Anda di halaman 1dari 11

1.

Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan


a. Dasar Akrual (Accrual Basic)
Dengan menggunakan asumsi dasar penyusunan laporan keuangan ini (dasar akrual)
maka aktiva, kewajiban, ekuitas (modal), pendapatan, dan beban diakui pada saat kejadian,
bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan. Dan kemudian hal tersebut
dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan di periode yang bersangkutan. Berdasarkan
asumsi dasar penyusunan laporan keuangan ini, pendapatan dilaporkan pada saat terjadi, dan
biaya dilaporkan pada saat biaya itu terjadi. Contoh, walaupun perusahaan belum menerima
uang dari konsumen yang membeli secara kredit, perusahaan sudah mencatat sebagai
pendapatan. Begitu juga jika perusahaan membeli perlengkapan usaha secara kredit,
pengeluaran itu sudah dianggap biaya, meskipun perusahaan belum mengeluarkan uang.
Kebalikan dari dasar akrual, yaitu cash basic, yaitu pengaruh transaksi dan peristiwa
lain diakui pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Dan, dicatat dalam akuntansi
serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Dengan
pendekatan ini, pendapatan dilaporkan pada saat uang telah diterima, dan biaya dilaporkan
pada saat uang dikeluarkan. Misalnya, penjualan hanya dicatat ketika perusahaan menerima
uang dari konsumen, dan biaya sewa dicatat hanya ketika perusahaan sudah membayar sewa
kepada si penyewa.
b. Kelangsungan Usaha (Going Concern Concept)
Dengan asumsi dasar kelangsungan usaha, laporan keuangan harus disusun atas dasar
perusahaan akan melanjutkan usahanya di masa depan, karena itu perusahaan diasumsikan
tidak bermaksud membubarkan atau mengurangi secara material skala usahanya. Apabila
perusahaan ingin membubarkan atau mengurangi skala usaha secara material, maka laporan
keuangan harus disusun dengan asumsi dasar yang berbeda, dan asumsi dasar yang
digunakan harus diungkapkan.
Pihak manajemen harus mempertimbangkan apakah asumsi kelangsungan usaha
masih layak digunakan dalam menyiapkan laporan keuangan. Sebagai bahan pertimbangan,
manajemen memerhatikan semua informasi masa depan yang relevan sedikitnya untuk jangka
waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Tingkat pertimbangan bergantung pada peristiwa-
peristiwa yang terjadi dalam perusahaan. Jika selama ini perusahaan menghasilkan laba dan
mempunyai akses ke sumber pembiayaan maka asumsi kelangsungan usaha dapat digunakan
tanpa melalui analisis rinci.
2. Ruang Lingkup Penerapan Akuntansi Perbankan
Akuntansi perbankan disusun dan diberlakukan bagi perbankan Indonesia termasuk bank
perkreditan rakyat dan lembaga/badan lain yang menjalankan satu atau lebih kegiatan
perbankan. Disamping itu, perlakuan akuntansi untuk lembaga atau perusahaan lain yang
melakukan sebagian kegiatan perbankan juga harus mengacu pada pernyataan akuntansi
perbankan ini.
Laporan keuangan bank bertujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan. Selain itu laporan keuangan bank juga
bertujuan untuk pengambilan keputusan. Suatu laporan keuangan akan
bermanfaat apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut
dapat dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan. Akan tetapi, perlu disadari pula
bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan oleh
pihak-pihak yang berkepentingan dengan bank, karena secara umum laporan keuangan hanya
menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk
menyediakan informasi non-keuangan. Tujuan dari penyusunan Pedoman Akuntansi
Perbankan Indonesia antara lain adalah :
1) Untuk membantu pengguna dalam menyusun laporan keuangan agar sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk
a) Pengambilan keputusan investasi dan kredit Laporan keuangan bertujuan untuk
menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan
dalam pengambilan keputusan yang rasional.
b) Menilai prospek arus kas Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan
informasi yang dapat mendukung deposan, investor, kreditur dan pihak-pihak
lain dalam memperkirakan jumlah, saat, dan kepastian dalam penerimaan
kas di masa depan. Prospek penerimaan kas sangat tergantung pada
kemampuan bank untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajiban yang
telah jatuh tempo, kebutuhan operasional,reinvestasi dalam operasi, dan
pembayaran dividen.
c) Memberikan informasi atas sumber daya ekonomi Pelaporan keuangan bertujuan
memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi bank (economic resources),
kewajiban bank untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitas lain atau
pemilik saham, serta kemungkinan terjadinya transaksi dan peristiwa yang dapat
mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut.
2) Menciptakan keseragaman dalam penerapan perlakuan akuntansi dan
penyajianlaporan keuangan, sehingga meningkatkan daya banding diantara
laporankeuangan bank.
3) Menjadi acuan minimum yang harus dipenuhi oleh perbankan dalam menyusun
laporan keuangan.
3. Nama-nama Akun BPR sesuai SAK ETAP pada pedoman Akuntansi BPR
Akun Aset : Kas, Kas dalam Valuta Asing, Sertifikat Bank Indonesia, Pendapatan Bunga
yang akan Diterima, Penempatan pada Bank Lain, Kredit, Agunan yang Diambil Alih,
Aset tetap dan inventaris, Aset Tidak Berwujud, Aset Lain-lain.
Akun Kewajiban : Kewajiban segera, utang bunga, utang pajak, simpanan, simpanan
pada bank lain, pinjaman diterima, Dana Setoran Modal-Kewajiban, Kewajiban Imbalan
Kerja, Pinjaman Subordinasi, Modal Pinjaman dan Kewajiban lain-lain.
Akun Ekuitas : Modal, Dana Setoran Modal-Ekuitas, Laba/Rugi yang belum direalisasi,
Surplus revaluasi asset tetap, saldo laba.
4. Format Laporan Keuangan BPR
Cakupan Laporan Tahunan
a. Informasi Umum
Informasi umum dalam laporan tahunan sekurang-kurangnya mencakup :
Kepengurusan, meliputi susunan dewan komisaris, direksi dan pejabat eksekutif
beserta jabatan dan ringkasan riwayat hidupnya
Rincian kepemilikan saham, berupa nama pemilik dan besaran kepemilikan
Perkembangan usaha bank dan kelompok usaha bank, yang memuat data
mengenai :
1) Ikhtisar data keuangan penting sekurang-kurangnya mencakup pendapatan
bunga bersih, laba operasi, laba sebelum pajak, laba bersih, laba bersih per
saham, aktiva produktif, dana pihak ketiga, pinjaman diterima, total biaya
dana (cost of fund), modal sendiri, jumlah lemar saham yang ditempatkan dan
disetor dan Rasio keuangan
Sasaran, strategi dan kebijakan manajemen yang digunakan dalam
pengembangan usaha bank
Laporan manajemen, yang menyajikan informasi mengenai pengelolalaan bank
oleh pengurus atau manajemen dalam rangka good corporate governance, dan
sekurang-kurangnya mencakup :Struktur organisasi, Aktivitas utama, Teknologi
informasi, Jenis produk dan jasa yang ditawarkan, termasuk penyaluran kredit
usaha kecil, Tingkat suku bunga, Perkembangan perekonomian dan target pasar,
Jaringan kerja dan mitra usaha baik di dalam dan atau di luar negeri, Jumlah,
jenis, dan lokasi kantor, Kepemilikan direksi, komisaris, dan pemegang saham
dalam kelompok usaha bank, Perubahan-perubahan penting yang terjadi di bank
dan kelompok usaha bank dalam tahun yang bersangkutan, Hal-hal penting yang
diperkirakan terjadi di masa mendatang, Sumber daya manusia, meliputi jumlah,
struktur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM.
b. Laporan Keuangan Tahunan
Laporan keuangan tahunan sekurang-kurangnya mencakup hal-hal berikut :
Laporan keuangan bank, yang terdiri dari Neraca, Laporan laba rugi, Laporan
perubahan ekuitas, Laporan arus kas dan Catatan atas laporan keuangan, termasuk
informasi mengenai komitmen dan kontinjensi beserta Laporan keuangan
konsolidasian yang disertai dengan opini dari Akuntan Publik.
c. Aspek Transparansi yang terkait dengan Kelompok Usaha
Untuk transparansi laporan keuangan, bank wajib pula memuat informasi yang
terkait dengan kegiatan di dalam kelompok usaha, yang terdiri dari :
Struktur kelompok usaha bank, yang disajikan sampai dengan pemilik terakhir
(ultimate shareholder), serta struktur keterkaitan kepengurusan dan pemegang
saham yang bertindak atas nama pemegang saham lain (shareholders acting in
concert).
Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (related
party transaction),
Pemberian penyediaan dana, komitmen maupun fasilitas lain yang dapat
dipersamakan dengan itu dari setiap perusahaan atau badan hukum yang berada
dalam satu kelompok usaha dengan bank kepada debitur yang telah memperoleh
penyediaan dana dari bank.
d. Aspek Transparansi Sesuai PSAK, Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia
(PAPI) dan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Laporan keuangan tahunan wajib memenuhi seluruh aspek pengungkapan
(dislosure) sebagaimana ditetapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
dan PAPI yang berlaku. Pengungkapan tersebut sekurang-kurangnya terdiri dari :
a. Laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan
perubahan ekuitas.
b. Komitmen dan kontinjesi
c. Jumlah penyediaan dana kepada pihak terkait
d. Kualitas aktiva produktif, kredit properti, dan kredit yang direstrukturisasi
e. Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang telah dibentuk dibandingkan
dengan penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk
f. Persentase pelanggaran dan pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit
g. Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (Capital Adequacy Ratio)
h. Transaksi spot dan transaksi derivatif
i. Rasio posisi devisa neto
j. Beberapa rasio keuangan bank
k. Aktiva bank yang dijaminkan
l. Kredit Usaha Kecil (KUK)
e. Eksposur dan Manajemen Risiko
Informasi mengenai eksposur dan manajemen riisiko sekurang-kurangnya
mencakup mengenai indentifikasi risiko dan pengukuran terhadap risk exposure yang
dihadapi bank serta praktik manajemen riisko lainnya yaitu pemantauan dan
pengendalian risiko.
f. Informasi lain
Cakupan dalam informasi lain terdiri dari :
Langkah-langkah dan rencana dalam mengantisipasi risiko pasar atas transaksi
mata uang asing baik karena perubahan kurs maupun fluktuasi suku bunga,
termasuk penjelasan mengenai semua pinjaman dan ikatan tanpa proteksi serta
hutang yang suku bunganya berfluktuasi atau yang tidak ditentukan terlebih
dahulu.
Transaksi-transaksi penting lainnya dalam jumlah yang signifikan.
Informasi kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan publik

AKUNTANSI KLIRING
Kliring adalah suatu tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan
surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan maksud agar
penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan
memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Lalu lintas pembayaran giral (LLG) adalah, suatu
proses kegiatan bayar membayar dengan waktat atau nota kliring, yang dilakukan dengan
cara saling memperhitungkan diantara bank-bank, baik atas beban maupun untuk keuntungan
nasabah ybs. Giral adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat
dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau
dengan cara pemindah bukuan.
ILUSTRASI KLIRING (SETORAN KLIRING)

Tn. Sigit, nasabah giro pada bank BCA Jakarta, membeli barang dari Ny. Dita, nasabah
giro bank Gunadarma Jakarta, seharga Rp. 30.000.000,-. Tuan Sigit membayar dengan
menerbitkan cek bank BCA Jakarta. Ilustrasi kegiatan kliring dapat dijabarkan sebagai
berikut:

PEMBUKUAN KLIRING

Pada bank Gunadaram cabang Jakarta

Pada saat terima warkat (Cek Tn. Sigit) untuk disetorkan ke (menambah) rekening giro
Ny. Dita.

D : Warkat (Setoran) Kliring Rp. 30.000.000,-


K : Giro Rek. Ny. Dita Rp. 30.000.000,-

Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan
rekening Warkat Kliring.

D : B I Giro Rp. 30.000.000,-


K : Warkat (Setoran) Kliring Rp. 30.000.000,-
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil

D : B I Giro Rp. 30.000.000,-


K : Giro Rek. Ny. Dita Rp. 30.000.000,-

Pada bank BCA cabang Jakarta

Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (warkat Tn. Sigit) akan membebankan
rekening Tn. Sigit dengan jurnal sbb :

D : Giro Rek. Tn. Sigit Rp. 30.000.000,-


K : B I Giro Rp. 30.000.000,-

ILUSTRASI KLIRING (PENGIRIMAN UANG KE BANK LAIN)

Apabila Tyas seorang nasabah bank Gunadarma Jakarta menyerahkan sebuah warkat
Giro senilai Rp. 50.000.000,- kepada bank untuk dikirim kepada Grace, salah seorang
nasabah bank Lippo Jakarta, oleh kedua bank akan dibukukan sebagai berikut :

PEMBUKUAN KLIRING (PENGIRIMAN UANG KE BANK LAIN)

Pada bank Gunadarma cabang Jakarta

Pada saat menerima amanat dan warkat dari Tyas, akan dibukukan sebagai berikut :

D : Giro - Rek. Tyas Rp. 50.000.000,-


K : B I Giro Rp. 50.000.000,-

Pada bank Lippo cabang Jakarta Pada saat menerima warkat setoran untuk menambah
rekening Grace, dibukukan sbb. :

D : B I Giro Rp. 50.000.000,-


K : Giro - Rek. Grace Rp. 50.000.000,-

NERACA KLIRING

Dilihat dari sudut BI , tidak akan terdapat selisih pendebetan maupun pengkreditan
rekening giro masing-masing bank peserta kliring.
D : Giro Bank BCA Rp. 30.000.000,-
K : Giro - Bank Gunadarma Rp. 30.000.000,-

D : Giro Bank Gunadarma Rp. 50.000.000,-


K : Giro Bank Lippo Rp. 50.000.000,
AKUNTANSI GIRO
Akuntansi Transaksi Giro
1. Pembukaan rekening Giro
a.1. Melalui Pemindah bukuan
Tn A membuka rekening Giro sebesar Rp. 50.000.000,00 dengan memindah bukukan dari
rekening tabungan pada Bank yang sama

Jurnal transaksi ;
Dr. Rekg Tabungan Nasabah Rp. 50.000.000,00
Cr. Rekg Giro Nasabah Rp. 50.000.000,00
a.2. Secara Tunai
TN B. membuka rekening Giro pada Bank Asia dengan menyetor secara tunai sebesar Rp.
10.000.000,00
Jurnal Transkasi :
Dr Rekg Kas Rp. 10.000.000,00
Cr Rekg Giro Nasabah Rp. 10.000.000,00

a.3. Melalui Kliring


TN C. membuka rekening Giro pada Bank Asia dengan menyetor melalui kliring sebesar Rp.
10.000.000,00
Jurnal Transkasi :
Dr. Rekg BI - Giro Rp. 10.000.000,00
Cr. Rekg Giro Nasabah Rp. 10.000.000,00

a.4. Melalui Transfer Bank lain


TN C. membuka rekening Giro pada Bank Asia dengan menyetor melalui transfer dari Bank
lain sebesar Rp. 10.000.000,00
Jurnal Transkasi :
Dr. Rekg BI - Giro Rp. 10.000.000,00
Cr. Rekg Giro Nasabah Rp. 10.000.000,00

a.5. Melalui Transfer cabang Bank yang sama


TN C. membuka rekening Giro pada Bank Asia Cabang bandung dengan menyetor melalui
transfer dari Bank Asia Cabang Cianjur sebesar Rp. 10.000.000,00
Jurnal Transkasi :
Dr. Rekg Antar Kantor (RAK) Rp. 10.000.000,00
Cr. Rekg Giro Nasabah Rp. 10.000.000,00
2. Penarikan Dana Rekening Giro
b.1. Penarikan melalui Over booking
Tn A melakukan penarikan cek dengan nomor CX 123456 sebesar Rp. 2.500.000,00 untuk
dipindah bukukan kepada TN Ahmad sebagai penabung pada Bank yang sama.
Jurnal transaksi
Dr. Rekg Giro Tn A Rp. 2.500.000,00
Cr. Rekg Tabungan Tn Ahmad Rp. 2.500.000,00
b.2. Penarikan melalui secara Tunia
Tn A melakukan penarikan cek dengan nomor CX 123456
sebesar Rp. 2.500.000,00 tunai
Jurnal transaksi
Dr. Rekg Giro Tn A Rp. 2.500.000,00
Cr. Kas Rp. 2.500.000,00
b.3. Penarikan melalui kliring
Tn A melakukan penarikan cek dengan nomor CX 123456
sebesar Rp. 2.500.000,00 dan disetorkan melalui kliring oleh
TN Ahmad sebagai penabung pada Bank lain
Jurnal transaksi
Dr. Rekg Giro Tn A Rp. 2.500.000,00
Cr. Bank Indonesia Giro Rp. 2.500.000,00
b.4. Penarikan melalui inkaso dari Cabang Bank yg sama di lain
kota
Tn A melakukan penarikan cek dengan nomor CX 123456 sebesar Rp. 2.500.000,00 untuk
TN Ahmad sebagai penabung pada Bank yang sama di lain kota
Jurnal transaksi
Dr. Rekg Giro Tn A Rp. 2.500.000,00
Cr. Rekg Antar Kantor (RAK) Rp. 2.500.000,00
b.5. Pembebanan Rekening Giro untuk buku CEK dan BG
Tn A melakukan pembelian buku Cek dan BG masing-masing 10 lb dengan harga sebesar
Rp. 180.000,00
Jurnal transaksi
Dr. Rekg Giro Tn A Rp. 180.000,00
Cr. Rekg RRA Surat Berharga Rp. 140.000,00
Cr. Pendapatan Lain penjualan SB 40.000,00
3. Akuntansi pemberian Jasa Giro
c.1. Pencadangan
Bank Asia memperhitungkan Kewajiban pembayaran Jasa Giro secara harian dari total
simpanan nasabah Giro sebesar Rp. 150.000.000,00
Jurnal transaksi;
Dr. Biaya Bunga Jasa Giro Rp. 150.000.000,00
Cr. RRP Kewajiban lainnya Rp. 150.000.000,00
c.2. Pembayaran kepada para Nasabah Giro
Bank Asia membayarkan jasa giro yang telah dicadangkan sebesar Rp. 150.000.000,00
kepada masing-masing nasabah Giro melalui pemindah bukuan kepada rekeningnya
Jurnal transaksi;
Dr. RRP Kewajiban Lainnya Rp. 150.000.000,00
Cr Giro masing masing Nasabah Rp. 120.000.000,00
Cr. KS PPH Jasa Giro 30.000.000,00
3. Akuntansi pemberian Jasa Giro
c.1. Pencadangan
Bank Asia memperhitungkan Kewajiban pembayaran Jasa Giro secara harian dari total
simpanan nasabah Giro sebesar Rp. 150.000.000,00
Jurnal transaksi;
Dr. Biaya Bunga Jasa Giro Rp. 150.000.000,00
Cr. RRP Kewajiban lainnya Rp. 150.000.000,00
c.2. Pembayaran kepada para Nasabah Giro
Bank Asia membayarkan jasa giro yang telah dicadangkan sebesar Rp. 150.000.000,00
kepada masing-masing nasabah Giro melalui pemindah bukuan kepada rekeningnya
Jurnal transaksi;
Dr. RRP Kewajiban Lainnya Rp. 150.000.000,00
Cr. Giro masing masing Nasabah Rp. 120.000.000,00
Cr. KS PPH Jasa Giro

AKUNTANSI UNTUK DEPOSITO


Adalah simpanan masyarakat yang dalam hal penarikannya dapat dilakukan setelah jangka
waktu yang telah disetujui berakhir.

DEPOSITO
Mita melakukan setoran tunai untuk pembukaan rekening deposito berjangka 6 bulan
sebesar Rp 20.000.000
Jurnal : Kas (D) Rp 20.000.000
Deposito 6 Bulan Mita (K) Rp 20.000.000

Perhitungan Bunga Deposito


Bank akan memberikan bunga 12% dengan perhitungan (Rp 20.000.000 x 12%)/12bulan
maka bunga yang akan diterima adalah Rp 200.000 perbulan
Jurnal : Biaya Bunga Deposito (D) Rp 200.000
Bunga yang masih harus dibayar (K) Rp 200.000

Pencairan Deposito yang belum jatuh waktu


Mita mempunyai deposito Rp 50.000.000 bunga 19% untuk jangka waktu 1 tahun, ternyata
hendak dicairkan setelah bulan ke 3, maka Mita akan dikenakan penalty Rp 625.000
Jurnal : Deposito Mita (D) Rp 50.000.000
Pendapatan Operasional Lain-Lain (K) Rp 625.000
Kas (K)

TABUNGAN
Adalah simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh nasabah sewaktu-
waktu kapan dikehendaki.

SETORAN TUNAI

Ny. Chatarina pada tanggal 1 September 2006 hendak membuka tabungan di Bank DKI
Cabang Jakarta. Setoran pertamanya Rp 500.000 tunai

D : Kas Rp 500.000,00

K : Tabungan Ny. Chatarina Rp 500.000,00

Pada tanggal 4 September 2006, Ny. Chatarina kembali menyetor untuk rekening
tabungannya dengan menyerahkan selembar cek Rp 4.500.000,00 dari Ny. Ira nasabah Bank
DKI Jakarta. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer dari rekannya melalui Bank DKI
Cabang Kalimalang sebesar Rp 7.000.000

D : Giro Ny. Ira Rp 4.500.000,00

D : RAK Cabang Kalimalang Rp 7.000.000,00


K : Tabungan Ny. Chatarina Rp 11.500.000,00

PENYETORAN ANTAR CABANG

Ny Chatarina melakukan setoran dari Bank DKI Cabang Salemba sebesar Rp. 500.000

D : RAK Cab. Salemba Rp 500.000,00

K : Tabungan Ny. Chatarina Rp 500.000,00

PENARIKAN TUNAI

Ny. Chatarina menarik dana tabungannya secara tunai di Bank DKI Jakarta sebesar Rp
200.000,00

D : Tabungan Ny. Chatarina Rp 200.000,00

K : Kas Rp 200.000,00

PENARIKAN MELALUI ATM

Ny. Chatarina menarik dananya melalui ATM sebesar Rp. 100.000,-

D : Tabungan Ny. Chatarina Rp. 100.000,00

K : Kas ATM Rp. 100.000,00

PENARIKAN ANTAR CABANG Reciprocal Account

Ny. Chatarina menarik rekening tabunggannya di Bank DKI Cabang Kelapa Dua sebesar Rp
1.500.000,00 tunai.

Pencatatan pada Cabang Kelapa Dua :

D : RAK Cabang Jakarta Rp 1.500.000,00

K : Kas Rp 1.500.000,00

Pencatatan pada Cabang Jakarta (penerbit)

D : Tabungan Ny. Chatarina Rp 1.500.000,00

K : RAK Cabang Kelapa Dua Rp 1.500.000,00

PERHITUNGAN BUNGA

Ny. Chatarina pada Bulan September 2006 mendapatkan bunga tabungan sebesar Rp
100.000,00
D : Biaya bunga tabungan Rp 100.000,00

K : Tabungan Ny. Chatarina Rp 100.000,00

PENUTUPAN REKENING

Penutupan rekening nasabah harus dilakukan pada cabang penerbit.

Ny. Chatarina pada Bulan Oktober 2006 mengambil seluruh dananya sebesar Rp
10.800.000,00 dan sekaligus menutup rekening tabungannya

D : Tabungan Ny. Chatarina Rp 10.800.000,00

K : Kas Rp 10.800.000,00

PINJAMAN DARI BANK LAIN

Pinjaman yang diterima adalah suatu fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank lainnya
termasuk dari Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia baik dalam bentuk rupiah
ataupun dalam bentuk mata uang asing.

Bank Danamon memutuskan untuk meminjam dana dari Bank MANDIRI sebesar Rp. 3
milyar dengan jangka waktu 5 tahun. Suku bunga yang dikenakan oleh Bank MANDIRI
adalah 15% pa dan dana yang diterima oleh Bank Danamon akan di simpan dalam bentuk
Giro pada Bank MANDIRI .

D : Bank Lain Giro Rp. 3.000.000.000.00

K : Pinj YDT Bank Rp. 3.000.000.000,00

Pembayaran bunga pinjaman akan dikurangi langsung dari Giro Bank Danamon di Bank
MANDIRI senilai bunga yang harus dibayar oleh pihak Bank Danamon

D : Biaya bunga (Pinj-bank) Rp. 45.000.000,00

K : Bank Lain Giro (Aktiva) Rp. 45.000.000,00

TWO STEP LOAN

Pinjaman yang diterima dari suatu lembaga di luar negeri yang disalurkan melalui pemerintah
sebelum diterima oleh bank pelaksana.

Bank Danamon mendapat pinjaman melalui pemerintah RI dari Bank of Japan sebesar Rp 12
Milyar

D : Bank Indonesia Giro Rp 12.000.000.000,00


K : Pinjaman yang Diterima TSL Rp 12.000.000.000,00

TRANSAKSI OBLIGASI

Bank Danamon menerbitkan 100 lembar obligasi dengan @ Rp. 1.000.000,- suku bunga
12%pa.

D : Kas Rp. 100.000.000,00

K : Hutang obligasi Rp. 100.000.000,00

Setiap tanggal jatuh bunga tiap bulan, Bank Danamon harus menyisihkan bunga sebesar 1%
atau 1 juta dan ditempatkan pada rekening titipan sampai pemegang obligasi menjual kembali
kepada bank.

D : Biaya Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00

K : Hutang bunga obligasi Rp. 1.000.000,00

Bila Tn Dennis pemegang obligasi, yang juga nasabah Bank Danamon Pusat hendak
mencairkan 10 lembar obligasinya setelah melewati tanggal jatuh bunga maka jurnalnya
adalah .

D : Hutang Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00

D : Hutang Obligasi Rp. 10.000.000,00

K : Giro Tn Dennis Rp. 11.000.000,00

PINJAMAN UNTUK PEMBIAYAAN BERSAMA

Bank Danamon ingin membiayai sebuah proyek sebesar Rp 300 M, untuk memenuhi
kebutuhan dana ini telah bersedia dua bank lain yaitu Bank BNI dan Bank BCA dengan
masing-masing sumbangan modal Rp 100 M.

D : Bank BCA Giro Rp 100.000.000.000,00

D : Bank BNI Giro Rp 100.000.000.000,00

K : Pinjaman yg Diterima Pembiayaan Bersama

Rp 200.000.000.000,00