Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

Kimia Analisis farnasu saat ini merupakan mata kuliah wajib di Fakultas
Farmasi atau di Jurusan/Program Studi Ilmu Farmasi dengan berbagai variasi
nama mata kuliah, tergantung pada fakultas atau jurusan/progam studi yang
bersangkutan. Kimia Framasi Analisis dapat didefinisikan sebagai peberapan
berbagai teknik, metode, dan prosedur kimia analisis untuk menganalisis
bahan-bahan atau sediaan farmasi.

Pada awalnya, tujuan utama kimia analisis adalah terkait dengan penentuan
komposis suatu senyawa dalam suatu bahan / sampel yang lazim disebut
dengan kimia analisis kualitatif. Dalam kimia analisis modern, aspek-aspeknya
tidak hanya mencakup kimia analisis kualitatif, akan tetapi juga mencakup
kimia analisis kuantitatif baik dengan menggunakan metode kovensional
maupun dengan metode modern.

Pada dasarnya metode analisis dibagi menjadi 2, yakni metode klasik atau
metode konvensional dan metode modern. Metode konvensinal terdiri atas
metode gravimetric dan metode volumetric. Pada tahun 1920-an hampir semua
analisis dilakukan dengan metode konvensional ini. Sementara itu, metode
analisis modern lebih mengarah pada penggunaan instrument / alat yang
canggih.

Metode gravimetric didasarkan pada penimbangan berat konstan suatu


senyawa yang dianalisis; sementara itu metode volumetric merupakan metode
analisis yang didasarkan pada pengukuran volume larutan baku yang bereaksi
dengan senyawa yang akan dianalisis dan reaksinya berlangsung kuantitatif.