Anda di halaman 1dari 4

Nama : Dhesi Hidayatul Khasanah

NIM : 27228014067

Diskriminasi muslimah berjilbab syari

Saat ini jilbab syari sudah mulai dikenal oleh masyarakat umum, baik
dikalangan umat muslim maupun non muslim. Hal ini disebabkan semakin
canggihnya teknologi sehingga informasi dapat dengan mudah didapatkan. Informasi
yang mudah didapatkan ini memberikan ruang untuk para pendakwah islam dalam
mendakwahkan syariat agamanya, salah satunya jilbab syari.

Moh. Thayeb Manribu (1998, halaman 27) kerja diartikan sebagai suatu
kelompok aktivitas, tugas atau kewajiban yang sama dan dibayar, yang memerlukan
atribut-atribut yang sama

Dari Miqdan r.a. dari Nabi Muhammad Saw, bersabda: Tidaklah makan
seseorang lebih baik dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud a.s.,
makan dari hasil usahanya sendiri." (H.R. Bukhari) . (kompasiana.com)

Dalam hadits shohih di atas bekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan


perut, tapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang
seharusnya dijunjung tinggi. Karenanya, bekerja dalam Islam menempati posisi yang
teramat mulia. Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya
sendiri. Hal ini berlaku pada pekerjaan yang halal salah satunya bekerja dengan
menggunakan jilbab syari bagi wanita muslim.

Saat ini banyak larangan menggunakan jilbab saat bekerja dan stigmatisasi
yang ditujukan pada wanita muslim. Penelitian yang diteliti oleh Yoga tentang
fenomena stigmatisasi terhadap wanita berjilbab syari di kota Pontianak menunjukan
bahwa mereka mendapatkan stigmatisasi dalam interaksi sosial, karena pakaian
mereka yang dianggap berbeda dengan kebanyakan orang dan dianggap berlebihan
dalam beragama. Stigmatisasi yang terjadi disebabkan adanya pemberitaan tentang
bom bunuh diri, sehingga orang orang yang menggunakan jilbab syari terkena
imbasnya. (yoga, 2015)

Selain itu terdapat kasus diskriminasi di RS Mitra Bekasi Barat yang di


terbitkan oleh redaksi online hidayatulloh.com, bahwa Wine dipecat karena
menggunakan jilbab, dan diharuskan membuat surat pengunduran diri tanpa alasan.
Tentu saja Wine menolak membuat surat tersebut karena memang alasannya
mengundurkan diri karena larangan berjilbab. (hidayatulloh.com)

Kondisi tersebut merupakan bentuk diskriminasi hak beragama, dan hak


kebebasan berekspresi untuk melaksanakan ajaran agama adalah hak fundamental
yang tak dapat dikurangi dalam kondisi apapun. Tindakan tersebut mengacu pada
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK). UUK menyebutkan
bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak- hak
dasar pekerja atau buruh, dan menjamin kesamaan kesempatan, serta perlakuan tanpa
diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan
keluarganya, dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha.
(siska, 2014)

Permasalahan tersebut masuk dalam kategori occupational injustice yaitu


occupational deprivation. Occupatinal deprivation adalah suatu keadaan dimana
individu tidak mampu melakukan hal-hal yang penting dan dibutuhkan untuk
melangsungkan kehidupannya, serta tidak mampu melakukan hal-hal yang bermakna
dalam hidup mereka karena adanya batasan-batasan dari luar.
Batasan batasan dari luar tersebut adalah adanya larangan memakai jilbab
syari bagi wanita muslim saat bekerja , dimana bekerja dan melaksanakan ajaran
agama adalah hak setiap orang khususnya wanita muslim. Selain itu bekerja juga hal
penting yang harus dilakukan karena bernilai ibadah. Sehingga jika dua hak tersebut
hilang maka akan hilang pemaknaan dalam hidupnya.

Saran untuk masalah tersebut, sebaiknya penilaian yang dilakukan masyarakat


harus secara obyektif bukan subyektif, sehinga yang dinilai bukan dari pakaianya
tetapi apa yang sudah dilakukanya. Selain itu pemerintah harus tegas dalam aturanya
dengan mewajibkan seluruh instansi perusahaan untuk mengimplementasikan UU
yang telah dibuat.
Daftar Pustaka

Prayetno, Yoga. ( 2015 ). Fenomena Stigmatisasi terhadap Wanita Berpakaian Jilbab


Syari di Kota Pontianak.
urmafis.untan.ac.id/index.php/sosiodev/article/download/577/pdf_4. diakses tanggal
6 November 2016 10:07 WIB

Darmansyah, Wawan. (2015). Bekerja dalam pandangan islam.


http://www.kompasiana.com/wawandarmansyah/bekerja-dalam-pandangan-
islam_54ff2649a33311324550fa84.. Sumber ; Kantor Berita Ekonomi Syariah.
diakses : tanggal 8 November 2016 pukul 10.45 WIB

Dwi, Siska. (2014). Larangan Pekerja Perempuan Berjilbab.


journal.unair.ac.id/download-fullpapers-kmntsff34cfcfadfull.pdf. diakses tanggal 6
November 2016 pukul 10.47 WIB