Anda di halaman 1dari 4

ASMA BRONKIAL

No. Dokumen : /SOP/UKP.VII/2017


No. Revisi : 0
SOP Tanggal Terbit : 01/04/2017 UPT.
Pemerintah Halaman : 1/4 Puskesmas Kacang
Kota Pedang
Pangkalpinang
Ditetapkan : drg. HELEN
01/04/2017 NIP 198012092009032003

1. Pengertian Asma adalah penyakit heterogen, selalu dikarakteristikkan dengan


inflamasi kronis di saluran napas.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk dapat memahami
dan memberikan pengobatan yang tepat pada pasien Asma Bronkial.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT. Puskesmas Kacang Pedang Nomor
/SK/UKP.VII/UPT.Pusk KP/III/2017 tentang Pelayanan Klinis.
4. Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer tahun 2014.
5. Prosedur 1. Petugas menyapa pasien,
2. Petugas memastikan identitas rekam medis sesuai dengan pasien
yang sedang diperiksa,
3. Petugas melakukan hand hygiene sebelum memeriksa pasien,
4. Petugas melakukan anamnesis (auto/allo) tentang keluhan pasien :
Gejala khas untuk Asma, jika ada maka meningkatkan kemungkinan
pasien memiliki Asma, yaitu :
a. Terdapat lebih dari satu gejala ( mengi, sesak, dada terasa
berat) khususnya pada dewasa muda,
b. Gejala sering memburuk di malam hari atau pagi dini hari,
c. Gejala bervariasi waktu dan intensitasnya,
d. Gejala dipicu oleh infeksi virus, latihan, pajanan allergen,
perubahan cuaca, tertawa atau iritan seperti asap kendaraan,
rokok atau bau yang sangat tajam.
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang :
6. Petugas memberikan penanganan dengan :
a. Pasien disarankan untuk mengidentifikasi serta mengendalikan
faktor pencetusnya,
b. Perlu dilakukan perencanaan dan pemberian pengobatan
jangka panjang serta menetapkan pengobatan pada serangan
akut sesuai tabel di bawah ini.

2/4
7. Petugas melakukan konseling dan edukasi :
a. Memberikan informasi kepada individu dan keluarga mengenai
seluk beluk penyakit, sifat penyakit, perubahan penyakit
(apakah membaik atau memburuk), jenis dan mekanisme kerja
obat-obatan dan mengetahui kapan harus meminta
pertolongan dokter,
b. Kontrol secara teratur antara lain untuk menilai dan monitor
berat asma secara berkala (asthma control test/ ACT),
c. Pola hidup sehat.
Menjelaskan pentingnya melakukan pencegahan dengan :
a. Menghindari setiap pencetus,
b. Menggunakan bronkodilator/steroid inhalasi sebelum
melakukan exercise untuk mencegah exercise induced

3/4
asthma.
8. Petugas memberikan kriteria rujukan :
a. Bila sering terjadi eksaserbasi,
b. Pada serangan asma akut sedang dan berat,
c. Asma dengan komplikasi.
9. Petugas melakukan hand hygiene setelah memeriksa pasien.
1. Klinik Umum
2. Klinik Lansia
3. Klinik KIA
6. Unit Terkait
4. Klinik PKPR
5. Klinik MTBS
6. Kamar Obat

4/4