Anda di halaman 1dari 4

1

Soal-soal gravimetri
1. Sebuah sampel seberat 0,2856 g yang diketahui mengandung campuran NaCl (Mr =
58,44), BaCl2 (Mr = 208,23) dan Mg(NO3)2 (Mr = 148,31) dilarutkan di dalam air. Ke
dalam larutan tersebut kemudian ditambahkan AgNO3 berlebih sehingga terbentuk
0,4637 g endapan AgCl (Mr = 143,32). Jika massa NaCl sama dengan BaCl 2, tentukan
persentase Mg(NO3)2 di dalam sampel tersebut. (25)

Solusi :

Misalkan massa NaCl adalam m g, dan demikian juga massa BaCl2 adalah m g. Jumlah mol
mg mg
NaCl adalah: = 0,0171m mol, dan massa BaCl2 = = 0,0048m
58, 44 g / mol 208, 23 g / mol
mol.

Jumlah mol Cl- = 0,0171m + 2(0,0048m) = 0,02670m mol.

0,4637 g
Jumlah mol AgCl = = 0,003235 mol
143,32 g / mol

Sehingga 0,02670m = 0,003235 dan m = 0,12116 g

0, 0433
Massa Mg(NO3)2 = 0,2856 g 2(0,12116) g =0,0433 g atau 100% = 15,15%
0, 2856

2. Kadar magnesium dapat ditentukan secara gravimetric dengan mengendapkan


magnesium sebagai MgNH4PO4.6H2O menggunakan (NH4)2HPO4 sebagai pengendap.
Setelah endapan disaring, proses pengeringan pada 1100oC menghasilkan endapan
Mg2P2O7.
a. Tuliskan reaksi pelarutan garam MgNH4PO4.6H2O. (5)
b. Dengan menggunakan reaksi pada (a), jelaskan mengapa proses pengendapan
dilakukan dalam suasana asam. (10)
c. Ion apakah yang merupakan pengganggu utama pada prosedur ini? Jelaskan cara
menghilangkannya. (5)
d. Pada proses penyaringan, endapan dibilas dengan larutan NH3 5%v/v. jelaskan
mengapa digunakan larutan NH3 untuk membilas endapan.(5)
2

Solusi:

a. Reaksi pelarutan garam MgNH4PO4.6H2O dalam air:

MgNH4PO4.6H2O(s) + H2O(l) MgNH4PO4.6H2O(aq) Mg2+(aq) + NH4+(aq) +


PO43-(aq)

b. Dari reaksi pad (a) dihasilkan ion-ion Mg2+, NH4+ dan PO43-. Penambahan asam
dilakukan untuk memastikan bahwa MgNH4PO4.6H2O belum mengendap ketika
(NH4)2HPO4 ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung Mg2+. Karena H3PO4
merupakan asam lemah berbasa tiga, dan ion PO43- merupakan basa lemah, maka asam
akan melarutkan endapan. Dalam kondisi basa, endapan MgNH4PO4.6H2O berbentuk
partikel halus dan tidak murni.

c. Ion yang menggangu adalah ion yang berasal dari golongan yang sama, yakni Ca2+.
Salahstu cara menghilangkan Ca2+ dari larutan adalah dengan mengendapkannya
sebagai kalsium oksalat, CaC2O4.

d. Pembilasan endapan MgNH4PO4.6H2O menggunakan larutan NH3 karena kelarutan


MgNH4PO4.6H2O dalam larutan NH3 lebih kecil dibandingkan kelarutannya dalam air.
Konsentrasi NH3 harus cukup encer, sebab keberadaan NH3 dalam jumlah besar,
memicu pembentukan Mg(NH4)4(PO4)2 yang konsekuensinya akan memberikan
kesalahan.

3. Suatu sampel bahan baku obat mengandung mengandung MgCl2 dan NaCl dalam
pendukung tepung tapioka. Sejumlah 5,1608 g ditambahkan sejumlah air dan selanjutnya
disaring untuk memisahkan komponen tak larutnya. Filtratnya ditempatkan dalam labu
takar 500 mL dan diencerkan dengan air hingga tepat 500 mL. Sejumlah 50 aliquat
diperlakukan dengan pereaksi AgNO3 yang menghasilkan endapan AgCl sebanyak
0,4442 g. Sejumlah 50 mL aliquat lainnya diperlakukan dengan pereaksi (NH4)2HPO4
untuk mengendapkan Mg2+ sebagai MgNH4PO4. Endapan tersebut selanjutnya dipijarkan,
dan menghasilkan 0,1347 g Mg2P2O7. Tentukan kadar (dalam % w/w) MgCl2.7H2O dan
NaCl dalam sampel tersebut.
Data Ar (g.mol-1) Mg = 24,31; Cl = 35,45; Na = 22,99; Ag = 107,87; N = 14,00; O =
16,00; P = 30,97; H = 1,00
3

4. Sejumlah 2,4414 g sampel mengandung KCl, K2SO4, dan bahan inert dilarutkan dalam
air hingga volumenya tepat 250 mL. Titrasi Mohr dilakukan terhadap 50 mL aliquot
yang memerlukan 41,36 mL larutan AgNO3 0,05818 M. Selanjutnya 50 mL aliquot
lainnya diperlakukan dengan 40,00 mL larutan NaB(C6H5)4 (sodium tetra fenil boron)
yang memberikan reaksi:
NaB(C6H5)4 + K+ KB(C6H5)4(s) + Na+
Padatannya disaring, dan dilarutkan kembali dalam aseton dan dititrasi dengan 49,98 mL
larutan AgNO3, dengan reaksi :
KB(C6H5)4 + Ag+ AgB(C6H5)4(s) + K+
Hitunglah % KCl dan K2SO4 dalam sampel.

5. Suatu sampel dengan massa 516,7 mg merupakan campuran dari garam K2SO4 dan
(NH4)2SO4. Kadar SO42- dalam sampel ditentukan secara gravimetri sebagai BaSO4,
dengan menambahkan larutan BaCl2 ke dalam larutan sampel. Setelah melalui prosedur
pemisahan dan pembakaran, didapat endapan BaSO4 sebanyak 863,3 mg. Tentukan kadar
masing-masing garam sulfat itu (% w/w) dalam sampel tersebut. (20)

Solusi:
Misalkan, massa K2SO4 adalah x mg. Maka, massa (NH4)2SO4 adalah (516,7 x) g.
Massa SO42- dari kedua garam itu adalah : (96,07/174,27)x mg + (96,07/132,07)(516,7
x) mg = 0,5513x + 0,7274(516,7 x) = 0,5513x + 375,8475 0,727x = (375,8475
0,1757x ) mg. Jumlah ini menghasilkan BaSO4 sebanyak = (233,37/96,07) (375,8475
0,1757x ) mg = (912,9960 0,4268x) mg
Harga tersebut sama dengan 863,3 mg, maka persamaannya adalah : (912,9960
0,4268x) mg = 863,3 mg atau x = 116,4 mg
Kadar K2SO4 adalah 116,4 mg atau (116,4/516,7)100% = 22,53%, dan kadar (NH4)2SO4
= (516,7 116,4) mg = 400,3 mg atau (400,3/516,7)100% = 77,47%.

6. Sebuah sampel yang mengandung klorida dengan massa 1,1402 gram dilarutkan di dalam
asam. Ke dalam larutan ini kemudian ditambahkan 0,6447 gram MnO2 sehingga
terbentuk gas Cl2 dan ion Mn2+. Kelebihan MnO2 kemudian disaring, dicuci dan
dikeringkan. Massa MnO2 yang tidak ikut bereaksi adalah 0,3521 gram.

a. Tuliskan persamaan reaksi antara ion klorida dan MnO2 (5)


b. Hitung % AlCl3 yang terdapat di dalam sampel. (15)

Solusi
a. Reaksi antara Cl- dengan MnO2 menghasilkan Cl2 dan Mn2+ dalam suasana asam
termasuk reaksi redoks :
Reaksi oksidasi : 2 Cl- Cl2 + 2e
Reaksi reduksi : MnO2 + 4 H+ + 2e Mn2+ + 2 H2O
Reaksi redoks : 2 Cl- + MnO2 + 4 H+ Cl2 + Mn2+ + 2 H2O
4

b. Jumlah MnO2 yang bereaksi = (0,6447 0,3521) gram, = 0,2926 gram


Jumlah mol MnO2 yang bereaksi adalah (0,2926 g)/(86,94 g.mol-1) = 0,0034 mol
Dari reaksi di atas, jumlah mol Cl- bereaksi = 2 0,0034 mol = 0,0068 mol.
Jika Cl- dalam sampel berupa AlCl3, maka jumlah mol AlCl3 = 0,0068/3 mol = 0,0023
atau 0,0023 mol 133,48 g.mol-1 = 0,3070 g
Maka % AlCl3 dalam sampel adalah (0,3070 g/1,1402 g) x 100 % = 26,93 %

7. Suatu sampel padatan gula untuk keperluan industri tertentu, mengandung garam
MgCl2.7H2O dan NaCl. Sejumlah 6,8810 gram sampel dilarutkan dalam air dan
diencerkan tepat 500 mL dalam labu takar. Untuk keperluan analisis klorida, sejumlah 50
mL aliquot direaksikan dengan AgNO3 secara sempurna yang menghasilkan 0,5923 gram
AgCl. Pada sejumlah 50 mL aliquot lainnya, Mg2+ diendapkan sebagai MgNH4PO4 dan
setelah dipijarkan diperoleh 0,1796 gram Mg2P2O7. Tentukan kadar MgCl2.7H2O dan
NaCl dalam sampel tersebut yang dinyatakan dalam % berat.
Data: Ar H=1,00; C=12,00; N=14,00; O=16,00; Na=22,99; Mg=24,31; K=39,10; Ca=40,08;
P=30,97; Cl=35,45; Ag=107,87;

8. Batu kapur dari kawasan pegunungan kapur tertentu di Jawa Barat memiliki komposisi
utama CaCO3, MgCO3, silica (SiO2), silikat-silikat dan mineral lainnya. Penentuan kadar
kalsium karbonat dan magnesium karbonat secara gravimetric dilakukan dengan terlebih
dulu memperlakukan sejumlah 2,5732 g sampel dengan larutan HCl. Setelah proses
penyaringan, Ca2+ dan Mg2+ diendapkan sebagai oksalatnya (CaC2O4 dan MgC2O4), yang
setelah dilakukan pemisahan dari supernatannya diperoleh 3,0372 g campuran kedua
oksalat itu. Selanjutnya, jika endapan oksalat tersebut dipijarkan, diperoleh campuran
oksida kalsium dan oksida magnesium seberat 1,8282 g. Tentukan kadar (dalam %w/w)
dari kalsium karbonat dan magnesium karbonat dalam sampel. (25)

9.