Anda di halaman 1dari 17

PETA KONSEP

Review Literatur merupakan analisis berupa kritik Deskripsi teori dalam suatu penelitian
LANGKAH-LANGKAH
(membangun maupun menjatuhkan) dari penelitian yang merupakan uraian sistematis tentang teori (dan
MENDESKRIPSIKAN TEORI
sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis
terhadap suatu bagian dari keilmuan. buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan a) Tetapkan nama variable yang diteliti, dan jumlah
dengan variabel yang diteliti.
REVIEW LITERATUR variabelnya.
DESKRIPSI TEORI b) Cari sumber - sumber bacaan yang sebanyak -
BENTUK-BENTUK HIPOTESIS banyaknya dan yang relevan dengan setiap variable
yang diteliti.
Hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjungtural)
c) Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang
hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis
relevan dengan setiap variable yang akan diteliti.
dengan demikian memiliki beberapa fungsi yaitu : KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
d) Cari devinisi setiap variable yang akan diteliti pada
1. Hipotesis deskriftif
setiap sumber bacaan.
2. Hipotesis komparatif
e) Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan
3. Hipotesis asosiatif
variabel yang akan diteliti, lakukan analisa,
LANGKAH LANGKAH PENYUSUNAN renungkan, dan bulatlah rumusan dengan bahasa
KERANGKA BERPIKIR sendiri.
RUMUSAN HIPOTESIS PENELITIAN
a) Menentukan variable yang diteliti f) Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari
Karakteristik Hipotesis yang Baik, adalah :
b) Membaca buku dan hasil penelitian berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan
1. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel
c) Deskripsi teori dan hasil penelitian sendiri.
mandiri, perbandingan keadaan variabel pada
d) Analisisi kritis terhadap teori dan hasil
berbagai sampel, dan merupakan dugaan tentang
penelitian KERANGKA BERPIKIR
hubungan antara dua variabel atau lebih. Pada
e) Analisis komparatif terhadap teori dan
umumnya hipotesis deskriptif tidak dirumuskan. Uma Sekaran dalam bukunya Business Research (1992)
hasil penelitian mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model
2. Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga
f) Sistesi atau kesipulan konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai
tidak menimbulkan berbagai penafsiran. faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
3. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan1 secara teoritis
pertautan antar variabel yang akan diteliti.
dengan metode-metode ilmiah.
1. REVIEW LITERATUR
Review Literatur merupakan analisis berupa kritik (membangun maupun
menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau
pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Tinjauan teori diperlukan untuk
menegaskan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan. Secara garis besar,
sumber teori dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu acuan umum, yang
terdapat pada buku-buku teks, dan acuan khusus, yang berupa laporan hasil
penelitian yang terutama terdapat pada jurnal profesional.
Teori yang dipilih paling tidak memiliki tiga unsur, yaitu relevansi,
kelengkapan materi dan kemuktakhiran. Relevansi artinya teori yang digunakan
sebagai refrensi sesuai dengan bidang kajian penelitian. Kelengkapan berkaitan
dengan berbagai pendekatan yang tercermin dalam berbagai teori dalam
mempelajari persoalan yang sama. Dengan demikian, jika terdapat aliran dalam
sebuah pendekatan, maka peneliti harus mengemukaan alasan memilih aliran
tertentu. Kemuktahiran berkaitan dengan dimensi waktu. Seperti diketahui, ilmu
pengetahuan berkembang dengan cepat dan sebuah teori isa efektif dalam suatu
waktu, maka dapat dianggap tidak efektif lagi masa sekarang. Oleh karena itu, teori-
teori yang digunakan harus mencangkup perkembangan terbaru dibidangnya.
Tinjauan literatur juga dapat berupa hasil penelitian terdahulu yang yang
diperoleh melalui jurnal penerbitan berkala lokal maupun internasional. Penelitian
terdahulu ini penting digunakan untuk memberikan hasil perbandingan hasil
penelitian yang sudah ada dengan penelitian yang akan kita lakukan. Tinjauan
literatur memiliki keterkaitan erat dengan kerangka teoritis yang hipotesis yang
diajukan.

1.1. Tujuan Literatur Review


Adapun tujuan-tujuan dari literature review adalah untuk :
1. Membentuk sebuah kerangka teoritis untuk topik/bidang penelitian.
2. Menjelaskan definisi, kata kunci dan terminologi.
3. Menentukan studi, model, studi kasus yang mendukung topik.
4. Menentukan lingkup penelitian.

2
1.2. Langkah-langkah dalam Literatur Review
Langkah 1: Membaca tulisan-tulisan ilmiah terkait dengan teliti untuk
melihat apakah teks itu cocok untuk tujuan anda.

Langkah 2: Mengevaluasi semua tulisan ilmiah yang dibaca. Hal-hal yang


harus diperhatikan dalam mengevaluasi tulisan ilmiah yaitu : Akurasi,
Objektivitas, Kemutakhiran dan Kecakupan literature tersebut.

Langkah 3 : Buat ringkasan publikasi-publikasi tersebut.


Buatlah catatan saat membaca literature mengenai rangkuman poin utama
di literatur tersebut.

Langkah 4 : Gabungkan menjadi satu cerita ilmiah yang lengkap mengenai


suatu permasalahan.
1.3. Pengertian Teori
Menurut Kerlinger, teori adalah seperangkat konstruk (konsep),
definisi, dan proporsi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara
sistematik, melalui spesifikasi hubungan antarvariabel, sehingga dapat
berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Selanjutnya
Sitirahayu Haditono (1999) mengemukakan bahwa suatu teori akan
memperoleh arti yang penting bila ia lebih banyak dapat melukiskan,
menerangkan dan meramalkan gejala-gejala yang ada.
Mark 1963, (dalam Sitirahayu Haditono, 1999), membedakan teori
menjadi tiga macam, antara lain :
1. Teori yang deduktif : memberi keterangan yang dimulai dari suatu
perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kea rah data akan
diterangkan.
2. Teori induktif : adalah cara menerangkan dari data ke arah teori.
Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang posotivistik ini dijumpai
pada kaum behaviourist.
3. Teori yang fungsional : di sini tampak suatu interaksi pengaruh
antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi
pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi
data.

3
Berdasarkan hal tersebut di atas secara umum dapat ditarik
kesimpulan bahwa suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum.
Konseptualisasi atau system pengertian ini diperoleh melalui jalan yang
sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya, bila tidak maka ia
bukanlah teori.

2. DESKRIPSI TEORI
Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang
teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil
penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Beberapa jumlah kelompok
teori yang perlu dikemukakan atau dideskripsikan, akan tergantung pada luasnya
permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variable yang diteliti. Bila
dalam suatu penelitian terdapat tiga variable independen dan satu dependen, maka
kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori, yaitu
kelompok teori yang berkenan dengan tiga variable independen dan satu dependen.
Oleh karena itu, semakin banyak variable yang diteliti, maka semakin banyak teori
yang perlu dikemukakan.
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variable-
variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan
mendalam dariberbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan predeksi
terhadap hubungan antara variable yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan
terarah. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian
dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks
yang diteliti atau tidak. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan
dengan baik, baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar
variable yang diteliti, menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan
konteks penelitian.
Mengingat betapa besarnya peranan kerangka teori dalam penelitian
kuantitatif, prosedur penyusunan landasan teori perlu memperhatikan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Melakukan kajian pustaka (literature review) yang relevan.

4
2. Melakukan sintesa atau penyatuan makna antara teori yang satu dengan teori
yang lain untuk menjelaskan secara spesifik tentang variabel penelitian
biasanya disebut dengan defini operesional varaibel.
2. Atas dasar hasil kajian pustaka, kemudian peneliti menyusun sendiri kerangka
teorinya dalam susunan kerangka pemikiran yang logis, rasional, dan runtut
(sistematis).
3. Dengan dilandasi oleh hasil dari kajian pustaka, kemudian peneliti
merumuskan hipotesis penelitian. Hipotesis tidak semata-mata muncul
berdasarkan intuisi penelitian, tetapi muncul berdasarkan landasan teori

3. LANGKAH-LANGKAH MENDESKRIPSIKAN TEORI


Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai
berikut:
a) Tetapkan nama variable yang diteliti, danjumlah variabelnya.
b) Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus,ensiklopedia, journal ilmiah,
laporan penelitian,skripsi, tesis, disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan
yang relevan dengan setiap variable yang diteliti.
c) Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap
variable yang akan diteliti . (Untuk referensi yang berbentuk laporan
penelitian,lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan,
tempat penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data,analisis,
kesimpulan dan saran yang diberikan).
d) Cari devinisi setiap variabelyang akan diteliti pada setiap sumber bacaan,
bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain,dan pilih definisi
yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
e) Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti,
lakukan analisa,renungkan, dan bulatlah rumusan dengan bahasa sendiri
tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
f) Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalm
bentuk tulisan dengan sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau
yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus
dicantumkan.

5
4. KERANGKA BERPIKIR
Uma Sekaran dalam bukunya Business Research (1992) mengemukakan
bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang
penting. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan
antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar
variabel independen dan dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator
dan intervening, maka juga perlu dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan
dalam penelitian. Pertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan ke
dalam bentuk paradigm penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan
paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir.
Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam
penelitian tersebut berkenan dua variabel atau lebih. Apabila penelitian hanya
membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti
disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga
argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999).
Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya
dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh karena
itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun
komparasi, maka perlu dikemukakan kerangka berfikir. Seorang peneliti harus
menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar dari

5. LANGKAH LANGKAH PENYUSUNAN KERANGKA BERPIKIR


a) Menentukan variable yang diteliti
Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam
penyusunan kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis, maka harus
diterapkan terlebih dahulu variable penelitiannya. Berapa jumlah variable
yang diteliti, dan apakah nama dari setiap variabel, merupakan titik tolak
untuk mengungkapkan teori yang akan dikemukakan. Kalau variabel
penelitiannya lima maka minimal menggunakan lima teori.
b) Membaca buku dan hasil penelitian

6
Setelah variabel ditentukan maka langkah selanjutnya adalah membaca
buku dan hasil penelitian yang relevan. Buku buku yang dibaca dapat
berupa buku teks, ensiklopedia, dan kamus. Hasil penelitian yang dapat
dibaca adalah jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.
c) Deskripsi teori dan hasil penelitian
Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teor
teori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Seperti telah
dikemukakan, deskripsi teori berisi tentang, definisi terhadap masing
masing variabel yang diteliti, uraian rinci tentang ruang lingkup setiap
variabel, dan kedudukan antar variabel satu dengan yang lain dalam konteks
penelitian itu.
d) Analisisi kritis terhadap teori dan hasil penelitian
pada tahap ini peneliti melakukan analisis kritis terhadap teori teori yang
telah dikemukakan. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori
teori dan hasil penelitian yang telah di kemukakan itu betul betul sesuai
dnegan objek penelitian atau tidak. Karena dalam banyak kasus hasil
penelitian dan teori teori dari luar tidak relevan untuk digunakan dalam
penelitian dalam negeri.
e) Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian
Analaisisi komparatif filakukan dengan cara membandingkan antara satu
teori dengan teori lainnya, dan hasil penelitian satud engan hasil penelitian
lannya. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antar satu
teori dnegan teori yang lain, atau mereduksi bila dipandang terlalu luas.
f) Sistesi atau kesipulan
Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori teori dan hasil
penelitian yang telah relevan dengan semua variabel yang diteliti,
selanjutnya peneliti dapat mengajukan sintesa atau kesimpulan sementara.
Perpaduan anatara sistesis atar variabel satu dengan variabel yang lain akan
menghasilkan suatu kerangka berpikir yang dapat digunakan untuk
merumuskan hipotesis.

Selanjutnya Uma Sekaran (1992) mengemukakan bahwa kerangka berpikir


yang baik mengemukakan hal hal sebagai berikut:

7
a) Variabel variabel yang diteliti harus dijelaskan
b) Diskusi dalam kernagka berpikir harus dapat menunjukan pertautan atar
variabel yang diteliti, dan teori yang mendasari
c) Diskusi juga harus dapat menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu
positif atau negative, berbentuk simetris, kausal atau interaktif (timbal balik)
d) Kerangka berpikir tersebut selanjutnya dapat dinyatakan dalam bentuk
diagram (paradigm penelitian), sehingga pihak lain dapat memahami
kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian.

Kalimat terakhir dalam kerangka berpikir adalah jika, maka


1. Jika kepuasan pelanggan tinggi, maka kecenderungan untuk membeli lagi
akan tinggi (kerangka berpikir asosiatif) rumusan hipotesisnya Terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara keputusan dan loyalitas
pelanggan untuk membeli lagi
2. Jika kepemimpinan manajer baik dan kualitas barang menarik maka
keuntungan perusahaan akan tinggi (kerangka berfikir asosiatif dengan dua
variabel indevenden) rumusan hipotesisnya terdapat hubungan yang positif
dan signifikan antara kepemimpinan manajer dan kemenarikan barang
dengan keuntungan perusahaan (kata signifikan hanya untuk penelitian
pada sampel)
3. Jika status ekomnomi masyarakat berbeda maka kecenderungan untuk
memilih barang juga berbeda (kerangka berfikir koparatif) rumusan
hipotesisnya terdapat perbedaan pemilihan kualitas barang atar kelompok
kaya dan kelompok miskin

6. BENTUK-BENTUK HIPOTESIS
Hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjungtural) hubungan antara dua
variabel atau lebih. Hipotesis selalu mengambil bentuk kalimat pernyataan
(declarative) dan menggabungkan secara umum maupun secara khusus antara
variabel dengan variabel lainnya. Tentang hipotsis dan peryataan hipotesis yang
baik ada dua kriteria. Kriteria itu sama untuk masalah dan pernyataan masalah.
Hipotesis adalah pernyataan yang menyatakan relasi antar variabel-variabel.
Kedua, hipotesis mengandung implikasi yang jelas untuk pengujian hubungan-

8
hubungan yang dinyatakan itu. Maka, kriteria itu berarti pernyataan hipotesis
mengandung dua variabel atau lebih yang dapat diukur atau berkemungkinan
untuk diukur dan pernyataan hipotesis menunjuk secar ajelas dan tegas cara
variabel variabel itu berhubungan
Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua
variabel atau lebih dalam rumusan proporsi yang dapat diuji secara empiris.
Hipotesis dalam penelitian kuantitatif dikembangkan dari telaah teoritis sebagai
jawaban sementara dari sebuah masalah atau pertanyaan penelitian yang
memerlukan pengujian secara empiris. Hipotesis dengan demikian memiliki
beberapa fungsi yaitu
1. Hipotesis menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara
rasional
2. Hipotesis menunjukan variabel variabel penelitian yang perlu diuji secara
empiris
3. Hipotesis digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode metode
pengujian data
4. Hipotesis menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian

Perumusan hipotesis penelitian merupakan langkah ketiga dalam penelitian


setelah mengemukakan landasan teori dan kerangka berpikir. Namun, perlu
diketahui bahwa tidak setiap penelitian harus merumuskan hipotesis. Peneitian
yang bersifat deskriptif atau sering juga eksploratif tidak memerlukan hipotesis.
Penelitian yang perlu merumuskan hipotesis adalah penelitian yang bersifat
kuantitatif.
Bentuk bentuk hipotesis penelitian sangat terkait dengan rumusan masalah
penelitian, bila dilihat dari tingkat eksplansinya, maka bentuk rumusan masalah
penelitian ada tiga yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif, oleh
karena itu maka bentuk hipotesis penelitian juga ada tiga yaitu penelitian deskriftif,
komparatif, dan asosiatif.
a) Hipotesis deskriptif
merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah deskriftif. Hipotesis
komparatif merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

9
komparatif. Dan hipotesis asosiatif merupakan jawaban sementara dari
rumusan masalah asosiatif atau hubungan. Rumusan hipotesis deskriptif lebih
didasarkan pada pengamat pendahuluan terhadap objek yang diteliti. Contoh:

1) Rumusan masalah deskriptif


a) Berapa daya tahan lampu pijar merk X?
b) Seberapa tinggi semangat kerja karyawan di PT Y?
c) Seberapa tinggi disiplin dan semangat kerja karyawan swasta?
2) Hipotesis Deskriptif
Daya tahan lampu pijar merk X = 600 jam (Ho). Ini merupakan hipotesis
nol, karena daya tahan lampu yang ada pada sampel diharapkan tidak
berbeda secara signifikan dengan daya tahan lampu yang ada pada
populasi. Hipotesis alternatifnya adalah daya tahan lampu pijar merk X
= 600 jam. Tidak sama dengan ini dapat berarti lebih kecil atau lebih
besar dari 600 jam .
3) Hipotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sempel)
Ho : = 600
H1 : 600
: adalah nilai rata rata populasi yang dihipotesiskan atau ditaksir
Untuk rumusan masalah kedua hipotesis nolnya bisa berbentuk sebagai
berikut:
a. Semangat kerja karyawan PT X = 75% dari kriteria ideal yang
ditetapkan.
b. Semangat kerja karyawan PT X paling sedikit 60% dari kriteria
ideal yang ditetapkan (paling sedikit itu berarti sama dengan atau
lebih besar)
c. Semangat kerja karyawab di PT X paling banyak 60% dari kriteria
ideal yang ditetapkan (paling banyak berarti kurang dari atau sama
dengan)
Dalam kenyataan hipotesis yang diajukan salah satu saja, dan hipotesis
mana yang dipilih tergantung pada teori dan pengamatan pendahuluan
yang dilakukan pada objek. Hipotesis alternatifnya masing masing
adalah:

10
a. Semangat karyawan di PT X 75%
b. Semangat kerja karyawan di PT X < 75%
c. Semangat kerja karyawan di PT X > 75%
Hipotesis statistic adalah (hanya ada bila berdasarkan data sampel)\

a. Ho: Q = 75%
Ha : Q 75%
b. Ho : Q 75%
Ha : Q 75%
c. Ho : Q 75%
Ha : Q 75%
Q : hipotesisi berbentuk presentase
Teknik yang digunkan untuk menguji ketiga hipotesisi tersebut
tidak sama
b) Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama, tetapi populasinya
atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada waktu yang
berbeda.
Contoh :
1) Rumusan Masalah Komparatif
Bagaimana produktivitas kerja karyawan PT X bila dibandingkan dengan
PT Y?
2) Hipotesis Komparatif
Berdasarkan rumusan masalah komparatif tersebut dapat dikemukakan
tiga model hipotesis nol dan alternatif sebagai berikut:
Hipotesis nol :
1) Ho : Tidak terdapat perbedaan produktivitas kerja antara
karyawan di PT X dan PT Y atau terdapat persamaan
produktivitas antara karyawan PT Y dan X.
2) Ho : Produktivitas karyawan PT X lebih besar atau sama dengan
() PT Y (lebih besar atau sama dengan = paling sedikit).

11
3) Ho : Produktivitas karyawan PT X lebih kecil atau sama dengan
() PT Y (lebih kecil atau sama dengan paling besar).
Hipotesis Alternatif :
4) Ha : Produktivitas kerja karyawan PT X lebih besar(> atau lebih
kecil<) dari karyawan PT Y.
5) Ha : Produktivitas karyawan PT X lebih kecil dari pada (<) PT
Y.
6) Ha : Produktivitas karyawan PT X lebih besar atau sama dengan
() PT Y.
3) Hipotesis Statistik dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Ho : 1 = 2

Ha : 1 2

2) Ho : 1 2

Ha : 1 2

3) Ho : 1 2

Ha : 1 2

1 : rata-rata (populasi) produktivitas karyawan PT X


2 : rata-rata (populasi) produktivitas karyawan PT Y
c) Hipotesis Asosiatif
Hipotesis Asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah
asosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
1) Contoh Rumusan Masalah Asosiatif :
Adakah hubungan antara tinggi badan pelayan toko dengan barang
yang terjual?
2) Hipotesis Penelitian
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan anatara tinggi badan
pelayan toko dengan barang yang terjual.

12
3) Hipotesis Statistik
Ho : = 0 (0 berarti tidak ada hubungan)
Ho : 0 (tidak sama dengan nol berarti lebih besar atau kurang
(-) dari nol berarti ada hubungan)
Di mana : = nilai kolerasi dalam formulasi yang dihipotesiskan.

6.1 Paradigma Penelitian, Rumusan Masalah dan Hipotesis


Dengan paradigma penetian, peneliti dapat menggunakan sebagai panduan
untuk mermuskan masalah dan hipotesis penelitiannya yang selanjutnya dapat
digunakan untuk panduan dalam pengumpulan data dan analisis.
Pada setiap paradigm penelitian, minimum terdapat satu rumusan masalah
pelenitian, yaitu masalah deskriptif. Berikut ini contoh judul penelitian, paradigma,
rumusan masalah dan hipotesis penelitian.
1. Judul Penelitian
Hubungan anatara gaya kepemimpinan manajer perusahaan dengan prestasi
kerja karyawan (gaya kepemimpinan adalah variable independen (x) dan
prestasi kerja adalah variabel dependen (Y)).
2. Paradigma Penelitian
X Y
3. Rumusan Masalah
1) Seberapa baik gaya kepemimpinan manajer yang ditampilkan?
(bagaimana X ?)
2) Seberapa baik prestasi kerja karyawan?
3) Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara gaya
kepemimpinan manajer dengan prestasi kerja karyawan? (adakah
hubungan antara X dan Y ? ). Butir ini adalah masalah asosiatif.
4) Bila sampel penelitiannya golongan I, II, III, maka rumusan masalah
komparatifnya adalah :
a. Adakah perbedaan persepsi antara karyawan golongan I, II, III
tentang gaya kepemimpinan manajer?
b. Adakah perbedaan persepsi antara pegawau Gol. I, II, dan III tentang
prestasi kerja karyawan?

13
4. Rumusan Hipotesis Penelitian
a) Gaya kepemimpinan yang ditampilkan manajer (X) ditampilkan kurang
baik, dan nilainya paling tinggi 60% dari criteria yang diharapkan.
b) Prestasi kerja karyawan (Y) kurang memuaskan , dan nilainya pal;ing
tinggi 65.
c) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya
kepemimpinan manajer dengan prestasi kerja karyawan, artinya makin
baik kepemimpinan manajer, maka akan semakin baik prestasi kerja
karyawan.
d) Terdapat perbedaan persepsi tentang gaya kepemimpinan antara Gol, I,
II dan III.
e) Terdapat perbedaan persepsi tentang prestasi kerja antara Gol,I, II dan
III.

7. RUMUSAN HIPOTESIS PENELITIAN

Karakteristik Hipotesis yang Baik, adalah :


1. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan
keadaan variabel pada berbagai sampel, dan merupakan dugaan tentang
hubungan antara dua variabel atau lebih. Pada umumnya hipotesis
deskriptif tidak dirumuskan.
2. Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan
berbagai penafsiran.
3. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah.

Hipotesis yang baik setidaknya mempertimbangkan kriteria sebagai berikut :


1. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.
Tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan
penelitian. Hipotesis, dalam penelitian kuantitatif merupakan jawaban
rasional yang dideksi dari teori-teori yang ada.
2. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji
secara empiris.
Tujuan penelitian adalah menguji teori atau hipotesis. Agar dapat diuji,

14
hipotesis harus menyatakan secara jelas variabel-variabel yang diteliti dan
dugaan mengenai hubungan antar variabel.
3. Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih
kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya. Beberapa teori kemungkinan
saling bertentangan antara yang satu dengan yang lain atau teori yang satu
lebih kuat dari pada teori yang lain. Hipotesis yang dikembangkan oleh
peneliti harus mempunyai dukungan teoritis yang lebih kuat daripada
alternative hipotesis yang lainnya yang kemungkinan dapat dikembangkan
berdarkan teori teori yang lain.

Format : Rumusan hipotesis dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk rumusan


di antaranya :
1. Format pernyataan Jika-Maka atau proposisi
Hipotesis penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan Jika
Maka atau proposisi yang menyatakan hubungan antar variabel dan
perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam kaitannya dengan
variabel-variabel tetentu yang dapat diuji.
2. Format Hipotsis Nol
Merupakan hipotesis yang menyatakan suatu hubungan antar variabel yang
definitif atau eksak sama dengan nol, atau secara umum dinyatakan bahwa
tidak ada hubungan atau perbedaan (signifikan) antar variabel yang diteliti.
3. Format Hipotesis Alternatif
Merupakan lawan pernyataan dari format hipotesis nol yang menunjukkan
adanya hubungan atau perbedaan (signifikan) antar variabel yang diteliti.
7.1 Pentingnya Hipotesis
Cukup jelas bahwa hipotesis adalah alat yang penting dan mutlak perlu dalam
penelitian ilmiah. Ada tiga alasan utama yang menompang pandangan ini.
1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat
dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang
akan diteliti. Misalnya, jika kita sedang mempersiapkan teori tentang
agresi, tentunya kita mencari sebab dan akibat perilaku agresif. Kita
mungkin telah mengamati kasus-kasus perilaku agresif yang muncul
setelah adanya situasi-situasi yang menyebabkan frustasi. Dengan

15
demikian, teori itu mungkin proporsi; Frustasi menyebabkan agresi. Dari
hipotesis yang umum dan luas ini dapat kita jabarkan hipotesis-hipotesis
yang lebih spesifik, seperti : mencegah anak mencapai tujuan yang
diinginkan (frustasi) akan membuat mereka berkelahi (agresi). Jika anak-
anak tidak mendapat kasih sayang orangtua (frustasi), reaksi mereka antara
lain adalah perilaku agresif (agresi).
2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan betul atau salahnya.
Fakta-fakta yang terisolasi tidaklah diuji dengan cara yang penulis
nyatakan sebelum ini. Yang diuji hanyalah relasi (hubungan). Karena
hipotesis adalah proporsi relasional inilah kiranya yang merupakan alasan
utama mengapa ia digunakan dalam telaah ilmiah. Pada intinya, yang kita
susun untuk menguji relasi antara A dan B adalah prediksi-prediksi yang
berbentuk Jika A, maka B. kita biarkan faktanya untuk menetapkan
probabilitas kebenaran atau kekeliruan hipotesis kita.
3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan
karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Sungguhpun
disusun oleh manusia, hipotesis itu ada, dapat diuji dan ditunjukkan
kemungkinan betul atau salahnya dengan cara yang terbebas dari nilai dan
pendapat manusia. Ia demikian pentingnya sehingga kita berani
mengatakan bahwa tanpa hipotesis tidak akan pernah ada ilmu pengetahuan
dalam arti yang sepenuh-punuhnya.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://siutpunya.blogspot.co.id/2013/04/bab-i-pendahuluan-a.html
(di akses tanggal 8 Oktober 2017)
http://nersimet.blogspot.co.id/2010/09/tinjauan-pustaka-kerangka-pikir-dan.html
(di akses tanggal 9 Oktober 2017)
Ahmad Tanzeh. 2011. Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta : Teras
Ketut Rahyuda. 2016. Metode Penelitian Bisnis. Bali : Udayana University Press

17