Anda di halaman 1dari 4

UNIVERSITAS GUNADARMA

SK No. 92 / Dikti / Kep /1996


Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra
Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik Komputer, akuntansi, Manajemen DISAMAKAN
Program Sarjana (S1) Sistem Informasi, Sistem Komputer, Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin,
Teknik Industri, Akuntansi, Manajemen, Arsitektur, Teknik Sipil, Psikologi, Sastra Inggris Terakreditasi BAN-PT
Program Magister (S2) Manajemen Sistem Informasi, Manajemen , Teknik Elektro
Program Doktor (S3) Ilmu Ekonomi SK No. 55/DIKTI/Kep/2000.

LATIHAN
Mata Kuliah : Kesehatan & Keselamatan Kerja Tanggal :
Fakultas : Teknologi Industri Waktu :
Jenjang/Jurusan : S1 / Teknik Industri Dosen :
Tingkat/Kelas : Sifat Ujian :
Semester/Tahun : Jumlah Soal :

Petunjuk :
Berdoalah dahulu sebelum dan sesudah anda mengerjakan soal!

1. Kecelakaan kerja disebabkan oleh perbuatan tidak aman dan kondisi


tidak aman yang disebabkan karena, kecuali:
a. Kondisi kerja
b. Kondisi pengusaha
c. Kondisi lingkungan
d. Kondisi masyarakat sekitar perusahaannya
Jawab: B. Kondisi pengusaha

2. Di dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja, upaya


pengendalian resiko dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
a. Identifikasi, Evaluasi, Pengendalian dan Monitoring
b. Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian
c. Identifikasi, Monitoring dan Pengendalian
d. Identifikasi, Monitoring, evaluasi dan Pengendalian
Jawab: D. Identifikasi, Monitoring, evaluasi dan Pengendalian

3. Yang bukan merupakan usaha pencegahan kecelakan kerja adalah:


a. Inspeksi
b. Riset
c. Asuransi
d. Jawaban a,b dan c benar
Jawab: D. Jawaban a,b dan c benar

4. Kejadian kecelakaan yang disebabkan perbuatan tidak aman dari pekerja disebut:
a. Unsafe act
b. Unsafe condition
c. Unsafe situation
d. Unsafe human
Jawab: Unsafe act

5. Tujuan utama P3K adalah:


a. Menyediakan obat-obatan
b. Membawa korban ke Rumah Sakit
c. Mencegah cedera/penyakit menjadi lebih parah
d. Memberikan pengobatan umum
Jawab: C. Mencegah cedera/penyakit menjadi lebih parah

6. Tindakan-tindakan penting dalam P3K, kecuali:


a. Memberikan pengobatan luar
b. Tidak boleh panik
c. Pindahkan korban secara cepat
d. Mengamankan korban
Jawab: B. Tidak boleh panik

7. Manfaat penilaian kerja berkaitan dengan keselamatan kerja adalah:


a. Sebagai dasar untuk menyatakan dana perbaikan dan rencana selanjutnya
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan yang terjadi
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan
Jawab: B. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak

8. APD (Alat Pelindung Diri) sebagai sarana perlindungan harus memenuhi syarat-
syarat antara lain:
a. Mampu memberikan perlindungan efektif
b. Model yang tepat dan baik
c. Harga murah dan kuat
d. Meningkatkan rasa percaya diri pemakai
Jawab: A. Mampu memberikan perlindungan efektif

9. Penyesuaian pekerjaan, sikap dengan peralatan disebut:


a. Ilmu ergonomik
b. Ilmu biologi
c. Ilmu fisika
d. Ilmu psikomotorik
Jawab: A. Ilmu ergonomik

10. Dibawah ini adalah jenis pengendalian lingkungan kerja dalam hygiene industri, kecuali
:
a. Pengendalian Teknis/Operasional
b. Pengendalian Administratif
c. Pengendalian Personal
d. Jawaban a, b dan c salah
Jawab: C. Pengendalian Personal

11. Upaya pencegahan lebih baik daripada upaya pengobatan terhadap kecelakaan atau
akibat kerja, sebagai alternative terakhir dari pencegahan itu adalah:
a. Ventilasi
b. APD (Alat Pelindung Diri)
c. Eliminasi
d. Pengendalian administratif
Jawab: B. APD (Alat Pelindung Diri)

12. Faktor biologi yang mempengaruhi tingkat bahaya dilingkungan kerja


adalah:
a. Cara/ posisi kerja yang tidak tepat
b. Serangga
c. Radiasi
d. Tekanan fisik dan mental
Jawab: B. Serangga

13. Yang termasuk sistem proteksi kebakaran pasif antara lain:


a. Detektor
b. Alat Pemadam Api Ringan
c. Sarana Evakuasi
d. Hydran
Jawab: C. Sarana Evakuasi

14. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa:
a. Kondisi bejana APAR-nya saja
b. Kondisi bejana APAR dan kualitas obat pengisinya
c. Cara penempatan dan peralatannya
d. Cara penggunaannya yang benar
Jawab: B. Kondisi bejana APAR dan kualitas obat pengisinya

15. Untuk mendeteksi kebakaran pada ruangan yang cenderung memiliki suhu yang
berubah-ubah sebaiknya dipasang detektor:
a. Asap type ionisasi
b. Panas type suhu tetap
c. Panas type kenaikan suhu
d. Jawaban a, b dan c benar
Jawab: C. Panas type kenaikan suhu

16. Pelaksanaan K3 Listrik dan penanggulangan kebakaran dilaksanakan dengan pola


preventif. Apakah yang dimaksud dengan pola preventif tersebut:
a. Sebelum saat pelaksanaan
b. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan
c. Dilakukan perawatan rutin
d. Dimulai saat pelaksanaan
Jawab: A. Sebelum saat pelaksanaan

Essai

1. Faktor-faktor apa saja yang menjadi ancaman resiko Keselamatan Kerja ?


2. Mata rantai apa saja yang menjadi penyebab dan akibat dari
terjadinya kecelakaan ?

Jawab:
1. Faktor-faktor yang menjadi ancaman resiko keselamatan kerja yaitu . , tingkat kebisingan pada
mesin-mesin dan peralatan, bahaya ancaman kebakaran dan lain-lain Terbatasnya pengetahuan
dan kurangnya pengertian dari pihak pekerja dapat membuat mereka terancam mengalami
kecelakaan kerja heat stress ( suhu tekanan panas), psikologis dan gangguan tidur para pekerja,
layout (mesin-mesin dan peralatan), penerangan/ pencahayaan,

2. Mata rantai yang menjadi penyebab dan akibat dari terjadinya kecelakaan yaitu

Menurut teori domino effect kecelakaan kerja H.W Heinrich, kecelakaan terjadi melalui hubungan mata-
rantai sebab-akibat dari beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja yang saling berhubungan sehingga
menimbulkan kecelakaan kerja (cedera ataupun penyakit akibat kerja / PAK) serta
beberapa kerugian lainnya.
Terdapat faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja antara lain : penyebab langsung kecelakaan kerja,
penyebab tidak langsung kecelakaan kerja dan penyebab dasar kecelakaan kerja.
Termasuk dalam faktor penyebab langsung kecelakaan kerja ialah kondisi tidak aman/berbahaya (unsafe
condition) dan tindakan tidak aman/berbahaya (unsafe action). Kondisi tidak aman, beberapa contohnya
antara lain : tidak dipasang (terpasangnya) pengaman (safeguard) pada bagian mesin yang berputar, tajam
ataupun panas, terdapat instalasi kabel listrik yang kurang standar (isolasi terkelupas, tidak rapi), alat
kerja/mesin/kendaraan yang kurang layak pakai, tidak terdapat label pada kemasan bahan (material)
berbahaya, dsj. Termasuk dalam tindakan tidak aman antara lain : kecerobohan, meninggalkan prosedur
kerja, tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), bekerja tanpa perintah, mengabaikan instruksi kerja,
tidak mematuhi rambu-rambu di tempat kerja, tidak melaporkan adanya kerusakan alat/mesin ataupun
APD, tidak mengurus izin kerja berbahaya sebelum memulai pekerjaan dengan resiko/bahaya tinggi.
Termasuk dalam faktor penyebab tidak langsung kecelakaan kerja ialah faktor pekerjaan dan faktor
pribadi. Termasuk dalam faktor pekerjaan antara lain : pekerjaan tidak sesuai dengan tenaga kerja,
pekerjaan tidak sesuai sesuai dengan kondisi sebenarnya, pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada
upaya pengendalian di dalamnya, beban kerja yang tidak sesuai, dsj. Termasuk dalam faktor pribadi antara
lain : mental/kepribadian tenaga kerja tidak sesuai dengan pekerjaan, konflik, stress, keahlian yang tidak
sesuai, dsj.
Termasuk dalam faktor penyebab dasar kecelakaan kerja ialah lemahnya manajemen dan pengendaliannya,
kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya, kurangnya komitmen, dsb.
Menurut teori efek domino H.W Heinrich juga bahwa kontribusi terbesar penyebab kasus kecelakaan kerja
adalah berasal dari faktor kelalaian manusia yaitu sebesar 88%. Sedangkan 10% lainnya adalah dari faktor
ketidaklayakan properti/aset/barang dan 2% faktor lain-lain. Gambar di bawah ialah ilustrasi dari
teori domino effect kecelakaan kerja H.W. Heinrich.