Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


(GPW 0101)

ACARA II
PEMAHAMAN REGIONALISASI DAN TIPOLOGI WILAYAH

Disusun Oleh:
Nama : Made Nandini
NIM : 15/379393/GE/08023
Hari : Senin
Jam : 09.00 11.00 WIB
Asisten : 1. Ahmad Zaenun Faiz
2. Icha Pajrisa Dwi Putri

LABORATORIUM KEWILAYAHAN
DEPARTEMEN GEOGRAFI PEMBANGUNAN
FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
TAHUN 2016
ACARA II
REGIONALISASI DAN TIPOLOGI WILAYAH

I. Tujuan
1. Memahami konsep dasar regionalisasi.
2. Mengetahui teknik-teknik regionalisasi.
3. Melakukan regionalisasi Indonesia berdasarkan jumlah penduduk dan laju
pertumbuhan penduduk di setiap provinsi.
4. Memahami konsep tipologi wilayah dan penerapannya di Indonesia

II. Alat dan Bahan


1. Alat tulis
2. Alat warna
3. Ketas HVS
4. Kalkulator
5. Peta Administrasi Indonesia
6. Literatur tentang regionalisasi dan tipologi wilayah
7. Tabel Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Provinsi Tahun 1971, 1980,
1990, 2000, dan 2010.
8. Tabel Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurut Provinsi Tahun
1971 2000.

III. Tinjauan Pustaka


Geografi Regional merupakan bagian dari ilmu geografi yang
memusatkan perhatian pada kajian kewilayahan muka bumi yang keadaannya
bersifat dinamis, sesuai ruang dan waktu, baik yang terkait dengan keadaan
lingkungan alam ataupun lingkungan sosial (Suharyono, 2013). Pemahaman
mengenai geografi regional tidak mudah seiring dengan berkembangnya konsep
region. Beberapa istilah terkait objek kajian dari geografi regional meliputi daerah,
kawasan, dan wilayah. Daerah menurut Pontoh (2009) adalah suatu wilayah
teritorial dengan pengertian, batasan, dan perwatakannya didasarkan pada
wewenang administratif pemerintah yang ditentukan oleh peraturan perundang-
undangan tertentu. Kawasan adalah suatu wilayah yang secara teritorial
didasarkan pada pengertian, batasan, dan perwatakan fungsional tertentu
(Kustiwan, 2009). Sementara itu definisi wilayah sebagaimana dinyatakan dalam
UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, merupakan kesatuan geografis
beserta segenap unsur terkait dengan batas lain dan sistemnya ditentukan
berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.
Regionalisasi atau yang dikenal sebagai pewilayahan dalam ilmu geografi
adalah suatu upaya mengelompokkan dan mengklasifikasikan suatu wilayah
berdasarkan unsur-unsur yang sama. Sumaatmadja (1988) memaparkan bahwa
dalam menentukan pewilayahan atau regionalisasi suatu wilayah di permukaan
bumi, dipergunakan kriteria geografi hasil relasi keruangan aspek-aspek yang
secara umum lebih menonjol atau lebih dominan pada wilayah yang
bersangkutan. Giyarsih dan Kurniawan (2001) menyatakan bahwa regionalisasi
wilayah adalah salah satu cara untuk mengenal wilayah berdasarkan karakteristik
wilayah menurut potensi dan permasalahannya. Terdapat dua teknik sederhana
yang dapat digunakan dalam penyusunan regionalisasi yaitu: (1) penyamarataan
wilayah (regional generalization) yang merupakan teknik penggolongan wilayah ke
dalam beberapa bagian dengan cara menonjolkan karakter-karakter tertentu ; dan
(2) pengklasifikasian wilayah (regional classification) yang merupakan teknik
pengelompokan wilayah secara sistematis ke dalam bagian tertentu dengan
memperhatikan seluruh unsur.
Tipologi dalam ilmu wilayah merupakan metode pengelompokan suatu
objek berdasarkan karakteristik tertentu terkait dengan objek, dengan tujuan
mengembangkan pendekatan kebijakan agar lebih spesifik sesuai tipe wilayah
yang bersangkutan. Metode tipologi menjadi salah satu pendekatan yang dapat
digunakan dalam mengambil suatu kebijakan pada kegiatan perencanaan wilayah.
Bintarto (1986) menjabarkan beberapa pertimbangan kriteria dalam penerapan
tipologi; pertimbangan tersebut biasanya berdasarkan tipe, berdasarkan hirarki
atau jenjang, dan berdasarkan kategori atau jumlah kriteria.

IV. Langkah Kerja (Diagram Alir)


Tabel Jumlah Penduduk Tabel Laju Pertumbuhan
Indonesia Menurut Provinsi Penduduk Indonesia
Literatur
Tahun 1971, 1980, 1990, Menurut Provinsi Tahun
2000, 2010 1971 2000

Memahami definisi Mencari pembagian Perhitungan interval kelas


Perhitungan interval kelas
regionalisasi dan tipologi tipologi wilayah laju pertumbuhan
jumlah penduduk
wilayah menurut Bintarto penduduk

Mengklasifikasikan provinsi
Tabel 2.1. Definisi dan Tabel 2.2. Tipologi Mengklasifikasikan provinsi
di Indonesia berdasarkan
Contoh Regionalisasi Konsepsi Wilayah di Indonesia berdasarkan
kelas laju pertumbuhan
dan Tipologi Wilayah Menurut Bintarto kelas jumlah penduduk
penduduk

Merepresentasikan hasil
klasifikasi dalam bentuk
peta regionalisasi
KETERANGAN:
Input
Peta Regionalisasi Laju
Peta Regionalisasi Jumlah
Proses Pertumbuhan Penduduk
Penduduk Indonesia
Indonesia Periode 1980-
Tahun 2000 dan 2010
Output 1990 dan 1990-2000
V. Hasil Praktikum
1. Tabel 2.1. Definisi dan Contoh Regionalisasi dan Tipologi Wilayah
(terlampir).
2. Tabel 2.2. Tipologi Konsepsi Wilayah Menurut Bintarto (terlampir).
3. Hasil perhitungan interval kelas jumlah penduduk Indonesia menurut
provinsi tahun 2000 dan 2010 (terlampir).
4. Hasil perhitungan interval kelas laju pertumbuhan penduduk Indonesia
menurut provinsi periode 1980 1990 dan 1990 2000 (terlampir).
5. Peta Regionalisasi Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2000 (terlampir).
6. Peta Regionalisasi Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2010 (terlampir).
7. Peta Regionalisasi Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Periode 1980-
1990 (terlampir).
8. Peta Regionalisasi Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Periode 1990-
2000 (terlampir).

VI. Pembahasan
Daftar Pustaka

Bintarto. 1989. Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.


Giyarsih, S.R. dan Kurniawan, A. 2001. Regionalisasi Wilayah Kabupaten Bantul
(Suatu Kajian untuk Kepentingan Perencanaan Pembangunan Wilayah). Jurnal
PWK Vol. 12 hal. 189 190.
Suharyono. 2013. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Yogyakarta: Ombak.
Sumaatmadja, N. 1988. Studi Geografi Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bandung:
Alumni.
Tabel 2.1. Definisi dan Contoh Regionalisasi dan Tipologi Wilayah

No. Istilah Definisi


1. Regionalisasi a. Regionalisasi adalah usaha untuk membagi permukaan bumi untuk tujuan tertentu. Permukaan bumi akan terbagi-
bagi atas berbagai wilayah sesuai dengan konsepnya (Rijanta, 2015).
b. Regionalisasi merupakan aktivitas dalam kajian geografi yang memperhatikan beberapa unsur, baik terkait letak,
lingkungan alam, maupun unsur manusia dan kehidupannya (Suharyono, 2005).
c. Regionalisasi adalah usaha membagi permukaan bumi untuk tujuan tertentu yang mendasarkan pada kriteria-
kriteria tertentu seperti administrasi, politik, ekonomi, geografis, sosial, dan sebagainya (Marhadi, 2014).
d. Regionalisasi adalah suatu upaya mengelompokkan atau mengklasifikasikan unsur-unsur yang sama (Kartawidjaja,
1996).
e. Regionalisasi adalah mengelompokkan unit-unit lokal yang mempunyai cirri-ciri serupa menurut kriteria tertentu
(Gunawan, 2012).
f. Regionalisasi dapat dipahami sebagai pertumbuhan integrasi sosial dalam suatu wilayah tertentu, termasuk proses
diarahkan dari interaksi sosial dan ekonomi di antara unit (seperti negara-bangsa) (Hurrell, 1995).
2. Tipologi a. Tipologi merupakan pengelompokan unsur-unsur dan komponen objek yang dibagi (wilayah, daerah, dll.)
Wilayah berdasarkan ciri-ciri formal yang dimiliki bersama dan didasarkan pada satu tujuan yang telah disepakati (Whalley,
1988).
b. Tipologi adalah metode untuk mengatur data secara sistematis menjadi beberapa bagian, yang dalam hal ini dapat
berupa grup, kelas, dan kriteria (Yunus, 1991).
c. Tipologi adalah taksonomi klasifikasi karakteristik umum ditemukan pada bangunan dan tempat-tempat perkotaan,
menurut hubungan mereka dengan kategori yang berbeda yang membentuk suatu pola (Sudarsono, 2000).
d. Tippologi didefinisikan sebagai sebuah konsep yang mendedkripsikan sebuah kelompok objek atas dasar kesamaan
karakter bentuk-bentuk dasarnya. Tipologi juga dapat diartikan sebagai sebuah tindakan berpikir dalam rangka
pengelompokan (Lukito, 1994).
e. Dalam bahasa Inggris penggunaan istilah Type berasal dari bahasa Perancis type atau dari bahasa latin typus,
yang keduanya berasal dari bahasa latin kuno typos yang berarti sebuah hembusan, kesan, gambaran, atau figur.
Istilah ini digunakan secara luas untuk menjelaskan bentuk umum, struktur, atau pembedaan karakter sebagian
kelompok hal atau objek (Johnson, 1994).
Tabel 2.2. Tipologi Konsepsi Wilayah Menurut Bintarto

Jenis Tipologi Definisi Contoh


Wilayah produksi
Tipologi yang dilakukan berdasarkan keseragaman dan kesamaan karakteristik
padi di pantura Jawa
suatu wilayah baik individu atau gabungan. Tipologi berdasarkan
Barat
Homogenitas homogenitas tidak semata-mata mementingkan sejauh mana batas terluar
Wilayah perkebunan
wilayah, tetapi menekankan pada aspek inti wilayah, mengingat karakter
karet di Sumatera
Berdasarkan utama dari suatu wilayah tercermin pada bagian intinya.
Utara
Tipe
Tipologi yang didasarkan pada pola interaksi dan interdependensi antar
subsistem, dengan menekankan pada kegiatan / karakter yang berbeda pada
Functional region / organic
Heterogenitas suatu wilayah. Biasanya sistem yang ada dalam batas-batas wilayah terkontrol
region / nodal region
oleh sebuah titik pusat. Tipologi ini menekankan pada ide sentralitas serta
hubungan fungsional wilayah.
Fungsi Pengelompokan berdasarkan fungsi tertentu suatu wilayah. Pertimbangan: size
(ukuran), form (bentuk),
Berdasarkan
Pengelompokan wilayah yang didasarkan pada besar wilayah yang mampu function (fungsi). Contoh:
Hirarki Ukuran
membentuk tingkatan. RT, RW, Dusun, Desa,
Kecamatan, Kabupaten.
Single-topic region Pembagian berdasarkan satu macam kriteria / topik saja. Wilayah curah hujan
Wilayah iklim (gabungan
Combined-topic region Pembagian wilayah didasarkan lebih dari satu (gabungan) topik. temperatur, tekanan,
arah angin, dsb.)
Wilayah pertanian
Pembagian wilayah yang ekstensinya terdiri dari beberapa topik yang berbeda membutuhkan data
Multiple-topic region
tetapi masih berhubungan. iklim, keadaan tanah,
Berdasarkan
geomorfologi, dsb.
Kriteria
Pembagian wilayah dimana ekstensinya menggunakan seluruh unsur dalam
Total region suatu wilayah; regionalisasi bersifat klasik dengan kekuatan politik sebagai Wilayah administrasi
dasar.
Wilayah perencanaan,
Pembagian wilayah dengan pertimbangan utama berupa aktivitas manusia di
misal: wilayah penduduk
Compage region suatu tempat, bukan pada banyak sedikitnya topik; orientasi titik berat bukan
miskin, wilayah berisiko
pada physical setting tetapi pada kegiatan manusia.
bencana.