Anda di halaman 1dari 15

ACARA IV

KOREKSI GEOMETRIK

1. LATAR BELAKANG

Teknologi pemetaan citra satelite merupakan dasar untuk


mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh. Pemetaan citra satelite
dioperasikan melalui perangkat lunak berkemampuan menangani data raster dan
vektor yang terdiri dari modul pengolahan data, penyimpanan/ pengelolaan/
pertukaran data, penganalisisan dan penyajian data. Tahapan yang paling
penting dalam pemrosessan citra satelit adalah adalah melakukan koreksi
sehingga citra tersebut sesuai dengan peta proyeksi yang diinginkan. Koreksi
pada citra dibagi menjadi dua, yaitu koreksi geometric dan radiometric.

Pada citra yang direkam melalui satelit tidak selalu sama dengan apa
yang ada di bumi sehingga koreksi citra sangat diperlukan. Perbaikan citra yang
mencakup koreksi radiometrik dan geometrik. Koreksi radiometrik dilakukan
karena adanya efek atmosferik yang mengakibatkan kenampakan bumi tidak
selalu tajam. Sedangkan koreksi geometrik upaya memperbaiki citra dari
pengaruh kelengkungan bumi dan gerakan muka bumi dengan cara
menyesuaikannya dengan koordinat bumi, sehingga sesuai dengan koordinat
yang ada dipeta. Setiap posisi yang sama pada tahun yang berbeda tidak selalu
sama persis sehingga dari penyebab ini koreksi geometrik sangat diperlukan.
Adapun tujuan dari praktikum kali ini ialah agar praktikan memahami proses
dan cara perbaikan citra dengan koreksi geometrik menggunakan metode GCP.

Data hasil rekaman sensor pada satelit maupun pesawat terbang


merupakan representasi dari bentuk permukaan bumi yang tidak beraturan.
Meskipun kelihatannya merupakan daerah yang datar, tetapi area yang direkam
sesungguhnya mengandung kesalahan (distorsi) yang diakibatkan oleh pengaruh
kelengkungan bumi dan atau oleh sensor itu sendiri. Rektifikasi adalah suatu
proses melakukan transformasi data dari satu sistem grid menggunakan suatu
transformasi geometric. Rektifikasi bertujuan untuk memperbaiki kondisi suatu
citra dengan menggunakan formula atau perhitungan untuk mendapatkan hasil
yang diinginkan. Rektifikasi citra terbagi atas 2 bagian, yaitu rektifikasi
radiometric dan rektifikasi geometric. Rektifikasi radiometric mengacu pada
tingkat kejelasan citra untuk dapat diinterpretasi dengan mengurangi haze dari
atmosfer. Sedangkan koreksi geometric, merupakan kegiatan meletakan posisi
citra di bumi dengan sistem proyeksi yang telah disepakati, misalnya: lambert,
coniqian, equaldistance, dan berbagai sistem proyeksi lainnya. Pada kegiatan
praktikum ini koreksi difokuskan pada koreksi geometric.

2. TUJUAN

1.1.Mahasiswa mampu melakukan koreksi geometrik Landsat TM menggunakan


software ENVI

3. ALAT DAN BAHAN

2.1.Alat

a. Software ENVI 5.3

b. Notebook

2.2.Bahan

a. Citra Landsat TM

b. Citra Landsat 8 OLI TIRS

4. DASAR TEORI

Menurut Mather (1987) dalam Riki Ridwana (2012), koreksi geometrik


adalah transformasi citra hasil penginderaan jauh sehingga citra tersebut
mempunyai sifat-sifat peta dalam bentuk, skala dan proyeksi. Transforamasi
geometrik yang paling mendasar adalah penempatan kembali posisi pixel
sedemikian rupa, sehingga pada citra digital yang tertransformasi dapat dilihat
gambaran objek dipermukaan bumi yang terekam sensor. Dalam pengembalian
posisi pixel, maka praktikan memerlukan data citra induk (yang telah terkoreksi)
untuk menempatkan Ground Control Point. GCP atau Ground Control Point
adalah titik yang diketahui koordinatnya secara tepat dan dapat terlihat pada
citra inderaja satelit seperti perempatan jalan dan lain-lain.

Resampling citra merupakan suatu proses transformasi dengan cara


memberikan nilai pixel citra terkoreksi. Pelaksanaan resampling dilakukan
dengan proses transformasi dari suatu sistem koordinat yang satu ke sistem
koordinat yang lain, proses transformasi ini disebut dengan registrasi citra.
Tahap-tahap melakukan rektifikasi dan registrasi. Secara umum, tahapan
melakukan rektifikasi adalah sebagai berikut (Jaya, 2005):

1) Memilih titik kontrol lapangan (ground control point -GCP ) yang sedapat
mungkin berupa titik-titik atau obyek yang tidak mudah berubah dalam jangka
waktu lama misalnya belokan jalan, tugu di persimpangan jalan dan atau sudut-
sudut gedung (bangunan). Hindari menggunakan belokan sungai atau delta
sungai karena mudah berubah dalam jangka waktu tertentu. GCP juga harus
tersebar merata pada citra yang akan dikoreksi.
2) Membuat persamaan transformasi yang digunakan untuk melakukan interpolasi
spasial. Persamaan yang digunakan umumnya adalah persamaan transformasi
polinomial ordo 1 yang sering disebut dengan affine transformation dan
memerlukan (minimal 3 GCP).
3) Cek akurasi dengan verifikasi atau validasi sesuai dengan kriteria, metode, dan
data citra, maka perlu dicari solusinya agar diperoleh tingkat ketelitian yang
lebih baik. Solusinya dapat dilakukan dengan menggunakan metode lain, atau
bila data referensi yang digunakan tidak akurat atau perlu diganti.
4) Interpolasi dan resampling untuk mendapatkan citra geocoded presisi (akurat).
Beberapa pilihan Geocoding Type yang sudah tersedia pada perangkat lunak,
seperti Tryangulation, Polynomial, Orthorectify using ground control poinr,
Orthorectify using exterior orientation, Map to map projection, Point
registration, Rotation.

Sebelum melakukan koreksi geometric, analisis harus terlebih dulu


melalui proyeksi peta. System proyeksi bertujuan untuk mempertahankan jarak,
sudut dan luas. Oleh karena posisi piksel pada citra output tidak sama dengan
inputnya maka piksel-piksel untuk mengisi data yang baru harus diresampling
kembali. Namun dalam beberapa kasus koreksi, hanya dibutuhkan penyamaan
posisi antara satu citra dengan citra lainnya dengan mengabaikan system
koordinat. Penyamaan posisi ini disebut proses Registrasi. Berbeda dengan
Rektifikasi, Registrasi tidak melakukan transformasi ke suatu system koordinat.

5. LANGKAH KERJA
a. Buka ENVI Classic kemudian load RGB Landsat TM (band 3, 2, 1)

b. Selanjutnya load Landsat TM true color. Klik RGB Color => 3, 2, 1 => Load
Display

c. Kemudian buka juga RGB Landsat 8 (band 4, 3, 2) file => image file => open
b4 b3, b2
d. Kemudian pada kotak dialog available band list klik new display. Maka akan
muncul displey baru #2 Image.

e. Selanjutnya load landsat 8 true color. Klik RGB Color => 4, 3, 2 => Load
Display. Kemudian akan mucul diplay hasil Landsat 8 (sebagai basemap)
f. Jika citra foto udara gelap maka dapat dicerahkan dengan cara klik Enchance
=> [Image] Linier 2, sampai mendapatkan kecerahan yang diinginkan

g. Selanjutnya klik pada menu Map => Registration => select GCPs Image to
Image

h. Setelah muncul kotak dialog baru, klik pada Display 2 (landsat 8) sebagai
basemap dan klik display 1 (Landsat TM) sebagai warp image => Ok.
i. Kemudian akan muncul kotak dialog ground control points selection.
Kemudian klik Add Point

j. Selanjutnya cari objek atau titik yang sama dari kedua display image, jika
sudah di temukan, pada kotak dialog Ground Control Point klik Add Point.

k. Lakukan langkah yang sama sampai menemukan minimal 5 titik yang sama
dengan syarat titik-titik yang dibuat menyebar

l. Setelah membuat 5 titik selanjutnya akan terlihat RMS-Error pada kotak


dialog Ground Control Point. (RMS-Error maksimal 0.5) . Jika RMS-Error
sudah kurang dari 0.5 maka siap di save
m. Untuk menyimpan kelima titik yang dibuat, Klik File pada Ground Control
Point Selection kemudian klik Save GCP to ASCII => Choose => Buatlah
Folder Namai Folder Koreksi Geometrik => Open

n. Kemudian file diberinama GCP1 kemudian save ke dalam folder yang


barusan dibuat => OK

o. Jika masih terjadi kesalahan yang besar dan ingin merubah atau melihat ttik
mana yang memiliki kesalahan yang tinggi, maka klik Show list, sehingga
akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini. Jika ingin mengubah/
memperbaiki titik GCP maka klik pada titik yang memiliki kesalahan yang
tinggi kemudian klik delete.
p. Jika sudah menemukan 5 titik dan menemukan RMS-Error yang sudah
dibawah 0.5 Kemudian jika ingin menutup aplikasi ENVI, nantinya untuk
memanggil file GCP1 lagi, ulangi langkah mulai dari langkah a hingga i.
Kemudian klik File pada Ground Control Point Selection => Restore GCPs
from ASCII => Open file GCP1

q. Lanjutkan pada proses memanggil data Lansat TM (4, 5, 6, 7)

r. Selanjutnya pada GCP Selection klik Options => Warp file => klik pada citra
Landsat TM yang akan di koreksi (Landsat TM 1-7) => OK
s. Pilih Method Polynomial => Choose => Namai Koreksi Landsat TM 1
dengan Koreksi 1 => Open => OK

t. Setelah klik OK maka akan memproses Koreksi 1 . Jika sudah terproses maka
pada kotak band akan muncul Koreksi 1 yang telah di warp band. Kemudian
lakukan langkah ini pada landsat TM band 1 7. Hingga Koreksi 7 didapatkan.

u. Jika sudah di koreksi semua maka di available band list akan muncul file hasil
koreksi geometrik. Load RGB color dari landsat TM yang sudah di koreksi pada
display baru. Selanjutnya load hasik koreksi 1, 2, 3 true color. Klik RGB Color
=> 3, 2, 1 => Load RGB. Kemudian data akan terproses.
v. Kemudian akan muncul display #3 pada kotak dialog display image klik Tools
=> Link => Link displays => atur kotak dialog link displays pada posisi Yes
semua => Ok

w. Geser-geser kursor pada display image, dan lihat perbedaan posisi dari citra
landsat TM yang belum di koreksi, Landsat 8 sebagai basemap, dan Landsat TM
yang sudah di koreksi
6. HASIL PRAKTIKUM
a. Perbandingan citra satelit diplay 1 (sebelum koreksi), diplay 2 citra basemap,
dan diplay 3 citra setelah koreksi geometrik.
b. Tabel GCP
7. PEMBAHASAN
Koreksi geometrik pada praktikum ini menghasilkan gambar
perbandingan citra satelit diplay 1 (sebelum koreksi), diplay 2 citra basemap,
dan diplay 3 citra setelah koreksi geometrik. Dari hasil terlihat adanya perbedaan
pada citra satelit display 1 (sebelum koreksi), display 2 citra basemap, dan
display 3 citra setelah koreksi geometrik. Pada citra satelit display 1 (sebelum
koreksi) terdapat perbedaan dari display 2 citra basemap, dan display 3 citra
setelah koreksi geometrik. Jika letak kursor di geser-geser pada display image,
maka akan ada perbedaan posisi dari citra landsat TM yang belum di koreksi,
Landsat 8 sebagai basemap, dan Landsat TM yang sudah di koreksi. Maka
perubahan posisi yang sama hanya akan terjadi pada Landsat 8 sebagai basemap,
dan Landsat TM yang sudah di koreksi. Dan posisi berbeda ditunjukan oleh
landsat TM yang belum di koreksi.
Nilai RMS Error yang didapatkan pada praktikum ini adalah 0,3403,
seperti yang diketahui jika RMS Error kurang dari 0,5 maka kesalahan semakin
kecil. Kesalahan penempatan posisi koordinat dapat dilihat dari besarnya RMS
Error. Pada tabel terlihat bahwa RMSE untuk koreksi geometrik pada titik
pertama adalah sebesar 0,5475. Dari hasil swipe dengan data citra yang telah
terkoreksi terlihat bahwa koreksi geometrik masih belum sempurna dengan
terlihat posisi tutupan lahan pada citra yang dikoreksi belum sempurna.
Sedangkan koreksi geometrik pada kelima titik tersebut sebesar 0,3403
menghasilkan gambar pada citra terkoreksi telah sesuai posisinya. Hal tersebut
menunjukan bahwa apabila nilai RMS error lebih besar dari satu (RMS error >
0,5) maka harus dilakukan koreksi geometrik lagi, sampai didapat nilai RMS
error kurang atau sama dengan satu (RMS error 0,5). Dan apabila nilai RMS
error kurang atau sama dengan satu (RMS error 0,5) maka citra tersebut sudah
terkoreksi secara geometrik.
Namun RMSE bukan merupakan patokan utama karena kesalahan dapat
terjadi jika salah penempatan GCP-nya yang tidak tepat dan merata, sehingga
ketika mencari GCP harus sampai melihat ke satuan pixelnya. Jika salah
menempatkan GCP maka akan berpengaruh pada posisi hasil reference-nya. Jika
titik pertama sedikit salah atau melenceng, maka titik selanjutnya akan
mengalami error yang semakin besar. Proses ini akan menentukan proses-proses
berikutnya, terutama yang multi waktu.

8. KESIMPULAN
Koreksi geometrik dapat dilakukan dengan cara retrifikasi yaitu
menetapkan GCP (ground control point ) pada citra/peta yang telah diketahui
koordinatnya. Kesalahan posisi pada citra yang akan dikoreksi dapat terlihat dari
besarnya RMSE. Berdasarkan hasil koreksi geometrik pada citra satelit pada
praktikum ini, didapatkan besar RMS Error dari koreksi 0,3403. Dari swipe
terlihat bahwa citra yang dikoreksi dengan RMS Error sebesar 0,3403 memiliki
posisi dan ketelitian yang jauh lebih akurat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
semakin kecil RMSE maka ketelitian koordinat suatu titik akan semakin baik.

9. DAFTAR PUSTAKA

Bernstein, R., 1983. Image Geometry and Recti_cation. Chapter 21 in The


Manual of Remote Sensing. R. N. Colwell, ed., Bethesda, MD.
American Society of Photogram-metry, 1:875-881.

Jaya, I N. S. 2006, Laporan Penaksiran Resolusi Tinggi. Kerjasama antara


Departemen Kehutanan dengan PT Rasicipta Consultama. Tidak
diterbitkan.
Riki, ridwana. 2012. Koreksi Geometrik. [terhubung berkala]
http://rikiridwana.blogspot.com com [diakses pada tanggal 15 Maret
2014].