Anda di halaman 1dari 11

KOMPONEN SILABUS PEMBELAJARAN TERPADU DAN

MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS DI SD


Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Terpadu
Dosen pengampu : Drs. A. Busyairi, M.Ag.

Disusun oleh:
1. Ardhia Septi Ragita Cahyaning (1401415104)
2. Putri Dian Nusa

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Bab IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah
Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi
penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan
kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu
bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnya Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang
Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi
semakin besar. Lahirnya kedua undang-undang tersebut menandai sistem
baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistem yang cenderung
sentralistik menjadi lebih desentralistik.
Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu
didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan
pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,
keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian,
sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan
menentukan materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil
pembelajaran.

1.2.Rumusan Masalah
1.2.1. Apakah yang dimaksud silabus ?
1.2.2. Apa saja komponen silabus ?
1.2.3. Bagaimana prinsip pengembangan silabus ?
1.2.4. Bagaimana mekanisme pengembangan silabus di SD ?
1.3.Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengertian silabus.
1.3.2. Untuk mengetahui dan menjelaskan komponen silabus.
1.3.3. Untuk mengetahui dan menjelaskan prinsip pengembangan silabus.
1.3.4. Untuk mengetahui dan menjelaskan mekanisme pengembangan
silabus di SD.
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok


mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi ,
kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus
merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam
materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang
kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan
berikut.:
(1) Kompetensi apa yang akan dikembangkan siswa?
(2) Bagaimana cara mengembangkannya?
(3) Bagaimana cara mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah
dicapai siswa?
Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan
Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola
pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai
acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.
2.2. Komponen Silabus
Adapun komponen-komponen (minimal) tersebut adalah sebagai berikut:
1. Identitas Mata Pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C Kejuruan dan tidak
dicantumkan untuk TK dan SD terutama kelas rendah);
1. Identitas Sekolah meliputi nama satuan pendidikan atau nama
sekolah dan kelas;
2. Kompetensi Inti, yaitu suatu deskripsi secara kategorial tentang
kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan dan keterapilan yang
harus dipelajari untuk dikuasai setiap peserta didik pada suatu
tingkat atau jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran
3. Kompetensi Dasar, yaitu kemampuan spesifik yang meliputi aspek
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata
pelajaran;
Tema (khususSD/MI/SDLB/Paket A, dan tidak terdapat pada
jenjang yang lebih tinggi);
4. Materi Pokok. Materi pokok ini adalah fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip-prinsip, serta prosedur-prosedur yang terkait dan sesuai,
kemudian dituliskan melalui wujud butir-butir sehingga bersesuaian
dengan rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi;
5. Pembelajaran, merupakan suatu rangkaian aktivitas belajar-
mengajar yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik sehingga
melaluinya diharapkan akan tercapai kompetensi yang diharapkan;
6. Penilaian, adalah suatu proses dari tahap pengumpulan hingga
pengolahan beragam informasi agar dapat ditentukan bagaimana
pencapaian hasil belajar siswa
7. Alokasi Waktu, di mana waktu yang dialokasikan haruslah
berseuaian dengan total atau jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum 2013 sekolah yang bersangkutan selama rentang waktu
satu semester atau satu tahun
8. Sumber Belajar, di mana diharapkan bahwa untuk pelaksanaan
pembelajaran untuk implementasi Kurikulum 2013 dapat bervariasi
misalnya dalam bentuk buku, media cetak (koran atau majalah) dan
media elektronik atau multimedia, atau alam sekitar serta sumber-
sumber belajar lain yang relevan.

2.3. Prinsip Pengembangan Silabus


1. Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam
silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2. Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian
materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik,
intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3. Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara
kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang
pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok,
pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian
memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir
dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi
keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang
terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah
kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
2.4. Mekanisme Pengembangan Silabus

1. Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat


kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam
mata pelajaran;
c. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata
pelajaran.
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang


pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

1. potensi peserta didik;


2. relevansi dengan karakteristik daerah,
3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan
spritual peserta didik;
4. kebermanfaatan bagi peserta didik;
5. struktur keilmuan;
6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan;
dan
8. alokasi waktu.

3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman


belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi
antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber
belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman
belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan
pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman
belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan


pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada


para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses
pembelajaran secara profesional.
2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus
dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai
kompetensi dasar.
3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan
hierarki konsep materi pembelajaran.
4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal
mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan
pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
5. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang


ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik,


mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam
kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator
digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

4. Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan


berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan
non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja,
pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau
produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan
serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan
data tentang proses dan hasil belajar peserta didik.

5. Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan


pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu
dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan,
kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.
Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu
rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta
didik yang beragam.

6. Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang


digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan
elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan
kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
dan indikator pencapaian kompetensi.
BAB 3
PENUTUP

3.1. Simpulan
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok
mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi ,
kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-
komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian
kompetensi dasar. Bentuk silabus sebenarnya dapat bervariasi dan dapat
dikembangkan sendiri oleh sekolah. Komponen yang minimal harus
terdapat dalam sebuah silabus ialah kompetensi dasar, hasil belajar,
indikator, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu,
sumber/alat/bahan, dan penilaian. Format silabus dapat dibuat dalam
bentuk narasi maupun kolom/matriks.

3.2. Saran
Berdasarkan penjelasan penjelasan isi makalah diatas bahwasannya
sekolah atau satuan pendidikan harus melakukan pengembangan silabus
agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan semakin baik.
DAFTAR PUSTAKA

http://dodisutrisno7.blogspot.co.id/2013/10/makalah-pengembangan-
silabus.html
http://novehasanah.blogspot.co.id/2016/02/komponen-silabus-kurikulum-
2013.html