Anda di halaman 1dari 15

BAB I

Pendahuluan

I.I Latar Belakang


Untuk memulai usaha, tidak selamanya membutuhkan modal yang besar.
Munculnya berbagai peluang usaha kecil menengah dengan modal usaha rata-
rata di bawah Rp 10 juta, memberikan bukti bahwa kesuksesan pun dapat dimulai
dari peluang usaha modal kecil. Hal inilah yang saat ini memotivasi masyarakat
untuk meningkatkan perekonomian mereka, dengan mencoba berbagai peluang
usaha kecil menengah yang prospeknya cukup menguntungkan. Salah satu
peluang yang saat ini cukup menguntungkan, yaitu memulai usaha kecil
menengah dengan memproduksi tas. Perkembangan bisnis fashion yang setiap
harinya semakin meningkat, menjadi lahan yang cukup empuk bagi para pelaku
usaha dibidang tersebut. Sebab hampir semua produk fashion, selalu laris diserbu
para konsumen. Begitu juga dengan produk tas, sekarang ini tas bukan hanya
sebagai kebutuhan sekolah atau kerja saja. Namun, kini tas menjadi bagian
fashion yang banyak digemari konsumen khususnya kaum hawa. Alasan memilih
usaha pembuatan tas kayu karena sebagai berikut:
1. Anak muda sekarang menyukai tas dengan desain khusus dan unik.
2. Tas merupakan aksesoris yang sehari-hari digunakan secara umum bagi
semua kalangan.

I.II Tujuan dan Manfaat


Tujuan Pembuatan Tas Kayu
1. Menyajikan produk tas berbahan dasar kayu yang lebih bervariasi dan
unik.
2. Menarik minat bagi masyarakat terutama pecinta tas etnik.
Manfaat Pembuatan Tas Kayu
1. Dapat menambah pengalaman dalam mengembangkan usaha.
2. Mendapatkan keuntungan yang menggiurkan.
3. Mendapatkan penghasilan lebih dari membuka usaha Tas Kayu.
I.III Gambaran Umum Perusahaan
1. Nama Perusahaan:
Tas Kayu Etnik
2. Bidang Usaha
Penjualan tas yang berbahan dasar kayu serta kain dan kulit
3. Alamat Perusahaan
Jl. Raya Bumbak No 130 Kerobokan Kecamatan Kuta Utara Kabupaten
Badung, Bali
4. Pendiri Perusahaan
Triska Ariwidanta
5. Badan Usaha
Jenis badan usaha perusahaan ini adalah Perusahaan Perorangan
dimana modal dimiliki oleh satu orang dengan satu orang bertindak
sebagai penanggung jawab dan telah memiliki izin usaha.
6. Visi dan Misi
Visi : Menjadi pembuat tas kayu yang unik dan berkualitas terbesar di
Indonesia
Misi : Menyediakan produk tas kayu dengan desain yang menarik,
meningkatkan pelayanan untuk pelanggan, membuka cabang di
berbagai kota besar lainnya.
BAB II
Operasional

II.I Info Bisnis


Sebelum memulai bisnis ini, persiapkan terlebih dahulu modal yang
dibutuhkan. Bukan hanya modal uang saja yang dibutuhkan, namun juga modal
ketrampilan dalam memproduksi tas. Persiapan selanjutnya yaitu mencari jaringan
yang dapat diajak untuk bekerjasama, baik untuk mencari bahan baku, sampai
jaringan pemasaran. Setelah semua persiapan sudah siap, selanjutnya dapat
mencari lokasi usaha yang strategis. Misalnya saja lokasi yang dekat dengan
sekolah, kampus maupun perkantoran. Dengan mendekatkan usaha tas dengan
pasar, secara tidak langsung dapat membantu untuk memasarkan produk
tersebut. Selain itu usahakan untuk membuat desain tas yang unik dan menarik,
agar produk tidak mudah ditiru produsen lain dan diminati oleh konsumen.

II.II Stake Holder, Manajemen Bisnis, Modal Usaha dan Lokasi


Usaha Tas Kayu Etnik merupakan suatu usaha yang di kelola oleh
beberapa orang dimana semua pengelolaan serta monitoring proses dari
pembukaan toko hingga toko itu berdiri, serta mencari suplyer-suplyer yang
bersedia memasok barang-barang produksi tas kayu etnik baik kayu sebagai
bahan utama dan juga alat-alat pertukangan. Di samping pengelolaan dan
monitoring, manajeman toko juga dipegang oleh salah satu pemilik usaha. Pemilik
usaha di bantu oleh tiga buah karyawan dimana masing-masing karyawan serba
bisa dalam menguasai bidang usaha Tas Kayu Etnik baik dalam desain model
produk dan pembuatan produk.
Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi.Usaha Tas
Kayu Etnik membuka toko di Bali dimana Bali merupakan tempat wisata yang
terdapat banyak penduduk perantauan yang mayoritas masih memegang teguh
adat, sehingga terdapat banyak para pecinta Tas Kayu Etnik. Usaha segmen
pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah dari kalangan bawah hingga menengah
ke atas karena ingin ikut meramaikan usaha fashion di Indonesia dan ingin ikut
bersaing dengan kompetitor-kompetitor yang sudah lama ada.
BAB III
Aspek Pasar
III.I Pasar
Berdasarkan studi Lowe dan majalah SWA (tahun 2005) segmentasi pasar
Indonesia dibagi menjadi 8 segmen, yaitu:
1. Pasrah/introvert Wall Flower (8,1%)
Ciri-ciri : Wanita, usia matang berpendidikan rendah dan tinggal didaerah.
Umumnya tidak punya banyak keinginan dan tidak terlalu optimis terhadap
masa depan.
2. Gaul Glam/ The Networking Pleasure Seeker (11%)
Ciri-ciri : Wanita, usia matang yang sangat terbuka, suka bergaul dan penuh
gairah, tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat social ekonomi A+. mereka
sangat materialistis dan memiliki harta/benda adalah puncak kebahagiaan
hidup. Sisi menarik segmen ini adalah mereka percaya bahawa pertemanan
merupakan investasi. Dimata mereka, pengakuan diri itu ada jikamereka bisa
diterima oleh lingkungan pergaulannya.
3. Orang Alim/ Confident establish (5,2%)
Ciri-ciri : Pria, usia matang berpendidikan tinggi, di daerah perkotaan. Maka
sangat percaya diri dan berkarakter kuat, menyukai kedamaian dalam
kehidupan sosilnya, sangat normative adan suka menolong.
4. Ibu-ibu PKK/ The Optimistic family
Ciri-ciri: wanita, usia matang dari daerah rural denagn status sosil-ekonomi
rendah, hidup dengan bersahaja, realistis, kekeluargaan dan normative.
Mereka menyukai masak sebagi hobi, tidak sekedar kewajiban. Hidup
diabdikan untuk keluarga, tidak materialistis. Keluarga adalah segalnnya.
5. Anak Nongkrong/ The change expect Lad (10,5%)
Ciri-ciri: Usia muda, laki-laki, tinggal didaerah urban, status sosil-ekoenominya
menengah kebawah. Karakter mereka: hidup berorientasi pada teman-
temannya (kelompoknya). Konsep yang dianut: All is one is all.
6. Lembut Hati/ Cheerful humanist (12,1%)
Ciri-ciri: Wanita muda,dari daerah pedesaan dengan tingkat sosial ekonomi
rendah, cenderung tidak suka menjadi pusat perhatian, walaupun diterima
dilingkungannya. Menyukai lingkungan damai penuh harmoni, sangat menaruh
perhatian dan berempati kepada lingkungandan orang-oarang disekitarnnya.
Tidak mementingkan materi dan slalu ingin dibutuhkan lingkuangn serta
menyenangi kebersamaan.
7. Main untuk Menang/ The Savvy Conquer (16%)
Ciri-ciri: Pria matang berpendidikan, di daerah perkotaan ini sangat menikmati
hidup lugas, slalu berusaha mencapai kejayaan. Sangat menyukai kompetisi
dan cenderung dominan dalam pergaulan. Senang fashion, menikmati cuisine
dan gemar melihat iklan. Keinginan dasar mereka adalah dimanja materi dan
barang-barang yang dipunyai, suka di sanjung dan dipuja, serta supel dan
penuh energi.
8. Bintang Panggung/ The Spontaneous Fun Loving (13,6)
Ciri-ciri: Wanita dari daerah perkotaan denag status social ekonomi tinggi,
senang menjadi pusat perhatian, suak bergaul, suka pamer, dan menyenangi
aktivitas di luar rumah, seperti pesta dan kumpul-kumpul. Mereka menyukai
hal-hal baru yang sedang menjadi tren, serta fashion dan gadget, serta sangat
menikmati hidup, sanjunagan dan pujaan adalah bukti pengakuan diri, serta
kelompok menjadi alat mencapai kepopuleran.
Berdasarkan hasil Survei di atas maka potensi segmen yang bisa dijadikan
sasaran Tas Kayu Etnik adalah segmen The Networking Pleasure Seeker
dengan jumlah 11%, The change expect Lad dengan jumlah 10,5% dan The
Savvy Conquer dengan jumlah 16%. Salah satu periaku konsumen di Indonesia
khususnya anak muda sekarang adalah berbelanja mengikuti perkembangan
model masa kini. Tempat berbelanja umumnya adalal di Mall, Distro, dan Pasar.
Perilaku konsumtif masyarakat Indonesia merupakan salah satu ciri masyarakat
Indonesia yang mudah menerima produk baru yang dikeluarkan. Salah satu
kebiasaan anak muda untuk mengikuti perkembangan jaman dengan membeli
barang bermerk, perilaku konsumen yang demikian menjadi sebuah peluang
yang sagat baik bagi Tas Kayu Etnik. Positioning yang dilakukan Tas Kayu
Etnik agar dapat menarik perhatian calon konsumen yaitu merancang sebuah
strategi positioning yang atraktif. Beberapa strategi positioning yang bisa
digunakan, misalnnya:
Tas Kayu Etnik Tas tren masa kini.. ya huddd..
Mau keren pakek Tas Kayu Etnik .

III.II Promosi
Agar produk laku keras dipasaran, maka dilakukan pemasaran produk.
Namun bila tidak mengerti cara memasarkannya berarti bisa menghambat produk.
Masyarakat tidak mengenal apa yang telah diproduksi. Untuk itu disini akan
dijelaskan cara pemasaran mebel ini antara lain :
a) Membuat iklan mengenai Tas Kayu yang di produksi Tas Kayu Etnik.
b) Memberikan penjelasan tentang produk yang dibuat agar masyarakat
memahaminya.
c) Memberi diskon sebagai langkah awal promosi.
d) Mengadakan promosi produk di daerahdaerah, instansi pemerintah,
instansi swasta, dll.
e) Menyediakan situs belanja secara online agar mudah diakses olah
masyarakat.

III.III Harga
Gambaran harga jual dari Tas Kayu Etnik
Dompet : Rp. 200.000,00 - Rp. 300.000,00
Clutch : Rp. 400.000,00 - Rp. 600.000,00
Tas Selempang : Rp. 500.000,00 - Rp. 800.000,00
Tas Laptop : Rp. 900.000,00 - Rp. 1.200.000,00
Tas Ransel : Rp. 900.000,00 - Rp. 1.400.000,00
BAB IV
Analisa SWOT

IV.I Strength
Meningkatnya minat konsumen akan produk tas, menjadi salah satu
keuntungan bagi bisnis ini. Karena saat ini tas menjadi salah satu kebutuhan wajib
dalam berbusana, oleh sebagian besar masyarakat baik pria maupun wanita.
Sehingga permintaan pasar akan tas juga menunjukan peningkatan yang cukup
bagus. Selain itu untuk membuka usaha ini juga tidak memerlukan modal yang
tidak terlalu besar. Sehingga siapa saja bisa mencoba peluang usaha kecil
menengah tersebut, karena usaha ini bisa dibuka dengan modal dana kurang dari
Rp 10 juta. Selain itu Tas Kayu Etnik memiliki kelebihan sebagai berikut:
a) Kualitas kayu, kuat, awet dan indah.
b) Model dan bentuk tas yang unik serta menyesuaikan pesanan pelanggan,
sehingga pelanggan tertarik untuk berbelanja.
c) Pelayanan yang memuaskan.

IV.II Weakness
Hambatan yang sering dihadapi oleh bisnis ini antara lain melonjaknya
harga bahan baku tas, biasanya semakin banyak permintaan tas maka bahan
baku pun akan ikut langka dan harganya melonjak. Selain itu persaingan bisnis
yang cukup ketat, kondisi ini menuntut para produsen untuk lebih kreatif dan
inovatif dalam menciptakan desain tas yang unik dan menarik guna
memenangkan persaingan. Selain itu kelemahan Tas Kayu Etnik ini belum
dikenal secara luas dan masih tergantung terhadap supplier sehingga sulit
menentukan harga jual.

IV.III Opportunity
Semakin meningkatnya peminat tas membuat permintaan akan tas terus
bertambah. Bahan tas seperti biasanya kain, kulit dan rotan. Menggunakan bahan
dasar kayu sebagai bahan dasar tas merupakan sebuah peluang dikarenakan
belum banyak yang memanfaatkan kayu sebagai tas. Selain terdengar unik,
olahan kayu ini bisa merepresentasikan kesan estetika natural yang tidak dibuat-
buat. Bentuknya yang kotak tidak lantas terkesan kaku, tetapi justru autentik.
Penampakannya yang minimalis dan serat kayu jati yang unik sangat serasi
dengan warna kayu yang cerah cenderung kuning langsat. Selain itu belum
banyak pengerajin yang memanfaatkan kayu sebagai tas sehingga peluang untuk
memasarkan tas kayu di Bali menjadi salah satu peluang besar yang bisa
diciptakan untuk dijadikan bisnis.

IV.IV Threath
Ancaman dari bisnis ini dikarenakan bentuk kayu yang kaku maka bentuk
tas hanya berbentuk kotak. Masih sulitnya pengrajin tas dalam mengolah bentuk
kayu menjadi sebuah tas selain bentuk kotak. Jadi apabila ingin memodifikasi
bentuk tas maka diperlukannya bahan tambahan yang bisa untuk merubah bentuk
tas kayu tersebut. Untuk jangka panjang minat akan tas kayu akan menurunn
dikarenakan bentuk tas yang monoton dan bahan baku yang semakin susah untuk
ditemukan.
BAB V
MANAJEMEN TENAGA KERJA PERUSAHAAN
V.I Struktur Organisasi
Di dalam suatu bisnis usaha diperlukan struktur organisasi yang jelas,
sehingga dapat mengatur pekerjaan dari para tenaga kerja agar sesuai dengan
bidang tugas yang dikerjakannya. Maka diharapkan dengan adanya struktur
organisasi yang jelas dapat menunjang bisnis yang akan dihasilkan. Berikut ini
struktur organisasi dari Tas Kayu Etnik:
Jabatan Jumlah Personil Pendidikan Minimum

Manajer 1 S1 Manajemen

Kasir 1 SMA/SMK Accounting

Desainer 1 SMA/SMK Teknik


Furniture

Tukang kayu 3 SMA/SMK Teknik


Furniture

Pemilik Usaha

Manajer

Kasir Desainer Tukang Kayu


V.II Analis Jabatan
a. Nama Jabatan : Pemilik Usaha
Hubungan Organisasi : Dengan karyawan
Ringkasan Pekerjaan : Pemilik Usaha adalah pengendali dan pembuat
keputusan tertinggi yang menyangkut kelangsungan
hidup perusahaan.
Tanggungjawab :
Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut
operasional perusahaan
Menyusun anggaran perusahan dan program kerja
Menjamin operasional perusahaan secara hukum
Melakukan kontrol secara keseluruhan atas operasional perusahaan
Memegang kendali atas keputusan penting bersifat umum atau berkaitan
dengan masalah regulasi dan finansial
Bertanggung jawab dalam memajukan usaha
Menetapkan standar gaji yang diterima oleh pegawai
Memutuskan perberhentian dan promosi jabatan di perusahaan
b. Nama Jabatan : Manajer
Hubungan Organisasi : bertanggung jawab kepada pemilik usaha
Ringkasan Pekerjaan : bertugas memimpin dan menangani hal hal yang
berkaitan dengan operasional perusahaan baik
internal maupun eksternal
Tanggungjawab :
Bertanggung jawab terhadap hal hal yang menyangkut keuangan
perusahaan baik operasional sehari hari ataupun kebutuhan yang
bersifat tidak terjadwal
Memanage dan menganalisis laporan keuangan harian, mingguan dan per
periode akuntansi
Melatih, mengembangkan dan mengkoordinir karyawan agar dapat
memenuhi standar perusahaa dalam beroperasi dan melayani pelanggan
Memastikan semua prosedur dan standar serta kebijakan perusahaan
telah dikomunikasi secara efektif kepada seluruh karyawan serta dijaga
dan diikuti secara konsisten
Bertanggung jawab atas seluruh aliran dana dalam perusahaan
Berwenang mengatasi masalah yang berhubungan dengan penggunaan
dana
C. Nama Jabatan : Kasir
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Bertanggung jawab terhadap transaksi keuangan
sehari hari
d. Nama Jabatan : Desainer
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Bertugas untuk mendesain produk furniture yang
akan dibuat oleh tukang kayu
e. Nama Pekerjaan : Tukang kayu
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Membuat produk furniture yang telah dirancang
oleh desainer maupun sesuai dengan permintaan
pelanggan.
BAB VI
Keuangan
VI.I Permodalan Usaha
Dalam segi permodalan usaha, semua permodalan merupakan modal yang
dimiliki oleh Tas Kayu Etnik sebesar Rp. 5.500.000.000,- sehingga dapat
memenuhi semua pengeluaran yang dibutuhkan. Dimana perincian pembukaan
usaha sebagai berikut :

No. Pengeluaran Nominal


1. Peralatan dan Perlengkapan Rp 2.000.000,-
2. Bahan baku awal (kayu) Rp 3.500.000,-
Total Rp 5.500.000,-

Biaya penyusutan Peralatan dan perlengkapan setelah pemakaian satu tahun (12
bulan)
= 1/12 x Rp 2.500.000,00 = Rp 208.300,00
Biaya Operasional per Bulan
No Pengeluaran Nominal
1 Sewa tempat per tahun Rp 10.000.000,-
2 Biaya sewa per bulan = 1/12 x Rp Rp 833.300,-
10.000.000,00
3 Bahan baku (kayu dan aksesoris lainnya) Rp 2.500.000,-
5 Gaji 1 orang pegawai Rp 800.000,-
6 Plastik kemasan Rp 150.000,-
7 Listrik dan telepon Rp 300.000,-
8 Transportasi Rp 300.000,-
9 Biaya penyusutan Rp 208.300,-
Total Rp 5.091.600,-
Omzet per bulan
Penjualan Dompet per bulan Rp. 200.000,- 5 Buah Rp. 1.000.000,-
Penjualan Clutch per bulan Rp. 400.000,- 5 Buah Rp. 2.000.000,-
Penjualan Tas Selempang per bulan Rp. 500.000,- 3 Buah Rp. 1.500.000,-
Penjualan Tas Laptop per bulan Rp. 900.000,- 3 Buah Rp. 1.800.000,-
Penjualan Tas Ransel per bulan Rp. 900.000,- 3 Buah Rp. 1.800.000,-
Total Penjualan Tas Perbulan Rp. 7.100.000,-

Laba bersih per bulan


Rp 7.100.000 - Rp 5.091.600 = Rp 2.008.400

Break Event Point


Laba Bersih Perbulan : Modal Awal
Rp. 5.500.000 : Rp. 2.008.400 = 2.7 Bulan
BAB VIII
Penutup

VII.I Kesimpulan
Dari hasil pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa target pasar
cukup luas untuk prospek kedepannya cukup menjanjikan. Dengan modal awal Rp
5.500.000,- di dapat kan laba sebesar Rp 2.008.400,- Per bulannya. Jadi semakin
besar modal yang kita tanam, maka semakin besar pula laba yang kita peroleh,
dan diiringi dengan keuletan, keteguhan jiwa pantang menyerah dan cara kerja
yang baik.

VII.II Rekomendasi
Demikianlah proposal yang penulis buat, dengan serinci-rinci, dan sedetail-
detailnya, semoga langkah yang saya lakukan bermanfaat bagi penulis sebagai
pegusul dan masyarakat pada umumnya demi peningkatan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang kokoh, dan dapat dipertimbangkan oleh Dosen
Entrepreneurship. Semoga kebijakan ini dapat turut andil dalam mencerdaskan
umat dan memberikan lapangan pekerjaan dan memajukan ekonomi berbasis
Kerakyatan. Terima kasih.