Anda di halaman 1dari 8

A.

PENGERTIAN KEKERINGAN
Kekeringan merupakan salah satu bencana yang sulit dicegah, Secara umum pengertian
kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah dari kebutuhan air untuk kebutuhan
hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Terjadinya kekeringan di suatu daerah
bisa menjadi kendala dalam peningkatan produksi pangan di daerah tersebut. Di Indonesia
pada setiap musim kemarau hampir selalu terjadi kekeringan pada tanaman pangan dengan
intensitas dan luas daerah yang berbeda tiap tahunnya.

B. PENYEBAB KEKERINGAN
Kekeringan di Indonesia merupakan persoalan yang memiliki dampak yang cukup signifikan
utamanya dalam bidang pertanian. Kekeringan yang terjadi terlalu lama bisa berdampak pada
turunnya produksi tanaman dan merugikan petani. Selain itu, produksi pertanian yang rendah
akan berakibat pada menurunnya kondisi pangan nasional bangsa dan menyebabkan
stabilisasi perekonomian mudah goyah. Hal lain yang bisa terjadi jika kekeringan terjadi
terlalu lama adalah terganggunya sistem hidrolisis lingkungan dan manusia akan kekurangan
air untuk dikonsumsi. Hal ini tentu sangat krusial sebab air merupakan salah satu unsur
kehidupan yang mutlak tersedia untuk keberlangsungan hidup.
>> klik disini untuk melihat "Makalah tentang pencemaran air"

Mencermati dampak yang disebutkan di atas, sudah saatnya kita memandang kekeringan di
Indonesia khususnya tidak terjadi semata-mata karena faktor alamiah saja. Memang bisa
dipahami bahwa Indonesia terletak di wilayah geografis dimana Indonesia terletak diantara
dua benua juga dua samudera. Sementara itu Indonesia pun terletak di sepanjang garis
khatulistiwa. Semua fakta geografis ini membuat wilayah Indonesia rentan terhadap gejala
kekeringan sebab iklim yang berlaku di wilayah tropis memang iklim monsoon yang
diketahui sangat sensitive terhadap perubahan ENSO atau El-Nino Southern Oscilation.
ENSO inilah yang menjadi penyebab utama kekeringan yang muncul apabila suhu di
permukaan laut pasifik equator tepatnya di bagian tengah sampai bagian timur mengalami
peningkatan suhu.

Meski demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa anomaly ENSO tidak menjadi penyebab
satu-satunya atas gejala kekeringan di Indonesia. Kekeringan umumnya diperparah penyebab
lainnya diantaranya :

Terjadinya pergeseran daerah aliran sungai atau DAS utamanya di wilayah


hulu. Hal ini membuat lahan beralih fungsi, dari vegetasi menjadi non-vegetasi.
Sedangkan efek dari perubahan ini adalah sistem resapan air di atas yang menjadi
kacau dan akhirnya menyebabkan kekeringan.
Terjadinya kerusakan hidrologis wilayah hulu sehingga waduk dan juga
saluran irigasi diisi oleh sendimen. Hal ini kemudian menjadikan kapasitas dan daya
tampung menjadi drop. Cadangan air yang kurang akan memicu kekeringan parah
saat musim kemarau tiba.
Penyebab kekeringan di Indonesia lainnya adalah persoalan agronomis atau
dikenal juga dengan nama kekeringan agronomis. Hal ini diakibatkan pola tanam
petani di Indonesia yang memaksakan penanaman padi pada musim kemarau dan
mengakibatkan cadangan air semakin tidak mencukupi.

C. TANDA-TANDA KEKERINGAN
Ada gejala dan tanda-tanda akan terjadi kekeringan pada suatu wilayah, dan biasanya BMG
bisa memprediksi bencana kekeringan. Gejala dan tanda-tanda bencana kekeringan antara
lain sebagai berikut:

Kekeringan berkaitan dengan menurunnya tingkat curah hujan dibawah


normal dalam satu musim.
Tahap kekeringan, adalah terjadinya kekurangan pasokan air permukaan dan
air tanah. Kekeringan ini diukur berdasarkan ketinggian muka air sungai, waduk,
danau dan ketinggian muka air tanah.
Kekeringan pada lahan pertanian ditandai dengan kekurangan lengas tanah
(kandungan air dalam tanah). Sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman
tertentu. Akibatnya tanaman menjadi rusak atau mengering.

D. AKIBAT KEKERINGAN
Dampak atau akibat terjadinya kekeringan antara lain:

Produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati


sehingga merugikan petani.
Karena produksi rendah secara riil mengalami kerugian material maupun
finansial yang besar dan bila terjadi secara luas, akan mengancam ketahanan pangan
nasional.
Menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya
kekurangan air pada musim kemarau.

E. PENANGGULANGAN KEKERINGAN
1. PENANGGULANGAN SEBELUM BENCANA KEKERINGAN
Usaha yang dilakukan untuk mencegah kekeringan antara lain:

Memanfaatkan sumber air yang ada secara lebih efisien dan efektif.
Memprioritaskan pemanfaatan sumber air yang masih tersedia sebagai air
baku untuk air bersih.
Menanam pohon dan perdu sebanyak-banyaknya pada setiap jengkal lahan
yang ada di lingkungan tinggal kita.
Membuat waduk (embung) disesuaikan dengan keadaan lingkungan
Memperbanyak resapan air dengan tidak menutup semua permukaan dengan
plester semen atau ubin keramik.
Kampanye hemat air, gerakan hemat air, perlindungan sumber air.
Memelihara sumber-sumber air.
2. PENANGGULANGAN PADA SAAT BENCANA KEKERINGAN
Tip saat menghadapi musim kemarau/kering antara lain:
Usaha yang dilakukan untuk mencegah kekeringan antara lain:
Hindari mengunakan air terlalu banyak saat mandi.
Hindari membiarkan air kran di wastafel hidup saat menggosok gigi, cuci
muka atau mencukur.
Tempatkan ember di kamar mandi untuk menangkap kelebihan air saat mandi,
dan air tersebut digunakan menyiram tanaman.
Hindari pembilasan pada toilet yang tidak perlu.
Mengoperasikan mesin pencuci piring otomatis hanya saat piring kotor penuh
dalam mesin.
Hindari membilas piring sebelum menempatkannya dalam mesin cuci piring,
cukup menghilangkan kotoran/ partikel besar makanan. (Sebagian besar mesin
pencuci piring dapat membersihkan piring kotor dengan sangat baik, sehingga
piring tidak harus dibilas sebelum dicuci).
Hindari menggunakan air kran untuk mencairkan daging atau makanan beku
lainnya, gunakan defrost di kulkas atau menggunakan pengaturan defrost pada
oven microwave.
Mengoperasikan mesin pakaian otomatis hanya saat pakain kotor penuh atau
mengatur tingkat air untuk ukuran beban pakaian.
Selalu mencari pencuci mobil komersial yang mendaur ulang air.
Jika mencuci mobil sendiri, gunakanlah nozzle shut-off yang dapat
disesuaikan.
Hindari penyiraman rumput dan tanaman secara berlebihan.
Periksa sistem sprinkler dan menyesuaikan penyiraman sehingga hanya
rumput dan tanam yang disiram bukan rumah, trotoar, atau jalan.

3. PENANGGULANGAN SETELAH BENCANA KEKERINGAN


Kekeringan di Indonesia biasanya terjadi di wilayah pertanian tadah hujan, wilayah irigasi
golongan, wilayah gardu liar dan juga titik endemic kekeringan. Ada beberapa hal yang bisa
dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi kekeringan di Indonesia, antara lain:

Memperbaharui paradigma petani terkait kebiasaan memaksakan penanaman padi di


musim kemarau.
Membangun atau merehabilitasi jaringan sistem irigasi
Membangung serta memelihara wilayah konservasi lahan juga wilayah resapan air.
Mengaplikasikan juga memperhatikan lebih cermat peta rawa yang mengalami
kekeringan.
Menciptakan kalender tanam.
Pemerintah menyediakan informasi perubahan iklim yang lebih akurat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kekeringan adalah merupakan salah satu bencana yang sulit dicegah dan datang berulang.
Secara umum pengertian kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah dari
kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan

SARAN
Makalah ini merupakan resume dari berbagai sumber, untuk lebih mendalami isi makalah
dapat dibaca dalam website rujukan yang tercantum dalam daftar pustaka. Selanjutnya,
penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca apabila
terdapat kesalahan dalam penulisan ataupun kekeliruan dalam penyusunan makalah ini.
Untuk itu, saran dan kritikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah
ini. Akhir kata, semoga makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita terutama
mengenai Lingkungan Kekeringan.

PENGERTIAN KEKERINGAN
Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang terjadisecara perlahan (slo
w onset
disaster), berlangsung lama sampai hujantiba, berdampak sangat luas, dan bersifat lintas s
ektor (ekonomi,sosial, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain).

Kekeringan adalah merupakan salah satu bencana yang sulit dicegahdan datang berul
ang. Secara umum pengertian kekeringan adalahketersediaan air
yang jauh di bawah dari kebutuhan air untukkebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonom
i dan lingkungan.Terjadinya kekeringan di suatu daerah bisa menjadi kendala dalampenin
gkatan produksi pangan di daerah tersebut. Di
Indonesia padasetiap musim kemarau hampir selalu terjadi kekeringan pada tanamanpang
an dengan intensitas dan luas daerah yang berbeda tiaptahunnya.

FAKTOR PENYEBAB KEKERINGAN


1. Lapisan Tanah Tipis
Dengan lapisan tanah yang tipis,
air hujan yangterkandung dalam tanah tidak akan bertahan lama.
Halini dapat terjadi karena air akan lebih cepat mengalamipenguapan oleh panas matahari
.
2. Air Tanah Dalam
Air hujan yang jatuh pada saat musim penghujan, akanmeresap jauh kedalam lappisan
bawah tanah, selainhanya mampu menyimpan air tanah juga tidak mampumenyimpan air
dengan jangka waktu yang lebih lama.
3. Tekstur Tanah Kasar
Tekstur tanah yang kasar, tidak mampu menyimpan airdengan jangka waktu yang
lama. Karena air hujan yangturun akan langsung mengalir kedalam, karena tanahtidak ma
m[pu menahan laju air.
4. Iklim
Dlam hal ini iklim berkaitan langsung dengan bencanakekeringan. Keadaan alam yan
g tidak menentu akanberpengaruh terhadap kondisi iklim yang terjadi.Sehingga mengakib
atkan perubahan musim.
5. Vegetasi
Vegetasi juga memppunyai andil terhadap terjadinyakekeringan. Jenis vegetasi terten
tu seperti ketelapohon yang menyerap air tanah dengan intensitas yanglebih banyak, tentu
nya akan menguras kandungan airdalam tanah.

DAMPAK/AKIBAT KEKERINGAN
Akibat Alamiah

a. Kekeringan Meteorologis; berkaitan dengan tingkat curah hujan dibawah Normal dalam
satu musim. Pengukuran kekeringanmeteorologis merupakan indikasi pertama adanya ke
keringan.

b. Kekeringan Hidrologis; berkaitan dengan kekurangan pasokan airpermukaan dan air ta


nah. Kekeringan ini diukur berdasarkanelevasi muka air sungai, waduk, danau, dan elevas
i muka air tanah.Terdapat tenggang waktu mulai berkurangnya hujan sampaimenurunnya
elevasi muka air sungai, waduk, danau, dan elevasimuka air tanah. Kekeringan hidrologis
bukan merupakan indikasiawal adanya kekeringan.

c. Kekeringan Pertanian; berhubungan dengan kekurangan lengastanah (kandungan air dal


am tanah), sehingga tidak mampumemenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode wa
ktutertentu pada wilayah yang luas. Kekeringan pertanian ini terjadisetelah gejala kekerin
gan meteorologi.

d. Kekeringan Sosial Ekonomi; berkaitan dengan kekeringan yangmemberi dampak terha


dap kehidupan sosial ekonomi, seperti:rusaknya tanaman, peternakan, perikanan, berkura
ngnya tenagalistrik dari tenaga air, terganggunya kelancaran transportasi air,dan menurun
nya pasokan air baku untuk industri domestik danperkotaan.
e. Kekeringan Hidrotopografi; berkaitan dengan perubahan tinggimuka air sungai antara
musim hujan dan musim kering dantopografi lahan.
Akibat Ulah Manusia

Kekeringan tidak taat aturan terjadi karena:


Kebutuhan air lebih besar daripada pasokan yang direncanakan akibat ketidaktaatan pengguna terhadap pola tanam
atau pola penggunaan air.
Kerusakan kawasan tangkapan air dan sumber-sumber air akibat perbuatan manusia.
.Berdasarkan klasifikasi kekeringan tersebut, maka prioritas penanggulangan bencana kekeringan disesuaikan
dengan kemampuan masing-masing daerah. Khusus untuk kekeringan yang disebabkan oleh ketidaktaatan para
pengguna air dan pengelola prasarana air, diperlukan komitmen dari semua pihak untuk melaksanakan kesepakatan
yang sudah ditetapkan. Kepada masyarakat perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif, sehingga memahami dan
melaksanakan pola pengguna air sesuai peraturan/ketetapan.
SOLUSI KEKERINGAN

Solusi yang bisa diberikan adalah pemda membuatkan sumur borditiap desa yang mengal
ami kekeringan tiap tahunnya. Apakahbisa? Jawabnya pasti bisa, tergantung sikap para pe
mimpinnyaada niatan membantu apa tidak. Alasan klasik yang selaludilontarkan adalah T
IDAK ADA DANA.
Biaya pembuatan sumur bor sebenarnya murah sekali, jika dilihatmanfaatnya. Contohnya
didaerah saya, membuat sumur bordiameter 4 inchi kedalaman 50
meter, sudah ada pompa air yang ditanam di dasar sumur,
air siap mengalir tanpa sumberlistrik dan tampungan air , terima bersih Rp.
10.000.000,.misalkan lengkap bisa Rp. 15.000.000 (+ Bak dan Listrik)
Biaya di atas adalah biaya pribadi, bukan nilai proyek, tanpatender, tanpa potongan sana-
sini, tanpa ada yang dikorupsi.Tanpa gambar, tanpa biaya materai, tanpa proposal, tanpa i
niitu.
Tetapi jika sumur bantuan pemerintah dengan kedalaman70 m,nilai proyeknya Rp.
90 juta.
Kalau pemerintah ada niatan membantu, permudahlah prosesbantuan, dengan mengucurka
n dana ke masyarakat secaralangsung, biarkan masyarakat yanag menangani, jikakekuran
gan dana sedkit masyarakat yang mengusahakankekurangannya, dengan arahan, bimbinga
n, dan pengawasan daridinas terkait. Tidak menutup kemungkinan masyarakat yangdisera
hi proyek terdapat oknum yang ingin berbuat curangjuga.
Dengan model semacam ini diharapkan masyarakat terbantu, danapemerintah juga dapat t
erserap dengan baik, korupsi oknumPegawai pemda bisa ditekan.
Semoga artikel yang saya post bermanfaat

Kekeringan. Sahabat yang ditakuti.


Kekeringan hampir setiap tahun terjadi di Indonesia. Padahal Indonesia merupakannegara
yang seharusnya kaya akanair . Meskipun tiap tahun tidak sama, namun curah hujan
diIndonesia masih tergolong tinggi.Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan curah
hujan tertinggi. Sedangkan daerah dengancurah hujan terendah adalah Palu, Sulawesi
Tengah. Sayangnya dari total curah hujan itu hanyasebagian saja yang tersimpan di dalam
tanah menjadi air tanah. Sisanya menjadi air limpasan permukaan yang mengakibatkan
bencana banjir dan menyisakan kekeringan yang menjadisahabat yang selalu datang bagi
Indonesia.Kekeringan dapat diartikan sebagai keadaan kekurangan pasokan air pada suatu
daerahdalam masa yang berkepanjangan beberapa bulan hingga bertahun!tahun".
Kekeringan terjadikarena musim kemarau yang panjang sehingga mengakibatkan
cadangan air tanah habis baik secara alami ataupun penggunaan oleh manusia.
Kekeringan di Indonesia merupakan persoalanyang memiliki dampak yang cukup
signi#ikan utamanya dalam bidang pertanian. Kekeringanyang terjadi terlalu l ama bisa
berdampak pada turunnya produksi tanaman dan merugikan petani.Selain itu, produksi
pertanian yang rendah akan berakibat pada menurunnya kondisi pangannasional bangsa
dan menyebabkan stabilisasi perkeonomian mudah goyah. $al lain yang bisaterjadi j ika
kekeringan terjadi terlalu lama adalah terganggunya sistem hidrolisis lingkungan
danmanusia akan kekurangan air untuk dikonsumsi. $al ini tentu sangat krusial sebab air
merupakansalah satuunsur kehidupan yang mutlak tersedia untuk keberlangsungan hidup.

kita akui, tahun &'(& ini, kekeringan telah terjadi di berbagai daerah diIndonesia.
Sedikitnya sebagian sawah di sejumlah daerah di Indonesia mengalami kekeringan.)elum
lagi berita tentang daerah!daerah yang telah kesulitan air hanya sekedar untuk
kebutuhandasar minum, mandi, cuci" masyarakat dengan mudahnya kita dapatkan di
berbagai media.)encana kekeringan memang dipengaruhi oleh berbagai penyebab seperti
iklim yangmenyebabkan musim kemarau panjang serta tekstur tanah dan topogra#i.
*amun bukan berartimanusia tidak ikut berpengaruh dan membuat perubahan. +aktor
egetasi dan daerah tangkapanair, tata kelola air, dan keari#an dalam meman#aatkan air
pun menjadi #aktor penentu yangmempengaruhi ketersediaan air.Potensi curah hujan
yang tinggi seharusnya menjadi modal berharga dalamketahanan air dan mencegah
bencana kekeringan di Indonesia. *yatanya hanya sebagian dari total air hujanyang
mampu disimpan oleh tanah menjadi air tanah. Sisanya menjadi air limpasan
permukaanyang mendatangkan bencana banjir setiap musim penghujan. -iliran ketika
musim kemarau tiba,cadangan air yang tidak seberapa itupun segera habis dan
mendatangkan bencana kekeringan.Jelaslah bahwa bencana kekeringan yang rutin
menimpa Indonesia setiap tahunnya lebih karenaketidakmampuan kita dalam mengelola
air. Saat musim penghujan kita abai dalam menyimpanair hujan sehingga kita tidak
memiliki tabungan air yang kemudian dapat diman#aatkan saatmusim kemarau tiba.
nehnya, setiap tahun kita selalu mengabaikannya.