Anda di halaman 1dari 7

KEPERAWATAN KOMUNITAS

KASUS

KELOMPOK 3

OKTAVIANUS

REKSI ROSTIANA

RIFKI EKO SUSANTO

RISA VIASIH

SEFTA NILA SARI

ULFI YUNITA

UMI FADHILLAH

USMAN BAHTIAR

YENI PUJIYATI

YUNIA PERMATA SARI

DEWI PUSPITA SARI

HABISAH

S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) AISYAH

PRINGSEWU LAMPUNG

2015
A. Pengkajian

DATA KASUS

Jumlah balita 1,9% dari 148:2=78

Ada 78 balita mengalami gizi buruk

Rentang usia balita gizi buruk antara 9-55 bulan,67,4% anak perempuan

19,6% balita mempunyai riwayat BBLR

60,9% balita mengalami sakit diare selama 3 bulan terakhir

67,4% balita mengalami demam

76,1% balita mengalami batuk pilek

32,6% balita mengalami sesak nafas

54,3% kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan tetap dan pendapatan di wilayah UMR

Banyak anak-anak bermain dihalaman dan sering tampak berada di warung

Bapak lurah mengatakan belum ada kebijakan di tingkat kelurahan untuk menangani gizi buruk

Menurut kader kesehatan, rata-rata kunjungan balita keposyandu 50%

Posyandu telah mengikuti sistem 5 meja, namun fungsi penyuluhan kesehatan di meja 4 tidak
berjalan

Ibu yang memiliki anak gizi buruk mengatakan merasa minder malu dan takut datang ke
posyandu karena selalu dimarahi oleh ibu kader.

B. DIAGNOSA

Tingginya angka kejadian gizi buruk di kelurahan karangsewu berhubungan dengan rendahnya
pengetahuan ibu balita tentang gizi buruk, ketidak mampuan kepala keluarga memiliki
pekerjaan tetap, jumlah anggota keluarga melebihi sumberdaya keluarga, dan kurangnya minat
mengunjungi pelayanan kesehatan yang ditandai dengan :

Ada 78 balita mengalami gizi buruk

Ibu balita yang memiliki anak gizi buruk merasa minder dan malu membawa anaknya datang
keposyandu
54,3% kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan tetap

Jumlah anggota keluarga melebihi sumber daya keluarga

Menurut kader kesehatan, rata-rata kunjungan balita keposyandu 50%

Rendahnya nutrisi pada balita di kelurahan karangsewu berhubungan dengan kurangnya


pendapatan kepala keluarga ditandai dengan :

Anak-anak terlihat berada di warung

Kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan tetap

Pendapatan di bawah UMR

C. PRIORITAS MASALAH

No. Dx. Kep. Kriteria Penilaian Total scor


komunitas
A B C D E F G H I J K

1 4 4 3 3 2 3 4 3 4 4 4 38

2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 27
D. PERENCANAAN

DX. Kep. Tujuan tindakan Evaluasi


komunitas
Umum Khusus Kriteria Standar

Tingginya angka Setelah Pengetahuan ibu Mandiri : 80% dari total keluarga
kejadian gizi dilakukan balita tentang gizi gizi buruk mengetahui
buruk di tindakan buruk meningkat 1. Penkes gizi Kognitif dengan benar :
kelurahan keperawatan buruk
Kepala keluarga a. Pengertian gizi Psikomotorik Pengertian gizi buruk
karangsewu selama 1
berhubungan bulan di penderita gizi buruk Kognitif
buruk memiliki b. Tanda dan Tanda dan gelaja gizi
dengan kelurahan buruk
pekerjaan tetap gelaja gizi Objektik
rendahnya karangsewu
pengetahuan diharapkan buruk Karakteristik gizi buruk
Keluarga gizi buruk Objektif
ibu tentang gizi tidak adanya c. Karakteristik
melakukan gizi buruk Etiologi gizi buruk
buruk, ketidak kejadian gizi objektif
program KB d. Etiologi gizi
mampuan buruk Patofisiologi gizi buruk
kepala keluarga Keluarga gizi buruk buruk
untuk memiliki mengunjungi e. Patofisiologi Komplikasi gizi buruk
pekerjaan tetap. pelayanan gizi buruk
f. Komplikasi gizi Penatalaksanaan gizi
Jumlah anggota kesehatan
buruk buruk
keluarga
melebihi g. Penatalaksana
sumber daya an gizi buruk
keluarga dan 2. Kerjasama 85% dari total kepala
kurangnya dengan keluarga penderita gizi
minat untuk posyandu buruk kebutuhan
pengadaan tercukupi.
mengunjungi
pelayanan meja gizi
3. Pengadaan 80% dari total kepala
kesehatan
program keluarga memiliki
pokjakes gizi pekerjaan tetap.
4. Membentuk
Klien mendapatkan
karang gizi
asuhan keperawatan
secara komperhensif

Kasus gizi buruk (0)


tidak ada

80% dari total keluarga


gizi buruk mendapatkan
makanan sesuai dengan
kebutuhan
E. 1. PLAN OF ACTION (POA)

dx. Kep. Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ


Komunitas

Tingginya angka Ibu balita Penkes gizi buruk Keluarga/ibu Sabtu Balai desa Rp. kelompok
kejadian gizi memiliki balita di 31 kelurahan 3.000.000;-
buruk di pengetahuan a. Pengertian kelurahan Januari karangsewu
kelurahan tentang gizi gizi buruk karangsewu 2015
b. Tanda dan
karangsewu buruk
berhubungan gelaja gizi
dengan buruk
rendahnya c. Karakteristi
pengetahuan ibu k gizi buruk
tentang gizi d. Etiologi gizi
buruk, ketidak buruk
mampuan kepala e. Patofisiolo
keluarga memiliki gi gizi
pekerjaan tetap, buruk
f. Komplikasi
jumlah anggota
keluarga melebihi gizi buruk
sumberdaya g. Penatalaks
keluarga, dan anaan gizi
kurangnya minat buruk
mengunjungi
pelayanan
kesehatan
2. PLAN OF ACTION (POA)

dx. Kep. Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ


Komunitas
Tingginya angka Untuk Kerjasama Anggota Senin, 02 Balai Desa Rp. 2.000.000 Kelompok
kejadian gizi memberikan dengan Posyandu Februari Kelurahan
buruk di pelayanan gizi posyandu 2015 Karangsewu
kelurahan dan kesehatan pengadaan
karangsewu dasar meja gizi
berhubungan Misalnya :
dengan a. Pil
rendahnya penanmb
pengetahuan ibu ah darah
tentang gizi b. Vit A
buruk, ketidak c. Oralit
mampuan
kepala keluarga
memiliki
pekerjaan tetap,
jumlah anggota
keluarga
melebihi
sumberdaya
keluarga, dan
kurangnya minat
mengunjungi
pelayanan
kesehatan

3. PLAN OF ACTION (POA)

dx. Kep. Komunitas Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ


Tingginya angka Agar Membentuk Masyarakat Selasa,03 Balai desa Rp. Kelompok
kejadian gizi buruk di ,masyarakat Pokjakes Karangsewu. febuari 2015. karangsewu. 3.000.000
kelurahan karangsewu dapat gizi.
berhubungan dengan melakukan
rendahnya kegiatan
pengetahuan ibu kerjasama
tentang gizi buruk, dalam
ketidak mampuan setiap di
kepala keluarga adakan
memiliki pekerjaan pokjakes.
tetap, jumlah anggota
keluarga melebihi
sumberdaya keluarga,
dan kurangnya minat
mengunjungi
pelayanan kesehatan
4. PLAN OF ACTION (POA)

dx. Kep. Komunitas tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ


Tingginya angka Agar Membentuk Masyarakat Rabu, 03 Balai desa Rp. Kelompok
kejadian gizi buruk di masyarakat karang gizi Karangsewu. febuari karangsewu. 3.000.000
kelurahan karangsewu tidak 2015.
berhubungan dengan kekurangan
rendahnya gizi.
pengetahuan ibu
tentang gizi buruk,
ketidak mampuan
kepala keluarga
memiliki pekerjaan
tetap, jumlah anggota
keluarga melebihi
sumberdaya keluarga,
dan kurangnya minat
mengunjungi
pelayanan kesehatan