Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

ANALISA KASUS
Dari anamnesis, keluhan dialami sejak 4 tahun yang lalu. Awalnya, ada abses di
samping lubang anus, kemudian abses itu pecah dan mengeluarkan cairan dan
nanah. Pasien merasakan nyeri dan berobat ke puskesmas Kemudian abses tersebut
membaik dan menghilang. 1 tahun terakhir, timbul abses lagi di tempat yang sama.
Abses itu pecah lagi dan mengeluarkan cairan dan nanah, kadang-kadang berbau.
Cairan itu keluar sedikit-sedikit, kadang-kadang gatal, dan pasien merasakan nyeri.
Nyeri bertambah saat pasien duduk, tetapi pasien masih bisa beraktifitas seperti
biasa. Pasien berobat ke RSUD Palembang BARI, pasien didiagnosis dengan fistel
perianal. Kemudian pasien dirawat inap di RSUD Palembang BARI.

Buang air besar dan buang air kecil lancar, tidak pernah keluar darah, lendir,
konsistensi dan frekuensi normal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat demam disangkal, riwayat penyakit Diabetes Mellitus disangkal, riwayat
mengkonsumsi obat steroid disangkal. Riwayat berobat 6 bulan ada. Riwayat
penyakit lain disangkal. Riwayat berhubungan seksual melalui lubang dubur
disangkal.
Riwayat Pengobatan
Pernah berobat 6 bulan.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal

Regio perianal
Inspeksi : tampak fistel arah jam 11, sebanyak 1 buah, 1 buah ukuran 0.5 cmx 0.5
cm sudah mengkerut, tampak fistel arah jam 7 1 buah ukuran 0,5 cmx 0,5cm
mengeluarkan cairan 1 fistel berwarna lebih gelap dari sekitarnya, dengan tepi
menonjol.
20

Palpasi : nyeri tekan, teraba fistel konsistensi kenyal, rata,


tepi menonjol.

Gambar 3. Regio perianal pasien

Rectal Toucher
Tonus Sphincter Ani Normal
Mukosa Rectum : Licin, Massa (-)
Tidak teraba masa interna fistel

Pemeriksaan lab.

Sputum:
BTA I (+)
BTA II (-)
BTA III (-)
21

Pemeriksaan Radiologi
Pada pemeriksaan foto thorax didapatkan :
Cor normal, Infiltrat pada kedua lapang atas paru

Gambar 4: foto rontgen thorax