Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ultrasonografi (USG) merupakan suatu prosedur diagnosis yang
digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh atau analisis dari gelombang
Doppler yang pemeriksaannya dilakukan diatas permukaan kulit atau diatas
rongga tubuh yang menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan.
Ultasonografi dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai kelainan
yang ada pada abdomen, otak, kandung kemih, jantung, ginjal, hepar, uterus
dan pelvis. Pada organ ginjal terdapat organ lain yang berada di bagian
cranial ginjal yaitu kelenjar adrenal.
Kelenjar adrenal merupakan suatu kelenjar endokrin yang berbentuk
segitiga yang terletak diatas ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada
respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol
dan hormone adrenalin.
Apabila terdapat gangguan di dalam tubuh khususnya pada kelenjar
adrenal maka dapat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan
pencitraan melalui ultrasonografi. Dengan demikian penulis merasa tertarik
untuk membahas gambaran ultrasonorafi (USG) pada kelenjar adrenal dan
kelainannya.

1.2. Tujuan
Tujuan dari referat ini adalah:
1. Untuk mengetahui kegunaan ultrasonografi
2. Untuk mengetahui gambaran ultrasonograpi dari kelenjar adrenal
normal
3. Untuk mengetahui gambaran ultrasonograpi kelainan dari kelenjar
adrenal

1
1.3. Manfaat
Manfaat dari referat ini adalah:
1. Menambah wawasan dalam memahami gambaran ultrasonograpi dari
kelainan kelenjar adrenal
2. Membantu menegakkan diagnosis pada kelainan kelenjar adrenal

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Anatomi Kelenjar Adrenal


Glandula adrenal atau glandula suprarenalis merupakan organ
retroperitoneal yang berwarna kekuningan pada polus superior ginjal.
Glandula adrenal dikelilingi oleh fascia renalis (tetapi dipisahkan dari ginjal
oleh capsula adiposa). Setiap glandula memiliki korteks yang berwarna kuning
dan medulla yang berwarna coklat tua.1
Korteks glandula adrenal menyekresikan hormon-hormon yaitu
mineralkortikosteroid yang berperan sebagai pengatur keseimbangan elektrolit
dan cairan; glucokortikoid yang berperan sebagai pengatur metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein; dan hormon seks yang memungkinkan
mempunyai peranan sebagai perkembangan prepubertas organ-organ seksual.
Medulla glandula suprarenalis menyekresikan katekolamin epineprin dan
nonepineprin.1
Glandula suprarenalis dextra berbentuk seperti pyramid dan menutupi
polus superior ginjal dextra. Glandula suprarenalis dextra terletak dibelakang
lobus hepatis dextra dan membentang ke medial di belakang vena cava
inferior. Glandula ini terletak di posterior pada diafragma.1
Glandula suprarenalis sinistra berbentuk bulan sabit dan mrluas
sepanjang margo medialis ren sinistra dari polus superior sampai hilum renal.
Glandula ini terletak di belakang pancreas, bursa omentalis, dang aster, serta
terletak di posterior diafragma.1
Arteri yang mendarahi masing-masing glandula suprarenalis ada tiga
arteri yaitu arteri phrenica inferior, aorta, dan arteri renalis. Sebuah vena
keluar dari hilum masing-masing glandula suprarenalis dan mengalirkan
darahnya ke vena cava inferior pada sisi kanan dan vena renalis pada sisi kiri.1

3
Gambar 1. Anatomi glandula adrenal

2.2.Ultrasonografi (USG)
Ultrasonografi (USG) adalah pemeriksaan dalam bidan penunjang
diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang
tinggi dalam menghasilkan imaging, tanpa menggunakan radiasi, tidak
menimbulkan ras sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek samping (non
invasive). Gelombang suara ultrasonic memiliki frekuensi lebih dari 20.000
Hz, tetapi yang dimanfaatkan dalam teknik ultrasonografi adalah 1-10 MHz.2

2.3.Prinsip Kerja Alat Ultrasonografi (USG)


Tranduser bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima
gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi
energy akustik oleh tranducer yang dipancarkan dengan arah tertentu pada
bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian
lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan
bermacam-macam pantulan sesuai dengan jaringan yang dilaluinya.2
Pantulan gema yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan
membentur tranducer dan akan ditangkap oleh tranduser, dan kemudian
diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan

4
dalam bentuk cahaya pada layar monitor. Gelombang ini kemudian diteruskan
ke tabung sinar katoda melalui receiver.2

2.4.USG Kelenjar Adrenal Normal


Pada bagian kanan kelenjar adrenal yang normal, didapatkan ukuran
sekitar 1x4cm. Kelenjar kiri pada umumnya hanya terlihat sekitar 40-50% dari
semua kasus.3

Gambar 2. Kelenjar adrenal normal kanan.

2.5.Gangguan Kelenjar Adrenal


2.5.1. Pembesaran Kelenjar Adrenal
Pada orang dewasa, kelenjar adrenal biasanya terlihat saat terjadi
pembesaran. Beberapa tipe pembesaran memiliki makna patologis.
Gangguan pada kelenjar adrenal bisa berhubungan ataupun tidak dengan
gangguan endokrin. Pemeriksaan daerah kelenjar adrenal merupakan
idikasi suatu gangguan onkologi (M-staging) dan dalam penyelidikan
gangguan endokrin. Kelenjar adrenal yang tidak normal dapat dideteksi
tanpa terduga. Dengan tidak adanya penyakit yang mendasari, bila
ditemukan massa yang solid pada kelenjar adrenal disebut dengan
incidentaloma.3

5
2.5.2. Diagnosis Banding Pembesaran Kelenjar Adrenal
Suatu pembesaran atau tumor kelenjar adrenal memerlukan suatu
pembeda dari struktur tumor lain disekitar kelenjar tersebut. Dalam
membedakannya kita harus mempertimbangkan adanya tumor ginjal,
pankreas dan limpa (terutama aksesori limpa) atau kelainan pembuluh
darah dan limfoma. Dalam diagnosis banding perlu mempertimbangkan
bahwa tumor kelenjar adrenal sangat besar sehingga sulit untuk
menemukan organ lain disekitarnya.3

1. Hiperplasia kelenjar adrenal


Hiperplasia kelenjar adrenal biasanya hipoekoik, terutama di
zona kortikal. Nampak seperti bulat padat dan memanjang, mungkin
menunjukkan level rendah dari nodular dan batas antara korteks dan
sumsum menghilang. Kelenjar adrenal membesar lebih dari 10mm.
Hiperplasia dapat terjadi misalnya sebagai respon adaptif ACTH pada
Cushing syndrome. Penyebabnya kemungkinan paraneolastik atau
karena hiperaldosteronism. Dalam kebanyakan kasus hiperplasia bisa
terjadi bilateral. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang
yang lebih baik lagi seperti pemeriksaan CT Scan karena biasanya
kelenjar adrenal yang hiperplasia tidak dapat dideteksi dengan hanya
menggunakan USG.3

Gambar 2. Pembesaran kelenjar adrenal proksimal,


menunjukkan hyperplasia nodular

6
2. Kista kelenjar adrenal
Kista memberikan gambaran anekoik, margin halus, dan
menunjukkan peningkatan akustik distal. Kista memiliki dinding yang
reguler dan berisi dengan serous. Sebagian besar massa kistik di
kelenjar adrenal adalah suatu kista sekunder yang berkembang dari
suatu pankreatitis, perdarahan atau dari suatu inflamasi. Diagnosis
banding dari kista kelenjar adrenal adalah kista ginjal, tumor pankreas
dan gangguan pada limpa dan pembuluh.3

Gambar 3. Lokasi massa pada dorsal dan kranial ginjal kanan,


Kista kelenjar adrenal

3. Intra-adrenal Hemorrhage (Hematoma)


Perdarahan pada kelenjar adrenal pada tahap awal memberikan
gambaran anekoik. Perdarahan ini dapat terjadi pada bayi baru lahir
karena trauma saat tindakan obstetri, hipoksia, dan gangguan sistem
koagulasi. Perdarahan intra adrenal dapat berhubungan dengan
keadaan klinis suatu insufisiensi adrenal. Suatu perdarahan central
yang besar (pitam adrenal) memberikan gambaran pembesaran
kelenjar adrenal. Suatu perdarahan yang lama niasanya memberikan
gambaran ekogenik yang pekat. Pada anak yang mengalami trauma
tumpul pada abdomen kadang ditemukan adanya hematom pada
kelenjar adrenal. Pada pasien dengan terapi antikoagulan juga dapat
menyebabkan hipocortisolism (Penyakit Addison).3

7
Gambar 4. Perdarahan intra kelenjar adrenal pada bayi baru lahir

4. Abses Kelenjar Adrenal


Suatu abses kelenjar adrenal jarang memberikan gambaran
anekoik. Biasanya gambarannya menunjukkan hipoekoik atau
memiliki struktur yang kompleks. Bila didapatkan gambaran anekoik,
temuan klinikal dan laboratorium dapat ditemukan adanya perbedaan
dari lesi kista biasa. Dinding iregula dan dapat ditemukan adanya
peningkatan gambaran akustik distal.3

8
2.6.Perbedaan Lesi Jinak dan Ganas pada Kelenjar Adrenal
2.6.1. Tumor Jinak Kelenjar Adrenal
1. Adenoma
Adenoma kadang-kadang memiliki penampilan homegen dan
memiliki ukuran kecil yaitu rata-rata 1,5 cm dan bisa mencapai lebih
dari 5 cm.3

Gambar 5. Adenoma Kelenjar Adrenal tipikal

Gambar 6. Hipoekoik, Adenoma pada kenjar adrenal kanan

9
2. Lipoma, Myelolipoma
Lipoma murni dari kelenjar adrenal memiliki tepi yang halus
dan tinggi, homogen dan ekogenik. Lipoma cenderung tidak
menunjukkan kecendrungan untuk terjadi proliferatif.3
Myeolipoma adrenal memiliki tepi yang halus dan struktur
hiperekoik homogen. Myelilipoma kadang menyerupai
angiomyyolipoma ginjal pada pemeriksaan sonografi. Jaringan
histologisnya meliputi lemak dan jaringan sumsum tulang (sel
hemapoetik dan sel retikuler). Perdarahan intratumoral dan kalsifikasi
dapat dilihat.3

Gambar 7. Homogen, tumor hiperekoik pada ginjal kanan,


Myelolipoma adrenal klasik

3. Kalsifikasi
Kalsifakasi seluruhnya atau sebagian kelenjar adrenal
memeberikan gambaran tipikal kompleks dengan bayangan akustik
posterior. Kalsifikasi dapat disebabkan dari kumpulan perdarahan
intraadrenal atau akibat suatu proses inflamasi yang lama
(Tuberculosis). Kalsifikasi dapat berkembang menjadi karsinoma,
metastasis, pheochromocytoma dan adenoma).3

10
Gambar 8. Kalsifikasi dengan bayangan akustik pada kelenjar adrenal ginjal kiri

Gambar 9. Kalsifikasi kecil pada tumor kelenjar adrenal

2.6.2. Tumor Ganas Kelenjar Adrenal


1. Metastase
Dengan suplai pembuluh darah yang banyak, kelenjar adrenal
merupakan urutan ke empa yang dapat bermetastase secara hematogen.
Lesi tidak homegen dan memiliki margin yang tidak teratur. Penyebab
utamanya biasanya dari karsinoma bronkial, karsinoma mammae, dan
melanoma malignan. Sumber lain yang memungkinkan adala berasal
dari gastrointestinal dan urologi.3

11
2. Pheochromocytoma
Pheochromocytoma adalah tumor medula adrenal dan umumnya
dapat di deteksi dengan USG dan memiliki gejala klinis (hipertensi dan
takikardi akibat peningkatan sekresi katekolomin). Pheochromocytoma
memiliki gambaran tepi yang halus, bentuk bulat, dan struktur gema
nonhomogen atau kompleks, dan komponen liquid hipoekoik juga
dapat diamati.3

Gambar 10. Tumor nonhomogen dengan hiperekoik di pusat,


Phaechromocytoma

Gambar 11. pheochromocytoma aktif (diameter 7cm),

12
3. Karsinoma adrenal
Karsinoma adrenal biasanya homegen hipoekoik atau gema
kompleks dengan tepi tidak teratur. Sering terdapat infiltrat
disekitarnya dan metastasi dapat terjadi di organ sekitar kelenjar
adrenal (misalnya hepar). Kebanyakan karsinoma adrenal
menghasilkan hormon dan kadang-kadang juga mendapatkan bukti
adanya suatu tumor. Tumor ini biasanya terdeteksi setelah mencapai
ukuran yang cukup besar (sering > 8cm). Perdarahan intramural,
nekrosis, dan kalsifikasi dapat terjadi yang menambah penampilan
beraneka ragam.3

Gambar 12. Karsinoma kelenjar adrenal,


Gambaran hipoekoik dengan tepi ireguler

13
BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Kesimpulan dari referat ini adalah:
1. Ultrasonografi (USG) adalah pemeriksaan dalam bidan penunjang
diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi
yang tinggi dalam menghasilkan imaging, tanpa menggunakan radiasi,
tidak menimbulkan ras sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek
samping (non invasive)
2. Pada adrenal yang normal menunjukkan ukuran sekitar 1x4cm dan tepi
rata
3. Kelainan kelenjar adrenal diantaranya adanya pembesaran kelenjar
adrenal (hyperplasia kelenjar adrenal, kista adrenal, Intra-adrenal
Hemorrhage, abses kelenjar adrenal) serta tumor jinak dan tumor
ganas pada kelenjar adrenal.

14
DAFTAR PUSTAKA

1. Snell, Richard. 2006. Anatomi Klinik Edisi 6. Jakarta:EGC


2. Endjun, Judi Januadi. 2012. USG untuk Dokter. Jakarta: Sagung Seto
3. Dieter Nrnberg, dkk. 2011. Ultrasound of the Adrenal Glands.
Department of Internal Medicine / Gastroenterology and Oncology

15