Anda di halaman 1dari 1

Nama : Ni Luh Made Riswari Satya Dewi Bahasa :

NPM : 1433121262 Materi :


Nilai :
Konsep Dasar Akuntansi
A. Berbagai konsep dasar
Adapun seperangkat konsep dasar yang dikemukakan oleh Panton dan Littleton. Seperangkat konsep dasar ini yaitu
entitas bisnis atau kesatuan usaha, kontinuitas kegiatan/usaha, penghargaan sepakat, kos melekat, upaya capaian/hasil,
bukti terverifikasi dan objektif, asumsi.
B. Pengertian dan implikasi
1. Entitas bisnis atau kesatuan usaha
Perusahaan dianggap sebagai suatu kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri, bertindak atas
namanya sendiri, dan kedudukannya terpisah dari pemilik atau pihak lain yang menanamkan dana. Implikasinya
adalah hubungan perusahaan dan pemilik perlu adanya pertanggungjelasan, ekuitas bermakna sebagai utang
perusahaan kepada pemilik, pendapatan menambah ekuitas, biaya mengurangi ekuitas, sistem berpasangan dalam
pencatatan dan pelaporan, persamaan akuntansi bukan persamaan aljabar, dan statemen keuangan berartikulasi.
2. Kontinuitas kegiatan/usaha
Kalau tidak ada tanda, gejala, atau rencana pasti di masa datang bahwa kesatuan usaha akan dibubarkan maka
akuntansi menganggap bahwa kesatuan usaha akan berlangsung terus sampai waktu tidak terbatas. Implikasinya
adalah laba periodik menjadi informasi penting dalam menilai daya melaba, statemen laba-rugi periodik harus
disajikan secara komparatif, untung/rugi luar biasa harus masuk dalam statemen laba-rugi, neraca merupakan sarana
untuk menunjukkan sisa potensi jasa yang masih dimiliki/dikuasai kesatuan usaha untuk menghasilkan pendapatan.
3. Penghargaan sepakat
Penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau kegiatan pertukaran merupakan bahan olah dasar
akuntansi yang paling objektif terutama dalam mengukur sumber ekonomik yang masuk dan sumber ekonomik yang
keluar. Implikasinya adalah pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak yang independen dan setara dalam
hal kemampuan dan kehendak, satuan mata uang stabil, kos merupakan pengukur bukan elemen statemen keuangan,
biaya tidak tepat sebagai padan kata cost, kos merepresentasi besarnya jasa di balik angka kos, kos merupakan
pengukur semua elemen statemen keuangan yang berbasis kos historis.
4. Kos melekat
Kos melekat pada objek yang direpresentasinya sehingga kos bersifat mudah bergerak dan dapat dipecah-pecah atau
digabung-gabungkan kembali mengikuti objek yang didekati. Implikasinya adalah aliran fisis operasi direpresentasi
dalam aliran kos, penggabungan kos tidak memperhitungkan tambahan utilitas objek yang diikuti, manfaat baru
diakui setelah ada kesepakatan pihak independen, produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan
dengan produk, perioda menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk.
5. Upaya capaian/hasil
Biaya merupakan upaya dalam rangka memperoleh hasil berupa pendapatan. Implikasinya adalah perlunya basis
asosiasi untuk penentuan laba yang bermakna, produk merupakan penakar untuk mengasosiasi pendapatan dan biaya
ideal, laba akuntansi merupakan residual hasil penandingan, hanya kos aktual yang ditandingkan, dianutnya asas
akrual, depresiasi merupakan bagian dari upaya, serta penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka panjang.
6. Bukti terverifikasi dan objektif
Bahwa informasi keuangan akan mempunyai tingkat kebermanfaatan dan tingkat keterandalan yang cukup tinggi
apabila terjadinya data keuangan didukung oleh bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya. Implikasinya
adalah menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan, tingkat keobjektifan bukti harus dilihat dalam perspektif
jangka panjang, serta keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam akuntansi bersifat relatif bukannya mutlak.
7. Asumsi
Asumsi merupakan penjelasan bahwa keenam dasar sebelumnya didasarkan atas asumsi tertentu dengan segala
keterbatasannya. Implikasinya adalah harapan atau pengalaman umum menjadi landasan konsep kontinuitas usaha,
perioda satu tahun diasumsi tidak terlalu pendek atau panjang, kos sebagai pengukur dilandasi asumsi bahwa orang
bertindak rasional, unit moneter digunakan sebagai pengukur didasarkan pada asumsi bahwa mata uang stabil dan
penekanan pada penentuan laba didasarkan pada asumsi bahwa tujuan umum perusahaan adalah mencari laba.
C. Cost sebagai bahan olahan akuntansi
Penghargaan sepakatan yang menjadi bahan olah akuntansi didasarkan atas asumsi bahwa kos faktor produksi yang
diperoleh perusahaan menunjukkan nilai wajar pada saat terjadinya. Asumsi dibalik penalaran tersebut adalah bahwa
para pelaku ekonomi bertindak rasional, suatu asumsi yang tidak selalu benar dalam setiap keadaan. Acapkali terjadi
bahwa pihak-pihak yang melakukan transaksi tidak bertindak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar yang berlaku.
D. Sudut pandang akuntansi
1. Dari sudut pandang pemakai, akuntansi dipandang sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang
diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.
2. Dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dipandang sebagai suatu proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.