Anda di halaman 1dari 4

PRINSIP RESTORASI KOMPOSIT

Aries Chandra Trilaksana


Departemen Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Makassar

I. Pendahuluan A. Macrofilled Composite Resins


Masalah estetik saat ini telah menjadi perhatian Macrofill/konvensional mempunyai ukuran rata-
utama bagi pasien yang ingin melakukan rata partikel sebesar 5 25 mikrometer dan
penambalan giginya terutama pada gigi anterior. kandungan filler sebesar 75 80 persen dari berat.
Gigi anterior sangat berpengaruh pada senyum Keuntungan: Sifat fisik dan mekanis yang lebih
seseorang, sehingga apabila akan dilakukan baik dari resin akrilik.
penambalan atau restorasi pada gigi anterior harus Kekurangan: Permukaan akhir yang kasar, mudah
menggunakan bahan restorasi yang tidak akan berubah warna, sulit dipolish
nampak secara klinis setelah dilakukan restorasi.
Salah satu bahan restorasi yang sangat estetik B. Microfilled Resins
adalah komposit resin. Microfill mempunyai ukuran rata-rata partikel
Komposit resin adalah modifikasi dari sebesar 0,04 0,1 mikrometer dan kandungan
methacrylates atau acrylates dengan kandungan filler sebesar 35 50 persen dari berat.
yang berbeda untuk menyesuaikan dengan Keuntungan: Mudah dipolish, estetik baik
kebutuhan estetik. Komposit resin yang digunakan Kekurangan: Kekuatan mekanis lemah, stabilitas
untuk restorasi gigi umumnya memiliki kandungan warna lemah, ketahanan kekuatan penggunaan
material; organik matrik / organic phase, inorganic lemah, modulus elastisitas rendah, tensile strength
matrik, filler / dispersed phase, organosilane / rendah, mudah menyerap air, ekspansi suhu yang
coupling agent, activator-initiator system, inhibitors tinggi.
dan coloring agent.
C. Hybrid Composite Resins
Komposit resin hybrid yang merupakan gabungan
II. Komposit Resin keunggulan dari komposit macrofill/konvensional
Ada tiga tipe komposit resin berdasarkan ukuran, dan komposit microfill serta gabungan dari grup
jumlah dan komposisi dari inorganic filler, yaitu : polymer organic phase yang diperkuat dengan
inorganic phase. Ukuran partikel bervariasi,
kurang dari 2 mikrometer dan mengandung 0,04
mikrometer silica serta kandungan filler sebesar 75
80 persen dari berat.
Gambar-1: Tipe komposit resin Keuntungan: Warna bervariasi, mudah dipolish
PRINSIP KOMPOSIT RESIN 1
dan tekstur yang baik, ketahanan penggunaan Preparasi Kelas IV
dan abrasive yang baik, ekspansi suhu yang sama Preparasi klas IV konvensional dilakukan dengan
koofesiennya dengan struktur gigi, tidak mudah menambahkan retensi berupa dovetail pada bagian
menyerap air, penyusutan yang rendah setelah palatal gigi.
polimerisasi, adaptasi ke struktur gigi yang baik. Perluasan preparasi kavitas disesuaikan dengan
Kekurangan: Tidak cocok untuk daerah yang perluasan karies tanpa terlalu banyak mengambil
menerima tekanan kunyah besar, kecerahan jaringan sehat gigi
warna dapat berkurang jika menyikat gigi dengan Bevel dilakukan pada cavosurface margin
pasta gigi yang abrasive, terkadang sulit dipolish Pada kasus fraktur mahkota gigi yang kecil atau
disebabkan adanya filler yang berukuran besar di lesi karies yang kecil, preparasi dilakukan hanya
antara partikel yang kecil. untuk menghilangkan lesi karies atau struktur gigi
yang rusak dan dilakukan bevel pada cavosurface
margin
III. Prinsip Restorasi Komposit Resin
pada Gigi Anterior
Preparasi gigi untuk restorasi komposit resin dapat
dilkukan dengan 3 disain :
Conventional
Bevelled conventional
Modified

Preparasi Kelas III


Indikasi untuk melakukan preparasi dari arah labial:
Keterlibatan yang banyak dari email bagian labial gigi

Pada kasus rotasi gigi dimana akses preparasi dari arah lingual sulit

dilakukan Gambar-3: Preparasi kelas IV

Pada kasus dimana gigi malaligned

Retensi pada preparasi konvensional kelas III Preparasi Kelas V


diperoleh dari: Preparasi kelas V konvensional dilakukan jika
Permukaan kasar dari preparasi gigi terdapat lesi karies pada permukaan gigi
Dinding yang paralel atau konvergen dengan dinding luar kavitas Penambahan retensi berupa groove dilakukan
Retensi tambahan berupa groove dan coves pada dinding servikal atau gingival floor
Indikasi pembuatan bevel pada preparasi kelas III: Bevel dilakukan pada permukaan email gigi
Untuk menghilangkan restorasi lama pada bagian mahkota

Untuk restorasi pada kavitas yang luas

IV. Preparasi Restorasi Komposit Resin


pada Gigi Posterior
Indikasi restorasi komposit resin pada kelas I, II
dan IV:
Gambar-2: Preparasi klas III Ukuran lesi karies kecil sampai sedang pada gigi
posterior
Lesi karies insipient
2 PRINSIP KOMPOSIT RESIN
Pada gigi premolar dan molar pertama jika
diutamakan estetik
Jika dapat mengontrol kelembaban pada daerah
kerja
Pada pasien dengan indeks karies rendah
Untuk pembuatan core (inti) pada restorasi
A B
mahkota
Kontraindikasi restorasi komposit resin pada
kelas I, II dan IV :
Sulit mengontrol kelembaban pada daerah kerja
Lesi karies yang luas hingga mencapai permukaan
akar gigi
Gigi yang menerima tekanan kunyah besar C
Kontak yang berat pada gigi yang akan direstorasi Gambar-5: A. Preparasi klas II konvensional; B. Preparasi klas II

Pada pasien dengan indeks karies tinggi bentuk saucer; C. Preparasi klas II bentuk box

Pada pasien dengan parafungsional seperti


bruxism dan clenching

Preparasi Kelas I V. Teknik Restorasi Komposit Resin


Membentuk outline kavitas menggunakan round Pemasangan matrik pada gigi yang akan
bur direstorasi
Ekskavasi karies dengan tetap menjaga lantai Pengetsaan permukaan gigi yang telah
pulpa tidak terlalu dalam dipreparasi
Modifikasi preparasi kelas I dapat dilakukan Aplikasi bahan adhesif menggunakan microbrush
hanya pada daerah yang terdapat karies Proteksi pulpa
Aplikasi komposit resin ke dalam kavitas
Melakukan contouring, finishing dan polishing
pada restorasi komposit resin

VI. Polimerisasi Komposit Resin


Ada 2 teknik polimerisasi komposit resin, yaitu :
Incremental technique / Layer by layer Technique /
Gambar-4: A. Preparasi klas I konvensional; Step by Step Technique
B. Preparasi klas I modifikasi Bulk technique / One Step technique
Polimerisasi komposit resin bergerak mendekati
Preparasi Kelas II sumber cahaya, sehingga sudut antara sumber
Preparasi kelas II konvensional dengan membuat cahaya sebaiknya tegak lurus (90 derajat) terhadap
outline dovetail dan gingival floor komposit dan jarak antara sumber cahaya
Preparasi kelas II modifikasi dapat berupa bentuk sebaiknya sedekat mungkin terhadap komposit.
saucer atau box mengikuti perluasan lesi karies

PRINSIP KOMPOSIT RESIN 3


A B

C
Gambar-6: A. Incremental Technique B. Polimerisasi komposit resin

C. Jarak polimerisasi

V. Referensi
1. Althoff O, Hartung M. Advances In Light Curing. Am
J Dent. 2000 ; 13:77
2. Bryant RW. Direct Posterior Composite Resin
Restoration: A Review. II. Clinical Technique. Aust
Dent J. 1992;37:161
3. Mount Gj, Ngo H. Minimal Intervention : Advanced
Lesions, Quint Int. 2000 ; 31 : 621
4. Nisha Garg. Textbook Of Operative Dentistry, New
Delhi, India : Jaypee Brothers Medical Publishers ;
2013, 14063 : 298-329 : 330-51
5. Ritter AV, Swift EJ. Current Restorative Concepts Of
Pulp Protection. Endod Topics. 2003 ; 5 : 41-8

4 PRINSIP KOMPOSIT RESIN