture 1.1. Identifikasi Masalah
sector, Customer dan Industrial
Product Sector,Financial and Identifikasi masalah dalam
Investment Sector,Oil and Gas penelitian ini adalah :
Sector. Saat ini PT. SUCOFINDO 1. Lambatnya Proses pengelolaan
(Persero) Cabang Bandung Sertifikat terkait dengan aspek
mengalami kerugian disebabkan legal (perijinan) dan umumnya
banyaknya Perusahaan yang tertuang dalam dokumen dinas
bergerak dalam bidang yang sama, tertulis.
yang memberikan harga lebih 2. Lalu lintas dokumen, surat-
walaupun kualitasnya kurang surat, nota, atau memo dinas
dibandingkan dengan Sucofindo antar personal atau unit dapat
yang berpegang pada azas ketelitian berkembang menjadi sangat
dan independence, sifat yang tidak besar sehingga mengeluarkan
memihak atau netral serta bekerja biaya yang juga semakin besar.
bardasarkan fakta yang aktual. 3. Kerumitan dari pengisisan form,
Berdasarkan kasus tersebut membuat operator menjadi
Sucofindo yang memiliki suatu kurang teliti.
sistem informasi beragam dan
memiliki peranan yang sangat 1.2. Rumusan masalah
penting dengan nilai nominal yang
sangat besar pengaruhnya terhadap Adapun rumusan masalah
kelangsungan usaha Perusahaan, dalam peneliitian ini adalah sebagai
maka konsekuensinya Pengelolaan berikut :
Sertifikat yang masih dilakukan 1. Bagaimana sistem informasi
secara manual sangat menghambat Proses Operasional Sertifikat
jalannya kerja bagian operasional yang berjalan hingga penerbitan
sertifikat dalam melakukan proses Sertifikat Sucofindo.
proses yang berhubungan dengan 2. Bagaimana tanggapan operator
proses pengelolaan Sertifikat. ( Karyawan ) komputer terhadap
Aplikasi teknologi informasi implementasi aplikasi Sistem
yang digunakan mengacu pada Informasi Operasional Sertifikat
prinsip pengelolaan dokumen yang PT. Sucofindo.
umum, menghasilkan produk, serta 3. Bagaimana kinerja operator (
sistem informasi dijalankan sebagai Karyawan ) komputer pada
solusi dalam pengelolaan Sertifikat. program pengolahan data
Operasional Sertifikat PT. data dalam Operasional
Sucofindo. sertifikat.
4. Bagaimana tingkat keberhasilan 4. Untuk mengetahui sebesar apa
maupun pemecahan masalah pengaruh atau hubungan Sistem
dalam menggunakan sistem Informasi Operasional Sertifikat
informasi Operasional sertifikat. terhadap kinerja Karyawan PT.
5. Berapa besar pengaruh sistem Sucofindo
informasi tersebut terhadap 5. Untuk mengetahui tingkat
kinerja Karyawan PT. keberhasilan dalam
Sucofindo. implementasi Sistem informasi
Operasional Sertifikat PT.
1.2. Maksud Penelitian Sucofindo.

Maksud penelitian ini adalah II. Kajian Pustaka


untuk memperoleh data tentang
software aplikasi Operasional Menurut Martin M & Seymour
Sertifikat dan kinerja Karyawan pada Lipschutz (1990:1) pengolahan data
bagian operasional sertifikat PT. adalah manipulasi data agar menjadi
SUCOFINDO (Persero) Cabang bentuk yang lebih berguna. Dalam
Bandung, serta menguji pengaruh hal ini data yang dimaksud adalah
keterkaitan Sistem informasi data analisis terhadap jasa yang telah
perangkat lunak Operasional ditentukan konsumen yang didapat
Sertifikat terhadap kinerja dari survei lapangan.
Karyawan. Tujuan dari sistem pengolahan
data adalah untuk menyelesaikan
1.3. Tujuan Penelitian suatu masalah tertentu, yaitu dengan
cara mengolah data yang ada dengan
Adapun tujuan dari penelitian menggunakan suatu program yang
yang ingin dicapai penulis dalam ditulis oleh pemogram komputer.
penelitian ini adalah: Pemograman yang ditulis oleh
1. Untuk mengetahui Bagaimana pemogram komputer untuk
sistem informasi Operasional memecahkan suatu masalah tertentu
Sertifikat yang berjalan pada disebut dengan perangkat lunak
PT. SUCOFINDO (Persero) aplikasi (application software).
Cabang Bandung saat ini. Hariningsih (2005:19), menyatakan
2. Untuk mengetahui seberapa bahwa perangkat lunak aplikasi
besar tanggapan Operator (application software) yaitu program
(Karyawan) terhadap yang ditulis dan diterjemahkan oleh
implementasi Sistem Informasi language software untuk
Operasional sertifikat di menyelesaikan suatu pekerjaan
perusahaan. tertentu.
3. Untuk mengetahui seberapa Menurut pendapat Aji
besar kinerja bagian pengolah Supriyanto dalam bukunya
Pengantar Teknologi Informasi
(2005:117), software application masukkan menjadi keluaran, baik
adalah : dalam berupa barang maupun jasa
Sebuah software program yang dimana semua bagian organisasi
memiliki aktivitas pemrosesan yang berperan serta.
diperlukan untuk melaksanakan Kualitas perangkat lunak dapat
permintaan pengguna dengan tujuan dilihat dari sudut pandang proses
tertentu. pengembangan perangkat lunak
Pengguna yang dimaksud dalam (process) dan hasil produk yang
skripsi ini adalah operator komputer. dihasilkan (product). Dan penilaian
Operator ( Karyawan ) memiliki ini tentu berorientasi akhir ke
andil yang kuat dalam penggunaan bagaimana suatu perangkat lunak
perangkat lunak tersebut. Dinyatakan dapat dikembangkan sesuai dengan
oleh Aji Supriyanto bahwa untuk yang diharapkan oleh pengguna.
mendukung operasi perangkat lunak Dari sudut pandang produk,
aplikasi salah satu pengguna pengukuran dapat dilakukan dengan
komputer yaitu operator memiliki cara sebagai berikut:
tugas untuk mengoperasikan atau
menjalankan komputer sesuai Tabel 1
dengan sistem yang telah dirancang. Faktor dan Kriteria Kualitas Perangkat
Lunak (Software)
Menurut Jay Heizer dan Barry Faktor Kriteria
Render (2001:2), setelah dialih Ketepatan Kelengkapan,
bahasakan mengemukakan (correctness) konsistensi,
pengertian tentang manajemen traceability
Operasional adalah: Keandalan Akurasi, toleransi
(reliability) kesalahan,
serangkaian kegiatan yang konsistensi,
membuat barang dan jasa melalui kesederhaan
perubahan dari masukkan menjadi Efisiensi (efficiency) Efisiensi eksekusi,
keluaran, dimana kegiatan tersebut efisiensi storage
terjadi disemua sector Organisasi. Integritas (integrity) Kontrol akses, akses
audit
Menurut Lee J. Krajewski dan Kegunaan (usability) Komunikasi,
Larry P. Ritzman (2002:6): pengoperasian,
The term operations training
management refers to the direction Perbaikan Konsistensi, singkat,
and control of the processes that (maintainability) sederhana, teratur,
selfdocumentation
transform inputs into products and Sumber : McCall dalam Imam Yuadi
services.
Dari dua defenisi diatas, maka Kinerja merupakan suatu
dapat dibuat suatu kesimpulan kondisi yang harus diketahui dan
mengenai Operasional processing dikonfirmasikan kepada pihak
system atau biasa juga disebut tertentu ( dalam hal ini adalah
dengan manajemen operasional supervisor atau kepala bagian
adalah serangkaian kegiatan dengan pengolahan data statistik lapangan
kepemimpinan dan pengendalian pada PT. SUCOFINDO ) untuk
terhadap proses proses mengubah
mengetahui tingkat pencapaian hasil 4. Kreativitas, keaslian gagasan
suatu perusahaan dihubungkan gagasan yang dimunculkan dan
dengan visi yang diemban suatu tindakan-tindakan untuk
organisasi atau perusahaan serta menyelesaikan persoalan
mengetahui dampak positif dan persoalan yang timbul.
negatif dari suatu kebijakan 5. Kerjasama, kesediaan untuk
operasional. bekerjasama dengan orang lain
Istilah kinerja berasal dari kata atau sesama anggota organisasi
Job Performance atau Actual 6. Kemandirian, kesadaran untuk
Performance ( Prestasi kerja atau dapat dipercaya dalam hal
prestasi sesungguhnya yang dicapai kehadiran dan penyelesaian
oleh seseorang ). kerja.
Faustino Cardoso Gomes, (2003 7. Inisiatif, semangat untuk
: 142) juga mengemukakan faktor melaksanakan tugas tugas
faktor yang mempengaruhi kinerja baru dan dalam memperbesar
individu yaitu: tanggung jawabnya.
1. Kuantitas Kerja, jumlah kerja 8. Kualitas Personal, menyangkut
yang dilakukan dalam suatu kepribadian, kepemimpinan,
periode yang ditentukan. keramah tamahan dan integritas
2. Kualitas Kerja, kualitas kerja pribadi.
yang dicapai berdasarkan syarat Dengan demikian jelas bahwa
syarat kesesuaian dan perangkat lunak pengolahan yang
kesiapanya digunakan sebuah perusahaan
3. Pengetahuan Kerja, luasnya mempengaruhi kinerja operator
pengetahuan mengenai komputer (Karyawan) dalam
pekerjaan dan keterampilanya. proses pengolahan data penerbitan
sertifikat yang dikerjakan.

Kualitas Perangkat lunak Kinerja Operator (Variabel Y)


(Variabel X) Kuantitas Kerja
Correctness Kualitas Kerja
Reliability Pengetahuan Kerja
Efficiency Kreativitas
Integrity Kerjasama
Usability Kemandirian
Maintanability Inisiatif
Mc Call (Imam Yuadi, 2006:1) Kualitas Personal
Faustino Cardoso Gomes
(2003:142)
Gambar 1
Paradigma Penelitian

III. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam


penelitian ini adalah metode
deskriptif dan metode verifikatif.
3.1. Operasionalisasi Variabel
Tabel 2
Operasionalisasi Variabel

Variabel Indikator Ukuran Skala No


Item
Kualitas Perangkat Corectness 1. Tingkat penyelesaian tugas yang Ordinal 1, 2,
Lunak (X) dapat diselesaikan dengan
menggunakan Aplikasi OPS09
kesesuaian yang 2. Tingkat spesifikasi kelengkapan
diharapkan pada sistem aplikasi yang digunakan.
semua software yang Reliability 1. Tingkat kehandalan apabila terjadi Ordinal 3,4,
dibangun dalam hal kesalahan
fungsi software yang 2. Tingkat kehandalan dalam
diutamakan dan unjuk memunculkan pesan error.
kerja software, standar Efficiency 1. Tingkat keefisienan dalam Ordinal 5,6,
pembangunan software eksekusi
yang terdokumentasi 2. Tingkat keefisienan dalam
dan karakteristik yang penyimpanan
ditunjukkan oleh Integrity 1. Tingkat kemudahan dalam akses Ordinal 7,8,
software control
2. Tingkat kemudahan dalam akses
audit
Mc Call Usability 1. Tingkat kemudahan penggunaan Ordinal 9,10,
(Imam Yuadi, 2006:1) aplikasi
2. Tingkat kemudahan dalam akses
SI
Maintanability 1. Tingkat kemudahan dalam Ordinal 11,12,1
pemeliharaan 3,
2. Tingkat kemudahan dalam
pengelolaan
3. Tingkat kesederhanaaan Aplikasi
Kinerja Operator Kuantitas 1. Tingkat kesesuaian jumlah Ordinal 14,15,
Komputer (Y) Kerja pekerjaan yg diselesaikan
2. Tingkat kesesuaian jumlah target
Performansi adalah penyelesaian pekerjaan
catatan yang dihasilkan Kualitas Kerja 1. Tingkat kesesuaian kualitas Ordinal 16,17,
dari fungsi suatu pekerjaan yang berhasil
pekerjaan tertentu atau diselesaikan
kegiatan selama 2. Tingkat standarisasi kualitas kerja
periode waktu tertentu. terhadap aplikasi yang digunakan
Pengetahuan 1. Tingkat kejelasan pengetahuan Ordinal 18,19,
(Faustino Cardoso Kerja 2. Tingkat keterampilan
Gomes, 2003 : 142)
Kreativitas 1. Tingkat kemampuan Ordinal 20,21,
mengembangkan gagasan baru
2. Tingkat kemampuan untuk belajar
Kerjasama 1. Tingkat kemampuan dalam Ordinal 22,
bekerjasama

Kemandirian 1. Tingkat kesadaran untuk mengikuti Ordinal 23,24,


petunjuk
2. Tingkat kemampuan disiplin
pekerjaan.
Inisiatif 1. Tingkat semangat kerja Ordinal 25,26,
2. Tingkat kesungguhan dalam bekerja
Kualitas 1. Tingkat kepribadian operator Ordinal 27,28,
Personal 2. Tingkat integritas pribadi

Sumber : Data Primer, Peneliti.


1.2. Metode Penarikan Sampel dengan sebenar benarnya, sehingga
hasilnya akan akurat.
1. Populasi 2. Sampel
Populasi dalam penelitian ini Pada penelitian ini teknik
adalah seluruh karyawan (Operator) penarikan sampel yang digunakan
bagian Operasional sertifikat PT. adalah total sampling atau sensus,
SUCOFINDO Cabang Bandung. dikarenakan jumlah Operator yang
Kesemua Operator ini akan bekerja PT. SUCOFINDO Cabang
mendapatkan kuesioner dengan Bandung relatif sedikit, yaitu
beberapa pertanyaan, dengan berjumlah sebanyak 30 orang.
harapan kuesioner tersebut diisi

IV. HASIL PENELITIAN

4.1. Variabel Sistem Informasi OPS 2009 (X)


Tabel 3. Deskripsi Hasil Pengolahan Data Untuk Variabel Sistem Informasi OPS 2009

Kategori
Presentase S.I
No. Indikator Penilaian S.I
OPS 2009
OPS 2009
1 Corectness
1. Tingkat penyelesaian tugas yang dapat
diselesaikan dengan menggunakan Aplikasi
84.10% Sangat Baik
OPS09
2. Tingkat spesifikasi kelengkapan sistem
aplikasi yang digunakan
2 Reliability
1. Tingkat kehandalan apabila terjadi
kesalahan 91.50% Sangat baik
2. Tingkat kehandalan dalam memunculkan
pesan error
3 Efficiency
1. Tingkat keefisienan dalam eksekusi 85.75% Sangat baik
2. Tingkat keefisienan dalam penyimpanan
4 Integrity
1. Tingkat kemudahan dalam akses control 88.10% Sangat baik
2. Tingkat kemudahan dalam akses audit
5 Usability
1. Tingkat kemudahan penggunaan aplikasi 83% Baik
2. Tingkat kemudahan dalam akses SI
6 Maintainancebility
1. Tingkat kemudahan dalam pemeliharaan
85.17% Sangat baik
2. Tingkat kemudahan dalam pengelolaan
3. Tingkat kesederhanaaan Aplikasi
Rata-rata 86.27% Sangat baik
Sumber : Data diolah dari hasil kuesioner 2009

Hasil skoring pada tabel 3 di berada dalam kategori sangat baik,


atas, menunjukan bahwa Sistem dengan 5 indikator dalam kategori
Informasi OPS 2009 Bagian sangat baik, kecuali indikator
Operasional Sertifikat, secara total ussability dalam kategori baik.
4.2. Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Tabel 4. Deskripsi Hasil Pengolahan Data Untuk Variabel Kinerja Karyawan


Kategori
Presentase
Penilaian
No. Indikator Kinerja
Kinerja
Karyawan
Karyawan
Kuantitas kerja
1. Tingkat kesesuaian jumlah pekerjaan yg
1 diselesaikan 83.75% Baik
2. Tingkat kesesuaian jumlah target penyelesaian
pekerjaan
2 Kualitas kerja
1. Tingkat kesesuaian kualitas pekerjaan yang berhasil
diselesaikan 85.75% Sangat baik
2. Tingkat standarisasi kualitas kerja terhadap aplikasi
yang digunakan
3 Pengetahuan kerja
1. Tingkat kejelasan pengetahuan 84% Baik
2. Tingkat keterampilan
4 Kreativitas
1. Tingkat kemampuan mengembangkan gagasan
87.25% Sangat baik
baru
2. Tingkat kemampuan untuk belajar
5 Kerjasama
87% Sangat baik
1. Tingkat kemampuan dalam bekerjasama
6 Kemandirian
1. Tingkat kesadaran untuk mengikuti petunjuk 84.20% Sangat baik
2. Tingkat kemampuan disiplin pekerjaan.
7 Inisiatif
1. Tingkat semangat kerja 82.50% Baik
2. Tingkat kesungguhan dalam bekerja
8 Kualitas Personal
1. Tingkat kepribadian operator 84.50% Sangat baik
2. Tingkat integritas pribadi
Rata-rata 84.87% Sangat baik
Sumber : Data diolah dari hasil kuesioner 2009

Hasil skoring pada tabel 5 di Koefisien Determinasi (kd).


atas, menunjukan bahwa Kinerja Selanjutnya presentase semua
karyawan (operator) pada PT. variabel bebas atas nilai variabel
SUCOFINDO Cabang Bandung, terkait ditunjukkan oleh besarnya
secara total berada dalam kategori koefisien determinasi (kd).
sangat baik, tetapi ada tiga indikator Dari hasil perhitungan diperoleh
dengan kategori baik, yaitu indikator koefisien determinasi (kd) sebesar
kuantitas kerja, pengetahuan kerja 66,10%. Angka tersebut berarti
dan inisiatif. bahwa sebesar 66,10% kinerja
karyawan dipengaruhi oleh Sistem
1.3. Analisis Determinasi Informasi OPS 2009. Sedangkan
sisanya sebesar 33,90% dipengaruhi
Untuk mengetahui sejauh mana oleh faktor lain .
pengaruh antara kedua variabel yang
diteliti maka dihitung melalui
1.4. Uji Hipotesis (t) kinerja karyawan (operator) yaitu
sebesar 0,813 nilai tersebut
Uji hipotesis digunakan untuk menunjukkan pengaruh yang Sangat
mengetahui apakah penelitian yang Kuat, jadi dapat disimpulkan bahwa
dilakukan akan menolak atau sistem informasi OPerasional
menerima hipotesis. Untuk Processing System/Operasional
mengetahui ditolak atau diterima, Sertifikat ( OPS 2009) berpengaruh
dinyatakan melalui kriteria sesuai terhadap kinerja karyawan
dengan yang di kemukakan oleh (operator) hal ini didukung oleh
Husein Umar (2000:317) yaitu : Modul Sistem Operasional
1. Jika t-tabel > t-hitung Processing System PT.
Maka H0 ada pada daerah SUCOFINDO Cabang Bandung
penerimaan, berarti bahwa H1 Yaitu penerapan sistem
tidak diterima atau sistem dimaksudkan untuk membantu para
informasi OPS 2009 tidak karyawan (operator) dalam
berpengaruh terhadap kinerja menyelesaikan pekerjaan,
karyawan (operator) bagian meningkatkan kualitas kerja,
Operasional Sertifikat PT. kuantitas kerja dan kreativitas kerja,
SUCOFINDO Cabang Bandung. efisiensi waktu, dan output yang
2. Jika t-tabel < t-hitung dihasilkan.
Maka H0 ada pada dearah
penolakan, berarti H1 diterima V. Kesimpulan
atau sistem informasi OPS 2009
berpengaruh terhadap kinerja Berdasarkan penelitian dan
karyawan (operator) bagian pembahasan, dapat ditarik suatu
Operasional sertifikat PT. kesimpulan sebagai berikut :
SUCOFINDO Cabang Bandung. 1. Sistem Operasional Processing
System/Operasional Sertifikat (
Data yang diketahui adalah OPS 2009) yang sedang
sebagai berikut : Jumlah (n) = 30, berjalan pada bagian
dan = 0,05. Berdasarkan operasional sertifikat di PT.
perhitungan diperoleh t-tabel < t- Sucofindo Cabang Bandung
hitung atau 2,042 < 15,173 sehingga sudah Sangat baik dan sesuai
dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan kebutuhan para
hipotesis H0 ditolak atau dengan kata karyawan (Operator) bagian
lain sistem informasi OPS 2009 Operasional Sertifikat.
cukup berpengaruh terhadap kinerja 2. Implemetasi Sistem Informasi
karyawan (operator) bagian Operasional Processing
Operasional Sertifikat PT. System/Operasional Sertifikat
SUCOFINDO Cabang Bandung. (OPS 2009) yang digunakan
Dengan nilai koefisien korelasi karyawan (Operator) bagian
antara sistem informasi Operasional Operasional Sertifikat PT.
Processing System/Operasional Sucofindo Cabang Bandung,
sertifikat ( OPS 2009) terhadap yang diambil dari 6 indikator
yaitu : Correctness sebesar Cabang Bandung dan Cabang
84,10% (Sangat baik), lainnya.
Reliability sebesar 91,50% 4. Sistem Informasi Operasional
(Sangat baik), Efficiency sebesar Processing System/Operasional
85,75% (Sangat baik), Integrity Sertifikat (OPS 2009)
sebesar 88,10% (Sangat baik), berpengaruh positif dan sangat
Usability sebesar 83% (Baik) signifikan terhadap kinerja
dan Maintanability sebesar karyawan (Operator) bagian
85,17% (Sangat baik). termasuk Operasional Sertifikat PT.
dalam kategori Sangat baik Sucofindo Cabang Bandung,
dengan skor sebesar 86,27%. dibuktikan dengan hasil
Dengan demikian Sistem perhitungan t-hitung 15,173 > t-
Informasi Operasional tabel 2,042. Hasil penelitian ini
Perocessing sesuai dengan modul penerapan
System/Operasional Sertifikat Aplikasi OPS 2009.
(OPS 2009) telah memenuhi 5. Dari perhitungan korelasi
kualitas dan kuantitas sebagai pengaruh antara dua variabel X
sebuah sistem. dan Y di dapat pengaruh yang
3. Kinerja karyawan (Operator) sangat kuat dengan nilai
bagian Operasional Sertifikat koefesien pengaruh hubungan
PT. Sucofindo Cabang Bandung sebesar 0,813.
yang diambil dari 8 indikator
yaitu : Kuantitas kerja sebesar VI. DAFTAR PUSTAKA
83,75% (Baik), Kualitas kerja
sebesar 85,75% (Sangat baik), Al-Bahra bin Ladjamudin. 2005.
Pengetahuan kerja sebesar 84% Analisis dan Desain Sistem
(Baik), Kreativitas sebesar Informasi. Graha Ilmu,
87,25% (Sangat baik), Yogyakarta.
Kerjasama sebesar 87% (Sangat Ambar Teguh Sulistyawati dan
baik), Kemandirian sebesar rosida. 2003. Manajemen
84,20% (Sangat baik), Inisiatif SDM. Graha Ilmu.
sebesar 82,50% (Baik), dan Yogyakarta.
Kualitas personal sebesar Andi Kristanto. 2002. Sistem
84,50% (Sangat baik) termasuk informasi. Andi.
dalam kategori Sangat baik Yogyakarta
dengan skor sebesar 84,87%. Faustino Cardoso Gomes. 2003.
Hasil ini sangat positif Manajemen Sumber Daya
mengingat kualitas kerja Manusia Andi. Yogyakarta
karyawan (operator) sangat Husein Umar. 2004. Metodologi
menentukan jalannya penelitian untuk skripsi dan
operasional sertifikat seperti tesis bisnis. Alfabeta.
sistem informasi yang yang Bandung.
dipakai oleh PT. Sucofindo
Jogiyanto. 2003. Sistem informasi
manajemen. Andi.
Yogyakarta
Jonathan Sarwono. 2003. Panduan
cepat dan Mudah SPSS14.
ANDI. Bandung. Karya
Ilmiah (Skripsi/TA) Untuk
Manajemen Informatika.
Bandung.
Pressman, Roger S. .2005. Rekayasa
Perangkat Lunak :
Pendekatan Praktisi Jilid
Dua. Andi Offset.
Yogyakarta.
Sedarmayanti. 2007. Manajemen
SDM cetakan 1. PT. Refika Aditama,
Bandung
Sugiyono. 2003. Statistik Non
Parametris Untuk Penelitian.
Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian
Bisnis. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2009. Metode penelitian
Pendidikan. Alfabeta. Bandung.
Umi Narimawati. 2008. Materi
Pelatihan Metodologi Penelitian dan
Penulisan
Veithzal Rivai. 2004. Manajemen
SDM untuk perusahaan.
Murai Kencana. Jakarta.