Anda di halaman 1dari 15

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Piutang

Oleh Hendra Poerwanto

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran piutang, antra lain
volume barang yang dijual secara kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian
potongan, pembatasan kredit, dan kebijakan penagihan piutang. Berikut ini dijelaskan mengenai
faktor yang mempengaruhi anggaran piutang tersebut.

Volume Barang Yang Dijual Secara Kredit

Volume barang yang dijual secara kredit lebih besar daripada tunai dapat semakin memperbesar
anggaran dalam piutang usaha dan sebaliknya. Contoh : sebulan dijual barang Rp 100.000
dengan syarat 10% dibayar tunai dan 90% dilakukan secara kredit. Dengan demikian, piutang
usaha yang tertanam 90% x Rp 100.000 = Rp 90.000

Volume barang yang dijual secara kredit lebih kecil daripada tunai dapat memperkecil anggaran
dalam piutang usaha. Contoh : sebulan dijual baran Rp 100.000 dengan syarat 90% dibayar
tunai dan 10% dilakukan secara kredit. Dengan demikian, piutang usaha tertanam 10% x Rp
100.000 = Rp 10.000. kesimpulannya, semakin besar piutang usaha yang tertanam semakin besar
risiko dalam piutang.

Standar Kredit

Penentuan standar kredit menentukan besar kecilnya piutang usaha yang tertanam. Semakin
longgar standar kredit yang diberikan maka semakin besar pula piutang yang tertananm dan
semakin besar resiko kerugian piutang. Standar kredit yang longgar dan ekstrem misalnya tidak
perlu jaminan kredit termasuk jaminan kredit atas barang yang dibeli, semua orang boleh
diberikan fasilitas kredit, tanpa batas umur, dan tanpa mmpertimbangkan apakah calon debitor
berpengalaman atau tidak dalam bekerja. Dengan kata lain, analisis 5C dan 3S diabaikan.

Sebaliknya, semakin ketat standar kredit yang diberikan maka semakin kecil piutang yang
dianggarkan dan semakin kecil risiko kerugian piutang. Standar kredit yang ketat dan ekstrem
artinya calon debitor diseleksi secara ketat.

Jangka Waktu Kredit

Jangka waktu kredit mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha yang tertanam. Semakin
panjang jangka waktu kredit maka semakin besar piutang usaha yang tertanam, dan sebaliknya.
Jangka waktu kredit yang panjang dapat meningkatkan volume barang atau jasa yang dijual, di
samping juga mengakibatkan piutang usaha semakin besar.

Pemberian Potongan

Pemberian potongan harga juga dapat mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang.
Pemberian potongan yang besar akan memperkecil piutang usaha yang tertanam. Sebaliknya,
pemberian potongan yang kecil memperbesar piutang yang tertanam
Contoh :
Barang yang dijual Rp 100.000
Pembelian tunai dengan potongan 10% Rp 10.000
Uang yang harus dibayar pembeli Rp 90.000
Dengan demikian, penjualan secara tunai tidak mengakibatkan timbulnya piutang, sedangkan
pembelian secara kredit (tanpa potongan) mengakibatkan piutang usaha sebesar Rp 100.000

Pembatasan Kredit

Pemabatasan kredit yang dimaksudkan di sini adalah pembatasan kredit dalam arti kuantitatif,
yaitu berkenaan dengan batas (jumlah) kredit maksimal yang akan dberikan. Pembatasan kredit
juga dapat mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha. Semakin tinggi batasan (plafon) kredit
maka semakin besar piutang usaha yang tertanam dan semakin rendah batasan kredit maka
semakin kecil piutang yang tertanam.

Kebijakan Penagihan Piutang

Kebijakan penagihan piutang mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha yang tertanam.
Perusahaan dapat menjalankan kebijakan penagihan piutang secara aktif ataupun pasif.
Kebijakan penagihan piutang secara aktif dapat memperkecil piutang usaha yang tertanam,
sebaliknya kebijakan penagihan piutang secara pasifdapat memperbesar piutang usaha yang
tertanam. Kebijakan penagihan piutang secara aktif memerlukan biaya (beban) yang besar
dibandingkan kebijakan penagihan secara pasif. Biaya yang dikeluarkan dalam kebijakan
penagihan piutang secara aktif meliputi biaya perjalanan, biaya telepon, biaya surat menyurat,
biaya administrasi piutang, dan lain-lain
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/anggaran-piutang/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi-piutang

Senin, 21 Januari 2013


Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit

Rifal Andriana

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Depok

Email: Vallrival@gmail.com

ABSTRAK
Seiring berjalannya waktu tingkat pertumbuhan penduduk terus mengalami pelonjakan. Hal ini juga
sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi pribadi. Yaitu bahwa kebutuhan akan mobil
dan motor akan meningkat. Disatu sisi hal ini akan mengakibatkan persaingan harga dikalangan
produsen motor tetapi persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlah
pendapatan konsumen, alias daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya pembelian
secara kredit. banyak badan usaha dari pihak swasta yang menawarkan kredit motor.

Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan
masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor atau barang elektronik yang mereka inginkan.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah

Bisnis produk sepeda motor saat ini menunjukkan suatu fenomena yang cukup menarik. Pada
saat ekonomi terpuruk, industri sepeda motor justru tumbuh dengan pesat. Data penjualan dari para
produsen yang tergabung dalam AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) menunjukkan bahwa
pada tahun 2004 angka penjualan sepeda motor mencapai 3,9 juta unit. Satu tahun kemudian,
meskipun pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 125% pada tanggal 1oktober, penjualan sepeda
motor masih mampu mencapai angka 5,07 juta unit. Hal ini berarti bahwa penjualan sepeda motor
masih tumbuh 30% dari tahun sebelumnya. Faktor lain yang menunjang terhadap perkembangan bisnis
sepeda motor di Indonesia adalah semakin banyaknya lembaga lembaga keuangan non bank yang
menawarkan sejumlah kemudahan bagi konsumen untuk memiliki sepeda motor Sampai akhir tahun
2000 tercatat 60% pembelian sepeda motor yang dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kredit yang
ditawarkan oleh lembaga-lembaga pembiayaan. Data tahun 2003 menunjukkan bahwa pada tahun
tersebut, lembaga-lembaga pembiayaan mengucurkan dana sekitar Rp. 21, 18 triliun untuk pembelian
sepeda motor, sedangkan total penjualan sepeda motor pada saat itu mencapai Rp. 35,3 triliun. Kondisi
inilah yang menyebabkan populasi sepeda motor di jalan-jalan di Indonesia terus meningkat. Jika pada
awal krisis populasi sepeda motor baru mencapai 12,6 juta, namun pada tahun 2004 sudah mencapai
28,96 juta.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli
sebuah sepeda motor secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku
konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan


dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi
memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen
untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses
pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-
involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah
pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang
mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk
memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami
konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu
psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan
mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen.
Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman
tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh
lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu
ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba
model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk
memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan
sebutan moving rate analysis.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku
konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah
perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan
yang dihadapi perusahaan tersebut.

3. Metodologi Penelitian
Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada ( data sekunder )

4. Pembahasan
Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya
maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah
punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi penjual dengan segala bujuk rayunya
mengusahakan konsumen melakukan secara kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi
hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang memang
tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih
kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan
konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai
pendapatan kelas menengah.

Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :

A. Faktor eksternal adalah merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan,
marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki
pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi akan
mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen
dalam bertingkah laku.

B. Faktor internal adalah merupakan faktor yang termasuk adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup,
kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang
bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

MetodeMetode Penelitian Perilaku Konsumen

Macam-macam penelitian konsumen

Ada dua macam penelitian konsumen, yaitu penelitian yang bersifat eksplorasi dan penelitian tentang
kesimpulan konsumen

Penelitian ekplorasi : Metode yang digunakan dalam penelitian ekplorasi konsumen adalah metode
mempengaruhi dan metode memfokuskan kelompok.

Metode mempengaruhi konsumen : Melalui pemberian sugesti kepada konsumen secara sepontan

1. Metode memusatkan atau mempokuskan kelompok konsumen. Kelompok konsumen tersebut


mengasosiasi kanya secara bebas terhadap masalah-masalah yang ada dalam pasal.

2. Pendekatan penelitian konsumen

Penelitian eksplorasi tidak di rencanakan untuk menyimpulkan jawaban dalam meneliti pertanyaan yang
diberikan konsumen. Oleh karena itu, peneliti megenai kesimpulan konsumen terhadap sutu produk,
mereka dan pelayanan itu penting peneliti kesimpulan konsumen dapat juga digunakan menentukan
apa yang mempengaruhi konsumen
Pendekatan penelitian konsumen Ada dua pendekatan penelitian, yaitu pendekatan penelitian cross-
soctional dan longitudinal.

Pendekatan penelitian cross-sectional : Pendekatan ini di maksud untuk meneliti aspek-aspek perilaku
konsumen yang menggunakan waktu secara relative singkat misalnya meneliti perubahan perilaku
konsumen pada watu tertentu mempelajari nilai dan sikap kosumen terhadaf suatu produk dalm
momen waktu tertentu.

Pendektan penelitian longitudinal: Pendekatan ini dimaksud untuk meneliti-aspek perilaku konsumen
yang terjadi dalam beberapa periode waktu tertentu, Misalnya : mengadakan penelitian mengenai
pendekatan masyarakat tentang suatu produk dapat bertahan selama beberapa waktu. Pendekatan
penelitian longitudinal dilakukan pada periode waktu yang relative lama, sedangkan pendekatan
penelitian cross-sctional menggnakan waktu yang relative singkat atau sesaat.

Metode-metode penhumpulan informasi konsumen Ada tiga metode pengumpulan informasi kosumen,
yaitu metode observasi, ekspresimen dan survai.

1. Metode observasi : Salah satu mempelajair konsumen adalah dengan cara mengobservasi
perilakunya yang tampak, misalnya mengamati kebiasaan konsumen member produk merk tertentu,
sikap dan penilaiyan konsumen terhadap suatu produk atau merk, jenis-jenis yang paling disukai oleh
konsumen .

2. Metode ekspesimen metode ini merupakan metode pengumpulan dengan cara mengadakan
ekspresimen atau percobaan terhadap situasi. Misalnya: mengukur pengaruh situasi khusus terhadap
sikap dan prilaku membeli. Metode ekspresimen terdiri dari eksperimen laboratorium, dan eksperimen
lapangan.

5. Kesimpulan
Jadi minat seseorang dalam pembelian motor kredit di era sekarang ini sangat tinggi dikarenakan
banyak factor yang mempengaruhi didalamnya. Salah satunya adalah factor biaya, marketing strategi
suatu perusahaan dan motifasi persepsi seseorang terhadap pembelian barang tersebut.

Karena itu di era sekarang ini banyak perusahaan swasta yang bergelut di bidang perkreditan keuangan
atau sering juga disebut leasing yang saling berkompetisi dalam mencari konsumen kreditnya.

Dan yang terakhir adanya pilihan pembelian sepeda motor secara kredit juga memiliki keuntungan
tersendiri bagi kalangan tertentu yang belum memiliki uang penuh untuk membeli sepedah motor .

6. Daftar Pustaka
http://blog.uin-malang.ac.id/manajemen09/perilaku-konsumen/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

http://www.consumerpsychologist.com/cb_Introduction.html

http://lastinyo.blogspot.com/2013/01/prilaku-konsumen-membeli-motor-secara.html

http://www.neraca.co.id/2012/06/21/penjualan-sepeda-motor-stagnan/

Diposkan oleh Rifal andriana di 05.00

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

http://vallrival.blogspot.com/2013/01/perilaku-konsumen-dalam-membeli.html

Sabtu, 26 Januari 2013


Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit

Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan


Bermotor Secara Kredit

Emilya Putri

12210362 3EA06

Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gunadarma

Email: emilia_putry26@yahoo.co.id

1.Abstrak
Seiring dengan dengan kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi.Yaitu bahwa
kebutuhan akan motor dan mobil yang semakin meningkat. Pada satu sisi hal ini akan
mengakibatkan terjadinya persaingan harga dari setiap produsen motor akan tetapi
persaingan tesebut tidak sebanding dengan tingkat pendapatan konsumen atau yang biasa
disebut dengan daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya sebuah pembelian
yang dapat dilakukan secara kredit.

Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan
masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor atau barang elektronik yang mereka
inginkan.

2.Pendahuluan

2.1.Latar belakang masalah

Seiring dengan bertambahanya kebutuhan masyarakat akan alat


transportasi pribadi. Terutama pada alat transportasi motor yang
semakin meningkat.inilah data yang didapatkan pada tahun 2010 dimana,
Motor Kencana Indonesia (YMKI) menorehkan peningkatan penjualan
tahun 2010. Sampai dengan bulan Desember 2010, produk motor
Yamaha sudah terjual hampir 3 juta unit. Catatan peningkatan penjualan
ini dilakukan dari bulan Januari sampai November 2010. Dari data
penjualan dari YMKI, sampai saat ini motor yang sudah terjual
berjumlah 3.078.272 unit. Ini artinya ada peningkatan penjualan
mencapai 28,27 persen dari penjualan Yamaha pada periode yang sama
pada tahun lalu yang hanya membukukan penjualan 2.400.095 unit
motor.

2.2.Batasan Masalah
Dalam hal ini masalah yang diangkat oleh penulis ini ada dua hal yaitu:

1.Apa yang menjadi alasan bagi konsumen dalam membeli motor secara kredit

2.Apa kelebihan dan kekurangan dalam membeli motor secara kredit

2.3.Tujuan Penulisan

Berdasarkan masalah yang diangkat oleh penulis dalam riset ini, maka tujuan dari
dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi alasan konsumen
dalam melakukan pembelian motor secara kredit.

3.Tinjauan Pustaka

3.1.Pengertian perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhi

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan
tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang
suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan
tindakan tersebut.

Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari
individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi
pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan
dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang
atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk adalah:

a.Faktor Sosial
-Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.

- Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian

- Roles and Status


Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan,
organisasi.

b.Faktor Personal
-Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk.

- Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang
tersebut.

-Personality and Self Concept


Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan
respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri.

- Age and Life Cycle Stage


Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya.

-Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.

c.Faktor Psychological
-Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari
kebutuhan.

-Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan
informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia.
-Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari
informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi,
berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun
pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi
perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).

- Beliefs and Attitude


Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat
didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144).
Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan
yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006,
p.145).

d.Faktor Cultural
- Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan
keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah.

- Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial
tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga
oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya.

3.2.pengertian kredit

Berdasarkan Pasal 1 (11) UU NO.10/1998.Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang
dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam
meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi
utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Menurut THOMAS SUYATNO, 1998.Kredit ialah penyediaan uang, atau tagihan-tagihan


yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank
dan lain pihak dalam hal, pihak peminjam berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang
yang dipinjam beserta bunganya sesuai dengan kesepakatan kredit merupakan saat dimana
seseorang memberikan jasa atau komoditas atas "janji untuk membayar", bukan
pembayaran yang sesungguhnya.

3.3. Syarat dan Proses Kredit Motor

Syarat Pengajuan Kredit

- Kredit Perorangan
Syarat pengajuan kredit perorangan adalah:
- Fotocopy KTP pemohon & suami / istri / penjamin
- Fotocopy kartu keluarga
- Data lain (hanya jika diperlukan)

- Kredit Perusahaan
Syarat pengajuan kredit perusahaan adalah:
- Fotocopy akte pendirian & perubahannya
- Fotocopy pengesahan kehakiman
- Fotocopy SIUP, NPWP, SITU / Domisili
- Fotocopy KTP direksi & komisaris

Proses Kredit Motor

Berikut adalah proses kredit motor Honda melalui kami:


1. Anda menghubungi sales kami atau sales kami menghubungi anda melalui nomor telp yang
anda berikan.
2. Sales kami akan mengkonfirmasi motor pilihan anda, DP dan angsuran yang anda mau.
3. Sales kami akan mengkonfirmasi waktu dan tempat untuk pelaksanaan survey dari pihak
leasing.
4. Surveyor kredit dari pihak leasing akan mendatangi anda untuk proses survey.
5. Pada saat anda disurvey, anda akan mengisi berkas kredit. Disini juga adalah
kesempatan anda bertanya cara pembayaran angsuran. Tidak ada pembayaran apapun saat
survey.
6. Surveyor akan memberi kami hasil survey dalam jangka waktu 1-2 hari setelah survey.
7. Untuk unit yang ready stock, barang dapat dikirim dalam 1-2 hari setelah kami
mendapat ACC dari leasing. Apabila alamat anda tinggal sekarang berbeda dengan alamat
anda di KTP (contoh: kontrak) maka survey akan dilakukan di alamat anda sekarang.

3.4. Keuntungan

Keuntungan dari pembelian yang dilakukan secara kredit Cukup dengan menyediakan uang
muka, dengan proses yang cepat, maka Anda dapat segera memiliki kendaraan tersebut.
Pengeluaran dana lebih terencana dengan kepastian jumlah angsuran bulanan, maka
pengeluaran anda tiap bulan akan lebih terencana. Meskipun Anda telah membeli kendaraan,
Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan lainnya.

4. Metodelogi Penelitian

Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat dari
faktor biaya atau besarnya pendapatan konsumen itu sendiri dan bisa juga terjadi karena
faktor pengaruh dari penjual (konsumen) tersebut. Faktor biaya, faktor inilah yang menjadi
faktor utama bagi konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada
sebagian konsumen yang memang. tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk
melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih melakukan pembelian secara kredit
karena ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan masalah biaya maka
kebanyakan konsumen yang melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang
tergolong mempunyai penghasilan kelas menengah. Sedangkan pengaruh dari produsen itu
sendiri biasanya terjadi pada saat konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan
pembelian secara tunai

5. Pembahasan

Alat transportasi pribadi bukanlah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.
Tetapi peningkatan kebutuhan setiap individu akan alat transportasi pribadi terus
meningkat karena seiring dengan perkembangan zaman.Namun hal ini tidak seimbang dengan
peningkatan pendapatan masyarakat pada umumnya.
Oleh karena itulah muncul sebuah penawaran program pembelian kendaraan bermotor
yang dapat dilakukan secara kredit.

Dalam hal ini faktor biaya yang terbatas merupakan salah satu alasan terbesar
konsumen dalam membeli kendaraan secara kredit, dimana masih banyak kebutuhan lain
yang harus dipenuhi konsumen selain membeli kendaraaan.

Seperti yang kita ketahui sebagaimana pembelian yang dilakukan secara tunai jauh lebih
menguntungkan dan lebih aman di bandingkan dengan pembelian secara kredit. Namun,
apabila anda tidak mempunyai cukup dana untuk melakukan pembelian secara tunai maka
tidak ada salahnya melakukan pembelian secara kredit. Tetapi, anda harus bias
menyesesuaikan dengan kebutuhan dan pengeluaran Anda per bulannya sebelum mengambil
keputusan ini.

Namun, harus diperhatikan juga mengenai kemungkinan yang terjadi untuk kedepannya,
misalkan kemungkinan terburuk seandainya kepala keluarga tidak mampu lagi untuk
melanjutkan cicilan tersebut, kira-kira siapa yang akan meneruskan pembayaran cicilan
berikutnya. Apabila sudah dipertimbangkan secara matang maka perhatikan mengenai bunga
cicilannya. Agar besarnya harga yang anda cicil nantinya tidak terlalu jauh lebih mahal dari
harga pembelian. secara tunai, maka sebaiknya pilihlah jangka waktu kredit paling pendek,
maksimal 15 bulan saja.

Untuk mendapatkan kredit motor, pihak leasing akan mencari data tentang nasabahnya,
melihat bagaimana kemampuan nasabahnya membayar . Apabila Anda seorang pengusaha,
maka yang dilihat dari diri pengajuan Anda adalah laporan hasil usaha dan arus kas tiap
bulannya. Bagi karyawan, Pihak leasing akan melihat dari slip gaji, status karyawan di
perusahaan tersebut, dan sudah berapa lama karyawan tersebut telah bekerja di
perusahaannya. Selain itu, pihak leasing juga mensyaratkan uang muka yang biasanya 10%
s/d 15% dari nilai motor. Semakin besar uang muka yang dibayarkan akan semakin
baik. Nah, apabila dari semua syarat-syarat di atas anda sudah terpenuhi, maka kredit yang
anda ajukan relatif lebih mudah untuk mendapat ACC dari pihak leasing.

6. Kesimpulan
Jadi pada dasarnya kebutuhan akan alat transportasi pribadi akan terus mengalami
kenaikan. Tetapi hal ini tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan yang dimiliki oleh
masyrakat pada umumnya yang mana pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
pokok saja.

Dengan terbatasnya dana yang dimiliki oleh masyarakat,maka munculah program pembelian
secara kredit yang ditawarkan oleh pihak swasta atau pihak leasing.

Keuntungan dalam melakukan pembelian secara kredit, kita tidak harus memiliki uang dalam
jumlah tunai untuk memiliki motor. Namun, agar tidak memperoleh kerugian yang besar
ingat ambilah jangka waktu kredit paling pendek, agar jumlah total cicilan kita nantinya
tidak jauh berbeda dengan harga bila kita beli secara tunai.

7. Daftar Pustaka
http://www.motodream.net/content/read/sampai-desember-2010-penjualan-motor-
yamaha-naik-2827-persen/

http://softskillperilakukonsumen.blogspot.com/2010/10/pengertian-perilaku-
konsumen.html

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://carapedia.com/pengertian_definisi_kredit_info2074.html

http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/07/10/beberapa-keuntungan-membeli-
kendaraan-idaman-secara-kredit-470436.html

Diposkan oleh emilia.blogger.com di 06.03