Anda di halaman 1dari 18

COELENTERATA

Tugas Mata Kuliah Avertebrata Air

Diaz Dwi Lintang (230110150184)

Adhitya Dwi Putra (230110150191)

Syafira Eka Noviatri (230110150211)

Maya Nursyabani (230110150214)

Deva Leonard Mokesh (230110150194)

Daud Sibarani (230110150174)

Vadhillah Savetri (230110150181)

Rizmi Danurahman (230110150234)

Dwi Asri Rozali (230110150204)

Rahmayani (230110157001)

Ridho Julianto (230110150

Muhammad Rizki Akbar (230110150

Bil Ashabi Ruhamak (230110150221)

Egi Maudy Rusmana (230110150171)

Gilang Kuntiarso (230110150

Muhammad Heffiqri Riady(230110150201)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR
Pembahasan

1. Coelenterata

Pengertian
Coelenterata (Cnidaria) adalah hewan invertebrata yang mempunyai rongga dengan bentuk tubuh
seperti tabung dan mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Pada saat berenang, mulut coelenterata
menghadap ke dasar laut. Tubuh Coelenterata (hewan berongga) adalah terdiri atas jaringan luar
(eksoderm) dan jaringan dalam (endoderm) serta sistem otot yang membujur dan menyilang
(mesoglea). Istilah Coelenterata berasal dari bahasa Yunani dari kata Coeles yang berarti rongga
dan interon yang berarti usus. Fungsi rongga tubuh pada Coelenterata adalah sebagai alat
pencernaan(gastrovaskuler).

Coelenterata lebih dikenal dengan sebutan Cnidaria. Istilah Cnidaria berasal dari bahasa Yunan dari
kata cnida yang berarti penyengat karena sesuai dengan namanya cnidaria yang memiliki sel
penyengat. Sel penyengat terdapat pada tentakel yang ada disekitar mulut. Contoh Coelenterata
(Hewan berongga) adalah ubur-ubur, hydra, dan anemon laut.

Reproduksi Coelenterata
Reproduksi coelenterata dapat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara Aseksual
(Vegetatif) dilakukan dengan cara membentuk tunas(kuncup) pada umumnya terjadi pada fase
polip, tunas ini semakin lama semakin besar dan semakin banyak sehingga membentuk koloni.

Pada reproduksi secara Seksual (Generatif) pada coelenterata dilakukan dengan cara membentuk
gamet. Gamet dihasilkan oleh seluruh coelenterata yang berbentuk atau mengalami fase medusa
dan ada beberapa pada fase polip. Pada fase medusa terbentuk testis dan ovarium yang
menghasilkan sperma dan ovum. Letak testis di dekat tentekel sedangkan ovarium di dekat kaki.
Pada prosesnya sperma yang telah masak akan keluar dan berenang hingga menuju ovum, ovum
yang dibuahi akan membentuk zigot. Zigot ini kemudian akan terus tumbuh di dalam ovarium
hingga menjadi larva bersilia (planula) yang kemudian akan berenang meninggalkan induk dan
membentuk polip di dasar perairan. Pada sebagian hewan yang termasuk filum coelenterata akan
mengalami metagenesis, yaitu perkembangbiakan secara seksual yang diikuti oleh
perkembangbiakan secara aseksual dalam satu generasi secara bergantian.

Cara Hidup dan mendapatkan Makanan


Coelenterata hidup bebas secara heterotrof di perairan yang jernih dan memangsa plankton serta
hewan-hewan kecil lainnya. Jika ada mangsa yang menempel atau mendekati tentekel serta
mengenai knidoblas, maka knidoblas akan mengeluarkan nematokis yang mengandung racun yang
dapat melumpuhkan mangsa tersebut. Mangsa yang sudah dilumpuhkan kemudian ditangkap dan
dimasukan ke dalam mulut dengan bantuan tentekel.

Pada beberapa jenis anthozoa, dapat menembakan benang yang akan larut menjadi lebih pekat dan
lengket yang berguna untuk menempel dan menangkap mangsa, nematokis pada coelenterata di
perairan air tawar ada empat macam yaitu penggulung (volvent), penusuk (penentraut), serta dua
macam tipe perekat.

Sistem Pencernaan
Pada coelenterata mangsa dicerna di dalam rongga gastrovaskular yang berfungsi sebagai usus dan
dapat dibagi menjadi dua yaitu pencernaan ekstraseluler dan pencernaan intraseluler. Pencernaan
secara ekstraseluler yaitu dengan bantuan enzim yang terdapat pada gastrosol atau coelenteron yaitu
semacam kantung yang berbatasan dengan gastrodermis. Sedangkan pencernaan secara intraseluler
dengan cara dicerna oleh vakuola makanan yang terdapat di dalam rongga gastrovaskular, rongga
ini dipisahkan oleh penyekat. Dalam rongga gastrovaskular makanan akan dicerna dengan sehingga
menghasilkan sari makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi.

Respirasi dan Ekskresi


Pada umumnya coelenterata tidak memiliki alat pernapasan dan ekskresi khusus, pertukaran gas
yaitu pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida dilakukan secara difusi melalui
permukaan tubuh kecuali pada beberapa spesies seperti pada golongan anthozoa dan sifonoglia.
Pada sistem ekskresi juga sederhana yaitu sisa metabolisme dalam bentuk amonia juga dibuang
secara difusi.

Sistem Saraf dan Peredaran Darah


Coelenterata memiliki sistem saraf difusi yang sederhana yang tersebar dan berbentuk anyaman
seperti jala, bagian ini terdapat pada lapisan mesoglea (mesolamela), sistem saraf berfungsi
mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan. Sistem peredaran darah coelenterata
merupakan sistem peredaran yang sederhana

Pergerakan
Pada coelenterata kontraksi otot berpengaruh terhadap cairan dalam rongga gastrovaskuler yang
berlaku sebagai rangka hidrostatik, sebagai mana mesoglea. Gerakan pada bentuk polip
sangat terbatas hanya merayap atau meliuk-liuk, dan pada bentuk medusa dapat berenang bebas.
Tubuh yang berbentuk polip seperti halnya hydra dapat memanjang dan memendek atau
melengkung ke berbagai arah. Medusa berenang dengan jalan berdenyut yang dihasilkan oleh otot
melingkar dan menghasilkan gerakan vertikal, sedangkan gerakan horizontal tergantung pada arus
laut.

2. Kelas Coelenterata
1. Kelas Hydrozoa
A. Pengertian

Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar memiliki pergiliran
bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. Hydrozoa dapat hidup soliter, hidup di dalam air
tawar. Ujung tempat letaknya mulut disebut ujung Oral sedangkan yang melekat pada dasar disebut
ujung Aboral. Cara reproduksi hewan disebut adalah dengan cara vegetatif maupun generatif.
Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia.
Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut. Obelia memiliki bentuk polip
dan medusa dalam siklus hidupnya gambar hydra.

B. Anatomi
Epidermis

Sel berbentuk kubus

Berfungsi : - sebagai pelindung tubuh

- alat sensoris

a) Sel Epiteliomuskuler

Sel epiteliomuskuler berfungsi proteksi dan kontraksi. Sel epiteliomuskuler pada ujung bebas
melekat satu dengan yang lain. Ujung yang melekat pada mosoglea mengandung beberapa
serabut kontraktil. Sel-sel epiteliomuskuler tersusun secara lungtudinal (mengikuti sumbu
panjang tubuh), menonjol keluar pada kedua belah sel, sehingga sel tersebut berbentuk huruf T.

b) Sel Interstitial

Sel interstitial bentuknya oval, berukuran kecil, terletak dibagian dasar diantara sel-sel
epiteliomuskuler. Fungsi sel interstitial adalah:

(1) Pembentukan knidoblast,

(2) Pembentukan tunas (bertindak sebagai sel formatif),

(3) Pembentukan sel-sel kelamin,

(4) Regerasi dan perbaikan sel-sel yang rusak.


c) Knidoblast

Didalam knidoblast terdapat nematokist. Biasanya sel jelatang terletak diantara sel-sel
epiteliomuskuler, tetapi sel jelatang yang terdapat dibagian tentakel terletak didalam sel
epiteliomuskuler. Sel-sel epiteliomuskuler yang memiliki sel jelatang khusus diberi nama sel
induk semang atau sel baterai. Nematokist terdiri dari empat tipe, yaitu:

(1) Penetran (mempunyai benang yang panjang, pada bagian pangkal terdapat tiga duri yang
panjang dan 3 baris duri).

(2) Volvent (mempunyai benang yang pendek dan tebal).

(3) Streptilne glutinant (mempunyai benang yang panjang dan duri yang kecil).

(4) Stereoline glutinant (mempunyai benag yang lurus dan berduri).

Penetran dan volvent berfungsi untuk menangkap mengsa, sedang strapline dan stereoline
glutinant berfungsi untuk membantu pergerakan.

d) Sel sensori dan sel saraf

Sel sensori terutama terdapat dibagian tentakel dibagian tentakel dan knidoblast dan diantara sel-
sel epiteliomuskuler. Sel-sel saraf kurang lebih sama dengan multipolar neuron, terletak dibagian
dasar epidermis.

e) Sel-sel sekreasi kelenjar mucus

Sel-sel sekreasi kelenjar mucus terletak terutama pada bagian basal (ujung aboral) Hydra.

Gastrodermis
Epitelium dalam berfungsi sebagai pencernaan, berasal dari bahan gelatin
Sel-sel yang terdapat pada lapisan gastrodermis adalah:

a) Sel epiteliomuskuler (disebut juga sel-sel nutrisi, mempunyai flagel dan dapat berbentuk
pesudopodia).

b) Sel-sel kelenjar (terletak diantara sel-sel nutrisi, berfungsi menghasilkan enzim


pencernaan).

c) Sel-sel sensoris (sel-sel sensori pada lapisan gastrodermis sama seperti didalam lapisan
epidermis tetapi jumlahnya lebih sedikit).

d) Sel-sel interstitial (jumlahnya tidak banyak).


Diantara gastrodermis dan epidermis terdapat lapisan mesoglea, sel ini sangat membantu dalam
kelenturan gerakan HydraSel berbentuk panjang

Berfungsi sebagai : alat pencernaan makanan

Mesoglea

Lapisan bukan sel yang terdapat di antara lapisan epidermis dan gastrodermis

Berfungsi : sebagai alat penunjang tubuh yang bersifat elastis.

Rongga Gastrovaskuler
Berfungsi sebagai usus
Tentakel
Alat untuk menangkap makanan
Knidosit
Sel penyegat yang berada di tentakel berisi racun untuk melemahkan mangsa. Sel penyengat itu
bernama nematokis.
Vakuola Makanan
Tempat mencerna makanan
C. Habitat

Hydrozoans ditemukan di hampir semua habitat laut, kecuali zona surfing mungkin berat.
Mereka yang paling melimpah dan beragam di perairan dangkal yang hangat, mungkin sebagai
refleksi dari kelimpahan makanan. Jumlah kecil spesies air tawar terjadi di habitat baik lotic dan
lentic, dan lebih berlimpah di eutrophic dan perairan mesotrophic . Hewan ini ditemukan di
habitat jenis berikut:

sedang ; tropis ; kutub ; air asin atau laut ; air tawar .

Perairan Bioma: pelagis ; bentik ; terumbu ; kelautan ventilasi ; Danau dan kolam,
sungai dan sungai, kolam sementara;pesisir ; abyssal ; payau air .

Lahan basah: rawa , rawa.

Lain: muara ; intertidal atau daerah pesisir.

D. Morfologi

1) Tubuh simetri radial.

2) Struktur tubuhnya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu polip yang hidup menetap dan
medusa yang berenang bebas.
3) Bentuk polip lebih kurang silindris, dengan satu ujung yang disebut oral (yang mengandung
mulut dikelilingi tentakel) dan ujung yang lain disebut aboral (menempel pada substrat).

4) Bentuk medusa seperti lonceng atau mangkuk terbalik dengan bagian cembung mengarah
ke atas dan bagian cekung dilengkapi mulut dan tentakel yang mengarah ke bawah.

Tubuh Hydra berbentuk tabung elastik yang bervariasi ukuran panjang dan ketebalannya. Ujung
bawah (proksimal) dari tubuhnya merupakan bagian yang tetutup dan disebut cakram basal (basic
disc) yang berfungsi sebagai alat gerak dan alat pelekat. Ujung atas (distal) tubuhnya merupakan
bagian yang membentuk konus atau sirkel yang disebut hypostome, dan bagian ujungnya terbuka
disebut mulut. Di sekitar mulut dikelilingi oleh 4 sampai 12 tentakel yang ramping. Bagian tubuh
yang terletak di antara mulut cakram basal disebut tangkai tubuh. Mulutnya bermuara ke dalam
suatu rongga yang disebut rongg gastrovaskular atau enteron yang berfungsi untuk mencernakan
makanan dan sekaligus megedarkan sari makan keseluruh penjuru tubuh. Rongga gastrovaskular
ini juga berhubungan dengan rongga yang terdapat dalam tentakelnya.

Tentakel pada Hydra dapat dijulurkan memanjang secara ekstrim, bias mencapai 7 cm atau lebih.
Dalam kondisi ini tentkel tampak sangat tipis sehingga susah dilihat dengan lensa. Tentakel dapat
bergerak bebas untuk menangkap mangsa dan memasukkannya ke dalam mulut.

Organ reproduksi ovarium dan testes, sering ditemukan atau mudah diamati pada musim gugur
dan musim dingin (untuk daerah 4 musim). Kedua organ reproduksi tersebut dapat ditemukan
dalam satu individu. Ovarium dapat ditemukan pada posisi sepertiga dari bagian basal, atau dekat
hypostome.

Pada sisi samping tubuh Hydra biasanya ditemukan kuncup yang nantinya akan tumbuh
membesar menjadi individu baru. Pembentukan individu baru cara demikian disebut
perkembangbangbiakan secara aseksual.

E. Ekologi
A. Cara Mendapatkan Makanan

Hydrozoa hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-

partikel organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan

kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan mengenai sel

knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik akan lemas

lalu tentakel membawanya ke mulut.


Di bawah mulut terdapat kerongkongan pendek lalu masuk ke

rongga gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel).

Sel-sel endodermis menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan

akan dimuntahkan melalui mulut.

Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler.

Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan

oleh septum/penyekat dan belum mempunyai anus.

B. Sistem Pertahanan

Di ujung tubuh Hydra terdapat lubang mulut yang dikelilingi oleh banyak tentakel. Tentakel
hydra dilengkapi dengan knidoblas yang mengandung nematokis (benda sperti sengat yang
mengeluarkan racun hipnotoksin untuk melumpuhkan mangsa dengan cara ditusukkan ke tubuh
mangsa).

C. Sistem Reproduksi

1) Hydra

Hydra berkembang biak secara aseksual dan seksual.Perkembangbiakan secara aseksual terjadi
melalui pembentukan tunas.sedangkan perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui
peleburan sel telur(dari ovarium) dengan sperma (dari testis).

2) Obelia

hewan obelia mempunyai dua alat kelamin (hemaprodit).Medusa dewasa akan menghasilkan sel
telur dan sperma.Pembuahan terjadi diluar tubuh (eksternal) dan membentuk zigot. Zigot akan
berkembang menajdi larva bersilia

D.Siklus Hidup

1) Hydra
-reproduksi aseksual dengan tunas atau budd

kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra.

Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler.

Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari

tubuh induknya untuk menjadi individu baru.

- reproduksi seksual :

terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma

(dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang

sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang

membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk.

Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat

pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan

membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
2) Obelia

Reproduksi Cnidaria pada siklus hidup Hydrozoa Obelia adalah sebagai berikut.

a) Polip berkromosom diploid (2n) bereproduksi secara aseksual dengan rnembentuk tunas-
tunas, sehingga terjadilah koloni polip. Terdapat polip yang bertentakel untuk mencari makanan
dan polip yang tidak memiliki tentakel untuk bereproduksi.
b) Polip yang tidak rnerniliki tentakel membentuk tunas medusa secara aseksual. Tunas
medusa (2n) dilepaskan dan berenang bebas

c) Medusa dewasa (2n) jantan dan betina bereproduksi secara seksual, masing-masing
mengalami pembelahan secara meiosis sehingga menghasilkan sel gamet (sperma atau sel telur)
yang brkromosom haploid (n).
d) Bila terjadi fertilisasi sel telur oleh spermatozoid, maka akan dihasilkan zigot (2n).
e) Zigot akan berkembang menjadi larva padat bersilia yang disebut planula (2n).
f) Planula akhirnya menetap di suatu substrat, dan tumbuh menjadi polip baru (2n).
2. Kelas Scyphozoa
3. Kelas Cubozoa
1. Pengertian

Ubur-ubur kotak (kelas Cubozoa) adalah invertebrata Cnidaria yang dibedakan oleh medusa
berbentuk kubus. Ubur-ubur kotak terkenal karena bisa yang sangat kuat dihasilkan oleh beberapa
spesies: Chironex fleckeri, Carukia barnesi, dan Malo kingi adalah salah satu makhluk yang
paling berbisa di dunia. Sengatannya dan beberapa spesies lain di kelas ini sangat menyakitkan
dan kadang-kadang fatal bagi manusia. Bahkan sengatan dari beberapa spesies ubur-ubur kotak
(yang sering disebut ubur-ubur Irukandji) dapat menimbulkan Sindrom Irukandji.

"Ubur-ubur kotak" atau "tawon laut" juga merupakan nama umum untuk Chironex fleckeri yang
terkenal berbahaya. Istilah ambigu tapi umum digunakan adalah "tawon laut" dan "penyengat
laut" yang kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada spesies yang lebih berbisa dari ubur-
ubur kotak.

Cubozoa dahulu dimasukkan dalam golongan Scyphozoa, setelah ditemukan perbedaan yang
mendasar dengan kelompok Scyphozoa, kemudian dijadikan kelas tersendiri. Perbedaan tersebut
adalah Cubozoa mengalami metamorfosis lengkap dari polip hingga medusa payung (tubuh)
berbentuk kotak, dan memiliki lensa mata yang kompleks. Cubozoa merupakan ubur-ubur sejati.
Beberapa jenis Cubozoa membahayakan para perenang karena sengatan nematosistanya dapat
menyebabkan luka yang sulit disembuhkan, bahkan ada yang dapat menyebabkan kematian dalam
waktu 3 20 menit. Contohnya Chironex fleckeri (sea wasps) di perairan Indo-Pasifik.

2. Anatomi

Ubur-ubur kotak yang paling tampak berbeda dari ubur-ubur Scyphozoan adalah bahwa ubur-ubur
kotak berbentuk payung, bukan berkubah atau berbentuk mahkota. Bagian bawah payung
berkonsentrasi dan meningkatkan aliran air yang dikeluarkan dari payung. Akibatnya, ubur-ubur
kotak bisa bergerak lebih cepat dari ubur-ubur lainnya. Bahkan, kecepatannya hingga enam meter
per menit telah dicatat.[4]

Sistem saraf ubur-ubur kotak juga lebih berkembang dibandingkan dengan ubur-ubur lainnya.
Khususnya, ubur-ubur ini memiliki cincin saraf di sekitar dasar payung yang berdenyut; ditemukan
di spesies lain hanya dalam ubur-ubur mahkota. Sedangkan beberapa ubur-ubur lainnya memang
masih sederhana, ubur-ubur kotak yang unik memiliki mata lengkap dengan retina, kornea, dan
lensa. Mata ubur-ubur ini berada pada setiap dari empat sisi bel ubur-ubur dalam kelompok yang
bernama rhopalia. Hal ini memungkinkan ubur-ubur kotak untuk melihat titik-titik cahaya tertentu,
sebagai lawan dari hanya membedakan antara terang dan gelap. Ubur-ubur kotak juga memiliki 20
oselus (mata sederhana), yang tidak membentuk gambar tetapi mendeteksi terang dan gelap,
sehingga ubur-ubur kotak memiliki total 24 mata. Ubur-ubur kotak juga dapat melihat dengan
kompleks, mungkin perilaku dipandu visual seperti menghindari rintangan dan berenang cepat.
Penelitian menunjukkan bahwa, karena jumlah sel-sel saraf dan pengaturan rhopalia ubur-ubur
kotak secara keseluruhan, pemrosesan visual dan integrasi setidaknya sebagian terjadi dalam
rhopalia dari ubur-ubur kotak. Sistem saraf yang kompleks mendukung sistem sensorik relatif maju
dibandingkan dengan ubur-ubur lainnya, dan perilaku ubur-ubur kotak telah digambarkan lebih
mirip ikan.

Tentakel beberapa spesies panjangnya dapat mencapai 3 m (9.8 ft). Ubur-ubur kotak beratnya bisa
mencapai 2 kg (4.4 lb).

3. Habitat

Cubozoa hidup di laut tropis. Medusa ubur-ubur ini bersifat pelagik dan telah didokumentasikan
dari perairan pesisir Australia dan utara Papua Nugini ke Filipina dan Vietnam. Di Australia,
spesies ini diketahui dari pesisir utara dari Exmouth ke Agnes Water, tetapi distribusi penuh di luar
Australia belum diidentifikasi dengan benar. Yang lebih membingungkan, erat kaitannya yang juga
berbahaya dan berbisa, Chironex yamaguchii yang pertama kali dideskripsikan dari Jepang pada
tahun 2009. Spesies ini juga telah didokumentasikan dari Filipina, yang berarti catatan C. fleckeri
luar Australia perlu diperiksa ulang.

Chironex fleckeri, umumnya dikenal sebagai tawon laut, adalah spesies ubur-ubur kotak yang
ditemukan di perairan pantai dari utara Australia dan utara Papua Nugini ke Filipina dan Vietnam.

Meskipun spesies dari ubur-ubur kotak sangat sedikit pada daerah tropis Indo-Pasifik, berbagai
spesies ubur-ubur kotak dapat ditemukan secara luas di samudera tropis dan subtropis, termasuk
Atlantik dan Pasifik timur, dengan spesies di utara California, Mediterania (misalnya, Carybdea
marsupialis), Jepang (misalnya Chironex yamaguchii), selatan Afrika Selatan (misalnya, Carybdea
branchi), dan Selandia Baru (misalnya, Carybdea sivickisi).

4. Morfologi

Cnidaria milik Cubozoa kelas yang berbentuk kubus dan memiliki penampilan seperti kotak yang
berbeda maka Cubozoa lebih dikenal sebagai ubur-ubur Kotak, ini invertebrata cnidarian
membanggakan menjadi makhluk yang paling beracun dan berbisa di dunia acquatic. Ini adalah
Cnidaria medusa.

Medusa berbentuk lonceng dengan empat sisi datar, sehingga berbentuk mirip kubus. Tinggi
lonceng mencapai 17 cm, jumlah tentakel empat buah atau empat rumpun dengan panjang
mencapai 2 m. Cubozoa mampu berenang cepat secara horisontal, dengan bagian aboral sebagai
anteriornya. dan subtropis dengan makanan utama ikan.

Meskipun spesies yang termasuk kelas yang berbeda dari filum Cnidaria yang individualistis dan
memiliki karakteristik terpisah mereka sendiri, satu set eksklusif karakteristik adalah benang merah
di antara mereka.

Mereka telah dibedakan dorsal dan ventral (atas dan bawah) sisi. Ketika dipotong sepanjang sumbu
apapun, organisme ini mengakibatkan pembentukan segmen identik.

Cnidaria radial simetris memiliki mulut mereka, tentakel, dan rongga gastrovascular selaras dengan
cara yang mereka tampak sama bila dilihat dari sudut manapun atau melalui sumbu apapun.

Simetri Radial bisa empat kali lipat (tetramerism), seperti dalam kasus ubur-ubur, atau bisa enam
kali lipat atau delapan kali lipat (hexamerism dan octamerism), seperti dalam kasus karang dan
anemon laut, masing-masing.

Fakta yang menarik tentang Cnidaria adalah bahwa mereka hanya memiliki satu bukaan (rongga)
di dalam tubuh mereka. Mereka menggunakan pembukaan yang sama untuk mengambil dalam
makanan dan buang sampah.

Cubozoa memiliki nematocysts , sel-sel yang menembakkan duri dan mentransfer racun saat
menyentuh sesuatu yang mungkin mangsa atau predator,

5. Ekologi

Cubozoa masuk ke dalam kompleks asosiasi dengan berbagai organisme lain, termasuk uniseluler
ganggang, ikan, dan udang-udangan.

3. Kelas Anthozoa
1. Pengertian
Anthozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk
dalam filum Coelenterata. Anthozoa berasal dari bahasa Yunani, anthos berarti bunga,
dan zoon berarti hewan. Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga,
yang meliputi anemon laut serta hewan-hewan karang. Anthozoa hidup sebagai polip.

2. Anatomi
Ditinjau dari segi anatomisnya secara singkat dapat diuraikan bahwa karang tersusun atas unit
unit organisme yang sangat kecil atau disebut polip. Polip tersusun atas 2 lapis jaringan yakni :
lapisan epidermis dan gastrodermis yang menempel pada suatu rangka sedangkan antara dua
lapisan tersebut dibatasi oleh lapisan mesoglea. Hewan polip juga mempunyai senjata untuk
menangkap massa berupa benang (mesentery filaments) yang mengandung nematocyst. Sistem
pencernaan terdiri dari mulut, tenggorok, dan columella (bagian tengah dari corralite dibawah
mulut). Corralite merupakan bagian rangka yang diendapkan oleh satu hewan polip. Dinding
rangka yang mengelilingi masing masing polip disebut theca. Sedangkan bahan rangka yang
mengelilingi koralit disebut coenosteum. Antar polip dihubungkan oleh jaringan yang disebut
coenosarc. Tiap koralit terdapat septa yang merupakan struktur menyerupai lempeng dari bahan
kapur tersusun radier dari dinding rangka menuju ke titik tengah koralit (Wibisono, 2005).

3. Morfologi
Anggota kelas Anthozoa hanya menampilkan bentuk morfologi polip dan memiliki tentakel
knidosit tertutup di sekitar pembukaan mulut mereka. Kelas Anthozoa berbentuk seperti karangan
bunga di dalam laut.

4. Habitat
Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar
hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar
perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak
bebas melayang di air.

5. Ekologi
Secara ekologi, hewan ini berfungsi dalam membentuk ekosistem terumbu karang. Perairan tropis
tercatat 51 spesies ikang karang melakukan simbiosis fakultatif dengan anemon laut. Anemon juga
berfungsi dalma pembentukan terumbu karang. Sel-sel endodermis dari anemon terdapat banyak
sel-sel zooxanthellae sebagai simbion intraseluler. Zooxanthellae juga berfungsi dalam proses
transfer 60% karbon dalam proses fotosintesis. Keberadaan anemon juga dapat meningkatkan
perlindungan bagi proses kembangbiak beberapa jenis ikan-ikan karang.

4. Scyphozoa

Scyphozoa adalah salah satu dari tiga kelas Phylum Coelenterata. Scyphozoa berasal dari
bahasa Yunani,scypho = mangkuk dan Zoa = hewan. Jadi dengan demikian Scyphozoa adalah
hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk. Pada umumnya, Scyphozoa memiliki
bentuk dominan berupa medusa. Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur. Medusa
Scyphozoa umumnya memiliki ukuran 2-40 cm. Scyphozoa bereproduksi secara seksual dan
aseksual.

Lihat gambar !
SIKLUS AURELIA
Polip yang berukuran kecil (skifistoma)
tumbuh menjadi polip berukuran besar ( Strobila ). Kemudian satu persatu kuncup stobila itu
lepasa dan menjadi efira. Efira itu akan tumbuh menjadi medusa jantan ataupun betina.
Medusa jantan menghasilkan sperma sedangkan medusa betina menghasilkan ovom. Ketika itu
terjadilah fertilisasi di dalam air. Hasil dari fertilisasi itu membentuk zigot. Zigot itu
berkembang menjadi planula dan kemudian menempel di tempat yang cocok hingga menjadi
polip (skifistoma)
Secara sederhana, siklus Aurelia dapat di tulis sebagai berikut.
Fertilisasi sperma dan ovum di air -- zigot planula (larva bersilia) -- skifistoma (fase polip) -- strobila
(kuncup) -- efira -- medusa -- medusa jantan dan betina.

Ciri-Ciri Scyphozoa
Scyphozoa berasal dari Bahasa Yunani, yaitu scypo (mangkuk) dan zoa (hewan). Schphozoa termasuk
filum Coelenterata. Contoh dari kelas Scyphozoa adalah Ubur-Ubur (Aurelia aurita).

Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan yang transparan dan berukuran besar,
sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk.
Hidup melayang-layang di air (planktonik).
Berenang dipermukaan laut.
Ukuran medusanya lebih besar dari medusa Hydrozoa.
Tiap tentakelnya ditutupi dengan sel-sel penyengat (knidosit) yang mampu membunuh hewan lain.
Pada bagian pinggir Medusae terdapat tentakel-tentakel.
Ada juga beberapa Scyphozoa lain yang tidak memiliki tentakel sama sekali.
Fase polipnya kecil kurang lebih beberapa cm saja dan terikat pada suatu obyek di dasar laut.
Sering terbawa ombak ke pantai atau terdampar di pantai.
Di bagian tengah sisi cekungnya atau konkatnya ditemukan mulut yang terletak diantara 4 buah
tangan yang berbentuk pipih seperit pita dan dibagian pinggir dilengkapi dengan Mematocyst.
Memiliki lapisan mesoglea yang tebal sebagai sumber nutrisi.
Memiliki siklus hidup polip dan medusa.
Bentuk polip hanya pada stadium larva.
Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual.
Fase Medusa (generatif) terbentuk seperti payung atau mangkuk dengan diameter kurang lebih 1
7 kaki.
Medusa umumnya berukuran 2 40 cm.
Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan.
Hati-hati lagi jika menyentuh ubur-ubur karena tentakelnya mengandung sel penyengat dan
mengeluarkan racun yang sangat gatal, jika tidak tahan kulit akan melepuh.

SIKLUS HIDUP
Spertratozoid akan berenang dalam air laut kemudian mencari dan memasuki kedalam mulut
medusae , kemudian masuk ke dalam enterm untuk membuahi sel telur kemudian berbentuk
zygot.

Zygot yang terbentuk akan keluar dari mulut medusae dan untuk remintara didukung dengan
tangan nya dan disini berkembang menjadi larva yang berambut getar (planula).

Setelah terbentuk planula maka planula ini lepas dari induknya dan berenang-renang. Kemudian
melekat pada suatu obyek didasar laut. Dan ditempat ini kemudian tumbuh menjadi polyp baru
dan berbentuk seperti trompet yang disbut Schyphistoma.

Schyphistome membagi diri secara tranversal sehingga terbentuk sekumpulan mas yang masing-
masing berbentuk seperti cakram.

Struktur tubuh dan fungsinya:


Seperti halnya pada porifera, tubuh coelenterata juga terdiri atas lapisan ectoderm atau lapisan
luar dan endoderm atau lapisan dalam. Antara kedua lapisan tersebut terdapat rongga yang
disebut sebagai mesoglea. Untuk mempertahankan diri terhadap musuhnya, pada lengan atau
tentakel memiliki kemampuan untuk menghasilkan racun. Selain itu, tentakel juga berfungsi
untuk menangkap makanan.

Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.
Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas. Pembentukan tunas selalu
terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip. Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap
melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni.
Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma). Gamet
dihasilkan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip
(Contoh Hydra)

Keadaan ini disebut phase Strobila


Kemudian pada setiap cakram yang terbentuk akan tumbuh bertakel. Kemudian pemisahan diri
dimulai pada cakram yang paling atas / tua kemudian cakram yang dibawahnya dan sebagainya
dan seterusnya.

Cakram yang terlepas akan membentuk medusae kecil yang disebut Ephyra. Secara berangsur-
angsur ephyra akan tumbuh menjadi Medusae dewasa : Medusae dan Medusae

Class Scyphozoa
Ordo Discomedusae contoh : Aurelia (ubur-ubur)
Ordo Stavromedusae contoh : Haliclystus, Lucernaria
Ordo Cubomedusae contoh : Tamoyo
Ordo Coronatae contoh : Periphylla, Nausithoe, Linuche
http://www.artikelsiana.com/2015/07/coelenterata-pengertian-ciri-klasifikasi-peranan.html