Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya kalori, yang berfungsi sebagai sumber
utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di
dalam tubuh, terutama di hati dan disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di
kemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu
melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel,
selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu (Suyatna, 2007).

Hiperlipidemia merupakan kondisi dimana kadar kolesterol dan atau trigliserida dalam
darah meningkat di atas batas normal, hal ini merupakan salah satu faktor risiko
terjadinya aterosklerosis dan penyakit arteri koroner dan dapat berkembang menjadi
penyakit jantung dan pembuluh darah.

Masalah kesehatan yang meningkat secara cepat di beberapa negara berkembang adalah
penyakit tidak menular (non communicable disease). Penanganan penyakit tidak menular
beda halnya dengan penyakit menular yang sudah diketahui dengan pasti penyebabnya.
Faktor-faktor resiko yang saling bersinergis menyebabkan potensi dari penyakit tidak
menular ini semakin meningkat. Salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan
kematian tertinggi adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomor satu, baik di dunia


maupun di Indonesia. WHO juga memprediksi bahwa angka kematian akibat Penyakit
Jantung Koroner (PJK) akan mencapai 25 juta orang pada tahun 2030 dan masih
menyandang predikat penyebab kematian nomor 1 di dunia.

Angka kematian akibat PJK pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyebab utama
dari penyakit jantung koroner ini adalah karena adanya sumbatan yang mencegah aliran
darah menuju jantung, dimana sumbatan ini terbentuk akibat dari timbunan lemak (fatty
deposit) pada dinding bagian dalam pembuluh darah yang mensuplai jantung. Akibatnya
menyebabkan terjadinya penyempitan dan menurunnya fleksibilitas pembuluh darah,
hingga berakibat pada arteriosklerosis.
BAB II
ISI